Docstoc

Kesadahan

Document Sample
Kesadahan Powered By Docstoc
					         VII. PENENTUAN KESADAHAN SEMENTARA DAN
                       KESADAHAN PERMANEN




A. Pendahuluan
   1. Latar Belakang
             Air merupakan zat yang sangat penting bagi makhluk hidup. Tidak
      ada satupun makhluk hidup yang tidak membutuhkan air. Air terutama
      dibutuhkan untuk metabolisme tubuh makhluk hidup. Dalam dunia
      pertanian air sangat diperlukan terutama untuk pengairan. Pengairan ini
      dipakai oleh tanaman untuk metabolisme tubuh dan pembuatan makanan
      dalam proses fotosintesis. Dalam hal ini penentuan kesadahan sementara
      dan permanen diperlukan untuk mengetahui tingkat kesadahan air karena
      air sadah dapat menimbulkan kerak sehingga dapat menyumbat pipa
      saluran air panas seperti radiator yang digunakan dalam mesin-mesin
      pertanian.
             Air memiliki berbagai macam kandungan. Air sadah adalah air
      yang mengandung garam-garam Ca dan Mg. Kesadahan air dibagi
      menjadi dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahan tetap atau
      permanen. Kesadahan tetap merupakan kesadahan yang disebabkan oleh
      garam kalsium sulfat dan klorida yaitu CaCl2, MgCl2, CaSO4 dan MgSO4.
      Sifat dari kesadahan tetap adalah tidak akan hilang meskipun telah
      dididihkan. Kesadahan sementara merupakan suatu kesadahan yang
      disebabkan oleh garam-garam kalsium dan magnesium dari karbonat dan
      bikarbonat. Contohnya CaCO3, Ca(HCO3)2, Mg(HCO2)2. Sifat dari
      kesadahan sementara akan hilang bila dididihkan.
   2. Tujuan Praktikum
             Praktikum ini bertujuan menentukan kesadahan sementara dan
      kesadahan permanen.
   3. Waktu dan Tempat Praktikum
               Praktikum acara penentuan kesadahan sementara dan tetap ini
      dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 17 Oktober 2006, pukul 13.00 –
      15.00 WIB di Laboratorium Biologi Tanah, Fakultas Pertanian,
      Universitas Sebelas Maret, Surakarta.


B. Tinjauan Pustaka
            Pengendapan merupakan cara yang sangat penting untuk memisahkan
   suatu contoh menjadi bagian komponen-komponennya dan seperti tahun
   belakangan merupakan teknik pemisahan yang paling luas digunakan oleh
   seorang analisis. Proses yang tersangkut adalah zat yang akan dipisahkan dan
   digunakan untuk membuat suatu fosa baru yang disebut endapan. (Sudjadi,
   1998).
            Ion kalsium bersama-sama dengan kalsium berperan dalam kesadahan
   air. Sebagai akibat dari unsur yang ditimbulkan dari kesadahan air adalah
   terbentuknya endapan. Kesadahan sementara adalah kesadahan yang
   disebabkan ion-ion kalsium dari bikarbonat dalam air dan dapat dihubungkan
   dengan cara mendidihkan air. Asosiasi dengan ion sulfat akan terbentuk
   kesadahan permanen dimana akan hilang pada saat pemanasan atau proses
   penguapan (Max, 1998).
            Proses pengendapan memungkinkan kalsium bereaksi dengan
   magnesium di dalam laut. Akibat reaksi ini kalsium akan mengalami
   pengendapan di laut dibandingkan magnesium. Kalsium adalah unsur kunci
   dalam banyak proses geolumia (Rizald Maz Rompas, 1998).
            Suatu endapan cenderung mengabsorbsi dengan mudah ion-ion yang
   membentuk senyawa tak laut dengan salah satu ion dalam kisi. Ion
   perak/klorida akan lebih mudah diserap oleh endapan perak klorida daripada
   ion natrium/nitrat (R.A Day J.R Underwood, 1992).
            Diperairan tawar kesadahan yang terbentuk jika berasosiasi, bagian-
   bagian ion sulfat dan terbentuk kesadhan permanen. Dimana tidak akan hilang
   saat pemanasan/penguapan. Tetapi daya kelarutan ini akan sedikit menurun
   jika perairan naik (Laidler, 1996).


C. Alat, Bahan dan Cara Kerja
   1. Alat
       a. Gelas ukur
       b. Neraca analitik
       c. Pengaduk magnetik
       d. Erlenmeyer
       e. Pipet
   2. Bahan
       a. Larutan standart H2SO4 0,02 N dan 0,1 N
       b. Larutan standart NaOH
       c. Indikator Methyl Orange
   3. Cara Kerja
       a. Menentukan kesadahan sementara
           1) Mengambil 100 ml sampel menggunakan pipet dn memasukkan ke
               dalam erlenmeyer.
           2) Menambahkan 2 – 3 tetes indikator MO, kemudian menitrasi
               dengna asam sulfat standart 0,02 N sampai timbul warna merah.
       b. Menentukan kesadahan tetap
           1) Mengambil filtran yang telah dibuat sebanyak 50 ml menggunakan
               pipet dan memasukkan ke dalam erlenmeyer.
           2) Menambahkan 2-3 tetes indikator MO.
           3) Menitrasi dengan standart H2SO4 0,1 N sampai timbul warna
               merah.
D. Hasil dan Analisis Hasil Pengamatan
   1. Hasil Pengamatan
      Tabel 7.1 Data Kesadahan Sementara
        ml sampel       w. awal          w. proses    w. akhir    ml H2SO4
         100 ml          kuning            Orange    Merah muda     8 ml
      Sumber : Laporan sementara

      Tabel 7.2 Data Kesadahan Tetap
        ml sampel       w. awal          w. proses    w. akhir    ml H2SO4
          50 ml          kuning            Orange    Merah muda    15 ml
      Sumber : Laporan sementara

   2. Analisis Hasil Pengamatan
      Nilai Blangko = 28
      a. Kesadahan sementara
              ml titrasi x 0,002 x 100000 x 10
          =
                             100
              8 x 0,002 x 100000 x 10
          =
                        100
          = 160
      b. Kesadahan tetap
              (B - S) x 0,005 x 100000
          =
                         100
              (28 - 15) x 0,005 x 100000
          =
                          100
          = 130
          Kesadahan total = 160 + 130 = 290
E. Pembahasan dan Kesimpulan
   1. Pembahasan
              Kesadahan air dibagi menjadi dua macam yaitu kesadahan
      sementara dan kesadahan tetap. Kesadahan sementara adalah kesadahan
      yang disebabkan garam Ca dan Mg dari karbonat dan bikarbonat. Sifat
      dari kesadahan ini adalah mudah hilang jika dipanaskan. Sedangkan
      kesadahan tetap adalah kesadahan yang disebabkan oleh garam kalsium
      sulfat dan klorida. Sifat kesadahan ini tidak akan hilang meskipun telah
      dipanaskan.
              Pada hasil praktikum kesadahan sementara diperoleh jumlah
      H2SO4 yang digunakan untuk titrasi sebanyak 8 ml dengan sampel
      sebanyak 100 ml. Dalam proses titrasi diamati bahwa warna awal larutan
      adalah kuning, warna proses adalah orange, dan warna akhir adalah merah
      muda. Didapatnya warna merah mudah sebagai penanda akhir titrasi. Dari
      hasil perhitungan didapatkn nilai kesadahan sementara 160.
              Pada praktikum kesadahan tetap telah ditentukan besarnya nilai
      blangko (B) yaitu 28. Nilai blangko ini berfungsi untuk menentukan
      besarnya kesadahan tetap. Kesadahan tetap berdasarkan percobaan ini
      dengan sampel sebanyak 50 ml dalam penentuannya memerlukan 15 ml
      H2SO4 untuk dititrasi. Dalam proses titrasi diamati warna awal adalah
      kuning, warna proses adalah orange, dan warna akhir adalah merah muda.
      Dari hasil perhitungan didapat nilai kesadahan tetap sebesar 130. nilai ini
      nantinya disebut nilai (S).
              Kesadahan total dari percobaan sebesar 235. besarnya nilai
      kesadahan total diperoleh dengan cara menjumlahkan kesadahan
      sementara dan nilai dari kesadahan tetap.
   2. Kesimpulan
      a. Kesadahan sementara dalam penentuannya memerlukan 100 ml
          sampel dan 8 ml H2SO4 untuk proses titrasi.
      b. Warna awal titrasi pada kesadahan sementara adalah kuning, warna
          proses adalah orange, dan warna akhir adalah merah muda.
c. Berdasarkan hasil perhitungan nilai kesadahan sementara sebesar 160.
d. Kesadahan tetap adalah penentuannya memerlukan 50 ml sampel dan
   15 ml H2SO4 untuk proses titrasi.
e. Warna awal titrasi pada kesadahan sementara adalah kuning, warna
   proses adalah orange, dan warna akhir adalah merah muda.
f. Berdasarkan hasil perhitungan nilai kesadahan tetap 130.
g. Kesadahan total yang diperoleh dari hasil percobaan sebesar 290.
h. Besarnya nilai blangko telah ditentukan yaitu sebesar 28 yang
   digunakan untuk menghitung nilai kesadahan tetap.
                             DAFTAR PUSTAKA




Day dan RA. Underwood. 1992. Metode Penelitian Air. ITS Press. Surabaya.

Laidler, Keith. 1996. Principles of Chemistry. The University of Ottawa. Kanada.

Max, Rizal. 1998. Kimia Lingkungan. Tarsito. Bandung.

Rompas, Rizal Max. 1998. Kimia Dasar. Tarsito. Bandung.

Sudjadi. 1998. Metode Air. Kanisius. Yogyakarta.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6504
posted:7/19/2010
language:Indonesian
pages:7