Docstoc

perpustakaan

Document Sample
perpustakaan Powered By Docstoc
					TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN
(Suyoto, SH.SIP)

A. TEKNOLOGI INFORMASI Pengertian Teknologi Informasi (T1 ) Teknologi informasi = TI (Information Technolgi = IT), merupakan kombinasi teknologi/komputer yang digunakan untuk pengolahan data, menyimpan data dan untuk menyebar-luaskan informasi Ada empat unsur pokok dalam TI yaitu: 1. 2. 3. 4. Human SDM ( manusia), dominan Machine Mesin (komputer), hanya merupakan pendukung manusia Information (informasi), data Komunikasi (saluran telpon)

Syarat yang diperlukan jika kita akan menerapkan TI 1. Dana 2. Sumber daya manusia 3. Hardware (perangkat keras) 4. Software (perangkat lunak) 5. Listrik 6. Telekomunkasi 7. Informasi (data) 8. Dokumen (bahan pustaka) 9. Alat tulis tantor Sikap Pustakawan Terhadap TI: A. Antusias/menerima ( memahami dan sadar akan kebutuhan jaman) 1. Mau belajar, Perlu diklat 2. Jangan jadi penonton 3. Jangan mau kita dijajah TI 4. Perlu merubah sikap 5. Perubahan harus melibatkan staf/pustakawan sejak dari perencanaan s.d aplikasi 6. Dilakukan secara bertahap 7. Komputer diperlakukan sebagai pengganti pena dan kertas dengan cara dan prosedur yang tetap B. Menolak 1. tidak percaya (tidak kenal) 2. Menghindari 3. Ada perasaan khawatir 4. System konvensional 5. Khawatir kehilangan pekerjaan 6. Posisi takut di ganti orang lain

1

B. OTOMASI PERPUSTAKAAN Pengertian Otomasi Perpustakaan Otomasi Perpustakaan adalah sebuah sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI). Dengan bantuan teknologi informasi maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan. Selain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk ditelusur kembali. Dengan demikian para pustakawan dapat menggunakan waktu lebihnya untuk mengurusi pengembangan perpustakaan karena beberapa pekerjaan yang bersifat berulang (repetable) sudah diambil alih oleh komputer. Otomasi Perpustakaan bukanlah hal yang baru lagi dikalangan dunia perpustakaan. Konsep dan implementasinya sudah dilakukan sejak lama, namun di indonesia baru populer baru-baru ini setelah perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia mulai berkembang pesat. (Hassane, Nur, 2007) Otomasi perpustakaan (Library Automation) adalah pemanfaatan TI untuk kegiatankegiatan perpustakaan meliputi : pengadaan, pengolahan, penyimpanan dan menyebar luaskan informasi) dan mengubah sistem perpustakaan manual menjadi system perpustakaan terkomputerisasi. Alasan mengapa perpustakaan perlu otomasikan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Terjadinya ledakan informasi Efisiensi Globalisasi teknologi informasi Prestise Tersimpannya informasi tahan lama, tidak mudah rusak Keragaman informasi yang dikelola Tuntutan terhadap pengguna untuk dilayani dengan cepat dan tepat

Manfaat Otomasi bagi perpustakaan 1. Pekerjaan yang rutinitas 7. kontrol terbitan berseri 8. Katalogisasi 9. klasifikasi 10. pemesanan buku 11. statistik 2. Informastion retrieval (Temu kembali informasi) a. system intern of line ; PAC ( multimedia, pangkalan data) b. sytem extern ( on line missal. Internet) Kegiatan Perpustakaan yang dapat diotomasikan : 1. Teknis operasional c. Akuisisi (pengadaan, penelurusan informasi, seleksi, pemesanan, penerimaan) d. Pengolahan ( Katalogisasi, klasifikasi, pengindeksan. Membuat bibliografi) e. Pelayanan (Sirkulasi, PAC,SDI. Statistik) f. Pemeliharaan/Perawatan 2. Administrasi antara lain surat menyurat

2

Program aplikasi otomasi sirkulasi, meliputi: 2. PAC (public access cataloguing) 3. Data komputer 4. Peminjaman 1.batas jumlah pinjaman 2.batas waktu pinjaman 3.reservasi (pemesanan) 5. Pengembalian 1.teguran keterlambatan 2.denda 3.perpanjangan pinjaman buku 6. Statistik ( pelaporan )

KOMPONEN OTOMASI PERPUSTAKAAN Sebuah Sistem Otomasi Perpustakaan pada umumnya terdiri dari 3 (Tiga) bagian, yaitu : 1. Pangkalan Data 2. User/Pengguna 3. Perangkat Otomasi Pangkalan Data Setiap perpustakaan umum atau khusus pasti tidak akan terlepas dari pembuatan database/pangkalan data yang berguna untuk pencatatan koleksi. Tujuan dari pangkalan data adalah untuk mencatat (record) data dari semua koleksi yang dimiliki dan kemudian mengorganisirnya dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmu perpustakaan. ( Klasifikasi, katalogisasi, pengindeksan dll.) Pada sistem manual, proses ini dilakukan dengan menggunakan bantuan media kertas atau buku ( Kartu katalog atau bibliografi). Tapi dengan proses manual ini akan merupakan pekerjaan yang mudah namun juga merupakan suatu proses yang tidak efektif karena semua data yang telah dicatat akan sangat susah ditelusur dengan cepat jika jumlah sudah berjumlah besar. Dengan menggunakan bantuan teknologi informasi, proses ini dapat dipermudah dengan memasukkan data pada perangkat lunak pengolah data seperti : CDS/ISIS (WINISIS), MS Access, Dynix, Perangkat lunak ini akan membantu kita untuk mengelola pangkalan data ini menjadi lebih mudah karena proses pengindeksan akan dilakukan secara otomatis dan proses penelusuran informasi akan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat karena perangkat lunak ini akan menampilkan semua data sesuai kriteria yang kita tentukan.

3

User/Pengguna Sebuah sistem otomasi tidak terlepas dari pengguna sebagai penerima layanan dan seorang atau beberapa operator sebagai pengelola sistem. Pada sistem otomasi perpustakaan terdapat beberapa tingkatan operator tergantung dari tanggung jawabnya, yaitu : 1. Supervisor.Administrator(Admin) Merupakan operator dengan wewenang tertinggi. Supervisor dapat mengakses dan mengatur beberapa konfigurasi dari sistem sekaligus dapat pula melakukan proses auditing. 2. Operator Administrasi. Beberapa proses pendaftaran anggota, pelaporan dan beberapa proses yang digunakan untuk urusan administrasi dapat ditangani oleh operator ini. 3. Operator Pengadaan dan Pengolahan. Untuk urusan pengolahan koleksi buku dapat ditangani oleh operator dengan wewenang ini, dari proses pemasukan data hingga proses finishing seperti cetak barcode, lidah buku dan label punggung. 4. Operator Sirkulasi. Operator ini bertugas untuk melayani pengguna yang hendak meminjam/memperpanjang/mengembalikan koleksi ataupun yang hendak membayar tanggungan denda.

Perangkat Otomasi Perangkat otomasi yang dimaksud disini adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk membantu kelancaranproses otomasi.Perangkat ini terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu : 1. Perangkat Keras (Hardware) 2. Perangkat Lunak Otomasi (Software) Tanpa adanya dua perangkat ini secara memadai maka proses otomasi tidak akan dapat berjalan dengan baik. Perangkat Keras (Hardware) Sebelum memulai proses otomasi, sebuah perangkat keras perlu disiapkan. Yang dimaksud perangkat keras disini adalah sebuah komputer dan alat bantunya seperti Printer, Barcode, Scanner, dsb. Sebuah komputer sudah cukup untuk digunakan didalam memulai proses otomasi pada kalangan instansi perpustakaan kecil. Sedangkan untuk perpustakaan besar maka pasti diperlukan beberapa komputer dan pelengkapnya agar pelayanan kepada pengguna menjadi lancar. Berikut ini adalah spesifikasi untuk sebuah komputer Server yang hendak digunakan dalam proses otomasi : • Pentium III (28 GHz) • Memori /Ram 512 MB • Hardisk 40 GK

4

• Monitor 14 inc. minimal 16 colors • Printer Laser Canno pn IP. 18.80 • Barcode Scanner (optonal) • Barcode reader (PCC QS 1000) Perlengkapan lain • Sweet / HUB • Kabel UTP atau Straght • Konenctor RJ 45 • Lancard • Security Gateway.System
•

•

LAN Card. Digunakan untuk mengintegrasikan banyak komputer. Aplikasi perangkat lunak otomasinya biasanya berjenis klien-server. Sistem Security Gateway. Digunakan untuk melakukan sensor terhadap buku yang keluar masuk perpustakaan. Sensor akan berbunyi jika buku yang dibawa pengguna tidak melewati proses sirkulasi dengan benar.

Perangkat Lunak Otomasi (Software) Sebuah perpustakaan yang hendak menjalankan proses otomasi maka harus ada sebuah perangkat lunak sebagai alat bantu. Perangkat lunak ini mutlak keberadaannya karena digunakan sebagai alat pembantu mengefisienkan dan mengefektifkan proses. Sistem Otomasi Perpustakaan 1. Turnky System Perpustakaan memberi sistem kepada penjual sistem, sehingga perpustakaan tinggal pakai, pelatihan, pemeliharaan, perubahan dilakukan pihak yang menjual 2. Locally Developed System, Perpustakakan membuat program sendiri, 3. Adopted System Sistem yang diadopsi dari perpustakaan lain yang lebih dahulumemiliki otomasi 4. Shared system Perpustakaan menggunakan sistem ceraca bersama dengan perpustakaan lain dalam satu jaringan informasi, Salah satu peprustakaan menjadi pusat atau host. Software yang digunakan untuk otomasi perpustakaan ada dua yaitu 1.Sistem besar 2.Sistem kecil Software system besar, misalnya : a. TINLIB (The information Navigator for Library) b. VTLS (Virginia Tech Library System) c. LMS ( Library Management System) d. DYNIX

5

Software system kecil, misalnya : a. Cardbox, PC-File (sederhana) b. Inmagic,: CDS/ISIS (Free Text) c. DBase, Foxbase, Clipper Dengan semakin perkembangannya teknologi informasi, maka telah banyak beredar software perpustakaan seperti yang terbagi di atas, antara lain 1. CDS/SIS 2. WINISIS 3. SIPISIS 4. NCI BOOKMAN 5. DYNIX 6. TINLIB 7. CASPIA 8. Dublin Core 9. GDL 10. VTLS

C. FORMAT MARC Program aplikasi software sebagian bekerja menggunakan bila disatukan dengan suatu format untuk cantuman bibliografi. Format MARC = Machine Readible Cataloguing) atau format cantuman bibliografi yang terbaca mesin(komputer). Di kembangkan di Amerika Serikat oleh seorang tokoh pustakawan bernama Henriete D. Avran dengan nama LC MARC – US MARC. Format marc ini terus berkembang di beberapa negara, termasuk Indonesia dengan nama INDOMARC, pertama kali pakai PDII-LIPI tahun 1981. Dalam format Marc ini dapat beberapa istilah sbb. : 1. Cantuman (record) adalah kumpulan ruas yang berisi informasi mengenai karya yang telah dikatalog 2. Ruas (field) berisi satu atau lebih unsure data. Tiap ruas mempunyai nama yang menjelaskan isi ruas tsb., misalnya ruas deskripsi fisik, ruas edisi, panjang ruas bias tetap atau tida tetap 3. Unsur data (data element), adalah satua informasi terkecil pada format untuk keperluan pemilihan informasi tertentu dan sebagainya, misalnta tempat terbit. 4. Ruas tetap (Fixed field), terdiri dari satu atau lebih unsure data yang selalu dinyatakan dengan jumlah karakter yang sama, sehingga panjang ruasnya selalu sama 5. Ruas tidak tetap, Variable field) panjang ruas berpariasi sesuai dengan karya yang dideskripsikan,. Ruas ini bias berisi lebih dari satu unsure data, misalnya ruas publikasi dan distribusi beisir tempat, penerbit dan tahun terbit. 6. Tengara (atag), adalah kode tiga digit yang mengidentifikasikan tiap ruas data bibliografi dalam suatu cantuman, misalnya tangara 260 selalu digunkanan untuk ruas penerbitan.

6

INTERNET Internet adalah salah satu bentuk jaringan komunikasi informasi sebagai media untuk menyalurkan sinyal data dari satu komputer ke komputer lain. Sinyal data ini dapat berupa suara, gambar, maupun teks, sedangkan bentuk fisik saluran data itu dapt berupa kabel serat optik, pancaran radio, kebel tembaga, pancaran stelit maupun gelombang mikro. Untuk memperoleh informasi mengenai suatu negara dapat dibuka pusat informasi dengan menghubungi : World Wide Web / WWW, yaitu suatu layanan yang digunakan untuk menampilkan informasi yang disimpan dalam format hypertext Teknologi informasi internet ini adalah merupakan penggabungan antara teknologi telekomunikasi dengan teknologi komputer, dengan demikian akan membawa akibat: 1. Hilangnya batas pemisah antara komputer dengan peralatan telekomunikasi 2. Sambunganantar komputer local, nasional, regional dan internasional kiranya sama saja, artinya seolah-olah tidak ada jarak 3. Komunikasi data yang berupa suara maupun teks juga sama saja.

Contoh : Jaringan Otomasi Perpustakaan
Internet

Komputer Server

Pengadaan

Pengolahan

Sirkulasi

PAC

• • • • • • •

Komputer Server:
Pentium III (28 GHz) Memori /Ram 512 MB Hardisk 40 GK Monitor 14 inc. minimal 16 colors Printer Laser Canno pn IP. 18.80 Barcode Scanner (optonal) Barcode reader (PCC QS 1000)

Perlengkapan lain
• • • • • Sweet / HUB Kabel UTP atau Straght Konenctor RJ 45 Lancard Security Gateway.System

7

Daftar Pustaka

Hassane, Nur; Otomasi Perpustakaan.- Librarycorner.0rg/2007/02/28/otomasiperpustakaan. Down load tanggal 6 September 2007 I Made Sudja Yadnya. Perpuistakaan di era globalisasi informasi : Media Pustakawan : Media komunikasi antar pustakawan Vol. 12 no. 1 Maret 2005 .- Jakarta : Perpustaakaan Nasional RI, 2005 Koswara, E (editor); Dinamika informasi dalam era global ; Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI). Jakarta : IPI dan PT. Remaja Rosdakarya, 1988 Perpustakaan Pergutuan Tinggi : Buku pedoman / Departemen Pendidikan Nasional RI Dirjen Dikti, Jakarta, 2004 Purtini, Winy ; Digital libraryFrom Indonesia DLN oleh Winy Purtini e.winet@gmail.com Saleh Abdurahman. Petunjuk praktir : membuat dan menampilkan dokumen digital di internet. Bogor : IPB, 2004
Wahono, Romi Satria (2006); Teknologi Informasi untuk Perpustakaan:Perpustakaan Digital dan Sistem Otomasi Perpustakaan. romi@romisatriawahono.net http://romisatriawahono.net

8


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2275
posted:2/25/2009
language:Indonesian
pages:8