tata cara ziarah kubur by daewan

VIEWS: 6,104 PAGES: 2

									CARA BERZIARAH KUBUR SESUAI TUNTUTAN NABI

Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa Sallam bersabda:

“Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, (kini) berziarahlah,
agar ziarah kubur itu mengingatkanmu berbuat kebajikan.” (HR Al-Ahmad,
hadits shahih)

Di antara yang perlu diperhatikan dalam ziarah kubur adalah:

1.Ketika masuk, sunnah menyampaikan salam kepada mereka yang telah
meninggal dunia. Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa Sallam mengajarkan
kepada para sahabat agar ketika masuk kuburan membaca,

“Semoga keselamatan dicurahkan atasmu wahai para penghuni kubur, dari
orang-orang yang beriman dan orang-orang Islam. Dan kami, jika Allah
menghendaki, akan menyusulmu. Aku memohon kepada Allah agar memberikan
keselamatan kepada kami dan kamu sekalian (dari siksa).” (HR Muslim)

2.Tidak duduk di atas kuburan, serta tidak menginjaknya Berdasarkan sabda
Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa Sallam :

“Janganlah kalian shalat (memohon) kepada kuburan, dan ja-nganlah kalian
duduk di atasnya.” (HR. Muslim)

3.Tidak melakukan thawaf sekeliling kuburan dengan niat untuk ber-
taqarrub (ibadah). Karena thawaf hanyalah dilakukan di sekeliling Ka‟bah.
Allah berfirman,

“Dan hendaklah mereka melakukan tha‟waf sekeliling rumah yang tua itu
(Baitullah, Ka‟bah).” (AI-Hajj: 29)

4.Tidak membaca Al-Qur‟an di kuburan. Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa
Sallam bersabda,

“Janganlah menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesung-guhnya setan
berlari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR.
Muslim)

Hadits di atas mengisyaratkan bahwa kuburan bukanlah tempat membaca Al-
Qur‟an. Berbeda halnya dengan rumah. Adapun hadits-hadits tentang membaca
Al-Qur‟an di kuburan adalah tidak shahih.

5.Tidak boleh memohon pertolongan dan bantuan kepada mayit, meskipun dia
seorang nabi atau wali, sebab itu termasuk syirik besar. Allah berfirman,

“Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak
(pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat
(yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-
orang yang zhalim.” (Yunus: l06)
Zhalim dalam ayat di atas berarti musyrik.

6.Tidak meletakkan karangan bunga atau menaburkannya di atas kuburan
mayit. Karena hal itu menyerupai perbuatan orang-orang Nasrani, serta
membuang-buang harta dengan tiada guna. Seandainya saja uang yang
dibelanjakan untuk membeli karangan bunga itu disedekahkan kepada orang-
orang fakir miskin dengan niat untuk si mayit, niscaya akan bermanfaat
untuknya dan untuk orang-orang fakir miskin yang justru sangat
membutuhkan uluran bantuan tersebut.”

7.Dilarang membangun di atas kuburan atau menulis sesuatu dari Al-Qur‟an
atau syair di atasnya. Sebab hal itu dilarang,

“Beliau Shallallaahu „alaihi wa Sallam melarang mengapur kuburan dan
membangun di atas-nya.”

Cukup meletakkan sebuah batu setinggi satu jengkal, untuk menandai
kuburan. Dan itu sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Shallallaahu
„alaihi wa Sallam ketika meletakkan sebuah batu di atas kubur Utsman bin
Mazh‟un, lantas beliau bersabda,
“Aku memberikan tanda di atas kubur saudaraku.” (HR. Abu Daud, dengan
sanad hasan).

								
To top