PELACURAN ANAK JALANAN DI YOGYAKARTA by rku10038

VIEWS: 869 PAGES: 3

									PELACURAN ANAK JALANAN
    DI YOGYAKARTA



               Tesis
 untuk memenuhi sebagian persyaratan
     mencapai derajat Sarjana S-2




    Program Studi Kependudukan
   Jurusan Ilmu-ilmu Antar Bidang




           diajukan oleh:
           Kemala Sukma
         17111/IV-6/328/01




           Kepada
   PROGRAM PASCA SARJANA
  UNIVERSITAS GADJAH MADA
        YOGYAKARTA
            2003
                                           INTISARI

        Anak jalanan terbagi menjadi dua kategori berdasarkan hubungannya dengan
keluarga, yakni children of the street dan children on the street. Pada umumnya
children of the street mengacu pada anak-anak yang hubungannya dengan keluarga
telah terputus dan hidup di jalan. Sebaliknya, children on the street menyandarkan
hidup di jalan dan masih tinggal dengan keluarga mereka. Anak jalanan kategori
terakhir berusia balita atau usia sekolah dasar. Sedangkan anak jalanan yang sudah
tidak berhubungan dengan keluarganya pada umumnya berusia belasan tahun.
Pelacur anak jalanan merupakan anak jalanan berusia remaja yang masuk dalam
kategori children of the street. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehidupan
pelacuran anak jalanan. Proses dari mereka berkenalan dengan dunia jalanan, turun
ke jalan, dan bersentuhan dengan dunia pelacuran.
        Penelitian ini meneliti kehidupan pelacur anak jalananan di Yogyakarta
dengan informan yang berjumlah sepuluh orang anak jalanan perempuan.
Pengambilan informan dilaksanakan dengan menggunakan sistem snowball sampling
dengan teknik wawancara mendalam.
        Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelacur anak jalanan terbagi menjadi
dua kategori: anak jalanan yang melacurkan dan anak jalanan yang dilacurkan.
Mereka meninggalkan rumah dan hidup di jalan karena suasana yang tidak nyaman
seperti kekerasan yang dialami dan keacuhan keluarga terhadap anak. Pada
umumnya anak berasal dari keluarga miskin yang tidak memperhatikan pentingnya
pendidikan bagi anak. Hubungan anak dengan keluarga terputus begitu anak
meninggalkan rumah, begitu juga dengan pendidikan pelacur anak jalanan yang
terputus begitu mereka keluar dari ikatan keluarga. Rendahnya tingkat pendidikan,
terputusnya hubungan mereka dengan keluarga, serta kehidupan jalanan yang
cenderung bebas and keras kerap menjadikan anak sangat permisif terhadap
hubungan seksual bebas.
        Hubungan pelacur anak jalanan terhadap pelanggannya terbagi menjadi dua,
hubungan antara pelacur dan pelanggan dan hubungan suka sama suka layaknya
hubungan pacaran, hubungan yang kedua adalah hubungan antara anak jalanan
dengan laki-laki dalam komunitas jalanan. Dari dua kategori pelanggan tersebut,
anak jalanan mendapatkan imbalan uang, barang dan perlindungan terhadap jasa
seksual mereka. Kehidupan di jalan yang serba gratis karena selalu bergantung pada
teman dan pacar memperkecil pengeluaran mereka terhadap kebutuhan sehari-hari
termasuk kebutuhan mereka akan gaya hidup yang juga merupakan aktualisasi diri
mereka. Sehubungan dengan kesehatan reproduksi mereka, pelacur anak jalanan
melakukan aborsi dan sering terserang oleh penyakit menular seksual karena
berganti-ganti pasangan. Kehidupan jalanan yang keras juga menimbulkan kekerasan
terhadap anak jalanan yang dilacurkan, seperti kekerasan fisik dan seksual yang
seringkali dilakukan oleh sesama anak jalanan, di samping oleh aparat keamanan.
        Anak jalanan masuk dalam dunia pelacuran disebabkan karena ajakan dan
pengaruh teman, gaya hidup dan rangsangan seksual untuk melakukan kontak
seksual. Tiga hal tersebut jugalah yang menjadikan anak jalanan tetap memilih
mengeksploitasi seksualitas mereka sebagai alternatif lain untuk mencari uang.
Kata kunci: pelacuran, anak jalanan, hubungan seksual
                                            ABSTRACT



         Street children can be divided into two categories based on their relationships
with their family: children of the street and children on the street. Generally, children
of the street refer to the children who have been disconnected with the family and
live in the street. On the contrary, children on the street still live with their family
although they earn money from the street. Usually the street children from the last
category are at the age under five and at the school age. Whereas, the street children
who live far away from the families are at the teen ages. The prostituted street
children are adolescent people which are categorized as children of the street. This
study intends to discuss the prostitution life of street children. Their process from the
beginning of street life until getting into prostitution life.
         This study explores the life of ten girls prostituted street children in
Yogyakarta. The informants are gathered with the snowball sampling system with in-
depth interview technique.
         The study shows that the prostitution of street children are categorized as
prostituting street children and prostituted street children. They leave home because
of the uncomfortable atmosphere at home like domestic violence and indifferent
treatment from the family. Generally, children come from the unwealthy family who
has little attention to the important of children’s education. The relationship between
children and their family have lost as soon as they are out of the family ties. It also
happens to their education which is disconnected too. The low level of education, the
disconnection relationship with the family and the street life which tends to be free
and hard, often make children are very permissive toward the free sexual
relationship.
         The relationship built between the children and their customer are based on
two categorization, first, the usual relationship between street children and their
customer and the relationship among couple, second, the relationship between the
children and the men in the street community. From the categorization mentioned
before, the street children who give sexual service are paid with money, goods, and
protection. The street life which is always free because they always depend on their
friend and lover, lessen their daily needs including their life style need as the
actualization. According to the reproductive health, the prostituted street children has
done the abortion and suffered with the sexual transmitted diseases for changing
spouse. The hard street life yields the daily threats of violence and abuse, like
physical and sexual abused done by their peer group of street children and also by the
security guards.
         The street children who get into the prostitution are caused by influence from
their friend, life style, and the sexual stimulus to make sexual contact. The three
influences are also made the street children choosing to exploit their sexuality as
another alternative to earn money.

Key words: prostitution, street children, sexual relationship

								
To top