; Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Ekonomi Lokal - PDF
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Ekonomi Lokal - PDF

VIEWS: 3,064 PAGES: 19

Lokakarya dan Temu Mitra STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH di LPPM-Universitas Gadjah Mada Grha Sabha Pramana-Yogyakarta, 12 Juli 2010

More Info
  • pg 1
									                                                                       www.dadangsolihin.com   2




                           Materi
•   Tujuan dan Permasalahan Pembangunan Daerah
•   Pemberdayaan Masyarakat
•   Bias-Bias dalam Pemberdayaan
•   Isu Strategis dan Tantangan Pengembangan Ekonomi Lokal dan
    Daerah
•   Prinsip dan Konsep Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah
•   Kebijakan, Strategi dan Prioritas Pengembangan Ekonomi Lokal
    dan Daerah




                          www.dadangsolihin.com                    3   www.dadangsolihin.com   4
            Apa Itu Pembangunan?
             p            g                                                                                              How?
   Pembangunan adalah:                               Tujuan Pembangunan:                     1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan
     proses perubahan ke                  1.    Peningkatan standar hidup (levels                   antar daerah
     arah kondisi yang lebih                    of living) setiap orang, baik                       antar sub daerah
     baik                                       pendapatannya, tingkat konsumsi
                                                pangan, sandang, papan, pelayanan
                                                                                                                                           keadilan).
                                                                                                    antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan)
     melalui upaya yang                         kesehatan, pendidikan, dll.                  2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
     dilakukan secara                     2.    Penciptaan berbagai kondisi yang             3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.
     terencana
     terencana.                                         ki k tumbuhnya rasa
                                                memungkinkan t      b h
                                                                                             4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
                                                percaya diri (self-esteem) setiap
                                                orang.                                       5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam
                                          3
                                          3.    Peningkatan kebebasan                           agar bermanfaat bagi g
                                                                                                 g                                   g     generasi masa
                                                                                                                   g generasi sekarang dan g
                                                (freedom/democracy) setiap orang.               datang (berkelanjutan).
                                                                        Todaro, 2000


                                    www.dadangsolihin.com                             5                                www.dadangsolihin.com                        6




     Tantangan dalam Pembangunan Daerah                                                       PEMBANGUNAN DAERAH                      PEMBANGUNAN DI DAERAH

                                                                     • Mengurangi
                              Sarana dan
                            Prasarana yang                             ketimpangan
                             memadai dan                             • Memberdayakan             p y
                                                                                               Upaya terencana untuk
                              berkualitas                              masyarakat                                                     Upaya untuk memberdayakan
                                                                                               meningkatkan kapasitas
                                                                     • Mengentaskan                                                   masyarakat di seluruh daerah
                                                                                                Pemerintahan Daerah
                                                                       kemiskinan.
                                                                     • Menambah lapangan
                                                                       kerja.                   Sehingga tercipta suatu                    Sehingga tercipta suatu
                                               Dunia usaha yg        • Menjaga kelestarian    kemampuan yang andal dan                lingkungan yang memungkinkan
                                                  kondusif             SDA                       profesional dalam:                          masyarakat untuk:
                             Pemanfaatan
                          sumber daya secara
                              berkualitas
                Koordinasi yang                                                               Memberikan pelayanan kepada               Menikmati kualitas kehidupan
               semakin baik antar                                                                                                                  baik, maju,
                                                                                                                                        yang lebih baik maju dan
                 stakeholders                                                                 masyarakat,
                                                                                                                                        tenteram,
                                                                                              Mengelola sumber daya                     Peningkatan harkat, martabat,
                                                                                              ekonomi daerah.                                      diri.
                                                                                                                                        dan harga diri
Peningkatan kapasitas
        SDM
                                    www.dadangsolihin.com                             7                                www.dadangsolihin.com                        8
                                                                                                     Pergeseran Paradigma:
               PEMBANGUNAN DAERAH                                                                 From Government to Governance
                         Dilaksanakan Melalui:

Penguatan Otonomi                 Pengelolaan
                                                               Good Governance
     Daerah                       Sumberdaya

               Keseimbangan Peran Tiga Pilar

   Pemerintahan                   Dunia Usaha                       Masyarakat
                                                                                                    Government                                 Governance
   Menjalankan dan                                                                          Memberikan hak ekslusif bagi            Persoalan-persoalan publik
menciptakan lingkungan        Mewujudkan penciptaan             Penciptaan interaksi                                hal-hal
                                                                                            negara untuk mengatur hal hal           adalah urusan bersama
politik dan hukum yang          lapangan kerja dan              sosial, ekonomi dan         publik,                                 pemerintah, civil society dan
 kondusif bagi unsur-              pendapatan.                         politik.             Aktor di luarnya hanya dapat            dunia usaha sebagai tiga aktor
       unsur lain.                                                                          disertakan sejauh negara
                                                                                                          j      g                  utama.
                                                                                            mengijinkannya.
                                www.dadangsolihin.com                                  9                              www.dadangsolihin.com                           10




               Pelaku Pembangunan:
               P di
               Paradigma Governance
                         G                                                                            Model Governance
  Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat
                     transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
  yang bersendikan transparansi akuntabilitas partisipatif dsb                                              Sektor Swasta      Sektor Publik       Sektor Ketiga
                                  Tenaga Kerja
                  Kontrol                           Kontrol                                    Tingkat        Perusahaan         Organisasi             LSM
                                                                                            Supranasional
                                                                                              p              transnasional    Antar Pemerintah     Internasional


       Dunia Usaha 
                                  Pemerintah                   Masyarakat                        g
                                                                                              Tingkat                                                Ormas/LSM
         Swasta                                                                                              Perusahaan
                                                                                              Nasional        Nasional         GOVERNANCE             Nasional

                      Nilai                      Redistibusi
                 Pertumbuhan                 Melalui Pelayanan
                                             Melalui Pelayanan
                                                                                               Tingkat        Perusahaan        Pemerintah           LSM Lokal
                                     Pasar                                                   Subnasional         Lokal            Lokal

          sendi sendi          dipenuhi,
  Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi maka Governance akan                                                                           (Kamarack and Nye Jr., 2002)
  Good.
                                www.dadangsolihin.com                                  11                             www.dadangsolihin.com                           12
Pelaku Pembangunan: Stakeholders                                               Troika

                   STATE                        CITIZENS
                   Executive                    organized into:
                   Judiciary        Community-based organizations
                  Legislature       Non governmental
                                    Non-governmental organizations
                                       Professional Associations
                 Public service
                                           Religious groups
                    Military               Women’s groups
                     Police                      Media

                              BUSINESS
                      Small / medium / large enterprises
                         Multinational Corporations
                             Financial institutions
                                Stock exchange


                        www.dadangsolihin.com                            13   www.dadangsolihin.com   14




 Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,
                                y
   Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat



   Masyarakat,
   Bangsa,
   Bangsa dan
     Negara                                      Masyarakat

                                                                  VISI
                                         Pemerintah

 Good Governance               D i U h
                               Dunia Usaha




                        www.dadangsolihin.com                            15   www.dadangsolihin.com   16
       Mengapa Pemberdayaan?                                                  p y          y        y
                                                                             Upaya Memberdayakan Masyarakat

Konsep Pertumbuhan                                                                        1. Enabling
•   Pembangunan dipandang sebagai proses yang                                                Menciptakan suasana atau iklim yang
    berkesinambungan dari peningkatan pendapatan riil per kapita                             memungkinkan potensi masyarakat berkembang.
    melalui peningkatan jumlah dan produktivitas sumber daya.
                                                                                          2. Empowering
Konsep Pemberdayaan Masyarakat                                                               Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh
•                                             nilai-nilai sosial.
    Konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai nilai sosial                             masyarakat
                                                                                             masyarakat.
•   Konsep ini mencerminkan paradigma pembangunan yang bersifat
    "people-centered, participatory, empowering, and sustainable"                         3. Protecting
                                                                                             Mencegah terjadinya persaingan yang tidak
                                                    Chambers, 1995                           seimbang, serta eksploitasi yang kuat atas yang
                                                                                             lemah.

                         www.dadangsolihin.com                     17                               www.dadangsolihin.com                       18




                                                                        1.       Pemberdayaan Masyarakat
                  g
            Strategi Utama                                                                y Empowerment)
                                                                                              p
                                                                                 (Community Empowerment)
        Pemberdayaan Masyarakat                                              meliputi:
                                                                             a.
                                                                             a Pembentukan iklim demokrasi dan partisipasi secara umum di
                                                                                tingkat nasional sampai desa
                   Pemberdayaan Masyarakat (Community
          1.         p        )
                   Empowerment)
                                                                                   sampai menjadi nilai yang inheren pada setiap tindakan
                                                                                   dalam program pemberdayaan masyarakat;
                   Perluasan Kesempatan (Promoting                                 demokrasi memungkinkan pelebaran makna permasalahan
          2.       Opportunity)                                                    dari lapisan bawah kepada elite masyarakat;
                                                                             b. Desentralisasi dan kemandirian dalam pengambilan keputusan
                   Pengembangan Perlindungan Sosial
          3.       (Enhancing Social Security)
                                                                                   agar masalah dan penyelesaiannya memiliki akar empiris
                                                                                   yang kuat;
                                                                                   hal ini meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam upaya
                                                                                   pemecahan masalah pembangunan;


                         www.dadangsolihin.com                     19                               www.dadangsolihin.com                       20
1.         Lanjutan…                                                           2.     Perluasan Kesempatan
                                                                                               g Opportunity)
                                                                                                  pp       y)
                                                                                                           y
                                                                                      (Promoting Opportunity)

 c. Peningkatan kemampuan pemerintah pusat dan daerah dalam                     meliputi:
    melayani kebutuhan penduduk miskin dan marjinal;                            a. Penyusunan kebijakan publik dalam bidang ekonomi, politik,
 d. Keberlanjutan program atau kegiatan dengan memfasilitasi gerakan               sosial, dan budaya dialokasikan kepada lapisan miskin dan
    masyarakat dalam memelihara maupun meningkatkan hasil                          marjinal;
    program dan proyek tersebut;                                                b. Pembangunan prasarana dan sarana fisik di bidang transportasi,
 e. Penyediaan fasilitator untuk menggerakkan kehidupan kelompok                   komunikasi, perumahan, kesehatan, terutama untuk daerah-
    dan masyarakat lokal, serta memberi pengetahuan manajerial;
           y                            p g               j                        daerah tertinggal; p    g
                                                                                                gg pembangunan fisik diarahkan untuk
        fasilitator juga berfungsi sebagai mediator untuk memungkinkan             meningkatkan dan mempercepat perolehan impak kepada
        komunikasi yang setara dari penduduk miskin dan marjinal                   perkembangan ekonomi wilayah;
        kepada p
           p                 y       gg           p
                  pihak lainnya sehingga akses kepada p penduduk miskin         c. Pemberian akses kepada lembaga p
                                                                                                      p                         ,
                                                                                                                 g pendidikan, lembaga g
        terbuka lebar;                                                             ekonomi, lembaga sosial, lembaga politik, lembaga budaya,
                                                                                   terutama kepada keluarga miskin dan golongan perempuan;
                                                                                   dengan demikian lapisan bawah dan kelompok marjinal memiliki
                                                                                   modal untuk bersaing dalam kehidupan modern.
                             www.dadangsolihin.com                        21                             www.dadangsolihin.com                      22




3.        Pengembangan Perlindungan Sosial                                                                                                        1/2
                   g        Security)
                                   y
                                   y)
          (Enhancing Social Security)                                                Peranan Pemerintahan Daerah
     meliputi:
                                                                                1. Memahami aspirasi masyarakat dan harus peka terhadap masalah
        Pemberian legalitas kepada properti penduduk miskin agar bi
     a. P b i l       lit k     d        ti    d d k i ki        bisa              yang dihadapi oleh masyarakat .
        digunakan sebagai modal kerja dan perolehan kredit mikro/kecil;
                                                                                2. Membangun partisipasi masyarakat .
     b. Pembentukan atau penguatan kelompok atau organisasi secara
                                                                                              sebanyak banyaknya
                                                                                      Berilah sebanyak-banyaknya kepercayaan pada masyarakat
           d              d d k i ki dapat memanfaatkan akses
        modern agar penduduk miskin d       t        f tk     k
                                                                                      untuk memperbaiki dirinya sendiri.
        ekonomi, politik, sosial dan budaya bagi peningkatan ketahanan
        sosial dan kesejahteraan masyarakat;                                          Aparat pemerintah membantu memecahkan masalah yang tidak
                                                                                                                    sendiri.
                                                                                      dapat diatasi oleh masyarakat sendiri
        Pembangunan jaringan k j
     c. P b          j i                 t    individu, lembaga/
                             kerjasama antara i di id l b      /
        kelompok swadaya masyarakat, lembaga pemerintahan, dan                  3. Menyiapkan masyarakat dengan sebaiknya, baik pengetahuannya
        lembaga ekonomi;                                                           maupun cara bekerjanya, agar upaya pemberdayaan masyarakat
                                                                                         efektif
                                                                                   dapat efektif.
           j i      berguna untuk memperluas b
           jaringan b           k          l         kemampuan
                                               batas k
           individu atau kelompok, serta sebagai pertahanan dari krisis               Ini merupakan bagian dari upaya pendidikan sosial untuk
           yang mungkin menghadang secara mendadak.                                   memungkinkan masyarakat membangun dengan kemandirian.


                             www.dadangsolihin.com                        23                             www.dadangsolihin.com                      24
                                                               2/2
    Peranan Pemerintahan Daerah                                                        Peranan LSM
4. Membuka dialog dengan masyarakat.                                   1. LSM dapat berperan sebagai:
     Keterbukaan dan konsultasi ini amat perlu untuk meningkatkan             Pelaksana program pemerintah (mewakili pemerintah),
     kesadaran (awareness) masyarakat,                                        Dapat menjadi konsultan pemerintah, dan
     Agar aparat dapat segera membantu jika ada masalah yang                  Dapat juga menjadi konsultan masyarakat dalam program
     tidak dapat diselesaikan sendiri oleh rakyat.                            pemerintah.
4. Membuka jalur informasi dan akses yang diperlukan oleh              2. LSM dapat pula mengembangkan programnya sendiri dan
                                            sendiri.
   masyarakat yang tidak dapat diperolehnya sendiri                                                 pemerintah.
                                                                          bersinergi dengan program pemerintah
5. Menciptakan instrumen peraturan dan pengaturan mekanisme            3. LSM diposisikan sebagai mitra pemerintah dalam upaya
   pasar yang memihak golongan masyarakat yang lemah.                     pemberdayaan masyarakat.




                        www.dadangsolihin.com                   25                            www.dadangsolihin.com                   26




                                                                                                                                      1/2
                        p
              Peranan Koperasi                                                Peranan Pendamping
1. Koperasi merupakan wadah ekonomi rakyat yang secara
   khusus dinyatakan dalam konstitusi sebagai bangun usaha           1. Masyarakat pada umumnya mempunyai keterbatasan dalam
   yang paling sesuai untuk demokrasi ekonomi Indonesia.                mengembangkan dirinya. Oleh karena itu, diperlukan pendamping
2. Koperasi dapat merupakan wahana yang efektif bagi upaya              untuk membimbing dalam upaya memperbaiki kesejahteraannya.
   pemberdayaan masyarakat, dengan membangun manusia                 2. Pendamping bertugas menyertai proses pembentukan dan
   modern namun dengan dasar-dasar kekeluargaan dan                     penyelenggaraan kelompok masyarakat sebagai fasilitator,
   kegotong-royongan yang menjadi ciri demokrasi Indonesia.             komunikator, ataupun dinamisator.
3. Koperasi harus menjadi sasaran bagi pengembangan kelompok
                      j             g     g     g                    3. Lingkup p
                                                                           g p pembinaan y g dilakukan p
                                                                                           yang                pendamping meliputi
                                                                                                          para p      p g      p
   masyarakat yang sudah dapat melampaui tahap awal                     upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, yakni kualitas
   kerjasama dan kerja bersama dalam kelompok.                          para anggota dan pengurus kelompok serta peningkatan
4. Kelompok dan anggota-anggotanya harus benar-benar
         p          gg       gg    y                                    kemampuan usaha anggota. Untuk maksud tersebut, pendamping
   dipersiapkan, agar bentuk koperasi dapat sungguh-sungguh             perlu mengenal dan mengadakan komunikasi yang intensif dengan
   menunjang upaya meningkatkan kegiatan usaha para anggota             kelompok.
   yang dilakukan secara bersama.

                        www.dadangsolihin.com                   27                            www.dadangsolihin.com                   28
                                                                               2/2        Indikator Pemberdayaan Masyarakat                                               1/4
            Peranan Pendamping
                                                                                       Meningkatkan kesadaran dan keinginan untuk berubah
4.     Pendamping yang paling efektif adalah dari anggota masyarakat
       itu sendiri, yaitu anggota masyarakat yang telah lebih sejahtera               Kemampuan EKonomi
                                                                                                                    Kemampuan Mengakses           Kemampuan Kultural dan
       dan telah berhasil dalam kehidupan dan kegiatan ekonominya.                                                   Manfaat Kesejahteraan               Politis
                                                                                      Evaluasi positif terhadap     Kepercayaan diri dan           Assertiveness dan
5.     Selain itu, pendamping dapat diambil dari petugas lapangan pada
                                                                                      kontribusi ekonomi dirinya    kebahagiaan                    otonomi
       tingkat kecamatan dan desa dari berbagai instansi dan lembaga
                                                                                      Keinginan memiliki            Keinginan memiliki             Keinginan untuk
       kemasyarakatan.                                                                kesempatan ekonomi            kesejahteraan yang setara      menghadapi subordinasi
6.     Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara efektif, p
                p                   g    y                pendamping
                                                                 p g                  yang setara                   Keinginan membuat              gender termasuk tradisi
                                                                                      Keinginan memiliki            membuat keputusan              budaya, di k i i
                                                                                                                                                   b d     diskriminasi i
       harus siap bekerja setiap waktu, menghadiri pertemuan kelompok,                                                                             hukum dan pengucilan
                                                                                      kesamaan hak terhadap         mengenai diri dan orang
       mengorganisasikan program latihan, serta membantu kelompok                     sumber yang ada pada          lain                           politik
       dalam memperoleh akses terhadap berbagai pelayanan yang                        rumah tangga dan              Keinginan untuk
                                                                                                                         g                         Keinginan terlibat dalam
       dibutuhkan.                                                                    masyarakat                    mengontrol jumlah anak         proses-proses budaya,
                                                                                                                                                   hukum dan politik

                                                                                                                                                            Suharto, 2005


                               www.dadangsolihin.com                           29                                     www.dadangsolihin.com                                   30




       Indikator Pemberdayaan Masyarakat                                       2/4        Indikator Pemberdayaan Masyarakat                                               3/4
                                                                                      Perubahan pada hambatan pada tingkat rumah tangga dan
     Meningkatkan kemampuan individu untuk berubah dan                                masyarakat
          g            p               p
     meningkatkan kesempatan untuk memperoleh akses
                                                                                                                    Kemampuan Mengakses           Kemampuan Kultural dan
                                                                                     Kemampuan EKonomi
                              Kemampuan Mengakses         Kemampuan Kultural dan                                     Manfaat Kesejahteraan               Politis
     Kemampuan EKonomi
                               Manfaat Kesejahteraan             Politis             Kontrol atas penggunaan        Kontrol atas ukuran            Aksi individu dalam
 Akses terhadap pelayanan     Keterampilan, termasuk      Mobilitas dan akses        pinjaman dan tabungan          konsumsi keluarga dan          menghadapi dan
 keuangan mikro               melek huruf.                terhadap dunia di luar     serta keuntungan yang          aspek bernilai lainnya dari    mengubah persepsi
 Akses terhadap               Status kesehatan dan gizi   rumah                      dihasilkannya.                 pembuatan keputusan            budaya kapasitas dan hak
 pendapatan                                               Pengetahuan mengenai       Kontrol atas pendapatan        keluarga termasuk              wanita pada tingkat
                              Kesadaran mengenai dan
                                                                  hukum,
                                                          proses hukum politik dan   aktivitas produktif keluarga   keputusan keluarga             keluarga dan masyarakat.
 Akses terhadap aset-aset
 Ak    t h d        t     t    k    terhadap l
                              akses t h d pelayanan
                                                          kebudayaan                 yang lainnya.                  berencana                      Keterlibatan individu dan
 produktif dan kepemilikan    kesehatan reproduksi.
 rumah tangga                                             Kemampuan                  Kontrol atas lokasi tenaga     Aksi individu untuk            pengambilan peran dalam
                              Ketersediaan pelayanan
                                                          menghilangkan hambatan     kerja keluarga.                mempertahankan diri dari       proses budaya, hukum
 Akses terhadap pasar         kesejahteraan publik
                                                          f
                                                          formal yang merintangi
                                                                l          i t   i   Tindakan individu              kekerasan keluarga dan         dan politik
 Penurunan beban dalam                                                                                              masyarakat
 pekerjaan domestik,                                      akses terhadap proses      menghadapi diskriminasi
 termasuk perawatan anak                                  hukum, politik dan         atas akses terhadap
                                                          kebudayaan                 sumber dan pasar


                               www.dadangsolihin.com                           31                                     www.dadangsolihin.com                                   32
      Indikator Pemberdayaan Masyarakat                                          4/4   Indikator Lain Program Berbasis masyarakat

• Meningkatnya solidaritas pada tingkat rumah tangga dan                                1   Impact
  masyarakat                                                                                 - Peningkatan kualitas hidup (terpenuhi kebutuhan dasar)
                              Kemampuan Mengakses        Kemampuan Kultural dan              - Keberdayaan masyarakat (aktualisasi diri dan koaktualisasi
 Kemampuan EKonomi
                               Manfaat Kesejahteraan            Politis                         eksistensi komunitas)
 Bertindak sebagai model      Penghargaan tinggi         Peningkatan jaringan untuk          - Ketahanan masyarakat
 peranan bagi orang lain      terhadap dan               memperolah dukungan pada       2   O t
                                                                                            Outcomes
 terutama dalam pekerjaan     peningkatan pengeluaran    saat kritis.
 publik dan modern.           untuk anggota keluarga.    Tindakan bersama untuk              - Apresiasi (kesadaran, tanggung jawab & peran aktif)
 Mampu memberi gaji           Tindakan bersama untuk     membela orang lain                  - Pemanfaatan sumber sosial berkelanjutan
 terhadap orang lain          meningkatkan               menghadapi perlakukan               - Mekanisme penanganan & pencegahan oleh masyarakat
 Tindakan bersama             kesejahteraan publik       salah dalam keluarga dan
 menghadapi diskriminasi                                 masyarakat.                    3   Outputs
 pada akses terhadap                                     Partisipasi dalam gerakan-          - Pengendalian (bobot dan pertumbuhan) masalah sosial
 sumber ((termasuk hak atas                              gerakan menghadapi                  - Peningkatan cakupan pelayanan (coverage rate)
 tanah), pasar dan                                       subordinasi gender yang
 diskriminasi gender pada                                bersifat kultural, politis,         - Derajat penggunaan potensi dan sumber masyarakat
 kontek makro.                                           hukum pada tingkat                  - Peran aktif masyarakat
                                                                   k dan
                                                         masyarakat d makro.    k

                                 www.dadangsolihin.com                           33                            www.dadangsolihin.com                    34




                                                                                                                                          Bias Pertama

                                                                                       Dimensi Rasional dan Dimensi Moral
                                                                                                        Adanya kecenderungan berpikir bahwa:
                                                                                                         – dimensi rasional dari pembangunan lebih
                                                                                                           penting dari dimensi moralnya,
                                                                                                           dimensi material l bih penting d i d
                                                                                                         – di    i    t i l lebih    ti daripada
                                                                                                           dimensi kelembagaannya, dan
                                                                                                         – dimensi ekonomi lebih penting dari dimensi
                                                                                                           sosialnya.
                                                                                                        Akibat dari anggapan itu ialah alokasi sumber
                                                                                                        daya pembangunan diprioritaskan menurut jalan
                                                                                                        pikiran yang demikian.




                                 www.dadangsolihin.com                           35                            www.dadangsolihin.com                    36
                                              Bias Kedua                                                              Bias Ketiga

T Down d Bottom U
Top D  dan B tt Up                                                  Bantuan Material dan Manajerial
                                                                                     Pembangunan masyarakat banyak di tingkat
             Pendekatan pembangunan yang berasal
                                                                                     bawah lebih memerlukan bantuan material
             dari atas lebih sempurna daripada
                                                                                     daripada keterampilan teknis dan manajerial.
             pengalaman dan aspirasi pembangunan di
             tingkat bawah (grass-root).                                             Anggapan ini sering mengakibatkan
                                                                                     pemborosan sumber daya dan dana, karena:
             Akibatnya kebijakan pembangunan
             menjadi kurang efektif karena kurang                                            g     p      p          p
                                                                                      – kurang mempersiapkan keterampilan teknis
             mempertimbangkan kondisi yang nyata                                        dan manajerial dalam pengembangan
             dan hidup di masyarakat.                                                   sumber daya manusia, dan
                                                                                           g                      gg y
                                                                                      – mengakibatkan makin tertinggalnya
                                                                                        masyarakat di lapisan bawah.




               www.dadangsolihin.com                           37                        www.dadangsolihin.com                      38




                                           Bias Keempat                                                              Bias Kelima
Teknologi yang dari Atas dan                                        Lembaga Masyarakat Tidak Efisien
   yang dari Masyarakat
      Teknologi yang diperkenalkan dari atas selalu jauh                              Lembaga-lembaga yang telah berkembang di
      lebih ampuh daripada teknologi yang berasal dari                                kalangan rakyat cenderung tidak efisien dan
      masyarakat itu sendiri.                                                         kurang efektif bahkan menghambat proses
      Anggapan demikian dapat menyebabkan                                                 b
                                                                                      pembangunan.
      pendekatan pembangunan yang:
                                                                     Anggapan ini membuat lembaga-lembaga masyarakat di lapisan
       • terlalu memaksa dan menyamaratakan teknologi
         tertentu untuk seluruh kawasan pembangunan di               bawah kurang dimanfaatkan dan kurang ada ikhtiar untuk
         tanah air yang sangat luas dan beragam tahap                memperbaharui, memperkuat serta memberdayakannya.
         perkembangannya ini.                                        Bahkan justru terdapat kecenderungan untuk memperkenalkan
               b ik
       • mengabaikan potensi t k l i t di i
                          t   i teknologi tradisional yang
                                                    l                lembaga lembaga baru yang asing dan tidak selalu sejalan
                                                                     lembaga-lembaga
         dengan sedikit penyempurnaan dan pembaharuan                dengan nilai dan norma masyarakat.
         mungkin lebih efisien dan lebih efektif untuk
                                 g        g            g
         dimanfaatkan dibandingkan dengan teknologi impor. p

               www.dadangsolihin.com                           39                        www.dadangsolihin.com                      40
                                                      Bias Keenam                                                                 Bias Ketujuh

     Masyarakat sebagai Obyek                                                Miskin Karena Bodoh dan Malas
                        Masyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa                                Orang miskin adalah miskin karena bodoh dan
                        yang diperlukannya atau bagaimana                                         malas. Dengan demikian, cara menanganinya
                        memperbaiki nasibnya.                                                     haruslah bersifat paternalistik seperti
                        Ol h k       itu,
                        Oleh karena it mereka h         dituntun dan
                                               k harus dit t d                                    memperlakukan orang b d h d malas, d
                                                                                                          l k k           bodoh dan       l dan
                        diberi petunjuk dan tidak perlu dilibatkan                                bukan dengan memberi kepercayaan.
                        dalam perencanaan meskipun yang                                           Dengan anggapan demikian masalah
                                             sendiri.
                        menyangkut dirinya sendiri                                                kemiskinan dipandang lebih sebagai usaha
   Akibat dari anggapan ini banyak proyek-proyek pembangunan                                      sosial (charity) dan bukan usaha penguatan
   yang ditujukan untuk rakyat, tetapi salah alamat, tidak                                        ekonomi.
                 masalah,
   memecahkan masalah dan bahkan merugikan rakyat  rakyat.
   Bias ini melihat masyarakat sebagai objek dan bukan subjek
   pembangunan.


                          www.dadangsolihin.com                        41                              www.dadangsolihin.com                      42




                                                  Bias Kedelapan                                                               Bias Kesembilan

Konsep Pembangunan yang Bersifat Teknis                                     Sektor Pertanian Tidak Menguntungkan
                                             diterapkan,
   Ukuran efisiensi pembangunan yang salah diterapkan misalnya               •                                                 tradisional,
                                                                                 Sektor pertanian dan perdesaan adalah sektor tradisional kurang
   ICOR, diartikan bahwa investasi harus selalu diarahkan pada                   produktif, dan memiliki masa investasi yang panjang, karena itu
   yang segera menghasilkan bagi pertumbuhan.                                    kurang menarik untuk melakukan investasi modal besar-besaran
                                                                                 di sektor itu.
   Padahal               b d                k t k         h ilk
   P d h l upaya pemberdayaan masyarakat, akan menghasilkan
   pertumbuhan, bahkan merupakan sumber pertumbuhan yang                     •   Oleh karenanya, bermitra dengan petani dan usaha kecil di sektor
   lebih lestari (sustainable), tetapi umumnya dalam kerangka waktu              pertanian dan perdesaan dipandang tidak menguntungkan dan
   (time frame) yang lebih panjang
                             panjang.                                            memiliki risiko tinggi.
   Anggapan yang demikian beranjak dari konsep pembangunan                   •   Anggapan ini juga telah mengakibatkan prasangka dan
   yang sangat bersifat teknis dan tidak memahami sisi-sisi sosial               menghambat upaya untuk secara sungguh-sungguh membangun
   budaya dari pembangunan dan potensi yang ada pada rakyat                                                         perdesaan.
                                                                                 usaha pertanian dan usaha kecil di perdesaan
   sebagai kekuatan pembangunan.



                          www.dadangsolihin.com                        43                              www.dadangsolihin.com                      44
                                                   Bias Kesepuluh

            Terpusat
Pembangunan Terpusat di Perkotaan

                             Kegiatan investasi makin cenderung
                             terpusat di perkotaan, di sektor industri
                             yang justru banyak disubsidi dan
                             di t k i yang akibatnya j
                             diproteksi,       kib t     juga
                             mendorong urbanisasi.
                             Pengalaman Taiwan dan Jepang
                             menunjukkan bahwa investasi di wilayah
                             perdesaan dapat meningkatkan
                             pertumbuhan dan sekaligus pemerataan
                             yang menyebabkan ekonominya
                             menjadi kukuh.



                         www.dadangsolihin.com                           45                           www.dadangsolihin.com                      46




   Isu Keterkaitan Ekonomi Antar                                     1/2         Isu Keterkaitan Ekonomi Antar                                   2/2
          Daerah/ Wilayah                                                               Daerah/ Wilayah
Kegiatan ekonomi masih terpusat di Jawa dan Bali.                             Kesenjangan antara desa-kota        kota-kabupaten
  Besarnya kontribusi provinsi-provinsi di Pulau Jawa terhadap total            Besarnya rata-rata PDRB kota yang hampir dua kali lebih besar
  perekonomian nasional (termasuk migas), yaitu sekitar 64,78%.                 dari rata-rata PDRB kabupaten
                                                                                Kesenjangan lebih besar di Indonesia bagian barat y
                                                                                       j g                             g                   g
                                                                                                                                  yaitu dengan
Kesenjangan ekonomi antar kabupaten/kota                                        rasio PDRB rata-rata kota terhadap kabupaten ialah 227%
                                                                                sedangkan di Indonesia bagian timur hanya sebesar 171%.
  Besarnya kontribusi kabupaten/kota yang berada di wilayah sekitar
                 (Bekasi, Bogor,
  Jabodetabek (Bekasi Bogor dan Bandung) terhadap total PDRB
  provinsi, yaitu dengan rata-rata masing-masing sebesar di atas
  9,1%.
  Sementara kabupaten/kota sisanya hanya berkontribusi sebesar di
  bawah sekitar 3%.



                         www.dadangsolihin.com                           47                           www.dadangsolihin.com                      48
Kesenjangan Pembangunan Antar Wilayah
                                                                                                                                                            Isu Kemiskinan
                              Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Kesenjangan Indonesia
                                               Tahun 1994-2006                                                                            Konsentrasi penduduk miskin di pedesaan tinggi meskipun
                         10%                                                                          1.5
                                                                                                      15
                                                                                                                                          cenderung menurun.
                                                                                                                                                  g

                                                                                                      1.45                                                                                 Dalam Juta Orang
                          5%




                                                                                                                             nesia
      konomi (dalam %)




                                                                                                                            DRB
                                                                                                      1.4
                  an
                  m




                                                                                                                                             Tahun            Kota                 Desa          Total




                                                                                                                vinsi se-Indon
                                                                                                                Kovarians PD
        Pertumbuha




                          0%
                                 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006
                                                                                                      1.35
                                                                                                                                              2004            11,40                24,80        36,10
                         -5%
                                                                                                      1.3
                                                                                                                                              2005            12,40                22,70        35,10




                                                                                                                K
                                                                                                             Prov
     Ek




                         -10%
                                                                                                      1.25
                                                                                                                                              2006            14,49                24,81        39,30
                         -15%                                                                         1.2
                                                                                                                                              2007            13,56                23,61        37,17
                                                              Tahun

                                    Pertumbuhan Ekonomi        Kovarians PDRB Provinsi se-Indonesia

Sejak desentralisasi & otonomi daerah peningkatan pertumbuhan ekonomi
                                                                                                                                                                              50
 dibarengi dengan peningkatan kesenjangan pembangunan antar wilayah
                                                    www.dadangsolihin.com                                                            49                           www.dadangsolihin.com                       50




                                                                                                                                           Isu Lapangan Kerja di Perdesaan
                                       Isu Kemiskinan
                                                                                                                                           Jumlah tenaga kerja pertanian adalah beban besar yang harus
    Kenaikan anggaran tidak sebanding dengan penurunan                                                                                                            segera ditangani
    penduduk miskin                                                                                                                                                 69,3 juta,        (2009)
                                                                                                                                          (TPAK (2009) di perdesaan 69 3 juta di TPAK (2009), di perkotaan
                                                                                      Anggaran Kemiskinan                                                           64,6 juta jiwa)
                                                                                      (Trilliun)
                                                                                               70


                                                                                                                                          Rendahnya produktivitas dan kecilnya upah buruh, pentingnya
                                                           41.8              51                                                           penggunaan teknologi atau mekanisasi pertanian dan inovasi dalam
                                                                             37.2 
                         36.1             35.1 
                                                           39.3 
                                                                                              35.0 
                                                                                                                                          mengolah lahan yang diiringi dengan peningkatan kesempatan kerja
                                                                                     Jumlah Penduduk Miskin (Juta)                        di luar sektor pertanian termasuk agroindustri padat karya
                                           23
                         18                                                                                                               Jumlah pekerja informal di perdesaan 46,87 juta (75,74%)
                                                                        51
                                                                                                                                          Penambahan Lapangan Kerja d Se to Informal di bidang
                                                                                                                                           e a ba a apa ga       e ja di Sektor o a d b da g
                         2004             2005             2006              2007          Maret-2008
                                                                                                                                          pertanian, perdagangan, pergudangan
     Sumber: Laporan Pemerintah, BPS                                                                                                      Jumlah pengangguran terbuka mencapai 8,96 juta jiwa (7,9 persen
                                                                                                                                          dari total angkatan kerja), 3,81 juta jiwa atau 5,8 persen diantaranya
                                                                                                                                          bermukim di perdesaan.
                                                    www.dadangsolihin.com                                                            51                           www.dadangsolihin.com                       52
                         Tantangan Globalisasi                                                    Tantangan Perubahan Lingkungan dan Bencana
                             INDEKS DAYA SAING GLOBAL
                  INDONESIA DIBANDINGKAN DENGAN NEGARA LAINNYA                                        343 Bencana di Indonesia pada 1907 – 2009 terbanyak adalah
           7,00
                                     2005-2008                                                        banjir, gempa bumi, gunung berapi , longsor, dan epidemi
           6,00
           5,00
  Indeks




           4,00                                                                            2005
                                                                                           2006              Angin topan                  10

           3,00                                                                            2007          Kebakaran hutan
                                                                                           2008                                       9


           2,00                                                                                                 Tsunami           8

                                                                                                          Gunung Berapi                                        45
           1,00
                                                                                                                Longsor                                   37

           0,00                                                                                                   Banjir                                                           108

                                                                                                                Epidemi                              33

                                                                                                           Gempa bumi                                                         85

                                                                                                                                  8
                                                                                                             Kekeringan

Sumber: World Competitiveness Report 2009, WEF                                                                             0                   30                   60   90         120




             Daya Saing Global (World                        Tata Kelola Ekonomi Daerah
           Competitiveness Report 2008)                             (KPPOD 2008)                      Ancaman Perubahan Iklim :
  •    Infrastruktur                                     • Iklim dunia usaha                          Krisis air baku, sanitasi, energi , dan pangan, serta peningkatan banjir
  •    Penerapan teknologi                               • Infrastruktur fisik daerah
  •          p           gg
       SDM pendidikan tinggi & keahlian                  •            p g           g
                                                           Wawasan pengembangan usaha
  •    Kelembagaan                                       • Kemitraan publik dan dunia
                                                           usaha
                                          www.dadangsolihin.com                       53                                                   www.dadangsolihin.com                          54




                                 Isu dan Tantangan                                        1/2                                  Isu dan Tantangan                                          2/2
                                                                                                  Rendahnya kapasitas SDM dan kelembagaan
             Kemiskinan                Terbatasnya Lapangan kerja                                 dalam pengelolaan ekonomi daerah secara
                                                                                                  lintas sektor dan lintas wilayah.
                                                                                                     Rendahnya kapasitas SDM aparatur dan                                Kemandirian dan
                                                                                                     masyarakat dalam mengelola ekonomi daerah                            Keberlanjutan
            Rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di               Pengembangan                                                                                   Pengembangan
            p
            perdesaan.                                                    keterkaitan Pusat
                                                                                                     secara lintas sektor dan lintas wilayah;
                                                                                                                                                                         Ekonomi Daerah
            Rendahnya kemampuan kelembagaan aparat                        Pertumbuhan (Kota-         Rendahnya kapasitas kelembagaan usaha
            pemerintah daerah dalam mengelola potensi                     kota kecil menengah,       dalam pengembangan ekonomi daerah,
            sumberdaya lokal.                                             kawasan strategis),
            Rendahnya tingkat p y
                     y      g   pelayanan pprasarana dan sarana,  ,       dengan kawasan             khususnya di luar P. Jawa dan Bali;
            transportasi, telekomunikasi, energi/listrik dan                  d
                                                                          perdesaan, d     h
                                                                                      daerah         Rendahnya kemitraan Pemerintah-Swasta;                              Peningkatan Daya
            rendahnya kualitas lingkungan perumahan.
                                                                          tertinggal.                                                                                     Saing Ekonomi
                                                                                                     Rendahnya partisipasi stakeholder dalam                                  Daerah
            Rendahnya akses kepada modal dll
            Meningkatnya konversi lahan p
                  g     y                 pertanian subur,  ,             Peningkatan nilai          pengembangan ekonomi daerah;
            rendahnya tingkat penguasaan lahan pertanian oleh             tambah sektor primer       Terbatasnya kapasitas, jumlah,waktu fasilitasi.
            rumah tangga petani.                                          agribisnis dan
                                                                          pengolahan sektor
                                                                                                  Kerjasama Antar Daerah belum optimal
            Meningkatnya degradasi SDA-LH, dan belum
            optimalnya antisipasi thd bencana dan p
              p     y         p                      perubahan iklim      primer: pertanian,         Ketersediaan akses jaringan infrastruktur antar
            Rentannya ketahanan pangan                                    kelautan, tambang.         daerah, seperti jaringan transportasi belum
                                          www.dadangsolihin.com                           55         merata                     www.dadangsolihin.com                                     56
                                                                               Meningkatkan Daya Tarik Kawasan Perdesaan,
                                                                                                           Desa-
                                                                                    Membangun Keterkaitan Desa-Kota

                                                                                                                                             PERKOTAAN
                                                                                                 • Antisipasi Pengangguran
                                                                                                         p       g gg
                                                                                PERDESAAN
                                                                                                     Lapangan Pekerjaan                         OUTPUT:
                                                                                                 • Kemiskinan                                Produk Unggulan
                                                                                PANGAN               Peningkatan Pendapatan                  Berdaya Saing &
                                                                                PAPAN                                                        Berorientasi
                                                                                SDA                                                          Pasar
                                                                                (SUBSISTEN)                                                  Industri Pasca
                                                                                                                                             Panen (Agro-
                                                                                                                                             industri)


                                                                                                         KETERKAITAN
                                                                                 WILAYAH                                                       WILAYAH
                                                                                PERDESAAN                                                   •Kota Kecil
                                                                                   SAJA                                                     •Kota Menengah
                                                                                                                                            •Dst
                                                                                                                                             Dst

                          www.dadangsolihin.com                       57                               www.dadangsolihin.com                             58




Rantai Nilai Komoditas Pengembangan                                        Konsep Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah
     Ekonomi Lokal dan Daerah                                              •    e c pta a Orientasi asa o a
                                                                               Menciptakan O e tas Pasar Lokal     asa eg o a
                                                                                                                 Pasar Regional                 asa
                                                                                                                                               Pasar
                                                                               Nasional  Pasar Global Secara Berantai
                    PENDUKUNG                                              •   Dalam Sistem Keterkaitan antar Wilayah Kota-desa, Jawa-Luar Jawa,
                       SDM                                                     Pusat Pertumbuhan-WilalayahTertinggal/Perbatasan
                                                                                     Pertumbuhan WilalayahTertinggal/Perbatasan
                       SDM
                Pengembangan
        R&D, Pengembangan Teknologi                                                                                                Orientasi Geografis
                  Infrastruktur                                                                                                    Pemasaran
              SumberDaya Modal
               Sumber Daya Modal                          P
                                                                                                                                          Pusat Kegiatan
                   Iklim Usaha
                    IklimUsaha                                A                                                                         Nasional (Kota besar
                 Informasi Pasar
              Pasar danInfo Pasar                                              Pusat                                                    & Metropolitan), KEK
           Keterkaitan dan keterpaduan
                                                                  S            Kegiatan
                                                                               Lokal (desa,
                                                              A                kota kecil,
                                              Pemasaran                                                                        Pusat Kegiatan Wilayah
Input
           Agro          Agro
                        Agro      Output
                                  Output
                                                  Jasa
                                              dan Jasa
                                                  y
                                              Pelayanan
                                                          R                    Kawasan
                                                                                                                               /Regional
         Produksi     industri
                       Industri                                                tertinggal)
                                                                                     gg )
           Agro                               Pelayanan                                                                        (kota menengah,
          produksi                                                                                                             kaw.khusus (misalnya
Input                                                                                                                          KEK))

              AKTIVITAS UTAMA
             AKTIVITAS UTAMA
                          www.dadangsolihin.com                       59                               www.dadangsolihin.com                             60
                      Peran Kelembagaan                                            Sektor Pertanian               Pemerintah Daerah                           Sektor PU
                                                                               Input Benih, Sarana Prasarana                                                Sarana Prasarana
    INPUT                         PROSES                                                                            Kebijakan, Perda,               (Progr.Agropolitan), Infrastruktur
                                                             ARAH                   Produksi, Budidaya,
                                                                                                                                                      Pengairan Infrastruktur Jalan
                                                                                                                                                      Pengairan,
                                                                               T k l i       bi     P l tih
                                                                               Teknologi,pembinaan Pelatihan       Penjaminan kepada
                                                                               SDM, Pengolahan, Pemasaran,           Bank, Insentif
 PERUMAHAN                   KETERKAITAN                                          Pengelolaan. Lahan, Air                                             Sektor Koperasi/UKM
Sarpras
Permukiman                    KOTA-DESA                                          Sektor Perindustrian
                                                                                                                                                     Pelatihan SDM Pengembangan
                                                                                                                                                      Usaha, Pendampingan SDM
(Listrik, Air, Dll)                                                                                               Fasilitasi Pemerintah                                   Usaha,
                                                                                                                                                         Fasilitasi Modal Usaha
                                                                                Penyediaan Sarana Prasarana
                                                          Pengurangan              Pengolahan, Teknologi,                                               Penyiapan Kelembagaan
   SARANA
                      KELEMBAGAAN / MANAJEMEN
                                                                                 Pembinaan Pelatihan SDM
 PRASARANA                 PENGELOLAAN                    Kesenjangan                                                                                      Lembaga Riset
    SOSIAL            Lembaga Pemerintah,                 antar Wilayah                                                                              Pelatihan, Informasi, Teknologi
Pendidikan            Lembaga/Org Masyarakat                                                 g g
                                                                                 Sektor Perdagangan                     PRODUK
Kesehatan                                                                       Pengembangan Pasar, Jaringan           UNGGULAN
                      Lembaga Usaha/Bisnis
                                                                               Informasi Pasar, Pembinaan SDM
INFRASTRUKTUR         • Fasilitasi/Pelayanan Kemudahan
 Jalan                • Peningkatan Kapasitas/
 Pasar                  Pemberdayaan
 T    i l
 Terminal             • Keuangan
 Pelabuhan                                                                                                         Swasta dan Masyarakat
                                                         Kesatuan Sistem                KOPERASI PETANI
     LAHAN                                                                                                                                    LEMBAGA PENGELOLAAN BISNIS
Lingkungan Hidup           Revitalisasi Transparansi,    Ekonomi Wilayah              Penyediaan Dana Bergulir/Kredit bagi      Distribusi dan Pengadaan Input, Pengolahan, Pemasaran
                           Akuntabilitas, Partisipasi
                           Ak t bilit      P ti i   i                                               Petani                                    Riset, Informasi dan Promosi
      SDM                      KEBIJAKAN                                          PENGUSAHA LOKAL                                                               PETANI
                      • Pemanfaatan Ruang                                                                          BANK/LEMB KEUANGAN
SOSIAL BUDAYA                                                                                                                                        Kegiatan Produksi/Budidaya
                        (Mekanisme,
                        (Mekanisme Prosedur)                                      g
                                                                               Pengolahan dan Pemasaran                  Permodalan
 MODAL DAN            • Regulasi Antar Sektor                                                                                                        ASOSIASI DAN KADINDA
 PEMBIAYAAN             (Investasi, Dll)                                        LSM / PERGURUAN TINGGI
                               www.dadangsolihin.com                 61                                             www.dadangsolihin.com                    Kemitraan        62
                                                                                                                                                                             62
                      • Koordinasi dan Komitmen                                 Pemberdayaan, Pendampingan
                                                                                                                                                      Informasi, Jaringan Pasar




                                                                                                                Strategi PELD
                                                                           Strategi Pembangunan                  Strategi Pengembangan                Strategi Pembangunan
                                                                                 Perkotaan                      Ekonomi Lokal dan Daerah                    Perdesaan
                                                                           •    Kebijakan                                                             •   Otonomi desa dan tata
                                                                                pembangunan                         Kawasan-kawasan
                                                                                                                    K         k                           kelola kepemerintahan
                                                                                perkotaan                           penghubung wilayah                    desa
                                                                           •    Penurunan kemiskinan                pusat pertumbuhan                 •   Kualitas dasar sumber
                                                                           •    Penurunan kerawanan                 dengan wilayah produksi               daya manusia
                                                                                    i l
                                                                                sosial                              Tata kelola ekonomi               •   K b d
                                                                                                                                                          Keberdayaan sertat
                                                                           •    Pemanfaatan modal                   daerah                                modal sosial dan
                                                                                sosial dan budaya                                                         budaya
                                                                                                                    Kapasitas SDM
                                                                           •    Kelembagaan dan
                                                                                          g                         pengelola                         •   Ekonomi perdesaan
                                                                                kerjasama                                                             •   Kualitas dan
                                                                                                                    Fasilitasi/Pendampingan
                                                                           •    Kapasitas Pemkot                                                          ketersediaan sarana
                                                                                                                    Kerjasama                             prasarana serta
                                                                           •    Penanganan LH dan
                                                                                mitigasi bencana                                 p
                                                                                                                    Akses terhadap sarana                 penataan ruang
                                                                                                                                                          p             g
                                                                                                                    dan prasarana                     •   Ketahanan pangan
                                                                           •    Investasi dan pemb.
                                                                                ekonomi                                                               •   Pemanfaatan dan
                                                                           •    Pelayanan publik sesuai                                                   pengelolaan sumber
                                                                                SPP                                                                       daya alam dan
                                                                                                                                                          lingkungan hidup
                                                                           •    Pengendalian
                                www.dadangsolihin.com                63                                             www.dadangsolihin.com                                        64
                                                                                pemanfaatan ruang
      Sasaran Pokok Kebijakan                                              Strategi untuk Mencapai Sasaran Kebijakan
                                                                                 g             p               j
Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah
                                                                                                                 Keterkaitan/Kawasan/ Pusat
 1. Meningkatnya keterkaitan kegiatan ekonomi antara pusat                                                       Pertumbuhan-Kawasan Sekitar
    pertumbuhan dengan wilayah/kawasan produksi                            Pengurangan
 2.
 2 Meningkatnya iklim investasi yang kondusif dalam mendukung                                                    Tata Kelola Ekonomi Daerah
                                                                           Kesenjangan
    pengembangan ekonomi daerah
                                                                           Iklim Investasi                       Sumber Daya Manusia
 3. Meningkatnya kemampuan para pemangku kepentingan
                                                                           Kompetensi Pengelola
    pengembangan ekonomi lokal dan daerah dalam mengelola                                                        Kerjasama/KAD & PPP
                                                                           Ekonomi Daerah
    program/ kegiatan pengembangan ekonomi lokal dan daerah,
    terutama di daerah                                                     Peningkatan Daya Saing                Infrastruktur
 4 Meningkatnya daya saing daerah
 4.                                                                                                              Fasilitasi Pendampingan




                          www.dadangsolihin.com                      65                           www.dadangsolihin.com                       66




               Prinsip Kebijakan                                                             Fokus Prioritas
                                                                          1. Mengembangkan kawasan-kawasan yang dapat
 1.
 1 Dilakukan berdasarkan pengembangan sektor/ komoditas
                                                                             menghubungkan wilayah pusat pertumbuhan dengan wilayah
    unggulan berbasis karakteristik dan kebutuhan serta aspirasi
                                                                             produksi, hulu-hilir, atau desa-kota
    lokal (locality), dengan didukung oleh industri pengolahan
    sebagai sektor p
         g          pendorong, dan sektor p
                             g,           pendukung lainnya; serta
                                                     g     y ;            2. Meningkatkan Tata Kelola Ekonomi Daerah
 2. Berorientasi pada pengembangan rantai nilai komoditas, mulai          3. Meningkatkan Kapasitas SDM Pengelola Ekonomi Daerah
    dari tahap input, proses produksi, output, sampai dengan              4. Meningkatkan Fasilitasi/ Pendampingan dalam Pengembangan
    pemasaran;                                                               Ekonomi Lokal dan Daerah
 3. Fokus pada pengembangan sistem pasar.                                 5. Meningkatkan Kerjasama dalam PELD
                                                                          6. Meningkatkan Akses terhadap Sarana dan Prasarana Fisik
                                                                             Pendukung Kegiatan Ekonomi Lokal dan Daerah




                          www.dadangsolihin.com                      67                           www.dadangsolihin.com                       68
                                                                 1/6                                                                     2/6
             Kegiatan Prioritas                                                     Kegiatan Prioritas
1. Mengembangkan kawasan-kawasan yang dapat menterkaitkan              2. Meningkatkan Tata Kelola Ekonomi Daerah
   wilayah pusat pertumbuhan dengan wilayah produksi, hulu-               a. Menyusun dan mengembangkan regulasi yang mendukung
   hilir, atau desa-kota.                                                    PELD;
    a. Menyusun rencana tata ruang dan masterplan kegiatan                b. Meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan usaha ekonomi
       kawasan yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi             daerah, terutama di bidang permodalan dan perizinan usaha;
       lokal dan daerah baru;
                                                                          c. Mengembangkan penelitian dan sistem data dan informasi
    b. Membangun dan mengembangkan kawasan y g berpotensi
               g           g       g             yang     p                  potensi daerah dan kawasan yang menjadi pusat pertumbuhan
       menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal dan daerah yang               ekonomi lokal/daerah;
       baru berdasarkan rencana tata ruang dan masterplan
                                                                          d. Mengembangkan sarana prasarana kelembagaan ekonomi
       kawasan/wilayah.
                                                                             lokal/daerah;
                                                                          e. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi tata kelola ekonomi
                                                                             daerah termasuk efisiensi dan efektivitas regulasi yang
                                                                                        PELD.
                                                                             mendukung PELD

                         www.dadangsolihin.com                   69                             www.dadangsolihin.com                     70




                                                                 3/6                                                                     4/6
             Kegiatan Prioritas                                                     Kegiatan Prioritas
3. Meningkatkan Kapasitas SDM Pengelola Ekonomi Daerah                 4. Meningkatkan Fasilitasi/ Pendampingan dalam Pengembangan
    a. Meningkatkan Kapasitas SDM Aparatur, terutama di bidang            Ekonomi Lokal dan Daerah
       kewirausahaan (entrepreneurship);                                   a. Mengembangkan lembaga fasilitasi pengembangan ekonomi
    b. Meningkatkan Kompetensi SDM Stakeholder Lokal/ Daerah                  lokal dan daerah yang terintegrasi secara lintas stakeholder
       dalam mengembangkan usaha ekonomi daerah; serta                        (pemerintah, dunia usaha, dan akademisi), serta berkelanjutan,
                                                                              baik di pusat maupun di daerah; serta
    c. Meningkatkan partisipasi stakeholder lokal/daerah dalam
       upaya PELD
             PELD.                                                         b. Meningkatkan kapasitas fasilitasi pengembangan ekonomi
                                                                                     g         p                p g       g
                                                                              lokal dan daerah berbasis Iptek dan keterampilan.




                         www.dadangsolihin.com                   71                             www.dadangsolihin.com                     72
                                                             5/6                                                                                6/6
           Kegiatan Prioritas                                                      Kegiatan Prioritas
5. Meningkatkan Kerjasama dalam PELD                                  6. Meningkatkan Akses terhadap Sarana dan Prasarana Fisik
   a. Meningkatkan kerjasama antar daerah, terutama di bidang            Pendukung Kegiatan Ekonomi Lokal dan Daerah.
      ekonomi baik antara daerah yang memiliki pusat-pusat                a. Mengembangkan prasarana dan sarana kawasan yang
      pertumbuhan ekonomi lokal dan daerah dengan daerah                     berpotensi menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lokal
      belakangnya, maupun antara daerah tersebut dengan daerah               dan daerah;
      lainnya;                                                            b. Membangun dan meningkatkan jaringan infrastruktur
   b. Meningkatkan kemitraan Pemerintah-Swasta dalam
           g                                                                 perhubungan, telekomunikasi, energi, serta air minum.
                                                                             p       g                        g
      Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah.




                       www.dadangsolihin.com                     73                            www.dadangsolihin.com                            74




                                                                                             Nama                 : Dadang Solihin
                                                                                             Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961
                                                                                             Pekerjaan            : Direktur Evaluasi Kinerja
                                                                                                                    Pembangunan Daerah
                                                                                                                    Bappenas
                                                                                             Alamat Kantor        : Jl. Taman Suropati No. 2
                                                                                                                    Jakarta
                                                                                                                    J k t 10310
                Terima Kasih                                                                 Telp/Fak Kantor      : (021) 392 6248
                                                                                             HP                   : 0812 932 2202
                                                                                             Email                : dadangsol@yahoo.com


                                                                                             Websites             :
                                                                                               www.dadangsolihin.com
                                                                                               www.flickr.com/photos/dadangsolihin
                                                                                               www slideshare net/dadangsolihin
                                                                                               www.slideshare.net/dadangsolihin
                                                                                               www.docstoc.com/profile/DadangSolihin
                       www.dadangsolihin.com                     75                            www.dadangsolihin.com                            76

								
To top