Bhn kul PENCEMARAN UDARA by ing15204

VIEWS: 466 PAGES: 23

									PENCEMARAN UDARA
Sumber-Sumber Pencemaran Udara
1. Carbon Monooxide (CO)
• Sumber: Bahan bakar fosil
• CO merupakan gas yang tidak berasa, tidak
   berbau dan tidak berwarna.
• CO + Hb       mengurangi kapasitas dukung
   oksigen dan mengganggu sistem syaraf
   - Dosis rendah    mengganggu fungsi
                     mental
   - Dosis tinggi    kematian
2. Sulfur Dioxide (SO2)
• Sumber: dari letusan gunung api
• Gas yang tidak berwarna, dengan bau menyengat
• Sangat reaktif (jika ada oksigen) -> korosif
• Membentuk asam sulfat (dalam kelembaban ttt.)
• Memedihkan mata dan membakar tenggorokkan
• Menyebabkan penyakit pernafasan (bronkitis,
  emphysema dan asma).
• "Chronic exposure“ dapat merusak paru-paru
• Melunturkan warna pada tekstil, mempercepat
  perusakan bahan-bahan bangunan (batu-batuan,
  logam, dsb) .
• Menyebabkan terjadinya hujan asam.
3. Hidrocarbon (HC)
• Senyawa organik yang volatile (mudah menguap) yang
   mengandung hidrogen + carbon
• Contohnya : methan, propane, acetylene, dll
• Beberapa bersifat karsinogen
• Berasal dari pembakaran yang tidak sempurna dari bahan
   bakar karbon.
4. Total Suspended Particulates (TSP)
• Padat atau cair/larutan dengan 0 0.3 - 100 um
• Contoh : arang, debu, pollen dan beberapa
   khemikalia logam-logam seperti : As, Cd, dan Pb
• Dampak : "Cardiorespiratory" : bronkhitis & asma,
   kanker paru-paru
• Mengurangi visibilitas
• Menghambat fotosintesis pada tumbuhan
• Dihasilkan oleh industri-industri yang menggunakan
   batubara sebagai bahan bakar : pabrik baja dan
   pembuatan pupuk. Selain itu juga aktivitas konstruksi dan
   pembuangan limbah padat.
5. Nitrogen Oxide (NO) dan (NO)2
• Nitrogen monooxide dan Nitrogen dioxide
• Gas berwarna coklat kemerahan
• Menyebabkan penyakit pernafasan, meningkatkan
  kemungkinan terjadinya pneumonia dan kanker
  paru
• Dapat melunturkan cat dan perwarna
• 2 kriteria yang menyebabkan N02 dimasukkan
    sebagai polutan/pencemar:
    a. Nitrogen biasanya tidak aktif (inert), tapi jika
    bergabung dengan 02 pada suhu tinggi pada
    pembakaran tertutup akan membentuk NOx.
    b. Sumber utama NOx adalah asap kendaraan
    motor (44%) + pabrik (52%).
6.Pb (Lead)
• Non ferrous
• Logam berat yang terjadi secara alami dalam atm.
• Terjadi dalam bentuk uap, debu atau aerosol.
• Sebagai racun dalam tubuh manusia dan
   menyebabkan kelelahan, merusak fungsi saraf
   pusat
• Dapat menyebabkan anemia dan kematian
• Sumber-sumber: kendaraan bermotor, "lead
   mining", pabrik-pabrik yang menggunakan Pb
  (baterai), debu volkanik, serta asap rokok.
7. Oxidants (Ox)

• Kelompok senyawa yang penting dalam
  "Photochemical Smog"
   Contoh : Ozone (03) + HC + NOx + matahari
     LA Type – Smog

• PAN (Peroxyacetyl nitrates) menyebabkan:
  - Merusak cat, tekstil
  - Mengurangi pandangan
  - Mengganggu pertumbuhan tanaman (daun
    dan buah)
  - Iritasi mata
  - Cardiovascular dan respiratory illnesses
•   Sinar matahari




                 O + O2   O3
                 + HC + NO2 + NO

                     PAN (Peroxyacetyl nitrates)
                     Seperti ozone (Oxidan fotokemis-
                             yang berbahaya)
8. Acid Rain
• Istilah umum yang digambarkan sebagai
  pengendapan/deposisi asam dalam air hujan, salju,
  dan partikel-partikel debu yang berasal dari
  atmosfir.
• Dampak hujan asam :
    - merusak tumbuh-tumbuhan
    - mengurangi kualitas air permukaan
• Substansi/ zat penetral asam : Senyawa Ca + Mg
• Ditanah/ batuan yang kaya akan Ca       penetral
  asam cukup sebagai "buffer" terhadap efek hujan
  asam.
• Pada tanah yang kurang Ca/Mg       efek hujan
  asam bisa akut/ "severe"
• Danau/ kolam terlalu asam : Ikan tidak bisa
  hidup dan tanaman banyak yang mati.
• pH turun    mineral-mineral mudah larut
  uptake naik. Contoh : AI (toxic pada
  tanaman)
• Hujan asam juga mempengaruhi suplai air
  minum
  dan kesehatan manusia
• Hampir sebagian besar logam tidak larut
  pada pH netral, begitu pH turun kelarutannya
  meningkat. Contoh : Timbel (Pb), baik dari
  alam/ industri   ke danau dan sungai
  (sedimen)
• Cu (pada pipa air minum)    pH turun     korosi
  (Solusi : ditambah dengan kapur/ 'lime")
• Menyebabkan korosi pada bangunan-bangunan,
  permukaan logam yang tidak dicat, jembatan, dsb.

Pencegahan :
• Menggunakan bahan bakar rendah sulfur
• Mengurangi suhu pembakaran
• Menyusun/desain "sulfur scrubbers“.
• Karena "acid rain" (hujan asam) bersifat regional
  maka penyelesaiannya harus secara regional.
  "Clean Air Act"   in US
     Tabel 1.1 National Ambient Air Quality Standard

Pollutants           Average Time              Primary                Secondary
                                                            3                       3
TSP                        24hrs               260 ug/m                 150 ug/m
                                                    3                           3
S02                     24 hrs 3 hrs      365 g/m (0.14 ppm)       1300 Mg/m (0.5 ppm)

                                                    3                   3                3
CO                     8 hrs and 1 hr     10 ug/m (9 ppm) 40     10 ug/m (9 ppm) 40 ug/m
                                                   3
                                              ug/m (35 ppm)                (35 ppm)

                                                    3                       3
N02                  Rata-rata tahunan    100ug/m (0.05 ppm)       100 ug/m (0.05 ppm)

                                                    3                       3
O3                         1 hrs          240 ug/m (0.12 p£im)     240 ug/m (0.12 ppm)

                                                    3                       3
HC                         3 hrs          160ug/m (0.24 ppm)       160 ug/m (0.24 ppm)


                                                        3                           3
Pb                       3 months                 1.5ug/m               1.5 ug/m


Source : Council on Environmental Quality, 1980
PSI (Pollutant Standard Index)
• Sebagai usaha untuk menstandarisasi monitoring
  secara luas, EPA (Environment Protection Agency)
  membuat index kualitas udara pada tahun 1978
  yang disebut sebagai PSI (pengukuran berdasar
  tingkat kesehatan).
• Index ini meliputi konsentrasi N02/ S02, CO, 03 dan
  TSP sebagai satu nilai yang berkisar antara 0-500
• PSI : 0 – 99     baik atau tercemar sedang
     100 – 200     tidaksehat
     200 - 300     sangat tidak sehat
          >300     sangat berbahaya
9.Carbon Dioxide (CO2)
• Hanya 0.03% dari atm. Bumi (tetapi berperan
  penting dalam mengatur budget energi,
  sirkulasi atmosfir dan iklim).
• Kemampuan C02 untuk melewati radiasi
  matahari bergelombang pendek tetapi
  menyerap radiasi terestrial bergelombang
  panjang menyebabkan pemanasan atmosfir
  disebut "Green House Effect".
Sumber-sumber C02:
• Pembakaran bahan bakar fossil/ batubara
• Gas alami, deforestation (penebangan hutan)
• Biota
• Dampak yang ditimbulkan :
    - Pertumbuhan tanaman yang sangat cepat
    - Temperature rata-rata atm. akan naik
    - C02 600 ppm di udara/ atm.   suhu naik
         C
      1-3°
• Efek CO2 = CFC (chloro fluoro carbon)
10. CFC (Chlorofluorocarbons)
• Zat sintetis yang digunakan pada
  refrigerator/ lemari es
• Juga untuk industri
• Bersifat inert   sangat stabil  stratosfer
• Di stratosfer, CFC terpecah oleh sinar
  matahari dan komponen-komponennya
  masuk dan membentuk reaksi kimia
  mengurangi konsentrasi ozone (03)      sinar
  UV     bumi     merusak tumbuhan dan
  hewan.
  Strateqi dan Teknoloqi Penqendalian
  Pencemaran Udara
• Secara strategi "Clean Air Act" mengalami
  kegagalan di USA
• Secara teknologi dan non-teknologi ada beberapa
  pendekatan :
  a. Alternatif:
    - mengubah gaya hidup ( << energi)
    - menggunakan teknologi lain yang lebih
      mengurangi pencemaran
    - menggunakan sumber energi lain yang
      tidak menimbulkan pencemaran.
b.Reduction :
• Kita masih bisa menggunakan bahan yang
  sama tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit.
  Misalnya : mobil lebih kecil, modifikasi
  teknologi agar lebih efisien, dll.
c.Membuang bahan pencemar dari bahan
  semula (“fuels") :
  Misalnya : membuang sulfur dari batu bara
  sebelum pembakaran dengan "sulfur
  scrubbers"
d. Menjaga agar pollutan tidak ke udara begitu
   bahan dibakar : dengan menggunakan ''Catalytic
   converter" (misal : Rhodium    mengubah nitrogen oxides
   (NOx) menjadi gas nitrogen + oxygen) pada mobil/
   kendaraan bermotor dan memasang "Scrubbers".

e. Membuang pollutan dari udara          "Seems
   impossible“ atau "mencegah lebih baik daripada
   mengobati“

f.   Mengubah "receptor"/ penerima dampak dan berusaha
     melindunginya :
      - melapisi patung-patung dengan bahan-bahan
        pelindung
      - mengembangkan spesies-spesies tanaman
        yang tahan
      - menambah kandungan kapur ke danau-danau
Polusi Udara : perpindahan sejumlah bahan-
  bahan/senyawa yang merugikan (baik alami atau
  sintetik) ke atmosfir sebagai akibat langsung atau
  tidak langsung dari aktivitas manusia.
  Polusi udara :
    - Gas
    - Liquid/ cairan (aerosol)
    - Solid/padatan
• Bahan pencemar udara ("air pollutants”) dapat
  ditambahkan ke udara secara langsung        "primary
  pollutants" atau terbentuk di udara dari bahan
  pencemar lain dibawah pengaruh dari radiasi
  elektromagnetik sinar matahari      "Secondary
  pollutants".
• Pengaruh pencemar bervariasi tergantung pada
  konsentrasi dan kimiawi dari bahan-bahan tersebut.
  satu zat mungkin lebih toksik dari yang lain dan
  punya dampak yang lebih besar dibanding yang lain
  terhadap ekosistem.
• Dampak-dampak yang ditimbulkan :
     - erosi/ proses terkikisnya patung-patung,
       permukaan cat
     - menghancurkan properti/bangunan-bangunan
       lain
     - mengganggu kesehatan manusia dan
       organisme lainnya
     - mengubah iklim dan kimiawi dari danau, sungai,
       dan tanah.
• Karena kekompleksan masalah pencemaran
  udara hal ini menjadi masalah sosial dan
  politik.
• Secara sosial politik, karena masalahnya
  berhubungan dengan ketidakmampuan
  (relatif) untuk mengetahui dampak yang
  belum terlihat, hubungan sebab akibat yang
  belum diketahui/ belum jelas, ketidakseriusan
  jika menyangkut politik (misal pada problem
  kronis), sehingga masalah pencemaran
  udara sangat sulit diatasi.

								
To top