RANHAM DI INDONESIA by gzn12524

VIEWS: 150 PAGES: 1

									RANHAM DI INDONESIA
Sejarah Penyusunan RANHAM
      Penyusunan RANHAM dikembangkan sebagai tindak lanjut dari konferensi
dunia tentang hak asasi manusia di Wina 1993. Konferensi ini meletakkan
kerangka yuridis bagi pembentukan RANHAM serta komitmen masyarakat
internasional dalam memajukan dan melindungi hak asasi manusia. Salah satu
rekomendasinya     adalah,   agar   setiap   negara      menyusun   RANHAM   yang
mengidentifikasikan langkah – langkah untuk pemajuan dan perlindungan hak
asasi manusia.
      Pembentukan RANHAM didasarkan pada realita bahwa peningkatan
pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia di suatu Negara tergantung pada
pemerintah dan masyarakat untuk menghasilkan perubahan. Setiap Negara
memiliki agenda RANHAM yang berbeda, yang disesuaikan dengan karakteristik
masing – masing negara, dari aspek politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya.
      Lebih dari 20 negara di dunia telah menyusun RANHAM sejak
diselenggarakannya konferensi dunia tentang hak asasi manusia di Wina 1993.
Fokus materi RANHAM di setiap negara akan berbeda satu dengan lainnya,
tergantung pada keunikan permasalahan hak asasi manusia yang dihadapi oleh
masing – masing negara.
      Cakupan program yang dimuat dalam RANHAM yang dikembangkan oleh
negara – negara di dunia selama ini adalah:
   a. Ratifikasi perjanjian – perjanjian internasional
   b. Pengesahan perundang – undangan tentang hak asasi manusia
   c. Peningkatan administrasi sistem peradilan
   d. Pengembangan tolok ukur di bidang ekonomi, sosial dan budaya
   e. Perlindungan terhadap kelompok rentan
   f. Pembentukan atau penguatan lembaga nasional hak asasi manusia
   g. Diseminasi dan pendidikan hak asasi manusia
   h. Penguatan masyarakat sipil


Sumber: Kompilasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia
Written by : Markus H S

								
To top