Laporan Penelitian Brotowali by Bageur_Widiyanto

VIEWS: 3,033 PAGES: 11

									                                    BROTOWALI

                                      (Tinosporae caulis)




I.       TAKSONOMI

Kingdom        : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi   : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi         : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas          : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas      : Magnoliidae

Ordo           : Ranunculales

Famili         : Menispermaceae

Genus          : Tinospora

Spesies        : Tinospora crispa (L.) Hook F. & T
II.       NAMA DAERAH

Jawa         : Antawali, bratawali, putrawali, daun gadel

Sunda        : Andawali

Bali         : Antawali

China        : Shen jin teng

Inggris      : Heartleaf moonseed

Melayu       : Putar wali

Thailand     : Bora phet, Chung ching, Kuakhohoo

Philipina    : Bora phet, Chung ching, Kuakhohoo
III.     KANDUNGAN KIMIA DAN STRUKTURNYA

        Kandungan kimia

         Kandungan kimia dalam brotowali adalah Alkaloid, damar lunak, pati, glikosida
pikroretosid,zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin, Secoisolariciresinol dan columbine.
Akar mengandung alkaloid berberin dan kolumbin.

        Sruktur kimia


         1) Alkaloid                                           2) Berberin




         3) Pati                                           4) Secoisolariciresinol
        5) Glikosida




IV.     KEGUNAAN DAN KHASIAT

       Pemerian
        Tidak berbau, rasa sangat pahit.


       Khasiat
        Antipiretikum, Tonikum, Antiperiodikum, Diuretikum, Antidiabetik, Analgetik.


       Kegunaan
        Dalam pengobatan Alternatif Herbal brotowali ini digunakan sebagai :

        1. Rematik.
            Satu jari batang brotowali dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas
            air menjadi 1,5 gelas. Setelah dingin disaring, tambah madu secukupnya, minum. Sehari 3
            kali setengah gelas. (Saran 3 x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
        2. Demam kuning.
            Satu jari batang brotowalidicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air menjadi satu
            setengah gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 kali setengah gelas. (Saran 3 x
            1 kapsul per hari, minum banyak air)
3. Demam.
   Dua jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi satu gelas. Setelah
   dingin diminum dengan madu secukupnya.Sehari 2 kali setengah gelas. ( Saran kapsul 3 x 1
   kapsul per hari)
4. Kencingmanis.
   Sepertiga genggam daun sambiloto, sepertiga genggam daun kumis kucing, 6 cm batang
   brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas.
   Diminum setelah makan, sehari 2 kali satu gelas. (Saran 3 x 1 kapsul per hari)
5. Kudis.
   Tiga jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas
   dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari
   dua kali.
6. Luka.
   Daun brotowali ditumbuk,Tempelkan, diganti 2 kali per hari. Cuci luka dengan air rebusan
   batang.

7. Badan gatal-gatal.

   Mandi dengan air rebusan sejengkal batang brotowali.
V.      TEORI

        Simplisia merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut bahan-bahan obat alam yang berada
dalam wujud aslinya atau belum mengalami perubahan bentuk. Pengertian simplisia menurut
Departemen Kesehatan RI adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami
perubahan proses apa pun, dan kecuali dinyatakan lain umumnya.


        Brotowali merupakan tumbuhan yang tumbuh liar di hutan, ladang atau kita juga bisa
menanamnya. Brotowali sangat suka pada tempat yang panas, tumbuhan ini termasuk perdu dan
memanjat. Memiliki tinggi batang hingga 2,5 m dengan besar batang sebesar jari kelingking, berbintil-
bintil rapat dan memiliki rasa yang pahit. Tumbuhan ini juga merupakan tumbuhan daun tunggal,
bertangkai, dengan bentuk daun seperti jantung atau agak mirip seperti bundar telur berujung lancip,
dengan panjang daun 7-12 cm dan lebar 5-10 cm. Bunganya berukuran kecil, dengan warna hijau muda
dengan bentuk tandan semu. Tumbuhan ini juga dapat diperbanyak dengan cara stek.


        Tanaman brotowali (Tinospora Crispa) telah lama digunakan oleh nenek moyang bangsa
Indonesia untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satunya adalah sebagai obat penyakit kencing
manis dan pembersih darah. Tanaman brotowali memang cukup kaya dengan kandungan bahan kimia
yang bermanfaat. Di antaranya alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin,
harsa, berberin, palmatin, kolumbin, dan kokulin. Dengan beragam kandungan tersebut brotowali
mempunyai efek sebagai pelindung rasa sakit, antipiretik, melancarkan meredian dan antineoplastik.
Sifat tanaman ini sejuk dengan rasa pahit sehingga tepat untuk mengobati sakit kencing manis.
VI.       PEMERIKSAAN

         Makroskopik


                 Potongan batang, warna hijau kecoklatan, permukaan tidak rata, bertonjolan, beralur-
          alur membujur, lapisan luar mudah terkupas.


         Mikroskopik


                 Epidermis terdiri dari 1 lapis sel berbentuk segi empat memanjang, dinding tipis dengan
          kutikula agak tebal. Di bawah epidermis terdapat beberapa lapis sel gabus, bentuk segi empat
          memanjang, dinding agak tebal. Kambium gabus terdiri dari beberapa lapis sel berdinding tipis.
          Korteks parenkimatik dengan sel-sel berbentuk membulat, mengandung butir-butir pati, minyak
          atau hablur kalsium oksalat berbentuk prisma. Di sebelah luar tiap berkas pengangkut terdpat
          serabut sklerenkim berbentuk lengkungan; pada batang yang tua lengkungan-lengkungan
          tersebut bersambung satu dengan yang lain, sehingga merupakan seludang sklerenkim yang
          tidak terputus yang pada lapis terluarnya disertai serabut hablur yang berisi hablur kalsium
          oksalat berbentuk prisma. Empulur parenkimatik, berisi butir pati, sel getah dan berkas
          pembuluh kolateral. Parenkim di antara floem dan serabut sklerenkim terkadang-kadang
          termampat atau terkoyak. Butir pati di korteks dan empulur berbentuk hamper bulat, panjang
          atau lonjong, umumnya lonjong. Sel-sel getah terdapat dalam deretan membujur di antara sel
          parenkim. Berkas pembuluh kolateral, terpisah satu dengan yang lain oleh jaringan parenkim.
          Serbuk: warna kuning kelabu. Fragmen pengenal adalah serabut hablur dengan hablur kalsium
          oksalat berbentuk prisam; butir-butir pati tunggal, umumnya berbentuk lonjong; pembuluh kayu
          dengan penebalan tangga dan pembuluh kayu bernoktah; fragmen gabus; serabut dan hablur
          kalsium oksalat berbentuk prisma.
VII.   GAMBAR

      Gambar Organoleptik
VIII. KESIMPULAN

     Brotowali mempunyai nama simplisia yaitu Tinosporae caulis, sedangkan nama latin untuk
      tamanan brotowali yaitu Tinospora crispa.
     Pemerian Tidak berbau, rasa sangat pahit.
     Kandungan brotowali; Alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid,zat pahit pikroretin,
      harsa, berberin, palmatin, Secoisolariciresinol dan columbine.
     Kegunaan brotowali ini dalam pengobatan alternative herbal biasanya digunakan untuk rematik,
      demam, kencing manis, kudis, luka, badan gatal-gatal.
      Selain mempunyai kegunaan untuk pengobatan herbal, brotowali juga berkhasiat sebagai
      Antipiretikum, Tonikum, Antiperiodikum, Diuretikum, Antidiabetik, Analgetik.
     Brotowali merupakan tumbuhan yang tumbuh liar di hutan, tumbuhan ini termasuk perdu dan
      memanjat. Memiliki tinggi batang hingga 2,5 m dengan besar batang sebesar jari kelingking,
      berbintil-bintil rapat dan memiliki rasa yang pahit. Tumbuhan ini juga merupakan tumbuhan
      daun tunggal, bertangkai, dengan bentuk daun seperti jantung atau agak mirip seperti bundar
      telur berujung lancip, dengan panjang daun 7-12 cm dan lebar 5-10 cm. Bunganya berukuran
      kecil, dengan warna hijau muda dengan bentuk tandan semu.
                           DAFTAR PUSTAKA

 Materia Medika Indonesia IV. thn 1980, Depkes RI
 http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe
 http://cerlangcemerlang.com/tanaman-obat-dan-penyakit/
 http://plantamor.com/index.php?plant=1250
 http://www.tanaman-obat.com/gallery-tanaman-obat/73-b-r-o-t-o-w-a-l-i
 http://www.roasehat.com/Tanaman-Obat/Tanaman-Obat-A-B/Brotowali.html
 LAPORAN FARMAKOGNOSI


         Tinosporae caulis




             Disusun oleh :



           ANDI WIDIYANTO
              21081093
                G4 / K3




Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
     Jl. Soekarno-Hatta no. 754

            BANDUNG

								
To top