Docstoc

Indosurya Daily Review Juni 25, 2010

Document Sample
Indosurya Daily Review Juni 25, 2010 Powered By Docstoc
					     C


                                                  INDOSURYA Morning Call                                                                                                                                         25-Jun-10

                   World Equity Index                 ∆%                Currencies                      ∆%                      Commodities                                      ∆%
                   JCI          2,914.09             -0.37              USD        9,043.00            -0.13                    Crude Oil (US$/barel)     75.82                 -2.16
                   DJIA        10,152.80             -1.41              EUR        11,154.09           0.42                     Gold (US$/Troy Oz)       1,239.90               0.02
                   S&P 500      1,073.69             -1.68              GBP        13,551.85           1.01                     Natural Gas                4.79                 0.63
                   Nasdaq       2,217.42             -1.63              AUD        7,910.38            0.20                     Silver (US$/Troy Oz)      18.90                 0.53
                   FTSE 100     5,100.23             -1.51              CAD        8,706.08            -1.06                    Tins (US$/Metric Ton    17,810.00               -0.36
                   Nikkei 225 9,928.34               0.05               JPY/100    10,053.93           0.50                     Nickel (US$/Metric Ton) 19,430.00               0.15
                   Hang Seng 20,733.49               -0.59              SGD         6,515.61           -0.31
                   KOSPI        1,739.87             0.81
                                                                                                                    JCI Sectoral Index
                                      Close           ∆%                                              Close           ∆%                                                       Close         ∆%
                   Agri              1,710.23        -0.58              Property                      163.90         -1.19                                    LQ-45             566.76      -0.42
                   Mining            2,269.55        -0.89              Infrastructure                689.42         -0.30                                    JII               469.54      -0.38
                   Basic-Ind          309.14         -0.87              Finance                       367.32         -0.17                                    MBX               843.33      -0.43
                   Misc-Ind           808.40         0.87               Trade                         324.33         -0.36                                    DBX               385.57      0.18
                   Consumer           968.12         -0.67              Manufacture                   695.47         -0.23

                   Total Transaksi Bursa                     ∆%                       Transaksi Asing                                            ∆%           Reksa Dana                              NAB/Unit
                   Market Cap (Rp. Tr)             2,409.57 2.57                      Beli      Vol. (M. Shares)                    601.96      21.12         Indosurya Balanced Fund                  1,266.75
                   Volume (M. Shares)              4,211.35 8.32                                Value (Rp. B)                       780.86      -24.03        Indosurya Equity Fund                    1,214.32
                   Value (Rp. B)                   2,430.69 -17.60                    Jual      Vol. (M. Shares)                    348.77      34.56
                                                                                                Value (Rp. B)                       585.69      76.46
                 Indosurya Global Analysis
                   Pasar sambut positif pergantian PM Australia
                   Pasca pengunduran diri PM Australia, Kevin Rudd, bursa saham regional tidak bergerak terlalu tinggi. Pengunduran diri Kevin Rudd sempat membawa sentimen positif bagi bursa regional
                   dimana memunculkan optimisme bahwa Pemerintah Australia akan berkompromi soal pajak 40% atas sektor tambang yang sebelumnya pernah diusulkan Rudd. Dengan pergantian ini,
                   pasar berharap bahwa PM Australia yang baru (Julia Gillard) dapat bergerak cepat menstabilkan perdebatan dan mencari jalan keluar penyelesaian.
                    Sentimen positif Australia tergantikan sentimen negatif AS
                   Meskipun bursa saham regional menanggapi positif atas pengunduran diri PM Australia, Kevin Rudd, dan digantikan oleh Julia Gillard yang mengusulkan bahwa Pemerintah akan mengkaji
                   ulang kenaikan pajak pertambangan sebesar 40% namun, sentimen positif tersebut dengan cepat tergantikan oleh sentimen negatif dari AS. Bank Sentral AS menyatakan bahwa akan
                   tetap mempertahankan suku bunganya. Dengan adanya keputusan ini maka mengindikasikan bahwa ekonomi AS masih belum pulih sepenuhnya. Selain itu, data penjualan rumah baru AS
                   selama Mei turun 33% dibanding sebelumnya yang hanya turun 14,7%.
                    Ekonomi Korea Selatan tumbuh 5,8%
                   Prospek ekonomi global yang diharapkan semakin baik membuat Pemerintah Korea Selatan yakin bahwa pertumbuhan ekonomi negaranya bisa tumbuh mencapai 5,8%. Sebelumnya
                   Pemerintah Korea Selatan hanya yakin pertumbuhan negaranya mencapai 5%. Saat ini Pemerintah terus berusaha menormalisasi kebijakan ekonomi secara bertahap dan beberapa
                   kebijakan ekonomi yang dikeluarkan masa krisis akan mulai dilonggarkan.

                 Indosurya Market Analysis
                   Pemerintah yakin laju inflasi tidak mengkhawatirkan
                   Pemerintah menilai laju inflasi saat ini belum menunjukan tanda-tanda mengkhawatirkan. Inflasi masih dalam kisaran yang relatif terjaga dengan baik meski pada tahun yang akan datang
                   dimungkinkan akan ada tekanan yang mendorong naiknya inflasi. Pemerintah berkeyakinan dapat menjaga laju inflasi tahun ini berada pada tingkat 5% dan maksimal 6% walaupun ada
                   tekanan terhadap harga-harga barang yang diproyeksi naik mulai bulan depan akibat kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Pemerintah juga menghimbau masyarakat dan pelaku usaha tidak
                   tergesa-gesa menaikan harga-harga barang menyusul kenaikan TDL. Pada waktu sebelumnya, Bank Dunia mengkhawatirkan bahaya inflasi di Indonesia dalam beberapa periode
                   mendatang yang diprediksi akan meningkat dan percepatan harga pada semester II/2010 diperkirakan akan menaikkan inflasi tahunan (year on year) ke tingkat 6,4% pada akhir tahun.
                    Revaluasi Yuan bisa picu aliran dana ke Indonesia
                   Pemerintah menyambut baik perubahan kebijakan Pemerintah China dalam menguatkan mata uangnya, Yuan. Perubahan ini diperkirakan dapat memicu aliran dana asing ke Indonesia.
                   Adanya perubahan kebijakan tersebut sebenarnya dipicu oleh keluhan beberapa negara besar dan negara mitra dagang China. Mereka menilai nilai tukar Yuan selama ini terlalu rendah.
                   Kondisi itu membuat produk-produk dan jasa dari China sangat kompetitif. Bagi Indonesia, perekonomian domestik akan menguat seiring dengan harapan penguatan Yuan itu. Selain
                   memicu aliran modal, penguatan Yuan juga bisa memperbaiki neraca dagang RI - China. Dengan adanya kebijakan tersebut, nilai tukar Yuan ke posisi tertingginya dalam lima tahun
                   terakhir. Dengan nilai yuan yang lebih kuat (revaluasi) setidaknya akan menurunkan daya saing produk China.
                    Sentimen negatif masih menyelimuti Bursa AS
                   Bursa Wall Street terus didera pelemahan karena adanya sentimen negatif, melemahnya belanja konsumen dan kekhawatiran seputar aturan finansial baru. Investor juga waspada setelah
                   The Fed menyatakan lebih waspada terhadap proyeksi pemulihan ekonomi. Saham-saham sektor perbankan mengalami tekanan karena kekhawatiran Kongres yang akan segera
                   meloloskan UU Finansial yang baru. Aturan sektor keuangan yang baru itu selama ini menjadi perhatian utama investor karena akan membatasi perdagangan bank dan aktivitas investasi
                   sehingga bisa menurunkan laba. Data negatif lainnya adalah permintaan baru barang-barang tahan lama turun tipis 1,1% selama Mei dan klaim awal pengangguran turun dalam 3 pekan
                   terakhir. Kami melihat fokus utama orang-orang saat ini adalah tentang bagaimana proses pemulihan dan data-data terbaru dapat memberikan arahan yang jelas.

                   Daily Our View Stock Action
                   Code           Open       High               Low Close                  S1           S2            S3           Pivot         R1                R2            R3          ∆%
                   PGAS           3,850      3,850             3,800 3,800               3,800        3,775         3,750         3,825        3,850             3,875         3,900        -1.30
                   TINS           2,325      2,325             2,250 2,275               2,263        2,219         2,188         2,294        2,338             2,369         2,413        -1.09
                   SMGR           8,500      8,550             8,350 8,350               8,325        8,238         8,125         8,438        8,525             8,638         8,725        -1.76
                   UNVR          18,000     18,300             17,700 17,800             17,600       17,350        17,000        17,950       18,200            18,550        18,800       0.00
                   ADRO           2,025      2,050             1,990 1,990               1,978        1,954         1,918         2,014        2,038             2,074         2,098        -1.73
                   BMRI           5,650      5,900             5,600 5,800               5,575        5,438         5,275         5,738        5,875             6,038         6,175        2.65
                   TLKM           8,000      8,000             7,900 8,000               7,950        7,875         7,850         7,975        8,050             8,075         8,150        0.00
                   JSMR           2,150      2,150             2,100 2,100               2,100        2,075         2,050         2,125        2,150             2,175         2,200        -1.18
                   ASII          47,300     48,650             47,050 48,100             46,900       46,175        45,300        47,775       48,500            49,375        50,100       1.05
                   ANTM           2,050      2,050             2,000 2,025               2,013        1,981         1,963         2,031        2,063             2,081         2,113        -1.22

                 Reza Priyambada
Investment       Marissa Rahmatwati
      &          manajerinvestasi@indosurya.net / indosurya_securities@yahoo.com
 Research
  Division     PT Asjaya Indosurya Securities does not give any warranty in relation to the accuracy, completeness and reliability of this report as it only expresses his/her personal views. This report is prepared for internal use and the
T 021-57905068 clients of PT Asjaya Indosurya Securities only. PT Asjaya Indosurya Securities does not responsible for any transaction with regard to any recommendation mentioned in this report. The final desicion in in your hands.
F 021-57905069 Please learned of risk & return first before making an investment.
               Your Investment Partner                                                                                                                                                                                                 1
                                                              INDOSURYA Morning Call
                                           IHSG

                                                                                   IHSG pada penutupan perdagangan kembali ditutup melemah setelah bursa-bursa Asia
                                                                                   berbalik arah ke teritorial negatif merah dipicu oleh koreksi indeks-indeks Eropa pada awal
                                                                                   perdagangan. IHSG bergerak cukup variatif pada perdagangan hari ini dimana sempat
                                                                                   menguat ke level 2.946,544 dan kemudian langsung mengalami penurunan. Arah
                                                                                   pergerakan bursa global yang juga tidak menentu dan fluktuatif dengan kecenderungan
                                                                                   stagnan sangat mempengaruhi IHSG hari ini. Pada akhirnya, sebagian besar saham-saham
                                                                                   unggulan mengalami tekanan jual, setelah melihat koreksi bursa-bursa Eropa dan Asia. Bursa
                                                                                   AS yang juga masih mengalami pelemahan diperkirakan juga akan mempengaruhi
                                                                                   perdagangan hari ini. Diperkirakan hari ini IHSG akan berada pada support 2.861-2.899 dan
                                                                                   resistance 2.937-2.961. MACD mulai bergerak terbatas. Namun, RSI mulai meninggalkan
                                                                                   zona overbought . Williams %R = -24 dan Stochastic %K = 76%, %D = 80% masih menunjukkan
                                                                                   pelemahannya.




                                           SMGR
                                                                                   SMGR diminta oleh Pemerintah untuk menyetorkan dividen sebesar 55% dari laba bersih
                                                                                   tahun lalu. Angka ini lebih tinggi dari sebelumnya dikarenakan SMGR memenuhi target
                                                                                   setoran dividen BUMN ke APBN tahun ini yang mencapai Rp 29,9 trilliun. Selama tahun 2009,
                                                                                   SMGR meraih laba bersih hingga Rp 3,33 triliun. Dengan mengacu pada target setoran
                                                                                   tersebut maka SMGR harus memberikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 1,83
                                                                                   triliun. Di lain sisi, manajemen SMGR belum berencana masuk sebagai pemegangs saham PT
                                                                                   Kertas Kraft Aceh (KKA). Diperkirakan hari ini SMGR akan berada pada support 8.050-8.250
                                                                                   dan resistance 8.450-8.600. MACD mulai menunjukkan sinyal penurunan. Didukung oleh
                                                                                   Williams %R = -64 dan Stochastic %K = 50%, %D = 68% yang juga menunjukkan penurunan.
MORNING STOCKS NEWS & TECHNICAL REVIEW




                                           APOL
                                                                                   Tahun ini APOl berencana akan membeli tujuh kapal baru senilai US$ 351 juta atau Rp 3,16
                                                                                   triliun. Adanya penambahan kapal ini ditujukan untuk memperkuat bisnis pelayaran
                                                                                   perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan kontrak sehingga uitilisasi kapal-kapal
                                                                                   tersebut dapat optimal. Adapun pendanaan pembelian kapal-kapal tersebut berasal dari
                                                                                   pinjaman bank senilai US$ 280 juta dan sisanya berasal dari kas internal. Institusi yang telah
                                                                                   memberikan pinjamannya antara lain, UOB, ANZ DVD, dan Credit Suisse. Meningkatnya nilai
                                                                                   batubara diharapkan dapat meningkatkan transportasi batubara yang dijalankan
                                                                                   perseroan. APOL berharap tahun ini dapat meraup kontrak pengangkutan batubara sebesar
                                                                                   US$ 50-75 juta. Diperkirakan APOL akan bergerak support 110-115 dan resistance pada 120-
                                                                                   125. MACD mulai bergerak menyempit. Stochastic %K = 8% & %D = 17% dan William's %R = -
                                                                                   92 masih menunjukkan penurunan.




                                           MDLN
                                                                                   Terkait rencana pemegang saham perseroan Castle Capital Holdings Inc yang berniat
                                                                                   menambah kepemilikan saham dari semula 8,86% menjadi 25% menjadi sentimen positif
                                                                                   pergerakan saham MDLN. Kabarnya pemegang saham tersebut telah siap untuk
                                                                                   menyuntikkan dana segar untuk mendukung ekspansi bisnis MDLN tahun ini. Diperkirakan
                                                                                   MDLN akan diperdagangkan dengan support 120-130 dan resistance 140-145. MACD masih
                                                                                   mengkonfirmasi sinyal penguatan. Begitu pula dengan RSI = 77%, Stochastic %K = 86% %D =
                                                                                   75%, dan William's %R = -14 yang masih positif namun, dimungkinkan rawan koreksi karena
                                                                                   telah berada pada area jenuh beli.




                                           ASRI
                                                                                   Kemampuan perseroan dalam mengembangkan bisnisnya patut dihargai. ASRI telah
                                                                                   membuat terobosan dengan membuka akses jalan tol ke daerah pemukiman yang sedang
                                                                                   digarapnya. Selain itu, ASRI juga mulai mengembangkan properti komersial. ASRI merupakan
                                                                                   pengembang properti yang memiliki lahan seluas lebih dari 700 ha di daerah Serpong.
                                                                                   Selain itu, ASRI juga telah menyiapkan dana sekitar Rp 500 miliar sebagai awal untuk
                                                                                   pembangunan mal dan pembebasan lahan seluas 7,25 ha dan diharapkan dapat selesai
                                                                                   sepenuhnya tahun 2012. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi kinerja ASRI yang semakin
                                                                                   positif. Diperkirakan ASRI akan bergerak pada rentang Support 175-180 dan resistance 185-
                                                                                   190. MACD masih menunjukkan sinyal penguatan, namun mulai terbatas. RSI mulai
                                                                                   meninggalkan area overbought . Stochastic %K = 70%, %D = 74% dan William's %R = -30 yang
                                                                                   menunjukkan pola penurunan.




                                         Your Investment Partner                                                                                                         2
                                                                    INDOSURYA Morning Call
                                               KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH INDONESIA




                                               KURVA YIELD OBLIGASI KORPORASI INDONESIA
MORNING GOVERNMENT & CORPORATE BOND REVIEW




                                             Sumber: www.ibpa.co.id


                                               Harga Benchmark Obligasi Pemerintah    Harga Obligasi Korporasi Teraktif
                                               Seri       Kupon (%) Harga       ∆%                Seri                  Harga   Rating     Maturity    Kupon (%)
                                               FR0027       9.50       107.90 -0.48   Bank Panin II Seri B 2007                   idAA-    19-Jun-12     10.75
                                               FR0031       11.00      120.85 -0.58   Sub. Bank BRI II 2009                        AA+     22-Dec-14     10.95
                                               FR0040       11.00      116.50 -0.37   Indosat IV 2005                            idAA+     21-Jun-11     12.00
                                               FR0052       10.50      108.55 -0.73   Mudharabah Adhi I 2007                    IdA-(Sy)   06-Jul-12     0.00
                                               FR0050       10.50      105.00 -0.10   Bank BTN XI 2005                            idAA-    06-Jul-10     12.00




                                             Your Investment Partner                                                                                               3
                                   INDOSURYA Morning Call




                                                                            Head Office :

                                                                                 Grha Surya
                                                                    Komp. Taman Perkantoran Kuningan
                                                          Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9. Jakarta 12920. Indonesia
                                                                           Telp : 021 – 5790 5068
                                                                           Fax : 021 – 5790 4859
                                                                        Website: www.indosurya.net




                                                                                  Branch Office :
               Jakarta Branch :                                                           Medan Branch :
               Grha Kencana Lt. 2                                                         West Plaza Lt. 5
               Jl. Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk.                                         Jl. Diponegoro No. 16 Medan 20152
               Jakarta Barat                                                              Telp : 061 – 455 8545
               Telp : 021 – 5365 0385                                                     Fax : 061 – 457 5548
               Fax : 021 – 5366 0695

               Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok J No. 5                                 Surabaya Branch :
               Jl. Letjend. Suprapto. Jakarta Pusat 10640                                Ruko Rich Palace. Blok R 16 & 18
               Telp : 021 - 4288 3322                                                    Jl. Mayjend. Sungkono. Surabaya
               Fax : 021 - 4288 0268                                                     Telp : 031 – 561 0335
                                                                                         Fax : 031 – 561 0480
                Padang Branch :                                                           Solo Branch :
                Jl. Belakang Olo No. 35A, Padang                                          Jl. Slamet Riyadi No. 401
                Telp : 0751 – 841 845                                                     Surakarta 57139
                Fax : 0751 – 841 894                                                      Telp : 0271 – 711 958
                                                                                          Fax : 0271 - 737 477
                Palembang Branch :
                Jl. Letkol. Iskandar No. 762. Palembang
                Telp : 0711 – 373 666
                Fax : 0711 - 367 149




kkkkkkkkkkk Your Investment Partner                                                                                           4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:41
posted:6/25/2010
language:English
pages:4