MAKALAH SISTEM AKUN AKTUVA TTP

Document Sample
MAKALAH SISTEM AKUN AKTUVA TTP Powered By Docstoc
					             MAKALAH
                BAB 16
SISTEM AKUNTANSI AKTIVA TETAP




              Disusun Oleh :


     1. EMA RAHMAWATI          (068583245)
     2. YUNAN HERDIAN S        (068583283)
     3. INUK NUR DIYANTI       (068583284)
     4. SYAFIUL UMAM           (068583271)




     FAKULTAS EKONOMI
    D3 AKUNTANSI / BB’2006
 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
                            KATA PENGANTAR

       Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
       Dengan adanya makalah ini diharapkan para mahasiswa dapat memahami
tentang “Sistem Akuntansi Aktiva Tetap” untuk menentukan kekayaan Perusahaan.
       Dengan selesainya makalah ini, kami mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan
dengan baik.
       Kami menyadari bahwa masih ada kekurangan dalam makalah ini karena
keterbatasan kami. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
       Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi
para mahasiswa. Akhir kata, bila ada kekurangan dalam makalah ini kami sampaikan
mohon maaf.




                                                   Surabaya, 03 Desember 2007




                                                              Penulis,
                                DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………........
KATA PENGANTAR …………………………………………………………….
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………....
BAB I PENDAHULUAN
        1.1   Latar Belakang …………………………………………………
        1.2   Tujuan ………………………………………………………….
        1.3   Rumusan Masalah ……………………………………………...
        1.4   Manfaat ………………………………………………………...
BAB II ISI
        2.1   Definisi Aktiva Tetap
               2.1.1   Karakteristik Transaksi Aktiva Tetap
               2.1.2   Pengolongan Aktiva Tetap
               2.1.3   Transaksi yang Mengubah Aktiva Tetap
               2.1.4   Transaksi Perolehan
               2.1.5   Transaksi Pengeluaran Modal
               2.1.6   Transaksi Depresiasi Aktiva Tetap
               2.1.7   Transaksi Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap
               2.1.8   Transaksi Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap
               2.1.9   Manajemen Aktiva Tetap
               2.1.10 Stuktur Kode Aktiva Tetap
               2.1.11 Golongan Aktiva Tetap
               2.1.12 Jenis Aktiva Tetap
               2.1.13 Tahun Perolehan
               2.1.14 Fungsi
               2.1.15 Lokasi
      2.2   Dokumen
      2.3   Catatan Akuntansi
      2.4   Fungsi yang Terkait
      2.5   Jaringan Subsistem
      2.6   Unsur Pengendalian Intern
      2.7   Sistem Pembelian Aktiva Tetap
      2.8   Sistem Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pembangunan Sendiri
      2.9   Sistem Pengeluaran Modal
      2.10 Sistem Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap
      2.11 Sistem Transfer Aktiva Tetap
      2.12 Sistem Revaluasi Aktiva Tetap
      2.13 Sistem Pencatatan Depresiasi Tetap
BAB III PENUTUP
      3.1   Kesimpulan …………………………………………………….
      3.2   Saran ……………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………...
                                     BAB I
                             PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
       Aktiva tetap mempunyai karakteristik yang berbeda dengan Aktiva Lancar.
Jika Aktiva Lancar di kendalikan pada saat konsumsinya, pengendalian aktiva tetap
dilkasnakan pada saat perencanaan perolehan Aktiva tersebut. Hal ini disebabkan
pengeluaran-pengeluaran yang bersangkutan dengan aktiva tetap yang tidak bisa tidak
harus dilakukan karena berupa committmend costs.


1.2 Tujuan
          Untuk menentukan tingkat pencapaian hasil atau manfaat yang di
           inginkan,
          Menentukan kesesuaian hasil dengan tujuan
          Mempertimbangkan alternatif lain yang memberikan hasil yang sama
           dengan biaya terendah.


1.3 Rumusan Masalah
       “


1.4 Manfaat
       Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan isi konsep dalam Sistem
Akuntansi Aktiva Tetap, sehingga mahasiswa tersebut dapat mengetahui proses setiap
bab yang ada dalam Akuntansi Pemerintahan.
                                       BAB II
                                        ISI

2.1 DEFINISI AKTIVA TETAP
       Aktiva Tetap adalah kekayaan perusahaan yang mempunyai wujud,
mempunyai manfaat ekonomis lebih dari 1 tahun, dan diperoleh perusahaan untuk
melaksanakan kegiaatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali. Karena kekayaan
ini mempunyai wujud, aktiva tetap disebut dengan aktiva tetap disebut dengan aktiva
tetap wujud (tangible fixed assets).


2.1.1 KARAKTERISTIK TRANSAKSI AKTIVA TETAP
Transaksi Aktiva tetap memiliki karakteristik sebagai berikut :
   1. Frekuensi terjadinya transaksi yang mengubah Aktiva Tetap relative sedikit
       dibandingkan dengan transaksi yang mengubah aktiva lancar, namun
       umumnya menyangkut jumlah rupiah yang besar.
   2. Pengendalian Akiva Tetap dilkasanakan pada saat perencanaan aktiva tetap,
       sehingga system otorisasi aktiva tetap diterpakan pada saat      perencanaan
       perolehan dan pada saat pelaksanaan rencana perolehan aktiva tetap.
   3. Pengeluaran yang bersangkutan dengan aktiva tetap perlu dibedakan menjadi
       dua macam : pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) dan pengeluaran
       modal (capital expenditure).
2.1.2 PENGGOLONGAN AKTIVA TETAP
Aktiva Tetap dalam perusahaan manufaktur umumnya digolongkan sebagai berikut :
   1. Tanah dan perbaikan tanah (land and land improvement).
   2. Gedung dan Perbaikan Gedung (building and building improvement).
   3. Mesin dan ekuipment pabrik.
   4. Mebel.
   5. Kendaraan.


2.1.3 TRANSAKSI YANG MENGUBAH AKTIVA TETAP
Transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap terdiri dari tiga kelompok :
   1. Aktiva yang mengubah rekening tetap.
   2. Transaksi yang mengubah rekening akumulasi depresiasi aktiva tetap yang
       bersangkutan.
   3. Transaksi yang mengubah rekening biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva
       tetap.


2.1.4 TRANSAKSI PEROLEHAN
       Aktiva tetap perusahaan diperoleh        melalui berbagai cara : pembelian,
pembangunan, dan sumbangan. Transakasi perolehan aktiva tetap dari pembelian
dicatat dalam register bukti kas keluar dengan jurnal sebagai berikut :


       Aktiva Tetap                                                 xx
                Bukti Kas Keluar yang akan Dibayar                        xx


       Jika aktiva tetap diproleh dengan pembangunan sendiri, pengeluaran modal
(capital expenditures) yang berupa pengeluaran kas dicatat dalam register bukti kas
keluar dengan jurnal sebagai berikut :
       Aktiva Tetap dalam Konstruksi                            xx
              Bukti Kas Keluar yang akan Dibayar                xx


       Jika aktiva tetap diperoleh pembagunan sendiri, pengeluaran modal (capital
expenditures) yang berupa pemakaian persediaan, distribusi gaji dan upah, dan
pembebanan BOP dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal sebagai berikut :


       Aktiva Tetap dalam Konstruksi                            xx
       Persediaan Suku Cadang                                   xx
       Gaji dan Upah                                            xx
              BOP yang Dibebankan                                      xx


       Harga pokok aktiva tetap yang telah selesai dibangun dicatat dalam jurnal
umum dengan jurnal sebagai berikut :


       Aktiva Tetap                                             xx
              Aktiva Tetap dalam Konstruksi                            xx


       Jika aktiva tetap diperoleh dari sumbangan, harga pokok aktiva tetap dicatat
dalam jurnal umum dengan jurnal sebagai berikut :


       Aktiva Tetap                                             xx
              Modal Sumbangan                                          xx
2.1.5 TRANSAKSI PENGELURAN MODAL
       Transaksi pengeluaran modal adalah transaksi yang bersangkutan dengan
aktiva tetap, yang mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Transaksi pengeluaran
modal (capital expenditures) dicatat dalam register bukti kas keluar dengan jurnal
sebagai berikut :
       Aktiva Tetap                                                xx
               Bukti Kas Keluar yang akan Dibayar                       xx


       Aktiva Tetap                                                xx
               Persediaan Suku Cadang                                   xx
               Gaji dan Upah                                            xx
               BOP yang Dibebankan                                      xx
       (untuk mencatat pengeluaran modal yang berupa pemakaian persediaan,
       distribusi biaya tenaga kerja, dan pembebanan BOP).


2.1.6 TRANSAKSI DEPRESIASI AKTIVA TETAP
       Secara periodik, harga pokok aktiva tetap dialokasi kedalam periode akuntansi
yang menikmati jasa yang dihasilkan oleh aktiva tetap. Transaksi depresiasi aktiva
tetap, dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal sebagai berikut :
       BOP Sesungguhnya                                            xx
       Biaya Adum                                                  xx
       Biaya Pemasaran                                             xx
               Akumulasi Depresiasi Aktiva Tetap                        xx
2.1.7    TRANSAKSI            PENGHENTIAN            PEMAKAIAN             AKTIVA
        TETAP
        Jika berdasarkan pertimbangan teknis atau ekonomis suatu aktiva tetap tidak
lagi layak untuk diteruskan pemakaiannya, manajemen dapat memutuskan untuk
menghentikan pemakaian aktiva tetap yang bersangkutan. Karena aktiva tetap
memiliki rekening akumulasi depresiasi, yang merupakan rekening penilai (valuation
account), maka penghentian pemakaian aktiva tetap dicatat dalam rekening aktiva
tetap dan rekening akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan. Jika nilai jual
aktiva tetap yang dihentikan pemakaiannya berbeda dari nilai buku aktiva tetap
menimbulkan laba atau rugi. Transaksi penghentian pemakaian aktiva tetap, dicatat
dalam jurnal umum dengan jurnal sebagai berikut:


        Akumulasi Depresiasi                                       xx
        Rugi Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap                    xx
               Aktiva Tetap                                                xx
        (untuk mencatat penghentian pemakaian aktiva tetap yag nilai jualnya lebih
        rendah dari nilai buku aktiva tetap).


2.1.8 TRANSAKSI REPARASI DAN PEMELIHARAAN AKTIVA
        TETAP
        Berdasarkan kebijakan akuntansi         yang dirumuskan oleh manajemen
perusahaan, pengeluaran untuk reparasi aktiva tetap digolongkan ke dalam dua
golongan : pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan.


        Biaya Reparasi dan Pemeliharaan                            xx
               Bukti Kas Keluar yang akan Dibayar                          xx
       Transaksi reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap, yang merupakan
pengeluaran pendapatan dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal sebagai berikut :


       Biaya Reparasi dan Pemeliharaan                          xx
              Persediaan Suku Cadang                                     xx
              Gaji dan Upah                                              xx
2.1.9 MANAJEMEN AKTIVA TETAP
       Perlu dibentuk satu fungsi yang memiliki tanggung jawab untuk mengatur
penggunaan, pemindahan, pemberian otorisasi penghentian pemakaian aktiva tetap.
Jika masing-masing fungsi memiliki wewenang untuk mengunakan, memindahkan,
dan memhentikan pemakaian aktiva tetap, penggunaan akiva tetap tidak akan
optimum, karena aktiva tetap yang menggangur disuatu fungsi tidak dapat segera
dimanfaatkan oleh fungsi lain. Dalam stuktur organisasi, fungsi yang bertanggung
jawab atas penggelolaan Aktiva Tetap berada di tangan bagian aktiva tetap.
Wewenang yang dimiliki oleh aktiva tetap adalah :
     1. Menempatkan aktiva tetap ditangan fungsi pemakai aktiva tetap.
     2. Memberikan otorisasi pemindahan aktiva tetapdari funsi satu ke fungsi
         lainnya.
     3. Memberikan otorisasi Penghentian pemakaian aktiva tetap
     4. Memberikan otorisasi pengiriman aktiva tetap ke pihak luar untuk
         keperluan reparasi.
2.1.10 STRUKTUR KODE AKTIVA TETAP
       Jika perusahaan memiliki berbagai jenis aktiva tetap diberbagai lokasi, untuk
memudahkan identifikasi aktiva tetap, diperlukan kode yang mampu memnerikan
informasi lengkap mengenai aktiva tetap. Informasi penting yang perlu dicerminkan
dalam kode aktiva tetap adalah : golongan aktiva tetap, jenis aktiva tetap, lokasi,
portagility, tahun perolehan, fungsi yang bertanggung jawab dalam pemakaian aktiva
tersebut.


2.1.11 GOLONGAN AKTIVA TETAP
   1. Tanah dan perbaikan tanah.
   2. Gedung dan perbaikan gedung.
   3. Mesin dan ekuipment pabrik.
   4. Mesin dan ekuipment kantor.
   5. Mebel
   6. Kendaraan darat.
   7. Kendaraan air.
   8. Kendaraan udara.
   9. Aktiva tetap lain.


2.1.12 JENIS AKTIVA TETAP
              Tiap golongan aktiva tetapa dapat dirinci lebih lanjut, masing- masing,
sampai dengan 99 jenis.
Contoh : Mesin dan equipment kantor dirinci menjadi jenis aktiva tetap berikut ini :
   01 Mesin ketik manual
   02 Mesin ketik elektronik
   03 Mesin potong kertas
   04 Mesin penghancur kertas
   05 Mesin fotokopi.
   06 Mesin cetak komputer
   07 Komputer
    08 Overhead projector
    09 TVmonitor
    10 Slide projector
    11 Movie video, dst.


2.1.13 TAHUN PEROLEHAN
        Tahun perolehan aktiva tetap diambil dau angka terakhir dan dicantumkan
dalam kode aktiva tetap. Kode tahun perolehan ini akan dengan cepat memberikan
informasi umur aktiva tetap sampai dengan saat tertentu.


2.1.14 FUNGSI
        Kode fungsi memudahkan pembebanan biaya depresiasi aktiva tetap ke dalam
biaya produksi, biaya administrasi dan umum, dan biaya pemasaran. Karena dalam
perusahaan manufaktur ada tiga fungsi pokok, maka kode fungsi ini disusun sebagai
berikut :
    1. Produksi
    2. Administrasi dan Umum
    3. Pemasaran




2.1.15 LOKASI
        Portability aktiva tetap digolongan menurut mudah dan dapat atau tidaknya
aktiva tetap dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain sebagai berikut :
    1. Portable (dapat dibawa dengan tangan manusia).
    2. Movable (dapat dipindahkan dengan bantuan ekuipmen).
    3. Fixtures (dapat pada aktiva tetap lain).


2.2 DOKUMEN
        Dokumen yang digunakan untuk merekam data transaksi yang mengubah
harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan
adalah :
    1. Surat Permintaan Otorisasi Investasi (Expenditure Authorization Request
        atau Authorization for Expenditure).
   2. Surat Permintaan Reparasi (Authorization For Repair).
   3. Surat Permintaan Transfer Aktiva Tetap.
   4. Surat Permintaan Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap.
   5. Surat Perintah Kerja (Work Order).
   6. Surat Order Pembelian.
   7. Laporan Penerimaan Barang.
   8. Faktur dari Pemasok.
   9. Bukti Kas Keluar.
   10. Daftar Deprsiasi Aktiva Tetap.
   11. Bukti Memorial.


2.3 CATATAN AKUNTANSI
        Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang mengubah
harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah :
   1. Kartu Aktiva Tetap. Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu aktiva
        tetap yang digunakan untuk mencatat secara rinci segala data yang
        bersangkutan dengan aktiva tetap tertentu.
   2. Jurnal Umum. Jurnal umum ini digunakan untuk mencatat transaksi harga
        pokok aktiva tetap yang telah selesai dibangun, biaya-biaya untuk pemasangan
        dan pembongkaran aktiva tetap, penghentian pemakaian aktiva tetap, dan
        depresiasi aktiva tetap.
   3.   Register Bukti Kas Keluar. Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi
        pembelian aktiva tetap dan pengeluaran modal yang berupa pengeluaran kas.


2.4 FUNGSI YANG TERKAIT
        Fungsi yang terkait dalam transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap
dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah :
   1. Fungsi pemakai.
   2. Fungsi riset dan pengembangan.
   3.   Direktur yang bersangkutan.
   4. Direktur utama.
   5. Fungsi pembelian.
   6. Fungsi penerimaan.
   7. Fungsi aktiva tetap.
   8. Fungsi akuntansi.


2.5 JARINGAN SUBSISTEM
Jaringan subsistem yang membentuk system skuntansi aktiva tetap adalah :
   1. Sistem pembelian aktiva tetap.
   2. Sistem perolehan aktiva tetap melalui pembangunan sendiri.
   3. Sistem pengeluaran modal.
   4. Sistem penghentian pemakaian aktiva tetap.
   5. Sistem transfer aktiva tetap.
   6. Sistem revaluasi aktiva tetap.
   7. Sistem akuntansi depresiasi aktiva tetap.


2.6 UNSUR PENGENDALIAN INTERN
   1. Organisasi
             Fungsi pemakai harus terpisah dari fungsi akuntansi aktiva tetap.
             Transaksi perolehan, penjualan, dan penghentian pemakaian aktiva
              tetap harus dilaksanakan oleh lebih dari unit organisasi yang bekerja
              secara independen.


   2. Sistem Otorisasi
             Anggaran investasi diotorisasi oleh RUPS.
             Surat permintaan otorisasi investasi, surat permintaan otorisasi
              reparasi, surat permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap, dan
              surat permintaan transfer aktiva tetap diotorisasi oleh Direktur yang
              bersangkutan dan Direktur Utama.
             Surat perintah kerja diotorisasi oleh kepada Departemen yang
              bersangkutan.
             Surat order pembelian diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.
             Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan.
             Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi.
             Bukti memorial diotorisasi oleh kepala fungsi akuntansi.
   3. Prosedur Pencatatan
                 Perubahan kartu aktiva tetap harus didasarkan pada bukti kas keluar,
                  atau bukti memorial atau surat permintaan transfer aktiva tetap yang
                  dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap, yang diotorisasi
                  oleh pejabat yang berwenang.
    4. Praktik yang Sehat
                 Secara periodic dilakukan pencocokan fisik aktiva tetap dengan kartu
                  aktiva tetap.
                 Penggunaan anggaran investasi sebagai alat pengendalian investasi
                  dalam aktiva tetap.
                 Penutupan asuaransi aktiva tetap terhadap kerugian.
                 Kebijakan akuntansi tentang pemisahan pengeluaran modal ( capital
                  expenditure ) dengan pengeluaran pendapatan ( revenue expenditure ).


2.7 SISTEM PEMBELIAN AKTIVA TETAP
           Karena transaksi perolehan aktiva tetap berkaitan dengan anggaran modal,
maka diperlukan otorisasi dari direksi. Transaksi pembelian aktiva tetap dimulai
dengan permintaan otorisasi investasi dari pemakai aktiva tetap yang diajukan kepada
direksi.
           Melukiskan bagan alir dokumen system pembelian aktiva tetap, yang terdiri
dari rangkaian prosedur berikut ini :
           1. Prosedur permintaan otorisasi investasi.
           2. Prosedur penawaran harga dan pemilihan pemasok.
           3. Prosedur order pembelian.
           4. Prosedur penerimaan barang.
           5. Prosedur penempatan aktiva tetap.
           6. Prosedur pencatatan haraga pokok aktiva tetap.


           Dalam bagan alir dokumen tersebut, bagian yang memerlukan aktiva tetap
mengajukan surat permintaan otorisasi investasi kepada direktur Utama untuk
memperoleh otorisasi dilakasanakannya investasi yang telah dicantumkan dalam
anggaran modal. Bukti kas keluar dicatat oleh bagian utang dalam register bukti kas
keluar dengan jurnal.
       Aktiva Tetap                                            xx
               Bukti Kas Keluar yang Akan Dibayar                      xx


2.8 SISTEM            PEROLEHAN                 AKTIVA   TETAP       MELALUI
      PEMBAGUNAN SENDIRI
       System ini dirancang untuk mencatat harga pokok aktiva tetap yang diperoleh
perusahaan dari pembagunan yang dilakukan sendiri oleh perusahaan.
       Bagan alir dokumen system perolehan aktiva tetap melalui pembagunan, yang
terdiri dari rangkaian prosedur berikut ini :
         1. Prosedur permintaan otorisasi investasi.
         2. Prosedur perintah kerja.
         3. Prosedur pelaksanaan pembangunan aktiva tetap.
         4. Prosedur penerimaan barang.
         5. Prosedur penempatan aktiva tetap.
         6. Prosedur pecatatan haraga pokok aktiva tetap.


       Dalam bagan alir dokumen tesebut, bagian yang memerlukan aliran aktiva
tetap mengjukan surat permintaan otorisasi kepada Direktur utama untuk memperoleh
otorisasi dilaksanakannya pembangunan aktiva tetap yang telah dicnatumkan dalam
anggaran modal. Pelaksanaan pembangunan aktiva tetap diserahkan keapada bagian
reparasi dan pemeliharaan.
       Komsumsi bahan dan suku cadang dan konsumsi jam enaga kerja oleh bagian
Reparasi dan Pemeliharaan diinformasikan ke Bagian Jurnal ( dengan bukti
permintaan dan pengerluaran barang gudang dan rekap daftar upah ) untuk dicatat
dalam jurnal sbb :




         Aktiva Tetap dan Konstruksi                           xx
         Persediaan bahan                                      xx
         Persediaan Suku Cadang                                xx
               Gaji dan Upah                                           xx


       Pada saat pembangunan aktiva tetap selesai dilakukan, bagian Reparasi dan
pemeliharaan memuat laporan proyek selesai. Bagian Kartu Aktiva Tetap menjumlah
harga pokok aktiva yang selesai dibangun berdasarkan data yang dikumpulkan dalam
surat perintah kerja. Berdasarkan data jumlah harga pokok aktiva yan dihitung trsebut,
bagian kartu aktiva tetap membuat buti memorial. Bukti memorial dikirimkan ke
bagian jurnal untuk dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal sbb :


         Aktiva Tetap                                               xx
               Aktiva Tetap dalam Konstruksi                              xx


2.9 SISTEM PENGELUARAN MODAL
       Sistem ini dirancang untuk mencatat tambahan harga poko aktiva tetap dengan
adanya pengeluaran modal. Setiap pengeluaran modal.
       Bagan alir dokumen system pengeluaran modal, yang terdiri dari rangkaian
prosedur berikut ini :
         1. Prosedur permintaaan otorisasi investasi.
         2. Prosedur perintah kerja.
         3. Prosedur pelaksanaan pengeluaran modal.
         4. Prosedur penerimaan barang.
         5. Prosedur pencatatan harga pokok aktiva tetap.


       Dalam bagan alir dokumen tersebut, transaksi pengeluaran modal diawali
dengan pembuatan surat permintaan otorisasi reparasi oleh bagian yang memerlukan
pengeluaran modal. Dokumen dini digunakan untuk meminta otorisasi pengeluaran
modal kepada direktur utama. Otorisasi yang diberikan kepada oleh Direktur utama
dikirimkan ke bagian reparasi dan pemeliharaan. Langkah pengeluaran modal
selanjutnya sama dengan system perolehan dengan system perolehan melalui
pembangunan sendiri.


2.10 SISTEM PENGHENTIAN PEMAKAIAN AKTIVA TETAP
       Sistem ini dirancang untuk mencatat pengurangn harga pokok dan akumulasi
depresiasi aktiva tetap yang dihentikan pemakaianya serta laba rugi timbul sebagai
akibat penghentian pemakaiannya aktiva tetap tersebut.
       Bagan alir dokumen system penghentian pemakaian aktiva tetap, yang terdiri
dari rangkain prosedur berikut ini :
         1. Prosedur permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap.
         2. Prosedur penghentian pemakaian aktiva tetap.
         3. Prosedur pencatatan penghentian pemakaian aktiva tetap.


       Dalam bagan alir dokumen tersebut, bagian yang menggunakan aktiva tetap
mengajukan pemakaian penghentian aktiva tetap dengan menggunakan surat
permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap kepada Direktur Utama. Otorisasi
penghentian pemakaian akiva tetap ini dipakai oleh Bagian Akuntansi Persediaan
sebagai dasar pembuatan bukti memorial. Penghentian pemakaian aktiva tetap dicatat
oleh Bagian Kartu Aktiva Tetap ke dalam karutu aktiva tetap, dan Bagian Jurnal Ke
dalam jurnal umum dengan jurnal:


       Akumulasi Depresiasi Aktiva Tetap                           xx
       Rugi Penghentian Pemakaian Aktiva Tetatp                    xx
                Aktiva Tetap                                               xx


2.11 SISTEM TRANSFER AKTIVA TETAP
       System ini dirancang untuk mencatat transfer aktiva tetap dari satu pusat
pertanggung jawaban ke pusat pertanggungjawaban yang lain. Dokumen sumber yang
dipakai sebagai dasar pencatatan transfer aktiva tetap adalah surat permintaan transfer
aktiva tetap.
       Transfer aktiva tetap ini tidak mengubah haraga pokok aktiva tetap dan
akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersagkutan, nmun haya dicatat data lokasi
baru aktiva tetap tersebut di dalam kartu aktiva tetap.
       Bagan alir dokumen system transfer aktiav tetap., yang terdiri dari rangkaian
prosedur berikut ini :
           1. Prosedur permintaan transfer akiva tetap.
           2. Prosedur pencatatan transfer aktiva tetap.


       Dalam bagan alr dokumen tersebut, data baru aktiva tetap yang ditransfer
dicatat di dalam kartu tetap. Tidak ada pencatatan nilai rupiah dalam transfer aktiva
tetap. Oleh karena itu, transsaksi tidak tidak menyangkut pencatatan ke dalam jurnal.
2.12 SISTEM REVALUASI AKTIVA TETAP
       System ini dirancang untuk mencatat transaksi revaluasi atau penilaian
kembali aktiva tetap. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan adalah
bukti memorial.
       Bagan alir dokumen system recaluasi akitiva tetap, tang terdiri dari rangkaian
aktiva tetap, yang terdiri dari rangkaian prosedur berikut ini :
            1. Prosedur permintaaan
            2. Prosedur penghentian pemakian aktiva etap
            3. Prosedur pencatatn revaluasi aktiva tetap.


2.13 SISTEM PENCATATAN DEPRESIASI TETAP
       Sistem ini dirancang untuk mencatat biaya depresiasi aktiva tetap. Dokumen
sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan adalah memorial.
       Bagan alir dokumen system pencatatan depresiasi aktiva tetap yang terdiri dari
rangkaian prosedur berikut ini :
           1. Prosedur pembuatan daftar depresiasi aktiva tetap.
           2. Prosedur pencatatan depresiasi aktiva tetap.




                                       BAB III
                                     PENUTUP

3.1 Kesimpulan
       Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang miliki wujud, mempunyai
manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk
melaksanakan kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali. Transaksi yang
bersangkutan dengan aktiva tetap terdiri dari tiga kelompok : (1) transaksi yang
mengubah rekening aktiva tetap, (2) transaksi yang mengubah rekening akumulasi
depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan, dan (3) transaksi yang mengubah rekening
biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap.
       Dokumen yang digunakan untuk merekam transaksi aktiva tetap adalah : (1)
surat permintaan otorisasi investasi, (2) surat permintaan reparasi, (3) surat
permintaan penghentian aktiva tetap, (4) surat permintan transfer aktiva tetap, (5)
surat perintah keja, (6) surat order pembelian, (7) laporan penerimaan barang, (8)
faktur dari pemasok, (9) bukti kas keluar, (10) bukti memorial.
       Fungsi yang terkait dalam transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap
dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah : (1) fungsi pemakai, (2) fungsi riset dan
pengembangan, (3) direktur yang bersangkutan, (4) direktur utama, (5) fungsi
pembelian, (6) fungsi penerimaan, (7) fungsi aktiva tetap, (8) fungsi akuntansi.
       Jaringan subsistem yang membentuk system akuntansi aktiva tetap adalah : (1)
system pembelian aktiva tetap, (2) system pencatatan harga pokok aktiva tetap yang
dibangun, (3) system pengeluaran modal, (4) system penghentian pemakaian aktiva
tetap, (5) system transfer aktiva tetap, (6) system revaluasi, (8) system pencatatan
depresiasi aktiva tetap.


3.2 Saran
       Untuk melaksanakan system kita harus menguasai public sehingga
pelaksanaan audit sector public bisa berjalan sesuai rencana dan sesuai dengan data
yang telah ada.




                              DAFTAR PUSTAKA


Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1870
posted:6/22/2010
language:Indonesian
pages:22