Docstoc

LEARNING SKILLS - PowerPoint

Document Sample
LEARNING SKILLS - PowerPoint Powered By Docstoc
					LEARNING SKILLS
       KONSEP DASAR
• Perbedaan proses pembelajaran di
  Perguruan Tinggi
• Perlu dibantu cara pembelajaran
  yang mendukung actived learning
• Perlu strategi belajar yang dapat
  mengarah pada proses life-long
  learning
        ISI PELATIHAN

• LEARNING HOW TO LEARN
  – MODALITAS BELAJAR (VISUAL,
    AUDITORY, KINESTETIK)
  – LEARNING STYLE (MODEL KERJA OTAK)
  (3 JAM)
• NOTE-TAKING SKILLS (3 jam)
• POWER READING (3 jam)
• BELAJAR DENGAN CRITICAL
  THINKING (3 jam)
BELAJAR CARA BELAJAR




     Memahami cara belajar yang efektif
  LEARNING HOW TO LEARN
• Memahami cara belajar yang sesuai
  dengan diri kita
  – MODALITAS BELAJAR (jalur informasi
    masuk ke otak yang lebih peka)
    • Auditory (telinga)
    • Visual (mata)
    • Kinestetik (gerakan)
  – AREA OTAK YANG AKTIF
    • Bagian Kiri (sekuensial) – Kanan (Acak)
    • Bagian Depan (abstrak) – Belakang (Konkrit)
OTAK KANAN DAN KIRI
     THINKING STYLE

SA                    AA




SK                    AK
MODEL BERPIKIR OTAK KIRI
•   CENDERUNG DETAIL
•   SUKA MELAKUKAN PERENCANAAN
•   SUKA HAL-HAL YANG LOGIS
•   SUKA MELAKUKAN ANALISIS
    MASALAH
  MODEL BERPIKIR OTAK
        KANAN
• BERPIKIR CENDERUNG
  MENYELURUH
• DIPENGARUHI EMOSI
• SERING MENGGUNAKAN INTUISI
• SUKA CARA KERJA YANG BERBEDA-
  BEDA
 PROSES PENYEIMBANGAN
   (PEMIKIR OTAK KIRI)
• MEMELIHARA HEWAN
• MENCOBA BERBAGAI RESEP
• MENCOBA BERBAGAI ROUTE YANG
  BERBEDA
• MENDENGARKAN MUSIK
 PROSES PENYEIMBANGAN
  (PEMIKIR OTAK KANAN)
• MERANGKAI RAKITAN
• MERENCANAKAN SESUATU
• MENGATUR FOTO, PERANGKO,
  DLL
• MENGANALISA SESUATU
KETRAMPILAN MENCATAT




   Mencatat dengan mengaktifkan dua
             belahan otak
 KETRAMPILAN MENCATAT
• Dibutuhkan suatu metode pencatatan yang
  mampu mengoptimalkan kerja kedua belahan
  otak
• Kerja otak yang lebih bersifat bercabang
  daripada linear, sehingga dibutuhkan cara
  mencatat yang sesuai dengan kerja otak
• Mengenalkan metode mencatat yang
  menarik, menggunakan tehnik pencatatan
  yang penuh arti
     MACAM-MACAM BENTUK
        PENCATATAN (1)
•   SPIRAL LEARNING, yaitu dengan cara
    memperkenalkan hal yang ringan kemudian
    berhenti, kembali lagi mengenalkan hal
    yang lebih mendalam, berhenti lagi dan
    kembali mengaktifkan pengetahuan yang
    diperoleh sebelumnya menjadi suatu
    meaning.

•   STORY TELLING, dimana informasi yang
    ada dalam bahan ajar dibentuk dalam
    cerita, kemudian siswa diminta untuk
    menceritakannya kembali dengan gaya
    mereka.
     MACAM-MACAM BENTUK
        PENCATATAN (2)
• PEER PRESENTING, yaitu memberikan
  kesempatan pada siswa untuk berpikir
  sebentar, kemudian memberi kesempatan
  untuk mencatat dengan cara mereka, terakhir
  siswa diminta untuk menjelaskan apa yang
  dicatat di depan kelas.

• DRAWING, memberikan kertas kepada siswa,
  kemudian meminta untuk mengekspresikan
  apa yang mereka pahami melalui sebuah
  gambar. Terakhir siswa tersebut diminta
  untuk menceritakan maksud ekspresi
  gambarnya.
    MACAM-MACAM BENTUK
       PENCATATAN (3)
• PERSONAL LIFE, mengeksplorasi materi
  pelajaran dengan cara menghubungkannya
  dengan kehidupan pribadi masing-masing
  siswa.

• MIND MAPPING, merupakan suatu jaringan,
  thematik, dan gambar yang diatur melalui
  peripheral thoughts, yang penuh warna dan
  diatur berdasarkan ide-ide kunci.
  Dipopulerkan oleh Tony Buzan, Michael Gelb
  dan Nancy Margulies.
    KONSEP MIND MAPPING
• Mulai dengan tema utama ada di tengah, buat dari
  kata kunci dan beri gambar dan warna yang dapat
  memperkuat koneksi.
• Kemudian buatlah cabang-cabang utama untuk
  setiap sub tema, dengan menggunakan kata kunci
  serta gambar dan warna yang dapat memperkuat
  koneksi.
• Digunakan single words untuk setiap kata kunci dari
  sebuah konsep
• Jika memungkinkan buat hubungan imajinatif dari
  keseluruhan mind-map
• Setiap cabang yang dibuat harus saling
  berhubungan, hal ini digunakan untuk memastikan
  bahwa mind-map yang dibuat memiliki struktur dasar
  sesuai konsep
• Gunakan kreativitas, biarkan pikiran kita sebebasnya.
POWER READING




  Membaca cepat dengan
   pemahaman tinggi
 HAMBATAN MEMBACA CEPAT
• Pembaca menggerakkan bibirnya ketika
  membaca di dalam diam (membaca dalam
  hati. Hal ini mengindikasikan adanya
  vokalisasi di dalam pembacaan kata per kata
• Pembaca membaca kata per kata
• Pembaca menyuarakan setiap kata
• Materi yang dibaca terlalu sulit, pembaca
  tidak memiliki latar belakang pengalaman dan
  pengetahuan yang cukup untuk memahami
  apa yang dibaca.
• Gerakan mata (eye-movement) pembaca yang
  tidak fleksibel, karena sempitnya jangkauan
  mata
 HAMBATAN MEMBACA CEPAT
• Gerakan mata pembaca tidak memiliki ritme
  yang tepat dan membuat kesalahan dalam
  melakukan sapuan ke belakang
• Membaca dengan sangat lambat dan terlalu
  banyak berhenti
• Pembaca mengenali kata-kata dengan lambat.
• Pembaca mengalami kesulitan untuk
  meneropong dan menyatukan bacaan.
• Pembaca terlalu banyak melakukan lompatan
  kembali ke kata-kata atau kalimat sebelumnya
• Pembaca tidak dapat membaca di dalam
  thought units (perhatian secara keseluruhan)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
   KECEPATAN MEMBACA

• Jangkauan Mata
• Konsentrasi
• Kemampuan Mempersepsi (memahami
  dan mengartikan kata)
• Fiksasi (loncatan mata)
  RUMUS KECEPATAN
     MEMBACA

JUMLAH KATA YANG DIBACA

WAKTU MEMBACA (dalam menit)
       PENGEMBANGAN
       BERPIKIR KRITIS




Belajar dengan mengembangkan ketrampilan
                 berpikir
            INTRODUCTION
                                PROBLEM SOLVING
                  Ketrampilan
                   Berpikir     DECISION MAKING



                   CRITICAL
                   THINKING
Inquisitiveness
& scepticism

                                        Pasif
                                 Tidak Kritis
      EXISTING CONDITION

                              Pengelolaan
                              Pikiran dan
                              Pengetahuan
•Pembelajar Pasif
•Hanya mengingat,
 kurang memahami
•Kurang rasa ingin tahu   STIMULASI
•Kurang kemampuan
 pengelolaan
 pengetahuan
    CONCEPTUAL FRAMEWORK
                      FRAME WORK
      CTQL            OF ANALYSIS



                        CRITICAL          EVALUATION
THINKING SKILLS         THINKING          OF THOUGHT



              STATE OF DISEQUILLIBRIUM


          RENOVATION of MENTAL STRUCTURE

    Decision making                      Creativity
                       Problem solving
             What is CTQL
• Daftar pertanyaan yang
  dikembangkan dari pertanyaan
  generik dan yang mampu
  menstimulasi munculnya suatu
  ketrampilan berpikir tertentu
     Identifikasi
     Perbandingan
     Analisis dan sintesis
     Evaluasi
     Prediksi
     Applikasi
               EXAMPLES OF CTQL
      GENERIC QUESTIONS                         Thinking Skills
                                                   Induced
Bagaimana...dapat digunakan untuk....?      Application

Apa yang akan terjadi jika.........?        Prediction/Hypothesizing

Apa saja implikasi dari.................?   Analysis/Inference

Apa saja yang dapat dianalogikan            Identification
dengan.................................?
Bandingkan...dengan...dalam hal.....!       Comparison

Apa yang terbaik mengenai...mengapa?        Evaluation

Apa satu pemecahan terhadap                 Synthesis
masalah......?
Cara lain apa yang dapat digunakan          Taking other perspectives
untuk meninjau...............?

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:632
posted:7/1/2010
language:Indonesian
pages:28
Description: LEARNING SKILLS