Docstoc

Naskah Drama

Document Sample
Naskah Drama Powered By Docstoc
					                                          Babak I
Pada suatu hari raja dan permaisuri sedang berbincang-bincang

Raja          : Oh ya… dinda bagai mana perkembangan putra-putri kita yang kita
                percayakan pendidikannya kepada tuan syekh

Permaisuri    : Alhamdulillah kanda… mereka semua berkembang sangat baik di bawah
                didikan tuan syekh, memang kita tidak salah pilih mencari guru untuk putra-
                putri kita kanda, karena saya perhatikan tuan syekh begitu teliti dan sungguh-
                sungguh mengajarkan setiap ilmu kepada putra-putri kita, sehingga putra-
                putri kita dapat menyerap dengan baik semua pelajaranyang diajarkan oleh
               tuan syekh kepada mereka.

Raja          : Syukur lah kalau begitu, memang itu yang aku harapkan, dari awal aku sudah
                yakin tuan syekh pasti dapat menjalankan amanat dariku untuk mengajar
                putra-putri ku, karena mereka adalah calon pengganti ku kelak, kalau aku
                sudah tidak ada, karenanya mereka harus dibekali ilmu agama supaya mereka
                dapat bersikap bijak dalam memerintah kerajaan ini nantinya.

Syekh         : Assalamu’alaikum…

Raja & permaisuri : Wa’alaikumussalam..

Raja          : Apakah hari ini jadwal mengaji putra-putri ku tuan syekh ???

Syekh         : Betul tuan.. izinkan saya mengajar putra-putri tuan hari ini

Raja          : Oh.. silahkan tuan syekh jalankanlah semua tugas anda sesuai yang ku
                amanatkan kepada anda.

Syekh         : Terima kasih tuan..

Raja          : Kalau begitu pengawal ! beri tahu putra-putri ku untuk segera bersiap-siap
                mengaji karena guru mereka sudah dating

Pengawal     : Daulat baginda raja
(kemudian pengawal pun memanggil putra-putri raja untuk mengaji kepada tuan syekh)

Raja          : Tuan syekh silahkan anda teruskan mengajar putra-putri ku

Syekh         : Terima kasih tuan

Syekh         : Pangeran… putri… coba kalian buka pelajaran yang guru suruh hafalkan
                kemarin

P/P           : Baik guru..

Syekh         : Coba pangeran baca hadits yang ditulis kemarin

                                              ‫الحسد يأكل الحسىات كما تأكل الىار الحطب‬
             Artinya :
             Sifat hasud itu dapat menghabiskan amal kebaikan seperti api yang melalap
             kayu bakar.

Syekh        : Sekarang coba putri bacakan..

Putri        : ‫احسه الي المحسه بإحساوه فإن المسئ سيكفيه‬
             Artinya : Berbuat baiklah pada orang yang telah berbuat baik pada kita, maka
             sesungguhnya orang yang berbuat jelek pada kita dia akan menanggung
             akibatnya.

Syekh        : Nah sekarang kalian dengarkan baik-baik penjelasan dari dalil-dalil tersebut,
               kita diperintahkan untuk selalu membalas kebaikan orang yang telah berbuat
               baik kepada kita dengan cara apapun, kalau perlu melebihi kebaikan yang
               diperbuat orang tersebut pada kita, akan tetapi apabila ada orang yang
               berbuat jelek kepada kita, kita yidak perlu membalasnya, sebab orang yang
               berbuat jelek dai pasti akan merasakan sendiri akibat dari perbuatan jeleknya
               itu. Dan janganlah kalian mempunyai sifat hasud, karena hasud itu akan
               melalap habis amal kebaikan kita seperti halnya api yang membakar kayu
               yang kering. Kalian faham ??

P/P          : Faham guru..

Syekh        : Ya sudah kalau begitu pelajaran hari ini cukup dulu.

Raja         : Terima kasih tuan syekh, aku benar-benar bangga dengan kemajuan putra-
               putri ku, aku percaya dibawah bimbingan anda kelak mereka bisa menjadi
               pemimpin yang adil dan bijak sana.

Syekh        : Saya ,hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk putra-putri tuan.

Permaisuri   : Kami sangat mengharapkan tuan syekh terus menggembleng putra-putri
               kami hingga mereka dewasa.

Syekh        : Insya Allah, selagi saya mampu saya akan terus membimbing mereka, tapi
               ngomong- ngomong berhubung hari sudah sore izinkan saya untuk pamit
               pulang tuan.

Raja         : Oh ya.. silahkan tuan syekh, hati-hatilah di jalan, sampaikan salam kami
               untuk keluarga anda.

Syekh        : Insya Allah tuan (lalu syekh pun keluar untuk pulang)

Raja         : Dinda... aku sangat simpati kepada tuan syekh, aku liahat dia bukan hanya
               seorang yang alim akan tetapi dia juga orang yang jujur, berbudi luhur serta
               ‘arif dalam bersikap, karenanya bagai mana menurut dinda kalau tuan syekh
               selain menjadi guru putra-putri kita kita angkat dia menjadi penasehat
               kerajaan.

Permaisuru   : Dinda sangat setuju kanda, karena dinda rasa orang seperti tuan syekh lah
            yang selama ini kita butuhkan untuk mendampingi kanda memimpin kerajan
            ini, dan jabatan penasehat sangat cocok untuk orang berilmu seperti tuan
            syekh.

Raja       : Baiklah kalau dinda setuju, akan kanda bicarakan dengan mentri istana,
             pengawal !!! panggil mentri

Pengawal   : Daulat baginda.
             (pengawalpun memanggil mentri)

Mentri     : Ada apa gerangan baginda memanggil hamba ??

Raja       : Begini mentri, saya berencana mengangkat seseorang menjadi penasehat
             kerajaan ini.

Mentri     : Siapakah orang yang baginda maksudkan, yang ingin tuan angkat menjadi
             penasehat raja ?

Raja       : Tuan syekh sholeh

Mentri     : Apakah hamba tidak salah mendengar baginda ?

Raja       : Tidak mentri, karena sudah ku amati matang-matang dialah orang yang
             pantas menduduki jabatan ini.

Mentri     : Maaf baginda kalau boleh hamba boleh berpendapat, bukankah baginda raja
             belum lama mengenal syekh, baru hanya beberapa tahun saja, tapi mengapa
             baginda terlalu percaya padanya untuk memberikan jabatan penting
             dikerajaan ini, apakah ini tidak buru-buru namanya baginda ?

Raja       : Benar mentri tapi walaupun demikian aku benar-benar sudah mengenal betul
             kepribadiannya laur dan dalam, bahkan aku telah mengenal jauh
             keluarganya, dia adalah sosok pemimpin keluarga yang sangat bijaksana.

Mentri     : Kalau memang itu sudah menjadi keputusan baginda hamba hanya bisa
             mendukung segala rencana baginda, apa pun perintah baginda pasti hamba
             akan laksanakan.

Raja       : Baiklah mentri, kalau begitu aku minta kau atur segala persiapan untuk
             pelantikannya

Mentri     : Hamba laksanakan baginda


                                      Babak II

Mentri     : Assalamu’alaikum !!!

Istri M    : wa’alaikumussalam.. ada apa pak ? sepertinya bapak sedang kesal
Mentri    : Bagaimana bapak kesal, masa syekh sholeh baru saja beberapa tahun menjadi
            pengajar putra raja dia sudah sangat dekat dengan raja dan raja pun begitu
            besar perhatian kepadanya, sekarang dia akan diangkat menjadi penasehat
            raja, apa itu tidak gila namanya.

Istri M   : Sudah lah Pak, mungkin menurut raja walaupun tuan syekh orang baru tapi
            karena keilmuannya dia dianggap raja mampu dan pantas menduduki jabatan
            itu.

Mentri    : Ibu ini bagai mana sih !! bukannya mendukung suami malah membela orang
            lain, akhhh.... pokoknya aku tidak mau tahu aku harus cari akal untuk
            membatalkan rencana pengangkatan jabatan penasehat kerajaan untuk syekh
            sholeh.

Istri M   : Memangnya apa yang akan bapak lakukan istighfar pak, mencelakai orang
            itu dosa.

Mentri    : Akhhh... persetan dengan dosa yang penting aku tidak mau jabatan penasehat
            raja diberikan kepada syekh sholeh.

Istri M   : Ingat pak bukan kah tuan syekh itu orang baik .

Mentri    : Hmm... ya..ya..ya.. aku dapat akal, bu besok pagi ibu masak masakan yang
            enak dan jangan lupa menunya semur jengkol karena besok aku akan ajak
            tuan syekh makan bersama di rumah kita, awas jangan lupa pesanku,
            sekarang aku akan ke kerajaan dulu untuk menemui raja, assalamu’alaikum
            !!!


                                   Babak III
Raja      : Ada apa rupanya tuan mentri menghadapku malam-malam

Mentri    : Maaf baginda ada hal penting yang harus hamba laporkan kepada baginda
            tentang rencana pengangkatan jabatan penasehat kerajaan

Raja      : Silahkan laporkan

Mentri    : Begini baginda, nampaknya baginda harus berfikir ulang untuk mengangkat
            tuan syekh sholeh menjadi penasehat kerajaan

Raja      : Apa alasan mu mentri ?

Mentri    : Sebagai orang yang ditugasi raja, saya tadi mendatangi rumah tuan syekh
            untuk menyampaikan kabar gembira tentang rencana pelantikannya menjadi
            penasihat kerajaan, lalu kami terlibat obrolan yang cukup panjang baginda,
            sampai akhirnya hamba mendengar ada ucapan tuan Syekh yang kurang enak
            didengar baginda.

Raja      : Apa maksudmu dengan ucapan tuan syekh yang tidak enak didengar itu ?
Mentri   : Begini baginda, dia mengatakan bagwa setiap kali dia berdekatan dengan
           baginda dia tidak kuat dengan bau yang keluar dari mulut baginda, makanya
           dia selalu berusaha untuk menutupi hidungnya, terus terang sebagai mentri
           hamba sangat tersinggung kalau raja hamba dikatakannya sebagai raja yang
           ber bau mulut

Raja     : Kurangajar !! tidak kusangka ternyata dibelakangku dia melecehkanku, apa
           benar ucapanmu itu mentri ??

Mentri   : Tuan boleh buktikan sendiri, besok pagi dia akan datang seperti biasa untuk
           mengajar putra-putri banginda.

Raja     : Baiklah, kalau besok terbukti semua laporanmu akan ku pancung dia

Mentri   : Saya sangat setuju tuan.


                                      Babak IV

Syekh    : Assalamu’alaikum..

Mentri   : Wa’alaikumussalam... silahkan duduk tuan syekh.

Syekh    : Tadi pagi ada utusan tuan mentri datang kerumah saya untuk dan meminta
           saya untuk singgah sebentar ke rumah tuan mentri sebentar sebelum
           berangkat ke istana, apakah benar tuan ??

Mentri   : Benar tuan syekh, saya hanya ingin menyampaikan kabar gembira kepada
           tuan, sekaligus mengundang makan tuan sebagai ucapan selamat dari saya.

Syekh    : Ada kabar gebira apa tuan mentri ?

Mentri   : Baginda raja akan mengangkat tuan syekh menjadi penasehat kerajaan.

Syekh    : Apa ?? raja akan mengangkat saya sebagai penasehat ??

Mentri   : Betul tuan.

Syekh    : Apakah pantas saya menerima jabatan ini tuan mentri

Mentri   : Sudahlah tuan syekh, ini sudah menjadi keputusan raja tuan terima saja
           tawaran ini.

Syekh    : Tapi apakah saya akan sanggup mengemban tugas ini dengan baik

Mentri   : Tentu baginda raja sudah memperhitungkannya sesuai dengan keilmuan yang
           tuan miliki

Syekh    : Tapi saya benar-benar tidak menyangka raja akan memberikan kedudukan
           semulia ini kepada saya
Mentri        : Sudahlah tuan, nanti sambil berjalan saya akan siap membantu tuan
                menjalankan tugas-tugas tuan, yang penting sekarang kita makan dulu,
                selesai makan nanti kita sama-sama berangkat ke istana raja
                (selesai makan mentri pun berpesan kepad syekh)

Mentri        : Maaf tuan syekh, saya hanya berpesan bahwa makanan yang tuan makan tadi
                meninggalkan bau di mulut, karenanya nanti ketika tuan berbicara dengan
                raja tuan harus hati-hati jangan sampai bau sisa makanan ini tercium oleh
                raja, karena baginda sangat tidak suka dengan baunya. Oleh sebab itu saya
                sarankan agar tuan selalu menutup mulut bila berdekatan dengan raja.

Syekh         : Baiklah tuan mentri, terima kasih atas petunjuk tuan.

Mentri        : Kalau begitu mari kita berangkat ke istana sama-sama.


                                         Babak V
Syekh / Mentri : Assalamu’alaikum..

Raja          : Wa’alaikumussalam. Apakah hari ini jadwal tuan syekh mengajar putra-putri
                ku ?

Syekh         : Benar tuan raja, izinkan saya menjalankan tugas ini.

Raja          : Mungkin hari ini tugas anda mengajar putra-putri ku aku liburkan dulu
                karena aku akan berbicara penting kepadamu

Syekh         : Baik tuan, apa yang tuan katakan akan saya dengar baik-baik

Raja          : Kalau begitu mendekatlah kepadaku, bagai mana kabar keluarga anda ?

(sambil menutup mulut syekh menjawab)
Syekh         : Alhamdulillah tuan, mereka semua dalam keadaan baik.

Raja          : Lalu apakah sudah disampaikan oleh tuan mentri tentang tawaran jabatan
                penasehat untuk anda ?

Syekh         : Sudah tuan, semua sudah disampaikan oleh tuan mentri.

Raja          : Lalu bagaimana menuut tuan syekh ?

Syekh         : Kalau memang itu sudah menjadi keputusan tuan, saya hanya bisa menjawab
                mudah-mudahan saya bisa mengemban kepercayaan yang tuan amanahkan
                kepada saya.

Raja          : Baiklah, pengawal !! siapkan alat tulis (lalu rajapun menulis surat) bagini
                tuan syekh, hari ini anda kuberi tugas untuk mengantarkan surat ini kepada
                algojo istana, awas !! siapapun tidak boleh membukanya kecuali algojo
                sendiri, tuan mengerti ?
Syekh    : Saya mengerti tuan

Raja     : Kalau begitu tuan laksanakan sekarang, saya masih ada urusan lain
           (lalu raja pun pergi)

Mentri   : Apakah tuan syekh tahu alamat rumah algojo istana ?

Syekh    : Saya tidak tahu tuan mentri, mungkin nanti saya minta tolong kepada salah
           satu pegawai istana untuk mengantarkan saya menunjukkan rumah algojo.

Mentri   : O.. tidak perlu tuan !! tuan tidak perlu repot-repot mengantar sendiri surat
           raja itu kesana, tuan cukup menitipkannya kepada saya, pasti saya akan saya
           sampaikan surat raja ini langsung ketangan algojo, karena disamping saya
           tahu betul alamatnya sayapun cukup mengenal baik dengan algojo.

Syekh    : Apakah tidak menyalahi peritah raja tuan mentri ? karena saya harus menjaga
           jangan sampai isi surat ini diketahui oleh siapapun selain algojo sendiri.

Mentri   : O... tentu tidak tuan syekh, saya bisa menjamin kalau isi surat ini tidak akan
           dibaca oleh siapapun, bahkan oleh saya sendiri sekalipun, kecuali algojolah
           yang akan membacanya, lagi pula saya sudah biasa mendapat perintah
           semacam ini dari raja.

Syekh    : Apakah raja nanti tidak akan murka kepada saya

Mentri   : Saya rasa tidak tuan syekh, kalaupun raja murka saya pasti akan
           bertanggungjawab atas semua ini, silahkan tuan syekh pulang saja karena
           anak dan Istri M tuan sudah menunggu di rumah. Soal surat raja biar saya
         yang mengurus

Syekh    : Baiklah, terima kasih atas bantuan dan kebaikan tuan mentri kepada saya
           (lalu syekh pun pulang)

Mentri   : Ha..ha..ha..... ha..ha..ha..... rasakan kau syekh, aku sudah tidak sabar ingin
           surat ini cepat-cepat sampai ketangan algojo karena aku yakin surat ini pasti
           surat perintah raja kepada algojo untuk memenggal kepala syekh sholeh
           ha..ha..ha..... ha..ha..ha..... besok seluruh istana akan menyaksikan syekh
           sholeh dipancung kepalany, aku sudah tidak sabar menunggunya
           ha..ha..ha..... ha..ha..ha.....

                                    Babak VI
Mentri   : Selamat siang tuan algojo

Algojo   : Selamat siang tuan mentri, ada apa kiranya tuan datang kemari ?

Mentri   : Saya hanya akan menyampaikan perintah raja untuk anda tuan algojo, ini
           surat perintahnya (kemudian algojopun membaca surat perintah raja tersebut)

Algojo   : Ajudan !! tangkap dia
Mentri       : Tunggu, apa-apaan ini, apa maksudmu algojo ?

Algojo       : Raja memerintahkanku untuk memenggal kepala anda

Mentri       : Algojo !! kau jangan sembarangan berbicara, apakah kau tidak tahu siapa aku
               ini, aku ini mentri istana orang yang paling dekat dengan raja, kau jangan
               kurangajar !

Algojo       : Isi surat ini sangat jelas, aku diperintahkan untuk memenggal kepala anda
               dan segala titah raja tidak bisa diganggu gugat, ajudan !! Pegang dia
              (akhirnya perkelahianpun tudak dapat dielakan, dan algojopun dapat
               mengalahkan mentri kemudian algojo langsung memenggal kepalanya)

                                       Babak VII
Permaisuri   : Sudahlah kanda, jangan terlalu terbawa emosi dinda khawatir nanti malah
               kanda jadi jatuh sakit.

Raja         : Bagai mana tidak emosi dinda, orang yang selama ini kita percaya penuh
               bahkan rencananya akan diberi kedudukan penting kerajaan ini telah
               menghianatiku dengan mengatakan aku raja yang berbau mulut

Permaisuru   : Kalau menurut dinda, rasanya tidak mungkin orang seperti tuan syekh yang
               sangat menjunjung tinggi akhlaq akan berbuat seperti itu kepada kanda.

Raja         : Terus terang sbenarnya sayapun sebelumnya tidak percaya dinda, tapi bukti
               menunjukan begitu, dia selalu menutup hidung setiap kali akan berbicara
               denganku. Apakah itu tidak kurangajar namanya.

Istri M      : Assalamu’alaikum..

Rj.Ps        : Wa’alaikumussalam.. ada apa nyonya Hasid, pagi-pagi sudah datang ke
               istana ?

Istri M      : Maafkan hamba baginda, sedari kemarin suami hamba belum pulang, hamba
               menjadi khawatir, hamba kemari hanya untuk memastikan apakah suami
               hamba ada di sini ?

Raja         : Ohhh.... tidak ada Nyonya Hasid, kemarin setelah menghadap saya dia
               langsung pulang.

Algojo       : Assalamu’alaikum...

Semua        : Wa’alaikumussalam..

Algojo       : Hamba datang menghadap paduka

Raja         : Ya. Silahkan algojo, apakah sudah kau jalankan apa yang kuperintahkan
               kepadamu?
Algojo        : Sudah paduka, semua tugas hamba sudah hamba jalankan sesuai denga
                perinath paduka dalam surat itu.

Raja          : Coba mana lihat hasilnya ?? (kemudian algojopun membuka bungkusan yang
                di dalamnya dan raja sangat terkejut ternyata yang dibawa adalah kepala
                mentri, tak ayal Istri M mentri pun menjerit histeris sambil menangis)

Raja          : Algojo, apakah kau tidak salah melaksanakan tugasmu ?

Algojo        : Tidak paduka, karena yang datang mengantar surat perintah paduka kepada
                hamba adalah tuan mentri.

Raja          : Aku semakin tidak mengerti, sebenarnya siapa yang salah dalam masalah ini

Istri M       : Maafkan suami hamba baginda, sebenarnya suami hambalah yang bersalah
                dalam hal ini. Dia yang berusaha menghasud baginda supaya membenci tuan
                syekh, padahal semua orang tahu bahwa tuan syekh adalah orang baik,
                sekarang suami hamba telahmenerima ganjaran akibat dari perbuatannya
                sendiri.

Raja          : Ohhh.... baru aku mengerti, ternyata tuan syekh itu benar-benar orang yang
                hati mulia, karenanya Allah pun senantiasa menjaganya dari fitnah yang akan
                menimpanya, oleh sebab itu saudara-saudara, keltahuilah janganlah kita
                berbuat hasud kepada sesama karena barang siapa yang menggali lobang
                untuk menjerumuskan saudaranya maka dialah yang akan terjerumus sendiri
                ke dalam lubang itu.



Nb : Isi surat raja
“ wahai algojo, orang yang membawa suratku ini adalah orang yang telah melakukan
penghianatan yang sangat fatal kepadaku, maka aku perintahkan kau untuk memenggal
kepalanya sekarang juga, dan besok pagi kau bawa kepala itu ke istana untuk dihadapkan
kepadaku. Tertanda raja“

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:6966
posted:6/18/2010
language:Indonesian
pages:9