NARRATIVE RECORD Aktiva Tetap by lilikemil

VIEWS: 135 PAGES: 2

									                             NARRATIVE RECORD

            Siklus Pembelian Aktiva Tetap Sorreli’s Delicatessen



   Departemen pengguna membuat SPOPAT (Surat Permintaan Otorisasi Pembelian Aktiva
    Tetap) sebanyak dua rangkap. Rangkap pertama didistribusikan kepada manager dan
    rangkap kedua akan disimpan sebagai arsip.

   Berdasarkan SPOPAT dari departemen pengguna, manager memberikan otorisasi
    kemudian menerbitkan SPPAT (Surat Permintaan Pembelian Aktiva tetap) sebanyak
    empat rangkap. Satu rangkap untuk departemen pembelian, rangkap kedua untuk bagian
    utang, rangkap yang ketiga untuk bagian akuntansi aktiva tetap, dan rangkap yang
    terakhir akan disimpan sebagai arsip.

   Berdasarkan SPPAT dari manager maka departemen pembelian membuat SPPH (Surat
    Permintaan Penawaran Harga) yang dikirim ke beberapa pemasok. Lalu menerbitkan
    SPPH sebanyak dua rangkap. Rangkap pertama akan dikirim ke beberapa pemasok, dan
    rangkap kedua akan disimpan sebagai arsip. Lalu dari pemasok mengirimkan SPH (Surat
    Penawaran Harga) kepada departemen pembelian. Berdasarkan SPH dibandingkan
    dengan harga yang paling murah, kemudian memilih pemasok, lalu membuat SOP (Surat
    Order Pembelian) dan menerbitkan SOP sebanyak tiga rangkap dan satu rangkap faktur
    dari pemasok. Rangkap pertama akan dikirim ke pemasok, rangkap kedua dikirim ke
    bagian penerimaan, dan rangkap yang terakhir akan disimpan sebagai arsip.

   Bagian penerimaan menerima SOP dan slip pengepakan dari pemasok, lalu memeriksa
    barang yang diterima, selanjutnya membuat laporan penerimaan dan menerbitkan satu
    rangkap SP (Slip Pengepakan), satu rangkap SOP (Surat Order Pembelian), dan empat
    rangkap LPB (Laporan Penerimaan Barang). Rangkap pertama akan dikirim ke bagian
    pembelian yang kemudian akan diarsipkan bersama SPPH. Rangkap kedua akan dikirim
    ke departemen pengguna bersama dengan barangnya kemudian akan diarsipkan bersama
    SPOPAT, dimana departemen pengguna telah menerima barang dan memeriksa barang
    tersebut. Rangkap ketiga akan dikirim ke bagian utang, dan rangkap yang keempat akan
    disimpan sebagai arsip oleh bagian penerimaan bersamaan dengan rangkap SP dan SOP.

   Pada bagian utang menerima SPPAT, LPB, dan Faktur dari pemasok. Lalu bagian utang
    akan membandingkan Faktur dari pemasok dengan SPPAT dan LPB, kemudian membuat
    bukti kas keluar dan menerbitkan tujuh rangkap dokumen. Yaitu terdiri dari satu rangkap
    dokumen Faktur, satu rangkap dokumen LPB yang kemudian akan dikirim ke bagian
    Akuntansi Aktiva Tetap, satu rangkap dokumen SPPAT, dan empat rangkap bukti kas
    keluar dimana rangkap pertama akan dikirim ke bagian Akuntansi Aktiva Tetap
    bersamaan dengan dokumen LPB, rangkap kedua selanjutnya akan dibuat jurnal daftar
    cek. Rangkap yang ketiga akan dibuat jurnal buku besar pembantu utang. Dan rangkap
    yang keempat akan disimpan sebagai arsip bersamaan dengan dokumen SPPAT dan
    dokumen faktur.

   Pada bagian akuntansi aktiva tetap terdapat dokumen SPPAT yang dikirim dari bagian
    manager, dokumen LPB dan dokumen bukti kas keluar yang dikirim dari bagian utang.
    Ketiga – tiganya akan disimpan sebagai arsip pada bagian akuntansi aktiva tetap. Bukti
    kas keluar selanjutnya akan dibuat jurnal mengenai buku besar pembantu aktiva tetap.

								
To top