PERUSAHAAN PERORANGAN PERUSAHAAN DAGANG by wpm87015

VIEWS: 7,230 PAGES: 14

									PERUSAHAAN
PERORANGAN/
PERUSAHAAN
  DAGANG
   Merupakan suatu bentuk badan usaha pribadi
    yang memikul risiko secara pribadi pula atau
    perorangan. Perusahaan Perorangan/
    Perusahaan Dagang merupakan bentuk
    peralihan antara bentuk partnership dan dapat
    pula dimungkinkan sebagai one man corporation
    atau een manszaak. Dalam hubungan ini dapat
    pula diberlakukan pasal 6 dan pasal 18 Kitab
    Undang-undang Hukum Dagang
    SUMBER MODAL PERUSAHAAN
 PERORANGAN/ PERUSAHAAN DAGANG

Sumber modal Perusahaan Perorangan/
Perusahaan Dagang adalah dari pemilik
atau dapat pula menggunakan modal
pinjaman.
Contoh Perusahaan Perorangan/
Perusahaan Dagang adalah toko pakaian,
toko makanan dan lain-lain.
          TANGGUNG JAWAB PEMILIK
         PERUSAHAAN PERORANGAN/
            PERUSAHAAN DAGANG
Pada Perusahaan Perorangan/ Perusahaan Dagang tidak
terdapat pemisahan antara kekayaan pribadi pemilik
dengan kekayaan perusahaan sehingga utang perusahaan
berarti pula utang pemiliknya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seluruh harta
kekayaan pemilik menjadi jaminan bagi semua utang
perusahaannya.
Oleh karena itu, pemilik Perusahaan Perorangan/
Perusahaan Dagang memiliki tanggung jawab yang tidak
terbatas.
    KELEBIHAN PERUSAHAAN PERORANGAN/
           PERUSAHAAN DAGANG

-   Aktivitas relatif sedikit dan sederhana
    sehingga organisasinya relatif mudah.
-   Biaya organisasi rendah.
-   Pendirian dan pembubarannya mudah
    karena tidak memerlukan formalitas.
-   Seluruh keuntungan yang diperoleh
    menjadi hak pemilik.
-   Manajemen relatif fleksibel.
    KELEMAHAN PERUSAHAAN PERORANGAN/
           PERUSAHAAN DAGANG
-   Tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Apabila
    kekayaan perusahaan tidak dapat menutup utang
    perusahaan, maka kekayaan pribadi menjadi jaminan
    untuk menutup kekurangan pembayaran utang
    perusahaan tersebut.
-   Status hukum Perusahaan Perorangan/ Perusahaan
    Dagang adalah bukan badan hukum.
-   Pada umumnya kemampuan investasi terbatas sehingga
    besar atau luas usaha juga terbatas.
-   Apabila pemilik perusahaan meninggal dunia atau tidak
    dapat aktif untuk waktu yang cukup lama maka kegiatan
    perusahaan akan terhenti.
-   Kemampuan manajerial yang terbatas.
  COMMANDITAIRE VENNOOTSCHAP
  (CV) / PERSEKUTUAN KOMANDITER
Pengertian:
I.G. Rai Widjaya:
“Suatu perusahaan yang didirikan oleh satu
atau beberapa orang secara tanggung
menanggung, bertanggung jawab untuk
seluruhnya atau bertanggung jawab secara
solider, dengan satu orang atau lebih
sebagai pelepas uang (geldschieter).”
   COMMANDITAIRE VENNOOTSCHAP
   (CV) / PERSEKUTUAN KOMANDITER
Pengertian Persekutuan Komanditer terdapat dalam pasal 19 Kitab
Undang-undang Hukum Dagang, yaitu:
Ayat 1:
“Persekutuan secara melepas uang yang dinamakan persekutuan
komanditer, didirikan antara satu orang atau beberapa sekutu yang
secara tanggung menanggung bertanggung jawab untuk seluruhnya
pada pihak satu, dan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang pada
pihak lain.”
Ayat 2:
“Dengan demikian bisalah terjadi suatu persekutuan itu pada suatu
ketika yang sama merupakan persekutuan firma terhadap sekutu firma
di dalamnya dan merupakan persekutuan komanditer terhadap pelepas
uang.”
         KARAKTERISTIK CV
Berdasarkan pasal 19 Kitab Undang-undang Hukum
Dagang, terdapat karakteristik yang khas dari CV, yaitu
terdapatnya 2 macam sekutu:
- Satu orang atau lebih secara tanggung menanggung
   bertanggung jawab untuk keseluruhannya atau sering
   disebut dengan sekutu komplementer atau sekutu aktif.
   Artinya sekutu komplementer bertugas untuk:
   * Mengurus CV.
   * Berhubungan hukum dengan pihak ketiga.
   * Bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan.
           KARAKTERISTIK CV
-   Satu orang atau lebih sebagai pelepas uang atau yang sering
    disebut dengan sekutu komanditer atau sekutu diam.
    Artinya sekutu komanditer:
    * Wajib menyerahkan uang, benda ataupun tenaga kepada
      persekutuan sebagaimana yang telah disanggupkan.
    * Berhak menerima keuntungan.
    * Tanggung jawab terbatas pada jumlah pemasukan yang telah
      disanggupkan.
    * Tidak boleh campur tangan dalam tugas sekutu komplementer
      (Pasal 20 Kitab Undang-undang Hukum Dagang), bila dilanggar
      maka tanggung jawabnya menjadi tanggung jawab secara pribadi
      untuk keseluruhan (tanggung jawab sekutu komplementer)
      berdasarkan pasal 21 Kitab Undang-undang Hukum Dagang.
                 PENDIRIAN CV
Untuk mendirikan CV, para pendiri CV tidak memerlukan formalitas,
artinya pendirian CV dapat dilakukan, baik dengan lisan maupun
tulisan. Apabila dilakukan dengan tulisan maka dapat dilakukan
dengan akta otentik ataupun akta di bawah tangan. Juga tidak ada
keharusan dari pendiri CV untuk melakukan pendaftaran dan juga tidak
ada keharusan untuk diumumkan dalam Lembaran Negara. Dengan
demikian CV tidak dapat dikategorikan sebagai badan hukum
sebagaimana halnya Perusahaan Perorangan/ Perusahaan Dagang.
Tetapi pada saat ini berdasarkan pengamatan Purwosutjipto, “dalam
praktek di Indonesia menunjukkan suatu kebiasaan bahwa orang
mendirikan CV berdasarkan akta Notaris, didaftarkan di Kepaniteraan
Pengadilan Negeri yang berwenang (di wilayah tempat kedudukan CV)
dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara R.I.”
                  KELEBIHAN CV
-   Pendiriannya tidak terlalu rumit, yaitu dapat dilakukan, baik dengan
    lisan maupun tulisan. Apabila dilakukan dengan tulisan maka dapat
    dibuat akta otentik dengan akta Notaris ataupun dengan akta di
    bawah tangan. Akta Notaris merupakan alat pembuktian yang
    membuat kedudukan CV kuat apabila berhubungan dengan pihak
    ketiga.
-   Bentuk badan usaha CV telah mendapat kepercayaan masyarakat.
-   Banyak pengusaha kecil dan menengah terutama perusahaan
    keluarga yang memilih bentuk badan usaha CV karena dalam CV
    tidak semua sekutu harus memasukkan sesuatu ke dalam CV dan
    tidak semua sekutu harus mengurus perusahaan. Dalam CV yang
    memasukkan sesuatu ke dalam CV dan mempunyai tanggung
    jawab terbatas hanya sekutu komanditer (sekutu pasif) sedangkan
    yang mengurus perusahaan dan mempunyai tanggung jawab tidak
    terbatas hanya sekutu komplementer (sekutu aktif). Dengan
    demikian CV lebih fleksibel dibandingkan dengan bentuk badan
    usaha lainnya.
               KELEBIHAN CV
-   Struktur organisasi CV tidak terlalu rumit. Organ yang
    terdapat dalam CV hanya sekutu komanditer dan sekutu
    komplementer.
-   Laba yang diperoleh CV hanya dikenakan Pajak
    Penghasilan 1 kali, yaitu pada badan usaha saja
    sedangkan pembagian keuntungan atau laba yang
    diberikan kepada sekutu komanditer tidak lagi dikenakan
    Pajak Penghasilan.
-   Modal yang dibutuhkan untuk mendirikan dan
    menjalankan CV tidak ditentukan, dapat besar maupun
    kecil sehingga bentuk badan usaha CV banyak dipilih
    oleh perusahaan kecil dan menengah.
              KELEMAHAN CV

-   Apabila sekutu komanditer menjadi sekutu aktif maka
    tanggung jawabnya akan menjadi tanggung jawab
    pribadi sesuai dengan pasal 21 Kitab Undang-undang
    Hukum Dagang.
-   Status hukum badan usaha CV adalah bukan badan
    hukum sehingga tidak banyak dipilih oleh pengusaha
    yang melakukan kegiatan usaha besar. Seperti kita
    ketahui bahwa untuk mengerjakan proyek-proyek besar
    dibutuhkan badan usaha yang statusnya badan hukum,
    yaitu P.T.
-   CV tidak dapat menumpuk modal dengan jalan
    menghimpun modal dari para sekutunya. Berbeda
    dengan P.T. yang dapat menumpuk modal dengan jalan
    menghimpun modal dari para pemegang sahamnya.

								
To top