GENETIKA
Description
GENETIKA
Shared by: mclaren90
Categories
Tags
-
Stats
- views:
- 7068
- posted:
- 7/1/2010
- language:
- Indonesian
- pages:
- 17
Document Sample


GENETIKA
Julius Ch. Yapri, dr., M.kes
• Genetika : adalah ilmu yang mempelajari
sebab, perkembangan, penyebaran, dan
warisan perbedaan sifat individu.
• Genetika kedokteran : adalah cabang ilmu
genetika yang mempelajari pewarisan dan
efek gen pada berbagai penyakit
• Cabang ilmu yang terkait : Onkologi,
hematologi, neurologi, interna, obstetri,
pediatri, dll.
• Percobaan genetika, sulit dilakukan pada
manusia. Hal ini karena persoalan etika,
keluarganya kecil, lambat berkembang,
masa hidupnya lama dan tidak dapat
disilang semaunya.
• Tapi pada tanamam atau hewan kecil
lebih memungkinkan.
KELAINAN GENETIKA
• Kelainan gen tunggal. Misalnya : Kistik
fibrosis, Duchene muskulo dystrofi,
hemofillia A, retinoblastoma, dll.
• Kelainan kromosom. Misalnya : sindrom
Down, Trisomi 18 dll.
• Kelainan multifaktorial. Misalnya :
Malformasi kongenital ( sumbing ), Orang
dewasa ( DM, kanker )
• Kelainan mitokhondria.
G + L ----------------- > F
G = Genotip ( abstrak )
L = Lingkungan
F = Fenotip
HUKUM MENDEL
HUKUM MENDEL
• POSTULAT MENDEL :
1. Gen berupa partikel tunggal yang
berpasangan ( diploid)
2. Pada gametogenesis gen tersebut
berpisah ( segregasi)
3. Menganut sistim dominan – resesif
4. Setiap gen yang segregasi akan
berpasangan secara bebas ( independen )
PENGERTIAN-PENGERTIAN
• Monohibrid : artinya keturunan yang berasal dari
kedua induknya, yang mempunyai 1 perbedaan
sifat.
• Dihibrid : artinya keturunan yang berasal dari
kedua induknya, yang mempunyai 2 perbedaan
sifat
• Trihibrid : ……. 3 perbedaan sifat.
• F-1 ( fenotip 1 ) = turunan pertama
• F-2 ( fenotip 2 ) = turunan ke dua
• G-1 ( genotip 1 ) = gen pada turunan 1
• G-2 ( genotip 2 ) = gen pada turunan 2
CONTOH HASIL PERSILANGAN
PADA MONOHIBRID
• Misalnya persilangan antara tinggi dan
pendek, dimana tinggi bersifat dominan,
maka akan diperoleh :
- F-1 : 100 % tinggi
- F-2 : 3 : 1 ( 3 tinggi, 1 pendek )
- G-2 : 1 : 2 : 1 ( 1 tinggi homosigot, 2 tinggi
heterosigot, 1 pendek homosigot )
CONTOH PERSILANGAN PADA
DIHIBRID
• Prinsip sama dengan monohibrid
• Tinggi dan merah dominan terhadap
pendek dan putih.
• Akan diperoleh F-1 = 100 % tinggi merah
• Akan diperoleh F-2 = dengan ratio 9 : 3 : 3
:1
• Untuk menentukan ratio di atas dapat
digunakan rumusan PUNNET SQUARES.
Cara menentukan genotip
• Dengan test cross : Yaitu dengan
mengawinkan individu yang tidak diketahui
genotipnya dengan individu yang
homosigit resesif.
• Dengan back cross : Yaitu mengawinkan
dengan generasi sebelumnya.
MODIFIKASI HUKUM
MENDEL
MODIFIKASI HUKUM MENDEL
• Penyebab terjadinya sbb :
- Interaksi gen : memberikan ratio F2 = 9 :
3:3:1
- Aditif / poligen : Memberikan ratio F2 = 1
:4:6:4:1
- Kriptomeri ( ada gen yang tersembunyi ),
F2 = 9 : 3 : 4
- Epistasis, ada 6 jenis epistasis, sbb :
JENIS-JENIS EPISTASIS DAN
RASIO F2 NYA
• Epistasis resesif, F2 = 9 : 3 : 4
• Epistasis dominan, F2 = 12 : 3 : 1
• Epistasis dominan-resesif, F2 = 13 : 3
• Epistasis resesif ganda, F2 = 9 : 7
• Epistasis dominant ganda, F2 = 15 : 1
• Epistasis resesif ganda tak lengkap, F2 =
9:6:1
PENURUNAN SIFAT NON
MENDEL
Penurunan sifat non mendel
• Bersifat :
- Penurunan melalui sitoplasmik
- Maternal ( gen lebih banyak dari ibu )
- Ekstra nukleus ( dari DNA mitokhondria )
- Non kromosomal ( tidak ada segregasi,
karena terdiri dari untaian tunggal, tidak dapat
dibuat peta kromosom)
- Uni parental ( lebih banyak dari ibu / betina )
Kelainan mitokhondria
- CPEO = Chronic progressive external
ophthalmoplegia
- KSS = Kearns sayre syndrome
- LHON = Leber’s hereditary optic
neuropathy
- MERRF = Myoclonic epilepsy with ragged
– red fiber syndrome
Get documents about "