Docstoc

Sistem analaog vs sistem diskrit dan digital

Document Sample
Sistem analaog vs sistem diskrit dan digital Powered By Docstoc
					Aris Sutiana


                                           BAB I
                                       PENDAHULUAN

1.1. Pengertian Sistem Analog
    Suatu bentuk dari komunikasi elektronik yang merupakan proses pengiriman informasi
    pada gelombang elektromaknetik, dan bersifat variabel dan berkelanjutan atau disebut
    juga dengan sinyal analog. Contohnya sinyal gambar pada televisi, atau suara pada radio
    yang dikirimkan berkesinambungan.
    Analog merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang. Misalnya ketika
    seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang dikirimkan
    melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui gelombang. Dan kemudian, ketika
    gelombang ini diterima, maka gelombang tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke
    dalam bentuk suara, sehingga si penerima dapat mendengarkan apa yang disampaikan
    oleh pembicara lainnya dari komunikasi tersebut.




     Sinyal analog bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk
     gelombang kontinu (continous varying). Dua parameter/karakteristik terpenting yang
     dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya
     dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk
     semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis
     fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus.
     Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai
     jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal
     analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu
     amplitudo, frekuensi dan phase.
     Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
     Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
     Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.

    Salah satu contoh sinyal analog yang paling mudah adalah suara.




Sistem Analog , Diskrit, dan Digital                                                          1
Aris Sutiana




    bentuk sinyal suara
    Pengolahan sinyal analog memanfaatkan komponen-komponen analog seperti dioda,
    transistor, Op-Amp, dan lainnya.




1.2. Pengertian sistem diskrit
    Sistem pengaturan diskret adalah sistem pengaturan dengan mengamati waktu secara
    peiodik tidak kontinu, Ini merupakan kebalikan atau berlawanan dengan sistem kontinu
    Komponen sistem diskret
    · S/H sample and Hold
    · A/D C analog to digital converter
    · D/A C digital to analog converter
    · Plant atau proses yang dikendalikan
    · Transduser , sensor, aktuator
    · Modeling system

    Sampling operation:
    Sinyal diskret adalah sinyal independen yg variabel waktunya adalah diskret dan periodik.
    Sampling operation adalah dasar untuk mentransformasikan sinayl waktu kontinu
    menjadi sinyal waktu diskret




Sistem Analog , Diskrit, dan Digital                                                            2
Aris Sutiana




1.3. Pengertian Sistem Digital
    Sistem Digital adalah sistem elektronika yang setiap rangkaian penyusunnya melakukan
    pengolahan sinyal diskrit.
    Sistem Digital terdiri dari beberapa rangkaian digital/logika,komponen elektronika, dan
    elemen gerbang logika untuk suatu tujuan pengalihan tenaga/energi.
        Sistem Digital
             Bagian-bagiannya terdiri atas beberapa rangkaian digital,gerbang
               logika,& komponen lainnya
             Outputnya merupakan fungsi pengalihan tenaga
             Input dan Outputnya berupa suatu tenaga/energi

Sistem Analog , Diskrit, dan Digital                                                          3
Aris Sutiana



        Representasi Besaran Digital
        Level Logika 0
            Tegangan listrik 0 – 0,8 Volt
            Titik potensial referensi 0 (ground)
            Dioda dengan reverse bias
            Transistor dalam keadaan mati (cut off)
            Saklar dalam keadaan terbuka
            Lampu atau LED dalam keadaan padam


        Level Logika 1
            Tegangan listrik 2 – 5 Volt
            Titik potensial catu daya (+Vcc)
            Dioda dengan forward bias
            Transistor dalam keadaan jenuh (saturated)
            Saklar dalam keadaan tertutup
            Lampu atau LED dalam keadaan menyala

   Bentuk Gelombang Sinyal Digital

     Sistem digital hanya mengenal dua kuantitas untuk mewakili dua kondisi yang ada.
      Kuantitas tersebut disebut dengan logika.

     Logika 1 mewakili kondisi hidup dan logika 0 untuk kondisi mati. Sehingga bentuk
      gelombang pada sistem digital hanya mengenal 2 arah, yaitu logika 1 dan logika 0




Sistem Analog , Diskrit, dan Digital                                                     4
Aris Sutiana


                                         BAB II
                    Kelemahan Dan Keungulan Sistem Analog,Digital,Diskrit


    2.1. Sistem Analog

               Sistem analog masih memiliki beberapa ”keunggulan”, yang menyebabkan
         masih ada beberapa penggemar fanatik yang lebih menyukai sistem analog. Pada
         sistem analog, terdapat amplifier di sepanjang jalur transmisi. Setiap amplifier
         menghasilkan penguatan (gain), baik menguatkan sinyal pesan maupun noise
         tambahan yang menyertai di sepanjang jalur transmisi tersebut.
         Beberapa alasan bahwa sistem analog sulit bahkan mustahil untuk digantikan adalah
         :
         1) Pemrosesan Sinyal dari Alam secara alamiah, sinyal yang dihasilkan alam itu
            adalah berbentuk analog. misalnya sinyal suara dari mikrofon, seismograph dsb
            walaupun kemudian bisa diproses dalam domain digital, sehingga banyak alat
            yang mempunyai bagian ADC dan DAC. nah pembuatan ADC dan DAC dengan
            presisi dan kecepatan tinggi, konsumsi daya rendah itu sangat sulit, ini
            memerlukan orang-orang analog.
         2) Komunikasi Digital Untuk mengirim sinyal melalui kabel yang panjang biasanya
            juga harus diubah dulu menjadi sinyal analog, memerlukan juga perancangan
            ADC dan DAC.
         3) Disk Drive Electronics Data storage –> binari (Digital) dibaca oleh “magnetic
            head” –> ANALOG (small, few milli Volt, high noise) disini sinyal perlu di
            “amplified, filtered, and digitized”
         4) Penerima nir-kabel (wireless) Sinyal yang diambil/diterima oleh antenna
            penerima RF adalah ANALOG (few milli volt, high noise)
         5) Penerima Optis mengirim data kecepatan tinggi melalui jalur fiber optic yang
            panjang data harus diubah menjadi bentuk cahaya (light) = ANALOG perlu
            perancangan rangkaian kecepatan tinggi, dan pita lebar (broad band) oleh orang
            analog. (saat ini kecepatan receiver 10-40Gb/s)
         6) Sensor Video Camera –> citra/image diubah menjadi arus mengunakan larik
            fotodioda sistem ultrasonik –> menggunakan sensor akustik untuk menghasilkan
            tegangan yang proporsional dengan amplitudo accelerometer –> mengaktifkan
            kantong udara ketika kendaraan menabrak sesuatu, maka perubahan kecepatan
            diukur sebagai akselerasi itu adalah kerjaan Analog
         7) Mikroprosesor & Memory walaupun sesungguhnya DIGITAL, tapi pada
            kecepatan tinggi (high speed digital design), perilakunya mirip analog –> dilihat
            sebagai sinyal analog




Sistem Analog , Diskrit, dan Digital                                                            5
Aris Sutiana


         Kelemahan Sistem Analog
         Perlu pengertian tentang sistem Analog mengapa analog lebih sulit dari sistem
         digital, yakni :
               1) digital hanya mempertimbangkan speed, power dissipation analog harus
                  memepertimbangkan speed, power dissipation, gain, precission, supply
                  voltage dsb
               2) Analog lebih sensitif terhadap derau/noise, crosstalk dan interferensi
                  (kecepatan & presisi)
               3) jarang yang bisa diotomatisasi dalam perancangan seperti digital yang bisa
                  di Lay out dan sintesis secara otomatis.
               4) Modelling & Simulation untuk analog memerlukan pengalaman karena
                  banyak efek dan perilaku yang “aneh”
               5) Teknologi sekarang banyak digunakan dan dirancang untuk memproduksi
                  produk digital, karena itu sulit kalau mau memproduksi yang analog.


2.3. Sistem Digital

    Keunggulan Sistem Digital
               Beberapa keunggulan dari sistem digital adalah :
     1. Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah, keandalan (reability) lebih baik,
        pemakain ruang yang lebih kecil dan konsumsi daya yang lebih rendah
     2. Teknologi digital membuat kualitas komunikasi tidak tergantung pada jarak
     3. Teknologi digital lebih bergantung pada noise
     4. Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin berkembang
     5. Teknologi digital memungkinkan pengenalan layanan-layanan baru
     6. Teknologi digital menyediakan kapasitastransmisi yang besar
     7. teknologi digital menawarkan fleksibilitas
             Keuntungan lain dari sistem digital yang pertma ialah amplifier digantikan
    regenerative repeater. Fungsi repeater selain menguatkan sinyal, juga “membersihkan”
    sinyal tersebut dari noise. Pada sinyal “unipolar baseband”, sinyal input hanya
    mempunyai dua nilai – 0 atau 1. Jadi repeater harus memutuskan, mana dari kedua
    kemungkinan tersebut yang boleh ditampilkan pada interval waktu tertentu, untuk
    menjadi nilai sesungguhnya di sisi terima.
             Keuntungan kedua dari sistem komunikasi digital adalah bahwa kita
    berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan bentuk gelombang. Nilai-nilai bisa
    dimanipulasi dengan rangkaian rangkaian logika, atau jika perlu, dengan mikroprosesor.
    Operasi-operasi matematika yang rumit bisa secara mudah ditampilkan untuk
    mendapatkan fungsi-fungsi pemrosesan sinyal atau keamanan dalam transmisi sinyal.

Sistem Analog , Diskrit, dan Digital                                                           6
Aris Sutiana


    Kerugian Sistem Digital
             Sistem digital juga mempunyai beberapa kerugian dibandingkan dengan sistem
    analog, bahwa sistem digital memerlukan bandwidth yang besar. Sebagai contoh, sebuah
    kanal suara tunggal dapat ditransmisikan menggunakan single - sideband AM dengan
    bandwidth yang kurang dari 5 kHz. Dengan menggunakan sistem digital, untuk
    mentransmisikan sinyal yang sama, diperlukan bandwidth hingga empat kali dari sistem
    analog. Kerugian yang lain adalah selalu harus tersedia sinkronisasi. Ini penting bagi
    sistem untuk mengetahui kapan setiap simbol yang terkirim mulai dan kapan berakhir,
    dan perlu meyakinkan apakah setiap simbol sudah terkirim dengan benar.




Sistem Analog , Diskrit, dan Digital                                                         7

				
DOCUMENT INFO
Description: konsep dasar sistem analog, diskrit dan sistem digital, kelebihan dan kekurangan sistem analog diskrit dan digital