Studi Kualitas Air Sungai Cikapundung by bandung

VIEWS: 3,034 PAGES: 7

More Info
									 “STUDI KUALITAS AIR MENGGUNAKAN PENILAIAN STORET DI
           SUNGAI CIKAPUNDUNG, BANDUNG”

             Resa Kharisma1), DR. Yonik Meilawati Y, IR., MT 2), Evi Afiatun, IR., MT 2)
                1)
                   Alumni Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Pasundan Bandung

                               Email : ResaKharisma@yahoo.co.id

Sungai Cikapundung merupakan salah satu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang memiliki nilai penting
bagi Kota Bandung dan sekitarnya. Saat ini telah terjadi kerusakan lingkungan di Sungai Cikapundung,
ini dibuktikan dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Dinas Pengembangan Sumber Daya Air
(PSDA), dimana beberapa parameternya melebihi baku mutu yang ditetapkan. Sumber pencemar di
Sungai Cikapundung yang paling dominan berasal dari limbah penduduk. Untuk itu perlu dilakukan
upaya pengelolaan kualitas air Sungai Cikapundung agar kualitas airnya tetap terjaga. Pemeriksaan
kualitas air sungai dilakukan di 3 (tiga) titik pengamatan berdasarkan pertimbangan daerah yang belum
tercemar dan banyaknya sumber pencemar. Penentuan titik pengamatan ini juga berdasarkan dari data
sekunder yang pernah dilakukan oleh Dinas Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA), dimana titik
pengamatan dimulai dari hulu (Maribaya), tengah (Pasirluyu) sampai hilir (Dayeuh kolot). Penentuan
status mutu air adalah dengan menggunakan sistem nilai dari ”US-EPA (Environmental Protection
Agency)” dengan mengklasifikasikan mutu air dalam empat kelas. Dari hasil penentuan status mutu air
yang dilakukan pada tahun 2004 sampai dengan 2008 memperlihatkan bahwa sebagian parameter fisika,
air masih memenuhi standar baku mutu yang diperbolehkan untuk standar buangan sungai atau stream
standar berdasarkan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001, kecuali untuk sebagian parameter kimia
dan mikrobiologi ada sebagian yang nilainya tidak memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan, antara
lain parameter BOD, COD, DO, Fecal Colifrom dan Total Colifrom. Untuk ruas Maribaya hasil
penilaian storet pada tahun 2004 adalah kelas B, yaitu baik atau tercemar ringan, sehingga dapat
digunakan sesuai dengan PP.No. 82 Tahun 2001 golongan III. Tahun 2005 dan 2006 status mutu airnya
adalah kelas C, yaitu sedang atau tercemar sedang, untuk tahun 2008 adalah kelas D, yaitu buruk atau
tercemar berat sehingga tidak sesuai dengan PP. NO. 82 Tahun 2001 golongan III. Untuk ruas Pasirluyu
tahun 2004, 2005 dan 2008 memiliki status mutu kelas D, yaitu buruk atau tercemar berat. Untuk tahun
2006 status mutu kelas C, yaitu sedang atau tercemar sedang. Untuk ruas Dayeuh Kolot tahun 2004
memiliki status mutu air kelas C, yaitu sedang atau tercemar sedang. Untuk tahun 2008 adalah kelas D,
yaitu buruk atau tercemar berat sudah tidak sesuai dengan peruntukannya.

Kata Kunci : Kualitas Air, Parameter Kimia-Mikrobiologi, Status Mutu Air



1.1 Latar Belakang

    Sungai Cikapundung adalah sungai yang membelah kota Bandung. Dari kawasan
utara menuju kawasan selatan yang bersatu kembali dengan sungai Citarum, yang
kemudian bermuara ke ujung Karawang. Sungai Cikapundung mengalir dari mata air
Batu Nunggal yang berada Utara Maribaya. Sungai Cikapundung merupakan sungai
terbesar yang melalui Kota Bandung.
       Pada saat ini fungsi sungai di Bandung pada umumnya menjadi tempat
pembuangan limbah domestik maupun industri. Kualitas air di cekungan Bandung
yang berasal dari Sungai Citarum menurun akibat limbah dan penyebab terbesarnya
berasal dari limbah domestik. Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah
(BPLHD) Provinsi Jawa Barat memperkirakan sumber limbah domestik ini dibuang


                                                 1
oleh lebih dari 3,5 juta orang secara langsung ataupun tidak langsung. Jumlah buangan
rumah tangga mencapai 60% dari total limbah di sungai.
         Keuntungan menggunakan metode Storet salah satunya adalah menghasilkan
nilai atau angka yang dapat mengambarkan keseluruhan parameter-parameter
karakteristik air sungai sehingga diketahui status mutu kualitas air sungai
sesungguhnya sesuai dengan peruntukannya.
        Secara prinsip Metoda Storet adalah membandingkan antara data kualitas air
dengan baku mutu air yang disesuaikan dengan peruntukannya guna menentukan
status mutu air.
        Cara untuk menentukan status mutu air adalah dengan menggunakan sistem
nilai dari “US-EPA (Environmental Protection Agency)” dengan mengklasifikasikan
mutu air dalam empat kelas, yaitu :
        (1) Kelas A : baik sekali, skor = 0          memenuhi baku mutu
        (2) Kelas B : baik, skor = -1 s/d -10          cemar ringan
        (3) Kelas C : sedang, skor = -11 s/d -30           cemar sedang
        (4) Kelas D : buruk, skor ≥ -31            cemar berat


1.2 Metodologi Penelitian



                                 Studi Pendahuluan

                                  Survey Lapangan


                                   Data Sekunder

                             - Peta tata guna lahan
                             - Data Kualitas Air
                             - Peraturan Pemerintah
                               Tentang Baku Mutu Air
                               Sungai


              Mencari Nilai Storet (Tahun 2004-2008) sungai Cikapundung


                      Pembahasan dan Analisis Hasil Nilai Storet


                                Kesimpulan dan Saran



                                       Selesai

                            Gambar 1 Diagram Alir Penelitian



                                                                                        2
       Menentukan Nilai Storet
   Penentuan status mutu air dengan menggunakan metode Storet dilakukan dengan
langkah-langkah sebagai berikut :

1. Lakukan pengumpulan data kualitas air dan debit air secara periodik sehingga
   membentuk data dari waktu ke waktu (time series data).
2. Bandingkan data hasil pengukuran dengan dari masing-masing parameter air dengan
   nilai baku mutu yang sesuai dengan kelas air.
3. Jika hasil pengukuran memenuhi nilai baku mutu air (hasil pengukuran ≤ baku
   mutu) maka diberi skor 0.
4. Jika hasil pengukuran tidak memenuhi nilai baku mutu air (hasil pengukuran > baku
   mutu), maka diberi skor :
          Tabel 1 Penentuan sistem nilai untuk menentukan status mutu air
            Jumlah            Nilai                       Parameter
                                              Fisika       Kimia          Biologi
              < 10          Maksimum            -1           -2              -3
                             Minimum            -1           -2              -3
                            Rata-rata           -3           -6              -9
              ≥ 10          Maksimum            -2           -4              -6
                             Minimum            -2           -4              -6
                            Rata-rata           -6          -12             -18
         Sumber : Center (1997)
         Catatan : Jumlah parameter yang digunakan untuk penentuan status mutu air.
5. Jumlah negatif dari seluruh parameter dihitung dan ditentukan status mutunya dari
jumlah skor yang didapat dengan menggunakan sistem nilai.


1.3    Hasil dan Pembahasan
1.3.1 Contoh Perhitungan
    Penerapan penentuan kualitas air menurut Metode Storet ini dilakukan di Sungai
Cikapundung dengan ruas daerah Maribaya, Pasirluyu dan Dayeuh Kolot. Data yang
didapat diperoleh dari Dinas Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) dari tahun
2004 sampai dengan 2008 dengan ruas daerah yang sama. Penerapan penentuan status
mutu air dapat dilihat pada tabel 3 Ruas Maribaya tahun 2006, data-data yang
memiliki pengambilan sampel minimal 3 (tiga) kali per tahun atau lebih, dijadikan
nilai maksimum, minimum dan rata-rata. Adapun contoh perhitungannya sebagai
berikut :
    Cara pemberian skor untuk tiap parameter adalah sebagai berikut (Contoh, untuk
parameter BOD (Biochemical Oxygen Demand) ( pada tahun 2006 di ruas Maribaya) :
 a. BOD merupakan parameter kimia, maka gunakan skor untuk parameter kimia dan
    jumlah parameter yang dipakai adalah > 10.
 b. Kadar BOD yang diharapakan untuk air kelas III adalah 6 mg/l.
 c. Kadar BOD maksimum hasil pengukuran adalah 12.6 mg/l, ini berarti kadar BOD
    melebihi baku mutunya. Maka Skor untuk nilai maksimum adalah -4.

                                                                                       3
d. Kadar BOD minimum hasil pengukuran adalah 2.5 mg/l, berarti kadar BOD masih
   sesuai dengan baku mutu, maka skor untuk nilai minimum adalah 0
e. Kadar BOD rata-rata hasil pengukuran adalah 7 mg/l, berarti kadar BOD melebihi
   baku mutu, maka skor untuk nilai rata-rata adalah -12.
f. Dijumlahkan skor untuk nilai maksimum, minimum dan rata-rata. Untuk parameter
   BOD pada contoh ini skornya adalah -16.
g. Lakukan hal yang sama untuk tiap parameter, apabila tidak ada baku mutunya
   untuk parameter tertentu, maka tidak perlu dilakukan perhitungan.
h. Jumlahkan semua skor, ini menunjukan status mutu air. Pada contoh ini skor total
   adalah -16, Ini berarti Sungai Cikapundung pada ruas Maribaya mempunyai status
   mutu air yang tercemar berat untuk kelas C.




1.3.2 Hasil Analisa

Tabel 2 Hasil Skor Penentuan Status Mutu Air Peruntukan Kelas III (PP 82/2001)


   Ruas          Maribaya             Pasirluyu             Dayeuh Kolot
  Tahun     Skor Status Mutu     Skor Status Mutu       Skor Status Mutu
   2004       -4      Baik        -36       Buruk        -20      Sedang
   2005      -16     Sedang       -32       Buruk         -          -
   2006      -16     Sedang       -30      Sedang         -          -
   2007        -        -          -          -           -          -
   2008      -38      Buruk      -100       Buruk        -96      Buruk


       Ruas Maribaya



                          2004   2005   2006   2007   2008
                                                             Ket :
                                                             (Status Mutu Air)
                                                                 Kelas A (0) :
                                                                 Baik

                                                                 Kelas B
                                                                 (-1 s/d -10) :
                                                                 Baik

                                                                 Kelas C
                                                                 (-11 s/d -30) :
                                                                 Sedang

                                                                 Kelas D
                                                                 (> -31) :
                                                                 Buruk
                                                                 Status Mutu Air
                                                                 Maribaya




               Gambar 2 Nilai Storet Sungai Cikapundung Ruas Maribaya


                                                                                      4
Ruas Pasirluyu


                   2004   2005   2006    2007   2008
                                                        Ket :
                                                        (Status Mutu Air)
                                                            Kelas A (0) :
                                                            Baik

                                                            Kelas B
                                                            (-1 s/d -10) :
                                                            Baik

                                                            Kelas C
                                                            (-11 s/d -30) :
                                                            Sedang

                                                            Kelas D
                                                            (> -31) :
                                                            Buruk
                                                            Status Mutu Air
                                                            Pasirluyu



       Gambar 3 Nilai Storet Sungai Cikapundung Ruas Pasirluyu


Dayeuh Kolot


                                                       Ket :
                 2004 2005 2006         2007 2008      (Status Mutu Air)
                                                           Kelas A (0) :
                                                           Baik
                                                           Kelas B
                                                           (-1 s/d -10) :
                                                           Baik

                                                           Kelas C
                                                           (-11 s/d -30) :
                                                           Sedang

                                                           Kelas D
                                                           (> -31) :
                                                           Buruk
                                                                   utu
                                                           Status M Air
                                                           Dayeuh Kolot


     Gambar 4 Nilai Storet Sungai Cikapundung Ruas Dayeuh Kolot




                                                                              5
Tabel 3 Status Mutu Kualitas Air Menurut Sistem Nilai STORET
Di Ruas Maribaya Sungai Cikapundung Dengan Peruntukan Kelas III (PP 82/2001)
Tahun 2006
 No   Parameter                     Satuan       Baku Mutu            Hasil Pengukuran
                                                              Maksimum      Minimum      Rata-rata   Skor
      FISIKA
                                        o
  1   Suhu                                C      Normal ± 3     26.7          19.7         23.8       0
  2   Residu Terlarut                 mg/L         1000         737           63.6         60.2       0
  3   Residu Tersuspensi              mg/L          400         10.4          9.6          9.86       0
      KIMIA ANORGANIK
 1    Ph                              mg/L        6 s/d 9        7.8           7.1           7.4      0
 2    DO                              mg/L           3            6            3.1           4.7      0
 3    Arsen         (As)              mg/L           1         0.011         0.0001       0.0004      0
 4    Boron         (B)               mg/L           1            -              -            -
 5    Barium       (Ba)               mg/L            -           -              -            -
 6    Besi          (Fe)              mg/L            -           -              -            -
 7    Kadmium (Cd)                    mg/L         0.01         0.01           0.01         0.01      0
 8    Kobalt       (Co)               mg/L          0.2           -              -            -
 9    Krom Heksavalen (Cr)            mg/L          0.05       0.001          0.001        0.001      0
 10   Mangan        (Mn)              mg/L            -           -              -            -
 11   Nikel          (Ni)             mg/L            -           -              -            -
 12   Air Raksa     (Hg)              mg/L         0.002       0.0006        0.00001     0.00021      0
 13   Selenium (Se)                   mg/L         0.05        0.001          0.001        0.001      0
 14   Seng           (Zn)             mg/L         0.05        0.001          0.001        0.001      0
 15   Tembaga       (Cu)              mg/L            -           -              -            -
 16   Timbal         (Pb)             mg/L         0.03         0.01           0.01         0.01      0
 17   Amonia Total (NH3-N)            mg/L            -           -              -            -
 18   Fluorida       (F)              mg/L          1,5          0.1           0.06        0.073      0
 19   Fosfat Total (PO4)              mg/L           1          0.12          0.054          0.1      0
 20   Klorida         (Cl)            mg/L            -           -              -            -
 21   Klorin Bebas                    mg/L         0,03           -              -            -
 22   Nitrat           (NO3-N)        mg/L           20         2.46           0.22         0.98      0
 23   Nitrit           (NO2-N)        mg/L          0,06       0.018          0.004        0.009      0
 24   Sianida         (CN)            mg/L         0.02           -              -            -
 25   Sulfat           (SO4)          mg/L            -           -              -            -
 26   Sulfida         (S)             mg/L            -           -              -            -
 27   BOD                             mg/L           6          12.6           2.5            7      -16
 28   COD                             mg/L           50         23.3            4           12.7      0
      KIMIA ORGANIK
  1   Fenol                           mg/L           -            -             -            -
  2   Minyak&Lemak                    mg/L         1000           -             -            -
  3   Detergen                        mg/L          200           -             -            -
      MIKROBIOLOGI                                                              -            -
  1   Fecal Colifrom                Jml/100 ml     2000           -             -            -
  2   Total Colifrom                Jml/100 ml     10000          -             -            -
                             Jumlah Skor                                                             -16

                                                                                                      6
1.4 Kesimpulan
      Dari hasil penelitian studi kualitas air menggunakan penilaian storet di sungai
Cikapundung Bandung, dapat disimpulkan sebagai berikut :

   •  Untuk ruas Maribaya hasil penilaian storet pada tahun 2004 adalah kelas B,
      yaitu baik atau tercemar ringan, sehingga masih dapat digunakan sesuai dengan
      PP.No. 82 Tahun 2001 golongan III dan untuk tahun 2005, 2006 status mutu
      airnya adalah kelas C, yaitu sedang atau tercemar sedang. Tahun 2008 status
      mutu airnya adalah kelas D, yaitu buruk atau tercemar berat, sehingga untuk
      ruas maribaya tahun 2008 sudah tidak sesuai dengan PP. NO. 82 Tahun 2001
      golongan III.
   • Untuk ruas Pasirluyu hasil penilaian storet tahun 2004 dan tahun 2005
      memiliki status mutu kelas D, yaitu Buruk atau tercemar berat. Untuk tahun
      2006 status mutu air mengalami penurunan menjadi kelas C, yaitu sedang atau
      tercemar sedang. Dan 2008 status mutu kelas D, yaitu buruk atau tercemar
      berat, sehingga tidak sesuai dengan peruntukannya.
    • Untuk ruas Dayeuh Kolot hasil penilaian storet tahun 2004 memiliki status
      mutu air kelas C, yaitu sedang atau tercemar sedang. Untuk 2008 memiliki
      status mutu air kelas D, yaitu buruk atau tercemar berat dan sudah tidak sesuai
      dengan peruntukannya. Untuk tahun 2005 dan 2006 ruas Dayeuh Kolot data
      yang diperoleh tidak ada, sehingga tidak dapat mementukan status mutu airnya.
    • Kualitas air di Sungai Cikapundung secara umum dilihat dari 5 (lima) tahun
      kebelakang status mutu airnya semakin menurun, ini disebabkan semakin
      bertambahnya jumlah penduduk dan bertambahnya kegiatan-kegiatan dari
      aktifitas masyarakat atau industri yang berada disekitar aliran sungai
      Cikapundung. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan kualitas air di Sungai
      Cikapundung, baik itu oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat yang berada
      di sekitar aliran Sungai Cikapundung.




1.5 Daftar Pustaka

       Dinas Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA), Manajemen Pengelolaan DAS
       Ciatarum.

       Effendi Hefni, ”TELAAH KUALITAS AIR”, Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan
       Lingkungan Perairan, Kanisius 2003.

       Hadi, Anwar.(2005), Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan, PT.
       Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.




                                                                                        7

								
To top