LP TUBERCUKOSIS PARU

Document Sample
LP TUBERCUKOSIS PARU Powered By Docstoc
					             LAPORAN PENDAHULUAN TUBERCULOSIS PARU



A. KONSEP MASALAH TB. PARU

  1. Definisi proses penuaan
              Proses penuaan adalah proses hilangnya perlahan-lahan kemampuan
     jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi
     normalnya,sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksiserta kerusakan yang
     diderita.
                                                          (Constantinides,1994)
              Keperawatan gerontik adalah spesialis keperawatan usia lanjut yang dapat
     menjalankan perannya pada tiap tatanan pelayanan pengetahuan, Keahlian dan
     keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal pada lansia secara
     komprehensif.
                                                          ( Maryam,Siti R, 2008 )


              Gerontologi adalah suatu pendekatan ilmiah dari berbagai aspek proses
     penuaan,yaitu biologis,psikologis,sosial,ekonomi,kesehatan,lingkungan dan lain-
     lain.
                                                                 ( Depkes RI,2001)


  2. Perubahan-perubahan system yang terjadi pada lansia


     a. Perubahan fisik


              Sel : Jumlah berkurang,ukuran membesar,cairan tubuh menurun,dan
              cairan intraseluler menurun.


              Kardiovaskular : Katup jantung menebal dan kaku,kemampuan memompa
              darah menurun ( menurunnya kontraksi dan volume ), Elastisitas
              pembuluh darah menurun,serta meningkatnya resistensi pembuluh darah
              perifer sehingga tekanan darah meningkat.
Respirasi : Otot-otot pernapasan kekuatannya menurun dan kaku,Elastistas
paru menurun,Kapsitas residu meningkat sehingga menarik nafas lebih
berat,alveoli melebar dan jumlanya menurun,Kemampuan batuk
menurun,Serta terjadi penyempitan pada bronkus.


Persarafan : Saraf panca indra mengecil sehingga fungsinya menurunserta
lambat dalam merespon dan waktu bereaksi khususnya yang berhubungan
dengan stres Berkurang atau hilangnya lapisan myelin akson,sehingga
menyebabkan berkurangnya respons motorik dan refleks.



Muskuloskeletal : cairan tulang menurun sehingga mudah rapuh
(osteoporosis) bungkuk (kiporosis) persendian membesar dan menjadi
kaku (atrofi otot) keram,tremor,tendon mengerut,dan mengalami
sklerosis.Pada sistem musculoskeletal termasuk di dalamnya adalah
tulang,persendian dan otot-otot akan mengalami perubahan.Penurunan
pada masa tulang dapat di sebabkan karena ketidakaktifan fisik,perubahan
hormonal dan resorpsi tulang.Efek dari penurunan tulang adalah,tulang
menjadi lemah,fertebra lebih lunak dan dapat di tekan serta tulang
berbatang panjang kurang dapat menahan sehingga mengakibatkan
fraktur.Massa,tonus,dan kekuatan otot menurun.Cairan synovial
mengental dan terjadi klasifikasi kartilago.Semua perubahan ini sangat
mempengaruhi,rentang gerak,gerak secara keseluruhan dan cara
berjalan.Jatuh merupakan kejadian terbesar dari kecelakaan pada
lansia.Jatuh adalah,suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi
mata yang melihat kejadian,sehingga mengakibatkan seseorang mendadak
terbaring atau terduduk di lantai atau tempat yang lebih rendah dengan
atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka (Reuben,1996 dalam buku ajar
Geriatri,Darmojo,1999).
      Gastrointestinal : esofagus melebar,asam lambung menurun,lapar menurun
      dan peristaltik menurun sehingga daya absorpsi juga ikut menurun.ukuran
      lambung mengecil sertafungsi organ aksesori menurun sehingga
      menyababkan berkurangnya produksi hirmon dan enzim pencernaan.

      Genitourineria : ginjal mengecil aliran darah keginjal menurun,
      penyaringan di glomerulus menurun,dan fungsi tubulus menurun sehngga
      kemampuan mengonsentrasi urin ikut menurun.

      Fisika urineria : otot otot melemah,kapasitas menurun,dan retensi
      urin.prostat;hifertrofi pada 75% lansia.

      Vagina:selaput lendir mengering dan sekresi menurun.

      Pendengaran : membrane timpani aatrofi sehingga terjadi gangguan
      pendengaran tulang tulang pendengaran mengalami kekakuan.

      Penglihatan : respon terhadap sinar meurun adaptasi terhadap gelap
      menurun,lapang pandang menurun,katarak.

      Endokrin : produksi hormon menurun

      Kulit : keriput serta kulit kepala dan ambut menipis,rambut dalam hidung
      dan telinga menebal,rambut memutih,kelenjar keringat menurun,kuku
      keras dan rapuh,kuku kaki tumbuh berlebihan seperti tanduk.




b. Perubahan sosial
      Peran : post power syndrome,single women,single parent.


      Keluarga : kesendirian , kehampaan,


      Teman : ketika lansia lainnya meniggal muncul perasaan kapan akan
      meninggal.
Abuse : kekerasan berbentuk verbal ( dibentak), nonverbal ( dicubit,tidak
diberi makan)


Masalah hukum :berkaitan dengan perlindungan asset dan kekayaan
peribadi yangdi kumpulkan sejak masih muda.


Pensiun : ada dana pensiun,kalau tidak ada dan cucu yang akan memberi
uang.
Ekonomi : kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang cook bagi
lansia.


Rekreasi : untuk ketenangan batin.


Keamanan : jatuh atau terpeleset


Transportasi : kebtuhan transportasi yang cocok bagi lansia.


Politik : kesempatan terlibat dalam memberikan masukan politik


Pendidikan : kesempatan tetap belajar sesuai HAM


Agama : melaksanakan ibadah


Panti jompo : merasa dibuang atau diasingkan.
   c. Perubahan psikologis
          Short term memory ,frustasi ,kesepian,takut kehilangan kebebasaan,takut
   menghadapi kematian,perubahan keinginan,depresi,kecemasan.


3. Patofisiologi
   a. Definisi TB.Paru
       TB.Paru adalah infeksi paru akibat Microbacterium Tuberculosis, ditandai
       oleh pneumonia tuberculosa, pembentukan jaringan granulose tuberculosa,
       nikrosis kaseosa,klasifikasi dan TB pembentukan rongga.
                                                  (Arief Mansjoer, 2001)
       TB Paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh basil Mikrobakterium
       Tuberkulosis atau tuberkel yang tahan asam dan peradangan terjadi didalam
       alveoli(parenkim) paru.
                                                  ( Hood Alsyagaf, 2008)
       TB Paru adalah infeksi saluran napas bawah disebabkan oleh mikroorganisme
       mikrobakterium tuberculosis yang biasanya ditularkan melalui instalasi
       percikan ludah .
                                                  ( Smeltzer C suzzane 2001)


   b. Etiologi
       Menurut suriadi (2001) penyebab TB Paru adalah :
       1. Mycrobakterium tubercolosis
       2. Mycrobakterium bavis
       3. Mycrobaterium otipik
          Tuberculosis dibedakan menjadi dua, yaitu tuberculosis primer dan tuberculosis
          post primer . pada tuberculosis primer penularan TB paru terjadi karena kuman
          dibatukan atau dibersinkan keluar menjadi droplet nuclei dalam udara. Dalam
          suasana gelap dan lembab kuman dapat bertahan berhari-hari sampai berbulan-
          bulan . bila partikel ini terhisap oleh orang yang sehat maka akan menempel pada
          jalan nafas atau paru. Kebanyakan partikel ini akan mati atau dibersinkan oleh
          makrofag yang keluar dari cabang trakea bronchial beserta gerakan silis dan
          secretnya. TB Paru pasca primer terjadi biasanya setelah beberapa bulan atau
         tahun sesudah infeksi primer, misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat
         terinfeksi HIV atau status gizi buruk. Cirri khas dari TB Primer adalah kavitas
         ataun efusi pkleura.
c. Proses penyakit
         Menurut Brunner & Suddarth (2001) perjalanan penyakit TB Paru sbb:
         Individu rentan yang menghirup basil tuberculosis dan menjadi terinfeksi .
         bakteri dipindahkan melalui jalan nafas ke alveoli , tempat dimana mereka
         terkumpul dan mulai untuk memperbanyak diri . basil juga dipindahkan melalui
         system limfe dan aliran darah kebagian tubuh lainnya (lobus atas).
         System imun tubuh berespon dengan melakukan reaksi inflamasi . fagosit
         menelan    banyak      bakeri   .   liposit   spesifik_tuberculosis   melisis   atau
         (menghancurkan basil dan jaringan normal ). Reaksi jaringan ini mengakibatkan
         penumpukan eksudat dalam alveoli , menyebabkan bronkopneumonia . infeksi
         awal biasanya terjadi 2-10 minggu setelah pemajanan .
         Setelah pemajanan infeksi awal, individu dapat mengalami penyakit aktif karena
         gangguan atau respon yang inadekuat dari respon system imun . penyakit aktif
         dapat juga terjadi dengan infeksi ulang dan aktifasi dorman . dalam kasus ini,
         tuberkolegon memecah , melepas bahas seperti keju kedalam ronkhi. Bakteri
         kemudian menjadi tersebar diudara, mengakibatkan penyakit lebih jauh . tuberkel
         yang memecah menyembuh, membentuk jaringan parut. Paru yang terinfeksi
         menjadi bengkak, mengakibatkan terjadinya bronkopneumonia lebih lanjut, dan
         selanjutnya.


d. Manifestasi Klinis
   1.    Batuk-batuk dengan atau tanpa sputum lebih dari 2 minggu
   2.    Malaise (ketidaknyamanan)
   3.    Gejala flu
   4.    Nyeri dada
   5.    Batuk darah
   6.    Demam malam hari dan pagi hari
   7.    Keringat malam
   8.    Hilangnya nafsu makan
   9.    Penurunan berat badan
   10.   Keletihan

e. Komplikasi

   a. Hemooptisis berat yang dapat megakibatkan kematian karena syok
         b. Hipokolemik / tersumbatnya jalan nafas
         c. Kolaps dari nlobus akibat retales bronchial
         d. Bronkiectusis dan fibrosis pada paru
         e. Penyebaran infeksi organ lain seperti otak , tulang ,ginjal, persendian .




B. ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
  1. Konsep keluarga
     a. Definisi keluarga

     Keluarga adalah unit terkecil masyarakat, terdiri dari suami istri dan anaknya atau ayah
     dan anaknya atau ibu dan anaknya.

                                                      (UU. No 10, 1992)

     Keluarga adalah kumpulan dua orang / lebih hidup bersama dg keterikatan aturan dan
     emosional, dan setiap individu punya peran masing-masing

                                                      (Friedman 1998)


     Keluarga adalah anggota yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau
     perkawinan .

                                                      ( WHO ,1969)

     b. Jenis / tipe keluarga

         Menurut Sussman (1974 ) dan Maclin (1988)


         Tipe keluarga meliputi :
               Secara tradisional
                 a. Keluarga inti (nuclear family)
                     Keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak .
                 b. Keluarga besar (Extended family )
                     Keluarga inti yang ditambah anggota keluarga lainnya.
      Secara Non Tradisional ( Modern )
       a. Reconstitude nuclear
            Pembentukan baru dari keluarga inti melalui perkawinan kembali suami
            istri , tinggal dalam satu rumah bersama.
       b. Dutch nuclear
            Suami isrti yang menikah dan tidak mempunyai anak .
       c. Single parent
            Janda , duda, yang ditinggal mati maupun cerai .
       d. Single adult
            Wanita/pria yang tidak menikah
       e. Three generation
            Tiga genersi atau lebih yang tinggal dalam satu rumah
       f.   Institusional
            Anak – anak atau orang dewasa yang tinggal dalam satu panti .
       g. Unmarried parent and child
            Ibu dan anak dimana perkawinan tidak dikehendaki, anaknya diadopsi .
       h. Cohibing coiple
            Dua oaring atau satu pasang yang tinggal bersama tanpa pernikahan .
       i.   Gay and lesbian family
            Keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama.


c. Struktur keluarga
   Menurut freedman
   1. Struktur komunikasi
            -   Struktur komunikasi dalam keluarga dikatakan berfungsi apabila
                dilakukan secar jujur atau terbuka .
            -   Komunikasi dalam keluarga dikatakan tidak berfungsi apabila
                tertutup, adanya isu, tidak berfokus pada satu hal ,pendapat sendiri .
   2. Struktur peran
       Adalah serangkaian perilaku yang dihadapkan sesuai dengan posisi social
       yang diberikan bisa bersifat formal/ informal .
   3. Struktur kekuatan
       Adalah kemampuan individu untuk mengontrol , mempengaruhi atau
       mengubah perilaku orang lain.
          4. Struktur nilai dan norma




      d. Fungsi keluarga
          Menurut feedman ada 5 fungsi keluarga yaitu :
          1. Afektif, mengajarkan segala sesuatu u/ persiapan klg berhub. Dg
             orlain.
          2. Sosialisasi mengembangkan + berkehidupan sosial sbl meninggalkan
             rumah
          3. Reproduksi, mempertahankan generasi, kelangsungan hidup
          4. Ekonomi, memenuhi kebut. Klg, meningkatk., penghasilan
          5. Peraw. Kesehatan, merupakan tugas klg mempertahankan keadaan
             sehat.

      e. Tahap dan tugas perkembangan keluarga

          *Klg usia pertengahan

                   - pertahankan keseh. Individu dan           pasangan        usia
                       pertengahan

                   - hub. Serasi dan memuaskan dg         anak- anaknya dan sebaya

                 - meningkatkan keakraban         pasangan.

2. Konsep Proses keperawatan Keluarga
   a. Pengkajian
      Menurut feedman (1998) adalah :
           Data pengenalan keluarga
           Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
           Data lingkungan
       Struktur keluarga
       Fungsi keluarga
       Koping keluarga .
b. Diagnose keperawatan
   1. Definisi
      Adalah Data – data yang diperoleh kemudian dianalisa dan disusun sebagai
      rumusan keperawatan.
             Tipologi diagnose keperawatan keluarga adalah : actual, resiko
              tinggi, potensial sejahtera.
             Menetapkan etiologi berdasarkan 5 tugas keluarga.
             Proses scoring menggunakan skala yang dirumuskan oleh bailon &
              maglaya .
              Rumusnya : score yang didapat x bobot
                               Score tertinggi.
c. Perencanaan
      Dalam tahap perncanaan asuhan keperawatan meliputi penentuan prioritas
   masalah, penentuan tujuan, kriteria hasil dan menentukan rencana tindakan.
             Tujuan umum
              Adalah hasil yang diharapkan dapat dicapai oleh keluarga melalui semua
              usaha.
             Tujuan khusus
              Merupakan pernyataan spesifik tentang hasil tindakan keperawatan yang
              sifatnya spesifik , dapat diukur, dapat dicapai ,realistic , ada batasan
              waktu .
             Ada 3 kriteria intervensi
                        a) Kognitif / verbal : untuk memberikan informasi , gagasan ,
                           dan motivasi.
                        b) Afektif : membantu keluarga dalam berespon emosional ,
                           sehingga dalam keluarga terdapat perubahan sikap terhadap
                           masalah yang dihadapi.
                       c) Psikomotor : untuk membantu anggota keluarga dalam
                           perubahan perilaku yang merugikan ke perilaku yang
                           menguntungkan..
d. Implementasi
   Mendokumentasikan tindakan keperawatan selama 3 kali kunjungan sesuai dengan
   perencanaan , dilengkapi dengan tanggal, waktu, tindakan yang dilakukan & respon
   keluarga setiap dilakukan tindakan keperawatan.
   Pada tahap ini, pelaksanaan yang dilakukan oleh penulis secara garis besar sesuai
   dengan teori yaitu melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan dokumentasi
e. Evaluasi


       Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses keperawatan, dimana dalam
       melakukan evaluasi terhadap masalah keperawatan yang terjadi pada klien Ny. S
       dengan kasus post partum seksio sesaria.

       Menurut teori evaluasi ada 2 yaitu: evaluasi farmatif dimana dalam evaluasi
       farmatif ditulis dalam bentuk RS dan RO dan pada evaluasi sumatif ditulis dalam
       bentuk SOAP.
                                DAFTAR PUSTAKA
Maryam , R .Siti,dkk.2008. Mengenal Usia Lanjut & Perawatannya. Jakarta : penerbit
    salemba medika .

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:4503
posted:6/15/2010
language:Indonesian
pages:12