Docstoc

ASKEP STRAIN DAN SPRAIN.doc

Document Sample
ASKEP STRAIN DAN SPRAIN.doc Powered By Docstoc
					                        ASKEP STRAIN DAN SPRAIN

STRAIN ( KRAM )


A. PENGERTIAN.
Adalah tarikan pada otot, ligament atau tendon yang disebabkan oleh regangan
(streech) yang berlebihan.

B. PATOFISIOLOGI.
Adalah daya yang tidak semestinya yang diterapkan pada otot, ligament atau
tendon. Daya (force) tersebut akan meregangkan serabut-serabut tersebut dan
menyebabkan kelemahan dan mati rasa temporer serta perdarahan jika
pembuluh darah dan kapiler dalam jaringan yang sakit tersebut mengalami
regangan yang berlebihan.

C.   TANDA DAN GEJALA.
-    Kelemahan
-    Mati rasa
-    Perdarahan yang ditandai dengan :
-    Perubahan warna
-    Bukaan pada kulit
-    Perubahan mobilitas,stabilitas dan kelonggaran sendi.
-    Nyeri
-    Odema

D. PENANGANAN.
Kelemahan biasanya berakhir sekitar 24 – 72 jam sedangkan mati rasa biasanya
menghilang dalam 1 jam. Perdarahan biasanya berlangsung selama 30 menit
atau lebih kecuali jika diterapkan tekanan atau dingin untuk menghentikannya.
Otot, ligament atau tendon yang kram akan memperoleh kembali fungsinya
secara penuh setelah diberikan perawatan konservatif.

E. RENCANA PERAWATAN.
1. Kemotherapi.
Dengan analgetik seperti Aspirin (300 – 600 mg/hari) atau Acetaminofen (300 –
600 mg/hari).
2. Elektromekanis.
- Penerapan dingin.
Dengan kantong es 24 0C
- Pembalutan atau wrapping eksternal.
  Dengan pembalutan atau pengendongan bagian yang sakit.
- Posisi ditinggikan atau diangkat.
Dengan ditinggikan jika yang sakit adalah ekstremitas.
- Latihan ROM.
Latihan pelan-pelan dan penggunaan semampunya sesudah 48 jam.
 Penyangga beban.
Semampunya dilakukan penggunaan secara penuh.


SPRAIN (KESELEO )

A. PENGERTIAN.
Adalah kekoyakan pada otot, ligament atau tendon yang dapat bersifat sedang
atau parah.

B. PATOFISIOLOGI.
Adalah kekoyakan ( avulsion ) seluruh atau sebagian dari dan disekeliling sendi,
yang disebabkan oleh daya yang tidak semestinya, pemelintiran atau
mendorong / mendesak pada saat berolah raga atau aktivitas kerja.
Kebanyakan keseleo terjadi pada pergelangan tangan dan kaki, jari-jari tangan
dan kaki. Pada trauma olah raga (sepak bola) sering terjadi robekan ligament
pada sendi lutut. Sendi-sendi lain juga dapat terkilir jika diterapkan daya
tekanan atau tarikan yang tidak semestinya tanpa diselingi peredaan.

C. TANDA DAN GEJALA.
- Sama dengan strain (kram) tetapi lebih parah.
- Edema, perdarahan dan perubahan warna yang lebih nyata.
- Ketidakmampuan untuk menggunakan sendi, otot dan tendon.
- Tidak dapat menyangga beban, nyeri lebih hebat dan konstan.

D. RENCANA PERAWATAN.
1. Pembedahan.
Mungkin diperlukan agar sendi dapat berfungsi sepenuhnya; pengurangan-
pengurangan perbaikan terbuka terhadap jaringan yang terkoyak.
2. Kemotherapi.
Dengan analgetik Aspirin (100-300 mg setiap 4 jam) untuk meredakan nyeri dan
peradangan. Kadang diperlukan Narkotik (codeine 30-60 mg peroral setiap 4
jam) untuk nyeri hebat.
3. Elektromekanis.
 - Dengan kantong es 24 0CPenerapan dingin
- Pembalutan / wrapping eksternal.
Dengan pembalutan, cast atau pengendongan (sung).
- Posisi ditinggikan.
Jika yang sakit adalah bagian ekstremitas.
- Latihan ROM.
Tidak dilakukan latihan pada saat terjadi nyeri hebat dan perdarahan. Latihan
pelan-pelan dimulai setelah 7-10 hari tergantung jaringan yang sakit.
- Penyangga beban.
Menghentikan penyangga beban dengan penggunaan kruk selama 7 hari atau
lebih tergantung jaringan yang sakit.
STUDI DIAGNOSTIK.
a. Riwayat :
- Tekanan
- Tarikan tanpa peredaan
- Daya yang tidak semestinya
b. Pemeriksaan Fisik :
Tanda-tanda pada kulit, sistem sirkulasi dan muskuloskeletal .


ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
STRAIN DAN SPRAIN

I. PENGKAJIAN.
1. Identitas pasien.
2. Keluhan Utama.
Nyeri, kelemahan, mati rasa, edema, perdarahan, perubahan mobilitas /
ketidakmampuan untuk menggunakan sendi, otot dan tendon.
3. Riwayat Kesehatan.
a. Riwayat Penyakit Sekarang.
- Kapan keluhan dirasakan, apakah sesudah beraktivitas kerja atau setelah
berolah raga.
- Daerah mana yang mengalami trauma.
- Bagaimana karakteristik nyeri yang dirasakan.
b. Riwayat Penyakit Dahulu.
Apakah klien sebelumnya pernah mengalami sakit seperti ini atau mengalami
trauma pada sistem muskuloskeletal lainnya.
c. Riwayat Penyakit Keluarga.
Apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini.
4. Pemeriksaan Fisik.
a. Inspeksi :
- Kelemahan
- Edema
 perubahan warna kulito Perdarahan
- Ketidakmampuan menggunakan sendi
b. Palpasi :
- Mati rasa
c. Auskultasi
d. Perkusi.
5. Pemeriksaan Penunjang.
Pada sprain untuk diagnosis perlu dilaksanakan rontgen untuk membedakan
dengan patah tulang.


II. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL.
1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri / ketidakmampuan,
ditandai dengan ketidakmampuan untuk mempergunakan sendi, otot dan
tendon.
Tujuan :
- Meningkatkan / mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang
mungkin.
- Menunjukkan teknik memampukan melaksanakan aktivitas ( ROM aktif dan
pasif ).
Intervensi :
- Kaji derajat mobilitas yang dihasilkan oleh cedera / pengobatan dan
perhatikan persepsi pasien terhadap mobilisasi.
- Ajarkan untuk melaksanakan latihan rentang gerak pasien / aktif pada
ekstremitas yang sehat dan latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas yang
sakit.
- Berikan pembalutan, pembebatan yang sesuai.
2. Nyeri akut berhubungan dengan peregangan atau kekoyakan pada otot,
ligament atau tendon ditandai dengan kelemahan, mati rasa, perdarahan,
edema, nyeri.
Tujuan :
- Menyatakan nyeri hilang.
Intervensi :
- Pertahankan imobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring, gips dan
pembalutan.
- Tinggikan dan dukung ekstremitas yang terkena.
- Pemberian kompres dingin dengan kantong es 24 0C.
- Ajarkan metode distraksi dan relaksasi selama nyeri akut.
- Berikan individu pereda rasa sakit yang optimal dengan analgesik.

3. Gangguan konsep diri berhubungan dengan kehilangan fungsi tubuh.
Tujuan :
-Mendemonstrasikan adaptasi kesehatan, penanganan keterampilan.
Intervensi :
- Dorong individu untuk mengekspresikan perasaan khususnya mengenai
pandangan pemikiran perasaan seseorang.
- Dorong individu untuk bertanya mengenai masalah, penanganan,
perkembangan, dan prognosa kesehatan.
- Berikan informasi yang dapat dipercaya dan perkuat informasi yang sudah
diberikan.
- Hindari kritik negatif.
- Beri privasi dan suatu keamanan lingkungan.
                               Daftar Pustaka

Rachmadi, Agus. 1993. Perawatan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Penerbit :
AKPER Depkes, Banjarbaru.

Doenges, Marilynn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan ; Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3. Penerbit : EGC,
Jakarta.

Nurachman, Elly. 1989. Buku Saku Prosedur Keperawatan Medical Bedah.
Penerbit : EGC, Jakarta.

Carpenito, Lynda Juall. 1999. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8 .
Penerbit : EGC, Jakarta.