Tanaman Obat (Herbal) untuk Pengobatan by mhk16044

VIEWS: 572 PAGES: 2

									Tanaman Obat (Herbal) untuk Pengobatan

Ada beberapa alasan kenapa masyarakat cenderung kembali ke obat tradisional tanaman
obat :

1. Adanya kelemahan obat modern/obat kimia

* Efek samping langsung atau terakumulasi, hal ini terjadi karena obat modern terdiri dari
bahan kimia yang murni baik tunggal maupun campuran. Bahan kimia bersifat tidak
organis dan murni sehingga bersifat tajam dan reaktif (mudah bereaksi) sedangkan tubuh
kita bersifat organis dan kompleks, sehingga bahan kimia bukan merupakan bahan yang
benar-benar cocok untuk tubuh. Penggunaan bahan kimia untuk tubuh terpaksa dilakukan
dengan berbagai batasan dan dalam tingkat masih dapat diterima atau ditoleransi oleh
tubuh.
* Sering kurang efektif untuk penyakit tertentu, hal ini dapat kita lihat banyak penyakit
belum ditemukan obatnya, sehingga obat yang digunakan lebih banyak bersifat
simptomatis dan digunakan terus menerus sesuai gejalanya. Beberapa penyakit bahkan
belum diketahui sebabnya. Pasien sering harus berulang-ulang ke klinik dan tidak
mengalami banyak kemajuan atau bahkan memburuk keadaannya.

2. Adanya Kelebihan Tanaman Obat

* Efek samping tidak ada jika penggunaannya secara benar, hal ini mengingat tanaman
obat bersifat kompleks dan organis yang cocok untuk tubuh yang bersifat kompleks dan
organis, sehingga tanaman obat dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang
dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak.
* Efektif untuk penyakit yang sulit disembuhkan dengan obat kimia, seperti kanker,
tumor, darah tinggi, darah rendah, diabetes, hepatitis, stroke, sinusitis, herpes, bau badan,
bisul dan lain-lain.
* Harga relatif murah, karena dapat ditanam sendiri, harga akan meningkat jika diperoleh
dalam bentuk kering, dan akan meningkat lagi jika diperoleh dalam bentuk hasil olahan.
Harga akan menjadi sangat mahal apabila diperoleh dalam bentuk isolat yaitu senyawa
tertentu yang diperoleh dari ekstrak tanaman, seperti vincristine, obat kanker yang
diisolasi dari ekstrak tapak dara (Catharanthus roseus) dan diimpor.
* Tidak perlu bantuan tenaga medis, Apabila diagnosa sudah jelas, pengobatan umumnya
dapat dilakukan oleh anggota keluarga sendiri tanpa harus tergantung pada bantuan
tenaga medis atau paramedis. Dokter dibutuhkan untuk diagnosa yang benar dengan
bantuan analisa laboratorium klinik (rekomendasi pengobatan herbal juga dapat diberikan
oleh dokter).

3. Tanaman obat sebagai obat alternatif

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka tanaman obat sudah diterima sebagai obat
alternatif dan bahkan secara resmi dianjurkan untuk digunakan oleh praktisi di dunia
kesehatan, bahkan Menteri Kesehatan mengeluarkan himbauan agar dokter menggunakan
Obat Asli Indonesia berupa obat tradisional tanaman obat. Perusahaan-perusahaan
farmasi yang selama ini merupakan produsen obat kimia sudah memproduksi obat
dengan bahan baku tanaman obat dengan resep tradisional. Kesadaran terhadap
kenyataan ini maka penggunaan tanaman obat mulai diterima kembali oleh masyarakat
sebagai pengobatan alternatif dan cara pemeliharaan kesehatan yang alamiah dan aman.

Pengertian pengobatan alternatif :

* Penderita penyakit tertentu yang serangannya masih dalam tahap awal dapat memilih
untuk menggunakan pengobatan dengan tanaman obat guna mencegah berkembangnya
penyakit dan menghilangkan gejala yang ada.
* Penderita penyakit yang serius dapat memilih pengobatan menggunakan tanaman obat
guna menghindari efek samping obat kimia dan dengan harga yang lebih murah.
* Penderita penyakit yang sudah parah dan harus menghadapi tindakan medis yang
drastis seperti pembedahan, amputasi atau penyinaran radioaktif dapat memilih untuk
menggunakan pengobatan dengan tanaman obat guna berusaha menghindari tindakan
medis drastis tersebut.
* Penderita penyakit yang menurut dokter sudah tidak dapat ditolong lagi masih dapat
tetap berusaha untuk menyembuhkan diri sendiri dengan menggunakan tanaman obat.

								
To top