Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

IR Brain for Success by bajolijo39

VIEWS: 13 PAGES: 15

									        == e-learning : Brain for Success ==

Lesson 1 : Brain Facts

Anda semua pasti sudah sering mendengar bahwa otak kita merupakan
komputer yang sangat canggih. Walaupun banyak ahli yang tidak sependapat
dengan pernyataan itu. Mereka mengatakan bahwa kemampuan otak manusia
sangat jauh lebih canggih dibandingkan komputer.

Pernah diadakan suatu penelitian untuk membandingkan kecerdasan manusia
dengan kecerdasan komputer. Pada penelitian ini, 1 komputer canggih dan 2
manusia berada di balik suatu tirai dan di sisi lain duduk 3 orang yang lain.
Masing-masing dari ke 3 orang ini boleh menanyakan apa saja ke
orang/komputer di balik tirai dan komputer harus meyakinkan masing-masing
dari ketiga orang ini sehingga ke 3 orang ini mengira bahwa komputer itu
seorang manusia. Sampai sekarang komputer yang dipakai untuk penelitian
belum pernah dapat meyakinkan ke 3 orang tersebut.

Kita seringkali menyamakan kemampuan otak dengan kemampuan numerik,
padahal kemampuan otak kita jauh lebih daripada itu. Kecerdasan numerik
hanya 1 dari 10 kecerdasan yang sampai saat ini sudah berhasil dideteksi
(silakan baca buku Head First dari Tony Buzan untuk mengetahui kecerdasan
yang lain).

Kepalkan kedua kepalan tangan anda dan satukan, kira-kira sebesar itulah
besarnya otak kita. Beratnya hanya sekitar 2% dari berat tubuh kita atau sekitar
1.5-2.5 kg. Tetapi otak mengkonsumsi 20% dari Oksigen yang kita hirup, 30%
dari air yang kita minum dan 40% dari nutrisi yang kita makan. Jika otak kita
mengalami dehidrasi sebesar 2% saja, maka kemampuan otak kita akan turun
sebanyak 1/3 dan jika dehidrasinya menjadi sebesar 5%, maka kemampuannya
akan turun sebanyak 50%. Jadi sering-seringlah anda minum, agar otak tidak
mengalami dehidrasi yang akan mempengaruhi kinerja anda dalam bekerja atau
berbisnis.

Selain konsumsi di atas, otak kita juga dilalui oleh 25% darah yang ada di dalam
diri kita. Saluran darah yang ada di otak, jika kita luruskan maka panjangnya
dapat mencapai 100.000 mil.

Menjelang akhir era 1980an dan memasuki era 1990an, mulai ditemukan alat-
alat yang canggih yang dapat meneliti organ dalam tubuh manusia. Bersamaan
dengan itu, para ilmuwan di Amerika mengusulkan kepada pemerintah Amerika
agar menganggarkan dana dalam jumlah yang besar untuk keperluan penelitian
mengenai otak. Terlebih lagi dengan banyaknya kasus penyakit yang
berhubungan dengan otak seperti Alzheirmer, Autism, dll. Maka kemudian Gerge
Bush Senior menetapkan era 90an sebagai : Decade of the Brain. Dan semenjak
itulah, pengetahuan baru mengenai otak dimulai dan hasilnya luar biasa
mencengangkan. Walaupun penelitian ini dalam konteks dunia medis, tetapi
hasil-hasilnya dapat dipakai untuk bidang pengembangan diri. Dalam edisi
berikut, kita akan bahas hasil-hasil apa saja yang luar biasa tersebut.

===== e-learning : Brain for Success =====

Lesson 2 : Decade of the Brain

Jika pada Lesson 1 kita membahas fakta mengenai otak, sekarang kita akan
membahas mengenai suatu era penting bagi pengetahuan mengenai otak, yang
sekaligus membawa banyak pengetahuan yang akan sangat berguna untuk
pencapaian sukses dan pengembangan diri seseorang.

Menjelang akhir era tahun 1980'an, para ilmuwan di Amerika mengajukan
permintaan ke pemerintah mereka untuk memberikan dana dalam jumlah yang
besar, untuk digunakan dalam melakukan riset mengenai otak manusia. Terlebih
lagi pada saat itu juga sedang berkembang alat-alat canggih yang akan sangat
membantu mereka dalam melakukan riset tersebut. Riset ini dibutuhkan karena
semakin banyaknya penyakit yang berhubungan dengan otak seperti : Alzheimer,
Autism, dll.

Berdasarkan permintaan itu, maka Presiden Amerika George Bush Senior
menetapkan era 1990-2000 sebagai "Decade of the Brain". Sejak itulah dimulai
era baru mengenai pengetahuan mengenai otak manusia dan hasilnya sungguh
luar biasa dahsyat. Misalnya : pada tahun 1990 diadakan riset terhadap ratusan
ahli bedah otak. Mereka ditanyakan apakah mereka percaya pada Neuro Genesis
(jika otak mengalami kerusakan, apakah dapat tumbuh kembali) dan hasilnya
95% dari mereka mengatakan tidak mungkin. Tepat 10 tahun kemudian,
sejumlah yang sama dari para ahli tersebut ditanya kembali dan hasilnya
berlawanan 180derajat, 98% mengatakan percaya pada Neuro Genesis.

Hal-hal luar biasa yang ditemukan dari riset-riset ini tidak lepas dari adanya alat-
alat canggih seperti MRI, PET dan SPECS. Jika sebelum Decade of the Brain
orang menggunakan otak yang telah mati untuk melakukan riset, maka dengan
alat ini mereka bisa melakukan test pada otak orang yang hidup. PET
mempunyai kemampuan melihat benda kecil hingga 1/1000 tipisnya rambut
manusia. Sedangkan dengan alat yang disebut SPECT, dapat dilihat otak dengan
ketipisan hingga 1/1000000 dari rambut manusia.

Sebelum tahun 1990 dikatakan bahwa jumlah neuron (sel otak) dari setiap
manusia berjumlah sekitar 10 juta sel, sedangkan orang jenius seperti Albert
Einstein mempunyai 20% lebih banyak sel atau sekitar 12 juta sel. Sekarang
dengan alat PET diketahui bahwa jumlah neuron pada setiap otak manusia
adalah sekitar 100 milyar sel. Bahkan dengan alat SPECT diketahui jumlahnya
sekitar 200 milyar sel. Waw, perbedaan yang sangat menyolok sekali
dibandingkan apa yang kita ketahui sebelum tahun 1990.

Dengan alat-alat ini juga berhasil diketahui, bahwa 80% dari pengetahuan
mengenai otak yang diketahui sebelum tahun 1990 adalah salah. Jadi apa yang
sudah diketahui selama bertahun-tahun oleh para ilmuwan mengenai otak
manusia hanya 20% saja yang benar. Ini benar- benar merubah ilmu
pengetahuan mengenai otak manusia.

Dengan alat-alat ini sekarang dapat diketahui bahwa yang menentukan
kepintaran seseorang bukanlah banyaknya jumlah neuron melain sesuatu yang
diberi nama DSP. Ikuti Lesson selanjutnya mengenai penemuan fenomenal dari
DSP serta fungsinya pada newsletter edisi mendatang.

===== e-learning : Brain for Success =====

Lesson 3 : Dendrite Spiny Protuberance (DSP)

Jika anda belum membaca Lesson 1 & 2, ada dapat membacanya pada
newsletter      edisi     no.       9      &      10       di      milis      :
http://groups.yahoo.com/group/inspirationresources Selain e-learning "Brain for
Success", pada newsletter edisi no 1-8 anda juga dapat menemukan e-learning
"Dreams Into Reality".

Dengan ditemukannya alat-alat canggih seperti MRI, PET, SPECT sekarang para
ilmuwan dapat melihat otak dalam keadaan hidup. Dan dengan alat itu mereka
bisa melihat sampai ke tingkat sel-sel otak karena alat-alat tersebut bisa melihat
ketipisan hingga 1/1000 tipisnya rambut manusia.

Pada tahun 1972 ada seorang ilmuwan Rusia yang memaparkan suatu terobosan
pengetahuan di suatu pertemuan ilmiah. Ia mengatakan bahwa yang
mempengaruhi kecerdasan seseorang bukanlah banyaknya sel otak. Hal ini
tentu saja mengagetkan setiap orang karena selama ini yang mereka ketahui
adalah jumlah sel otak menentukan kecerdasan seseorang, mereka mengatakan
bahwa orang jenius seperti Albert Einstein mempunyai 20% lebih banyak sel
otak dibandingkan orang biasa. Sekarang tiba-tiba ada seorang ilmuwan yang
mengatakan hal lain yang akan merubah total pengetahuan yang selama ini
mereka pegang. Ilmuwan Rusia itu mengatakan bahwa bukan jumlah sel otak
yang menentukan kecerdasan tetapi ia belum tahu apa yang menentukan
kecerdasan manusia itu. Begitu para ilmuwan lain mendengar hal itu, ia pun
ditertawai. Tepat 30 tahun kemudian, ilmuwan Rusia itu muncul lagi di forum
ilmiah tetapi sekarang ia sudah bisa membuktikan apa yang ia sampaikan 30
tahun silam dan ia pun mendapat penghormatan dimana orang-orang berdiri dan
bertepuk tangan selama 30 MENIT!. Waw, kalau kita melihat orang bertepuk
tangan di acara penyerahan misalnya Academy Award, orang paling lama hanya
2-3 menit bertepuk tangan. Ilmuwan ini membuktikan bahwa yang menentukan
adalah sesuatu yang diberi nama Dendrite Spiny Protuberance (DSP).

Dengan memakai alat-alat yang canggih tersebut, dapat dilihat ketika manusia
mempelajari suatu hal baru maka akan tercipta ikatan-ikatan DSP baru. Berita
menggembirakan lainnya adalah bahwa ikatan-ikatan DSP ini terjadi tidak hanya
pada anak kecil atau remaja, tetapi terjadi pada setiap orang berapapun
umurnya. Jadi selama manusia hidup, ia akan selalu menghasilkan ikatan-ikatan
baru jika mereka mempelajari suatu hal baru.

Pertanyaan yang sering diajukan adalah seberapa besar kapasitas otak kita
dalam belajar ? Kita sering mendengar bahwa manusia menggunakan kurang
dari 10% kapasitas otaknya. Dengan adanya pengetahuan baru ini ternyata
angka yang didapat jauh lebih kecil lagi, kita bahkan menggunakan kurang dari
1% kapasitas otak kita. Bagaimana menghitungnya ? Dalam setiap otak manusia
terdapat 100 milyar neuron/sel syaraf, dan pada setiap neuron terdapat 10 juta
"Dendrite Branches", selanjutnya pada setiap "Dendrite Branch" terdapat 100
juta "Dendrite Spines". Pada setiap "Dendrite Spine" ini tumbuhlah yang disebut
DSP itu dan setiap "Dendrite Spine" bisa menghasilkan DSP hingga tak terhitung.
Jika misalkan kita ambil angka 100 triliun DSP per "Dendrite Spine" maka
kapasitas      otak    kita     untuk    mempelajari      hal   baru     adalah
10,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000. Angka ini masih
terbilang kecil karena ada 2 ilmuwan dari Swedia yang mencoba menghitung
kapasitas otak manusia dan mereka memperoleh angka sebanyak : 1 ditambah
angka 0 dibelakangnya sepanjang 6.2 mil! Kalau ada ingin tahu berapa panjang
6.2 juta mil, angka itu setara dengan jarak bumi-bulan 12x pulang pergi. Berapa
yang sudah anda gunakan untuk mempelajari hal baru ?

Di Malaysia ada seorang pemegang gelar juara dunia dalam hal mengingat yang
bernama Yip Swee Chooi. Ia dapat menghafalkan kamus bahasa inggeris Oxford
edisi ke 4 yang mempunyai 57.000 kosa kata dan dengan tebal 1774 halaman
hanya dalam waktu 5 bulan. Yang lebih menakjubkan, anda bisa bertanya suatu
kata ada di halaman berapa atau sebaliknya di suatu halaman ada kata apa saja.
Anda mungkin mengatakan bahwa orang ini memang jenius, jawaban saya : IQ
orang ini 132, hanya sedikit diatas cerdas dan ia baru mempelajari teknik
mengingat ini setelah ia dewasa, sebelumnya ia hanyalah seorang pegawai di
bidang geologi tanpa kemampuan mengingat super.

Jadi sekarang tidak ada lagi alasan untuk mengatakan bahwa anda adalah
seorang yang "GapTek" atau gagap teknologi, atau alasan tidak mempelajari hal
baru karena sudah tua. Kapasitas otak anda sangat luar biasa, masalahnya
bukan BISA atau TIDAK melainkan MAU atau TIDAK.

Ikuti Lesson selanjutnya pada newsletter edisi berikut.

===== e-learning : Brain for Success =====

Lesson 4 : See in Pictures

Jika anda sering mengikuti training atau seminar pengembangan diri, anda
mungkin pernah mendengar pembicara mengatakan bahwa otak tidak mengerti
kata "tidak" atau "jangan" atau "dilarang". Contoh : sekarang ini saya minta
anda untuk melakukan apa yang saya minta yaitu jangan sekali-kali memikirkan
atau membayangkan, saya ulangi jangan pernah sekali-kali untuk memikirkan
atau membayangkan "Gajah duduk di atas Bajaj". Apa yang terjadi ? Apakah
anda membayangkan gajah tersebut nangkring di atas bajaj? Mengapa bisa
begitu padahal saya melarang anda untuk membayangkannya. Hal ini terjadi
karena otak kita tidak mengerti kata-kata "Tidak". Jadi kalau anda mau berhenti
merokok, tetapi kata-kata yang sering anda ucapkan "Saya tidak ingin merokok
lagi", maka kata-kata tersebut tidak akan berhasil karena otak anda mengertinya
"Saya ingin merokok lagi".

Kemudian ada pertanyaan yang bagus : Bagaimana kalau saya mengatakan
"Saya tidak kaya", apakah berarti otak akan mengertinya "Saya kaya" ? Atau jika
saya mengatakan ke diri saya "Saya tidak bisa berenang", apakah otak akan
mengertinya "Saya bisa berenang". Sampai di sini, seringkali banyak pembicara
yang kesulitan menjelaskan lebih lanjut.

Penjelasan mengenai hal di atas menjadi mudah setelah riset yang dilakukan
oleh dr. Larry Cahill. Berdasarkan riset yang dilakukan ia menyimpulkan bahwa
otak manusia melihat dalam bentuk gambar. Contoh : jika saya tanyakan ke diri
anda "Apa yang anda lakukan tadi pagi setelah bangun tidur". Apakah yang ada
di kepala anda deretan kata- kata atau bunyi atau suatu gambaran ? Saya
bertaruh pasti yang terakhir. Jadi otak membuat gambar di pikiran kita
berdasarkan kata- kata yang masuk. Tetapi jika kata-kata yang didengar tidak
dimengerti maka tidak menghasilkan gambar apa-apa. Contoh lagi : bisakah
anda membayangkan buah Tangerine? Saya menanyakan pada banyak orang
dan mereka tidak bisa membayangkan apa-apa. Tapi kalau saya bilang jeruk,
maka segera mereka bisa membayangkan jeruk. Nah, kata- kata "jangan",
"dilarang", "tidak" apakah ada gambarannya ? Makanya jika mengatakan
"Jangan berteriak" maka sama dengan mengatakan "berteriak" karena otak tidak
bisa menggambarkan bagaimana "Jangan berteriak". Jadi jika anda ingin anak
anda berhenti menangis, anda harus mengatakan "Diam" dan bukan "Jangan
menangis"
Bagaimana dengan kasus pertanyaan "Saya tidak kaya". Jika sekarang ini anda
belum kaya dan anda mengatakan "Saya tidak kaya", gambar apa yang ada di
benak anda ? Apakah gambaran anda sedang bekerja keras ? Apakah gambaran
anda sedang tinggal di rumah kontrakan ? Apakah gambaran anda sedang
bergelantungan di bis kota ? Pada training yang saya bawakan, ketika saya minta
menggambarkan kalimat "Saya tidak kaya", tidak ada yang membayangkan
mereka sedang tinggal di rumah megah, sedang mengendarai mobil BMW X5,
dll. Jadi apa yang bisa kita simpulkan? Yang lebih penting adalah gambaran yang
ada di benak anda, bukan yang anda katakan. Jadi kalau mau tahu apa hasil dari
suatu perkataan, tanyakan pada diri anda sendiri gambaran apa yang ada di
benak anda, maka itulah yang anda percayai. Makanya sering dikatakan "Hati-
hatilah terhadap apa yang anda bayangkan". Salah satu kitab suci mengatakan
"Apa yang engkau takuti itulah yang akan terjadi". Karena apa yang kita takuti
akan membuat suatu gambaran yang menakutkan kita, dan hal itulah yang akan
terjadi pada diri kita. Mengapa gambar yang ada di pikiran kita yang akan terjadi
pada diri kita ? Jawaban ini akan ada temukan setelah kita membahas mengenai
Unconscious Mind.

===== e-learning : Brain for Success =====

Lesson 5 : Sub Conscious / Unconscious

Dengan ditemukannya alat-alat canggih yang dapat membantu para ilmuwan
melihat apa yang terjadi di otak pada saat manusia itu hidup, membuat para
ilmuwan itu bersemangat untuk mengetahui hal-hal lain yang selama ini sudah
dipelajari, salah satunya adalah mengenai pemisahan fungsi otak kiri dan otak
kanan. Selama ini diketahui bahwa otak kiri menjalankan fungsi antara lain :
berhitung, bahasa, analisa, prosedur, dll, sedangkan otak kanan menjalankan
fungsi : kreatifitas, sosial, hal-hal yang berkaitan dengan warna, melodi, dll.

Untuk mengetahui hal itu maka mereka melakukan riset dimana responden
dimasukkan ke dalam alat PET, kemudian disuruh berhitung yang sederhana:
1x9, 2x9, 3x9, dst. Menurut perhitungan mereka, daerah otak arah jam 11
(berarti di otak kiri atas) akan menyala di komputer. Ternyata apa yang mereka
prediksi benar, daerah tersebut menyala. Tetapi selain itu, terjadi sesuatu yang
tidak mereka duga, selain daerah yang telah mereka prediksi tersebut, ada 5
daerah lain yang ikut menyala di komputer, sehingga total ada 6 daerah yang
menyala bersamaan. Apakah artinya ini ? Apakah ini berarti bahwa fungsi
berhitung tidak hanya di otak kiri ? Ataukah kita berpikir di 6 level yang berbeda?
Atau apa?

Para ilmuwan ini kemudian mencoba lagi percobaan yang sama, hanya bedanya
ketika responden tersebut sedang berhitung, ia diberikan obat penenang
sehingga kemudian tertidur. Ketika respondent tersebut tertidur, daerah yang
tadinya menyala di daerah jam 11 kemudian mati tetapi 5 daerah lain tetap
menyala. Apa artinya ini? Pada saat kita tidur, berarti kita tidak sadar lagi, dan
apa yang terjadi selama kita tidur digerakkan oleh pikiran bawah sadar (sub
conscious) atau pikiran tidak sadar (unconscious) sehingga disimpulkan ke 5
daerah yang tetap menyala tersebut merupakan unconscious mind. Dan dari
percobaan ini terlihat bahwa unconscious mind 5x lebih kuat dari conscious mind
atau kalau kita ambil persentase perbedaan antara conscious dan unconscious
adalah 17% : 83%.

Percobaan di atas berhasil membuktikan bahwa unconscious mind benar- benar
ada. Selama ini kita telah mengetahui kemampuan unconscious mind yang
sangat luar biasa. Contoh yang paling mudah dilihat dari kemampuan
unconscious mind adalah ketika seseorang sedang dalam keadaan dihipnotis.
Ketika seseorang dihipnotis, maka pikiran sadarnya dibuat tidur dan kita dapat
berkomunikasi langsung dengan unconscious mind. Jika anda pernah
menyaksikan acara di salah satu TV swasta di Jakarta, suatu tayangan yang
diberi judul Hypnotized, anda dapat menyaksikan bagaimana seseorang tidak
bisa mengangkat bola plastik biasa karena pada saat dihipnotis dikatakan bahwa
itu adalah bola yang sangat berat. Pernah juga ada suatu percobaan di mana
orang yang sedang dihipnotis ditempelkan es batu pada lengannya dan
dikatakan bahwa yang sedang ditempelkan adalah besi panas. Yang terjadi
adalah pada bagian yang ditempelkan es tersebut terjadi luka seperti kalau
ditempelkan besi panas.

Selain penelitian di atas ada ilmuwan lain lagi yang ingin mengetahui respon dari
otak. Penelitian ini dilakukan pada pasien yang kebetulan harus dibuka tengkorak
kepalanya tetapi dengan kecanggihan teknik membius, pasien tersebut tetap
sadar tanpa merasakan sakit walaupun tengkorak kepalanya dibuka. Pasien
tersebut akan diberikan rangsangan ke otaknya dan jika ia merasakan maka ia
harus memberikan isyarat. Dari hasil percobaan ilmuwan ini menyimpulkan ada
jeda ½ detik dari antara rangsangan dan isyarat. Jadi dari masuknya rangsangan
melalui panca indera sampai dengan diproses di otak sadar memerlukan waktu
½ detik. Padahal jika dalam keadaan emergency dan bertindak dengan refleks,
kita bisa bertindak lebih cepat dari ½ detik. Dengan ini disimpulkan bahwa pada
kondisi bergerak lebih cepat dari ½ detik yang berperan adalah unconscious
mind.

Bagaimana hubungan conscious dan unconscious mind yang dapat digunakan
untuk mencapai sukses anda? Ikuti Lesson selanjutnya pada newsletter edisi
berikut.

===== e-learning : Brain for Success =====
Lesson 6 : Sub Conscious / Unconscious (bagian 2)

Pada edisi lalu kita telah membahas mengenai penelitian yang dilakukan oleh
para ilmuwan mengenai keberadaan unconscious mind. Bagaimana hubungan
antara unconscious mind dengan conscious mind dan bagaimana kita
menggunakannya ?

Apakah anda pernah menonton film Ben Hur? Atau anda mungkin pernah
menonton film yang mengisahkan mengenai kapal-kapal jaman dahulu, dimana
kapal masih menggunakan dayung dan didayung oleh para budak dalam jumlah
yang banyak. Kaki mereka diikat dan mereka tidak dapat melihat keluar. Para
budak kerjanya hanya mendayung mengikuti perintah dari kapten kapal di atas.
Kadang kapal harus didayung dengan cepat kadang pelan, kadang tidak usah
didayung, dsb.

Nah, conscious dan unconscious mind dapat dianalogikan dengan seperti kapten
dan para pendayung tersebut. Jika Kapten bilang cepat, maka para pendayung
akan mendayung dengan cepat tanpa mereka mengetahui sebabnya. Pokoknya
hanya mendayung. Jika kapten bilang pelan, maka mereka juga mendayung
dengan pelan. Para pendayung tidak tahu apakah di luar lagi banyak angin atau
lagi menghindari kapal perompak, pokoknya hanya mendengar perintah dari
kapten kapal. Kapten inilah yang melihat keadaan di luar dan memberi perintah.
Jika kaptenya iseng, seandainya sedang tidak terjadi ada apa-apa tetapi disuruh
mendayung dengan cepat, maka para pendayung pun akan mendayung dengan
cepat.

Pada Lesson ke 4 dari e-learning Brain for Success, kita telah membahas bahwa
otak melihat dengan gambar. Gambar yang kita ciptakan di benak ini dibentuk
oleh conscious mind kita (kapten kapal), dan terlepas apakah gambar yang
dibentuk ini benar atau tidak, imajinasi atau sungguhan, unconscious akan
menjalankannya, persis seperti para pendayung.

Pada tahun 1960an, pernah dilaporkan bahwa ada orang yang meninggal dalam
keadaan membeku di dalam mobil pendingin, padahal mobil pendingin tersebut
dalam keadaan mati. Gambaran yang dibentuk oleh conscious mind di dalam
benak orang itu adalah "saya mati kedinginan", sehingga unconscious mind
mematuhi perintah itu, menggerakkan zat kimiawi yang ada di dalam tubuh
sehingga membuat hasil seperti orang kedinginan, dan akhirnya benar-benar
mati.

Di Vietnam pernah diadakan percobaan dimana seorang tawanan perang diikat
dan dikatakan bahwa ia akan dipotong nadinya dan dibiarkan hingga darahnya
habis. Tawanan tersebut dimasukkan ke dalam ruangan yang sangat gelap pekat
dan tidak dapat melihat apapun, diikat tangan dan kakinya. Kemudian nadinya
disentuhkan ke kertas sehingga menimbulkan efek seperti terpotong padahal
tidak terpotong, kemudian dibuat seolah-olah darahnya keluar padahal itu adalah
cairan yang dituangkan dekat nadinya. Karena tidak bisa melihat, ia tidak tahu
bahwa yang dilakukan terhadap dirinya hanyalah pura-pura. Tetapi conscious
mindnya menangkap lain dan membuat gambaran bahwa darahnya sedang
keluar mengalir, sampai akhirnya ia benar-benar meninggal padahal tidak ada
satu tetespun darahnya yang keluar.

Jadi berhati-hatilah terhadap gambaran yang anda bentuk di benak anda. Jika
kegagalan yang anda lihat setiap hari di benak anda, maka tak heran jika anda
tidak pernah berhasil. Tetapi jika keberhasilan dan kesuksesan yang anda lihat
setiap hari di benak anda, jangan lupakan saya pada saat anda telah sukses.

===== e-learning : Brain for Success =====

Lesson 7 : 30 days

NASA yang merupakan badan antariksa dari Amerika pernah mengadakan suatu
percobaan kepada para calon antariksawan dan mereka mendapatkan suatu
hasil yang mereka juga tidak mengerti pada saat itu.

Karena di luar angkasa tidak ada gravitasi dan tidak ada atas atau bawah karena
kita melayang di dalam pesawat, maka kepada para calon antariksawan yang
masih belajar diberikan kacamata yang harus selalu dipakai. Kacamata itu
menimbulkan efek apa yang dilihat menjadi terbalik 180 derajat. Mereka ingin
mengetahui apa yang akan terjadi pada para antariksawan dengan kondisi
seperti itu. Setelah 3 minggu mulai terjadi suatu hal yang aneh, beberapa calon
antariksawan tersebut mulai melaporkan bahwa apa yang mereka lihat sekarang
bukannya 180 derajat melainkan apa yang seharusnya ada di sisi kanan
sekarang berada di atas. Setelah 4 minggu, semua calon antariksawan tersebut
melaporkan hal yang sama.

Apakah anda pernah naik mobil dalam durasi yang cukup lama, sekitar 12 jam?
Sudah 2 tahun terakhir ini setiap hari raya lebaran saya mengajak keluarga saya
untuk berlibur ke Semarang yang merupakan kota kelahiran istri saya. Tahun
lalu, sewaktu saya pulang dari Semarang ke Jakarta, jalanan Pantura dialihkan
ke jalur tengah atau jalur alternatif, di mana jalanannya sangat buruk, berbatu
dan bergelombang. Kami berangkat dari Semarang pukul 9 pagi dan tiba di
Jakarta pukul 21.00. Sewaktu sampai di Jakarta, saya berhenti sebentar di
rumah makan untuk membeli makanan, dan sewaktu saya turun dari mobil
terjadi sesuatu yang aneh, badan saya tetap berguncang ke kiri dan ke kanan
seperti sewaktu mengendarai mobil. Saya berjalan seperti orang limbung bahkan
hampir terjatuh. Pada saat itu saya hanya tahu bahwa ini adalah efek
mengendarai mobil dengan durasi yang cukup lama.
Apa yang terjadi sebenarnya adalah penyesuaian di dalam otak kita. Pada
Lesson terdahulu kita pernah membahas mengenai DSP, ikatan- ikatan ini
terjadi pada saat kita melakukan mempelajari sesuatu dan juga pada saat
sesuatu terjadi terus menerus. Dari beberapa kasus yang dilaporkan dan
dipelajari disimpulkan bahwa sesuatu yang dilakukan secara terus menerus
selama 30 hari akan membawa perubahan ke orang tersebut.

Dalam bulan puasa, saudara-saudara kita yang muslim melakukan puasa selama
1 bulan atau 29-30 hari. Saya bertanya ke teman saya yang muslim kenapa
dipilih 1 bulan dan dijawab karena mengikuti penanggalan bulan. Tetapi dari
hasil yang disimpulkan oleh para ilmuwan, kita dapat menyimpulkan bahwa masa
sekitar 30 hari ini sebenarnya juga membawa manfaat lain. Jika seseorang dapat
menahan hawa nafsunya selama 30 hari, maka otaknya akan menyesuaikan diri
dengan kondisi baru yang dibentuknya, yaitu kemampuan menahan hawa nafsu.
Tetapi apakah ini berarti ia tidak bisa melakukan hal yang buruk lagi? Tentu bisa,
tetapi ia akan lebih mudah kembali ke kondisi menawan hawa nafsu
dibandingkan orang yang tidak pernah melakukan puasa 30 hari berturut-turut.
Saya juga pernah menanyakan ke teman- teman yang melakukan puasa dan
mereka mengatakan biasanya yang berat adalah sekitar 2-3 hari pertama dan
hari-hari selanjutnya sudah menjadi biasa. Sedangkan bagi mereka yang tidak
pernah puasa dan baru mulai puasa pasti masa terberatnya lebih dari 2-3 hari.
Tetapi sekali ikatan di otak mereka sudah terbentuk, mereka dapat
melakukannya kembali dengan lebih mudah.

Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini untuk pencapaian sukses? Jika anda ingin
merubah sesuatu dalam diri anda, anda harus melakukannya 30 hari berturut-
turut sehingga ikatan baru terbentuk di otak anda. Sepulangnya saya mengikuti
training Anthony Robbins tahun lalu, saya mencanangkan untuk menghentikan
minum teh dan kopi karena tidak baik untuk kesehatan jangka panjang. Biasanya
sehabis makan siang saya hampir selalu minum kopi untuk menghalau kantuk,
saya kemudian bertekad untuk menggantikan kopi tersebut dengan air putih
hangat. Saya berhasil bertahan selama 1 tahun tidak menyentuh the dan kopi.
Setelah sekitar 7 bulan tidak minum kopi dan teh, saya kemudian minum lagi
kopi atau teh tetapi sangat jarang, dan saya bisa berhenti minum kopi atau teh
kapanpun menginginkannya karena ikatan sudah terbentuk di otak.

Jadi jika anda sudah bertekad untuk merubah sesuatu atau mencapai sesuatu,
apakah itu berhenti merokok, menahan amarah atau menjadi lebih sabar,
bangun pagi, menjadi proaktif, menjadi orang yang lebih berinisiatif atau
apapun, lakukanlah hal itu 30 hari berturut-turut.

===== e-learning : Brain for Success =====
Lesson 8 : Challenge

Dalam suatu studi yang dilakukan oleh US National Institute of Mental Health
disimpulkan bahwa otak bekerja lebih baik pada saat ada suatu
tantangan/challenge. Studi ini mendapatkan bahwa respon dari sel-sel otak 93%
lebih tinggi ketika mengerjakan suatu tugas yang cukup menantang. Tetapi
ketika tantangannya tidak terlalu tinggi, respon dari sel otak hanya 73%.

Salah satu contoh dari fakta di atas saya alami sendiri dalam mempersiapkan
acara NET Program 7 Agustus mendatang. Beberapa minggu sebelum NET
Program diumumkan pada Newsletter, saya sudah mulai mempersiapkan materi
untuk training tetapi kemajuannya sangat pelan. Tetapi ketika saya putuskan
untuk mengumumkannya sehingga saya mempunyai dateline dan saya harus
memberikan yang terbaik pada training tersebut, otak terpacu untuk
memberikan ide-ide dan ide tersebut datang seperti air bah dan sangat
memudahkan saya dalam menyusun materi.

Pak Tung Desem Waringin yang merupakan Exclusive Indonesia's Anthony
Robbins Authorized Consultant pernah mengatakan bahwa dalam menentukan
mimpi kita, pergunakanlah hati tetapi ketika membuat rencana untuk
mencapainya, gunakanlah otak. Jika dalam menentukan impian kita sudah
menggunakan otak, maka impian kita tidak akan istimewa karena belum apa-apa
sudah dibatasi oleh pikiran. Misalkan anda mengimpikan mempunyai mobil
Hummer atau Jaguar. Jika anda sudah memasukkan otak pada saat memimpikan
ini, otak anda mungkin akan berkata "Yang pasti-pasti aja dech, sudah dapat
mobil Kijang aja masih mau yang macem-macem". Ketika pikiran itu masuk,
maka anda membuang jauh-jauh impian mempunyai mobil mewah tersebut.
Oleh karena itu jauhkan dulu otak anda pada saat melakukan impian, tulis saja
apa yang anda inginkan seperti seorang anak kecil yang ditanya mau jadi apa
atau mau punya apa. Anak kecil belum mempunyai pikiran yang membatasi,
mereka akan menyebut hal-hal yang bagi orang dewasa kadang tidak masuk
akal. Ketika kecil saya sering memimpikan menjadi seorang superhero, seperti
Spiderman atau Superman. Sewaktu kecil saya sering membaca komik mengenai
superhero dan kagum akan apa yang mereka lakukan untuk membantu orang.
Inspiration Resources inipun merupakan perwujudan nyata dari impian tersebut
di mana Inspiration Resources mempunyai misi untuk membantu setiap orang
mewujudkan impiannnya.

Nah, jika anda sudah mempunyai atau menemukan impian langkah selanjutnya
adalah membuat rencana untuk mencapainya. Pada saat ini barulah kita
mempekerjakan otak kita, bagaimana cara mencapai impian tersebut. Disinilah
kita memberikan tantangan ke otak kita agar dapat berfungsi lebih baik seperti
studi yang disebutkan di atas. Pada saat membuat rencana ini, janganlah terlalu
mudah sehingga kurang menantang dan jangan juga terlalu sulit sehingga sulit
dicapai dan mematikan motivasi kita sendiri.

===== e-learning : Brain for Success =====

Lesson 9 : Brain Dominance

Dalam artikel di atas telah disinggung sedikit mengenai brain dominance, bahwa
kita manusia banyak dipengaruhi oleh bagian otak mana yang lebih dominan.

Riset menunjukkan bahwa otak manusia berkembang dari bawah ke atas dan
dari belakang ke depan. Pada tahun 1950an dan 1960an, Roger Sperry
mengemukakan bahwa otak manusia terdiri dari otak kiri dan kanan, di mana
masing-masing belahan otak tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. Tugas
otak kiri termasuk kata-kata, logika, matematika, urutan, analisis, dll sedangkan
tugas otak kanan meliputi irama, kesadaran ruang, imajinasi, melamun, warna,
dll

Roger Sperry melakukan penelitian terhadap orang yang mengalami sakit
epilepsi dimana sambungan antara otak kiri dan kanan harus dipotong untuk
meredakan sakit epilepsi tersebut. Tetapi pemotongan sambungan tersebut
mempunyai efek dimana otak kiri dan kanannya tidak dapat bekerja sama,
misalkan ia dapat melihat seekor simpanse tetapi tidak dapat menyebutkan
namanya.

Pada pertengahan tahun 1970an, Paul MacLean mengembangkan Triune Brain
Model yang menyebutkan bahwa otak manusia berkembang secara berurutan
dari Otak Reptil, Otak Mamalia dan terakhir Neocortex.

Berdasarkan data dari ke-2 ilmuwan ini, seorang ahli bernama Ned Herrmann
membuat suatu model mengenai Brain Dominance dimana ia membagi modelnya
menjadi 4 kuadran. Ke-4 kuadran ini membantu menjelaskan bagaimana otak
bekerja. Dalam perkembangan hidup, seseorang mengembangkan suatu
dominasi pada 1 atau beberapa bagian dari otak karena bagian itu yang sering
dipakai dan ini akan menjadi preferensi mental seseorang. Dengan mengetahui
dimana brain dominance seseorang, akan membantu ia mengerti dirinya dan diri
orang lain. Selain itu, dengan mengetahui dominasi ini akan membantu
seseorang dalam mewujudkan impiannya.

===== e-learning : Brain for Success =====

Lesson 10 : Reticular Activating System (RAS)
Pada kepala bagian belakang, ada suatu organ yang disebut Reticular Activating
System atau disingkat RAS. RAS ini merupakan suatu system yang canggih yang
dapat anda gunakan untuk mencapai impian anda.

Untuk mempermudah mengerti mengenai RAS, saya menganalogikan RAS ini
seperti seorang sekretaris pada suatu perusahaan. Anggaplah seketaris pada
perusahaan terbesar di dunia. Jika RAS adalah seketaris maka anda adalah
bossnya. Apa tugas seorang seketaris ? Mungkin anda mengatakan membantu
bossnya menjalankan tugas seperti menyaring tamu yang akan bertemu,
membantu mencari orang yang ingin ditemui, memilah- milah dokumen yang
penting dan yang tidak penting, dll. Jika boss mengatakan butuh X, maka yang
akan mencarikan apa yang diinginkan si boss. Jika boss sedang marah-marah, ia
akan menyaring siapa saja untuk tidak bertemu kecuali benar-benar urgent.

RAS-pun mempunyai fungsi yang sama. Pada saat anda fokus kepada sesuatu
dan sesuatu itu masuk ke Important List anda, maka RAS akan menyaring semua
informasi yang masuk dan yang berhubungan dengan Important List anda akan
disampaikan langsung ke anda, sedangkan yang tidak masuk ke Important List
akan masuk ke otak bawah sadar. Itu sebabnya, misalkan anda sedang
mempertimbangkan untuk membeli AC baru, tiba-tiba saja segala informasi
mengenai AC masuk ke anda. Anda melihat iklan AC di TV, majalah, mendapat
brosur AC di tagihan kartu kredit, mendapat email dari teman yang menawarkan
AC yang lagi sale, dll. Ini juga menjelaskan kenapa jika anda sedang stress atau
lagi marah besar, ide-ide tidak akan bisa keluar. Jika boss anda di kantor sedang
marah besar, apakah ada yang berani menemui kecuali untuk urusan penting?
Tetapi jika anda santai tetapi fokus kepada solusi maka anda akan menemukan
ide-ide yang disampaikan oleh RAS. Ini sama seperti boss yang sedang santai,
maka anak buah berani masuk dan menyampaikan ide-ide.

Bagaimana memasukkan sesuatu ke dalam Important List anda? Caranya adalah
dengan Repetition dan Emotion. Sesuatu yang anda ulang terus menerus (baik
dikerjakan atau dipikirkan) dan anda masukkan unsur emosi akan membuat hal
itu penting bagi anda.

Saya mempunyai waktu favorit untuk menggunakan RAS ini, yaitu malam hari
setelah pukul 23.00. Waktu tersebut saya pilih karena itulah saat dimana saya
mendapat keheningan dan ketenangan. Biasanya saya mempersiapkan kertas
dan ballpoint serta buku-buku di samping saya, kemudian mulai menulis di
kertas sesuatu yang ingin saya dapatkan bantuan dari RAS. Misalkan, saya ingin
membuat suatu materi training, maka saya tuliskan apa yang saya sudah tahu
dan memusatkan perhatian pada topik tersebut. Setelah mulai menulis, biasanya
RAS langsung turut aktif dengan memberikan ide-ide yang muncul tiba-tiba di
kepala dan langsung saya tulis pada kertas. Berdasarkan riset, jika ide muncul
anda harus segera menulisnya atau anda akan kehilangan ide tersebut dalam
waktu 27 detik.

Jadi, untuk menggunakan RAS ini anda harus memasukkan apa yang ingin anda
mintakan bantuan RAS ke dalam Important List anda, kemudian biarkan diri
anda santai dan fokuskan perhatian kepada hal tersebut, kemudian catat setiap
ide yang masuk ke kepala anda.

===== e-learning : Brain for Success =====

Lesson 11 : Brain Wave

Jika kita ke rumah sakit, ada suatu alat yg disebut Electro Ensephalo Graph atau
disingkat EEG. Dengan alat ini, kita bisa mendeteksi gelombang energi yang ada
di otak dan menunjukkan kondisi tubuh dari si pasien. Alat itu akan berbunyi
"tuts" jika terjadi 1 gelombang dan yang dihitung adalah jumlah gelombang per
detik. Jika seseorang meninggal, maka tidak ada gelombang energi lagi dan alat
tersebut menunjukkan garis lurus. Riset menunjukkan bahwa gelombang otak
manusia dapat diklasifikan menjadi 4 :
1. Beta : pada saat gelombangnya 14-28 cycle per second (cps)/putaran per
detik.
2. Alpha : pada saat gelombangnya 7-13.5 cps
3. Theta : pada saat gelombangnya 4-7 cps
4. Delta : pada saat gelombangnya 0.5-3.5 cps

Kondisi Beta adalah pada saat kita dalam keadaan sadar, melakukan pekerjaan
kita. Kondisi Alpha adalah pada saat kita relax. Theta adalah kondisi dimana kita
tertidur dan bermimpi. Pada saat kita berada di Theta, ini adalah saat yg sangat
baik untuk proses penyembuhan dan pertumbuhan sel-sel. Sedangkan Delta
adalah pada saat kita tertidur tanpa bermimpi.

Kondisi Alpha adalah kondisi suggestif, di mana otak bisa menerima perintah
tanpa hambatan. Orang yg dihipnotis berada pada kondisi alpha, sehingga ia
bisa diperintah untuk melakukan hal-hal yang diperintahkan. Fisik tubuh orang
pun bisa berubah dalam sesuai dengan perintah yang diberikan dalam kondisi
hipnotis ini. Dalam suatu penelitian, seorang yg sedang dihipnotis ditempelkan es
batu pada tangannya dan dikatakan ditempelkan besi panas, kulitnya
menghasilkan luka bakar seperti terkena benda panas.

Salah satu kondisi alpha secara alami didapat pada saat kita akan tidur dan pada
saat akan bangun tidur. Jika kita ingin memprogram seseorang tapi tidak
mengetahui teknik hypnosis, anda dapat melakukannya pada saat ini. Pada saat
anak anda mulai menunjukkan gejala tidur tapi belum tidur pulas, anda dapat
membisikkan di telinga mereka hal-hal apa yang anda inginkan dari si anak.
Kalimat yg diucapkan harus memenuhi 3 kriteria :
    1. Personal, kata-kata harus : Saya atau nama si Anak
    2. Kalimat positif : hindari kata-kata "jangan", "tidak", karena otak tidak
       mengerti kata-kata tersebut (ingat Lesson mengenai otak melihat dalam
       bentuk gambar yang sudah dimengerti)
    3. Menunjukkan situasi sekarang : hindari kata- kata "akan", "nanti"

Contoh : misalkan nama si anak adalah Dina. Anda ingin ia menjadi anak yang
baik. Maka kata-kata yang diucapkan : Dina anak yang baik, Dina anak yang
baik. Ucapkan dengan kata-kata yang datar dan monoton. Jangan mengatakan :
Dina jangan nakal atau Dina nanti menjadi anak yang baik.

Cobalah menerapkan teknik ini dan lihat hasilnya pada anak anda.

===== e-learning : Brain for Success =====

Pada minggu ini saya tidak menambah Lesson baru, tetapi sharing pengalaman
atas Lesson minggu lalu mengenai brain wave. Hari Rabu lalu, seperti biasa
anak-anak saya tidur pukul 22.00 malam. Karena kecapaian, sayapun tidur tidak
lama kemudian tetapi pukul 24.00 saya terbangun karena ingin ke toilet.
Sewaktu balik lagi ke kamar, anak saya yang kecil bernama Dea (usia 3 tahun)
lagi menangis dan istri saya mengatakan bahwa dari tadi tidurnya tidak tenang
dan agak rewel (sering menangis). Saya melihat bahwa ia dalam keadaan
setengah tidur, terlihat dari matanya tertutup tetapi tangannya masih
memegang-megang rambutnya sendiri. Melihat kesempatan ini saya
memutuskan untuk menghipnotisnya (lihat Lesson yang lalu). Sayapun tiduran
di sampingnya dan mengucapkan 3 kalimat yang saya ulang-ulang sekitar 6 kali
sampai akhirnya saya ikut tertidur. Kalimat-kalimat yang saya ucapkan adalah
sebagai berikut "Dea badannya capek, Dea mau bobok, Dea mau bobok yang
nyenyak sampai pagi". Pagi hari saya tanyakan ke istri saya, bagaimana Dea tadi
malam dan dikatakan bahwa setelah jam 24.00 dia tidak rewel lagi dan dapat
tidur nyenyak sampai pagi.

Cobalah teknik sederhana ini pada anak anda dan lihat hasilnya.

								
To top