PTK - DOC - DOC by Fathul_Arief

VIEWS: 1,660 PAGES: 8

									                        PENELITIAN TINDAKAN KELAS

I. Pendahuluan

     Penelitian tindakan kelas (Classroom action research) saat ini berkembang pesat baik di
negara-negara maju maupun negara-negara berkembang seperti Indonesia. Jenis penelitian ini
dianggap mampu menawarkan pendekatan atau prosedur baru yang menjanjikan perbaikan
dan peningkatan profesionalisme guru dalam mengelola proses pembelajaran. Melalui
penelitian tindakan kelas guru/ pendidik langsung memperoleh “teori” yang dibangunnya
sendiri, bukan diberikan oleh pihak lain, maka guru menjadi “the theorizing practitioner”.

     Dalam menjalankan proses pembelajaran guru seringkali mendapatkan banyak kendala
seperti kurangnya motivasi siswa dalam belajar, kurangnya kemampuan siswa dalam hal
bertanya atau berdiskusi, kelas yang pasif, penyelesaian tugas yang tidak tepat waktu dan
lain-lain. Hal ini sering mengakibatkan tidak tercapainya indikator keberhasilan yang
diharapkan. Kendala-kendala tersebut harus dipandang sebagai akibat dari adanya masalah
dalam interaksi antara guru dan siswa. Untuk itu seharusnya guru melaksanakan refleksi
terhadap semua tindakan yang telah dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan
hasil refleksi tersebut guru selanjutnya melakukan identifikasi masalah-masalah yang terjadi
lalu memfokuskan pada masalah-masalah aktual yang perlu dicari pemecahannya.

     Pemecahan masalah dapat dilakukan melalui penelitian tindakan kelas dengan
berkolaborasi antar teman sejawat/sesama guru. Melalui kolaborasi diharapkan kegiatan yang
dilakukan dalam menangani masalah di kelas akan lebih baik dan juga akan terjadi penularan
(transfer learning) pengetahuan dan pengalaman.

     Pemecahan masalah melalui penelitian tindakan kelas ini sejalan dengan era globalisasi,
dimana guru tidak lagi dianggap sebagai penerima pembaruan, akan tetapi juga bertanggung
jawab dalam pengembangan pengetahuan dan ketrampilan mengelola proses pembelajaran.

II. Prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas

Menurut Hopkins (1993) ada enam prinsip dalam penelitian tindakan kelas, yaitu :

1)   Pekerjaan utama seorang guru adalah mengajar, sehingga dalam melakukan penelitian
     tindakan kelas seyogianya tidak berpengaruh pada komitmennya sebagai pengajar. Ada
     tiga kunci utama yang harus diperhatikan, yaitu: Pertama, guru harus menggunakan
     berbagai pertimbangan serta tanggung jawab profesionalnya dalam menemukan jalan

        1   Modul PTK
      keluar jika pada awal penelitian didapatkan hasil yang kurang dikehendaki. Kedua,
      interaksi siklus yang terjadi harus mempertimbangkan keterlaksanaan kurikulum secara
      keseluruhan. Ketiga, acuan pelaksanaan tiap siklus harus berdasarkan pada tahap
      perancangan bukan pada kejenuhan informasi.
2)    Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari
      guru sehingga tidak berpeluang mengganggu proses pembelajaran. Dengan kata lain,
      sejauh mungkin harus menggunakan prosedur pengumpulan data yang dapat ditangani
      sendiri oleh guru sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas secara
      penuh.
3)    Metode yang digunakan harus bersifat reliabel sehingga guru dapat mengidentifikasi
      serta merumuskan hipotesis dengan penuh keyakinan. Pada dasarnya, penelitian ini
      memperbolehkan “kelonggaran-kelonggaran” namun penerapan asas-asas dasar telaah
      taat kaidah tetap harus dipertahankan.
4)    Masalah penelitian diusahakan berupa masalah yang tidak bertolak dari tanggung jawab
      profesionalnya, hal ini bertujuan agar guru tersebut memiliki komitmen terhadap
      pengentasannya.
5)    Dalam penyelenggaraan penelitian tindakan kelas, guru harus bersikap konsisten
      menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya.
      Prakarsa penelitian harus diketahui oleh pimpinan lembaga, disosialisasikan kepada
      rekan-rekan serta dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah kajian ilmiah.
6)    Menggunakan tindakan perspektif kelas. Meskipun kelas merupakan cakupan tanggung
      jawab seorang guru, namun dalam pelaksanaan penelitian sejauh mungkin harus
      menggunakan tindakan perspektif harus menggunakan tindakan persepektif kelas dalam
      arti permasalahan tidak dilihat terbatas dalam konteks kelas dan atau pelajaran tertentu,
      melainkan dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan.


III. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tindakan Kelas
a. Tujuan

     Penelitian tindakan kelas memiliki dua tujuan utama, yaitu : Pertama, untuk perbaikan dan
     atau peningkatan proses pembelajaran. Kedua, pengembangan ketrampilan guru dalam
     memenuhi kebutuhan untuk menangani berbagai permasalahan pembelajaran aktual yang
     dihadapi di kelas.




         2   Modul PTK
b. Manfaat

  Melalui penelitian tindakan kelas dapat menciptakan budaya meneliti di kalangan guru.
  Hal ini mengakibatkan guru semakin kreatif dan mandiri dalam menghadapi permasalahan
  dalam proses pembelajaran. Manfaat lain, karena penelitian tindakan kelas dilakukan
  secara berkolaborasi dengan teman sejawat/sesama guru maka akan terjadi penularan
  (transfer learning) pengetahuan dan pengalaman.

IV. Pemilihan Masalah Penelitian Tindakan Kelas

   Kualitas suatu penelitian sangat ditentukan oleh kualitas masalah yang diteliti. Masalah
yang asal-asalan dapat menyebabkan pemborosan karena tidak akan menghasilkan temuan
yang bermanfaat. Tidak semua masalah pendidikan dapat dipecahkan dengan penelitian
tindakan kelas. Untuk itu ada beberapa langkah yang dapat menjadi acuan ketika akan
melaksanakan penelitian tindakan kelas, yaitu :

a. Masalah harus bersifat riil dan masalah tersebut berada dalam kewenangan guru untuk
   memecahkannya (on the job problem oriented)
b. Masalah harus bersifat problematik, artinya masalah tersebut perlu dipecahkan oleh guru.
c. Masalah harus memberikan manfaat yang jelas, artinya dengan adanya pemecahan
   masalah melalui penelitian tindakan kelas akan memberi manfaat yang jelas/ nyata.
d. Masalah yang akan dipecahkan melalui penelitian kelas memungkinkan untuk dilakukan
   oleh peneliti bila ditinjau dari sumber daya yang ada (waktu, dana, minggu efektif,
   dukungan birokrasi dan sebagainya)

   Untuk mengidentifikasi penyebab munculnya masalah dapat dijabarkan melalui
brainstorming dengan sesama guru, dapat pula melalui angket atau wawancara dengan siswa.

V. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas

Prosedur penelitian tindakan kelas dilakukan secara bersiklus dan masing-masing siklus
mencakup empat taraf : Perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing)
dan refleksi (reflecting) yang dapat digambarkan sebagai berikut (Ahmad HP, 1999) :




      3   Modul PTK
                                             Planning




             Reflecting                                                 Acting



                                             Observing

                            Gambar 1. Garis besar prosedur penelitian




Prosedur penelitian tindakan kelas terdiri dari :

1. Perencanaan (planning)

   Kegiatan planning dimulai dari proses identifikasi masalah yang akan diteliti. Setelah
   menguji kelayakan masalah yang akan diteliti kemudian direncanakan tindakan terapis
   untuk memperbaiki masalah yang terjadi. Tindakan perbaikan harus direncanakan secara
   matang dan menyeluruh meliputi : metode yang dipilih, media yang digunakan, sarana
   dan prasarana pembelajaran yang akan digunakan, setting kelas dan juga jenis evaluasi
   yang dipilih. Selain itu, hal penting yang juga harus dipersiapkan adalah penentuan
   indikator keberhasilan yang akan dicapai dalam penelitian tindakan kelas.

2. Tindakan (acting)

   Pada pelaksanaan tindakan, segala sesuatu yang telah direncanakan dicoba untuk
   dilaksanakan dengan dibantu oleh tim kolaborasi. Saat pelaksanaan tindakan kelas
   diciptakan sebagai suatu komunitas belajar.

3. Pengamatan (observing)

   Observing adalah kegiatan pengamatan selama berlangsungnya pelaksanaan tindakan
   (acting) untuk memotret sejauh mana efektivitas pelaksanaan tindakan kelas dilakukan,
   juga untuk mengamati antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Selama pengamatan,
   tim kolaborator juga mengumpulkan jenis-jenis data lain di luar observasi. Data ini dapat
   dikumpulkan melalui angket, tes, wawancara dan lain-lain.

       4   Modul PTK
4. Refleksi (reflecting)

   Refleksi adalah kegiatan mengulas secara kritis seluruh data yang ada. Pada tahap ini,
   guru dan tim kolaborasi berusaha menjawab pertanyaan mengapa (why), bagaimana
   (how) dan sejauhmana (to whart extenct) intervensi yang telah dilakukan menghasilkan
   perubahan yang diharapkan secara signifikan. Berdasarkan hasil refleksi, guru bersama
   tim kolaborasi menyimpulkan apakah tindakan yang dilakukan sudah dapat mencapai
   keberhasilan dari seluruh indikator yang ditentukan atau belum. Jika belum, kekurangan-
   kekurangan yang terjadi selama siklus pertama direncanakan untuk diperbaiki pada siklus
   berikutnya.

Berikut ini akan digambarkan prosedur penelitian tindakan kelas secara lebih rinci.


                                             Alternatif                  Pelaksanaan Tindakan    S
          Permasalahan                      Pemecahan                         & Observasi        I
                                        (rencana tindakan)
                                                                                                 K
                                                                                                 L
                                                                                                 U
             Refleksi I                                       Analisis Data                      S

                                                                                                 1


                                              Alternatif
                                             Pemecahan                    Pelaksanaan Tindakan   S
              Belum
                                         (rencana tindakan)                    & Observasi       I
                                                                                                 K
                                                                                                 L
                                                                                                 U
                                                                                                 S
              Refleksi I                                       Analisis Data

                                                                                                 2




                 Belum
                                            Siklus Selanjutnya
            Terselesaikan




                            Gambar 2. Alur dalam penelitian tindakan


      5   Modul PTK
VI. Proposal Penelitian Tindakan kelas

   Proposal penelitian tindakan kelas berisi rancangan yang cukup jelas dan akurat tentang
judul, masalah, kajian teori, hipotesis tindakan, pengembangan instrumen serta analisis data.
Komponen-komponen penting dalam proposal penelitian tindakan kelas mencakup :

   a. Judul proposal
       Dalam judul, proposal sudah terlihat masalah yang diteliti dan intervensi (action) apa
       yang akan dilaksanakan.
   b. Permasalahan
       1) Deskripsi Masalah
           Masalah dideskripsikan secara jelas dan nyata, guru berwenang untuk
           memecahkan masalah yang mendesak untuk dipecahkan dan mudah dilaksanakan
           dilihat dari segi waktu, sarana prasarana dan daya dukung lainnya.
       2) Identifikasi Penyebab Masalah
           Identifikasi penyebab dilakukan dengan cara yang lebih sistematis, yaitu dengan
           proses kolaborasi dan digunakan alat koleksi data seperti angket, wawancara,
           analisis dokumen hasil ulangan.
   c. Perumusan masalah
       Masalah dirumuskan dalam kalimat pernyataan dan secara jelas terlihat aspek-aspek :
       what, who, where, when, how/many/much.
   d. Cara pemecahan
       Cara pemecahan masalah harus menunjukkan akar masalah, bentuk intervensi yang
       diusulkan diuraikan dalam tahap-tahap planning, acting, observing, dan reflecting.
   e. Tujuan penelitian
       1) Tujuan umum
           Uraian secara garis besar indikator keberhasilan secara umum
       2) Tujuan Khusus
           Tujuan yang diuraikan lebih rinci dan jelas sehingga tampak indikator
           keberhasilan baik secara kualitatif maupun kuantitif.
   f. Kerangka teoritik dan hipotesis tindakan
       1) Kerangka teoritik
           Landasan teoritik tentang urgensi tindakan diuraikan secara jelas dalam dukungan
           pustaka terakhir.



      6   Modul PTK
   2) Hipotesis tindakan
        Hipotesis tindakan berisi pernyataan secara jelas tindakan yang akan dilakukan
        untuk mengatasi akar masalah yang didukung oleh kerangka teoritik.
g. Kemanfaatan hasil penelitian
   Kemanfaatan hasil penelitian berisi uraian tentang hasil yang sangat potensial untuk
   memperbaiki pembelajaran di kelas.
h. Prosedur penelitian
   Prosedur penelitian diuraikan sesuai langkah penelitian tindakan, mencakup lebih dari
   satu siklus, tiap siklus menggambarkan intervensi yang jelas.
i. Pengembangan instrumen
   Perlu diuraikan jenis data yang akan dikaji serta instrumen apa yang cocok
j. Analisis data
   Perlu diuraikan bagaimana data dikumpulkan, dicek validitasnya (melalui teknik
   triangulasi).
k. Penentuan Kolaborasi
   Perlu dijelaskan identitas dan perannya
l. Teknik Pelaporan
   Perlu djelaskan apa isinya dan tahap pelaporannya.
m. Jadwal Kegiatan
   Diuraikan secara rinci tiap siklus
n. Daftar Pustaka
   Uraian pustaka yang selaras dengan kerangkan teoritik yang tidak relevan tidak perlu
   dicantumkan.




   7   Modul PTK
                                   DAFTAR PUSTAKA



Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian (suatu pendekatan praktek). Jakarta : Rineka Cipta.
       1993
Ary, Donald. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, terjemahan Arief Furchan. Surabaya :
      Usaha Nasional, 1990
Achmad HP. Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (Makalah). Jakarta : 2000
Myrnawati. Metodologi Penelitian dalam Pendidikan (bahan ajar). Jakarta : FIP 2003
Manheim, H.L. Sociological Research : Philosophy and Methods. Homewood. Illinois : The
      Dorsey Press. 1997
Kerlinger, Fred N. Asas-asas Penelitian Behavior. Yogyakarta : UGM Press. 2000
Suriasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu. Jakarta : Gramedia. 1985
DIKNAS. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Proyek PGSM – DIKTI. 1999
Paul Suparno. Riset Tindakan untuk Pendidik. Jakarta : Gramedia Widiasarana. 2008
Duran Corebima. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
      dan Menengah. 2003
Rita Retnowati. Metodologi Penelitian. Bogor : Program Pascasarjana Universitas Pakuan.
       2008




      8   Modul PTK

								
To top