Docstoc

Contoh Proposal Bisnis

Document Sample
Contoh Proposal Bisnis Powered By Docstoc
					Manfaat Invvestasi Ekuitas Internasional


Diversifikasi Internasional
       Prinsip : “ The broader the diversification, the more stable the return & the more
diffuse the risks”
      Differinsiasi Internasional > mengambil manfaat dari siklus ekonomi yang bebeda
       antar masing-masing negara


Contoh : Pemegang protofolio dari perusahaan yang ekonominya sedang depresiasi
(negara pengimpor minyak), maka saat harga minyak naik (booming), dapat diakumulasi
dengan pemegan protofoliao dari perusahaan yang kondisi ekonominya sedang bagus.


Akhir – akhir ini perekonomian dunia makin terintegrasi, sehingga diversifikasi
internasional secara signifikan berkurang (-).


Contoh: Pergerakan transaksi di London/NY,akan segera diikuti pergerakan transaksi
yang sejalan di PM berbagai negara.
       Investor juga makn mudah memindahkan modal serta berubah portofolio
investasinya.


Catatan: (akhir2 ini)
      berdasar penelitian, berinvestasi pada MNC domestik bukan merupakan cara
       egektif mendapatkan diversifikasi Internasional
      Investasi di pasar berkembang, akan mendapatkan return tinggi dengan resiko
       yang tinggi pula. Resikonya adalah kondisi Pemerintah belum stabil, adanya
       nasionalisasi bisnis, belum dilindungi Property Right, ekonomi belum stabil. TP
       investasi di negara berkembang dapat mengurangi (-) resiko portofolio.


Hambatan Diversifikasi International :
    1. Legal/Peraturan Pemerintah,informasi&ekonomi saat mau pasar internasional.
    2. Likuiditas Perdagangan : Kemampuan membeli/menjual securitas secara efisien.
    3. Currency Control,kebijakan Pajak,Kurs,Kemudahan Akses ke pasar bagi negara
       yang belum berkembang.


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                   Liestyowati Ir., ME
                                                      MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
Cara termudah berinvestasi di LN adalah dengan :
          Membeli saham pada Reksadana (Mutual Fund) Internasional yang telah
didiversifikasi.


4 Kategori Reksadana yang berinvestasi lintas negar.
  1. Global Funds, dapat melakukan investasi di semua negara di dunia
  2. Internasional Funds: Investasinya hanya dilakukan di AS
  3. Regional Funds: Investasi hanya digeografis tertentu: Asia, Eropa dll
  4. Single – Country Funds: Investasi hanya dalam satu negara


Investasi Obligasi Internasional.
Manfaatnya (Bernet & Roserbof,1983) AS:
  1. Saat % obligasi turun, return protofolio naik. (artinya obligasi di AS lebih buruk
      dibandingkan di luar AS)
  2. Penurunan obligasi AS 30 % (DARI 100% - 70%) menyebabkan penurunan
      volatifitas portofolio (antara obligasi AS & luar AS berkolerasi rendah)


  3. Menginvestasikan 60% diluar AS, menaikkan return tanpa mengubah resiko saat
      investasi pada obligasi AS saja.


Alokasi Aset Internasional yang Optimal


          Diversifikasi aset baik pada saham /obligasi Internasional, berdampak makin
baiknya trade off antara retun & resiko, yaitu dengan makin bergesernya effisien frontier
ke kiri


                                         Alokasi asset Internasional memungkinkan investor
                                         melipat gandakan return tanpa menambahkan return.
                                         Tanpa menambah resiko.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                     Liestyowati Ir., ME
                                                        MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
Resiko (%/tahun)
Pergeseran Effecient Frontier karena diversifikasi.




Kesimpulan alokasi aset dalam diversifikasi saham-saham obliagasi Internasional (Solnik
& Noetzlik) 1982
 1. Deversifikasi saham internasional => trade off resiko & return > baik daripada
     domestik
 2. Diversifikasi saham & obligasi Internasional => Resiko < daripada saham saja
 3. Saham dan obligasi bisa ditambahakan dengan bobot tertentu pada masing-masing
     index pasar.




STRATEGI PERUSAHAAN & INVESTASI ASING LANGSUNG


Beberapa langkah untuk membuat keputusan berinvestasi di luar negeri:
 1. Alasan berinvestasi di luar negeri :
     Mencari pasar, bahan baku, efesiensi produksi, keunggulan pengetahuan &
     keamanan secara politis
         a. Untuk menaikkan laba => ekspor produknya/memproduksi di Luar Negeri
         b. Membeli bahan baku : minyak, barang tambang, hasil hutan => diolah lalu
             => dijual diluar negeri
         c. Negara yang punya faktor produksi lebih murah (seperti Indonesia, Malaysia
             & Mexico)
         d. Beroperasi di Jerman, Belanda, Jepang => beroperasi di negara yang
             mempunyai teknologi yang lebih maju
         e. Hongkong saat diambil alih oleh China, 1999 => investasi banyak berpindah
             ke AS, Australia & Canada




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                   Liestyowati Ir., ME
                                                      MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
Disamping itu yang terpenting adalah:
      Aspek investasi luar negeri merupakan benutk :
             Proactive Investment : menaikkan growth dan profitabilitas
             Defensive Investment : melindungi perusahaan dari persaingan (produk
                spesifik, dapat dipindahkan/transferable cukup kuat/powerfull dari
                disadvantage resiko operasioanal luar negeri/dalam negeri


     Keunggulan-keunggulan tersebut adalah terdapatnya:
            Skala ekonomis (economis of scales)
            Scope economy
            Keahlian manajerial dan atau pemasaran
            Kewunggulan teknologi
            Kekuatan keuangan
            Diversifikasi produk dan kompetisi dalam negeri




Mengukur Return Total dari Investasi Protofolio Asing
                              Saham : deviden, capital atau curency gain/loss
Return dari investasi
                              Obligasi : bunga, capital atau curency gain/loss


Saham :
Return saham g = [1 +(P(1) - P(0) + Deviden)/ P(0)] (1+g)-1
Dimana :
P (t) : foreign currency harga saham pada waktu t
Div : foreign currency of deviden income
Growth = % perubahan nilai $ dalam foreign company


Contoh:
Saham PT X YZ berharga 1500 menjanjikan diversifikasi Rp.100/lb.Bila ahir periode
harga saham PT.XYZ turun menjadi Rp.1.350 dan terjadi depresiasi mata uang asing
sebesar 5%,berapa return PT.XYZ?


Jawab: R Rp = [ 1+ (1.350-1500)+100/1500](1-0.05)-1

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                   Liestyowati Ir., ME
                                                      MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
              =(0.96)(0.95)-1
              = -8.8%


OBLIGASI


        R Obligasi : [1+ B(1)-B(0)+Div/B(0)] (1+g)-1


Contoh : Suatu obligasi dengan coupond $20 memiliki harga $500 jika saat jatuh tempo
obligasi dinilai $450 dan terjadi apresiasi mata uang lokal sebesar 5% maka berapa return
obligasi tersebut?


Jwb : R$ = [ 1+(500-450+ 20)/500] (1+0,05)-1 = (1,14) (1,05)-1 = 19,7%




Mengukur Resiko Sekuritas Luar Negeri


Resiko Portofolio sekuritas internasional dapat diukur dengan standar deviasi. Return
sekuritas tersebut sebagai berikut:


Rg = [rf2 + rg2 + 2rf.rg.rfg]1/2


Dimana rf2 = varian return valuta asing
          rg2 = perubahan kurs valuta asing
          rfg = korelasi antara return valas dengan perubahan valas


Contoh:
        Standar deviasi return Arco.Co. (Perusahaan Amerika yang beroperasi di
        Indonesia) adalah 23% (dalam $) sedang standar deviasi perubaha kurs rupiah
        terhadap dolar adalah 17%. Korelasi antara return yang didapat Arco ($) dan
        perubahan kurs adalah 0,31. Berapa risiko (kurs rupiah) pada investasi di saham
        Arco?


        Jawab:
        Risiko Arco = (0,23)2 + (0,17)2 + (2*0,23*0,17*0,31)1/2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                    Liestyowati Ir., ME
                                                       MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
                        = 0,3256
Analisis Risiko Suatu Negara


      Ketidakbertanggungjawaban fiskal adalah satu tanda negara punya resiko politik
       dikarenakan ada keinginan yang berlebihan terhadap pendapatan (dilihat dari
       defisit pemerintah dalam GDP (utang) sumber daya negara).
      Sistem Kurs Mata Uang Terkendali, digunakan pemerintah untuk mengendalikan
       mata uang pada kurs yang tetap. Ini ditandai dengan : over value mata uang,
       pembebanan pajak ekspor, dan subsidi impor. Resiko dari pengendalian uang
       ketat dan ancaman devaluasi terus-terusan adalah pelarian modal ke luar negeri
       (cap. flight).
      Pemborosan Belanja Pemerintah, resikonya belanja yang tidak produktif sehingga
       kesulitan membayar utang luar negeri dan melepas pengendalian kurs mata uang
       serta pembebanan pajak yang tinggi.
      Sumber daya dasar, terdiri dari alam, manusia, dan keuangan. Jika yang lain
       konstan, negara dengan sumber daya alam (SDA) besar, resikonya kecil. Besar
       kecilnya resiko tergantung dari mutu SDM dan efisiensi penggunaan SDM.
       Negara dengan SDM produktif tinggi, resikonya kecil, contoh SDM produktif:
       ilmuwan, insinyur, manajer.
       Faktor terpenting berkaitan dengan sumberdaya dasar:
       1. Sistem politik yang stabil, mendorong wirausaha untuk bekerja keras
           mengambil resiko, menerima imbalan sebagai hasilnya.
       2. Sistem pasar bebas, yang menjamin SDA dan SDM digunakan dengan cara
           efisien.
      Resiko Negara dan Penyesuaian Terhadap Tekanan Luar. Terhadap tekanan luar,
       ada negara yang kuat dan ada negara yang menyerah. Hal ini mengisyaratkan
       kebijakan domestik memainkan peranan penting dalam efektivitas menghadapi
       tekanan luar.




Karakteristik Resiko Suatu Negara


       Karekteristik resiko suatu negara antara lain:


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                     Liestyowati Ir., ME
                                                        MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
a.     Defisit pemerintah yan relatif besar terhadap GDP.
b.     Ekspansi kurs mata uang relatif tinggi dibanding yang tetap.
c.     Belanja pemerintah tinggi, dengan return rendah.
d.     Pengendalian harga, pagu tingkat bunga, batasan perdagangan yang dilakukan
       pemerintah sehingga menghambat penyesuaian yang lebih baik.
e.     Perusahaan negara dimanfaatkan untuk kepentingan manajer dan pekerja.




Mengelola Resiko Politik


       Menghadapi lingkungan politik , perusahaan harus membuat struktur perusahaan
yang mampu meminimalkan resiko politik.
1.     Rencana Prainvestasi
       a.     Menghindari berinvestasi pada negara dengan resiko politik.
       b.     Asuransi (perlindungan investasi) atas kerugian, mata uang.
       c.     Negosiasi, perjanjian atas perusahaan MNC dengan pemerintah.
       d.     Resktrukturisasi Investasi, me-an biaya yang harus ditanggung pemerintah
              jika terjadi pengambilalihan’


2.     Kebijakan Operasi
       Sebelum perusahaan melakukan investasi langsung di negara lain, strategi MNC:
       a.     Divestasi terencana.
       b.     Maksimal laba sk.pdk.
       c.     Merubah rasio manfaat/biaya pengambilalihan.
       d.     Menyejahterakan stakeholder lokal.
       e.     Adaptasi.




Teknik-Teknik Menentukan Resiko Suatu Negara


1.     Checklist Approach: penyesuaian terhadap semua faktor politik dan finansial
       secara mikro dan makro yang menentukan country risk dan Pns MNC.
2.     Delphi Technigue: dari independen opini → opini assesor → Country risk rating.
3.     Quantitative Analysis: data historis → regresi.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                      Liestyowati Ir., ME
                                                         MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
4.     Inspection visits: kunjungan ke suatu negara, pertemuan dengan pejabat, pelaku
       bisnis, konsumen, dll.
5.     Combination of Techniques:




Mengukur Country Risk


Contoh:
       Perusahaan MNC ingin FDI ke Asia, perusahaan menggunakan teknik Delphi.
Berikut adalah 2 dimensi faktor politik dan 5 dimensi faktor keuangan dengan bobotnya
yang menentukan terhadap resiko yang dihadapi MNC di negara tersebut


                         Faktor politik                          Bobot
              Hambatan transfer dana                             30%
              Hambatan birokrasi                                 70%
                                              Total              100%
                                 Rating resiko politik 80%


                      Faktor Keuangan                         Bobot
                 Tingkat bunga                                 20%
                 Tingkat inflasi                               10%
                 Tingkat mata uang                             20%
                 Tingkat persaingan                            10%
                 Pertumbuhan industri                          40%
                                          Total               100%
                                Rating resiko finansial 20%


Maka turunan (derivatif) Total Country Risk sbb:


 Resiko Faktor Politik      Skala Rating              % Faktor berd.     Bobot Nilai Faktor
                                (1-5)           tingkat Kepentingan
Hambatan transfer dana                    4                        30%                   1.2
Hambatan birokrasi                        3                        70%                   2.1


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        Liestyowati Ir., ME
                                                           MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
                     Total                                      100%                   3.1


   Resiko Faktor          Skala Rating        % Faktor thdp. Tingkat   Bobot Nilai faktor
      Finansial                                   Kepentingan
Tingkat bunga                          5                         20%                   1.0
Tingkat inflasi                        4                         10%                   0.4
Tingkat mata uang                      4                         20%                   0.8
Tingkat persaingan                     5                         10%                   0.5
Pertumbuhan                            3                         40%                   1.2
industri
                  Total                                         100%                   3.9


   1. Resiko politik:        80%*3.1 = 2.64
   2. resiko keuangan: 20%*3.9 = 0.78


   Total Country Rush = 2.64+0.78
                          = 3.42


   Perusahaan MNC akan FDI/tidak tgt. kebijakan




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                      Liestyowati Ir., ME
                                                         MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL