PARIWISATA INDONESIA Indonesian Tourism by gzn12524

VIEWS: 1,512 PAGES: 62

									       PENGEMBANGAN
  KEPARIWISATAAN INDONESIA
  SEMINAR PERSPEKTIF HIBUA LAMO MENUJU KEMANDIRIAN DAERAH
  HALMAHERA UTARA, 23 APRIL 2007

  Disajikan oleh
  HARRY WALUYO




DEPARTEMEN KEBUDAYAAN & PARIWISATA
REPUBLIK INDONESIA
        Beberapa Pengertian
• Wisata: perjalanan seseorang/ kelompok ke
  destinasi wisata (travel)
• Pariwisata: usaha jasa pelayanan yang
  melayani keperluan perjalanan seseorang/
  kelompok ke destinasi wisata (tourism/ travel
  industry)
• Kepariwisataan: segala sesuatu yang berkaitan
  dengan pariwisata pada tataran makro
  (IPOLEKSOSBUDHANKAM) (tourism)
 KODE ETIK PARIWISATA DUNIA
            (1/3)
Kewajiban Pemerintah
• Melakukan perlindungan terhadap wisatawan dan pemberian
  kemudahan dalam penyediaan informasi.
• Penduduk setempat harus diikutsertakan dalam kegiatan
  kepariwisataan dan secara adil menikmati keuntungan ekonomi,
  sosial, dan budaya.
• Kebijakan pariwisata harus diarahkan sedemikian rupa agar dapat
  meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
• Kebijakan dan kegiatan pariwisata harus diarahkan dalam
  rangkaian: (a) penghormatan, perlindungan, pemeliharaan terhadap
  warisan kekayaan seni, arkeologi, budaya, monumen, tempat suci,
  museum, tempat bersejarah; (b) kelangsungan hidup dan
  berkembangnya hasil-hasil budaya, seni tradisional dan seni rakyat.
• Menjaga kelestarian lingkungan alam, dalam perspektif
  pertumbuhan ekonomi yang sehat, berkelanjutan dan
  berkesinambungan.
 KODE ETIK PARIWISATA DUNIA
            (2/3)
Kewajiban & Hak UsahaPariwisata
1. Kewajiban
(a) Memberikan informasi yang obyektif tentang tempat-tempat tujuan
    dan kondisi perjalanan kepada wisatawan.
(b) Memperhatikan keamanan, keselamatan, dan mengusahakan
    adanya sistem asuransi bagi wisatawan.
(c) Harus melakukan studi tentang dampak rencana pembangunan
    terhadap lingkungan hidup dan alam sekitar.

2. Hak
(a) Pajak-pajak dan beban-beban khusus yang memberatkan bagi
    industri pariwisata serta merugikan dalam persaingan harus
    dihapuskan atau diperbaiki secara bertahap (menjadi kewajiban
    pemerintah).
(b) Pengusaha dan penanam modal terutama dari kalangan
    perusahaan kecil dan menengah berhak mendapat kemudahan
    akses memasuki sektor pariwisata.
 KODE ETIK PARIWISATA DUNIA
            (3/3)
Kewajiban & Hak Masyarakat
1. Kewajiban
Harus belajar untuk mengerti dan menghormati para wisatawan yang
mengunjungi mereka.

2. Hak (menjadi Kewajiban Pemerintah)
(a) Penduduk setempat harus diikutsertakan dalam kegiatan
kepariwisataan dan secara adil menikmati keuntungan ekonomis,
sosial dan budaya yang mereka usahakan, khususnya dalam
menciptakan lapangan pekerjaan.
(b) Wisata alam dan wisata eko sebagai bentuk kegiatan parwisata
dapat memperkaya dan meningkatkan penghasilan, apabila dikelola
dengan menghormati lingkungan alam dan melibatkan penduduk
setempat.
       KEPARIWISATAAN BERBASIS
             MASYARAKAT
           (Community based Tourism)

• Masyarakat adalah subyek sekaligus tujuan
  pembangunan
• Masyarakat adalah kekuatan inti pembangunan
• Kepariwisataan dari, oleh, dan untuk Masyarakat.
   KEPARIWISATAAN BERKELANJUTAN
             (Sustainable Tourism)

• Alam dan budaya adalah modal kepariwisataan
  yang harus dilestarikan (dilindungi,
  dikembangkan, dan dimanfaatkan)
• Menjaga keseimbangan dalam pemanfaatan
  dengan kewajiban melestarikan alam dan budaya
  agar tidak rusak.
    PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN
        BERWAWASAN BUDAYA

• Pembangunan kepariwisataan yang menggunakan
  kebudayaan secara holistik, baik sebagai acuan dasar
  maupun sebagai tujuan.
• Dalam hal ini, kepariwisataan berfungsi sebagai alat
  untuk melestarikan kebudayaan dan untuk
  meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    KEPARIWISATAAN BUKAN TUJUAN,
           MELAINKAN ALAT
       UNTUK MENCAPAI TUJUAN


Tujuan pembangunan kepariwisataan
adalah mewujudkan masyarakat adil dan
makmur berdasarkan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945
    RENCANA PEMBANGUNAN
   JANGKA MENENGAH (RPJM)
BAB XVII PENINGKATAN INVESTASI DAN EKSPOR
NONMIGAS

• Tahun 2009, target perolehan devisa 10 miliar USD dan
wisman 10 juta kunjungan.
• Arah Kebijakan (peningkatan efektivitas kelembagaan
promosi pariwisata, pengembangan kualitas produk
terutama wisata bahari dengan tetap memperhatikan
pembangunan berkelanjutan, harmonisasi dan simplifikasi
perangkat peraturan yang terkait untuk mendukung
pengembangan pariwisata, dan optimalisasi dan
sinkronisasi pengelolaan jasa pelayanan pariwisata yang
melibatkan lebih dari satu moda transportasi.
                     VISI
PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN KEPARIWISATAAN NASIONAL
                   2004 - 2009



 Terwujudnya jati diri bangsa, persatuan dan
kesatuan bangsa dalam kerangka multikultural,
   kesejahteraan rakyat, dan persahabatan
                antarbangsa.
                          MISI
 PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN KEPARIWISATAAN NASIONAL



1.   Berperan sebagai penggerak utama dalam
     pembangunan nasional dengan melestarikan sumber
     daya alam dan budaya yang beranekaragam.
2.   Meningkatkan penerapan nilai-nilai budaya dalam
     kehidupan berbangsa dan bernegara.
3.   Mendukung terpeliharanya keutuhan nasional dan
     hubungan antarbangsa.
                        TUJUAN
     PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN KEPARIWISATAAN NASIONAL


1.   Meningkatnya kualitas manusia Indonesia yang berbudi
     pekerti luhur beserta hasil karyanya.
2.   Meningkatnya kemandirian dan daya saing dalam
     perekonomian nasional.
3.   Meningkatnya pemerataan pembangunan.
4.   Meningkatnya perlindungan, pengembangan, dan
     pemanfaatan sumberdaya alam dan budaya.
5.   Meningkatnya persatuan dan cinta tanah air serta kerja sama
     internasional.
                            SASARAN
              PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN INDONESIA

1.   Terwujudnya pariwisata nusantara yang dapat mendorong rasa cinta tanah air.
         Pertumbuhan rata-rata perjalanan wisnus per tahun 1,5%, jumlah wisnus
         sebanyak 119,617 juta orang, pengeluaran wisnus pada akhir tahun 2009
         menjadi Rp 82,26 triliun, jumlah perjalanan sebesar 226,3 Juta, dan
         meningkatnya perjalanan Wisnus di setiap Provinsi, Kabupaten/ Kota.

2.   Meningkatnya pemerataan dan keseimbangan pengembangan destinasi
     pariwisata yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah.
         Meningkatnya kualitas dan kuantitas destinasi : wisata eko, wisata bahari,
         wisata belanja, wisata konvensi (MICE), dan wisata budaya.

3.   Meningkatnya kontribusi pariwisata dalam perekonomian nasional.
         1.Jumlah penerimaan devisa pada akhir tahun 2009 menjadi 10 miliar
         USD, dengan jumlah wisman sebesar 10 Juta, dan kesempatan kerja pada
         akhir tahun 2009 menjadi 12,5 juta.
                             SASARAN
            PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN INDONESIA
4.   Meningkatnya produk dan pelayanan pariwisata yang memiliki keunggulan
     kompetitif
         Meningkatnya : pelayanan di pintu-pintu masuk, Bandara, Pelabuhan Laut
         Internasional dan Lintas Batas Negara, aksesibilitas dan fasilitas di setiap
         destinasi, keselamatan dan keamanan serta tersedianya akses dan fasilitas bagi
         penyandang cacat di setiap destinasi, kepedulian dan tanggungjawab para pihak
         dalam upaya perlindungan anak atas eksploitasi seksual komersial di lingkungan
         pariwisata, serta berkembangnya sistem pemasaran yang terintegrasi dan
         bertanggung jawab (integrated and responsible marketing).

5.   Meningkatnya Meningkatnya pelestarian lingkungan hidup dan
     pemberdayaan masyarakat.
         Meningkatnya : produk dan pelayanan pariwisata yang menerapkan kode etik
         pariwisata dunia, usaha skala mikro, kecil dan menengah di destinasi pariwisata,
         meningkatnya kegiatan pariwisata yang berpola kemitraan, dan peran
         pemerintah dan swasta dalam peningkatan kapasitas masyarakat dalam bidang
         pariwisata.

6.   Meningkatnya peran Indonesia dalam kerjasama dan persahabatan antar
     bangsa dengan dilandasi oleh sikap saling menghargai.
         Menigkatnya : Jumlah permintaan/ request kompetensi dan investasi di bidang
         pariwisata, Implementasi hasil kesepakatan kerja sama internasional, serta
         Terselenggaranya kerja sama budaya dengan berbagai negara.
                           SASARAN
  PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN KEPARIWISATAAN NASIONAL
10. Terwujudnya hasil penelitian dan pengembangan terapan serta sistem
    informasi bidang kebudayaan dan kepariwisataan.
        Meningkatnya : litbang terapan, pelayanan data dan informasi berbasis
        teknologi, serta ketersediaan dan akurasi data kebudayaan dan
        kepariwisataan.
11. Meningkatnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM) bidang kebudayaan
    dan kepariwisataan.
        Meningkatnya kualitas dan kuantitas dan kompetensi SDM serta mutu
        pendidikan di bidang kebudayaan dan kepariwisataan melalui penerapan
        standardisasi, serifikasi dan akreditasi.
12. Terwujudnya pengawasan, pengendalian, koordinasi dan kerja sama lintas
    daerah serta antar-stakeholders.
        Berkurangnya penyimpangan dalam pembangunan kebudayaan dan
        kepariwisataan nasional serta meningkatnya sinergi pelaksanaan
        pembangunan kebudayaan dan kepariwisataan.
     KONDISI KEPARIWISATAAN
           INDONESIA
Ancaman bencana alam, flu burung, terorisme, travel warning.
Aksesibilitas ke Indonesia masih dikuasai negara tetangga
(Singapura & Malaysia).
Kualitas destinasi yang belum merata
Pariwisata belum menjadi prioritas utama.
Sarana dan fasilitas pariwisata mengalami penurunan.
Investasi pariwisata di luar Bali relatif kecil.
Kemampuan melakukan promosi masih terbatas.
Kualitas SDM belum mampu bersaing secara global.
           PENDEKATAN PENGEMBANGAN DESTINASI
                  PARIWISATA NASIONAL

                          KBI                KTI




                   1.   MICE          1.   BAHARI
 POSISI
SAAT INI           2.   BELANJA       2.   WISATA EKO
                   3.   BUDAYA        3.   BUDAYA
                   4.   WISATA EKO    4.   BELANJA
                   5.   BAHARI        5.   MICE
                   6.   ZIARAH*       6.   ZIARAH*



                  1. PEMELIHARAAN    1. PERINTISAN
FOKUS
KEBIJAKAN         2. REVITALISASI    2. PEMBANGUNAN
                  3. PEMBANGUNAN     3. REVITALISASI
                      ARAH KEBIJAKAN
1.   Membangun pariwisata nusantara yang memupuk persatuan dan cinta
     tanah air.
2.   Meningkatkan pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan dan
     bertanggung jawab.
3.   Meningkatkan daya saing pariwisata di tingkat global.
4.   Memantapkan peran dan posisi Indonesia dalam persahabatan dan
     kerjasama internasional bidang kebudayaan dan kepariwisataan.
5.   Meningkatkan penelitian dan pengembangan serta sistem informasi di
     bidang kebudayaan dan kepariwisataan.
6.   Mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kebudayaan
     dan kepariwisataan.
7.   Memantapkan manajemen pembangunan kebudayaan dan
     kepariwisataan yang transparan dan akuntabel.
   STRATEGI PEMBANGUNAN
  KEPARIWISATAAN INDONESIA
• Peningkatan daya saing destinasi pariwisata
• Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT)
• Pemasaran terpadu, baik pasar di dalam negeri maupun
  luar negeri (Tourism Trade Investment).
• Peningkatan kualitas pelayanan informasi pariwisata.
• Pengembangan infrastruktur terutama aksesibilitas
• Pengembangan SDM (standardisasi, akreditasi, dan
  sertifikasi)
• Sinergi multi-stakeholder sejak perencanaan sampai
  pada pelaksanaan.
     PROGRAM PRIORITAS 2005 - 2009
                 PROGRAM
                PEMASARAN
                PARIWISATA




   PROGRAM     PENINGKATAN     PROGRAM
PENGEMBANGAN    DAYA SAING       GOOD
   DESTINASI    PARIWISATA    GOVERNANCE
  PARIWISATA     INDONESIA




                  PROGRAM
               PENGEMBANGAN
                 KEMITRAAN
     PROGRAM PEMASARAN
         PARIWISTA
• Pemulihan dan peningkatan citra
• Peningkatan customer loyalty dan
  penetrasi pasar baru
• Pemasaran pariwisata nusantara
• Integrasi promosi produk antar-
  stakeholders
  PROGRAM PENGEMBANGAN
        DESTINASI
• Diversifikasi daya tarik wisata
• Pengembangan pariwisata berbasis
  masyarakat
• Pendukungan peningkatan kondisi daya
  tarik wisata
• Pengembangan sarana dan prasarana
  pariwisata
    PROGRAM PENGEMBANGAN
          KEMITRAAN
•   Koordinasi antar-stakeholders
•   Peningkatan kompetensi usaha pariwisata
•   Peningkatan standar usaha pariwisata
•   Peningkatan kompetensi SDM
          PROGRAM GOOD
           GOVERNANCE
• Peningkatan kualitas pelayanan publik
• Peningkatan transparansi dan
  akuntabilitas aparatur
 DESTINASI PARIWISATA ADALAH AREA ATAU
 KAWASAN GEOGRAFIS YANG BERADA DALAM
  SATU ATAU LEBIH WILAYAH ADMINISTRATIF
   YANG DI DALAMNYA TERDAPAT UNSUR :


                               INFORMASI      W
          DAYA TARIK
                                              I
                                              S
          FASILITAS                           A
                                              T
                                              A
          AKSESIBILITAS
                                              W
                                              A
          MASYARAKAT                          N

YANG SALING TERKAIT DAN MELENGKAPI UNTUK TERWUJUDNYA KEGIATAN
                        KEPARIWISATAAN*

*MANAJEMEN DAN REGULASI
SEBARAN DESTINASI PARIWISATA INDONESIA




Klaster destinasi
DESTINASI PARIWISATA INDONESIA


NO.              DESTINASI                 KOMPONEN INTI DESTINASI                                 KARAKTER PRODUK DESTINASI/ KATEGORI DESTINASI


 1    Sabang – Banda Aceh      Kota Sabang, P Rubiah, Banda Aceh                        Alam (Bahari, selam), Budaya (Religi dan peninggalan Sejarah), Khusus (Free Trade
                                                                                        Zone,shopping)


2.    Leuser                   Medan, TNG Leuser, Bohorok, Bukit Lawang, Brastagi       Alam ( ekowisata Taman Nasional, Rehabilitasi satwa langka)


3.    Toba – Nias              Medan, Brastagi, Parapat, Toba, Samosir, Sibolga, Nias   Alam Danau, pegunungan, Budaya (living culture), Wisata Pantai (water sport)


4.    Padang – Bukittinggi     Padang, Bukittinggi, Maninjau, Ngarai Sianok, Tanah      Alam (pegunungan, ngarai, danau), Budaya (etnik/ living culture/ minangkabau)
                               Datar, Batusangkar.


 5    Siberut – Mentawai       Padang, Paniai, Siberut, Mentawai                        Alam (Taman nasional, pantai), Budaya (etnik/ living culture/ Mentawai)


 6    Batam – Bintan           Batam center, Nagoya,Sekupang, Tanjung Uncang,           Alam (pantai, resort), Khusus (shopping, golf, minat khusus), Budaya (peninggalan
                               Nongsa, Rempang dan Galang, Tanjung Pinang,              sejarah/ living culture)
                               Panyengat, Lagoi, Bandar BentanTelani


 7    Pekanbaru – Siak         Istana Siak, Masjid Raya Pekanbaru, Museum Negeri        Wisata Kota dan peninggalan sejarah


 8    Bangka Belitung          Pantai Tanjung Pandan, Tanjung Binga, Pangkal Pinang     Wisata Kota dan Perairan Pantai/ Bahari


 9    Way Kambas               Bandar Lampung, Way kanan, Way Kambas                    Minat khusus petualangan alam (Taman Nasional)

10    Krakatau – Ujung Kulon   Carita, Banten, Krakatau, Ujung Kulon, Merak Belantung   Alam (pantai, geowisata,Taman Nasional), Budaya (etnik/ living culture)


11    Jakarta                  Jakarta Kota, Sunda Kelapa, TMII, TIJA, Kepulauan        Khusus (themepark, shopping), Budaya (Betawi, peninggalan sejarah, Sundakelapa),
                               Seribu, Bogor, Puncak                                    Alam (pantai, kepulauan)
 DESTINASI PARIWISATA INDONESIA
NO.          KLUSTER DESTINASI                  KOMPONEN INTI DESTINASI                                  KARAKTER PRODUK DESTINASI/ KATEGORI DESTINASI

12    Bandung                      Bandung kota, Tangkuban Prahu, Kampung Naga,              Alam (pegunungan, air panas, geowisata, agro), Budaya (peninggalan sejarah, desa
                                   Pangandaran.                                              tradisional),Khusus (shopping)


13    Borobudur – Yogya – Solo     Borobudur, Dataran Tinggi Dieng, Batu raden, Komplek      Budaya (peninggalan sejarah/ arkeologis, adat tradisi/ living culture, desa tradisional),
                                   Candi Dieng, Yogyakarta, Kraton, Prambanan, Magelang,     Alam (Pantai, Pegunungan, Hutan), Eco-karts, wisata bahari
                                   Merapi, Mendut, Kaliurang, Pantai Selatan, Karst
                                   pegunungan Sewu, Gua, Pantai Selatan, Solo, Kraton
                                   Kasunanan, Mangkunegaran, Cetho, Sukuh, Sangiran,
                                   Tawangmangu


14    Semarang – Demak – Karimun   Kota Lama, Masjid Walisongo, TN. Karimun Jawa             Wisata Religi dan Bahari
      Jawa

15    Bromo – Tengger – Semeru –   Malang, Pasuruan, Bromo, Tengger, Semeru, Agrowisata -    Alam (geowisata, danau, perkebunan),budaya (Tengger)
      Surabaya                     Batu

16    Bali                         Kota Denpasar, Kuta, Jimbaran, Uluwatu, Nusa Dua,         Alam (pantai/ bahari, gunung, hutan, danau), Budaya (living culture, peninggalan
                                   Sanur, Tanah Lot, Singaraja, Buleleng, Bedugul            sejarah), Khusus (themepark - GWK)

17    Lombok                       Mataram, Danau Segara Anak, Lawangan, Plawangan,          Alam (Gunung, Pantai/ Bahari), Budaya (kehidupan masyarakat/ living culture)
                                   Sembalun Lawang, Pantai senggigi, Kepulauan Gili, Kuta,
                                   Perkampungan Suku Sasak, Selong, Praya, Danau Segara
                                   Muncar

18    Dompu – Tambora              Sumbawa Besar, Pekot, G. Tambora, Cagar Alam              Alam (Gunung/ geowisata), Budaya (peninggalan sejarah Dompu - Bima/ budaya
                                   Madaprama, Dompu, Lakey Hu’u                              kehidupan masyarakat)

19    Komodo                       Pulau Komodo, Pulau Rinca, Labuhan Bajo, Waingapu,        Alam (Taman Nasional/ satwa langka, bahari)
                                   Batu Cermin

20    Kelimutu – Flores            Ende, Detusoko, G. Kelimutu, Desa Tradisional,            Alam (geowisata, danau), Budaya (desa tradisional/ living culture)
                                   Jopu/Tenda, Desa Watu Blapi

21    Sikka – Alor – Lembata       Maumere, Sikka, Kupang, Kalabahi, Malerman, Larantuka     Alam (bahari/ sailing), Budaya (des tradisional/ etnik/ living culture)
DESTINASI PARIWISATA INDONESIA
NO.        KLUSTER DESTINASI                   KOMPONEN INTI DESTINASI                                 KARAKTER PRODUK DESTINASI/ KATEGORI DESTINASI

22    Kupang                   Soe, Kefamenanu, Atambua, Rote, Ndao, Baumata                    Alam (bahari/ sailing), Budaya (des tradisional/ etnik/ living culture)

23    Tanjung Puting           Tanjung Putting, Tanjung Harapan, Tanjung Keluang, Kota          Alam (hutan tropis, rehabilitasi satwa langka), Budaya (etnik/ living culture)
                               Pangkaraya, Kumai.

24    Mahakam - Samarinda      Balikpapan, Loajanan, Sungai Mahakam, Samarinda,                 Alam (hutan tropis, perairan sungai, danau), Budaya (etnik/ living culture,
                               Tenggarong, Tanjung Isuy, Melak                                  peninggalan sejarah)

25    Derawan – Sangalaki      P. Derawan, P. Sangalaki, P. Maratua, P. Kakaban, Kota Tarakan   Alam (Bahari/ Diving), Budaya (etnik/ living culture)



26    Bunaken - Menado         P. Bunaken, Cagar Alam Tangkoko, Danau Tondano, Menado,          Alam (Bahari/ diving/ geowisata, danau)
                               Desa Rurukan, G. Mawahu, Danau Linau


27    Tana Toraja              Makassar, Bira, Sengkang, Tana Toraja, Palopo, Pare-Pare         Budaya (etnik/ living culture), Alam (bahari)

28    Selayar – Takabonerate   Makassar, Bira, P. Salayar, P. Takabonerate                      Alam (bahari/ diving), Budaya (etnik/ living culture)

29    Wakatobi                 Kendari, Baubau, Hoga, Kep. Tukang Besi, Wakatobi                Alam (bahari/ diving), Budaya (etnik/ living culture)

30    Bandaneira               Ambon, Bandaneira, Banda Besar, Pulau Syahrir                    Alam (bahari), Budaya (etnik/ living culture)

31    Raja Ampat               Sorong, Raja Ampat, Kepulauan Jefman                             (Alam Laut / Marine Tourism (bahari/ diving)


32    Biak Numfort             Biak, Numfort, Manokwari, Sorong                                 Wisata Pantai dengan (Pulau-pulau Kecil)
                                                                                                Heritage (peninggalan sejarah)

33    Asmat – Jayawijaya       Perkampungan Suku asmat, Lorentz, Wamena, Yaniruma,              Budaya (etnik/ living culture),
                               Koroway, Basman, Jinak, Atsy, Agats, Timika, TN Wasur,           Alam (ekowisata, hutan tropis, pegunungan)
                               Jayawijaya, Lembah Baliem, Puncak Carten
        INDIKATOR DAYA SAING
    INDONESIA DENGAN NEGARA LAIN

HARGA (TOURISM PRICE COMPETITIVENESS)
(Indeks kemampuan daya beli, indeks tarif hotel)
MANFAAT PADA MASYARAKAT (HUMAN TOURISM INDEX)
(Partisipasi masyarakat, dampak pariwisata)
SARANA DAN PRASARANA (INFRASTRUCTURE INDEX)
(Indeks jalan, fasilitas kebersihan, air minum)
LINGKUNGAN (ENVIONMENT INDEX)
(Kepadatan penduduk, Emisi CO2, perjanjian tentang linkungan hidup)
TEKNOLOGI (TECHNOLOGY INDEX)
(Pemanfaatan internet, telepon, mobilephone, produk berteknologi tinggi)
SDM PARIWISATA (HUMAN TOURISM INDEX)
(Tingkat pendidikan)
KETERBUKAAN (OPENNESS INDEX)
(Syarat visa, keterbukaan pariwisata, keterbukaan perdagangan, pajak dan
perdagangan internasional)
SOSIAL (SOCIAL).
(Indeks pengembangan manusia, akses media/komputer, dan TV)
    INDEKS DAYA SAING DESTINASI DENGAN NEGARA LAIN (TEMATIK)


                                BAHARI

                99.99



                66.66



                33.33



                   0
                                GREAT BARRIER
                        Bobot                   BUNAKEN   RAJA AMPAT
                                   REEFS
HARGA                   0.25        36.9          100        16.4
AKSESIBILITAS           0.25         100          80          60
TINGKAT BIODIVERSITY    0.25         90           80         100
STATUS PELABUHAN        0.25         100          50          40
TOTAL                               81.73        77.50      54.10
   INDEKS DAYA SAING DESTINASI DENGAN NEGARA LAIN (TEMATIK)


                             PANTAI

           99.99


           66.66


           33.33


                0
                      Bobot           PHUKET        KUTA
HARGA                 0.25             100           70.88
AKSESIBILITAS         0.25              90           100
SEBARAN FASILITAS     0.25             100            90
KONSERVASI            0.25              80           100
LINGKUNGAN
TOTAL                                  92.5          90.22
    INDEKS DAYA SAING DESTINASI DENGAN NEGARA LAIN (TEMATIK)


                            RESORT

        99.99



        66.66



        33.33



            0
                Bobot   LANGKAWI   NUSA DUA   BORACAY    BINTAN
HARGA           0.25      80.3       100        74.2      52.6
AKSESIBILITAS   0.25      100         90        65         75
TEKNOLOGI       0.25      100         75        85         70
JUMLAH RESORT   0.25      100         90        70         80
TOTAL                    95.075      88.75     73.55      69.4
  INDEKS DAYA SAING DESTINASI DENGAN NEGARA LAIN (TEMATIK)



                                             MICE
                            99.99




                            66.66




                            33.33




                                0
                                                       KUALA
                                     Bobot   BALI              BANGKOK   CEBU   SINGAPURA   JAKARTA
                                                      LUMPUR
HARGA                                0.25     81.9     95.4      97.8    100      43.21       57.7
AKSESIBILITAS                        0.25     95        85       90       80       100        92
JUMLAH HOTEL BINTANG 5               0.25     100       85       80       83       90         80
JUMLAH HOTEL DENGAN FASILITAS MICE   0.25     100       85       80       83       90         80
TOTAL                                        94.225    87.6     86.95    86.5    80.8025     77.425
                 INDEKS DAYA SAING GABUNGAN DESTINASI
                          INTERNAL INDONESIA

                   Jakarta                                                                                     470.80
                       Bali                                                                               449.03
                 Bandung                                                                                 438.26
     Borobudur-Yogyakarta                                                                       377.91
                 Krakatau                                                                   353.53
       Asmat-Agat-Lorentz                                                          303.30
                 Derawan                                                         293.87
   Bromo-Tengger-Semeru                                                      282.10
              Baluran-Itjen                                                 273.48
                 Bunaken                                                    272.71
         Kebumen-Pacitan                                                   271.01
             Biak-Numfort                                                  265.77
                 W akatobi                                                264.01
          Dieng-Banyumas                                                  262.87
                  Lombok                                                  259.23
                Toba-Nias                                                 258.53
Semarang-Demak-Kar. Jaw a                                                 258.04
            Solo-Sangiran                                                256.42
           Pekanbaru-Siak                                                255.64
                Mahakam                                                  255.31
              Jaya W ijaya                                               255.05
               Bandanaira                                               248.20
       Padang-Bukit Tinggi                                              245.86
               Raja Ampat                                           240.65
               Tana Toraja                                         235.17
                  Komodo                                           232.87
     Dompu-Tambora-Bima                                           228.05
            Tanjung Puting                                        224.59
              Kupang-TTS                                         221.89
         Siberut-Mentaw ai                                       221.63
                 Kelimutu                                        216.48
Alor-Lembata-Sikka-Bajaw a                                      214.12
         Selayar-Takabone                                       212.48
             W ay Kambas                                       202.32
                   Leuser                               180.68
                   Sabang                             161.86
   Batam-Rempang-Galang                69.55
                    Bintan             66.21

                              0   50      100   150      200        250       300         350    400     450      500
    PROGRAM PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA

•   DIVERSIFIKASI DAYA TARIK WISATA;
     PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA, WISATA BAHARI (CRUISE, PULAU-PULAU KECIL DAN
     MARINE SPORT), WISATAEKO, WISATA MICE, WISATA BELANJA, DAN WISATA ZIARAH;
•   PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT;
     PENDUKUNGAN UKM BIDANG PARIWISATA : HOMESTAY, RESTORAN, SPA, SEWA
     PERALATAN/ KENDARAAN, SOUVENIR SHOP;
•   PENDUKUNGAN PARIWISATA DAERAH DAN STIMULASI PENGEMBANGAN DESTINASI
    PARIWISATA;
     FASILITASI DAN STIMULASI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DAERAH UNTUK MEMILIKI
     KEMAMPUAN TUMBUH LEBIH UNGGUL DAN BERKEMBANG LEBIH CEPAT;
•   PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG PARIWISATA;
•   PENINGKATAN MUTU DAN PELAYANAN PARIWISATA;
     PENYUSUNAN STANDARDISASI USAHA BIDANG PARIWISATA DAN PENDUKUNGAN DAN
     PENDAMPINGAN PENINGKATAN KUALITAS UMKM BIDANG KEPARIWISATAAN:
     HOMESTAY, RESTORAN, SEWA PERALATAN/ KENDARAAN, SOUVENIR SHOP ; DAN
     PENYUSUNAN STANDARDISASI KOMPETENSI SDM, SERTIFIKASI DAN AKREDITASI
     KOMPETENSI
•   PENINGKATAN KEMUDAHAN AKSES PELAYANAN;
•   PENINGKATAN KOORDINASI ANTAR-STAKEHOLDERS:
     DALAM PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM/ RENCANA, IMPLEMENTASI DAN
     EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN;
    TARGET WISMAN 2007
• Pada Rakortas 12 Februari 2007 yang
  dipimpin oleh Wakil Presiden RI
  menyimpulkan bahwa Target Wisman
  2007 sebesar 6 juta wisatawan.
    RAKORNAS BUDPARNAS
    Jakarta, 27-29 Maret 2007
• Hasil Rakornas Kebudayaan dan Pariwisata
  dapat dlihat di www.budpar.go.id pada bagian
  Laporan
           TREND KUNJUNGAN WISATAWAN DUNIA
                            820                                              806
                            800

                            780
                                                                      764
Wisat aw an Dunia (Jut a)
   Jum lah Kunjungan




                            760

                            740

                            720
                                                703
                                                               694
                            700
                                  687    684
                            680

                            660

                            640

                            620
                                  2000   2001   2002           2003   2004   2005
                                                       Tahun
Sumber: Tourism Highlights, UN-WTO 2006
10,0
              DATA WISMAN 1997-2006 dan                                                                  9,5
              PREDIKSI WISMAN 2007-2009
 9,0
              (Juta Orang)


 8,0                                                                                        8,0
                                                                                                                   8,2
                                                                                                             7,2
 7,0                                                                               7,0

                                                                                                 6,1
 6,0                                                                                                               6,3
       5,2                                                     5,3                                     6,0
                               5,1    5,1      5,0                    5,0                       5,6
                        4,7                                                  4,8                               5,5
 5,0             4,6                                   4,5                                            5,3
                                                                                         5,2


 4,0
       1997

                 1998

                        1999

                               2000

                                      2001

                                                2002

                                                        2003

                                                               2004

                                                                      2005

                                                                               2006

                                                                                         2007

                                                                                                      2008

                                                                                                                   2009
                        Pesimis              Moderate          Optimis             Akselerasi
                                                              Kunjungan Wisman dan
                                                  Peristiwa Terkait yang Berpengaruh - 2004-2006

                         Bom di
550,000             2004Kedutaan                             Tsunami Aceh          2005                             Gempa Jogya &       2006
                                                                                                                    Tsunami pantai
                            Australia
                                                                                                                     Selatan Jawa
500,000
                                                                 Flu Burung
                                                                                         BOM BALI 2
450,000
                                    PILPRES
                                  PUTARAN-1
400,000                              JATA,CITM
                                       TIME                                              JATA
                                                                                                                                 PATA
                                            PILPRES                                      CITM
                                                                                                                                  HK
                                                                                                                           ATM Dubai
                                          PUTARAN-2    WTM                              KOTFA
350,000                                                                                                                                        ISE
                                                                                                                        Indonesia Night
                   HASIL PEMILU                                                          Tambah VOA
                                                                                                                            Pattaya
                    LEGISLATIF                Film Dokumentasi                                                                        ITCMA
300,000                                                                           Megalitikum                                              WTM London
                                                  SERAMBI                                                                    FITF
                                                                                   Quantum                         MITF
                                                          IPAM                                                                     TIME
                                                                           ITB Berlin                                     ADEX             IBET
                                                                                                               ITB Berlin          2006
250,000                                                               Opera I LA GALIGO
                                                                                      Gebyar Wisata
                                                   ATF Langkaw i                                         India
                                                                      Promosi Film      Nusantara 3                 GITF
                                                                                                      Travel Mart                    JATA
                                                                    Indonesia di FFA
                                                                                          ATF Davao
200,000
                      ct




                                                                                                   ct




                                                                                                                               ct
                       v




                                                                                                    v




                                                                                                                                v
                        l




                                                                                     l




                                                                                                                                l
                      g




                                                                                    g




                                                                                                                               g
          n




                      n




                                                                                                   n
                      c




                                                                                                   c




                                                                                                                               c
               b




                      n




                      p




                      b




                      n




                                                                                    p




                                                                                                   b




                                                                                                   n




                                                                                                                               p
                     ay




                     ay




                                                                                                  ay
                     ar

                       r




                     ar

                       r




                                                                                                  ar

                                                                                                    r
                    Ju




                                                                                  Ju




                                                                                                                             Ju
                   Ap




                   No




                   Ap




                                                                                                No




                                                                                                Ap




                                                                                                                            No
                   De




                                                                                                De




                                                                                                                            De
      Ja




                   Ja




                                                                                                Ja
                   Au




                                                                                 Au




                                                                                                                            Au
              Fe




                   Se




                   Fe




                                                                                 Se




                                                                                                Fe




                                                                                                                            Se
                   Ju




                   Ju




                                                                                                Ju
                    O




                                                                                                O




                                                                                                                             O
                   M




                   M




                                                                                                M
                   M




                   M




                                                                                                M
 FOKUS & TARGET PASAR WISATAWAN
MANCANEGARA INDONESIA TAHUN 2007
1.    SINGAPORE                            1,800,000
2.    MALAYSIA                             1,000,000
3.    JAPAN                                   630,000
4.    AUSTRALIA                               500,000
5.    TAIWAN                                  380,000
6.    KOREA ROK                               298,000
7.    USA                                     200,000
8.    CHINA/ HONG KONG                        230,000
9.    THAILAND                                100,000
10.   INDIA                                    70,000
11.   EUROPE + RUSSIA                         692,000
12.   MIDDLE EAST                             100,000
      ---------------------------------------------------
                     JUMLAH                6.000.000
                                  KONTRIBUSI PARIWISATA
                                TERHADAP DEVISA NASIONAL
6,000,000



5,000,000



4,000,000



3,000,000



2,000,000



,000,000
1



           -
                      2000         2001       2002        2003        2004         2005       2006

Visit or Arrivals   5,064,217    5,153,620   5,033,400   4,467,021   5,321,165   5,002,101   4,871,351

Foreign Exchange    5,748,800    5,428,260   4,496,560   4,037,020   4,797,880   4,521,890   4,447,980
(Million US $)
      KINERJA PARIWISATA
TAHUN 2006
  Jumlah wisman yang datang ke Indonesia
  sebanyak 4.8 juta orang (turun 2,6% dari tahun
  sebelumnya).
  Devisa yang diperoleh 4,4 miliar USD (turun
  2,2% dari tahun sebelumnya)
  Penduduk Indonesia yang melakukan
  perjalanan (wisnus) sebanyak 114 juta orang
  Pengeluaran wisnus sebesar Rp 78,67 triliun.
  Total penerimaan negara dari pariwisata
  diperkirakan Rp 12 triliun.
 AIRLINES POLICIES & SEAT CAPACITY
    (NATIONAL AIRLINES POLICIES)

√ Garuda akan kembali terbang ke dan dari
  Amsterdam per Juni 2007 dengan pesawat
  Boeing 747 (450 seats)
√ Batavia Air dalam proses izin penerbangan
  Jakarta – Bangkok – Abu Dhabi dengan
  A319 (140 seats)
√ Lion Air akan mengembangkan rute Taipei,
  Seoul, Shanghai, Perth, Hong Kong, New Delhi,
  Colombo, Madras (prioritas September 2007)
 AIRLINES POLICIES & SEAT CAPACITY
 (INTERNATIONAL AIRLINES POLICIES)
√ 37 airlines dari 22 negara melayani 11 kota di
  Indonesia (Jakarta, Denpasar, Surabaya,
  Medan, Pontianak, Padang, Pekanbaru, Solo,
  Bandung, Mataram dan Balikpapan);
√ Seat capacity (non-Charter) yang disediakan
  pada tahun 2007: 4.881.492 seat (airlines
  nasional) dan 13.560.156 seat (airlines asing);
√ Target 6 juta wisman akan terpenuhi dengan
  asumsi 45% dari seats load factor adalah
  wisatawan mancanegara.
 KEBUTUHAN AIR SEATS 2007
• TARGET                      : 6.000.000

• EXISTING SEAT CAPACITY : 15.540.200 *)
• OVER SUPPLY            : 7.771.810 **)
• LESS SUPPLY            : 2.295.164 ***)



    *) IN 18 (OUT OF 22) COUNTRIES
  **) SINGAPORE, MALAYSIA, TAIWAN, KOREA, CHINA,
       SAUDI ARABIA, UAE (7 COUNTRIES)
 ***) JAPAN, AUSTRALIA, UK, USA, GERMANY, FRANCE, NETHERLAND
       HONG KONG, THAILAND, INDIA, RUSSIA (11 COUNTRIES)
                                      INTERNATIONAL AIRPORT
                                           IN INDONESIA
24
      1
           2               BTH
                           4         TNJ                          15        MDC
                   3             5                                           17
                                           13                                                       BIK
               6                                            14                                      21
                                                             BPN


                       7                                                                  20                     22
                                                                                         AMQ
                                                                   UPG
                                                                       16
                               26 8
                                  9        27
                                           25 10 11   DPS
                                                             AMI
                                                                                                                   23
                                                             18                                                  MKQ
                                                      12
                                                                              19
 1.   BANDA ACEH            7. PALEMBANG              13.   PONTIANAK             19.   KUPANG     25. YOGYAKARTA
 2.   MEDAN                 8. JAKARTA                14.   BALIKPAPAN            20.   AMBON      26. HALIM PK (JKT)
 3.   PEKANBARU             9. BANDUNG                15.   TARAKAN               21.   BIAK       27. SEMARANG
 4.   BATAM                 10. SOLO                  16.   MAKASSAR              22.   JAYAPURA
 5.   TANJUNG PINANG        11. SURABAYA              17.   MANADO                23.   MERAUKE
 6.   PADANG                12. DENPASAR              18.   MATARAM               24.   SABANG
                   TARGET PASAR
         DALAM PROGRAM AKSELERASI TAHUN 2007



                                               10. JERMAN            17. RUSIA
                           5. INGGRIS         10. JERMAN            17. RUSIA
                         5. INGGRIS
                                                 11. BELANDA
                                                11. BELANDA                                      3. JEPANG
                                                                                               3. JEPANG
  8. AMERIKA SERIKAT
8. AMERIKA SERIKAT                          12. PERANCIS
                                           12. PERANCIS
                                                                        9. CHINA           7. KORSEL
                        13. SAUDI ARABIA                              9. CHINA           7. KORSEL
                       13. SAUDI ARABIA             16. INDIA
                                                   16. INDIA                             13. HONGKONG
                              14. UEA                                                   13. HONGKONG
                             14. UEA
                                                            15. THAILAND
                                                           15. THAILAND
                                                                                         6. TAIWAN
                                                                                       6. TAIWAN
                                                             1. SINGAPURA
                                                           1. SINGAPURA
                                                                                     2. MALAYSIA
                                                                                   2. MALAYSIA

                                                                                              4. AUSTRALIA
                                                                                            4. AUSTRALIA
               TARGET PASAR WISMAN vs DESTINASI WISATA
COUNTRIES                                                       DESTINATIONS
   (17)                                                              (13)
Singapura       Bali, Jakarta, Batam, Jabar,            Sumut, Sulut, Sumbar, NTB, Jateng, Tj.Pinang.
Malaysia        Bali, Jakarta, Batam, Jabar,            Sumut,          Sumbar,                                    Sulsel
Jepang          Bali, Jakarta, Batam, Jabar,            Sumut, Sulut,             NTB,       Tj. Pinang
Australia       Bali, Jakarta,          Jabar,                   Sulut, Sumbar NTB, Jateng
Inggris         Bali, Jakarta, Batam,            Jatim, Sumut,                    NTB
Taiwan          Bali, Jakarta, Batam,            Jatim, Sumut, Sulut,                        Tj. Pinang
Korsel          Bali, Jakarta, Batam,            Jatim, Sumut           Sumbar
AS              Bali, Jakarta, Batam,            Jatim, Sumut, Sulut,                        Tj. Pinang
RRC             Bali, Jakarta, Batam,            Jatim, Sumut,                               Tj. Pinang
Jerman          Bali, Jakarta, Batam,            Jatim, Sumut, Sulut, Sumbar NTB

Belanda         Bali, Jakarta, Batam, Jabar, Jatim, Sumut,              Sumbar NTB
Perancis        Bali,                                                                                 Yogyakarta
Hong Kong       Bali, Jakarta
Saudi Arabia            Jakarta,    Jabar,                            Sumbar
UEA                     Jakarta,    Jabar,                            Sumbar
Thailand        Bali, Jakarta, Batam,                                                                Yogyakarta
India           Bali, Jakarta, Batam, Jatim, Sumut
Rusia           Bali
   TREND PRODUK PARIWISATA
      DI MASA MENDATANG
Wisata MICE
Wisata Eko (Eco-Tourism)
Wisata Bahari
Wisata Budaya
Taman Wisata Tematik (Theme Park)
Wisata Petualangan
Wisata Kapal Pesiar
Wisata Ruang Angkasa
                VISA ON ARRIVAL BAGI
        WISATAWAN MANCANEGARA KE INDONESIA
1. Afrika Selatan    14. Estonia     27. Korea Selatan   40. Polandia
2. Amerika Serikat   15. Finlandia   28. Kuwait          41. Portugal
3. Argentina         16. Hongaria    29. Laos            42. Qatar
4. Australia         17. India       30. Liechtenstein   43. China
5. Austria           18. Inggris     31. Luksemburg      44. Rusia
6. Bahrain           19. Iran        32. Maladewa        45. Saudi Arabia
7. Belgia            20. Irlandia    33. Malta           46. Selandia Baru
8. Belanda           21. Islandia    34. Meksiko         47. Spanyol
9. Brazil            22. Italia      35. Mesir           48. Suriname
10. Bulgaria         23. Jepang      36. Monaco          49. Swedia
11. Cyprus           24. Jerman      37. Norwegia        50. Swiss
12. Denmark          25. Kamboja     38. Oman            51. Taiwan
13. U.E.A.           26. Kanada      39. Perancis        52. Yunani
   Persetujuan Penambahan VoA
(Rakor Khusus Polhumkam - 15 Maret
               2007)

 1. Al-jazzier    7. Latvia
 2.   Tunisia     8. Czech
                  9. Slovakia
 3.   Romania     10. Fiji
 4.   Lithuania   11. Slovenia
 5.   Panama
 6.   Libya
       INTEGRASI PROMOSI
           PARIWISATA
Fokus pada 12 pasar utama dalam melakukan
promosi bersama;
Memberikan pelayanan prima pada setiap
stakeholders (PHRI, ASITA, GAHAWISRI, HPI,
INCCA, dll);
Membuat Paket Wisata dan Insentif MICE yang
atraktif & bersaing di ASEAN;
Penyelenggaraan Event di Cross Border serta
Paket Wisata Khusus (ASEAN cross border);
Memperluas kerja sama/ aliansi di 12 target pasar.
   RENCANA AKSI UNTUK
MENCAPAI TARGET 6 JUTA (1/5)
• Pemulihan kepercayaan pasar utama
  terhadap kondisi tahun 2006-2007
  (keamanan, flu burung, bencana alam)
  terhadap pasar Jepang dan Australia
  melalui komunikasi internasional.
• Penyelenggaran event-event yang
  menarik, seperti olah raga, musik, mice
  dsb.
   RENCANA AKSI UNTUK
MENCAPAI TARGET 6 JUTA (1/5)
• Kerja sama pemasaran internasional di tingkat
  regional (Singapura, Malaysia, dan Thailand)
  dalam menjaring pasar China, India, dan Timur
  Tengah dengan pola sales cooperation, visa
  integration, frekuensi penerbangan, dan
  kemudahan cross-border.
• Pembukaan branded-office di Jepang, Australia,
  China, Singapura (ASEAN), Malaysia, Frankfurt
  (Eropa), UEA (Timur Tengah), Korea Selatan,
  Britain, Germany, Taiwan, dan India.
   RENCANA AKSI UNTUK
MENCAPAI TARGET 6 JUTA (3/5)
• Pemasaran yang terfokus pada segmen
  pasar wisata minat khusus, seperti golf,
  spa, diving, caving, wedding, kapal pesiar,
  wisataeko, dsb.
• Pemasaran destinasi di luar Jawa & Bali
  dengan pola Bali-Toraja, Bali-Toba, Bali-
  Papua dsb.
   RENCANA AKSI UNTUK
MENCAPAI TARGET 6 JUTA (4/5)
• Deregulasi VISA dan keimigrasian (CIQ)
  dengan meningkatkan kualitas pelayanan.
• Pengembangan jalur-jalur penerbangan ke
  pasar potensial di Asia-Pacific dan Eropa
  serta jalur penerbangan domestik.
   RENCANA AKSI UNTUK
MENCAPAI TARGET 6 JUTA (5/5)
• Koordinasi lintas sektor terutama dengan
  Departemen Perhubungan, Departemen
  Hukum dan HAM, Departemen Pekerjaan
  Umum, Departemen Luar Negeri, BUMN,
  Pemda, dan Asosiasi Pariwisata.
• Melibatkan pelaku usaha secara penuh
  untuk mendorong inbound tourist.
• Dukungan Pemda (regulasi, kualitas
  produk, dan promosi)
 DUKUNGAN PEMDA PROVINSI,
        KAB/ KOTA
• Promosi bersama
• Perbaikan sarana dan prasarana di sekitar
  obyek wisata
• Regulasi yang mendorong tumbuhnya usaha
  pariwisata di dalam negeri.
• Memelihara iklim yang sejuk dan nyaman bagi
  wisatawan (sweeping dll)
• Peningkatan kualitas masyarakat tentang Sapta
  Pesona (Aman-Tertib-Bersih-Sejuk-Indah-
  Ramah tamah-Kenangan)
     www.budpar.go.id
(website lembaga pemerintah)

   www.my-indonesia.info
     (wesite promosi)

								
To top