PENGANTAR DASAR SISTEM KENDALI by pkj12584

VIEWS: 1,724 PAGES: 13

									Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik         Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang



                          PENGANTAR
   Materi
                          DASAR SISTEM KENDALI
     I
Kendali automatik telah memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan
ilmu dan teknologi. Di samping sangat diperlukan pada pesawat ruang angkasa, peluru
kendali, sistem pengemudian pesawat dan sebagainya, kendali automatik telah menjadi
bagian yang penting dan terpadu dari proses-proses dalam pabrik dan industri modern.
Misalnya, kendali otomatis perlu sekali dalam kontrol numerik dari mesin alat-alat bantu
di industri manufaktur. Hal ini juga perlu sekali dalam operasi industri seperti
pengendalian tekanan, suhu, kelembaban, viscositas dan arus dalam proses industri.
Karena kemajuan dalam teori dan praktek kendali automatik memberikan kemudahan
dalam mendapatkan performansi dari sistem dinamik, mempertingi kualitas dan
menurunkan biaya produksi, mempertinggi laju produksi, meniadakan pekerjaan-
pekerjaan rutin dan membosankan yang harus dilakukan oleh manusia dan sebagainya,
maka sebagian besar insinyur dan ilmuwan sekarang harus mempunyai pemahaman
yang baik dalam bidang kendali.


Tujuan Instruksional khusus:
1. Mahasiswa memahami, Apa yang dimaksud dengan sistem kendali?
2. Mahasiswa menjelaskan, Mengapa sistem kendali itu penting?
3. Mahasiswa mengetahui Kategori sistem kendali beserta contoh-contohnya.




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                 I-1
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik             Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


1.1. PENDAHULUAN

            Satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh seorang pemula pada sistem
     kendali adalah; Apakah yang dimaksud dengan sistem kendali itu ? Untuk
     menjawab pertanyaan itu dapat dikatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari,
     terdapat sejumlah tujuan yang harus dicapai. Misalnya dalam bidang rumah tangga,
     diperlukan pengaturan suhu dan kelembaban suatu ruangan untuk kenyamanan
     hidup. Untuk transportasi, kita menggunakan mobil yang dikendalikan agar
     bergerak dari suatu lokasi sampai di tujuan dengan selamat dan akurat. Pada
     bidang industri, proses manufaktur mempunyai sejumlah tujuan untuk
     mendapatkan hasil yang memuaskan permintaan, ketelitian dan keefektifan biaya.
     Pada kondisi tertentu, beberapa tugas ini dilakukan dengan cara sebaik mungkin.
     Misalnya, seorang pelari 100 meter, mempunyai tujuan untuk berlari dalam jarak
     tersebut dengan waktu sesingkat-singkatnya. Bagi seorang pelari marathon, yang
     diatur tidak hanya berlari secepat mungkin tetapi juga harus diatur pemakaian
     energi dan memikirkan cara terbaik untuk memenangkan perlombaan tersebut.
     Cara untuk mencapai tujuan ini biasanya melibatkan penggunaan sistem kendali
     yang melaksanakan strategi kendali tertentu.




                                                       Id ar
                                                           t
                                                       n ik o    Sa w ku
                                                                  kl a t
                                                                   a



                             emug
                              a
                            P l pn




                         Gambar 1.1 Prinsip kendali laju aliran pada jam air


            Strategi untuk mengatur dengan kendali otomatis telah ada sejak dulu kala.
     Penciptaan alam semesta, makhluk hidup (termasuk manusia) merupakan sistem
     kendali yang sangat kompleks. Mengenai permulaan pemakaian sistem kendali oleh
     umat manusia maka perlu kita telaah kapan manusia secara sadar memakai teknik-
     teknik yang sekarang dikenal sebagai kendali otomatis.
            Pada sebelum abad ke-17 telah ditemukan, pada penemuan orang-orang
     muslim, clepsydra atau jam air. Secara sederhana prinsip kerja jam air ditunjukkan
     oleh Gambar 1.1. Clepsydra telah diakui sebagai pencatat waktu akurat sebelum
     ditemukannya jam mekanik pada abad ke-17.




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                     I-2
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik               Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


             Karya pertama yang penting dalam pengembangan awal teori kendali adalah
     centrifugal governor oleh James Watt untuk pengontrolan kecepatan mesin uap
     pada abad ke-18. Gambar 1.2 menunjukkan prinsip kerja dari alat tersebut.




                                           Silinder
                                            daya

    Oli
bertekanan



               Katup pilot                Tutup
                                                                   Mesin               Beban
                                          Buka
     Bahan
     bakar
                               Katup
                             pengontrol


                    Gambar 1.2 Sistem pengontrolan kecepatan dengan governor Watt

             Hasil karya lain yang penting dalam perkembangan teori kendali antara lain
     Minorsky, Hazen, dan Nyquist. Pada 1922, Minorsky membuat kontroler otomatis
     untuk pengemudian kapal dan menunjukkan cara menentukan kestabilan dari
     persamaan diferensial yang melukiskan sistem. Tahun 1932, Nyquist
     mengembangan suatu prosedur yang relatif sederhana untuk menentukan
     kestabilan sistem loop tertutup pada basis respons loop terbuka terhadap masukan
     tunak (steady state) sinusoida. Pada tahun 1934, Hazen memperkenalkan istilah
     servomekanisme untuk sistem kendali posisi, membahas disain servomekanisme
     relai yang mampu mengikuti dengan baik masukan yang berubah.
             Selama dekade 1940-an, dengan metode tanggapan frekuensi para insinyur
     telah dapat merancang sistem kendali umpan balik linier yang dapat memenuhi
     kinerja yang diinginkan. Di akhir 1940-an sampai awal 1950-an metode root locus
     telah sepenuhnya dikembangkan. Dengan metode tanggapan frekuensi dan root
     locus, yang merupakan bagian penting dari teori klasik, telah dapat dirancang
     sistem yang stabil dan memenuhi beberapa kinerja yang hampir seimbang. Sistem
     semacam ini umumnya tidak optimal ditinjau dari segi manapun. Semenjak akhir
     tahun 1950, perancangan sistem kendali lebih mengutamakan pada perancangan
     optimal dalam arti luas. Seiring dengan makin kompleksnya sistem yang akan
     dikendali, dengan banyak masukan dan keluaran, maka bentuk matematik dari
     sistem tersebut memerlukan banyak persamaan. Teori kendali klasik yang hanya


Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                       I-3
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik              Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


     mampu untuk menangani sistem dengan masukan dan keluaran tunggal menjadi
     tidak mampu apa-apa untuk menangani sistem dengan masukan dan keluaran yang
     jamak.
            Sejak 1960-an, teori kendali modern mulai dikembangkan untuk menangani
     makin meningkatnya kerumitan sistem modern dengan bermacam-macam
     kebutuhan yang makin ketat akan ketepatan, bobot, biaya, dan sebagainya,
     utamanya dalam bidang militer, ruang angkasa dan industri.
            Dengan makin berkembangnya teknologi komputer analog, digital atau
     hybrid yang dapat melakukan perhitungan yang rumit, maka penggunaan komputer
     untuk perancangan maupun sebagai kontroler bukan merupakan barang asing lagi.
            Perkembangan terakhir dari teori kendali modern dapat dikatakan adalah
     pada optimasi sistem deterministik maupun stokastik, serta kendali adaptif dan
     kendali ajar (learning control) atau kecerdasan buatan (artificial intelligent) pada
     sistem yang kompleks.


1.   Komponen dasar sistem kendali

           Pada dasarnya sistem kendali terdiri atas beberapa komponen dasar, yaitu:
       Masukan
       Proses pengendalian
       Keluaran
      Hubungan dasar ketiga komponen ini ditunjukkan pada Gambar 1.3. Secara
umum, tujuan sistem kendali adalah untuk mengendalikan keluaran dengan berbagai
masukan tertentu melalui unsur-unsur sistem kendali.




                            input                              Output
                                          Process Control



                       Gambar 1.3 Komponen dasar sistem kendali




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                      I-4
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik         Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


            Perhatikan Gambar 1.4 berikut ini, dimana diinginkan pengaturan ketinggian
     cairan pada posisi tertentu secara manual.




                                 p rt r
                                o eao
                                                                  d ao l l
                                                                         v
                                                                in ikt re e

                  au
                  kt p




                                                       cairan




                Gambar 1.4 Kendali ketinggian cairan secara manual.

             Operator, sebagai kontroler, melihat ketinggian cairan pada indikator.
     Ketinggian tersebut dibandingkan dengan ketinggian yang diinginkan yang sudah
     ditentukan (set point). Selisih ketinggian yang sebenarnya dengan set point dikenal
     sebagai kesalahan (error). Berdasarkan kesalahan tersebut operator melakukan
     tindakan koreksi dengan cara menggerakkan (membuka atau menutup) katup untuk
     mengatur aliran cairan. Bila masih terjadi kesalahan maka operator mengulangi lagi
     langkah tadi sampai ketinggian yang sebenarnya sama dengan ketinggian yang
     diinginkan (tidak ada lagi error).


     2.      Mengapa harus sistem kendali otomatis ?

            Dalam kaitannya dengan sistem kendali otomatis, dapat diilustrasikan dalam
     suatu industri pemotongan kertas dimana ukuran kertas yang dipotong harus sama
     untuk semua hasil dengan ketelitian yang tinggi. Manusia boleh jadi bisa
     melakukannya, tapi karena keterbatasan manusia maka hasilnya tidak akan dapat
     sama persis dengan apa yang diinginkan untuk semua hasil produksi. Untuk itulah
     sistem kendali otomatis dapat digunakan, dimana terdapat peralatan untuk
     mengetahui ukuran kertas yang ingin dipotong dengan ketelitian tinggi, dan
     peralatan itu juga yang akan melakukan pemotongan sehingga hasilnya akan
     seragam untuk semua hasil produksi. Disamping itu juga kecepatan proses akan
     berbeda seandainya digunakan sistem kendali otomatis dibanding dengan cara
     manual.




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                 I-5
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik           Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


             Dalam beberapa hal sistem kendali otomatis dapat memenuhi tujuan yang
      hendak dicapai, diantaranya kecepatan proses produksi, keseragaman hasil dan
      biaya yang murah untuk jumlah produksi yang besar.



3.    Istilah-istilah dalam sistem kendali

              Beberapa istilah yang digunakan dalam untuk menjelaskan sistem kendali,
       antara lain:
      Plant
         adalah seperangkat peralatan mungkin hanya terdiri dari beberapa bagian mesin
        yang bekerja bersama-sama yang digunakan untuk melakukan suatu operasi
        tertentu. Dalam hal ini, setiap objek fisik yang dikontrol seperti tungku pemanas,
        reaktor kimia dan pesawat ruang angkasa dapat disebut plant.
      Proses
         adalah operasi atau perkembangan alamiah yang berlangsung secara kontinyu
        yang ditandai oleh suatu deretan perubahan kecil yang berurutan dengan cara
        yang relatif tetap dan menuju ke suatu hasil atau keadaan akhir tertentu; atau
        suatu operasi yang sengaja dibuat, berlangsung secara kontinyu, yang terdiri dari
        beberapa aksi atau perubahan yang dikendalikan, diarahkan secara sistematis
        menuju ke suatu hasil atau keadaan akhir tertentu. Dalam hal ini, setiap operasi
        yang dikontrol dapat disebut dengan proses.
      Sistem
         adalah kombinasi dari beberapa komponen yang bekerja bersama-sama dan
        saling berkaitan untuk melakukan suatu sasaran tertentu.
      Gangguan
         adalah suatu sinyal yang cenderung mempunyai pengaruh yang merugikan pada
        harga keluaran sistem.
      Kendali berumpan-balik
         adalah suatu operasi yang dengan adanya beberapa gangguan, cenderung
        memperkecil selisih antar keluaran sistem dan masukan acuan (atau suatu
        keadaan yang diinginkan) dan bekerja berdasarkan selisih tersebut.
      Sistem kendali berumpan-balik
         adalah sistem kendali yang cenderung menjaga hubungan yang telah ditentukan
        antara keluaran dan masukan acuan dengan cara membandingkannya, dan selisih
        yang dihasilkan digunakan sebagai alat pengontrolan.
      Servomekanisme
         adalah sistem kendali berumpan-balik dengan keluaran berupa posisi, kecepatan
        atau percepatan mekanik.
      Sistem regulator otomatis
         adalah sistem kendali berumpan-balik dengan masukan acuan atau keluaran yang
        diinginkan konstan atau berubah terhadap waktu dengan lambat dan tugas
        utamanya adalah menjaga keluaran yang sebenarnya pada harga yang diinginkan
        walaupun adanya gangguan.
      Sistem pengontrolan proses
         adalah sistem pengontrolan dengan regulator otomatis yang mempunyai keluaran
        berupa besaran seperti temperatur, tekanan, aliran, tinggi muka cairan atau pH.



Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                   I-6
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik           Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


1.2. KATEGORI SISTEM KENDALI

            Hingga saat ini kendali otomatis digunakan di berbagai bidang, sehingga
     banyak sekali klasifikasi kendali yang didefinisikan. Secara garis besar sistem
     kendali dapat dibagi menjadi dua kategori :

     1. Sistem Kendali Loop Terbuka ( open-loop control system )
                Suatu sistem kendali yang keluarannya tidak berpengaruh terhadap aksi
        kendali disebut sistem kendali loop terbuka. Dengan kata lain, sistem kendali
        loop terbuka tidak dapat digunakan sebagai perbandingan umpan balik dengan
        masukan.
                Dalam suatu sistem kendali loop terbuka, keluaran tidak dapat
        dibandingkan dengan masukan acuan. Jadi setiap masukan acuan berhubungan
        dengan operasi tertentu, sehingga ketetapan dari sistem tergantung pada
        kalibrasi. Kelemahan sistem kendali ini adalah jika ada gangguan, maka sistem
        kendali loop terbuka tidak dapat melaksanakan tugas seperti yang diharapkan.
        Sistem kendali loop terbuka dapat digunakan hanya jika hubungan antara
        masukan dan keluaran diketahui dan tidak terdapat gangguan internal maupun
        eksternal.
                Contoh dari sistem kendali loop terbuka ini adalah mesin cuci, dimana
        perendaman, pencucian dan pembilasan dalam mesin cuci dilakukan atas basis
        waktu. Mesin ini tidak mengukur sinyal keluaran, yaitu tingkat kebersihan
        pakaian.


                                  ua
                                 Mli                        e si
                                                             e
                                                           S la
                                           rs s
                                          Po e




                            Gambar 1.5 Sistem Kendali Terbuka


     2. Sistem Kendali Loop Tertutup ( close-loop control system )
                Sistem kendali umpan balik sering disebut sebagai sistem kendali loop
        tertutup. Pada sistem kendali umpan balik, sistem mempertahankan hubungan
        yang ditentukan antara keluaran dengan beberapa masukan acuan, dengan
        cara membandingkan mereka dan selisih yang dihasilkan akan digunakan
        sebagai alat kendali.
                Pada sistem kendali loop tertutup, sinyal kesalahan yang bekerja, yaitu
        perbedaan antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik ( yang mungkin sinyal
        keluarannya sendiri atau fungsi dari sinyal keluaran dan turunannya ), disajikan
        ke kontroler sedemikian rupa untuk mengurangi kesalahan dan membawa
        keluaran sistem ke nilai yang dikehendaki. Istilah kendali loop tertutup selalu
        berarti penggunaan aksi kendali umpan balik untuk mengurangi kesalahan
        sistem.




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                   I-7
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik          Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


                  Sebagai contoh dari sistem kendali loop tertutup ini adalah sistem
          kendali suhu ruangan. Dengan mengukur suhu ruangan yang sebenarnya dan
          membandingkannya dengan suhu acuan (suhu yang dikehendaki), thermostat
          menjalankan alat pemanas atau pendingin, atau mematikannya sedemikian
          rupa sehingga memastikan bahwa suhu ruangan tetap pada suhu yang nyaman
          tidak tergantung dari keadaan di luar.


                u   ca
               S hu au n                                                    u   ea
                                                                                 la
                                                                           S hu ku rn
                              e bad g
                             P m n in       ege  a
                                           P n g rk          k t
                                                              u o
                                                            At a r




                                              es r
                                             Sn o




                               Gambar 1.6 Sistem kendali tertutup


3.   Beberapa contoh ilustrasi sistem kendali
     a. Sistem kendali robot.
             Robot industri sering kali digunakan dalam industri untuk memperbaiki
     produktifitasnya. Robot dapat menangani baik pekerjaan yang monoton maupun
     pekerjaan rumit tanpa kesalahan dalam operasi. Robot dapat bekerja dalam
     lingkungan yang tidak dapat ditoleransi oleh manusia, misalnya, bekerja pada suhu
     yang ekstrim (baik tinggi maupun rendah) atau dalam lingkungan dengan tekanan
     tinggi, tekanan rendah, di dalam air, di luar angkasa dan lain-lainnya.
             Karena robot industri harus menangani bagian-bagian mekanika yang
     mempunyai bentuk dan berat tertentu, maka ia harus mempunyai paling sedikit
     sebuah lengan, sebuah pergelangan, dan sebuah tangan, sehingga ia harus
     mempunyai daya yang cukup untuk melakukan tugas walaupun kemampuan
     pergerakan sangat terbatas.
             Supaya dapat melakukan tugas seperti di atas maka robot industri harus
     mempunyai beberapa alat sensor. Pada robot tingkat rendah, microswitch dipasang
     pada lengan sebagai sensor. Robot tersebut pertama kali menyentuh suatu objek
     dan kemudian melalui microswitch, mengkonfirmasikan adanya objek dalam
     ruangan dan melanjutkan ke langkah berikut untuk mengambilnya.




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                  I-8
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik                    Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


           Pada robot tingkat tinggi, alat optik (seperti halnya sistem televisi)
     digunakan untuk melakukan scan terhadap latar belakang objek.

                                            Sinyal umpan balik


                   Kamera




                                                                                    input
               Mesin Kerja
                             Perlengkapan                    Sumber
                              Sekeliling        Aktuator      daya     Kontroler
                                                                                    output




         Gambar 1.7 Robot yang menggunakan proses pengenalan pola.

            Ia dapat mengenali pola dan dapat menentukan ada tidaknya objek serta
     orientasi dari objek. Untuk melakukan itu komputer diperlukan untuk memroses
     sinyal dalam proses pengenalan pola. Pada beberapa aplikasi, robot yang
     dikomputerisasi mengenali adanya masing-masing bagian mekanika dan
     orientasinya dengan proses pengenalan pola yang terdiri dari pembacaan kode
     nomor yang tertera padanya. Kemudian robot mengambil bagian tersebut dan
     memindahkannya ke tempat yang sesuai untuk perakitan, sehingga dari beberapa
     bagian digabung menjadi sebuah komponen. Di sini komputer yang diprogram
     dengan baik berfungsi sebagai kontroler.

     b. Sistem kendali suhu
           Diagram skematis dari kendali suhu pada kompor listrik ditunjukkan seperti
     pada Gambar 1.8 di bawah.

                       r  ee
                     Temom t r


                                    o et e
                                   Knv r r
                                                    nt r k
                                                   A amu a
                                     A/D

   o or isr
  Kmp L tik




                                                                                                   u
                                                                                                Inp t
                                                                                             ep rmo
                                                                                             t rrga
     e na
    P ma s              l
                      Reai           e ut
                                    P ng a          nt r k
                                                   A amu a




                              Gambar 1.8 Sistem kendali suhu




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                             I-9
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik                Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


            Suhu di dalam kompor listrik diukur oleh termometer, yang merupakan alat
     analog. Kemudian suhu analog, dikonversi menjadi suhu digital oleh konverter
     analog ke digital (ADC). Suhu digital tersebut dimasukkan ke kontroler melalui
     sebuah antarmuka, dan suhu digital ini dibandingkan dengan suhu masukan yang
     diprogram jika terdapat penyimpangan (kesalahan) dari hasil perbandingan,
     konverter akan mengirim sinyal ke pemanas, melalui sebuah antarmuka, penguat,
     dan relai, untuk menghasilkan suhu kompor ke nilai yang dikehendaki.

     c. Sistem kendali numerik
             Kendali numerik adalah suatu metode pengontrolan gerak dari komponen
     mesin dengan mengunakan angka-angka. Pada kendali numerik, gerak benda kerja
     dapat dikontrol dengan informasi biner yang disimpan dalam sebuah cakram.
             Sistem pada Gambar 1.9 bekerja sebagai berikut:
             Cakram magnetik yang disiapkan dalam bentuk biner menyatakan bagian P
     yang diharapkan. Untuk memulai sistem, disket cakram dimasukkan pada reader
     (alat pembaca). Pulsa sinyal masukan yang dimodulasi frekuensinya dibandingkan
     dengan pulsa sinyal umpan balik. Operasi matematik kontroler diperoleh dari
     perbedaan pulsa sinyal. Pulsa keluaran kontroler diubah oleh konverter digital-
     analog ke dalam sinyal analog yang menyatakan besar tegangan tertentu dan
     menyebabkan berotasi.
             Posisi kepala pemotong dikontrol sesuai masukan servomotor. Transduser
     digunakan untuk mengubah gerak kepala pemotong menjadi sinyal listrik, yang
     kemudian diubah menjadi sinyal pulsa oleh konverter analog-digital. Kemudian
     sinyal ini dibandingkan dengan sinyal pulsa masukan. Jika ada perbedaan antara
     keduanya, kontroler mengirimkan sinyal ke servomotor untuk mereduksinya, seperti
     dinyatakan di depan.


                            us r u n i
                           P l fke s
                              ae                                   c m tr
                                                                 Ta ho ee
                                                                                               tu
                                                                                            Ou pt
                              o uas
                             m d li
                                                                                            o is la)
                                                                                          (P s i a t



                       l
                      Aat                     o vre
                                             Kn et r
                                 o toe
                                Kn rl r                      eg a
                                                            Pn u t       Sr m tr
                                                                          ev o o
                                                                           o          e oo g
                                                                                     Pm t n
                     e ba a
                    Pm c                       D/A



                                     P




                                       us
                                      Pl a                     pn l
                                                             Um a baik
                                              o vr e
                                             Kn et r
                                               A/D
               kt
            Dis e



                                 Gambar 1.9 Kendali numerik dari mesin




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                                        I-10
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik     Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


             Salah satu keuntungan kendali numerik adalah bagian kompleks dapat
     dihasilkan dengan toleransi seragam pada kecepatan putaran maksimum.




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                            I-11
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik        Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


1.3. RINGKASAN
Untuk mencapai suatu tujuan diperlukan strategi kendali dengan menggunakan sistem
kendali, pada dasarnya sistem kendali terdiri dari tiga komponen dasar berfungsi untuk
mengendalikan keluaran dengan berbagai masukan tertentu melalui unsur-unsur sistem
kendali. Hingga saat ini kendali otomatis digunakan di berbagai bidang, sehingga banyak
sekali klasifikasi kendali yang didefinisikan. Secara garis besar sistem kendali dapat
dibagi menjadi dua kategori yaitu sistem kendali loop terbuka dan sistem kendali loop
tertutup. Adapun kelebihan dan kelemahan sistem kendali loop terbuka adalah:
Kelebihan:
a. Konstruksinya sederhana dan perawatannya mudah.
b. Lebih murah daripada sistem kendali loop tertutup
c. Tidak ada persoalan kestabilan.
d. Cocok digunakan jika keluaran sukar diukur atau secara ekonomi tidak layak.
    (sebagai contoh, mengusahakan suatu peralatan untuk mengukur kualitas keluaran
    pemanggang roti adalah cukup mahal)
Kelemahan:
a. Gangguan dan perubahan kalibrasi akan menimbulkan kesalahan, sehingga keluaran
    mungkin berbeda dengan yang diinginkan.
b. Untuk menjaga kualitas yang diperlukan pada keluaran diperlukan kalibrasi ulang
    dari waktu ke waktu.




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                               I-12
Diktat Kuliah : Sistem Kendali Elektrik        Teknik Elektro Universitas Widyagama Malang


SOAL-SOAL:
1. Apa yang dimaksud dengan sistem kendali?
2. Mengapa sistem kendali itu penting?
3. Jelaskan Kategori sistem kendali beserta contoh-contohnya.




Pengantar Dasar Sistem Kendali Elektrik                                               I-13

								
To top