1
MODUL
AZAS MANAJEMEN
Oleh :
Hasim A. Abdullah
KAMPUS PAJAK & BISNIS
AKREDITASI “A”
STIAMI JAKARTA
2
“Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melakukan
sesuatu pekerjaan, dilakukan secara itqon (tepat, terarah, jelas dan
tuntas” ( Hadits Riwayat Thabrani ).
PENGANTAR
Modul Azas manajemen ini disusun untuk memberikan pengantar dalam
memahami manajemen, sehingga menjadi panduan komprehensif bagi
mahasiswa yang ingin mengetahui bagaimana manajemen dapat
dijalankan dalam berbagai bentuk organisasi bisnis maupun profesi, serta
bagi mereka yang sekedar ingin mempelajari ilmu manajemen untuk
kepentingan pengetahuan.
TARGET PERKULIAHAN
Secara khusus melalui Modul dan Perkuliahan, Mahasiswa mengetahui
dan memahami konsep dasar manajemen : Ruang lingkup, unsur-unsur
dan fungsi-fungsi serta orientasi. Mahasiswa mengetahui dan memahami
bahwa manajemen merupakan ilmu, Seni dan Proses yang dilakukan
oleh manusia baik secara individu maupun berkelompok (organisasi )
untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Mahasiswa menyadari
bahwa tidak ada satupun kegiatan manusia yang luput dari manajemen.
Selamat untuk anda. Semoga sukses.
Hasim A. ABdullah
3
I. KONSEP DASAR MANAJEMEN
A. Pengertian Manajemen
Manajemen menyentuh, mempengaruhi dan memasuki seluruh
aspek kehidupan manusia. Dengan Manajemen manusia mampu
mengenali kemampuannya berikut kelebihan dan kekurangan
sendiri. Manajemen menunjukkan cara-cara yang lebih efektif dan
efisien dalam peleksanaan pekerjaan. Manajemen memungkinkan
kita mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan.
Manajemen juga memberikan prediksi dan imajenasi agar kita
dapat mengantisipasi perubahan yang serba cepat, sebagai
dampak dari globalisasi.
Manajemen atau Management (ingris) dengan kata kerjanya : to
manage, diartikan sebagai Mengurusi atau mengelola. Stoner
(1994) mengartikan manajemen sebagai proses perencanaan,
pengorganisasian, memimpin dan mengawasi usaha-uasaha dari
anggota organisasi dan sumber-sumber organisasi lainnya untuk
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sementara
Follet (1868-1933) mendefinisikan manajemen sebagai seni untuk
melakukan sesuatu melalui orang lain.
Manajemen merupakan rangkaian kegiatan terpadu, sistematis
dan logis yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan terhadap pemanfaatan sumber
daya organisasi secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan.
4
Dengan demikian, manajemen merupakan suatu kebutuhan yang
tak terelakkan sebagai alat, teknik atau metode dalam beraktivitas
untuk memudahkan pencapaian tujuan manusia di dalam
organisasi. Majemen diperlukan untuk mengelola sumber daya
organisasi, seperti : Manusia, uang, Sarana dan prasarana, waktu,
material, informasi, budaya organisasi, metode dan lainnya secara
efisien dan efektif.
Konsep Dasar Manajemen dapat difahami melalui aspek-aspek :
1. Lingkup Manajemen
Manajemen menyentuh semua bidang dan kegiatan manusia.
Tidak ada satupun kegiatan manusia yang luput dari
manajemen.
2. Unsur dan Fungsi Manajemen
Unsur manajemen : Sebagai Alat (tools), subyek dan obyek
tindakan. Sedangkan Fungsi Manajemen teridi dari : Planning,
Organizing, Actuating dan Controlling. Atau Planning,
Organizing, Leading, Controlling (Stoner).
3. Orientasi Manajemen
Suatu organisasi dapat dikategorikan baik secara manajerial,
bila memenuhi tiga hal, sbb. :
(1) Mencapai profit setinggi-tingginya.
(2) Terus mengupayakan pertumbuhan profitnya.
(3) Menjaga keberlangsungannya.
Kesimpulan :
5
Kegiatan apapun yang terorganisasi pasti memerlukan
manajemen agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan
efisien.
Menajemen merupakan ilmu, seni dan proses dalam
meneyelesaikan sesuatu hingga mencapai tujuan. Dalam
pelaksanaanya, proses ini terdiri dari POAC/ POLC yang sering
disebut sebagai proses fungsional manajemen.
Manajemen secara operasional terdiri dari MSDM. Manajemen
Produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dll.
B. Perkembangan Ilmu Manajemen
1. Aliran Klasik ( 1890 – sekarang )
2. Aliran Perilaku ( 1940 - sekarang )
3. Aliran Ilmu Manajemen ( 1950 – sekarang )
4. Pendekatan Sistem ( 1950 – sekarang )
5. Pendekatan Kontigensi ( 1970 – sekarang )
Aliran Klasik
Aliran ini memiliki dua cabang, yakni Manajemen Ilmiah dan Teori
organisasi klasik. Aliran Manajemen Ilmiah memeiliki Tokoh-Tokoh , :
Robert Owen ( 1771 -1858 ). Charles Babbage ( 1792-1871). FW Tylor
(1856-1915). Henry L Gantt ( 1861-1919) serta Lilian Gilberth (1868-
1924). Sedangkan Teory Organisasi Klasik, mempunyai tokoh-tokoh,
sbb.: Henry Fayol (1841-1924 ) dikenal dengan fungsi manajemen :
POCCC; G R. Terry (1977) dikenal dengan fungsi namajemen :
POAC.
Alirang Prilaku:
Aliran ini berupaya membantu manajer utnukmengatasi masalah
organisasi melalui sisi prilaku pegawai. Tokoh penting aliran ini :
Munstreberg (1863-1916 ). Elton Mayo (1880-1949)
6
Aliran Ilmu Manajemen:
Aliran ini mengedepankan penelitian ( research ) dalam mengatasi
permasalahan organisasi
Pendekatan Sistem :
Pendekatan ini memandang organisasi sebagai suatu kesatuan
elemen atau bagian yang saling berhubungan.
Pendekatan Kontingensi :
Pendekatan ini dikembangkan sebagai respon atas seringnya
metode-metode yang efektifuntuk situasi tertentu, ternyata tidak
efektif untuk situasi yang lain.
II. FUNGSI PERENCANAAN
A. Pengertian Perencanaan
Perencanaan sebagai suatu kumpulan keputusan
untukmempersiapkantindakan-tindakan di masa mendatang
( Terry, 1986).
Perencanaan sebagai suatu proses menentukan sasaran
yang ingin dicapai , tindakan yang seharusnya dilaksanakan,
bentuk organisasi yang tepat untuk mencapaianya dan SDM
yang bertangung jawab terhadap kegiatan-kegiatan yang
akan dilakukan ( Kadarman, 1996).
7
Perencanaan merupakan proses penyusunan rencana, yang
terdiri dari analisis terhadap keadaan masa lalu, masa kini
dan masa yang akan datang, menetapkan goal, objectives
dan actiaon plan untuk masa waktu tertentu, dengan
menggunakan sumber daya organisasi secara efektif dan
efisien.
Perencanaan merupakan proses dasar pengambilan
keputusan dimana manajemen menentukan tujuan dan
cara bagaimana untuk mencapainya. Dalam banyak hal
perencanaan memegang peranan penting dari fungsi
manajemen lainnya. Dengan perencanaan manajemen
dapat menentukan : apa (What), Bilamana ( When ),
Kenapa ( Why ), Dimana (Whrere) , Siapa ( Who )
Bagaimana (How ) dan Bagaimana (How ).
Stoner, membagi perencanaan ke dalam 4 tahap :
Tahap 1 : Menetapkan serangkaian tujuan
Tahap 2 : Merumuskan keadaan sekarang
Tahap 3 : Identifikasi segala kemudahan dan hambatan
Tahap 4 : Mengembangkan serangkaian kegiatan untuk
Pencapaian tujuan.
B. Tahapan Perencanaan
Berdasarkan pengertian di atas, dapat ditentukan
Tahapan perencanaan sebagai berikut :
a. Melakukan analisis SWOT
b. Menentukan Goal, Objectives dan Action Plan
c. Mempertimbangakan asumsi-asumsi berdasarkan
8
kejadian /fenomena yang akan berpengaruh pada
rencana. Memprediksi situasi dan kondisi lingkungan
organisasi, baikinternal maupun eksternal yang akan
terjadi manakala rencanayang telah disusun,
dilaksanakan.
d. Melakukan Identifikasidan Kompensasi Tindakan-
Tindakan Alternatif.
e. Melakukan pengambilan keputusan : menetapakan
suatu alternative pilihan.
f. Merumuskan renana-rencana turunan berikut
anggarannya.
g. Melakukan pengawasan terhadap sebelum, pada
saat dan sesudah rencana dilaksanakan.
C. Hierarki Perencanaan
Ditinjau dari proses dan hasilnya, perencanaan memiliki hirarki
(Terry, 1986 dan Kadarman,et.al.,1996) sebagai berikut :
a. Perencanaan Visi, Misi dan Tujuan
b. Perencanaan Sasaran
c. Perencanaan srategi
d. Perencanaan kebijakan
e. Perencanaan Prosedur
f. Perencanaan Peraturan
g. Perencanaan Program
h. Perencanaan Anggaran
9
C. Jenis Perencanaan
Dalam suatu organisasi, rencana dirinci melalui tingkatan-tingkatan
yang membentuk hierarki dan paralel dengan struktur organisasi.
Terdapat dua tipe utama perencanaan, yaitu :
1. Tipe Rencana Strategik, yaitu rencana yang dirancang untuk
memnuhi tujuan organisasi yang luas, mengimplementasikan
misi yang memberikan alasan khas kebenaran organisasi;
2. Tipe Rencana Operasional, yaitu penguraian rinci bagaiman
rencana strategik akan dicapai. Rencana operasional memiliki
dua tipe, yaitu :
1) Rencana sekali pakai, dalam hal ini rencana dikembangkan
untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dan tidak digunakan
lagi bila sudah tercapai tujuannya. coNtoh a; program,
proyek, anggaran dan rencana detail;
2) Rencana tetap, dalam hal ini rencana disusun dalam rangka
mengantisipasi kejadian yang terus berualang , contioh :
kebijaksanaan, prosedure dan metoda serta peraturan-
peraturan.
Hierarki rencana organisasi
TUJUAN
RENCANA
STRATEGI
K
RENCANA
OPERASION
AL
RENCANA SEKALI RENCANA
PAKAI TETAP
10
PERENCANAAN STRATEGIK & OPERASIONAL
Pertencanaan Strategik merupakan proses perencanaan jangka
panjang yang dirumuskan dan digunakan untuk menentukan dan
mencapai sasaran organisasi. Dalam perencanaan strategik peranan
manajemen puncak sangat menentukan.
Perencanaan Operasional merupakan kegiatan saat ini dan tujuan
utamanya adalah efisiensi (melakukan pekerjaan dengan benar) dan
bukan efektifitas (melakukan pekerjaan yang benar).
Rencana Strategik dirancang untuk mencapai tujuan organisasi yang
luas, sedangkan rencana operasional berisikan perincian tentang
bagaimana rencanarencana strategik itu dilaksanakan.
PROPSES PERENCANAAN STRATEGIK
1. Perumusan tujuan
2. Pengenalan tujuan dan strategi saat ini
3. Analisis lingkungan
4. Analisis sumber daya
5. Mengenal peluang dan tantangan strategi
6. Analisis kebutuhan perubahan strategi
7. Pembuatan keputusan strategi
8. Pelaksanaan strategi
9. Pengukuran dan pengendalian kemajuan
11
TIGA TINGKAT STRATEGI
1. Tingkat korporate ( Perusahaan multi bisnis )
2. Tingkat Business (Unit bisnis )
3. Tingkat Fungsional ( Keuangan, pemasaran, produksi, dll )
PEMBUATAN KEPUTUSAN
Pembuatan keputusan adalah proses identifikasi dan pemilihan
alternatif serangkaian kegiatan yang sesuai dengan situasi yang ada.
Pada umunya terdapat tiga sikon dimana seseorang membuat
keputusan, yaitu :
1. Keputusan dibuat dalam sikon kepastian ( certainty)
2. Keputusan dibuat dalan sikon resiko ( risk)
3. Keputusan dibuat dalam sikon tidak pasti ( uncertainty )
PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN
1. Pemahaman perumusan masalah
2. Pengumplan dan analisis data
3. Pengembangan alternatif-alternatif yang ada
4. Pemilihan alternatif terbaik
5. Implementasi keputusan dan evaluasi.
Poses pembuatan keputusan
Pemahaman situasi
internal -eksternal Tidak
Apa perlu keputusan
?
Ya
Apa keputusan rutin Tidak
?
Ya
Buat keputusan yang
Mengikuti aturan tidak diprogram
keputusan yang melalui pemecahan
diprogram
12
III. FUNGSI PENGORGANISASIAN
A. Pengertian Pengorganisasaian
1. Dalam arti fungsi atau kelembagaan ( institution), yaitu orgasasi
merupakan alat atau tempat setiap anggota organisasi
berkumpul bekerja sama utnuk mencapai tujuan. Dengan kata
lain, organsasi merupakan alat untuk mencapai tujuan
anggota organisasi.
2. Dalam arti proses pengorganisasian, yaitu pengaturan dan
pengalokasian pekerjaan dan sumber daya diantara anggota
organisasi secara bersenergi, sehingga tujuan organisasi dapat
dicapai secara efisien.
Pengorganiasasian berarti para manajer tersebut
mengkoordinir sumber daya organisasi. Efektifitas organisasi
tergantung pada kemampuan manajer rngerahkan SDO untuk
mencapai tujuan.
Secara istilah, pengorganisasian berasal dari kata organisasi.
Secara sempit orgaisasi diartikan sebagai wadah (statis), tempat
dimana sekelompok orang menggunakan wadah tersebut untk
mencapaitujuannya. Secara luas organisasi diartikan sebagai
proses (dinamis) dimana sebuah entitas manusia melakukan
kegiatan secara terintegrasi, atau bekerjasama secara efisien dan
efektif dalam upaya mencapai tujuan.
Secara lebih lengkap, pengorganisasian dapat diartikan sebagai
proses penetapan struktur peran-peran melalui penentuan
aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
13
organisasi, dan bagian-bagiannya. Pengelompokan, aktivitas,
penugasan, pendelegasian wewenang, pengkoordinasian atar
kelompok baik secara vertikan maupun horizontal dalam struktur
organisasi.
B. Perinsip pengorganisasian
1. Perumusan tujuan
2. Kesatuan arah
3. Pembagian kerja
4. Pendelegasian wewenang dan Tanggung jawab
5. Koordinasi
6. Rentang kendali
7. Tingkat Pengawasan
C. Struktur Organisasi
1. Organisasi Lini
2. Organisasi Lini dan Staf
3. Organisasi Lini fan Fungsional
4. Organisasi matriks
D. Teknik Pengorganisasian
1. Pendekatan tujuan
a. Analisis tujuan
b. Perumusan tujuan
c. Perumusan gambaran keadaan sekarang
d. Identifikasi kemudahan dan hambatan
e. Pengembangan serangkaian kegiatan
14
2. Pendekatan Sistem
Pendekatan ini memandang organisasi sebagai system
yang meekankan pada input, proses, out put, out come,
umpan balik dan lingkungan.
3. Pendekatan Ligkungan
Pendekatan ini medorong munculnya kemempuan
beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah.
E. Delapan Komponen Kritis Organisasi
1. Struktur Organisasi
2. Prosedur
3. SDM
4. Uang
5. Informasi
6. Teknologi
7. Budaya Organisasi
8. Materal
9. pemasaran
10. Metode
11. Regulasi ( Nasional – Internasional )
F. PROSES PENGORGANISASIAN
1. Pemerincian pekerjaan
2. Pembagian pekerjaan
3. Pemisahan pekerjaan ( Pendepartementasian)
4. Koordinasi pekerjaan
5. Monitoring ran Reorganisasi
15
G. DISAIN ORGANISASI
Terdapat 4 faktor yang mempengaruhi struktur organisasi, yaitu :
1. Strategi atau rencana untuk mencapai tujuan organisasi
2. Teknologi yang digunakan utnuk melaksanakan strategi
3. Orang yang dipekerjakan pada semua tingkat dan fungsi
4. Ukurang organisasi secara keseluruhan.
Ditinjau dari sudut unsur struktur organisasi, terdapat 5 unsur, sbb. :
1. Spesialisasi aktivitas
2. Standarisasi aktivitas
3. Koordinasi aktivitas
4. Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan, dan
5. Ukuran unit organisasi.
H. BAGAN ORGANISASI
1. Menurut wewenang :
a. Bagan organisasi garis
Presdir
Dir Dir. Dir
Manag Manager Manager
er
16
b. Bagan Organisasi Fungsi
Dirut
Dir Dir. Dir
Manag Manager Manager
er
c. Bagan Organisasi Garis dan Staf
Dirut
Staf
Dir Dir. Dir
Manager Manager Manager
d. Bagan Organisasi Komite
Dirut
Komite Komite
Kab Kabag Kabag Kaba Kab
ag g ag
17
e. Bagan Organisasi Matrik
Dirut
Dir. Dir
Proyek A
Manag
Proyek B
Manag
Proyek C
Manag
2. Menurut bentuk atau cara menggambarkan bagan Organisasi
a. Bagan organisasi bentuk Piramid
b. Bagan organisasi bentuk vertikal
c. Bagan organisasi bentuk Horizontal
d. Bagan organisasi bentuk lingkaran
3. Menurut isi bagan oranisasi dibedakan menjadi :
a. Struktur
b. Aktivitas tugas
c. Jabatan
d. Nama
e. Pangkat atau jabatan
f. Foto
g. Kode
18
PEMBAGAIAN KERJA DAN DEPARTEMENTASI
1. Pembagaian kerja
Pembagaian kerja merupakan penajabaran tugas pekerjaan
sehingga setiap orang dalam organisasi bertangung jawab dan
melaksanakan aktivitas-aktivitas tertentu.
Pembagain kerja harus dilakukan berdasarkan pertimbangan
spesialisasi. Pertimbangan spesialisasi adalah kedalaman
pekerjaan (job depth) dan cakupan pekerjaan ( job scope ).
Pembagain pekerjaan merupakan salah satu azas umum
manajemen yang perlu dilaksanakan pada setiap organisasi.
Aalasannya, adalah :
a. Terdapat macam dan jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan
b. Banyaknya orang yang terlibat kerjasama
c. Setiap orang mempunyai bakat, minak dan kemampuan yang
berbeda terhadap pekerjaan.
Manfaat pembagaian kerja , antara lain :
a. Spesialisasi mendorong tumbunhnya profesionalisme/keahlian
khusus
b. Memudahkan pengontriolan
c. Memudahkan koordinasi
d. Dapat meningkatkan efisiensi.
19
2. Departementasi
Departementasi adalah upaya pengelompokkan aktivitas
pekerjaan dalam organisasi. Aktivitas pekerjaan tersebut saling
berhubungan, seruipa dan logis serta serempak.
Departementasi mewakili struktur formal suatu organisasi yang
dapat digambarkan dalam bentuk bagan.
Terdapat beberapa dasar /alasan pembentukan depatrtementasi
a. berdasarkan fungsi ( dibentuk berdasarkan fungsi, seperti
bagian produksi, keuangan dll)
b. berdasarkan produk/jasa
c. wilayah/teritorial
d. langganan
e. proses
f. proyek dan matriks
ORGANISASI INFORMAL
Menurut Herbert A. Simon, mendiskripsikan bahwa organisasi
informal sebagai hubungan-hubungan antar pribadi dalam
organisasi yang dapat mempengaruhi keputsan-keputusan. Tetapi
hubungan tersebut tidak konsisten dan tidak tampak dalam struktur
formal organisasi. Organisasi informal dapat dilihat dari tujuannya,
kepentingan sosial dan lokasi dari para anggota serta faktor-faktor
yang berkaiatan lainnya.
20
RENTANG KENDALI ORGANISASI
Rentang kendali atau span of control, span of responsibility dan
span of supervision berkaiatan dengan lingkup pengawasan.
Rentang kendali menunjukkan jumlah bawahan yang dapat
diawasi atasan secara efektif. Dari berbagai penelitrian tidak ada
yang dapat memberikan jumlah yang pasti tentang berapa
jumlah rentang kendali tersebut.
Graicunnas pada tahun 1933, telah mencoba membuat artikel
tentang hal tersebut, kemudian dipublikasikan oleh Luther Gulick
dan Lindall F. Urwick dengan judul “ Papers on the science of
administration”. Graicunnas diantaranya memberikan
rumusa/formula tentang berapa jumlah hubungan yang terjadi
antara atasan dengan bawahan, sbb. :
R=n ( 2 +n–1)
R : total macam hubungan langsung
n : jumlah bawahan
Graicunas membedakan 3 macam hubungan, yaitu :
1. Hubungan langsung
2. Hubungan kelompok
3. Hubungan silang
21
DELEGASI WEWENANG
Delegasi Wewenang merupakan proses pemberian wewenang dan
tangung jawab dari pimpinan kepada bawahannya. Setiap delegasi
selalu melibatkan tiga hal utama, yaitu :
a. Wewenang ( authority)
b. Tangungjawab ( responsibility)
c. Pelaporan ( accuntability)
Seorang pimpinan mendelegasikan wewenang kepada bawahannya,
berarti pimpinan tersebut memberi wewenang dan tanggung jawab
kepada bawahannya dan bawahannya punya tanggung jawab
untuk memberikan laporan kepada atasan. Jadi yang dapat
didelegasikan adalah wewenang dan tanggung jawab, sedangkan
pertanggungjawaban (accuntability) tidak dapat dideleghasikan.
Perinsip klasik yang sering dijadikan dasar untuk delegasi yang efektif,
adalah :
1. Tanggung jaab; wewenang dan pertangguingjawaban.
2. Perinsip sekalar/garis wewenang (harus ada garis wewenang
yang jelas mengalir mulai dari tingkat paling atas hingga ke tingkat
paling bawah ).
3. Kesatuan perintah ( hanya ada satu orang atasan ).
SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI
Salah satu elemen penting yang mempengaruhi delegasi wewenang
adalah desentralisasi.
22
Sentralisasi adalah penyebaran wewenang dan kekuasaan di
manajemen tingkat atas. Pada umumnya organisasi kecil selalu
memusatkan wewenang di manajemen tingkat atas.
Desentralisasi adalah penyebaran wewenang kepada manajemen
tingkat bawah. Desentralisasi sangat bergantung pada kualitas
penyebaran dan wewenang yang dimiliki para manajer, serta sifat
keputusan – keputusan yang mereka buat pada setiap tingkat
organisasi.
IV FUNGSI PENGARAHAN
A. Pengertian Pengarahan
Membahas fungsi pengerahan identik dengan membahas
kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan seni atau proses
mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar mereka
mau berusaha mencapai tujuan yang dikehendaki.
Kepemimpinan yang efektif merupakan kepemimpinan ang
menghasilkan pergerakan dalam minat jangka panjang.
Berdasarkan pengertian tersebut, bahwa pemimpin bertuga
memotivasi , mendorong dan emberi keyakinan kepad
orang yang dipimpinna dalam suatu entitas atau kelompok.
23
B. Motivasi
MOTIF, merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri
seseorang yang harus dipenuhi agar orang tersebut dapat
menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
MOTIVASI, merupakan kondisi yang menggerakkan
seseorang agar mampu mencapai tujuan dari motifnya.
Motivasi Dapat juga diartikan sebagai energi untuk
membangkitkan dorongan dalam dirinya ( drive arusal ).
MOTVASI KERJA, merupakan kondisiyang berpengaruh ,
membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara prilaku
yang berhubungan dengan lingkungan kerjanya.
Berdasarkan hal tersebut Motivasi dapat difahami dari fak tor
diri (intern) dan faktor luar/lingkungan ( ekstern ).
TEORI MOTIVASI
1. Content Theories
Teori ini menekankan pada pengertian tentang faktor-faktor
yang terdapat pada individu yang menyebabkan mereka
bertindak dengan cara tertentu. Ia mencoba untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan seperti : Kebutuhan-kebutuhan apa
yang dapat memuaskan seseorang ?. Apa yang mendorong
mereka untuk bertindak ?.
24
MASLOW (1943)
Kebutuhan manusia memiliki hierarki sbb. :
1) Fisiologis ( fhysiological needs).
2) Rasa aman ( safety and scurity needs ).
3) Sisial atau rasa memiliki ( kebutuhan untuk diterima oleh
kelompok, berinteraksi, mencintai, berafiliasi ).
4) Harga Diri ( esteem ).. dihormati, dihargai orang lain
5) Aktualisasi Diri (self actualization )… eksistensi diri, melalui
menggunaan kemempuan, keahlian dan potensi.
Berdasarkan hasil penelitian pada orang dewasa, diketahui sbb.
1) Fisiologis 80 %
2) Rasa Aman 70 %
3) Memiliki dan mencintai 50 %
4) Harga diri 40 %
5) Aktualisasi 10 %
2. Process Theories
Menekankan pada bagaimana dan dengan tujuan-tujuan apa
para individu dimotivasi. Dasar dari teori proses ini adalah
pengertian tentang expectancy ( harapan).
3. Reinforcementg Theories
Teory penguatan, sering disebut juga dengan conditioning atau
behavior modivication. Bagaimana konsekuensi tidakan di
masa lalau mempengaruhi tindakan di masa yang akan datang
dalam suatu proses belajar (learning process).
25
PANDANGAN SISTEM TENTANG MOTIVASI DALAM ORGANISASI
Porter dan Miles menyarankan bahwa suatu system
perspective dari motivasi akan berguna bagi para manajer.
Bahwa sebuah system mencakup 3 variabel yang
mempengaruhi motivasi dama organisasi :
1. Karakteristik individu : minat (interest), sikap (attitude),
kebutuhan (needs) yangdibawa dalam situasi kerja.
2. Karekteristik Pekerjaan : Cir-citi (attributes), Tanggunga
jawab, jenis tugas, sejauh mana pekerjaan memberi
kepuasan.
3. Karakteristik Situasi Kerja : faktor-faktor dalam
lingkungankerja.
TEKNIK MOTIVASI KERJA
1. Teknik pemenuhan kebutuhan pegawai
2. Teknik komunikasi persuasive ( mempengaruhipegawai
secara ekstralogis : Attention (perhatian), Desire (Hasrat),
Interest (Minat), Decision (Keputusan), Action (Tindakan),
Satisfaction (Kepuasan) …. ADIDAS.
C. KOMUNIKASI
Peran Komunikasi sangat menentukan keberhasilan kegiatan
atau fungsi pengarahan.
26
Dalam praktek, sebahagian besar waktu pimpinan
dihabiskan untuk kegiatan berkomunikasi, berupa rapat,
bertelepon, mendikte, memerintah,eminta informasi, dlsb. Ini
membuktikan bahwa komunikasi sangat penting dalam
pencapaian tujuan.
Pengertian komunikasi
Newman dan Summer (1961) mengartikan komunikasi “
sebagai pertukaran fakta, ide, opini atau emosi melalui kata-
kata, surat-surat, simbol atau pesan”.
Terry dan Franklin ( 1982 ) mengartikan komunikasi “ sebagai
seni untuk mengembangkan dan memperoleh pengertian
antar orang; merupakan proses pertukaran informasi dan
perasaan antar dua orang atau lebih “.
Proses Komunikasi
1. Pengirim,
2. Pesan yang dikirim/berita
3. Penerima
PENGIRIM PESAN PENERIMA
Jenis-Jenis Komunikasi
1. Lisan dan tertulis
2. Verbal dan non-verbal
3. Kebawah, ketas dan menyamping
4. Formal dan Informal
5. Satu arah, dua arah dan banyak arah.
27
Komunikasi dalam Perilaku Organisasi
Terdapat tiga hal penting dalam mempelajari komunikasi yang terjadi
dalam organisasi :
1. Informasi menjadi sumber komunikasi
2. Bagaimana proses komunikasi tersebut
3. Komunikasi antar orang dalam organisasi.
Terdapat tiga saluran komunikasi dalam organisasi : Vertikal, horizontal
dan diagonal.(pejabat lini dan staf)
Hambatan Komunikasi dalam organisasi :
1. Tingkat hierarki manajerial
2. Wewenang manajerial
3. Spesialisasi dalam organisasi
Cara mengatasi habatan komunikasi dalam organisasi :
1. Mengatasi hambatan organisasional
- Jangan menambah atau mengurangi pesan
- Tanpa mengingat kedudukan
2. Mengatasi hambatan individual
- Informasi jelas dan rinci
- Katakata sederhana mudah dimengerti
- Berfikir fositif, jernih, jauhi buruk sangka
- Usahakan jangan berkomunikasi ketika sengan emosi
28
C. KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan merupakan salah satu bagian penting dalam
pelaksanaan fungsi pengarahan. Kepemimpinan dapat diartikan
dalam tiga kelompok, sbb. :
1) Sebagai orang yang dibedakan dalam kelompoknya :
Fiedler (1967) mendfinisikan pimpinan “ seseorang yang berada
dalam kelompok, sebagai pemberi tugas atau sebagai
pengarah dan mengkoordinasikan kegiatan kelompok yang
relevan, serta dia sebagai penanggung jawab utamanya”.
Berdasarkan pengertian pimpinan tersebut, Fiedler
mendefinisikan kepemimpinan sebagai “ kemampuan
memberikan pengarahan dan koordinasi kepada bawahan
dalam mencapaim tujuan organisasi, serta kesediaan untuk
menjadi penanggung jawab utama dari kegiatan kelompok
yang dipimpinnya”.
2) Kecakapannya
“ sebagai seni membujuk bawahan untuk menyelesaikan tugas-
sugasnya dengan giat dan penuh kepercayaan”. Koontz and
O’Donnell, Davis (1981) mendefinisikan kepemimpinan sebagai
“ kemempuan untuk membujuk orang lain dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan secara antusias”.
3) Hubungannya.
Terry dan Frankin (1982) mendefinisikan kepemimpinan dengan “
hubungan dimana seseorang mempengaruhi orang lain untuk
mau bekerja sama melaksanakan tugas-tugas yang saling
berkaiatan guna mencapai tujuan yang diinginkan pemimpin
dan atau kelompok”.
Faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi pemimpin :
29
1. Intelegensia /Pendidikan
2. Kondisi fisik
3. Kepribadian
4. Status sosial dan pengalaman
5. Orientasi pada tugas/pekerjaan ( Ralph Stogdil, 12948)
Gaya Kepemimpinan :
1. Gaya Demokratis
2. Gaya Otoriter
3. gaya Karismatik
4. Gaya Kompromistik
Di Indonesia dikenal dengan gaya kepemimpinan yang
dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa ( menonjol ) :
1. Ing Arso Sung Tulodo
2. Ing Madio Mangun Karso
3. Tut Wuri Handayani.
Faktor Yang mempengaruhi Gaya dan Efektifitas Kepemimpinan :
Hasil penelitian Tanembaum dan Schmidt (1996)
menunjukkanbahwa gaya kepemimpinan dan efektifitas
kepemimpinan dipengaruhi oleh :
1. Kpribadaian, pengalaman, latar belakang dan harapan
pemimpin.
2. Atasan langsung
3. Bawahan
4. Persyaratan tugas
5. Iklim organisasi dan kebijakan
30
6. Perilaku dan harapan teman
V FUNGSI PENGAWASAN
A. Pengertian Pengawasan
Pengawasan atau pengendalian sebagai suatu upaya
sistematis untk menetapkan standar prestasi kerja dengan
tujuan perencanaan untukmendesain system umpan balik
informasi , menetukan apakah ada penyimpangan dan
mengukur signifikansi penyimpangan tersebut; mengambil
tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua
sumber daya perusahaan telah digunakan dengan cara yang
paling efektif dan efisien guna macapai tujan perusahaan.
B. Langkah-langkah Pengawasan
1. Menetapkan stanndar danmetode pengukuran prestasi kerja
2. Melakukan pengukuran prestasi kerja
3. menetapkan apakah prestasikerja sesuai dengan standar
4. Mengambil tindakan korektif
C. Prasyaratan Pengawasan
1. Pengawasan membutuhkan perencanaan
2. Pengawasan membutuhkan struktur organisasi yang jelas
3. Pengawasan membutuhkan keahlian
4. Pengawasan membutuhkan transparansi dan kepercayaan
5. Membutuhkan Kekuatan/kekuasaan/kewenangan.
31
D. Teknik Pengawasan
1. Pengawasan langsung
2. Pengawasan tidak langsung
E. Objek Pengawasan
1. Pengawasan sebelum dilaksanakan
2. Pengawasan saat dilaksanakan
3. Pengawasan setelah dilaksanakan
F. Sukyek pengawasan
1. Pengawas Internal ( Fungsional dan Struktural )
2. Pengawasan Eksternal ( Masyarakat, LSM, Organisasi resmi,
Konsultan, dll ).
hasimabdullah@yahoo.com
DAFTAR LITERATUR
32
1. Stonner, James A F dan Freeman E.Rl, 1994, Manajemen, Jld I
(terjemhan), Jakarta, Intermedia.
2. Robbins S. & Coulter Marry, Management, 1999 Jld I-II, Jakarta,
Prenhalindo.
3. Kadarman, A.M, 1998, Pengantar Ilmu Manajemen, Jakarta,
Gramedia.
4. Terry, R.G, 1986, The Principles of Management/Azas manajemen
(terjemahan), Bandung, Alumni.
5. Maslow, A, 1943, A Theory of Motivatioan. Dalam Mursi, A.H. 1998,
SDM Yang Produktif : Pendekatan Al-Quran dan Saints, Jakarta,
Gema Insani Press.
6. Gibson, Donnelly, , Ivancevich, Manajemen, 1997, Jakarta, Erlanga
7. Abdullah, Ahmad Hasim, 2004, Azas Manajemen : Suatu Pengantar
Studi Manajemen, Jakarta, STIAMI Press.
8. Sule, Tisnawati Ernie & Saefullah K, Pengantar Manajemen, 2005,
Jakarta, Kencana.