Pemantulan Bunyi

Document Sample
Pemantulan Bunyi Powered By Docstoc
					A. Pengertian

 Bunyi merupakan gelombang, dengan sifat yang
 mengikuti sifat gelombang. Salah satunya bunyi dapat
 dipantulkan. Jika gelombang bunyi membentur suatu
 penghalang, sebagian bunyi tersebut akan diserap,
 sedangkan bagian lainnya dipantulkan
Hukum pemantulan bunyi menyatakan bahwa :

1. Bunyi datang, bunyi pantul, dan garis normal
   terletak pada satu bidang datar; dan
2. Sudut datang sama dengan sudut pantul
Prinsip bunyi dapat dipakai untuk mengukur
kedalaman laut, gua, dan kedalaman lembah.

B. Rumus

Keterangan :
s = jarak tempuh bunyi
v = kecepatan bunyi
t = waktu
     Jarak tempuh adalah jarak bolak-balik perambatan
    bunyi dari sumber bunyi kembali ke sumber bunyi
    lagi. Jadi, kedalaman suatu tempat yang sesungguhnya
    adalah setengah dari jarak tempuh keseluruhan, atau
    dapat ditulis :




Keterangan :
s   = jarak tempuh bunyi (m)
d   = kedalaman tempat (m)
v   = kecepatan bunyi (m/s)
t   = waktu tempuh (m)
C. Macam-Macam Jenis Bunyi
Berikut ini macam jenis bunyi pantul :
1. Gaung (kerdam) yaitu bunyi pantul yang terdengar
  tidak jelas. Untuk mengurangi pengaruh gaung, dalam
  ruangan biasannya dipasang alat peredam bunyi,
  misal karet, wol, dan karton.

Contoh :
Bunyi asli   = pe - la - ja - ran
Bunyi pantul =        pe – la – ja - ran
Terdengar    = pe - … - … - … - ran
2. Gema adalah bunyi pantul yang terdengar jelas
  sesudah bunyi asli selesai terdengar. Hal ini terjadi
  karena jarak antara sumber bunyi dan dinding pantul
  cukup jauh. Gema biasa terjadi jika kita berteriak di
  dalam gua, atau di lereng gunung.

3. Bunyi pantul yang sifatnya memperkuat bunyi asli.
  Karena jarak antara sumber bunyi dan pendengar
  cukup dekat. Seperti saat guru mengajar di depan
  kelas, suara guru akan terdengar dengan jelas.
Disusun Oleh :

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:8017
posted:7/9/2010
language:Malay
pages:8