Docstoc

angka indeks

Document Sample
angka indeks Powered By Docstoc
					                                ANALISIS KERUSAKAN STRUKTUR
                             BANGUNAN GEDUNG BAPPEDA WONOGIRI

                  (The Analysis of Structure Failure at Bappeda Wonogiri Building)

                                                    Henry Hartono 1)
                      1)
                         Staf pengajar jurusan Teknik Sipil – Universitas Muhammadiyah Surakarta
                      Jl. A.Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta. E-mail : Henry_hmt@plasa.com.


ABSTRACT

       The BAPPEDA office building of Wonogiri regency is an office owned by The Government of Wonogiri Regency
that has a function as a Development Planning Board and Research Office of the Regional Development in Wonogiri
regency. The building was built in 1997 with the main structure of reinforced concrete. The idea of using this reinforced
concrete based on the easiness in constructing, improving and maintaining the infrastructures. Counted less than 5 (five)
years of age of the building, several parts of the building structures indicates several damages on it’s structure element,
such ini front terrace, first floor and in the column of ground floor, those indications were accumulated in a porousity.
This research was intended to know the main cause of porousity and to decide the repairment method. This research was
carried out visually on the structure element, according to the research result, it was found that there were porousities on
the concrete and cracks on the metal sheet of the terrace, first floor and ground floor. From the technical research, found
that during the concrete processing and the supervision did not follow the proper arrangement of concrete. The cracks
found in this research could be differentiated into small and moderate cracks. The cracks repairment were set up
according to its level damages, such light repairment was done by removing the cement floor, the moderate repairment
by doing epoxy grouting, while heavy repairment was done the metal sheet and floor beam by prepacked concrete
process and on the floor column by adding steel frames.

Keywords : BAPPEDA building, porousity, cracks, steel frame corrotion



PENDAHULUAN                                                     dari luar (Tjokrodimuljo, 1996), seperti yang terjadi
                                                                di struktur gedung BAPPEDA Wonogiri, yaitu
       Gedung        Kantor   Badan      Perencanaan            merembesnya air pada plat dan balok lantai 1, serta
Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten                          kolom lantai dasar, seperti dilukiskan pada Gambar 4
Wonogiri dibangun pada tahun 1997 dibiayai dari                 dan 5 (terlampir).
dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah                            Merembesnya air pada struktur gedung
(APBD) Kabupaten Wonogiri. Gedung ini                           BAPPEDA tersebut apabila berlangsung lama atau
merupakan bangunan gedung berlantai 3 (tiga)                    berulang-ulang akan mengakibatkan kerusakan
dengan luas masing – masing lantai 600 m², dan                  struktur, yaitu terjadi korosi pada baja tulangan yang
terletak di jalan Pemuda Wonogiri.                              selanjutnya akan terjadi penurunan mutu beton dan
       Dalam pembangunannya melalui beberapa                    dampak yang lebih besar lagi akan terjadi
tahapan yang meliputi perencanaan teknis,                       berkurangnya kehandalan struktur.
pelaksanaan fisik dan pengendalian/pengawasan.                         Berdasarkan uraian tersebut diatas dan melihat
Perencanaan teknis dilaksanakan oleh DPU                        kondisi struktur gedung BAPPEDA saat ini, perlu
Kabupaten Wonogiri, sedangkan pembangunan                       segera diketahui penyebab terjadinya rembesan air
fisiknya        dilaksanakan    oleh      kontraktor.           dan metode perbaikannya. Dengan tujuan itulah
Pengendalian/pengawasan dilakukan oleh DPU                      dilaksanakan penelitian ini.
Wonogiri dan instansi lain yang terkait.                               Dengan melihat kondisi struktur gedung
       Struktur gedung BAPPEDA menggunakan                      BAPPEDA yang ada saat ini, peneliti mengangkat
beton bertulang dengan pertimbangan lebih mudah                 permasalahan tersebut dengan rumusan masalah
dan fleksibel dalam pelaksanaannya.                             sebagai berikut : Seberapa besar kerusakan struktur
       Selain kelebihan dari pemakaian beton                    gedung , faktor-faktor apa saja yang menyebabkan
bertulang tersebut, harus diakui beton bertulang                terjadinya rembesan air pada struktur gedung dan
mempunyai kelemahan yang perlu mendapat                         bagaimana cara perbaikan yang tepat dan ekonomis
perhatian selama dalam pelaksanaannya. Di                       terhadap kerusakan struktur gedung BAPPEDA
antaranya beton bertulang sulit untuk dapat kedap               Wonogiri.
air secara sempurna atau mudah terjadi rembesan air


Dinamika TEKNIK SIPIL, Volume 7, Nomor 1, Januari 2007 : 63 – 71                                                         63
       Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan          beton merupakan faktor penyebab rusaknya lapisan
sebagai berikut : Mengetahui seberapa besar tingkat       tersebut yang berlanjut dengan terkorosinya besi di
kerusakan struktur bangunan gedung, mengetahui            dalam beton.
faktor-faktor penyebab terjadinya rembesan air                  Berkaitan dengan kerusakan bangunan beton
pada struktur       gedung dan menetapkan metode          akibat korosi, perlu adanya pemodelan perhitungan
perbaikan yang tepat dan ekonomis.                        masa layan bangunan beton berdasarkan pada
       Manfaat      dari     penelitian  ini   adalah:    kerusakan bangunan tersebut akibat korosi baja
Memberikan suatu masukan pada para Akademisi              tulangan. Masa layan suatu bangunan adalah waktu /
tentang alternatif penanganan perawatan bangunan,         masa sejak bangunan mulai berfungsi sampai dengan
terutama yang menggunakan sumber dana terbatas            bangunan tersebut tidak dapat berfungsi lagi akibat
dan hasil penelitian ini memberikan masukan kepada        adanya kerusakan – kerusakan sehingga kinerja
instansi teknis di Kabupaten Wonogiri, bahwa              bangunan itu menurun (Anggraeni, Y.L.D. Adianto,
permasalahan yang terjadi pada bangunan gedung            dan Agus S.S., 2005). Perhitungan pemodelan ini
Pemerintah tidak hanya pada perancangan struktur          dibagi dalam 3 (tiga) periode seperti pada gambar 1.
dan pelaksanaan konstruksi saja, tetapi perlu
dipikirkan masalah pengoperasian, perawatan
infrastruktur,       dan       pengendalian     dalam
pelaksanaannya.                                                                       Batas kerusakan maksimal
       Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi
pada ruang lingkup pembahasan masalah sebagai              Berat
                                                                          Periode I         Periode II        Periode III
                                                           Senyawa
berikut : Meneliti permasalahan yang terjadi pada          Hasil             T1                 TII               TIII
struktur lantai dasar yaitu merembesnya air pada plat      Korosi
lantai 1, balok lantai 1 dan kolom lantai dasar,           (mg/mm2)
menentukan metode perbaikan dan langkah
perbaikan guna mempertahankan kondisi struktur                                        t1                 t2                   t3
bangunan, pengamatan kondisi struktur dilakukan
secara visuil , analisis dilaksanakan berdasarkan hasil                                            Waktu (tahun)
pengamatan visuil dan kajian dokumen teknis.                 Gambar 1. Model kerusakan bangunan beton akibat korosi
       Kajian studi dan penelitian terhadap perawatan                             (Sudjono, 2005)
bangunan telah banyak dilakukan oleh peneliti
terdahulu, yaitu penelitian terhadap kerusakan                 Pemodelan perhitungan masa layan bangunan
bangunan akibat gempa dan kebakaran, namun                beton dimodelkan (Anggraeni,Y.L.D.Adianto, dan
penelitian mengenai merembesnya air pada struktur         Agus S.S., 2005) sebagai berikut :
bangunan bertingkat sampai dengan penulisan ini,
belum pernah ditemukan dalam pustaka maupun                     Tlayan = TI + TII +TIII                                     (1)
penulisan ilmiah lainnya. Penulisan hasil penelitian
ini pertama kalinya diinformasikan pada jurnal hasil      Periode pertama atau TI adalah periode dari waktu
penelitian.                                               bangunan selesai dibangun sampai dengan waktu
       Untuk mendukung penelitian ini perlu               berinfiltrasinya gas CO2 ke permukaan baja tulangan
dipahami pengertian korosi pada beton, yaitu: Korosi      secara difusi. Persamaan untuk menghitung lama
(Kennet dan Chamberlain, 1991) adalah penurunan           periode TI (Anggraeni,Y.L.D. Adianto, dan Agus
mutu logam akibat reaksi elektro kimia dengan             S.S., 2005) :
lingkungannya. Korosi atau pengkaratan merupakan
fenomena kimia pada bahan – bahan logam yang                    C = K (t)0.5                                                (2)
pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion
pada permukaan logam yang kontak langsung                 dengan : C = tebal selimut beton (mm)
dengan lingkungan berair dan oksigen. Salah satu                   K = kecepatan netralisasi (mm/tahun05)
penyebab ambruknya suatu infrastruktur seperti                     t = waktu (tahun)
bangunan gedung, jembatan, jalan layang atau              Periode kedua atau TII         adalah waktu yang
dermaga adalah terkorosinya besi dalam beton              dibutuhkan senyawa hasil reaksi korosi tepat mengisi
infrastruktur tersebut. Besi dalam beton sebenarnya       pori – pori antara permukaan baja tulangan dengan
tahan terhadap korosi karena sifat alkali dari beton      beton. Setelah semua pori – pori di zona transisi
(pH = 12 – 13), sehingga terbentuk lapisan pasif di       terisi senyawa hasil korosi, senyawa ini yang
permukaan besi dalam beton. Besi baru terkorosi bila      berikutnya memberikan gaya tekan pada selimut
lapisan ini rusak. Proses karbonisasi (Carbonation)       beton. Jika tekanan dari senyawa hasil korosi ini
dan intrusi ion – ion klorida dan gas CO2 ke dalam        lebih besar dari kekuatan selimut beton, maka

64                             Analisis Kerusakan Struktur Bangunan Gedung.........................(Henry Hartono)
terjadilah keretakan. Periode ketiga atau TIII adalah    1. Pemeliharaan        bangunan.       Pemeliharaan
waktu rusaknya bangunan beton, yaitu kondisi                 bangunan dapat diartikan sebagai berikut :
bangunan mengalami keretakan, kinerjanya lebih               a. Pemeliharaan       bangunan adalah usaha
rendah dari kinerja yang diijinkan. Lama periode                 mempertahankan kondisi bangunan agar
ketiga atau TIII dapat dimodelkan (Anggraeni, Y.L.D.             tetap berfungsi sebagaimana mestinya atau
Adianto, dan Agus S.S., 2005) sebagai berikut :                  dalam usaha meningkatkan wujud bangunan,
                                                                 serta menjaga terhadap pengaruh yang
               M − Mtr    M                                      merusak.
      TIII =           =      − TII                (3)       b. Pemeliharaan bangunan juga merupakan
                1,5r     1,5r
                                                                 upaya untuk menghindari kerusakan
                                                                 komponen / elemen bangunan akibat
                      M                                          keusangan/kelusuhan.
      TII + TIII =                                 (4)
                     1,5r                                2. Perawatan bangunan. Perawatan bangunan dapat
                                                             diartikan sebagai usaha memperbaiki kerusakan
dengan M adalah berat total dari senyawa hasil               yang terjadi agar bangunan dapat berfungsi
korosi (mg/mm2). Mtr adalah berat dari senyawa hasil         dengan baik sebagaimana mestinya.
                                                               Dalam memahami suatu kerusakan struktur
korosi yang mengisi pori – pori di zona transisi
                                                         beton perlu diketahui tentang mutu dan pengolahan
(mg/mm2), dan r adalah kecepatan reaksi korosi
                                                         beton.
tulangan beton (mg/mm2/tahun).
                                                         Kuat tekan beton
         DO2                                                    Karena sifat utama dari bahan beton sangat
      r=     .CO2                                  (5)   kuat menerima beban tekan, maka untuk mengetahui
         C
                                                         mutu beton, pada umumnya ditinjau terhadap kuat
dengan DO2 adalah koefisien difusi gas O2                beton tersebut. Mutu beton dibedakan dalam 3 (tiga)
(mm2/tahun). C adalah tebal selimut beton (mm), CO2      hal, yaitu :
adalah konsentrasi gas O2 di permukaan beton                  a. Beton dengan f’c kurang dari 10 MPa,
(0,0000222 mg/mm3).                                               digunakan untuk beton non struktur.
                                                              b. Beton dengan f’c = 10 MPa ke atas dan
Tabel 1. Koefisien difusi gas O2                                  kurang dari 20 MPa biasanya digunakan
   Jenis                 r                    DO2                 untuk beton struktur.
            Cr mg/               WO (%)                       c. Khusus struktur bangunan tahan gempa
  semen              mm2/tahun            mm2/tahun
            1            1        60         499435,9             dipakai mutu beton f’c minimal 20 MPa.
                         1        60         645412,4           Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat tekan
                         1        65         804056,7    beton yaitu = faktor air semen, faktor-faktor sifat
  Semen                  1        70         972768,3    agregat, jenis semen, umur beton dan perbandingan
 Portland                1        75       1331247,1     campuran beton.
  normal                 1        85       1705390,6            Pengolahan beton merupakan faktor yang perlu
                       0,95       95       1620121,1     diperhatikan, agar mutu beton tersebut sesuai dengan
                        0,9       95       1534851,5     yang disyaratkan. Pengolahan beton ini meliputi :
                        0,8       95       1364312,5     pengadukan beton, pengangkutan beton, penuangan
(Sumber : Anggraeni,Y.L.D.Adianto,dan Agus S.S., 2005)   beton, pemadatan, perataan dan perawatan beton.
                                                                Kuat tekan beton akan menurun apabila terjadi
dengan Cr = faktor reduksi semen Portland normal         kerusakan pada beton. Macam kerusakan beton :
            (=1)                                         a.     Retak (crack)
       Wo = W / C dari campuran beton (%)                       Crack adalah retak pada permukaan beton
                                                         karena mengalami penyusutan, lendutan akibat beban
Terjadinya    korosi     pada   suatu   bangunan         hidup (live load)/ beban mati (dead load), akibat
mempengaruhi masa layan bangunan tersebut, karena        gempa bumi maupun perbedaan temperatur yang
kinerja komponen struktur bangunan menurun.              tinggi pada waktu proses pengeringan, crack dapat
      Guna mencapai umur bangunan sesuai dengan          dibedakan menjadi 3 (tiga) macam yaitu :
rencana diperlukan pemeliharaan bangunan dan             1). Retak kecil dengan lebar retakan kurang dari 0,5
perawatan bangunan secara terus menerus                       mm.
(Persyaratan Teknis bangunan Gedung, Departemen          2). Retak sedang dengan lebar retakan antara 0,5
Kimpraswil, 1996), yaitu :                                    mm sampai 1,2 mm.



Dinamika TEKNIK SIPIL, Volume 7, Nomor 1, Januari 2007 : 63 – 71                                          65
3). Retak besar dengan lebar retakan lebih dari 1,2       c). Tahap III : Pada tahap ini dilakukan analisis
    mm.                                                                   data lapangan dan analisis dokumen
                                                                          teknis, membandingkan dengan
b. Pengelupasan (spalling)                                                landasan teori,
       Pengelupasan (spalling) pada struktur yaitu        d). Tahap IV : Pada tahap ini ditentukan metode
terkelupasnya selimut beton besar atau kecil                              perbaikan dan kesimpulan.
sehingga tulangan pada beton tersebut terlihat, hal ini
apabila dibiarkan dengan bertambahnya waktu,
tulangan akan berkarat / korosi akhirnya patah
(Crane, 1985 dan Roomfield, 1997).                                                                    Mulai
       Untuk perbaikan beton perlu dipilih bahan
perbaikan yang memenuhi sifat bahan (Suhendro,
2001) yaitu :                                                                     Persiapan bahan dan peralatan
       1). Stabilitas bentuk                              ........................................................................................... Tahap I
       2). Koefisien muai panas
       3). Modulus Elastisitas                               Penelitian                     Penelitian dokumen                         Pengamatan
                                                             kondisi
       4). Permeabilitas                                                                           teknis                                 visuil
                                                             struktur
       Sistem atau metode perbaikan beton harus
                                                          ....................................................................................Tahap II
dipilih/disesuaikan         berdasarkan        tingkat
kerusakannya. Macam metode perbaikan beton yaitu:
                                                                                                    Analisis data
       a). Coating                                        .........................................................................................Tahap III
       b). Injection (Grouting)
       c). Shotcrete                                                                 Penentuan metode perbaikan
       d). Prepacked concrete
       e). Jacketing                                      .........................................................................................Tahap IV
       f). Penambahan tulangan                                                                    Kesimpulan


                                                                                Gambar 2. Bagan Alir Penelitian
METODE PENELITIAN
      Bahan Penelitian yang digunakan berupa data
dokumen teknis dan elemen struktur yang ada pada          2. Pelaksanaan Penelitian
gedung BAPPEDA Wonogiri. Peralatan Penelitian                    2a). Pengamatan Visuil. Kerusakan yang
yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai         terjadi pada gedung kantor BAPPEDA Kabupaten
berikut :                                                 Wonogiri diklasifikasikan sesuai dengan volume
1). Sikat baja, untuk membersihkan permukaan              bidang kerusakan atau bidang struktur yang
    objek penelitian.                                     mengalami rembesan air dalam waktu relatif lama,
2). Alat pengukur, untuk mengukur panjang dan             dan selalu berulang pada waktu hujan. Penelitian ini
    lebar objek yang diteliti.                            meliputi plat lantai teras depan, plat lantai 1, balok
3). Kamera Foto, untuk memotret objek penelitian.         lantai teras depan, balok dan plat lantai I dan kolom
4). Kompresor udara, untuk memberikan tekanan.            struktur lantai dasar. Alat yang dipakai dalam
5). Tabung injection, tempat bahan grouting (bahan        penelitian ini adalah :
    epoxy)                                                       • Sikat baja
                                                                 • Alat pengukur / meteran
Proses Penelitian                                                • Kamera Foto.
     Dalam proses penelitian ini dibagi dalam                    2b). Pengujian Porositas. Penelitian porositas
empat kegiatan, yaitu :                                   beton dilakukan pada plat beton yang masih kering
1. Tahapan Penelitian                                     atau tidak terjadi rembesan air. Tujuan dari penelitian
     Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 tahapan          ini hanya terbatas untuk mengetahui hasil kepadatan
yang dituliskan seperti dalam bentuk bagan alir pada      beton plat lantai.
Gambar 1, yang meliputi :                                 Alat yang dipakai dalam penelitian ini adalah :
a). Tahap I : Pada tahap ini yang dipersiapkan
                                                                 • Sikat baja
                bahan dan peralatan,
                                                                 • Alat pengukur / meteran
b). Tahap II : Pada tahap ini yang dilakukan
                                                                 • Kamera Foto
               adalah pengamatan visuil, penelitian
               kondisi beton dan penelitian dokumen              • Kompresor udara
               teknis,                                           • Tabung injection


66                             Analisis Kerusakan Struktur Bangunan Gedung.........................(Henry Hartono)
                                                           Tabel 2. Kerusakan dan Rembesan air yang terjadi
                                       Kompressor                  pada Struktur.
                                                                     Jenis        Kerusakan    Rembesan
                                                            No
                                air                                 Struktur      yang terjadi    air
                                                                                    Cat mengelupas,
        Kolom                                                                       retak          kecil,
                                                                  Plat     lantai   korosi besi beton       Ada (parah
                                      Plat                    1
                                                                  teras depan       terlihat        dari     sekali)
                                                                                    bawah        (warna
                                                                                    plat coklat)
                                                                                    Sebagian         cat
                        Retak         Rembesan air                                  rusak               /
                                                                                    mengelupas,
                                                                                                            Ada (tidak
                                                                                    sebagian bidang
                                                              2   Plat lantai I                              begitu
      Gambar 3. Pelaksanaan pengujian porositas beton                               berwarna coklat
                                                                                                             parah)
                                                                                    akibat        korosi
                                                                                    baja       tulangan
                                                                                    dan retak kecil
3. Analisis dokumen teknis                                                          Cat mengelupas,
      Dari pengamatan visuil terhadap kondisi                                       sebagian bidang
                                                                                                            Ada (tidak
struktur bangunan Gedung kantor BAPPEDA                       3
                                                                  Balok lantai      balok berwarna
                                                                                                             begitu
Kabupaten Wonogiri, ditemukan kerusakan struktur                  teras depan       coklat        akibat
                                                                                                             parah)
                                                                                    korosi          baja
atau merembesnya air pada plat lantai, balok lantai                                 tulangan
dan kolom, maka sesuai dengan tujuan dan manfaat                                    Cat      –     catan    Ada (tidak
penelitian ini, yaitu untuk mengetahui penyebab               4   Balok lantai I    mengelupas               begitu
kerusakan elemen struktur perlu mengkaji dokumen                                                             parah)
teknis pembangunannya yang meliputi gambar                                          Cat mengelupas,
                                                                                    sebagian korosi
perencanaan dan rencana kerja dan syarat-syarat                   Kolom
                                                                                    besi       beton
                                                                                                            Ada (tidak
(RKS).                                                        5   struktur                                   begitu
                                                                                    terlihat    pada
                                                                  lantai dasar                               parah)
4. Analisis pengawasan proyek                                                       permukaan
      Menurut Peraturan Beton SK.SNI 91,                                            bidang kolom
pelaksanaan pekerjaan beton harus diawasi                         Kolom
                                                              6   struktur          Cat mengelupas          Tidak ada
sepanjang seluruh tahapan pekerjaan oleh seorang                  lantai I
pengawas ahli yang mampu dan bertanggung jawab
kepada pengawas ahli tersebut. Perlunya pengawasan
pada setiap tahapan karena kekuatan beton yang
diproduksi di lapangan mempunyai kecenderungan          B. Hasil Pengujian Porositas Beton
untuk bervariasi dari adukan yang satu ke adukan              Penelitian porositas beton dengan memilih
yang selanjutnya. Besar variasi ini bergantung pada     beton yang masih kering yaitu pada plat lantai 1
berbagai faktor, antara lain mutu bahan agregat, cara   (satu) untuk mengetahui bahwa porositas dan retak
pengadukan dan stabilitas pekerjaan.                    beton tidak hanya terjadi pada elemen struktur yang
      Atas dasar adanya variasi kekuatan beton itu,     mengalami rembesan air saja.
maka diperlukan pengawasan terhadap mutu beton                Dari pelaksanaan penelitian ini diketahui
agar diperoleh kuat tekan beton yang hampir             bahwa cairan epoxy yang diinjection pada 2 (dua)
seragam dan memenuhi kuat tekan beton yang              tempat dapat mengisi rongga-rongga udara pada plat
disyaratkan sesuai dengan peraturan beton yang          beton. Hal ini menunjukkan, bahwa struktur beton
berlaku.                                                pada plat lantai 1 gedung BAPPEDA sebagian
      Dalam pelaksanaan pembangunan gedung              mempunyai tingkat porositas yang tinggi.
BAPPEDA Wonogiri, pengawasan tidak sesuai                     Porositas pada beton tersebut akibat dari
dengan peraturan yang berlaku, yaitu tidak sesuai       pelaksanaan pembuatan beton          yang     tahap
Peraturan Beton SK.SNI 91.                              pemadatannya tidak sesuai dengan yang disyaratkan.
                                                              Dari uraian di atas menunjukkan, bahwa dalam
                                                        pembuatan beton terjadi gelembung udara yang
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN                         terbentuk selama atau sesudah pemadatan akibat
                                                        penggunaan air yang berlebihan.
A. Hasil Pengamatan Visuil
      Dari pengamatan visuil pada elemen struktur
pada gedung Kantor BAPPEDA Wonogiri diketahui
kerusakan seperti pada Tabel 2 berikut.


Dinamika TEKNIK SIPIL, Volume 7, Nomor 1, Januari 2007 : 63 – 71                                                        67
     Tabel 3. Data hasil pengamatan pegujian porositas          banyak berpedoman pada peraturan-peraturan
               beton.                                           pekerjaan beton atau tidak mensyaratkan secara tegas
                                                   Kriteria     sesuai dengan landasan teori, antara lain campuran
                             Hasil pengamatan       waktu
      No
              Jenis
                            penelitian porositas   layan /      beton, pengolahan beton dan pemeriksaan beton.
             Struktur                                           RKS yang belum sesuai dengan peraturan –
                                   beton           periode
                                                    layan       peraturan pekerjaan beton adalah :
                            Ada rembesan air                    a). Campuran beton
            Plat lantai     (parah)      dengan
       1                                             TII            Campuran beton untuk komponen struktur dibuat
            teras depan     warna         coklat
                            kehitaman                               dengan campuran 1 PC : 2 Psr : 3 Kr, tetapi
                            Rembesan air tidak                      bangunan lain yang kedap air, persyaratan
       2    Plat lantai I
                            begitu parah, tetapi
                                                     TII
                                                                    campuran tidak tercantum.
                            warna air rembesan                  b). Pengolahan beton
                            coklat kehitaman
                                                                    Pengadukan beton tidak tercantum harus
                            Rembesan air tidak
                            begitu parah, warna                     menggunakan beton molen. Oleh karena itu,
            Balok                                                   pemborong sering melakukan dengan manual.
                            air rembesan coklat
       3    lantai teras                             TII
            depan
                            kehitaman, sebagian                 c). Pemeriksaan beton
                            permukaan      balok                    Pemeriksaan kualitas beton tidak tercantum
                            nampak berongga
                                                                    harus dilaksanakan dalam setiap volume tertentu.

                            Rembesan air tidak                  D. Hasil Kajian pengawasan proyek
                            begitu parah, warna                       Dari data-data yang terkumpul dalam
            Balok
       4                    air rembesan tidak       TII        Pembangunan Gedung kantor BAPPEDA Wonogiri
            lantai I
                            coklat
                                                                tidak dilakukan pengujian kelecakan beton maupun
                                                                pengujian kuat tekan beton atas perintah pengawas
                                                                proyek.
                                                   Kriteria           Dari kajian terhadap data-data tersebut dan
                             Hasil pengamatan       waktu
      No
              Jenis
                            penelitian porositas   layan /
                                                                dokumen pengawasan, maka dapat disimpulkan,
             Struktur                                           bahwa rembesan air pada struktur Gedung kantor
                                   beton           periode
                                                    layan       BAPPEDA Wonogiri karena porositas beton.
            Kolom
                            Rembesan air tidak                  Adanya porositas beton salah satu penyebabnya
                            begitu parah, warna                 karena kurangnya pengawasan dalam tahapan-
       5    struktur                                  TI
                            air rembesan tidak
            lantai dasar
                            coklat
                                                                tahapan pekerjaan beton.
            Kolom                                               E. Analisis Kerusakan Struktur
                            Tidak        terjadi      TI
       6    struktur
                            rembesan air                               Dengan diadakannya uji injeksi bahan epoxy
            lantai I
                                                                terhadap plat lantai teras depan, dan plat lantai 1,
                                                                ternyata bahan epoxy dapat mengisi rongga – rongga
                                                                udara. Pada plat lantai teras depan bahan epoxy
                                                                diinjeksikan pada satu tempat, sedang pada plat
C. Hasil Kajian Dokumen Teknis                                  lantai satu diinjeksikan pada dua tempat.
                                                                       Penyebab terjadinya keretakan pada beton
1. Gambar Perencanaan                                           adalah :
       Dalam penelitian,bidang atau struktur yang               1. Proses pemadatan beton yang tidak sempurna
paling besar mengalami rembesan air adalah plat                     mengakibatkan beton berongga yang akhirnya
lantai teras. Hal ini dimungkinkan karena lantai teras              menimbulkan keretakan.
merupakan bidang terbuka yang sebagian besar tanpa              2. Perawatan beton yang tidak sesuai dengan
atap. Adapun finishing dari lantai teras sebagian                   persyaratan teknis pada saat beton berumur
dengan keramik (48m2), dan sebagian lagi (32 m2)                    sampai dengan 28 hari, mengakibatkan
dengan plesteran 1 Pc : 3 pasir.                                    pengerasan beton permukaan dan bagian dalam
2. Rencana kerja dan syarat – syarat (RKS,                          beton tidak bersamaan, karena bagian luar sudah
    1997)                                                           mengeras, sedang bagian dalam belum terjadi
       Dari kajian terhadap RKS Pembangunan                         pengerasan, akhirnya mengakibatkan keretakan.
Gedung Kantor BAPPEDA Kabupaten Wonogiri,                              Dengan demikian adanya keretakan pada beton
menunjukkan bahwa RKS tersebut belum dapat                      dan rembesan air akan terjadi proses keasaman pada
sepenuhnya sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan                baja tulangan, akibat selanjutnya baja akan
beton. Hal ini dikarenakan RKS tersebut belum                   mengembang dan menjadi keropos. Baja yang


68                                   Analisis Kerusakan Struktur Bangunan Gedung.........................(Henry Hartono)
mengembang atau bertambahnya volume baja akan          meneliti tingkat keretakan beton dan diklasifikasikan
mengakibatkan keretakan yang lebih parah dan           sebagai berikut :
kerusakan beton. Baja yang keropos akan putus               a. Retak kecil yaitu retak dengan lebar 0,25
sehingga fungsi baja tulangan dalam beton yaitu                  sampai dengan 10 mm.
menahan gaya tarik akan berkurang dan pada tahap            b. Retak sedang yaitu retak dengan lebar 10
tertentu akan tidak berfungsi sama sekali.                       mm sampai dengan 35 mm.
       Akibat selanjutnya akan terjadi keruntuhan           c. Retak besar yaitu retak dengan lebar 35 mm
struktur pada struktur yang mengalami keretakan dan              sampai dengan 75 mm.
rembesan air.                                                 Tujuan pengelompokan ini dilakukan karena
                                                       jenis atau spesifikasi bahan yang digunakan berbeda-
                                                       beda, adapun perbaikan retak pada beton dilakukan
F. Metode Perbaikan Struktur                           dengan jalan injeksi atau grouting dengan bahan
      Dari analisis kerusakan pada struktur Gedung     produk FOSROC jenis Epoxy Grouts, yaitu
kantor BAPPEDA Wonogiri yang berupa rembesan                a. Retak kecil atau berpori-pori kecil
air pada plat, balok lantai, dan kolom, selanjutnya              menggunakan Conbextea EP 10 TG.
mengklasifikasikan perbaikan serta menentukan               b. Retak sedang menggunakan Conbextea EP
metode perbaikannya seperti uraian berikut ini :                 40 TG.
                                                            c. Retak besar menggunakan Conbextea EP 65
1. Klasifikasi perbaikan struktur                                TB.
       1a). Perbaikan ringan. Perbaikan ini meliputi          Adapun pelaksanaan perbaikan retak kecil
perbaikan akibat kerusakan kosmetik yaitu perbaikan    meliputi :
hanya pada permukaan struktur yang berupa                   a. Plat lantai 1, yaitu plat antara As 6D – J
plesteran dan cat – catan.                                       sampai dengan As 5D – J Luas = 36,00 m2
       1b). Perbaikan sedang. Perbaikan ini meliputi        b. Balok lantai 1
perbaikan struktur melalui beberapa pemilihan               c. Kolom lantai dasar dan lantai 1
metode perbaikan. Perbaikan ini dilakukan pada              Perbaikan retak sedang meliputi :
struktur yang mendapat rembesan air hujan tidak             a. Plat lantai 1
langsung dan jarak dari sumber rembesan lebih dari 2        b. Balok lantai 1
m. Perbaikan ini terjadi pada plat lantai dan balok         c. Kolom lantai
lantai 1.                                                   Perbaikan retak besar pada Gedung BAPPEDA
       1c). Perbaikan berat. Perbaikan berat                ini tidak ada.
dilakukan pada struktur bangunan yang pada waktu              2c). Perbaikan berat. Untuk perbaikan berat
hujan mendapat rembesan air secara langsung,           pada Gedung Kantor BAPPEDA ini dilakukan pada
berulang-ulang dan berlangsung lama.                   : Plat lantai teras, balok lantai dan kolom.
       Struktur bangunan yang masuk klasifikasi
perbaikan berat ini merupakan struktur bangunan        3. Alternatif perbaikan dan memilih metode
yang sudah mengalami rembesan air hujan mulai               perbaikan
selesainya dibangun yaitu bulan Maret 1998 sampai             Dari penjelasan pada sub bab metode
saat ini.                                              perbaikan struktur yaitu sub bab metode perbaikan,
                                                       telah dijelaskan alternatif perbaikan untuk perbaikan
2. Metode Perbaikan                                    ringan dan perbaikan sedang. Adapun alternatif
       2a). Perbaikan ringan. Perbaikan ini meliputi   perbaikan berat ditentukan oleh jenis kerusakan
pengelupasan plesteran lama karena plesteran yang      strukturnya yang meliputi : coating, injection,
lama sudah rusak (berlumut) dan diganti dengan         shotcrete, prepacked concrete, jacketing dan
plesteran baru dengan campuran 1 Pc : 3 pasir.         penambahan tulangan.
Sebelum plesteran baru ini dilaksanakan, balok                3a). Coating. Perbaikan coating adalah
beton dibiarkan terbuka beberapa waktu sambil          melapisi permukaan beton dengan cara mengoleskan
menunggu perbaikan strukturnya. Adapun perbaikan       atau menyemprotkan bahan yang bersifat plastik dan
ini dilaksanakan pada seluruh plesteran yang rusak     cair. Lapisan ini digunakan untuk menyelimuti beton
akibat rembesan air yang secara visuil kelihatan       terhadap lingkungan yang merusak beton. Metode ini
basah dan cat-catan mengelupas.                        tidak direkomendasikan karena dengan coating atau
       2b). Perbaikan sedang. Pada perbaikan           melapisi permukaan beton akan menyebabkan air
struktur ini yang perlu dilakukan adalah meneliti      dalam beton terperangkap atau tidak terjadi
terlebih dahulu keretakan pada struktur dengan         penguapan.
mengupas seluruh plesteran pada struktur yang                 3b). Injection (grouting). Perbaikan injection
secara visuil mengalami rembesan air. Selanjutnya      adalah memasukkan bahan yang bersifat encer


Dinamika TEKNIK SIPIL, Volume 7, Nomor 1, Januari 2007 : 63 – 71                                         69
kedalam celah atau retakan pada beton, kemudian           KESIMPULAN DAN SARAN
diinjection dengan tekanan, sampai terlihat pada
lubang atau celah lain telah terisi atau mengalir               Dari hasil penelitian dan analisis data
keluar. Metode ini direkomendasikan untuk                 bangunan Gedung kantor BAPPEDA Wonogiri dapat
perbaikan       dengan     mempertimbangkan        dan    diambil kesimpulan sebagai berikut :
menggabungkan dengan metode perbaikan yang lain.          1). Berdasarkan hasil penelitian dan kajian, bahwa
       3c). Shotcrete. Perbaikan Shotcrete adalah             rembesan air pada gedung Kantor BAPPEDA
menembakkan mortar atau beton dengan ukuran                   digolongkan pada kerusakan yang bervariasi,
agregat yang kecil, pada permukaan beton yang akan            yaitu kerusakan ringan, sedang dan berat.
diperbaiki. Shotcrete dapat digunakan untuk                   Dengan total kerusakan : 56 m3 beton dari
perbaikan permukaan yang vertikal maupun                      volume keseluruhan : 304 m3.
horisontal dari bawah. Metode ini tidak                   2). Berdasarkan pengamatan dan kajian teknis
direkomendasikan karena metode ini hanya cocok                rembesan air pada struktur Gedung kantor
untuk retak yang lebar, sedangkan permasalahan dari           BAPPEDA Wonogiri akibat porositas beton
struktur Gedung kantor BAPPEDA Wonogiri adalah                yang tinggi dan terjadinya cracks.
korosi pada struktur dengan retak beton yang kecil        3). Berdasarkan analisis perbaikan elemen struktur,
dan sedang.                                                   perbaikan rembesan air pada Gedung Kantor
       3d). Prepacked Concrete. Perbaikan prepacked           BAPPEDA Wonogiri, menggunakan metode
concrete adalah mengupas beton, kemudian                      epoxy injection pada kerusakan ringan dan
dibersihkan dan diisi dengan beton segar, beton baru          sedang, prepacked concrete dan penambahan
ini dibuat dengan cara mengisi ruang kosong dengan            tulangan pada kerusakan berat.
agregat sampai penuh. Kemudian diinjection dengan                 Dari hasil penelitian ini disarankan :
mortar yang sifat susutnya kecil dan mempunyai            1). Untuk kerusakan struktur Gedung Kantor
ikatan yang baik dengan beton lama. Metode ini                BAPPEDA         Kabupaten      Wonogiri    segera
direkomendasikan dengan tambahan, bahwa sebelum               mendapat perhatian penanganan agar kerusakan
pelaksanaan harus diketahui seberapa besar tingkat            lebih lanjut dapat dihindarkan.
korosi baja tulangan. Apabila tingkat korosi masih        2). Dalam suatu perencanaan Gedung Pemerintah
bisa ditoleransi atau bisa dibersihkan dengan bahan           perlu memperhatikan nantinya pemeliharaan
kimia, maka metode ini bisa dilaksanakan.                     infrastrukturnya.
       3e). Jacketing. Perbaikan jacketing adalah         3). Untuk mendapatkan hasil yang baik dari suatu
melindungi beton terhadap kerusakan dengan                    pembangunan gedung agar dalam perencanaan,
menggunakan bahan selubung, dapat berupa baja,                pelaksanaan konstruksi dan pengendalian
karet , beton komposit.                                       berpedoman pada peraturan – peraturan yang
       3f).    Penambahan      tulangan.     Perbaikan        berlaku.
penambahan tulangan untuk memperkuat elemen
struktur seperti plat, balok dan kolom yang sudah
rusak cukup parah, agar dapat berfungsi lagi sebagai      UCAPAN TERIMA KASIH
pemikul beban. Metode ini direkomendasi dengan
mempertimbangkan tingkat kerusakan tulangan baja.         Ucapan terima kasih disampaikan kepada :
Apabila tulangan baja terjadi korosi, maka metode         1). Kepala      BAPPEDA       dan    staff  atas
ini bisa dilaksanakan.                                        terselenggaranya penelitian ini oleh tim
       Dari beberapa metode perbaikan tersebut,               penelitian UMS.
untuk perbaikan rembesan air pada struktur Gedung         2). Djoko Prasetyanto yang telah membantu dalam
Kantor BAPPEDA Wonogiri direkomendasikan                      pelaksanaan penelitian.
sebagai berikut :
(a). Untuk rembesan air dengan retak kecil dan
     sedang perbaikan dilakukan dengan epoxy              DAFTAR PUSTAKA
     injection.
(b). Untuk rembesan air dengan waktu rembesan             Anonim,1997. Rencana Kerja dan syarat-syarat
     lama dan berulang-ulang yaitu pada kolom,                 (RKS), Surat perjanjian Pemborongan
     balok dan plat teras depan menggunakan metode             Pembangunan Gedung kantor BAPPEDA
     perbaikan, dengan gabungan antara epoxy                   Wonogiri,Wonogiri.
     injection, prepacked concrete dan penambahan         Anggraeni, I., Y.L.D.Adianto, dan Agus S.S., 2005.
     tulangan, atau secara sendiri-sendiri bergantung          Studi Analisis Masa Layan Bangunan Beton
     pada tingkat korosi atau kondisi baja tulangan            Bertulang Berdasarkan Kerusakan yang
                                                               Diakibatkan Korosi yang Disebabkan Infiltrasi


70                             Analisis Kerusakan Struktur Bangunan Gedung.........................(Henry Hartono)
     Gas CO2. Jurnal Teknik Sipil Universitas       Roomfield, J.P. 1997. Corrosion of Steel in
     Katholik Parahyangan, Bandung, V.7. No. 1.          Concrete. Reprinted 1998 by E & FN Spon, an
     Juni.                                               imprint of Routledge 11 New Fette Lane,
Crane, A.P.1985. Corrosion of Reinforcement in           London.
     Concrete Construction. North and Saouth        Sudjono, A.S., 2005. Prediksi Waktu Layan
     America and the of World : Halsted Press : a        Bangunan Beton Terhadap Kerusakan Akibat
     division of John Wiley & Sons 605 Third             Korosi Baja Tulangan. Jurnal Keilmuan dan
     Avenue, New York.                                   Penerapan Teknik Sipil, Universitas Kristen
Departemen Pekerjaan Umum. 1991. Peraturan               Petra Surabaya, V.7 No.1. Maret
     Beton Bertulang SK.SNI – 1991.                 Suhendro, B. 2001. Metode Pelaksanaan Proyek
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.             Gedung Bertingkat (High Rise Building),
     1996. Persyaratan Teknis bangunan Gedung,           Proceeding Kursus Singkat “Perancangan
     Jakarta.                                            Campuran, Evaluasi dan Rehabilitasi Struktur
Kennet, R.T., dan Chamberlain, J. 1991. Korosi :         Beton”, 3 – 4 September 2001, Yogyakarta.
     untuk Mahasiswa Sains dan Rekayasa. PT.        Tjokrodimuljo, K. 1996. Teknologi Beton, Nafiri,
     Gramedia Pustaka Utama, Jakarta                     Yogyakarta.




LAMPIRAN




       Gambar 4. Rembesan air pada plat lantai             Gambar 5. Rembesan air pada balok lantai




Dinamika TEKNIK SIPIL, Volume 7, Nomor 1, Januari 2007 : 63 – 71                                      71

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: liuna
Stats:
views:918
posted:7/8/2010
language:Indonesian
pages:9