Docstoc

proposal power point

Document Sample
proposal power point Powered By Docstoc
					   EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN
 KOOPERATIF DENGAN METODE PENEMUAN
 BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI
 POKOK TRIGONOMETRI DI SMA NEGERI 1
         SEMENDE DARAT LAUT



Nama                  :   Ikbal Simamora
NIM                   :   2006 121 180
Dosen Pembimbing I    :   Dra. Andina Sari, M.M
Dosen Pembimbing II   :   Dra. Hj. Rosma Chaidir
1. Latar Belakang

     Masalah yang terjadi
  o   Kurangnya pemahaman siswa kelas X di SMA Negeri 1 Semende Darat
      Laut terhadap konsep-konsep dan rumus pada materi pokok
      trigonometri. Yamg disebabkan karena siswa hanya menerima dan
      menghafal konsep-konsep dan rumus-rumus yang diajarkan, tanpa
      tahu bagaimana proses dari penemuan konsep-konsep dan rumus dari
      materi trigonometri tersebut.

  o   Siswa pasif yang disebabkan karena guru masih menggunakan
      pembelajaran ekspositori dimana pembelajaran cenderung monoton
      berpusat pada guru sehingga siswa kurang dilibatkan dalam proses
      pembelajaran.
     Permasalahan di atas tentu saja berujung pada ketidaktercapainya
hasil belajar yang diinginkan yaitu ketuntasan belajar siswa.

    Untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran matematika
     seperti yang telah diuraikan di atas, maka perlu kiranya
     dikembangkan suatu bentuk atau model, metode, dan alat bantu
     pembelajaran yang efektif, berpusat pada siswa, memahami prinsip
     perbedaan individual siswa, dan mampu meningkatkan peran aktif
     siswa dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi
     trigonometri.
 Salah satu bentuk atau model, metode, alat bantu pembelajaran yang
  dapat    mengakomodasi    kepentingan    untuk   mengkolaborasikan
  pengembangan diri didalam proses pembelajaran matematika adalah
  model pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan berbantuan
  lembar kerja siswa (LKS).

 Menurut Darmadi (2006:4) dengan adanya pembelajaran kelompok kecil
  dengan metode penemuan, siswa dapat lebih aktif dan bekerja dalam
  kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang yang memiliki kemampuan
  yang berbeda-beda untuk mendapatkan pengetahuan baru yang
  merupakan penemuan individu serta dengan LKS dapat membantu siswa
  dalam menemukan sifat-sifat, rumus-rumus dalam trigonometri. Sehinga
  kompetensi-kompetensi dasar dalam pembelajaran matematika materi
  pokok trigonometri ini dapat tercapai.
   Dari uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian
    tentang “EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
    DENGAN METODE PENEMUAN BERBANTUAN LEMBAR KERJA
    SISWA (LKS) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI
    POKOK TRIGONOMETRI DI SMA NEGERI 1 SEMENDE DARAT
    LAUT”.
2. Masalah dan Pembatasan Masalah

 2.1 Masalah
        Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi masalah
dalam penelitian ini adalah “ bagaimana efektivitas model pembelajaran
kooperatif dengan metode penemuan berbantuan lembar kerja siswa
(LKS) materi pokok trigonometri dilihat dari hasil belajar siswa di SMA
Negeri 1 Semende Darat Laut ?
2.2 Pembatasan masalah

   Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti dapat membawa hasil;
    berhasil guna (usaha tindakan).(KBBI,1997:293). Jadi yang dimaksud
    dengan efektivitas dalam proposal penelitian ini adalah dapat
    membawa hasil atau keberhasilan dalam mencapai tujuan dengan
    model pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan berbantuan
    lembar kerja siswa (LKS) yang dilihat dari hasil belajar siswa berhasil
    mencapai ketuntasan belajar secara perorangan dengan skor ≥ 65 %
    atau 6,5 dan secara klasikal dikelas tersebut telah terdapat ≥ 85 %
    siswa telah tuntas secara perorangan, maka pembelajaran tersebut
    dikatakan efektif.
   Model pembelajaran kooperatif dalam proposal ini adalah suatu bentuk
    pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-
    kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang yang heterogen untuk
    menyelesaikan suatu permasalahan atau tugas yang diberikan.

   Metode penemuan adalah suatu metode dimana guru dalam proses
    pembelajaran memperkanankan siswanya untuk menemukan sendiri
    informasi-informasi, rumus-rumus dengan cara siswa itu sendiri.
    Menurut Darmadi (2006:6), Metode penemuan ini digabung dengan
    model pembelajaran kooperatif berdasar pada teori bahwa siswa akan
    lebih mudah menemukan dan memahami konsep sulit bila
    menggunakan model pembelajaran ini.
   LKS yang dimaksud dalam proposal ini adalah alat bantu
    pembelajaran yang berupa soal yang menuntun siswa dalam proses
    penemuan mengenai konsep-konsep dan rumus dari materi
    trigonometri yang harus dipahami oleh siswa. Dengan berbantuan
    LKS ini siswa diharapkan dapat berperan aktif dalam proses
    penemuan mengenai konsep-konsep dan rumus dari materi
    trigonometri.
   Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan nilai tes
    yang diperoleh siswa pada akhir materi pokok.
   Materi pokok yang digunakan dalam penelitian ini adalah
    trigonometri dengan sub materi pokok aturan sinus, kosinus dan
    luas daerah segitiga.
   Subjek yang diteliti disini adalah siswa kelas X. A di SMA Negeri 1
    Semende Darat Laut.
3. Tujuan Penelitian



        Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk
mengetahui efektifitas model pembelajaran kooperatif dengan metode
penemuan berbantuan lembar kerja siswa (LKS) materi pokok
Trigonometri dilihat dari hasil belajar siswa di kelas X SMA Negeri 1
Semende Darat Laut.

4. Manfaat Penelitian
          Adapun manfaat yang diharapkan    dalam penelitian ini adalah
sebagai bertikut :
Bagi Guru, yaitu sabagai motivasi untuk     meningkatkan keterampilan
memilih bentuk pembelajaran yang berpusat   pada siswa, membuat siswa
aktif, dan dapat meningkatkan kemampuan     siswa serta mempersiapkan
diri dalam proses pembelajaran.
5. Tinjauan Pustaka

5.1 Efektivitas
Didalam Kamus Bahasa Indonesia Efektivitas berasal dari kata
efektif yang berarti mempunyai efektif, pengaruh atau akibat, atau
efektif juga dapat diartikan dengan       memberikan hasil yang
memuaskan.      Menurut Nosution dalam (Suryosubroto,2009:9)
bahwa, efektivitas guru mengajar nyata dari keberhasilan siswa
menguasai apa yang diajarkan guru itu.
   Terkait     hal    tersebut,   Depdikbud:2003           (dalam
    http://sambasalim.com/pendidikan/konsep-efektifvitas-
    pembelajaran.html), mengemukakan bahwa :
    Pengukuran efektivitas proses belajar mengajar dapat diukur
    melalui nilai evaluasi siswa. Bila hasil belajar siswa berhasil
    mencapai ketuntasan belajar secara perorangan dengan skor ≥
    65 % atau 6,5 dan secara klasikal dikelas tersebut telah
    terdapat ≥ 85 % siswa telah tuntas secara perorangan, maka
    pembelajaran tersebut dikatakan efektif
         Demikian juga dengan efektivitas model pembelajaran kooperatif
dengan metode penemuan berbantuan lembar kerja siswa dalam proses
pembelajaran matematika. Dalam hal ini dikhususkan pada materi pokok
trigonometri. Efektivitas dalam penelitian ini adalah keberhasilan dalam
mencapai tujuan dengan model pembelajaran kooperatif dengan metode
penemuan berbantuan lembar kerja siswa pada pembelajaran matematika
materi pokok trigonometri di SMA Negeri 1 Semende Darat Laut yang diukur
melalui nilai evaluasi siswa pada akhir materi pembelajaran. Bila hasil belajar
siswa berhasil mencapai ketuntasan belajar secara perorangan dengan skor
≥ 65 % atau 6,5 dan secara klasikal dikelas tersebut telah terdapat ≥ 85 %
siswa telah tuntas secara perorangan, maka pembelajaran tersebut
dikatakan efektif.
5.2 Model Pembelajaran Kooperatif
      Menurut Slavin (dalam Isjoni, 2009:15) pembelajaran kooperatif
adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam
kelompok-kelompok kecil yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur
kelompok yang heterogen. Selanjutnya, Jhonson & Jhonson (dalam Isjoni,
2009: 63) mengemukakan pembelajaran kooperatif adalah mengerjakan
sesuatu bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya
sebagai satu tim untuk mencapai tujuan bersama.
      Dari kedua pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa model
pembelajaran kooperatif adalah suatu bentuk atau model yang
mengelompokkan siswa kedalam suatu kelompok yang heterogen terdiri
dari 4-6 orang untuk besama-sama mendiskusikan atau menyelesaikan
suatu tugas atau bahan pembelajaran yang diberikan untuk mencapai
tujuan bersama.
5.3 Metode Penemuan
      Metode penemuan merupakan komponen dari praktik
pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara
belajar aktif, berorientasi pada proses, mengarahkan sendiri,
mencari sendiri dan reflektif.
      Penemuan merupakan suatu strategi yang unik dapat diberi
bentuk oleh guru dalam berbagai cara, termasuk dalam
mengajarkan keterampilan menyelidiki dan memecahkan masalah
sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikannya.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa metode penemuan itu
adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru
memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi
yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan
saja.
5.4 Lembar Kerja Siswa (LKS)
       Lembar kerja siswa disingkat LKS ini merupakan salah satu media
cetak berupa lembaran kertas yang berisi soal atau pertanyaan yang harus
dijawab oleh siswa. Dengan berbantuan LKS ini siswa diharapkan dapat
berperan aktif dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan yang
menghasilkan penemuan-penemuan terhadap konsep yang harus
dipahami oleh siswa agar pemahaman konsep-konsep tersebut dapat
bertahan lama di dalam diri siswa.
5.5 Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Dengan
Metode Penemuan Berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS).


Dari uraian-uraian mengenai komponen-komponen model pembelajaran
kooperatif dengan metode penemuan berbantuan lembar kerja siswa di
atas, penulis menggambarkan langkah-langkah model pembelajaran
kooperatif dengan metode penemuan berbantuan lembar kerja siswa
sebagai berikut :
     Guru menyampaikan materi pembelajaran secara singkat serta
      menginformasikan bahwa siswa nantinya akan dikelompokkan
      kedalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan serta menemukan
      sifat-sifat, rumus, pengertian dari materi yang diberikan.
     Guru mengelompokkan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar
      yang heterogen terdiri dari 4-6 siswa.
     Guru menjelaskan bahwa setiap masing-masing kelompok nantinya
      diberikan kesempatan untuk melakukan penemuan tentang konsep-
      konsep, rumus dari materi yang diberikan.
     Guru membagikan lembar kerja siswa (LKS) yang harus dikerjakan
      oleh masing-masing kelompok yang sudah terbentuk.
   Guru memberikan arahan kepada masing-masing siswa dalam kelompok
    untuk menggunakan lembar kerja siswa dalam proses pengerjaan soal
    latihan yang berujung pada penemuan-penemuan konsep-konsep dan
    rumus.
   Guru mengamati dan memantau kinerja masing-masing siswa dalam
    tiap kelompok.
   Guru memilih secara acak perwakilan dari masing-masing kelompok
    untuk menyampaikan/mempresentasekan hasil temuannya ke depan
    kelas.
   Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi hasil
    temuan yang disampaikan di depan kelas.
   Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari
   Diakhir pertemuan atau pada akhir materi pokok guru memberikan tes
    untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dalam hal ini pada materi
    trigonometri.
5.6 Hasil Belajar
          Hasil belajar merupakan hal yang penting yang akan dijadikan
sebagai tolak ukur keberhasilan siswa dalam belajar dan sejauh mana sistem
pembelajaran yang diberikan guru berhasil atau tidak. Suatu proses belajar
mengajar dikatakan berhasil apabila kompetensi dasar yang diinginkan
tercapai.
          Untuk mengetahui tercapai tidaknya kompetensi tersebut, guru
mengadakan tes setelah selesai menyajikan materi pokok kepada siswa. Dari
hasil tes ini diketahui sejauh mana keberhasilan siswa dalam belajar.
          Dari uraian diatas mengenai hasil belajar, disimpulkan bahwa Hasil
belajar adalah nilai tes yang diberikan oleh guru pada akhir materi pokok
untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi pokok yang diajarkan.
5.7 Ketuntasan Belajar
         Ketuntasan belajar atau disebut juga daya serap adalah
pencapaian taraf penguasaan minimal yang telah ditetapkan oleh guru
dalam tujuan pembelajaran setiap satuan pelajaran. (Hartutik dalam
Setyanti. 2006:18)
         Ketuntasan belajar yang dimaksud dalam proposal ini adalah
ketuntasan belajar dari hasil belajar siswa mencapai nilai Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan.
   6. Kajian Terdahulu Yang Relevan

        Untuk menghindari dugaan “plagiat”, maka pada bagian ini penulis
akan menguraikan hasil penelitian terdahulu mengenai model pembelajaran
kooperatif dengan metode penemuan berbantuan lembar kerja siswa (LKS)
ini.
        Dari penelitian Dwi Darmadi dengan judul penelitian “Keefektifan
model pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan berbantuan
lembar kerja siswa (LKS) pada pembelajaran matematika sub materi pokok
trigonometri kelas X SMA Negeri 8 Semarang semester 2 tahun pelajaran
2006/2007”, diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif
dengan metode penemuan berbantuan lembar kerja siswa lebih baik
daripada model pembelajaran konvensional dengan metode ekspositori.
        Adapun yang membedakan penelitian ini dengan penelitian
sebelumnya yaitu tempat penelitian, dan variabel penelitian yang menjadi
titik perhatian penulis.
7.     Prosedur Penelitian

7.1 Variabel Penelitian
      Adapun variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah
     hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya model
     pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan
     berbantuan lembar kerja siswa (LKS) yang diukur melalui nilai
     evaluasi siswa pada akhir materi pokok trigonometri.
7.2 Definisi Operasional Variabel
     Agar pengertian variabel dalam penelitian ini lebih jelas, maka
     perlu didefinisikan, yaitu Hasil belajar matematika siswa
     setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif dengan
     metode penemuan berbantuan lembar kerja siswa (LKS)
     merupakan nilai tes yang diperoleh siswa pada akhir materi
     pokok trigonometri.
      8. Populasi dan Sampel
8.1 Populasi
       Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di
SMA Negeri 1 Semende Darat Laut yang terdiri dari 4 kelas.

8.2       Sampel
          Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah teknik simple random sampling. Penggunaan teknik simple random
sampling ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain siswa
mendapat materi beradasarkan kurikulum yang sama, siswa yang dijadikan
objek duduk dikelas yang sama yaitu kelas X, dan pembagian kelas X di SMA
Negeri Satu Semende Darat Laut tidak berdasarkan peringkat melainkan
disebar secara merata disetiap kelas sehingga tidak terdapat kelas unggulan.
          Dengan menggunakan teknik simple random sampling, maka dipilih
kelas X.A sebagai kelas eksperimen. Dengan jumlah siswa 37 orang, terdiri
dari 13 laki-laki dan 24 perempuan.
8.3 Metode Penelitian

          Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen semu kategori one shot case study. “Metode eksperimen semu
kategori one shot case study adalah sebuah eksperimen yang
dilaksanakan tanpa adanya kelompok pembanding dan juga tes awal,
dengan metode ini peneliti ingin mengetahui efek dari perlakuan yang
diberikan      pada     kelompok    tanpa      mempengaruhi     faktor
lain.(Arikunto,2002:169)
8.4 Teknik Pengumpulan Data

1). Metode Dokumentasi
2). Metode Tes
8.5 Teknik Analisis Data

8.5.1 Analisa Data Tes
      Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskiptif
yang digunakan untuk menggambarkan hasil belajar siswa setelah
digunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan
berbantuan lembar kerja siswa (LKS) pada pembelajaran matematika
materi pokok trigonometri di SMA Negeri 1 Semende Darat Laut.
      Adapun langkah langkah yang dilakukan untuk menganalisis data
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika adalah :
Membuat kunci jawaban

Membuat pedoman penskoran

Memeriksa jawaban siswa

Memberikan skor hasil jawaban siswa sesuai dengan pedoman penskoran
5. Menentukan skor rata-rata yang diperoleh masing – masing siswa yang
   dikonversikan menjadi nilai dalam rentang 0 – 100 dengan aturan


        jumlah skor yang dipeoleh
Na =                                                         x 100
            jumlah skor maks

6. Membuat analisis hasil belajar pada materi pokok trigonometri

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:978
posted:6/23/2010
language:Indonesian
pages:27