Docstoc

Jaringan Komputer - DOC

Document Sample
Jaringan Komputer - DOC Powered By Docstoc
					                                      BAB 1
                KONSEP DASAR JARINGAN KOMPUTER


       Model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi
suatu organisasi di ganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah,tetapi saling
berhubungan. Sistem ini di sebut jaringan komputer (computer network). Jaringan
komputer dapat di artikan sebagai suatu himpunan inter koneksi sejumplah
komputer. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu jaringan bila
keduanya saling bertukar informasi.


1. KONSEP JARINGAN KOMPUTER
           Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling
   berhubungan sastu dengan lainnya menggubakan protokol komunikasi melalui
   media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, aplikasi, dan
   perangkat keras secra bersama – sama. Jaringan komputer dapat diartikan juga
   sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada di berbagai
   lokasi yang terdiri lebih dari satu komputer yang saling berhubungan
   (Tenenbaum,1997).
           Jaringan komputer pada umumnya adalah hubungan banyak komputer
   kesatu atau beberapa server. Server adalah komputer yang berfungsi sebagai
   “pelayan” pengiriman data dan /atau penerima data serta mengatur pengiriman
   dan penerimaan data diantara komputer – komputer yang tersambung.
   Tujuan Menbangun Jaringan Komputer
           Jaringan komputer dibangun untuk membawa informasi secara tepat
   tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) maupun sisi penerima
   (reseiver) melalui media komunikasi. Kendala – kendala yang muncul adalah
   pada media komunisai misalnya masih mahalnya fasilitas komunikasi yang
   tersedia dan bagaimana pemanfaatan jaringan komunikasi lebih efektif dan
   efisien, serta masih terdapatnya berbagai macam gangguan saat data
   ditransmisikan.
  Manfaat Jaringan Komputer
         Jaringan komputer mempunyai beberapa manfaat yang lebih
  dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri. Jaringan komputer
  memungkinkan manajemen sumbr daya lebih efisien, misalnya :
  1. Pengguna dapat saling berbagi printer dengan kualitas tinggi, dibanding
     menggunakan printer kualitas rendah di masing – masing meja kerja.
     Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan komputer dapat lebih murah
     dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama.
  2. Jaringan komputer membantu memprtahankan informasi agar tetap anda
     dan up-to-date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan
     baik memungkinkan banyak pengguna mengakses data dari berbagai
     lokasi yang berbeda dengan hak akses yang bisa diatur bertingkat.
  3. jaringan komputer membantu memepercepat proses berbagai data (data
     sharing). Tranfer data pada jaringan komputer lebih cepat dibandingkan
     dengan sarana berbagi data lainnya.
  4. Jaringan komputer memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi dengan
     lebih efisien. Substansinya adalah penyampaian pesan secara elektronik
     misalnya sistem penjadwalan, pemantauana proyek, konferensi online dan
     gruopware yang bertujuan membantu tim untuk bekerja lebih efektif.
  5. Jairngan komputer juga membantu perusahaan dalam melayani pelanggan
     dengan lebih efektif.


2. PERANGKAT KERAS JARINGAN
         Proses penetapan perangkat keras jaringan komputer relatif lebih
  mudah dibanding dengan perangkat lunak. Walaupun terdapat berbagai jenis
  jaringan komputer yang berbeda, namun semuanya memiliki karakteristik
  perangkat keras tertentu yang sifatnya umum. Terdapat dua hal penting dalam
  menentukan perangkat keras jaringan komputer yaitu teknologi transmisi dan
  jarak. Secara garis besar, teknologi transmisi dibedakan menjadi dua yaitu
  jaringan broadcast dan jaringan point – to – point. Jaringan broadcast
  memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama – sama oleh
semua komputer yang ada pada jaringan tersebut. Sedangkan point – to –
point terdiri dari sejumlah pasangan komputer yang ada dalam jaringan
komputer. Jarak merupakan faktor penting dalam membangun sebuah jaringan
komputer. Berdasarkan jarak dan area kerjanya jaringan komputer dibedakan
menjadi tiga kelompok :
1. Local Area Network (LAN)
2. Metropolis Area Network (MAN)
3. Wide Area Network (WAN)
a. Lokal Area Network (LAN)
       LAN digunakan untuk menghubungkan komputer-komputter pribadi
dan workstation dalam suatu perusahaan yang mengunakan peralatan secara
bersama-sama dan saling bertukar informasi.Pada umumnya LAN dimiliki
oleh suatu perusahaan tanpa adanya campur tangan pihak lain misalnya
dengan jaringan telekomunikasi.LAN digunakan untuk menghubungkan
simpul yang berada didaerah yang tidak terlalu jauh seperti dalam sebuah
bangunan atau gedung dengan radius maksimum sepuluh kilo meter.LAN
umumnya meempunyai kecepatan pengiriman data sangat tinggi antara 10
sampai dengan 1000 Mbps. Cara untuk menuraikan bagai mana komputer
terhubung dalam suatu jaringan komputer dikenal dengan istilah Topologi.
Topologi   fisik   menguraikan    layout   aktual   dari   perangkat   keras
jaringan,sedangkan topologi logika menguraikan prilaku komputer dalam dari
sudut pandang operator. Pada umumnya jaringan menggunakan satu atau lebih
topologi fisik. Topologi fisik terdiri dari BUS, STAR, dan RING.
Topologi BUS
       Topologi BUS adalah topologi yang umumnya dalam LAN,Topologi
ini menggunakan komputer secaca berantai(daisy- chain) mengunakan
pelantara kabel tunggal jenis koaksial. Ujung –ujung kabel koaksial harus
ditutup dengan tahanan (termination resistor)untuk menghindari pantulan
yang dapat menimbulkan gangguan dan menyebabkan kerusakan jaringan.
Konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel dan komputer adalah
konektor BNC. Pada setiapnetwork adapter (LAN Cart)dipasang konektor
BNC tipe C bercabang. Kabel koasial dihubungkan satu dengan yang lain
dengan konektor BNC. Topologi ini mudah dipasang dan murah,tetapi bila
terjadi kerusakan terhadap salah satu komputer,komputer yang lain
kemungkinan akan terganggu. Kecepatan yang bisa dicapai hanya sampai
dengan 10 Mbps.




                     Gambar 1.1 Topologi Jaringan
Topologi Star
       Terminal pusat dalam topologi STAR bertindak sebagai pengatur dan
pengendali semua komunikasi data. Semua kontrol dalam topologi STAR
dipusatkan pada satu titik yang dinamakan primary station dan terminal lain
sebagai secundary station. Satu titk yang dimaksudkan dalam hal ini adalah
suatu perangkat jaringan yang dinamakan HUB/SWITCH.Hub/Switch
berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dari komputer dan meneruskannya
kesemua komputer yang berhubungan dengan hub/switch tersebut’ jaringan
dengan topologi ini lebih mahal dan lebih sulit untuk pemasangannya. Kabel
yang digunakan adalah kabel UTP katagori 5,5e,atau katagori 6
Topologi Ring
       Topologi RING hampir sama dengan topologi BUS, perbedaanya
adalah ujung dari topologi ini di hubungkan dengan ujung yang lain hingga
menyerupai lingkaran. Topologi RING di perkenalkan oleh IBM untuk
mendukung protokol token ring yang di ciptakan IBM.
                   Keuntungan kerugian dari jenis topologi:
Topologi               Keuntungan                         Kerugian
BUS        Hemat kabel                         Deteksi dan isolasi kesalahan
           Loyout kabel sederhana              sangat kecil.
           Mudah di kembangkan                 Kepadatan lalulintas tinggi
           Tidak butuh kendali pusat           Jika pemakai banyak, kecepatan
                                               menurun
                                               Di perlukan repeater untuk jarak
                                               jauh
RING       Hemat kabel                         Peka kesalahan
           Dapat melayani lalu lintas yang Pengembangan jaringan lebih
           padat                               kaku
                                               Kerusakan pada media pengirim
                                               dapat     melumpuhkan         kerja
                                               seluruh jaringan lambat, karena
                                               menuggu token
STAR       Fleksibel                           Boros kabel
           Penambahan pengurangan tidak Kontrol terpusat (HUB) menjadi
           mengganggu terminal lain            elemen kritis
           Kotrol terpusat


b. Metropolitan Area Network (MAN)
       MAN merupakan versi LAN yang mempunyaia ukuran lebih
besar.MAN merupakan alternatif pembuatan jaringan komputer antar kantor
dalam suatu kota. Jangkauan MAN antara 10 sampai dengan 50 km.
c. Wide Area Network (WAN)
       WAN adalah jaringan yang memiliki jarak sangan jauh,karena
radiusnya mencakup sebuah negara atau bahkan benua.WAN terhubung
melalui saluran telekomunikasi dan berinteraksi dengan jaringan lain
menggunakan media disebut router.
3. PROTOKOL
          Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi
  yang    ada   dalam     sebuah        jaringan    komputer,misalnya     mengirim
  pesan,data,informasi,dan     fungsi      lain    yang   harus     dipenuhi   oleh
  pengirim(transmitter)dan      penerima(receiver)agar       komunikasi        dapat
  berlangsung dengan benar.Selai itu,protokol juga berfungsi agar komputer
  yang berada dalam jaringan berkomunikasi dangan bahasa yang sama.Hal-hal
  yang perlu diperhatikan dalam protokol adalah:
  a. Syntax
      Merupakan format data dan cara pengodean yang diginakan dalam
      pengodean sinyal.
  b. Sematic
      Digunakan untuk mengetahui maksud informasi yang dikirim dan
      membetulkan kesalahan yang terjadi dari informasi tersebut.
  c. Timing
      Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data .
  Fungsi Protokol
          Secara umum, fungsi protokol adalah menghubungkan pengirim dan
  penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat
  berjalan dengan baik dan akurat. Fungsi protokol secara detail adalah sebagai
  berikut :
  1. Fragmentasi dan reassembly
     Fragmentasi adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa
     paket data . Proses ini     terjadi disisi pengirim informasi. Reassembly
     adalah proses menggabungkan lagi paket-paket tersebut menjadi satu
     paket lengkap. Proses ini terjadi disisi penerima informasi.
  2. Encapsulation
     Fungsi dari encapsulation adalah melengkapi berita yang dikirim dengan
     address,kode-kode koreksi, dan lain-lain.
3. Connection Control
   Fungsi dari Connection Control adalah membangun hubungan komunikasi
   dari Transmitter ke receiver termasuk dalam pengirim data dan
   mengakhiri hubungan.
4. Flow Control
   Flow Control berfungsi mengatur perjalanan data dari transmitter ke
   receiver.
5. Error Control
   Pengiriman data tidak terlepas dari kesalahan, baik dalam proses
   pengiriman maupun penerimaan. Fungsi error control adalah mengontrol
   terjadinya kesalahan yang terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu
   data dikirimkan.
6. Transmission Service
   Funghsi transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data
   khususnya yann berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta
   perlindungan data.
Protokol yang dipakai untuk jaringan LAN adalah protokol Ethernet, Token
Ring, FDDI, dan ATM.
1. Ethernet
   Protokol Ethernet merupakan protokol LAN yang paling banyak dipakai
   karena berkemampuan tinggi dengan biaya yang rendah. Kecepatan yang
   bisa dicapai mulai dari 10 Mbps, Fast Ethernet 100 Mbps dan Gigabit
   Ethernet 1000 Mbps. Protokol Ethernet menggunakan standar spesifikasi
   IEEE 802.3, bekerja berdasarkan broadcast network. Setiap node (host)
   menerima setiap data yang dikirim oleh node lain. Menggunakan metode
   akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision
   Detection). Berikut adalah tabel berbagai jenis protokol ethernet,
   kecepatan, jenis kabel, topologi, jarak maximum dan konektor yang sering
   dipakai dalam LAN :
                Frek                                          Jarak
   Jenis                         Kabel          Topologi                 Konektor
               (Mbps)                                          maks
 10BaseT         10        Cat3,4,5 UTP             Star     100 Meter        RJ-45
100BaseTx       100             Cat5UTP             Star     100 Meter        RJ-45
 10Base2         10         ThinCOAX                Bus      185 Meter        BNC
                                RG_58
 10Base5         10         ThinCOAX                Bus      500 Meter   DIX,AUI
                                 RG_8
10BaseFL         10         Fiber Optic             Star       2000           SC,ST
                                                              Meter
100BaseFX       100         Fiber Optic             Star     412 Meter        SC,ST
1000BaseT       1000        Cat 6 UTP               Star     100 Meter        RJ_54
    X
1000BaseSL      1000        Fiber optic             Star     550 Meter        SC,ST
                            multimode
1000BaseLx      1000        Fiber optic             Star       3000           SC,ST
                            singlemode                        Meter


  Cara kerja topologi Ethernet adalah densan melakukan pemeriksaan apakah
  jaringan sedang digunakan untuk pengiriman data atau tidak. Jika tidak ada
  pengiriman data,maka host yang akan diperbolehkan menggunakan jaringan
  untuk    pengiriman   data.    Jika    jaringan   sedang   digunakan,host    akan
  menggunakan sampai proses pengiriman data selesai. Apabila dua host pada
  saat bersamaan melakukan pengiriman data,maka terjadilah tabrakan
  (collision). Jika terjadi collision,kedua host mengirimkan sinyal jam ke
  jaringan dan semua host berhenti mengirimkan data dan kembali menunggu.
  Kemudian secara random, host menunggu dan mengirimkan data kembali.
  Backoff algorithm digunakan untuk mengatur pengiriman ulang setelah terjadi
  tabrakan.
2. Token Ring
   Diciptakan IBMdengan kecepatan mencapai 4 Mbps dan 16 Mbps.
   Komputer yang dihubungkan kejaringan token Ring menggunakan hub
   khusus yang disebut Multi-Station Access Unit(MSAU). MSAU memiliki
   ring input port(RI),ring out put port dan sejulah port untuk berhubungan
   dengan komputer. Token Ring menggunakan metode yang disebut
   Beaconing untuk mencari kesalahan jaringan.
  Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan jaringan Token Ring
  adalah panjang lingkaran token tidak boleh lebih dari 121,2 meter untuk
  kabel jenis UTP. Lobe dalam token Ring adalah kabel untuk
  menghubungkan suatu komputer ke port MSAU dengan panjang
  maksimum 45,5 meter untuk jenis UTP dan 100 meter untuk jenis STP.
3. FDDI
  Fiber Distributed Data Interface (FDDI) adalah protokol lingkaran fiber
  optic ganda yang disebut lingkaran primary dan lingkaran secondari yang
  diciptakan ANSI. Kedua lingkaran tersebut dapat digunakan untuk
  pengiriman data,namun hanya lingkaran primsry yang biasanya dipakai
  sebagai jaringan utama. Lingkaran secondaryberfungsi jika lingkaran
  primary mengalami kerusakan . jaringan FDDI mempunyai kecepatan 100
  Mbps melalui media fiber optic. Fiber optic yang digunakan oleh FDDI
  adalah kabel multi mode fiber optic tipe 62.5/125 pm. Setiap lingkaran
  jaringan FDDI dapat mencapai panjang 200 km. Dengan jumlah
  workstation maksimum sebesar 500 buah. Jarak maksimum antar
  workstation adalah 2 km. FDDI juga menyediakan sarana pengguna kabel
  copper    yang   sering   disebut   copper   standed   Distributed   Data
  Inyerface(CDDI).
  Keuntungan pengguna fiber optic adalah:
   a. Bandwidth yang besar
   b. Tidak terganggu oleh sinyal listrik
   c. Memiliki kapasitas untuk pemakaian jarah jauh
  Hubungan dari server atau workstation kejaringan FDDI melalui suatu
  peralatan   jaringan   yang   disebut   concentrator.   Ada   dua   jenis
  concentrator,yaitu concentrator tunggalyang berhubungan dengan satu
  lingkaran FDDI dan concentrator ganda yang berhubungan dengan kedua
  lingkaran FDDI.
4. ATM
  Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah protokol yang diatur oleh
  badan internasional ITU-T yang menggunakan ukuran frame dengan
  panjang tetap sebesar 53 byte yang disebut sel.ATM sangat cepat dan
  dapat memiliki bandwidth yang sangat besar dengan menggunakan jalur
  transmisi cepat seperti SONET,DS-1,OC-12,T3,FDDI 100Mbps,Fiber
  channal 155 Mbps. Dengan menggunakan media fiber optic,kecepatan bisa
  mencapai 622 Mbps.ATM juga menyediakan sarana penggunaan kabel
  UTP CAT-5 dengan kecepatan 155 Mbps.
                                     BAB 2
          REFERENSI OPEN SYTEM INTERCONNECTION (OSI)


         Berbagai macam teknologi diimplementasikan di bidang hardware maupun
software secara berbeda-beda tanpa ada aturan standarisasi.Hal ini akan
mempersulit proses     interkoneksi.Jika tidak ada mekanisme standarisai,maka
banyak perangkat jaringan tidak mudah diimplementasi karena harus disesuaikan
dengan criteria perangkat yang bersangutan.Jaringan computer pun akan kesulitan
berkomunikasi antara kompuer satu dengan lainnya jika tidak ada standarisasi.
         Sehubungan   dengan   hal   tersebut     International   Organization   for
Standarization ( ISO ) membuat berbagai macam skema standarisasi jaringsn.ISO
kemudian membentuk sebuah model jaringan dengan tujuan untuk memjembatani
pengembang peranti jaringan agar tetap bisa digunakan atau berkomunikasi
walaupun dikembangkan oleh beberapa pengembang.Model jaringan tersebut
adalah    Open   System   Interconnection   (OSI).OSI membagi          kompleksitas
komunikasi data asal (source) ke tujuan (destination) dengan lapisan-lapisan
(layer) yang tiap mempunyai fungsi dan hubungan antar lapisan.


1. MODEL REFERENSI OSI
            OSI memberikan pandangan yang “abstrak” dari arsitektur jaringan
   yang di bagi dkam 7 lapisan.Model ini diciptakan berdasarkan sebuah
   proposal yang di buat oleh International Standard Origanization ( ISO )
   sebagai langkah awal menuju standarisasi protocol internasional yang di
   gunakan pada berbagai layer.Model ini disebut OSI Reference Model,karena
   model ini ditujukan untuk interkoneksi Open System.Open System diartikan
   sebagai suatu system yang terbuka untuk berkomunikasi dengan siste-sistem
   lain yang berbeda arsitektur maupun Sistem Operasi.Prinsip-prinsip yang di
   gunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah :
   1. Sebuah layer harus di buat bial dipelukan tingkat abstraksi yang berbeda.
   2. Setiap layer harus memiliki fungsi tertentu.
   3. Fungsi layer di bawah adalah mendukung fungsi layer di atasnya.
4. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan
   standar protocol internasional.
5. Batas-batas setiap layer diusahakan untuk meminiumalkan aliran informasi
   yang melewati antarmuka.
6. Jumlah layer harus cukup bamyak,sehingga fungsi-fungsi yang berbeda
   tida perlu di satukan dalam satu layer di luar keperluannya.Akan tetapi
   jumlah layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur
   jaringan tidak menjadi sulit dipakai.




       Pada gambar 2.1 tampak bahwa setiap lapisan mempunyai protocol
yang saling berkomunikasi (logic) dengan protokol pada           lapisan yang
sama.Data yang mengalir dari lapisan aplikasi ke bawah hingga lapisan fisik
(disebut komunikasi vertical),kemudian data tersebut dikirim penerima ke atas
dari lapisan apliokasi.Masing-masing lapisan berhubungan dengan mekanisme
yang disebut sebagai Servis Acces Point (SAP).
Sebagai contoh, antar lapisan Transport.Network,dan data Link.
Layer-1 (Physical Layer)
        Physical Layer atau lapisan fisik melakukan fungsi pengiriman dan
penerimaan bit stream dalam medium fisik.Dalam lapisan ini kita akan
mengetahui spesifikasi mekanikal dan elektrikal dari media tranmisi serta
antarmukanya.Hal-hal penting yang dapat dibahas lebih jauh dalam lapisan
fisik ini adalah :
1. Karateristik fisik dari media dan antarmuka.
2. Representasi bit-bit.
     Dalam hal ini lapisan fisik harus mamou menrjemahkan bit 0 ataiu 1,
     termasuk pengkodean dan bagaimanamenggati sinyal0 ke 1 atau
     sebaliknya.
3. Data rate (laju data).
4. Sinkronisasi bit.
5. Line configuration (konfigurasi saluran).Misalnya: point-to-point atau
     point-to-multpoint configuration.
6. Topologi fisik. Misalnya : mesh topology,star topology,ring topology,atau
     bus topology.
7. Mode tranmis, MisalnyaP half-duplexmode,full-duplex(simplex)mode.
Lapisan Fisik pada LAN di antaranya:
1. Ethernet/IEEE 802.3, Baseband LAN beroperasi 10 Mbps melalui kabel
     koaksial.
2. 100-Mbps Ethernet(Fast Ethernet),High-speed LAN.
3. 1000-Mbps Ethernet (Gigabit Ethernet)’High-speed LAN.
4. Fiber Duistrinuted Digital Interface (FDDI),100-Mbps token-passing,dual-
     ring LANmenggunaknkabel Faiber optic.
5. Token Ring/IEEE 802.5,          Token passing LAN      yang beroperasi
     padakecepatan 4 atau 16Mbps dengan topologi star.
Lapisan Fisik pada WAN di antaranya:
1.   SerialInterface (async & sync)
2. High-speed Serial Interface (HSSI)
3. X.21(Jaringan X.25)
LAYER-2 (Data Link)
       Pada layer-2 (Data Link Layer) komuniksi data dilakukan dengan
menggunakanidentitas berupa alamat simpul fisik yang disebut sebagai alamat
hardware atau hardware address.Proses komunikasi antar kompuetr atau
sampuljaringan     hanya    mungkin     terjadi,bial     kedua     belah    pihak
mengetahuiidentitas    masing-masing     melalui       alamat    fisik   (physical
address).Bentuk topologi yang digunakan di tentukan oleh protokol Data
Link.Sebagai contoh adalah BUS untuk tologi Ethernet,RING untuk teknologi
token Ring ATAUPUN TEKNOLOGI fddi.Selain ketiga bentuk topologi
tersebut pada komunikasi serial terdapattopologi point-to-point atau point-to-
multipoint pada jaringan yang menggunakan teknologi Frame Relay dan
ATM.
       Penanganan kesalahan komunikasi yang terjadi pada lapisan Data Link
menggunakan pendeteksian error dan menginformasikan kepada lapisan di
atasnya,bahwa terjadi kesalahan transmisi.Kendali kesalahan yang bias
dilakukan pada lapisan ini hanya mendeteksi dan tidak melakukan perbaikan
kesalahan (error correction).Data Link akan mengubah BYTES (1 byte = 8
but) yang diterima dari lapisan fisik menjadi satuan data yang disebut dengan
FRAME.FRAME terdiri dari FRAME-HEADER (identitas yang menjelaskan
frame) dan DATA. Selain FRAME-HEADER, informasi lain yang
ditambahkan adalah FCS (Frame Check Seqyence),penjabarannya adalah
sebagai berikut:
   Frame-Header         Data           Frame Check Sequencu


       Frame-Header berisi informasi yang dibutuhkan oleh protokol Data
Link.Secara umum,informasi yang terdapat dalam frame header:
1. Hardware Address ( MAC ADDRESS ) Pengirim
2. Hardware Address ( MAC ADDRESS ) Penerima
3. Flag
4. Control Bits
       Teknologi Ethernet,Token Ring,dan FDDI menggunakan 48 bit Media
Acxess Control ( MAC ) sebagai hardware address.Dari 48 bit ini,24bit aawal
ditentukan oleh standa internasional ( IEEE ) dan 24 bit sisanya adalah
perusahaan pembuat kartu jaringan ( Network Interface Card ).Sebagian
penomoran yang diberikan IEEE diantaranya adalah :
   Vendor NIC                       Nomor MAC (24 bit awal)
   Cisco system                     00 00 0C
   3Com Corporation                 00 20 AF
   Hewltt-Packard Company           08 00 09
   Apple Computer                   08 00 07
       Pada teknologi WAN, Frame Relay menggunakan DLCI ( Data Link
Control Indentifier ), ATM meggunakan VPI/VCI ( Virtual Parth
Indentifier/Virtual Channel Identifier ), dan X25 menggunakan X.21 sebagai
hardware address.
Tugas utama lapisan data link dalam proses komunikasi data adalah:
1. Frame : membagi bit stream yang duterima dari lapisan network menjadi
   unit-unit data yang disebut frame.
2. Physical addressing:definisi identitas pengirim dan/atau penerima yang
   dutambahkan dalam header.
3. Flow control :melakukan tindakan untuk membuat stabil laju bit jika fate
   atau bit stream berlebih atau berkurang.
4. Error control: penambahan mekanisme deteksi dan retranmisi frame-
   frame yang gagal terkirim.
5. Communication control : menentukan device yang harus dikendalikan
   pada saat tertentu jika ada dua koneksi yang sama.
LAYER-3 (Network Layer)
       Pada lapisan ini terjadi proses pendefinisian alamat logis (logical
addressing),kemudian mengombinzsikan multiple data link menjadi satu
interwork.Lapisan Network bertanggung jawab untu membawa paket dari satu
simpul ke simpul lainnya dengan mengacu pada logical address.Fungsi lain
adalah sebai packet forwarder (penrus).Lapisan Network sebagai packet
forwarder mengantarkan paket dari sumber (source) ke tujuan (destinatinon)
yang disebut dengan istilah routing.
Ada dua tugas pokok lapisan network:
1. Logical addreesing : pengalamatan secara logis yang ditambahkan pada
   header lapisan network.Pada jaringan TCP/IP pengalmatan logis ini
   popular dengan sebutan IP address.
2. Routing : Hubungan antar jaringan yang membentuk internet work
   membutuhkan metode jalur alamatagar paket dapat di transfer dari satu
   device yang berasal dari jaringan satu menuju device lain pada jaringan
   yang lain.Fungsi routing didukung oleh routing protocol yaitu protocol
   yang bertujuan mencari jalan terbaik toppologi jaringanb dengan riuter
   yang lainnya.Protokol routing ini misalnya Border Gateway Protocol
   (BGP),Open Shortest Path First (OSPF),Routing Information Protocol
   (RIP)
LAYER-4 (Taransport Layer)
       Lapisan transport bertanggung jawab terhadap pengiriman source-to-
destination (end-to-end) yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Service-point addressing.Suatu computer se4ring menjalankan berbagai
   macam progam apikasi ataupun services berlainan pada waktu
   bersamaan.Karena itu,la[isan transport ini tidak hanya menangani
   pengiriman source-to-destination dari computer satu ke kompuetr yang
   lain,namun lebih spesifik kepada delivery jenis message untuk aplikasi
   berlainan.Dengan demikian,setiap message berlainan aplikasi harus
   memiliki alamat tersendiri yang disebut service point address atau yang
   lebih umum disebut port address (port 80 = www,port 25 = SMTP ).
2. Segmentation dan reassembly.Sebuah message dibagi dalam segmen-
   segmen yang terkirim.Setiap segmen memiliki sequence number.Sequence
   number berguna bagio lapisan transport untuk merakit (reassembly)
   segmen-segmen yang terpecah menjadi message yang utuh.
3. Connection control.Pada lapisan transport terdapat dua kondisi yakni
   connectionless atau connection-oriented.Fungsi dari connection control
   adalah mengendalikan kondisi tersebut.
4. Flow     control.Seperti    halnya   lapisan     data    link,lapisan    transport
   bertanggung jawab untuk melakukan control aliran (flow control).Bedanya
   dengan flow control di lapisandata link adalah dilakukan untuk end-to-end.
5. Error control.Fungsi tugas ini sama dengan tugas error control di lapisan
   dat link, namun brorientasi end-to-end.
       Dalam jaringan berbasis TCP/IP protocol yang terdapat pada lapisan
ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol.
Layer-5 (Session Layer)
       Lapisan sesi membuka, merawat, mengendalikan, dan melakukan
terminasi hubungan antar simpul. Lapisan Aplikasi dan Presentasi melakukan
request dan menunggu response yang dikoordinasikan oleh lapisan di atas
misalnya:
1. RPC (Remote Proscedure Call).Protokol yang mengeksekusi program
   pada computer remote dan memberikan nilai balik kepada computer lojkal
   sebagai hasil eksekisi tersebut.
2. Netbios API : Session layer application programming interface
3. NFS (Network File System)
4. SQL
5. (Stuctured Query Language)
Layer-6 (Presentation Layer)
       Berfiungsi untuk mentranslasikan data yang akan ditransmisikan oleh
aplikasi    kedalam   format    yang    yang      dapat    ditransmisikan    melalui
jaringan.Protokol yang aberada dalan lebel ini adalah perangkat lunak
reirektor (redirector software),seperti layanan Workstation (dalam Windows
NT) dan juga Network shell (Virtual Network Conputing(VNC) atau Remote
Desktop Protokol (RDP)).lPAisan presentasi melakukan coding dan konversi
data misalnya format data image dab sound (JPG,MPEG,TIFF,WAV,dan lain-
  lain),konversi    EBCDIC-ASCII,presentasi       Big     Endian     dan    Little
  Endian,kompresi,dan Enkripsi.
  Layer-7 (Application Layer)
         Aplikasi      adalah   layanan/service   yang     mengimplementasikan
  komunikasi antarsimpil.Application Layer berfungsi sebagai antar muka
  dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan mengatur bagaimana aplikasi
  dapat mengakses jaringan dan membuat pesan-pesan kesalahan.Beberapa hal
  yang dilakukan oleh lapisn aplikasi: mengidentifikasi mitra komunikasi,
  aplikasi transfer data, Resource Availbility,dan lapisan aplikasi terkait dengan
  aplikasi end-user.
  Protokol-protokol pada lapisan aplikasi di antaranya:
  1. File Transfer Protocol (FTP) : protocol standar untuk transfer file
     computer antar mesin dalam sebuah internetwork.
  2. Simple Mail Transfer Protocol (SMPT) merupakan salah satu protocol
     yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di internet.
     Protokol ini digunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim
     ke server surat elektronik penerima yang di dukung oleh POP3 dan IMAP.
  3. Hypertyext Transfer Protocol (HTTP) : protocol yang dipergunakan untuk
     transfer dokumen dalam World Wide Web (WWW).Protokl ini adalah
     protocol ringan,tidak berstatus dan generic yang dapat digunakan berbagai
     macam tipe dokumen.


2. MODEL REFERENSI TCP/IP
         TCP/IP adalah singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet
  Protocol.TCP bertugas menerima pesan elektronik dengan panjang senbarang
  dan membaginya ke dalam bagian-bagian berukuran 64kb.Dengan membagi
  pesan menjadi bagian-bagian,perangkat lunak yang mengontrol komunikasi
  jaringan dapat mengirim tiap bagian dan menyerahlan prosedur pemeriksaan
  bagian demi bagian.Aoabila suati bagian mengalami kerusakan selama
  transmisi bagian itu dan tidak perlu mengulang dari awal.
       IP    mengambil      bagian-bagian,memeriksa       ketepatan    bagian-
bgian,pengalamatan ke sasaran yang dituju,dan memastikan apakah bagian-
bagian tersebut sudah dikirim sesuai dengan urutan yang benar.IP memeiliki
informasi tentang berbagai skema pengalamatan yang berbeda-beda.




Internet Layer
       Internet Layer menetukan fotrmat paket dan protocol resmi yang
disebut IP.Tugas internet layer adalah mengirimkan paket /paket IP yang
berisi informasi tujuan paket tersebut,Di sini di perlukan routing packet,sebab
adanya routing packet dapat menghindarkan terjadinya kemacetan pada waktu
transmisi dat.Secara tidakl langsung,kita bias melihat bahwwa internet layer
fungsinya hamper sama dengan network layer pada model OSI.
Transport Layer
       Layer yang berada di atas internet layer pada model TCP/IP adalah
transport layer.Ada dua jenis transport layer,yaitu Transmission Control
Protocol yang mempunyai fungsi untuk memecah data menjadi paket-paket
dan meneruskanya ke internet layer dan User Datagram Protocol yang
merupakan protocol yang tidak bias di andalkan bagi aplikasi-aplikasi yang
tidak memerlukan pengurutan TCP.
Application layer
       Model TCP/IP tidak memiliki session layer dan presentation
layer.Applicaiton layer terdapat di puncak model TCP/IP.Layer ini berisi
     bermacam-macam protocol tingkat tinggi, yaitu TELNET,FTP,SMTP,DNS,
     HTTP,dan WWW.
3.   ENKAPSULASI DAN DEKAPSULASI
            Enkapsulasi merupakan sebuah proses untuk membuat satu jenis paket
     data jaringan menjadi jenis data lainnya.Enkapsulasi terjadi ketika sebuah
     protocol yang berad pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari
     protokol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data ke
     format data yang di pahami oleh protocol tersebut.
            Enkapsulasi data pada layer 4 disebut sebagai Segment.Segment
     selanjutnya dikirim ke lapisan network data kembali dikemas dengan
     informasi   yang   relavan    untuk   layer-3   berupa    header.Pada   lapisan
     network,hasil enkapsulasi data disebut sebagai paket.Paket diteruskan ke
     layer-2 dan di beri informasi yang disebut dengan header layer-2.Setelah
     mendapat informasi header layer-3,kemudian disebut sebagai frame.Frame
     kemudian memasuki layer satu(physical layer) dan diubah menjadi bitstream
     yang akhirnya ditransmisikan ke tujuan.
            Proses transmisi data pada layer fisik,bentuk transmisi datanya
     dipengaruhi oleh media yang digunakan dan media ini disebut media
     transmisi.Nedia transmisi berfungsi membawa informasi yang telah diubah
     menjadi sinyal listrik ketujuan yang sesuai.Secara fisik media transmisi dpat
     berupa optic.Teknik pengiriman yang dipakai bermacam-macam dan telah
     berevolusi dari yang paling awal seperti gelombang mikro analog menjadi
     gelombang mikro digital.
            Sesampai    ditujuan   bitstream   ini,kemudian     di   ubah    menjadi
     Frame.FRAME-header dilepas dan dikirim ke layer-3 sebagai Packet.Packet
     selanjutnya melepas header dan mengirim data tersebut ke layer-4 sebagai
     Segment.Segment kemudian melepas layer-4 header dan memberikan DATA
     ke layer-5,6,7 yang akhirnya diterima oleh User sebagai data.Proses pelepasan
     header dari layer ke layer disebut sebagai Dekapsulasi.
                                    BAB 3
         DATALINK LAYER DAN LOCAL AREA NETWORK


1. PROTOKOL DATALINK LAYER
         Protokol Data Link mengatur transfer antara mode (node-to-node) dari
  data antara dua komputer secara langsung. Beberapa fungsi yang mendukung
  protokol ini antara lain:
  1. Deteksi dan koneksi kesalahan transmisi.
  2. Framing dan link akses.
  3. Reliable Delivery.
  4. Flow Control.
         Flow Control adalah teknik yang digunakan untuk mengontrol proses
  pengiriman frame dari pengirim ke penerima agar tidak terjdi tumpukan
  frame. Hal ini terjadi karena ada frame yang belum terambil di buffer
  penerima. Agar frame di buffer penerima tidak hilang karena tertindih oleh
  frame yang datang berikutnya diperlukan Flow Control untuk mengaturnya.
  Metode sederhana dari flow control adalah dengan menggunakan Stop-and-
  wait Flow Control. Source melakukan pengiriman frame, setelah destination
  menerima frame yang dikirimkan, destination siap menerima frame
  berikutnya     karena   setelah   frme   diterima   destination   mengirimkan
  acknowledgement dari frame yang diterimnya. Pengirim harus menunggu
  sampai datangnya acknowledgement sebelum mengirimkan frame berikutnya.
         Prosedur ini dapat berlangsung sedemikian rupa dan frame yang
  ditransmisikan bisa berupa frame dengan ukuran kecil atau besar. Hal ini
  dikarenakan:
  1. Ukuran buffer penerima terbatas/tidak cukup.
  2. Waktu transmisi yang terlalu lama.
         Terdapat dua keadaan dalam metode ini, transmission time dan
  propagation time. Transmission time adalah waktu yang diperlukan oleh
  station untuk mengirimkan frame. Propagaion time adalah waktu yang
  diperlukan untuk membawa bit dri pengirim dan penerima. Dalam flow
  control ini bisa terjadi propagation time lebih besar dari transmission time,
  selain itu juga bisa terjadi propagation time lebih kecil dari transmission time.
  Operasi Dasar Protokol Datalink
         Operasi dasar protokol datalink adalah ”stop and wait”, atau ARQ
  (Automatic Repeat reQuest)
                      Sender          Receiver
                      Data            Read, vrfy checksum
                      Ok              ACK frame
  Hal ini dapat menjadi salah jika:
  1. Corruption Data karena error, contohnya checksum yang salah.
  2. Adanya kesalahan data grame, seperti tidak ada FLAG start, disebut error
      “lost frame”.
  3. Frame ACK rusak atau hilang.


2. ERROR DETECTION DAN CORRECTION
         Kanal transmisi (kabel serat optik, lebar pita frekuensi tanpa kabel)
  atau media simpan magnetik akan selalu memiliki batas. Agar pengirim bisa
  mengirimkan pesan secara utuh, diperlukan teknik pengkodean, yaitu
  mengubah informasi pengirim secara utuh menjadi suatu simbol atau rentetan
  simbol komnikasi sehingga bisa melewati kanal transmisi dengan baik.
  Dimungkinkan dalam perubahan informasi akan timbul kesalahan.
         Disadari ataupun tidak, media simpan magnetik, komputer, telepon
  bergerak, semuanya memakai teknik deteksi atau koreksi kesalahan. Seperti
  yang sudah diketehui dalam domain digital hanya ada dua bilangan yaitu 0
  (nol) dan 1 (satu).
         Teknik ini berfungsi untuk mendeteksi dan mengoreksi, kemudian
  mengubah dari yang seharusnya 1 menjadi 0 atau sebaliknya. Mudah apabila
  pesannya hanya “1” atau “0” saja, tetapi tidak bila berupa rentetan bilangan
  biner. Contohnya 1 byte setara dengan kombinasi delapan buah bilangan
  biner. Jika sebuah file yang akan diduplikasi ke disket terdiri dari 1024 byte,
  maka tidak boleh ada kesalahan satu bit pun pada deretan 1024 x 8 bit. Prinsip
dasar dalam Error Correction Control (ECC), jika laju data pada pengiriman
lebih kecil dari kapasitas kanal transmisi, maka peluang kesalahan akan kecil
(analogi dengan jumlah lajur pada jalan tol; bila jumlah mobil masuk secara
simultan dari pintu tol lebih kecil dati kapasitas halan tol, maka peluang
kecelakaan akan kecil, dengan asumsi kecepatan sama). Kedua, kecil
kemungkinan untuk membuat system ideal seperti bagian pertama di atas
dan/atau sistem seperti di atas.
       Pendekatan secara umum adalah memperkecil ukuran data yang akan
dilewatkan dalam kanal transmisi dengan memetakan informasi awal,
mengidentifikasi informasi yang sejenis dan mengumpulkannya menjadi satu
himpunan. Secara garis besar, teknik pembuatan kode pertama adalah blok
kode. Misalnya dibuat kamus kode seperti berikut:
000 → 001 → 1, 010 → 2… 111 → 7
       Bila diketahui rentetan informasi sebagai berikut 111010111000
dengan memecah menjadi blok 3 bit 111 010 111 000, kemudia merujuk
kamus atas, maka informasi yang dikirim adalah angka 7, 2, 7, dan 0.
       Teknik kedua adalah pohon kode, yaitu dengan membuat pohon kode
(berfungsi sebagai kamus) dengan tiap ranting diberi kombinasi 0 dan 1, jalur
yang dilalui dari tiap ranting pada pohon kode akan membentuk kode seperti
di atas dan akan dibandingkan dengan kode yang diterima. Kesalahan yang
ada akan dideteksi berdasarkan pengetahuan jalur ranting pohon kode pada
sisi penerima.
Permasalahan-Permasalahan
Permasalahan dalam ECC dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Kode yang baik harus mencakup keseluruhan kemungkinan informasi
    yang akan dikirmkan atau kode tersebut akan menjadi “panjang” karena
    diharapkan akan mampu mendeteksi dan memperbaiki kesalahan kode
    dari setiap informasi.
2. Teknik yang praktis, dari sisi daya komputasi, kompleksitas pengkodean.
3. Metode pembalikan dari kode manjadi informasi kembali (decoding)
    sekaligus mendeteksi kesalahan dan memperbaikinya.
3. ETHERNET
         Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dana dipatenkan
  perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metode CSMA/CD (Carrier
  Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun
  1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University di atas koaksial.
  Standarisasi sistem Ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEE. Kecepatan
  transmisi data di Ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat ini
  yang umum ada di pasaran adalah Ethernet berkecapatan 10 Mbps yang bisa
  disebut seri 10 Base. Ada bermacam-macam jenis 10 Base di antaranya 10
  Base2, 10 Base5, 10 BaseT, dan 10 BaseF.
         Pada metode CSMA/CD, sebuah host yang akan mengirim data ke
  jaringan, harus memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk
  transfer dari dan oleh host ku\omputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan
  ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host
  tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang
  waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian,
  jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.
         Untuk menentukan pada posisi mana sebuah hist berada, tiap-tiap
  perangkat Ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik
  (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya
  tampak pada saat komputer start dalam urutan angka berbasis 16. 48 bit angka
  agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk
  menyatakan bilangan berbasisi 16 (00 40 05 61 20 e6), 3 angka di depan
  adalah kode perusahaan pembuat        chip tersebut. Informasi lebih lengkap
  lainnya dapat diperoleh di http://standars.iee.org/regauth/out/index.html.
  Daftar vendor terkenal chip Ethernet seperti pada table 3.1 berikut:
                              Tabel 3.1 Vendor NIC
        Nomor Kode                        Nama Vendor
   00:00:0C                   Cisco System
   00:00:18                   Novell
 00:00:AA                  Xerox
 00:00:4C                  NEC
 00:00:74                  Ricoh
 08:08:08                  3COM
 08:00:07                  Apple Computer
 08:00:09                  Hewlett-Packard
 08:00:20                  Sun Microsystems
 08:00:2B                  DEC
 08:00:5A                  IBM


       Berdasarkan Ethernet address, maka setiap protocol komunikasi
(TCP/IP, IPX, AppleTalk, dan lain-lain) berusaha memanfaatkan untuk
informasi masing-masing host komputer di jaringan.
1. 10 Base5
   Sistem 10 Base5 menggunakan kabel koaksial berdiameter 0,5 inci (10
   mm) sebagai media penghubung berbentuk bus. Biasanya kabelnya
   berwarna kuning dan pada kedua ujung kabelnya diberi konsentrator
   sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10
   Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika
   dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang
   maksimum 2,5 km.
   Antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data
   Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel koaksial)
   diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment UnitI). Antar
   MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segmen hanya mampu
   menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor
   15 pin.
2. 10 Base2
   Seperti pada jaringan 10 Base5, 10 Base2 mempunya struktur jaringan
   berbentuk BUS. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter
   5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU karena MAU
   telah ada di dalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis.
   Jaringan ini juga dikenal dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan
   dengan jaringan 10 Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi
   lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambung sampai 5 segmen
   menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak
   lebih dari 30 unit komputer. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator
   yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi
   50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.
3. 10 BaseT
   Tidak diperlukan MAU karena sudah termasuk di dalam NIC-nya.
   Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena
   jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100
   m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan
   sampai 4 unit sehingga maksinal komputer tersambung bisa mencapai
   1024 unit. Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis
   UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon. Saat ini kabel UTP
   yang banyak digunakan adalah kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan
   transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaannya
   bisa dilihat di tebel 3.2
4. 10 BaseF
   Bentuk jaringan 10 BaseF sama dengan 10 BaseT yakni berbentuk star.
   Karena menggunakan serat optik (fiber optik) untuk media transmisinya,
   panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang
   sampai 10 kali (2000 m), demikian pula dengan panjang total jaringannya.
   Pada 10 BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan
   kabel/media yang berbeda. Table 3.2 memberikan penjelasan tentang jenis
   kabel UTP dan aplikasinya.
                               Tabel 3.2 Kategori UTP
         Kategori                              Aplikasi
    Kategori 1             Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan
                           digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah
      Kategori 2           Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa
                           digunakan    untuk    komunikasi     data   sampai
                           kecepatan 4 Mbps
      Kategori 3           Bisa digunakan untuk transmisi data dengan
                           kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk
                           Ethernet dan TokenRing
      Kategori 4           Sama seperti Kategori 3, tetapi dengan kecepatan
                           transmisi sampai 16 Mbps
      Kategori 5           Bisa digunakan pada kecepatan transmisi samapi
                           10 Mbps, biaasnya digunakan untuk FastEthernet
                           (100 Base) atau jaringan ATM
      Kategori 6           Bisa digunakan pada kecepatan sampai dengan
                           1000 Mbps


  Fast Ethernet (100 BaseT Series)
         Selain jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis Ethernet chip
  lainnya adalah seri 100 Base. Seri 100 Base mempunyai beragam jenis
  berdasarkan metode akses datanya di antaranya 100 Base-T4, 100 Base-TX,
  dan 100 Base-FX. Kecepatan transmisi seri 100 Base bisa melebihi kecepatan
  chip pendahulunya (seri 10 Base) antara 2-20 kali (20-200 Mbps). Ini dibuat
  untuk menyaingi jenis LAN berkecepatan tinggi lainnya seperti FDDI,
  100VG-AnyLAN, dan lain sebagainya.


4. MEDIA TRANSMISI
  1. Koaksial (75 Ohm CATV, 50 Ohm Digital Data)
     Kabel koaksial memiliki perlindungan yang lebih baik disbanding dengan
     twisted pair, sehingga kabel tersebut bisa digunakan untuk jarak yang
     lebih jauh pada kecepatan tinggi. Terdapat dua jenis kabel koaksial:
     a. Kabel 50-ohm sering dipakai untuk transmisi digital dan merupakan
         kabel yang digunakan dalam jaringan komputer.
     b. Kabel 75-ohm digunakan untuk transmisi analog.
  Konstruksi dan lapisan pelindung kabel koaksial memberikan kombinasi
  yang baik antara bandwith yang besar dan imunitas noise yang istimewa.
  Bandwith tergantung panjang kabel. Untuk kabel yang panjangnya 1 km,
  laju data 1 sampai 2 Gbps cukup feasible. Kabel lebih panjangpun dapat
  dipergunakan, tetapi hanya akan mencapai laju data lebih rendah atau
  perlu menggunakan amplifier periodik.
  Connector untuk kabel koaksial antara lain sebagai berikut:
  a. Jack Connector        : dipasang di ujung kabel koaksial
  b. T-Connector           : dipasang di NIC
  c. Barrel Connector      : untuk menyambung kabel
  d. End-Terminator        : dipasang di ujung jarigan, berisi tahanan 50
                            ohm




  Karaktersitik
  Karena medan listrik berhubungan dengan konduksi yangterjadi di dalam
  kabel, masalah yang berhubungan engan radiasi sinyal bisa diminimalkan,
  sangat sedikit energi yang lepas, meskipun rekuensinya tinggi. Kabel ini
  hanya menyerap sedikit sekali noise yang timbul dari luar, sehingga
  bitrate yang lebih tinggi bisa dicapai dengan menggunakan kabel ini
  dibandingkan dengan menggunakan twisted pair. Kabel koaksial dengan
  Impedansi karakteristik 50 ohm dan 75 ohm yang paling banyak
  digunakan.
2. UTP
  Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel
  jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tiak dilengkapi
  denan shield internal. UTP merupakan jebis kabel yang paling umum
digunakan dalam jaringan lokal (LAN) karena harganya, fleksibel, dan
kinerja yang ditunjukkannya relative bagus. Dalam kabel UTP, terdapat
insulasi satu lapis yang melindungai kabel dari ketegangan fisik atau
kaerusakan, tetapi tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP),
insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik.
Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 ohm dan tersedia dalam
beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang
dimilikinya.
Secara teknis dapat dijelaskan bahwa dua konduktor terlindungi berjalan
secara pararel. Normalnya digunakan untuk jarak pendek atau untuk
bitrate rendah, yang memiliki masalah dengan crosstalk (cakap silang)
dan mudah menyerap lonjakan noise. Performa dari kabel konduktor
banyak ini bisa ditingkatkan dengan membuat kabel kedua sebagai ground
(referensi tegangan nol) dan menggunakan sinyal listrik seimbang
(balanced signal).




Konduktor terlindung dipilin bersama, meningkatkan performa elektri dan
secara signifikan meningkatkan bitrate dibandingkan pasangan tidak
dipilin (untwisted pair). UTP tidak dilindungi (unshielded), seperti kabel
telepon dan STP yang dilindungi (shielded) mampu mengirimkan bitrate
yang lebih tinggi. Sistem dengan balance Signal akan menghasilkan
bitrate yang tinggi.
UTP dispesifikasikan oleh Electronic Industries Association and the
Telecommunications Industries Association (EIA/TIA) 568 Commercial
Building Wiring Standart. Panjang kabel maksimum dalam satu segmen
adalah 100 m atau sekitar 328 feet.
Struktur Warna Kabel
Struktur warna kabel UTP harus mengacu standar internasional yaitu
EIA/TIA     568A       (TIA/EIA   Building   Telecommunications   Wiring
Standards). Secara umum, standar pengkabelan sebagai berikut:
(http://en.wikipedia.org)
1. EIA/TIA 485A Electrical Characteristics of Generators and Receivers
    for Use in Balanced Digital Multipoint Systems.
2. EIA/TIA      569     Commercial    Building   Telecommunications   for
    Pathways and Spaces.
3. EIA/TIA 570 Residential Telecommunications Cabling Standard.
4. EIA/TIA 607 Commercial building Grounding and Bonding
    Requirements for Telecommunications.
5. TSB 67 Transmission Performance Specification for Field Testing of
    Unshielded Twisted-Pair Cabling Systems.
6. TSB 72 Centralized Optical Fiber Cabling Guidelines.
7. TSB 95 Additional Transmission Performance Guidelines for 4-Pair
    100 W Category 5 Cabling.
Standar kode warna 568B merupakan standar untuk digunakan kabel
straight-through 10/100 BaseT. Jika diperluka model susunan kabel
crossover, gunakan standar 568A pada satu sisinya dan 568B untuk sisi
lainnya.
Struktur penentu warna menurut standar EIS/TIA seperti pada Tabel 3.3
berikut:
            Tabel 3.3 Struktur Warna
Pin RJ-45      EIA/TIA 568A            EIA/TIA 568B
   1        Putih Hijau            Putih Orange
   2        Hijau                  Orange
   3        Putih Orange           Putih Hijau
   4        Biru                   Biru
   5        Putih Biru             Putih Biru
   6        Orange                 Hijau
   7        Putih Cokelat          Putih Cokelat
   8        Cokelat                Cokelat
3. Optical Fiber
   Berdasarkan bahan pembuat dan karakteristik sinyal, fiber optic terdiri
   dari 2 macam:
   1. Single Mode: Jika diameter serat dikurangi menjadi beberapa
       gelombang saja, serat akan berfungsi sebagai penuntun gelombang,
       dan sinar akan berpropagasi seperti garis lurus, tanpa terjadi pantulan.
       Hal tersebut akan menghasilkan serat mode tunggal yang disebut
       dengan serat single mode. Serat mode ini dapat mentransmisikan data
       lebih jauh. Dengan menggunakan laser, dapat memacu serat sepanjang
       100 km tanpa menggunakan repeater.




   2. Multimode: Jikaberkas sinar datang yang sama atau lebih besar dari
       sudut kritis akan terperangkap di dalam serat dan dapat berpropagasi
       sejauh beberapa kilometer tanpa mengalami kehilangan daya. Jika
       berkas sinar datang pada batas permukaan di atas sudut kritis
       direfleksikan secara internal, maka sinar itu akan dipantulkan dengan
       sudut yang berbeda-beda. Sinar seperti ini dinamakan sinar yang
       memiliki mode berlainan, sehingga apabila serat memiliki sifat seperti
       di atas dinamakan fiber multimode.
   Konstruksi Kabel:
   Struktur suatu fiber terdiri atas:
   1. Jacket (pelindung)
   2. Cladding (lapisan isolator)
   3. Core (fiber-tempat propagasi cahaya)
     Beberapa kelebihan fiber optic:
      1. Memiliki bandwidth lebih besar, yaitu sampai 2 Gbps
      2. Bentuk lebih kecil dan lebih ringan
      3. Atenuasi lebih rendah
      4. Isolasi terhadap pengaruh gelombang elektromagnetik dari luar
      5. jarak antar repeater lebih jauh (100 km)
      Sumber Cahaya:
      1. Light Emitting Diode (LED)
      2. Injection Laser Diode (ILD)


5. HUB DAN SWITCH




         Dalam topologi bus aliran data mengalir pada tulang punggung
  jaringan tersebut sesuai dengan berapa kecepatan transfer yang dapat divapai.
Topologi bus dengan 10 Mbps share media, maka 10 Mbps tersebut
digunakan bersama-sama oleh semua station yang terhubung. Seperti pada
gambar 3.8, station B melakukan transmisi dengan tujuan D, maka semua
station yang terhubung akan dapat mendengarkan/menerima apa yang
dikirimkan station B.




        Dalam topologi star yang menggunakan hub, jika salah satu station
melakukan transmisi, maka semua station yang terhubung ke dalam device
tersebut juga akan mendapatkan duplikatnya. Kapasitas total hub bukannya 10
Mbps dikalikan jumlah port, tetapi terbatas sesuai dengan kapasitas masing-
masing device. Hub dengan kapasitas 10 Mbps memiliki kapasitas murni 10
Mbps.




        Teknologi yang ada pada switch berbeda dengan hub, jika kapasitas
switch diketahui 10 Mbps artinya bukan murni 10 Mbps, tetapi 10 Mbps
dikalikan dengan jumlah station yang terhubung atau sejumlah portnya. Selain
itu, kelebihan yang sangat memberdakan antara hub dan switch adalah
   kemampuan dalam menangani collision domain. Hub tidak bisa menangani
   collision yang terjadi pada jaringan.


6. IEEE 802.11 LAN
          Wireless LAN yang biasa disingkat dengan WLAN menjadi suatu
   teknologi alternative dan dari segi ekonomi merupakan implementasi
   teknologi murah dan terjangkau. Fungsi utama dari wireless LAN adalah
   untuk menjangkau wilayah LAN yang sulit dicapai dengan kabel dan juga
   untuk menjangkau pengguna bergerak (mobile users).
          Standar resmi teknologi Wireles LAN adalah IEEE 802.11, 802.11
   mengkhususkan pengembangan teknologi lapisan fisik dan link wireless LAN
   yang merupakan kelompok dari standar 802. Standar 802.11 sendiri terbagi
   dalam beberapa standar, antara lain 802.11a, 802.11b, 802.11e, 802.11f, dan
   802.11g. (Onno, 2003).
   1. 802.11a, 5Ghz dengan teknologi OFDM (Othogonal Frequency Division
       Multiplex).
   2. 802.11b DSSS pada lapisan fisik dengan transfer data 5.5 sampai 11Mbps.
   3. 802.11e, pengembangan aplikasi LAN dengan Quality of Service (QoS),
       keamanan dan autentifikasi untuk aplikasi seperti suara, streaming media,
       dan konferensi video.
   4. 802.11f,    rekomendasi     praktis   untuk   Multi-Vendor   Acces   Point
       Interoperability melalui Inter-Access Point Protocol Acces Distribution
       System Support.
   5. 802.11g, standar untuk penggunaan DSSS dengan transfer 20 Mbps dan
       OFDM 54Mbps. Standar ini backward-compatible dengan 802.11b dan
       bisa dikembangkan sampai lebih dari 20Mbps.
          Teknologi nirkabel berkecepatan tinggi dikenal sebagai Wi-Fi (Wireles
   Fidelity), Wi-Fi merupakan merek dagang yang dimiliki oleh Wireles Ethernet
   Compability Alliance (WECA), sebuah organisasi non-profit yang berdiri
   sejak 1999. sebenarnya, Wi-Fi pertama kali dikenal dengan sebutan Wireless
   Local Area Network (WLAN).
       Wi-Fi adalah sinyal radio yang memancar koneksi internet hingga 90
meter. Jika ditempelkan pada modem pita lebar, semua komputer disekitarnya
yang memiliki penerima Wi-Fi akan bisa masuk ke jaringan internet tanpa
melalui kabel. Modem pita lebar tersebut berfungsi menjadi access point Wi-
Fi, Access Point tersebut menghubungkan jaringan nirkabel dan kabel
bersama-sama dan dapat mengirim serta menerima data antara jaringan
nirkabel dengan jaringan kabel. Masing-masing access point juga dapat
meningkatkan total kapasitas dan jarak sistem. Perangkat yang terdiri dari
router internet dan radio Wi-Fi dua arah ini amat dibutuhkan untuk akses ke
jaringan, tetapi tidak untuk koneksi peer-to-peer.
       Apabila komputer dilengkapi dengan perangkat penerima Wi-Fi dan
berada dalam jangkauan base station Wi-Fi, komputer bisa mengirim dan
menerima data di mana-pun. Teknologi nirkabel ini mirip dengan telepon
seluler. Wi-Fi mempunyai kemampuan mengirim data sangat cepat bahkan
jauh lebih cepat dari koneksi modem menggunakan kabel. Dengan
mengaplikasikan spesifikasi 802.11b yang beroperasi pada spectrum atau
frekuensi 2.4 Ghz dan 5.8 Ghz, Wi-Fi memiliki kecepatan koneksi pengiriman
data 11 Mbps. Terakhir kecepatannya bisa didongrak menjadi 54 Mbps. Ini
hamper setara dengan satu jam musik MP3. teknologi Wi-Fi juga mempunyai
kemampuan standar interoperability.
       Lantaran koneksinya nirkabel, ada kekhawatiran bahwa Wi-Fi tidak
aman. Tetapi justru sebaliknya, jaringan ini sangat aman karena teknologi
nirkabel memiliki akar dari aplikasi militer yang syarat keamanan. Wi-Fi atau
WLAN menggunakan teknologi Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS),
yang secara ekstrem mampu mengantisipasi perubahan, interferensi, jamming,
dan pendeteksian. Semua pengguna nirkabel dalam jaringan dapat
mengidentifikasi diri mereka dengan sistem ID yang bisa mencegah penyusup
yang merugikan. Pada pengguna dan pemilik data yang sangat rahasia dan
sensitive pun tidak perlu khawatir karena sudah disediakan Wire Equivalent
Privacy (WEP). WEP juga dapat mengenkripsi sinyal dan memverifikasi data
dengan “kunci keamanan” elektronik. Secara umum, node individual pasti
mendapatkan keamanan sebelum bergabung dalam lalu-lalang jaringan.
Spesifikasi 802.11b menggunakan enkripsi 40-bit dan 128-bit sehingga
mampu menyediakan tingkat keamanan jaringan yang tinggi. Secara virtual
tidak akan terjadi kesalahan dalam pengiriman data dalam lalu-lintas jaringan
nirkabel.
           Jaringan Wi-Fi, yang dikenal sebagai sentra hot spot tumbuh dengan
pesat. Lebih dari 18 juta orang di seluruh dunia telah memanfaatkan teknologi
ini dan setiap hari jumlahnya makin bertambah. Ribuan penggila teknologi ini
mendirikan antena sendiri guna menciptakan sentra Wi-Fi mereka.
Sebelumnya, Wi-Fi memang lebih merupakan mainan bagi para penggila dan
penggemar teknologi. Saat ini karena kecepatannya yang luar biasa sehingga
mampu menekan biaya penggunaan internet menjadi seperempat koneksi
kabel, maka teknologi ini mulai merambat dan popular untuk digunakaan di
perusahaan.
           Dari kacamata industri teknologi, ini merupakan tantangan untuk
mengubah fenomena penggunaan Wi-Fi secara public menjadi bisnis global.
Diperlukan sejumlah langkah guna mengubah sentra Wi-Fi yang sebelumnya
tidak teratur menjadi jaringan konsisten dan dapat diandalkan. Jika upaya ini
berhasil, Wi-Fi memiliki kekuatan untuk memberi tenaga tambahan bagi
internet. Konstelasi Wi-Fi yang handal bisa mengembangkan cakupan dan
ekspansi internet secara dramatis dengan mengubah sifat mendasar internet itu
sendiri.
           Para analis mengatakan, jalan membentang di hadapan teknologi ini
akan diwarnai banyak rintangan.namun, jalan itu akan menorah pada aliran
pertukaran informasi terbaru antar rumah, kantor, bahkan tempat terpencil.
Sayangnya di Indonesia, gegap-gempita Wi-Fi ini masih terhalang oleh izin
frekuensi yang akan diterapkan oleh Departemen Perhubungan lewat Dirjen
Postel.
           Menurut Badan Telekomunikasi Dunia (ITU), frekuensi 2.4 GHz
dikategorikan sebagai frekuensi public yang bebas. Kalau sebelumnya
sejumlah penyedia jasa internet dan ISP sudah mulai memakainya sejak
beberapak tahun lalu, itu karena di Indonesia sendiri belum ada peraturan
yang secara jelas mengaturnya.
       Dalam    membangun        infrastruktur   akses   internet   menggunakan
teknologi wireless 801.11 hanyak memerlukan empat komponen utama.
Keempat komponen utama tersebut adalah:
1. Access Point
   Access Point adalah perangkat yang berfungsi sebagai pusat koneksi klien.
   Semua klien untuk mendapatkan akses jaringan harus berhubungan
   dengan perangkat ini. Perangkat ini berfungsi sebagai pengubah sinyal
   frekuensi radio menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel
   jaringan yang sudah ada atau sebaliknya. Perangkat ini dapat mengubah
   sinyal digital ke dalam sinyal frekuensi rafio yang nantinya ditansmisikan
   ke perangkat radio yang lain.
2. Wireless LAN Interface
   Perangkat ini bisa berupa PCI/ISA card wireless, PC card wireless dan
   bisa juga berupa USB wireless Client. Device ini dipasang di Access-Point
   atau Mobile/Desktop PC. Device yang dikembangkan secara missal adalah
   PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association)
   card.
3. Wire LAN
   Wire LAN adalah jaringan kabel yang sudah ada, jika wired LAN tidak ada
   maka hanya sesame WLAN saling terkoneksi.
4. Mobile/Desktop PC
   Perangkat keras mobile PC pada umumnya sudah terpasang port
   PCMCIA, sedangkan desktop PC harus ditambahkan PC card PCMCIA
   dalam bentuk ISA (Industry Standard Architecture) atau PCI (Peripheral
   Component Interconnect) card.
       Satu Access Point bisa menampung ratusan klien secara bersamaan.
Akan tetapi beberapa vendor hanya merekomendasikan belasan sampai sekitar
40-an klien untuk satu Access point. Meskipun secara teori perangkat ini bisa
menampung banyak klien, kinerjanya akan turun karena faktor sinyal RF
sendiri dan kekuatan Access point. Komponen logis dari access point adalah
ESSID (Extended Service Set Identification) yang merupakan standar dari IEE
802.11. Dari segi keamanan IEEE mengeluarkan standarisasi Wireless
Encryption Protocol (WEP), aplikasi yang sudah ada di dalam setiap
PCMCIA Card Wireless yang berfungsi mengenkripsi data sebelum ditransfer
ke sinyal RF, dan mendeskripsi kembali data dari sinyal RF.
       Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan
gelombang elektromagnetik dengan menggunakan teknologi SST (Spread-
Spectrum Technology). Teknologi ini memungkinkan beberapa user
menggunakan pita frekuensi secara bersamaan. SST ini juga merupakan salah
satu pengembangan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access).
Dengan urutan kode data ditransfer ke udara dan diterima yang berhak dengan
kode tersebut.
Dalam teknologi SST ada dua pendekatan yang dipakai yaitu:
1. Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), sinyal ditransfer dalam pita
   frekuensi tertentu tetap sebesar 17 MHz. Direct Sequences memancarkan
   sinyal dalam pita yang lebar (17 MHz) dengan pemakaian pelapisan
   (multiplex) kode/signature untuk mengurangi interferensi dan noise. Pada
   saat sinyal dipancarkan setiap paket data diberi kode yang unik dan
   berurut untuk sampai tujuan. Sesampai di tujuan semua sinyal terpancar
   yang diterima diproses dan difilter sesuai dengan urutan kode yang masuk.
   Kode yang tidak sesuai akn diabaikan dank ode yang sesuai akan diproses
   lebih lanjut.
2. Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS), sinyal ditransfer secara
   bergantian dengan menggunakan 1 MHz atau dalam rentang sebuah pita
   frekuensi tertentu yang tetap. Seara periodik, antara 20 sampai denan 400
   ms (milidetik) sinyal berpindah dari kanal frekuensi ke kanal frekuensi
   lainnya.
Atena Wireless LAN
       Tipe atena akan menentukan pola radiasi gelombang seperti omni
directional, bidirectional, atau unidirectional. Omni directional sangat cocok
digunakan untuk cakupan area yang luas. Bidirectional cocok untuk
menghubungkan antar gedung. Unidirectional cocok untuk koneksi point to
point antar gedung yang berlainan daerah. Antena omni directional akan
merambatkan sinyal RF ke segala arah secara horizontal, namun jarak daya
pancarnya terbatas. Omni directional mempunyai range gain hingga 6 GB,
yang dapat digunakan pada aplikasi di dalam gedung. Karena keterbatasan
jangkauan arena, sering digunakan beberapa access point untuk memperluas
area cakupan, sehingga dapat terjadi ocer lapping sel. Penggunaan gain yang
tinggi akan menambah range coverage area, sehingga akan mengurangi
jumlah access point dalam satu kawasan.
       Tipe antena Grid Antena Parabolic 2.4 GHz merupakan Omni
directional yang mempunyai coverage area lebih luas. Tipe tersebut
merupakan antena denan gain yang paling tinggi (mencapai 24 dBi) untuk
antena komersial 802.11. Salah satu tipe antena unidirectional adalah antena
Yagi. Antena Yagi hanya akan mentransmisikan serta menerima energi sinyal
RF dalam satu arah. Antena Yagi merupakan antena unidirectional dengan
     gain yang cukup tinggi (antara 12 hingga 18 dBi). Mempunyai bentuk fisik
     seperti antena televise dengan bilah-bilah meteal pararel secara melintang.
     Radiasinya hampir sama dengan nyala lampu senter saat dinyalakan.




     Hotspot
            Dalam kasus kebakaran hutan, hotspot area merupakan area panas
     yang ditimbulkan dari suber api. Namun, hal ini bukan termasuk dalam
     pembahasan Hotspot Area Teknologi Wireless. Hotspot dalam teknologi
     wireless 2.4 GHz merupakan coverage area yang dimiliki access point agar
     komputer dengan perangkat wireless di sekitar dapat terkoneksi internet. Area
     hotspot bisanya diset di tempat umum (seperti lobby, area parkir, kantin, dan
     lain sebagainya) agar user bisa melakukan akses layanan Hotspot tersebut.


7.   WIMAX
            Menurut James A. Johnson (Vice President, Intel Communications
     Group/General Manager, Wireless Networking Group), istilah WIMAX
     berasal dari singkatan wireless (disingkat Wi) Microwave Access (disingkat
     MAX). WiMAX dibangun berdasarkan standar yang dibuat oleh IEEE
     (Institute of Electrical and Electronics Engineers). Dirancang untuk
     memenuhi    kebutuhan    akses   nirkabel   berkecepatan   tinggi.   WiMAX
memungkinkan akses terhadap banyak aplikasi multimedia seperti video
streaming melalui koneksi nirkabel.
       WiMAX menyerupai Wi-Fi dalam hal penggunaan teknologi modulasi
yang sama. Teknologi ini disebut OFDM (Orthogonal Frequency Division
Multiplexing). EFDM merupakan sebuah sistem modulasi digital di mana
sebuah sinyal dibagi menjadi beberapa kanal dengan pita frekuensi yang
sempit dan saling berdekatan, dengan menggunakan frekuensi yang berebda.
Teknologi ini pertama dikembangkan pada 1960-1970-1n. Dikembangkan
pada saat dilakukannya penelitian untuk mengurangi terjadinya interferensi
frekuensi di antara berbagai kanal yang jaraknya saling berdekatan.




       Pada frekuensi non-WiMAX,sebuah gelombang radio biasanya akan
saling mengganggu gelombang radio lain,khususnya jika frekuensi tersebut
memiliki siklus getaran yang berdekatan.Hal yang paling terklihat adalah pada
saat kita memainkan dua mobil remote control pada frekuensi radio yang
berdekatan,misalnya mobol A (frekuensi 27,125Mhz) dan mobil B (frekuensi
27,5MHz).Jika kedua mobuil dihidupkan,kedua frekuensi tersebut akan bias
saling mengganggu.Akibatnya jika menggerakan mobile A,mobil B bias ikut
berjalan atau sebaliknya.Teknologi yang ditawarkan WiMAX,semua kendala
tersebut akan sirna dengan sendirinya.Teknologi WiMAX memungkinkan kita
memancarkan berbagai sinyal dalam jarak yang sangat berdekatan,tanpa harus
cemas bahwa sinyal tersebut akan saling mengganggu/berinterferensi.
       Perbedaan antara keduannya terletak pada pembagian spectrum yang
dipakai,dan pada penggunaan frekuensi berlisensi dalam WiMAX.Meskipun
WiMAX dan Wi-Fi juga menggunakan salah satu frekuensi Free License
(5,8GHz),Wi-Fi    umumnya     bekerja   pada   frekuensi   2,4   GHz   (Free
License),tidak mampu bekerja dengan sinyal pantulan dan harus bekerja tanpa
halangan objek (Line of Sight).
       WiMAX dengan frekuensi 2,5GHz dan 3,5GHz (License) mampu
menjangkau jarak yang lebih jauh,dan memiliki kemampuan untuk melewati
berbagai penghalang seperti gedung atau pohon.WiMAX sangat sesuai untuk
diterapkan didaerah perkantoran yang memeiliki gedung perkantoran dan
pemukiman dengan struktur bangunan yang tinggi.
                                      BAB 4
                              INTERNET LAYER


       Internet Layer dalam TCP/IP Layer merupakan Network layer dalam 7
Layer OSI yang bertugas sebagai navigator data dalam jaringan computer.Fungsi
dari internet layer adalah mencari best path data dalam jaringan.Skema
pengalamatan pada internet layer digunakan oleh device-device jaringan untuk
menentukan alamat tujuan pengiriman data.Dalam internet layer terdapat beberapa
protocol dengan fungsi dan tugas masing-masing,yaitu:
1. Internet Control Message Protocol (ICMP)
2. Address Resolution Protocol (ARP)
3. Reserve Address Resolution Protocol (RARP)
4. Internet Protocol (IP)
1. INERNET CONTROL MESSAGE PROTOCOL (ICMP)
           ICMP adalah protocol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan
   kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus.Pesan atau
   paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer di atasnya
   (TCP/UDP).Internet Control Message Protocol(ICMP) adalah bagian dari
   keluarga protocol internet dan didefinisikan didalam RFC 792.Pesan-pesan
   ICMP umumnya dibuat sebagai jawaban atas kesalahan di datagram IP
   (seperti yang dispesifikasikan di RFC1122) atau untuk kegunaan pelacakan
   atau routing.Versi ICMP terkini adalah JCMPv4,yang merupakan bagian dari
   Internet Protocol versi 4.Jenis-jenis Message/pesan ICMP:
                                 Table 4.1 Jenis ICMP
   Kategori                  tipe                 Pesan/message
                             3                    Destination Unreachable
                             4                    Source quench
    Pesan Error Reporting    11                   Time exeeded
                             12                   Parameter problem
                             5                    Redirection
                              8 atau 0             Echo request or reply
                              13 atau 14           Timestamp request and reply
       Peasn Query            17 atau 18           Address nask request and reply
                              10 atau 9            Router solicitation and
                                                   advertisement


2. ADDRESS RESOLUTION PROTOCOL (ARP)
         ARP (Address Resolution Protocol) adalah protocol yang bertugas
  untuk menemukan hardware address suatu hostr dengan alamat IP
  tertentu.ARP berada diantara layer 2 dan layer 3.Ketika suatu IP paket akan
  dikirim (tentu saja sudah ada alamat dan penerima),paket tersebut diteruskan
  ke layer di bawahnya (Ethernet atau Token Ring),yang akan memberikan
  alamat hardware sesuai dengan alamat IP tersebut.
         Jika alamat hardware ini tidak ada didalam cache ARP ,maka ARP
  bertugas m3encarinya di dalam jaringan (local).Dengan data alamat IP
  (Penerima),ARP akan menanyakan alamat hardware broadcast ke local
  network.Host yang alamat IP-nya sesuai,aklan memberikan jawaban (reply)
  kepada penanya.Sementara host yang lain diam saja.Selanjutnya,paket di
  kirim ke alamat tersebut.
         Bagaimana jika alamat IP tersebut adalah milik host yang berada nun
  jauh di sana? Router lah yang akan menjawabnya dengan memberikan alamat
  hardware Router dan selanjutnya          paket tersebut dikirim.Tanggung jawab
  pengiriman selanjutnya diambil alih oleh router.ARP hanya bertugas
  menerjemahkan alamat IP menjadi alamat hardware.
ARP Table
1. Setiap host mempunyai ARP table yang mentranslasikan alamt IP ke
   dalam alamat hardware
2. Setiap 15 menit update
3. Contoh ARP table di host : 192.168.1.10


                            Tabel 4.2 ARP tabel
                  IP Address                 MAC Address
               192.168.1.30               00-16-d4-8a-9b-12
               192.168.1.20               00-19-56-01-3b-c8
               192.168.1.40               00-0c-61-00-00-00


Contoh mengetahui alamat arp melalui prompt (command line windows)
C:\Document ad Settings\anjik –a
   Interface: 192.168.1.10 --- 0x10003
   Internet Address      Physical Address             Type
   192.168.1.30          00-60-08-3d-c3-ec            dynamic
   192.168.1.40          01-10-18-3e-c2-1c            dynamic
Dapat disimpulkan bahwa IP layer bertugas untuk mengadakan “mapping”
atau transformasi dari IP address (48 bit). Secara internal ARP melakukan
resolusi address tersebut dan ARP berhubungan langsung dengan Data Link
  Layer. ARP mengolah sebuah table yang berisi IP Address dan Ethernet
  Address dan table ini diisi setelah ARP melakukan request (broadcast) ke
  seluruh jaringan.


3. REVERSE ADDRESS RESOLUTION PROTOCOL (RARP)
         Reverse Address Resolution Protocol adalah protokol yang bertugas
  untuk menemukan IP address suatu host yang hanya tahu Hardware address-
  nya (kasus terjadi pada diskless machine). Host akan mengirim paket berikut
  alamat MAC-nya secara broadcast, untuk memint ip yang sesuai. RARP
  server akan menjawab paket tersebut, sehingga alamat IP akan teridentifikasi.
         RARP digunakan oleh computer yang belum mempunyai nomor IP.
  Pada saat computer dihidupkan, computer tersebut melakukan broadcast ke
  jaringan untuk menanyakan apakah ada server yang dapat memberikan nomor
  IP untuk dirinya. Contoh untuk server yang memberikan nomor IP adalah
  Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Paket broadcast tersebut
  dikirim beserta MAC address dari pengirim. Server DHCP yang
  mendengarkan request tersebut akan menjawabnya dengan memberikan
  nomor IP dan waktu pinjam (lease time). Bila waktu pinjam habis atau
  computer dimatikan, maka nomor IP tersebut akan diambil kembali oleh
  DHCP Server dan diberikan computer lain yang membutuhkan.
4. INTERNET PROTOCOL (IP)
          Internet Protocol (IP) adalah mekanisme transmisi yang digunakan
  oleh TCP/IP yang bersifat unreliable dan connectionless. Banyak yang
  mengistilahkan dengan best effort delivery, artinya IP menyediakan no error
  checking atau tracking. Jika diperlukan reliabilitas, maka IP harus
  dipasangkan dengan protokol yang memiliki reliabilitas TCP. Contoh dari IP
  adlah kantor pos mengirim surat, tetapi tidak selalu sukses dikirim. Jika surat
  tersebut tidak lengkap, maka terserah pengirim ingin mengantarkannya atau
  tidak. Juga kantor pos tidak pernah menjajaki kemana surat-surat yang jutaan
  itu terkirim.
  Datagram
          Paket dalam lapisan IP disebut dengan datagram. Datagram IP
  panjang variabelnya terdiri dari data dan header. Panjang header bias antara
  20 sampai 60 byte. Header ini memuat informasi yang penting sekali untuk
  keperluan routing dan pengiriman.
Berikut penjelasan tentang sisi header Internet Protocol:
1. Version (VER) : Ada 4 bit yang menginformasikan versi IP. Saat ini versi
   yang diginakan adalah versi 4 sehingga mesin yang memproses datagram
   harus melakukan mekanisme IP versi 4.
2. Header Length (HLEN) : Ada 4 bit ysng menginformasikan panjang
   header datagram dalam 4 byte word.
3. Service Type : Ada 8 bit yang menginformasikan bagaimana datagram
   harus ditangani oleh router. Field ini dibagi menjadi 2 subfield, yakni
   precedence (3 bit) dan service type (TOS = type of service) (4 bit).
4. Total Length : memiliki 16 bit yang menetukan panjang total (header plus
   data) dari datagram IP dalam satuan byte. Karena panjang field ini adalah
   16 bit, total panjang datagram IP dibatasi sampai 65.535 (216-1) byte saja.
   Melihat perkembangan teknilogi yang mampu mentransmisikan data yang
   lebar bandwithnya, maka ada lagi proses yang disebut fragmentasi yakni
   memecah besar data yang tidak muat diangkut oleh diagram IP.
5. Identification : field ini memiliki 16 bit yang digunakan dalam
   fragmentasi.
6. Flags : field ini juga digunakan dalam proses fragmentasi.
7. Fragmentation offset : field ini juga digunakan dalam proses fragmentasi.
8. Time to live (TTL) : Ternyata dalam protocol TCP/IP datagram yang
   melakukan perjalanan antar jaringan melalui router atau gateway memiliki
   batasan waktu. Field TTL ini berisi 8 bit. Bias saja mesin pengirim yang
   mrnghendaki datagram ini melakukan perjalanan di local jaringannya
   melakukan set TTL adalah 1.
9. Protokcol : field ini berisi 8 bit yang mendefinisikan lapisan protokol di
   atasnya menggunakan layanan lapisan IP. Sebuah datagram IP dapat
   membungkus data dari beberapa tingkat protokol di atasnya seperti TCP,
   UDP, ICMP, dan IGMP. Ketika protokol IP me-multiplex dan dari
   tingkatan protokol di atasnya, nilai field ini menolong proses ketika
   datagram sampai ke tujuan alamat terakhir.
10. Checksum : adalah field yang berisi 16 bit yang melakukan proses error
   correction.
11. Source address : 32 bit yang berisi informasi alamat IP dari host
   pengirim.
12. Destination address : 32 bit yang berisi informasi alamat IP tujuan.
                                    BAB 5
                          IP ADDRESS DAN SUBNET


1. IP ADDRESS VERSI 4 (IPV4)
         Jaringan yang menggunakan TCP/IP, tiap end-station melakukan
  komunikasi dengan server maupun dengan end-station yang lain. Komunikasi
  bias terjadi karena tiap station menggunakan protocol TCP/IP yang memiliki
  32 bit alamat logical yang bersifat uneque. Tiap IP datagram terdiri dari
  Source IP address dan Destination IP address yang keduanya menunjukkan
  identitas dan tujuan.
         Dalam jaringan yang sama dua device jaringan tidak diperkenankan
  menggunakan satu alamat yang sama, tetapi satu device jaringan dapat
  memiliki lebih dari satu IP address. Tiap bit pada masing-masing oktet jika
  bernilai satu, maka untuk urutan N bit dapat berisikan 2N IP address (Address
  Space). Nilai minimum untuk masing-masing oktet adalah 0, atau semua
  bernilai 0. Nilai maksimum masing-masing octet adalah 1, atau semua bernila
  1, sehingga angka desimalnya adalah 255. IPV4 menggunakan 32 bit address,
  maka total Ip address adalah 232, atau 4.294.296 IP address.
         IP address merupakan pengalamatan dengan panjang 32 bit yang
  terbagi dalam 2 bagian yaitu :
  a. Identitas jaringan (network number)
  b. Identitas host (host number)
  Format pengalamatan yang digunakan terkenal dengan istilah dotted-decimal
  notation yang masing-masing bagian terdiri dari 8 bit.
  Contoh :
     Biner                  : 01110101 10010101 00011101 11101010

     Dotted Decimal         : 117.149.29.234

     Notasi Hexa            : 01110101 10010101 00011101 11101010

                             75 95 1D EA
2. IP CLASS
         Untuk memudahkan proses administrasi, IP address dibagi dalam
  kelas-kelas. Dalam kelas A hanya terdapat 8 bit alamat jaringan dan 24 bit
  alamat host, kelas B 16 bit alamat jaringan dan 16 bit alamat host, dan kelas C
  24 bit alamat jaringan dan 8 bit alamat host. Dibuat mekanisme kelas karena
  dalam implementasinya terdapat jaringan dengan skala kecil maupun jaringan
  skala besar.
         Penentuan kelas IP ditentukan oleh byte pertama IP Address di
  masing-masing kelas, perubahan bit pada byte pertama akan menentukan
  kelas IP address.




         Untuk menentukan kelas A, B atau C, cukup dengan melihat angka 8
  bit pertama. Namun, jika kesulitan untuk mengingat bit-bit, dapat pula dengan
  mengetahui oktet pertama dari format dotted decimal.




         Dalam pengalamatan jaringan tidak semua kelas IP digunakan. Kelas
  yang digunakan adalah kelas A, B dan C saja. Kelas D digunakan untk
  keperluan multicasting sedangkan kelas E sebagai alamat pengembangan
  (research).
  Kelas A
  1. Bit pertama : 0
  2. Network Address (network-id) : 1.0.0.0 s.d 126.0.0.0
  3. Jumlah alamat jaringan yang mungkin digunakan : 127 alamat (1-126
     dapat digunakan, sedangkan 127 digunakan untuk reserve)
  4. Jumlah alamat host yang dapat digunakan : 16.777.216
  Kelas B
  1. Bit pertama : 0
  2. Network Address (network-id) : 128.0.0.0 s.d 191.255.0.0
  3. Jumlah alamat jaringan : 16.384
  4. Jumlah alamat host yang dapat digunakan : 65.536
  Kelas C
  1. Bit pertama : 110
  2. Network Address (network-id) : 192.0.0.0 s.d 223.255.255.0
  3. Jumlah alamat jaringan : 2.097.152
  4. Jumlah alamat host yang dapat digunakan : 254


3. HOST ADDRESS
         Setiap defice atau    interface harus memiliki host number. Setelah
  diketahui sebuah alamat jaringan, selanjutnya dapat diketahui berapa total
  alamat dalam jaringan tersebut. Cara mengetahuinya adalah dengan
  menjumlahkan seluruh bit mulai dari semua berisi 0 s.d semua bit berisi 1
  kemudian dikurangi 2. Penggunaan 2 disini dikarenakan dalam satu alamat
  jaringan selalu terdapat network address dan broadcast address. Untuk
  menghitung jumlah alamat IP yang dapat digunakan tersebut, digunakan
  rumus : 2N-2 (N adlah index bit).
  Contoh :
     Sebuah jaringan kelas B dengan alamat 172.16.0.0. dalam sebuah jaringan
     kelas B, 16 bit akhir adalah alamat host. Merujuk rumus di atas, maka 2N-2
     (216-2 = 65534) hasilnya diperoleh 65.534 IP address yang dapat
     digunakan sebagai alamat jaringan.


4. NETMASK
         Untuk memisahkan antara network-id dan host-id diperlukan sebuah
  netmask dengan definisi untuk bagian yang menjadi network-id, maka mask
  yang digunakan adalah binary 1, sedangkan untk host-id digunakan binary 0.
         Untuk bapat mengetahui network-id dari 32 bit IP addres dapat
  dilakukan dengan operasi AND dengan bit netmask. Operasi AND akan
  menghasilkan nilai 1 jika keduanya bernilai 1, sebagai berikut :
     0 AND 0 = 0
     0 AND 1 = 0
     1 AND 0 = 0
     1 AND 1 = 1
  Tiap kelas IP memiliki default netmask (natural netmask):
  Kelas A    : 11111111.00000000.00000000.00000000
                  255   .    0     .     0    .   0
  Kelas B    : 11111111.11111111.00000000.00000000
                  255   .   255    .     0    .   0
  Kelas C    : 11111111.11111111.11111111.00000000
                  255   .   255    .   255    .   0
  Contoh :
  IP address :    172   .    25    .    88    .   9
                 10101100.00011001.01011000.00001001
  Netmask :       255   .   255    .   255    .   0


5. ALAMAT IP KHUSUS DALAM JARINGAN TCP/IP
  a. Direct Broadcast Address
     Direct Broadcast Address adalah alamat yang digunakan oleh router untuk
     mengirim pesan ke seiap computer yang berada pada jaringan local atau
   spesifik address. Pengiriman pesan menuju ke alamat 221.45.71.1 ,
   220.45.71 s.d 221.45.71.254 , cukup diarahkan ke alamat 221.45.71.255.




b. Local Broadcast/Limite Braodcast Address
   Limited Broadcast Address adalah alamat broadcast untuk jaringan yang
   aktif sekarang (current). Paket akan dikirim ke setiap host pada current
   network, tetapi oleh router diblok sehingga broadcast ini hanya akan
   terkirim ke semua host pada jaringan bersangkutan.
   Jika semua terminal ingin mengirimkan pesan ke semua terminal dalam
   satu jaringan, maka alamat tujuan adalah 255.255.255.255. Dengan
   dikirimkannya alamat tersebut ke jaringan, semua terminal akan menerima
   kiriman pesan, namun oleh router pesan tersebut diblok.
c. Alamat Loopback (loopback address)
   IP address dengan alamat IP byte pertama adalah 127, kemudian 3 byte
   yang lain diisi sembarang adalah alamat loopback. Karena itu, alamat IP
   127.x.x.x tidak dapat digunakan untuk alamat host dalam jaringan.
d. Private IP Aaddress
   International Assigned Number Authority (IANA)mengelompokkan alamat
   IP yang dinyatakan “Private” adalah kelompok IP yang hanya digunakan
   dikalangan sendiri dan tidak berlaku di internet.
   IP Private tersebut adalah sebagai berikut :
          Class A : 10.0.0.0 – 1.0255.255.255 (1 network)
          Class B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255 (16 network)
          Class C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255 (256 network)
   Dalam komunikasi yang menggunakan alamat IP, jika :
   a. Komunikasi dilakukan secara one-to-one, dimana paket yang dikirim
      menuju sebuah alamat tujuan disebut dengan Unicast Address.
   b. Komunikasi dilakukan secara one-to-many, paket dikirim dan
      ditujukan ke group/kelompok alamat IP tertentu disubut juga dengan
      Multicast Address.
   c. Komunikasi dilakukuan secara one-to-all, dimana paket dikirim
      menuju ke semua alamat pada kelompok/blok IP disebut dengan
      Broadcast Address.
e. Multicasting
   Multi services adalah bandwicth khusus hasil dari perkembangan
   teknologi terkini yang digunakan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas
   data jaringan dengan cara simultan mengirim satu sinyal data (single
   stream) dari suatu informasi ke banyak penerima (recipients) seperti ke
   beberapa perusahaan maupun banyak pemakai internet secara bersamaan.
   Aplikasi ataupun data yang dikirim oleh service ini dapat berupa video,
   data komunikasi antar perusahaan dan beberapa distribusi software,
   seperti informasi stok barang maupun berita terkini yang akan
   ditampilkan.




   Pada gambar diatas tarlihat bahwa server sangat terbebani dengan adanya
   pengiriman data secara bersamaan ke beberapa client, hal ini
   dimungkinkan karena aadanya request atau permintaan yang dikirimkan
dalam waktu bersamaan sehingga kepadatan trafik jaringan tidak dapat
dihindari dan bias menimbulkan efek atau gangguan dalam pengiriman
data. Gangguan tersebut bias berupa tabrakan data (collision), kehilangan
data dan gangguan-gangguan lainnya. Untuk mengatasi haltersebut, maka
dikembangkan teknologi multicast, sehingga pada sistemnya dapat
mengurangi beban yang berlebih dengan meminimalkan pengiriman
sinyal data, tetapi sinyal tersebut dapat dikirim secara bersamaan
menggunakanperiode waktu tertentu. Pengiriman ini secara terus-menerus
(simultan) sehingga dapat mengurangi beberapa gangguan akibat
kepadatan trafik yang ditimbulkan oleh permintaan data secara bersamaan
oleh client.
Banyak perusahaan pengembang jaringan seperti Cisco, mengembangkan
teknologi jaringan ini dengan meningkatkan kecepatan dan kekuatan akses
pada suatu jaringan. Konsep Multicast ini didasari oleh suatu group. Hal
ini menggambarkan dari beberapa group yang ingin mengirimkan maupun
menerima sebagian data dalam bentuk stream. Group ini tidak mengac
pada persyaratan yang ada tentang system fisik jaringan maupun letak
geografis. Host yang akan menerima data yang akan dikirim melalui
sebagian group multicast ini harus bergabung dalam group menggunakan
Internet Group Mansgement Protocol (IGMP). Host juga harus menjadi
bagian dari member group untuk dapat menerima data dalam bentuk
stream ini.
  IP CLASS D ADDRESS
           Multicast address menggambakan sekelompok group dari IP host yang
  telah bergabung dan saling melakukan transmisi (pengiriman) data yang
  terjadi di dalam group tersebut. Internet menggunakan Assignet Number
  Authority (IANA) untuk mengontrol penggunaan address IP multicast ini.
  IANA telah memberlakukan ruangan Old Class D address untuk digunakan
  pada IP Multicast. Ini berarti bahwa IP Multicast Group address akan
  terjangkau pada range 224.0.0.0 – 239.255.255.255.
           Jangkauan addres ini hanya digunakan untuk group address maupun
  tujuan address dari jalur jaringan IP multicast. Source Address untuk multicast
  datagram selalu berpedoman pada the unicast source address.
           IANA telah menentukan jangkauan alamat pada 244.0.0.0 s.d
  224.0.0.255 untuk digunakan oleh network protocol maupun segment
  network. Paket dengan address ini tidak akan diforwardkan oleh router.
  Mereka hanya bekerja pada sitem local atau sebagian dari segmen LAN.
  Mereka akan selalu mentransmisikan melalui 1 Time to Live (TTL).
  Contoh     alamat   Multicast   yang    telah   terdaftar   dapat   dilihat   di
  http://www.iana.org/assignment/multicast-addresses.
  Contoh lain adalah :
     224.0.0.9 RIP2 Routers
     224.0.0.10 IGRP Routers 224.0.0.11 Mobole-Agents
     224.0.0.12 DHCP Server/Relay Agent


6. IPV6
           IPv6 atau IP versi 6 adlah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang
  digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP
  versi 6. Panjang totalnya adlah 128 bit dan secara teori mampu menyediakan
  alamat hingga 2128=3,4 x 1038 host computer di seluruh dunia.
           Dalam IPv6, alamat 128 bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16
  bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4
  digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan
tanda titik dua (:). Format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga disebut
dengan colon-hexadecimal format.
Contoh :
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000
0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111
1111111000101000 1001110001011010
Penulisan dengan notasi Hexadecimal sebagai berikut :
21DA : 00D3 : 0000 : 2F3B : 02AA : 00FF : FE28 : 9C5A
Cara melakukan penulisan tersebut sebagai berikut :
1010 1101 1000 1111 …..dan seterusnya → s.d 128 bit
  A    D       8   F → s.d 32 Heksa
Dalam penulisan IPv6, 0000:0000 atau 0:0 dapat diringkas, namun tidak boleh
lebih dari 1X. misalnya :
AD8F : 0000 : 0000 : 100F : 1234 : 0000 : 0000 : F123
AD8F :: 100F : 1234 : 0 : 0 : F1234
IPv6 dapat mengenali 3 tipe pengalamatan, yaitu :
1. Unicast         : Single Device
2. Multicast       : ke beberapa device
3. Anycast         : ke antarmuka terdekat dalam satu group.
IPv6 tidak mengenal broadcast address, sehingga rumus jumlah IP address
seperti IPv4 2n-2 (net-ID dan Broadcast-ID), tapi 2n-1 (hanya net-ID).
Pengaturan alamat IPv6 local/site local (private address) adalah :
FEC0:………
IPv6 Interface Identifiers (IPv6 IDs)
IDs pada alamat IPv6 digunakan untuk mengidentifikasi antar muka jaringan
yang terhubung. IPv6 IDs secara otomatis akan teridentifikasi pada saat
computer melakukan resolusi alamat (address resolution).
Format penulisan IPv6 dapat dijelaskan sebagai berikut :
[--------Link local 64 bit--------] [--------net-id dari MAC address (64 bit)------]
1111 1110 10 [----nol semua--] [ 0000 0010 …………………………...…….]
                                    [ 0     2   000C [+FFFE]          5067FA       ]
                                    Vendor                bebas
Sehingga →                   [ 0200 . 0CFF . FE50 . 67FA             ]


Misalnya diketahui MAC address interface ethenet-0 sebuah router adalah
0010.7B3B.B530, maka antarmuka tersebut akan memiliki alamat IPv6
sebagai berikut :
                      FE80::210:7BFF:FE3B:B530


Konfigurasi Antarmuka Router Dengan IPv6




Gambar 5.9menjelaskan CISCO router dapat dikonfigurasikan sebagai berikut
(misalnya R-1 dan R-2) :
R-1 :
Router (config)#interface ethernet0
Router (config-if)#ipv6 enabled
Router (config-if)#ipv6 address 2001:0:1:1::1/64
Router (config-if)#no shut
R-2 :
Router (config)#interface ethernet0
Router (config-if)#ipv6 enabled
Router (config-if)#ipv6 address 2001:0:1:1::2/64
Router (config)#interface serial0
Router (config-if)#ipv6 enabled
Router (config-if)#ipv6 address 2001:0:1:2::1:1/64
Router (config-if)#no shut
Melakukan test koneksi dengan PING, sebagai berikut :
   R-1 :
   Router #ping ipv6 2001:0:1:1::2
   Out interface : e 0 (e spasi 0)
Subnet IPv6
IPv6 dapat dibuat subnet addres seperti pada IPv4 dengan maksimum bit
adalh 128 (/128). Untuk alamat IPv6 ini jika dibuat subnet tidak ada lagi
Broadcast address. Perhatikan contoh subnet berikut :
2001:0:1:1::4/126 terdiri dari :
   2001:0:1:1::4 → network-ID
   2001:0:1:1::5 → IPv6 pertama
   2001:0:1:1::6 → IPv6 kedua
       2001:0:1:1::7 → IPv6 terakhir
2001:0:1:1::10/124
   2001:0:1:1::1(0000) → 2001:0:1:1::10
   2001:0:1:1::1(0001) → 2001:0:1:1::11
   2001:0:1:1::1(0010) → 2001:0:1:1::12
   2001:0:1:1::1(0011) → 2001:0:1:1::13
   ……………………
   2001:0:1:1::1(1111) → 2001:0:1:1::1F

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:7811
posted:7/13/2010
language:Indonesian
pages:63