HIBAH BERSAING PERGURUAN TINGGI Tahun Anggaran 2003

Document Sample
scope of work template
							Mengolah Ketela (ubi kayu) menjadi
produk yang lebih mahal harganya




            Dr I Gede Wenten
      Program Studi Teknik Kimia ITB
Produk Ketela (Ubi kayu) Indonesia
   sangat banyak tapi kita masih
  mengimport produk turunannya

Produksi Tapioka Nasional
~ 11 Juta ton/tahun
   Jawa Timur
   Jawa Tengah
   Jawa Barat
   Lampung
   NTT
                      Import Produk Turunan ketela :
                       Maltosa, glukosa, fruktosa = 4.800 ton (US$ 2,7 juta)
                       Kebutuhan farmasi = 112.000 ton (US$ 27 juta)
Produksi Ketela (ubi kayu) Indonesia
  termasuk terbesar di Asia-Afrika

 South America                Africa                     Asia
Brazil     26,559   Nigeria             9,600   Indonesia       11,185

Colombia    1,320   Zaire               8,595   Thailand         6,416

Paraguay    1,108   Tanzania            3,350   India            6,371

Peru         482    Mozambique          2,500   Sri Lanka         616

Others      1,094   Others              9,884   Others           1,427

           30,563                      33,929                   26,015
   Tetapi Ubi kayu kita tidak diubah
  menjadi produk yang bernilai tinggi
  seperti Maltosa, Glukosa & Fruktosa

 REBUS/         KERIPIK          PATI       TAPE /            GAPLEK
 BAKAR/                                     PEYEM
 KUKUS

                  Makanan                  Industri Tekstil


                               MALTOSA
                               GLUKOSA
                                           Dekstrosa
                                              Fruktosa
Jumlah impor glukosa, maltosa dan produk         Manitol
  turunannya mencapai 112.000 ton per             Sorbitol
        tahun senilai US $ 27 juta                  Alkohol
                                                        dll
Penyebabnya karena Indonesia tidak
mempunyai teknologi pengolahannya
                                           TEPUNG PATI

                                                           35% in cold water
                                                           pH = 6.5
                                                                         2+
                                                           40 ppm Ca
                                           LUMPUR PATI
                                                              a -amilase, 1500 U kg          -1


GELATINISASI                                                  105 o C, 5 menit

                                           GELATIN PATI
                                              (< 1 DE)
LIKUEFAKSI
                                                              95 o C, 2 jam
                                          PATI TERLARUT
SAKARIFIKASI
                                                (11 DE)
                                                                     pH = 5.5
pH = 4.5                                                             b -amilase, 2000 U kg        -1
                              -1
glukoamilase, 150 U kg                                               50 ppm Ca 2+
                         -1
pullulanase, 100 U kg                                                55 o C, 48 jam
60 o C, 72 jam
                               GLUKOSA                    MALTOSA
                                (99 DE)                    (44 DE)
 Dr IG Wenten menemukan Teknologi
Bioreaktor Membrane Enzimatik (BME)

  Daur ulang enzim
  Kualitas hidrolisat




    Peningkatan
  konsentrasi enzim
 untuk mempercepat
      konversi

                         Substrat
                         Produk
    PENINGKATAN           Enzim
 EFISIENSI dan/atau
     KAPASITAS
Teknologi BME karya putra Indonesia
     telah di-paten-kan di USA
U.S. Paten No. 3,897,305; U.S. Paten No. 4,734,364; U.S. Paten
No. 6,287,826; U.S. Paten No. 4,059,460; U.S. Paten No.
4,297,146; U.S Paten No. 4,342,603; U.S. Paten No. 6,527,868,


     Peneliti       Tahun    BME        Kons. Pati         Enzim
Closset, dkk         1974   Plug flow   0,5 – 2,5 g/l      b-amilase

Tachauer, dkk        1974   Plug flow   0,5 – 2,0 g/l   a- dan b-amilase

Madgavkar, dkk       1977   Plug flow   0,5 – 2,0 g/l    Glukoamilase

Darnoko, dkk         1989    CSTR           1%           Glukoamilase

Sims dan Cheryan     1992    CSTR       50 – 300 g/l     Glukoamilase

Ulibarri dan Hall    1997    CSTR           8%           Glukoamilase
Aplikasi teknologi BME di
 PT. Raya Sugarindo Inti


                   Perusahaan dengan
                    Modal Dalam negeri
                   Lokasi Tasikmalaya
                   Luas lahan 60.000 m2
                   Mengolah 100 Ton/hari
                    ketela
                   Karyawan 110 orang
Visualisasi pabrik pengolahan
Visualisasi unit pengering
MENUMBUHKEMBANGKAN BUDAYA INVENTIF DAN INOVATIF


     Kontak :
     Dr I Gede Wenten
     Program Studi Teknik Kimia
     Institut Teknologi Bandung
     Jl. Ganesha 10 – Bandung
     Indonesia 40132
     handphone : 0818620014
     e-mail      : igw@che.itb.ac.id

						
Related docs