; Indosurya Daily Review 23 Juni 2010
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Indosurya Daily Review 23 Juni 2010

VIEWS: 33 PAGES: 4

  • pg 1
									      C

                                                   INDOSURYA Morning Call                                                                                                                                          23-Jun-10

                    World Equity Index                ∆%                 Currencies                      ∆%                      Commodities                                      ∆%
                    JCI          2,934.59            -0.25               USD            9,033.00         0.20                    Crude Oil (US$/barel)      78.03                -0.79
                    DJIA        10,293.52            -1.43               EUR            11,105.18       -0.68                    Gold (US$/Troy Oz)       1,257.20                0.78
                    S&P 500      1,095.31            -1.61               GBP            13,330.46       -0.33                    Natural Gas                 4.88                -4.31
                    Nasdaq       2,261.80            -1.19               AUD            7,930.08         0.23                    Silver (US$/Troy Oz)       19.18                 2.18
                    FTSE 100     5,246.98            -0.98               CAD            8,821.73        -0.20                    Tins (US$/Metric Ton    17,980.00                3.04
                    Nikkei 225 10,112.89             -1.22               JPY/100         9,924.75       -0.02                    Nickel (US$/Metric Ton) 19,935.00                3.26
                    Hang Seng 20,819.08              -0.45               SGD             6,547.81        0.12
                    KOSPI        1,731.48            -0.47
                                                                                                                     JCI Sectoral Index
                                      Close           ∆%                                               Close           ∆%                                                        Close         ∆%
                    Agri             1,717.66        -0.16               Property                      166.32         -0.36                                     LQ-45             570.96      -0.24
                    Mining           2,289.33        -1.13               Infrastructure                692.22          0.02                                     JII               471.22       0.07
                    Basic-Ind         315.82         -1.41               Finance                       370.66         -0.23                                     MBX               849.89      -0.21
                    Misc-Ind          813.17          0.03               Trade                         324.21         -0.58                                     DBX               385.69      -0.58
                    Consumer          966.87          1.06               Manufacture                   700.40          0.06

                    Total Transaksi Bursa                    ∆%                        Transaksi Asing                                            ∆%            Reksa Dana                              NAB/Unit
                    Market Cap (Rp. Tr)            2,427.43 -0.03                      Beli      Vol. (M. Shares)                     552.18     -35.37         Indosurya Balanced Fund                  1,270.81
                    Volume (M. Shares)             3,590.84 -38.23                               Value (Rp. B)                        874.81     -44.50         Indosurya Equity Fund                    1,222.81
                    Value (Rp. B)                  2,697.07 -43.06                     Jual      Vol. (M. Shares)                     392.54     -15.42
                                                                                                 Value (Rp. B)                        651.79     -42.79
                 Indosurya Global Analysis
                   Berita pengetatan anggaran picu sentimen negatif
                    Harga saham dan indeks berjangka Amerika Serikat kembali merosot. Indeks MSCI yang telah mengalami kenaikan terpanjang dalam beberapa bulan terakhir juga mengalami tekanan
                    karena Pemerintah tengah bersiap mengetatkan anggaran dan memperketat aturan perbankan. Mata yang yuan mengalami tekanan setelah dalam dua hari ini menguat setelah Pemerintah
                    China menyatakan akan membuat kebijakan untuk melonggarkan nilai tukar yuan terhadap dollar AS sehingga yuan mengalami depresiasi sebesar 0,2%. Indeks MSCI yang
                    menggambarkan pergerakan saham terkemuka di 24 negara maju mengalami tekanan hingga 0,7%. Sedangkan Indeks MSCI yang mengukur pergerakan saham di negara berkembang
                    mengalami kemesosotan hingga 1,2%. Sementara indeks berjangka Standard & Poors 500 meleset 0,5%. Investor khawatir negara maju tidak akan bersedia untuk mendukung
                    perekonomian mereka masing-masing. Negara dengan tingkat produk domestik bruto (PDB) tertinggi di dunia yang tergabung dalam G20 akan mengadakan pertemuan pada 26-27 Juni
                    mendatang. Mereka tampaknya ingin bersepakat untuk bersama-sama menurunkan angka defisit anggaran.
                    Pelonggaran nilai Yuan akan mempercepat pemulihan ekonomi
                    Ekonom yakin pelonggaran nilai tukar yuan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) akan mempercepat pemulihan ekonomi dunia dibandingkan yang sudah berjalan sekarang. Para Ekonom
                    memprediksi pelonggaran nilai tukar yuan ini akan mendorong kenaikan pertumbuhan ekonomi dunia hingga 0,1% pada tahun ini dan tahun depan. Dampak penguatan nilai tukar yuan
                    akan menyebabkan tingkat konsumsi di negeri tirai bambu tersebut akan menggeliat akibat murahnya harga barang impor. Terutama barang-barang yang berasal dari Amerika Serikat.
                    Perubahan nilai tukar ini sepertinya sebagai kecenderungan yang akan mempengaruhi komposisi produk domestik bruto dunia, dibanding pertumbuhannya. Penguatan nilai yuan akan
                    membuat tingkat pemulihan ekonomi akan lebih tahan lama. Selain itu akan mengurangi tingkat ketergantungan kepada utang Amerika Serikat. Selai itu perubahan kebijakan China ini juga
                    akan membawa angin segar dalam pertemuan G20 di Toronto pada 26-17 Juni mendatang. Kemarin mata uang yuan mencatat kenaikan pertama kali sejak revaluasi pada Juli 2005.
                    Kemarin yuan di perdagangkan pada 6,81/dollar AS di pasar Shanghai. Bank sentral China pada 19 Juni lalu mengumumkan akan meningkatkan flesibilitas yuan. Ini sebagai tanda berakhirnya peng


                 Indosurya Market Analysis
                   ATPM berharap penjualannya naik saat IIMS
                    Meski Gaikindo bersikeras ajang Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2010 bukanlah untuk hard selling melainkan unjuk teknologi, namun sejumlah agen tunggal pemegang merek
                    (ATPM) tetap menaruh harapan besar penjualannya bakal terdongkrak oleh even tahunan ini. Dikabarkan penjualan saat IIMS bisa memberikan kontribusi mencapai 50% dari rata-rata
                    pesanan mobil per bulan dan bisa mencerminkan market share penjualan mobil di Jabodetabek. Biasanya penjualan di sejumlah dealer di Jabodetabek akan turun saat jelang IIMS karena
                    konsumen cenderung menunggu IIMS. Banyaknya keuntungan dan bonus-bonus yang ditawarkan ATPM saat penjualan di IIMS serta berbagai model baru yang diusung ATPM selama
                    pameran membuat konsumen pun menahan pembeliannya hingga kegiatan dimulai.
                    Utang luar negeri menganggur US$ 45,1 juta
                    Bappenas mencatat, hingga Mei 2010, potensi utang luar negeri yang tidak digunakan (potential loan surplus ) sebesar US$ 45,1 juta dari total pinjaman yang mencapai US$ 20,5 miliar.
                    potential loan surplus tertinggi berasal dari Kementerian Kesehatan, yaitu sebanyak US$ 14,5 juta. Selanjutnya, Kementerian Dalam Negeri sebesar US$ 8,1 juta dan Kementerian
                    Pekerjaan Umum US$ 8 juta. Potential loan surplus dari PLN sekitar US$ 5 juta dan Kementerian Pertanian US$ 4,6 juta. Ada beberapa faktor yang menyebabkan potential surplus loan
                    muncul. Sebagai contoh, program atau proyek yang didanai utang luar negeri batal. Keterlambatan pelaksanaan kegiatan serta kelambatan penarikan pinjaman juga bsia jadi penyebab.
                    Data Bappenas menunjukkan bahwa utang luar negeri senilai US$ 20,5 miliar tadi rencananya hendak dipakai untuk mendanai 174 program dan proyek. Rinciannya, sebesar US$ 2,7 untuk
                    membiayai sembilan program dan sebanyak S$ 13,3 miliar buat membiayai 139 proyek kementerian/lembaga. Sisanya, sebanyak US$ 4,3 miliar, akan dipakai membiayai 26 proyek BUMN
                    lewat skema subsidiary loan agreement (SLA).




                    Daily Our View Stock Action
                    Code           Open       High               Low Close                  S1           S2            S3            Pivot         R1               R2            R3           ∆%
                    PGAS           3,950      4,000             3,925 3,950               3,913        3,881         3,838          3,956         3,988           4,031          4,063        0.00
                    TINS           2,275      2,325             2,275 2,300               2,263        2,244         2,213          2,294         2,313           2,344          2,363        0.00
                    SMGR           8,800      8,850             8,600 8,750               8,650        8,500         8,400          8,750         8,900           9,000          9,150        -1.13
                    UNVR          16,950     17,450             16,900 17,400             16,900       16,625        16,350         17,175       17,450           17,725        18,000         2.65
                    ADRO           2,050      2,075             1,990 2,000               1,983        1,944         1,898          2,029         2,068           2,114          2,153        -3.61
                    BMRI           5,850      5,900             5,700 5,750               5,700        5,600         5,500          5,800         5,900           6,000          6,100        -1.71
                    TLKM           7,900      7,900             7,850 7,900               7,875        7,838         7,825          7,888         7,925           7,938          7,975        0.00
                    JSMR           2,125      2,125             2,075 2,125               2,100        2,063         2,050          2,113         2,150           2,163          2,200        0.00
                    ASII          48,250     48,800             48,000 48,350             47,900       47,550        47,100         48,350       48,700           49,150        49,500         0.21
                    ANTM           2,025      2,075             2,000 2,050               2,000        1,963         1,925          2,038         2,075           2,113          2,150         1.23

                 Reza Priyambada
Investment       Marissa Rahmatwati
      &          manajerinvestasi@indosurya.net / indosurya_securities@yahoo.com
 Research
  Division       PT Asjaya Indosurya Securities does not give any warranty in relation to the accuracy, completeness and reliability of this report as it only expresses his/her personal views. This report is prepared for internal use and the
T 021-57905068   clients of PT Asjaya Indosurya Securities only. PT Asjaya Indosurya Securities does not responsible for any transaction with regard to any recommendation mentioned in this report. The final desicion in in your hands. Please
F 021-57905069   learned of risk & return first before making an investment.
                 Your Investment Partner                                                                                                                                                                                                1
                                                               INDOSURYA Morning Call
                                           IHSG



                                                                                    IHSG akhirnya ditutup di zona merah seiring dengan pelemahan tren bursa-bursa regional Asia dan
                                                                                    Eropa. Aksi jual massal pada saham-saham unggulan menjadi pemicu utamanya. Pada pembukaan
                                                                                    turun tipis ke level 2.940,897 dan kemudian sempat naik ke level 2.956,810, menguat 15 poin
                                                                                    dibandingkan penutupan kemarin di level 2.941,903. IHSG yang sempat menguat didorong oleh
                                                                                    penguatan sejumlah saham unggulan di sektor pertambangan, perkebunan dan perbankan.
                                                                                    Sayangnya, menjelang penutupan sesi I, IHSG didera tekanan jual selektif pada sejumlah saham
                                                                                    unggulan. Hingga akhir perdagangan, IHSG tidak lagi mampu bertahan di zona positif dan masuk di
                                                                                    zona negatif. Bursa-bursa regional Eropa juga dibuka menurun tipis seiring dengan koreksi yang
                                                                                    terjadi pada bursa-bursa Asia. Diperkirakan hari ini IHSG akan berada pada support 2.882-2.918 dan
                                                                                    resistance 2.953-2.989. MACD masih menunjukkan sinyal penguatan. Namun, RSI beradadi zona
                                                                                    overbought . Williams %R = -16 dan Stochastic %K = 84%, %D = 90% mulai berbalik arah dan masih
                                                                                    rawan koreksi.




                                           PTBA

                                                                                    Adanya rencana PTBA untuk mengakusisi 100% dua tambang di wilayah Kalimantan, sepertinya
                                                                                    masih terganjal oleh salah satu pemegang saham yang belum mau melepas kepemilikannya. Tetapi,
                                                                                    di lain pihak adanya rencana pembangunan proyek kereta api oleh anak usaha Bukit Asam Traspasific
                                                                                    Railway di daerah Banko Tengah, Sumatera Selatan mulai akan segera terealisasi. Empat bank asal
                                                                                    China telah siap mendanai proyek tersebut. Diperkirakan hari ini PTBA akan berada pada support
                                                                                    16.700-16.950 dan resistance 17.200-17.450. MACD mulai menunjukkan sinyal penguatan. RSI =
                                                                                    50% masih berada di bawah zona overbought . Williams %R = -29 dan Stochastic %K = 71%, %D =
                                                                                    68%. Diperkirakan PTBA akan melemah sementara setelah upper bollinger tersentuh sebelum
                                                                                    akhirnya kembali menguat.
MORNING STOCKS NEWS & TECHNICAL REVIEW




                                           TRUB



                                                                                    Kabar baik datang dari TRUB. Dikabarkan sejumlah investor asing asal Tiongkok berniat menguasai
                                                                                    mayoritas saham ini. Investor tersebut tertarik lantaran banyaknya proyek yang sering dikerjakan
                                                                                    bersama dengan perseroan. Selain itu, proyeksi laporan keuangan yang diperkirakan positif menjadi
                                                                                    daya tarik tambahan terhadap saham ini. Diperkirakan TRUB akan bergerak support 95-99 dan
                                                                                    resistance pada 100-105. MACD masih menunjukkan pola penguatan. Namun, RSI teah masuk ke
                                                                                    zona overbought yang didukung oleh Stocastic %K = 73% & %D = 75% dan William's %R = -27.
                                                                                    Meskipun berita positif ada di saham ini namun, investor berhati-hati akan terhadap koreksi yang akan
                                                                                    terjadi.




                                           ITMG


                                                                                    Kualitas batubara yang dimiliki ITMG merupakan yang terbaik di sektornya. Adanya penyelesaian
                                                                                    ekspansi pelabuhan Bontang dan pendukung produksi untuk blok timr di Kitadin Embalut, Tandung
                                                                                    Mayang dan Bharinto merupakan katalis positif untuk akumulasi saham ini. Permintaan batubara dari
                                                                                    komestik dan India masuk kuat didukung oleh berkurangnya suplai batubara yang berasal dari
                                                                                    kompetitor Australia dan Afrika Selatan. Diperkirakan ITMG akan diperdagangkan dengan support
                                                                                    38.150-38.300 dan resistance 38.800-39.150. MACD mengkonfirmasi sinyal penguatan. Namun, RSI
                                                                                    sudah memasuki area jenuh beli dan Stochastic %K = 85% %D = 88%, dan William's %R = -15
                                                                                    kemungkinan akan menahan laju penguatan.




                                         Your Investment Partner                                                                                                                 2
                                                                      INDOSURYA Morning Call
                                               KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH INDONESIA
MORNING GOVERNMENT & CORPORATE BOND REVIEW




                                               KURVA YIELD OBLIGASI KORPORASI INDONESIA




                                             Sumber: www.ibpa.co.id


                                               Harga Benchmark Obligasi Pemerintah               Harga Obligasi Korporasi Teraktif
                                               Seri       Kupon (%) Harga       ∆%                           Seri                  Harga Rating       Maturity    Kupon (%)
                                               FR0027        9.50       108.50 -0.12             Bank Panin II B 2007               100.80 idAA-      19-Jun-11     10.75
                                               FR0031       11.00       121.25 0.62              Sub. Bank BRI II 2009              102.90 idAA+      22-Dec-14     10.95
                                               FR0040       11.00       117.55 0.30              Indosat IV 2005                    103.29 idAA+      21-Jun-11     12.00
                                               FR0052       10.50       109.30 0.05              Mudharabah Adhi 2007                99.93 idA-(Sy)   06-Jul-12     0.00
                                               FR0050       10.50       105.50 1.44              PPLN VII 2004                      105.09 idAA+      11-Nov-14     12.25


                                             Ulasan Pasar Obligasi
                                             Seolah mengabaikan adanya krisis utang di benua Eropa, investor lokal dan asing kian gencar untuk memburu Surat Utang Negara (SUN). Sejak Moody's menaikkan
                                             rating utang Indonesia dari posisi stabe menjadi positive menjadi sentimen positif bagi investor untuk kembali masuk ke pasar. Tidak hanya itu, adanya keputusan Bank
                                             Indonesia untuk mewajibkan investor berinvestasi di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) minimal 28 hari atau 1 bulan juga memicu perpindahan dana dari SBI ke SUN.




                                             Your Investment Partner                                                                                                                                       3
                                    INDOSURYA Morning Call




                                                                            Head Office :

                                                                                 Grha Surya
                                                                    Komp. Taman Perkantoran Kuningan
                                                          Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9. Jakarta 12920. Indonesia
                                                                           Telp : 021 – 5790 5068
                                                                           Fax : 021 – 5790 4859
                                                                        Website: www.indosurya.net




                                                                                  Branch Office :
               Jakarta Branch :                                                           Medan Branch :
               Grha Kencana Lt. 2                                                         West Plaza Lt. 5
               Jl. Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk.                                         Jl. Diponegoro No. 16 Medan 20152
               Jakarta Barat                                                              Telp : 061 – 455 8545
               Telp : 021 – 5365 0385                                                     Fax : 061 – 457 5548
               Fax : 021 – 5366 0695

               Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok J No. 5                                 Surabaya Branch :
               Jl. Letjend. Suprapto. Jakarta Pusat 10640                                Ruko Rich Palace. Blok R 16 & 18
               Telp : 021 - 4288 3322                                                    Jl. Mayjend. Sungkono. Surabaya
               Fax : 021 - 4288 0268                                                     Telp : 031 – 561 0335
                                                                                         Fax : 031 – 561 0480
                Padang Branch :                                                           Solo Branch :
                Jl. Belakang Olo No. 35A, Padang                                          Jl. Slamet Riyadi No. 401
                Telp : 0751 – 841 845                                                     Surakarta 57139
                Fax : 0751 – 841 894                                                      Telp : 0271 – 711 958
                                                                                          Fax : 0271 - 737 477
                Palembang Branch :
                Jl. Letkol. Iskandar No. 762. Palembang
                Telp : 0711 – 373 666
                Fax : 0711 - 367 149




kkkkkkkkkkk Your Investment Partner                                                                                           4

								
To top