Profesi Kependidikan by aprizon

VIEWS: 11,336 PAGES: 21

									                                                                  1




         Materi-Materi Pendidikan
                   PROFESI KEPENDIDIKAN




     Panduan Selama Mengikuti Perkuliahan Semester Pendek
                         Strata 1 (S1)
  Jurusan Pendidikan Geogarfi / Jurusan Administrasi Pendidikan
FAKULTAS ILMU-ILMU SOSIAL / FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN




                             Oleh:
                         Aprizon Putra
                         Nim: 89059.07




               Universitas Negeri Padang
                                                                                       2
                               Materi-Materi Pendidikan



HAKIKAT MANAJEMEN

1.   Peranan dan Arti Manajemen
     Pada dasarnya setiap manusia adalah manajer, karena dalam kehidupan sehari-hari
setiap manusia selalu melakukan manajemen bagi dirinya sendiri ataupun keluarganya untuk
memenuhi kebutuhan keluarga serta merealisasikan tujuan-tujuan yang diinginkan (self
management).
           Ada 3 macam Sumber Daya (resources) yang dimanfaatkan oleh manusia untuk
     meraih tujuan yang diharapkan, yaitu :
      Sumber daya alam (SDA);
      Sumber daya capital (SDK) dana/uang/penghasilan yang diperoleh.
      Sumber daya manusia (SDM).

     Dengan memperhatikan peranan manajemen tersebut, maka pengertian manajemen
adalah ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya
untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.



                                                                            EFEKTIF


      MEMANFAATKAN            SUMBER DAYA
                                                           TUJUAN



                                                                             EFISIEN




2.   Fungsi dan Proses Manajemen
     Ada beberapa fungsi manajemen, diantaranya adalah :
      Perencanaan
      Pengorganisasian
      Koordinasi
      Pengarahan (directing)
      Motivasi
      Komunikasi
      Kepemimpinan
      Penanggungan resiko
      Pengambilan keputusan (Decision making)
      Pengawasan/ pengendalian
                                                                                         3
    Semua fungsi dalam manajemen tersebut akan dilakukan tergantung dengan kebutuhan,
apakah akan dilakukan secara sederhana atau dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dan dapat
menggunakan hanya beberapa fungsi saja.

Proses Manajemen
       Proses manajemen adalah interaksi dan saling keterkaitan antara beberapa fungsi
manajemen yang digunakan. Menurut Harold Koontz dan Cryril O’Donnell mengatakan bahwa
dalam melakukan tugas manajerial seseorang tidak terlepas dari kerjasama dengan orang lain
dan dilakukan dengan proses step by step of doing something.

    Model manajemen yang merupakan kegiatan utama manajemen yaitu : Perencanaan,
Pengorganisasian, Kepemimpinan, Pengendalian.

       Perencanaan        :   Merupakan pemilihan sasaran organisasi atau penentuan
                               organisasi yang kemudian dijabarkan ke dalam bentuk kerja
                               sama dan pembagian tugas;
       Pengorganisasian   :   Sebagai wadah atau alat yang dapat digunakan        untuk
                               merealisasikan sasaran atau tujuan organisasi yang telah
                               ditetapkan bersama;
       Kepemimpinan       :   Dilakukan oleh manajer untuk dapat mengarahkan,
                               mengkoordinasikan dan mempengaruhi kepada bawahan untuk
                               bekerja dengan sadar dan tanpa paksaan untuk mencapai
                               tujuan.
       Pengendalian       :   Upaya untuk melancarkan usaha perbaikan dan pengembangan
                               yang menekankan pada penggunaan rencana yang strategic
                               (rencana panjang dengan cakupan yang luas).




          PERENCANAAN                                       KEPEMIMPINAN




          ORGANISASI                                        PENGENDALIAN
                                                                                                              4
3.   Manajemen dan Kepemimpinan

Gambar tingkat kesulitan dan waktu yang diperlukan dalam mengubah sikap/tingkah laku
bawahan.

                                                                          Tingkah laku organisasi
      Tinggi


                                                            Tingkah laku kelompok
         Tingkat Kesulitan




                                                  Tingkah laku diri




                                           Sikap Motivasi




                             Pengetahuan




      Rendah

      Pendek                                        Waktu yang perlukan                             Panjang




4.   Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
     Setiap manusia mempunyai sumber daya yang dapat dikembangkan, yaitu :
      Sumber daya Cipta;
      Sumber daya Rasa;
      Sumber daya Karsa;

Pengembangan sumber daya tersebut akan menghasilkan budaya – kebudayaan – peradaban
yang dalam prosesnya akan dipengaruhi oleh : Kondisi alam lingkungan dan kondisi pergaulan
manusia (interaksi social). Contoh munculnya istilah Budaya Barat dan Budaya Timur dengan
cirri khas masing-masing.

Budaya Barat akan melahirkan Manajemen Barat yang dipelopori oleh Amerika dengan filosofi
yang bersifat individualistis, kebebasan pribadi dan liberalistis.

Budaya Timur akan melahirkan Manajemen Timur yang dipelopori oleh Jepang dengan filosofi
yang bersifat paternalistis, kekeluargaan dan sosialistis.
                                                                                          5
Teori manajemen dengan memperhatikan sumber daya manusia adalah dengan asumsi bahwa
keberhasilan tujuan manajemen sangat dipengaruhi oleh suatu upaya yang dilakukan manajer
sebagai pengelola organisasi terhadap sumber daya manusia secara keseluruhan yang ada dan
bekerja di organisasi yang dipimpinnya. ( WILLIAM G. OUCHI yang dikenal dengan Teori Z).

5.   Beberapa Pengertian Dalam Manajemen

        Administrasi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk dan proses kerja sama;
        Kelompok adalah merupakan sekumpulan individu-individu yang bekerja sama dalam
         suatu kesamaan anggotanya dari unit kerja di dalam organisasi;
        Organisasi adalah pembagian tugas atau pengaturan serta pembagian tugas,
         wewenang, hak dan tanggung jawab.
        Kepemimpinan adalah daya upaya untuk mempengaruhi, menanamkan pengaruh kepada
         pengikut, anggota kelompok organisasi/ sumber daya manusia dalam organisasi agar
         dapat merealisasikan tujuan yang telah ditentukan.
        Manajemen adalah ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber
         daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

6.   Keterampilan Manajemen yang Dibutuhkan

     Gambar Komposisi Keterampilan dari Berbagai Tingkatan Manajemen

                        Conceptual                Human                       Technical
                        Skill                     Skill                       Skill

     Top Manager




     Middle Manager




     Low Manager
                                                                                         6
7.     Ciri-Ciri Manajer Profesional

       Manajer yang professional adalah manajer yang mampu untuk menciptakan atau
       membuat kedua belah pihak menjadi senang, bahagia dan bangga.


 CIRI-CIRI MANAJER PROFESIONAL                               CIRI-CIRI MANAJER
                                                                PROFESIONAL

     1. Menyenangkan                                     1. Mengecewakan
     2. Membahagiakan                                    2. Menyedihkan
     3. Membanggakan                                     3. Memalukan
     4. Memiliki Hi Tech ( High Technology)              4. Gagap teknologi
     5. Memiliki Hi Touch (High Touch)



8.     Sejarah Perkembangan Manajemen MASA LALU
                                            Keterampilan
                                            Keahlian
                                             sederhana



                                                                Tujuan yang diharapkan
           Sumber Daya Manusia

                                         PERKEMBANGAN
                                          Ilmu Pengetahuan
                                          Teknologi




9.     Manajemen Tradisional
       Sejak dahulu manajemen sudah ada, buktinya adalah adanya peninggalan sejarah (candi
       Borobudur, pyramid di mesir dsb)

       Tahapan perkembangan manajemen tradisional.

          Manajemen Alamiah (orientasi fisik)
          Manajemen Tradisional (orientasi keturunan)
          Manajemen Kharismatik (orientasi prestasi)
                                                                                           7
10. Beberapa Tokoh Manajemen

       Adam Smith (1776), pencetus Ilmu Ekonomi dan disebut Bapak Ilmu Ekonomi
        dengan bukunya “The Nature and Causes of The Wealth of Nation” Sebuah
        penelitian tentang bentuk dan sebab-sebab terjadinya kemakmuran suatu bangsa.
        Ada 2 sebab, yaitu :
        - Spesialisasi keahlian. Artinya setiap individu tidak dituntut untuk mengerjakan
           semua bidang kehidupan. Akan tetapi pilih salah satu yang dianggap mampu.
        - Perdagangan Internasional dalam upaya meningkatkan daya saing, meningkatkan
           penghasilan dan pemerataan kebutuhan dunia



       Robert Owen (1771 – 1858)
        Th 1800 dia adalah manager beberapa perusahaan pabrik pemintalan kapas di New
        Lanark Skotlandia. Dalam upaya meningkatkan laba perusahaan dia melakukan
        kebijakan, antara lain :
        - Kenaikan gaji karyawan secara berkala;
        - Pengurangan standar hari kerja;
        - Pembatasan usia kerja;
        - Membangun perumahan karyawan.

        Asumsi pemikirannya adalah apabila pegawai sejahtera maka produksi perusahaan
        juga akan meningkat.

       Max Weber /Sosiolog Swedia (1890)
        Mengemukakan teori Birokrasi untuk menghapus teori manajemen tradisional yang
        cenderung bersifat kepemilikan pribadi dengan garis keturunan.

        Organisasi harus diatur secara rasional, impersonal (kedinasan) dan bebas dari
        prasangka yang meruapakan prinsip dari Birokrasi, dengan memiliki 6 ciri pokok, yaitu
        :
        - Pembagian tugas dan spesialisasi;
        - Hubungan yang terjadi dalam organisasi adalah hubungan kedinasan, bukan pribadi
           atau perorangan.
        - Adanya hierarkhi kewenangan;
        - Manajemen selalu didasarkan atas pelaksanaan dengan dokumen yang tertulis;
        - Orientasi pembinaan pegawai adalah pengembangan karier, yang berarti keahlian
           merupakan criteria utama;
        - Agar dapat mencapai efisiensi yang maksimal, maka setiap tindakan yang diambil
           dalam organisasi harus selalu dikaitkan dengan besar kecilnya sumbangan
           terhadap pencapaian tujuan organisasi.
                                                                                         8
11.   Manajemen Ilmiah
      Tokoh-tokoh manajemen ilmiah adalah :

         Frederick Winslow Taylor (Bapak Manajemen Ilmiah) dalam bukunya : The Principles
          of Scientific Management Th. 1911. Teori yang dikemukakannya adalah :
          - Time and motion study, yaitu agar terjadi efisiensi yang tinggi maka para
             karyawan harus dianalisa dan diperoleh standar gerak dan waktu yang diperlukan
             oleh setiap karyawan. Hal ini dilakukan untuk menetapkan standar upah.
          - Prinsip upah satuan. Yaitu upah yang didapat karyawan berdasarkan atas`satuan
             hasil produksi yang diselesaikan.
          - Prinsip pemisahan antara perencanaan dan penampilan. Perencanaan harus
             dilakukan oleh manajer dan penampilan oleh karyawan.

         Henri Fayol (1841 - 1925) Bapak Manajemen Operasional mengatakan bahwa : Dalam
          perusahaan industri kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat dibagi ke dalam
          beberapa kelompok tugas, yaitu :
          - Tugas tehnik (produksi, perbengkelan, manufakturing);
          - Tugas Komersial (pembelian, penjualan dan pertukaran);
          - Tugas Finansial (Penggunaan yang optimal terhadap modal yang ada);
          - Tugas Keamanan (perlindungan terhadap kekayaan yang ada);
          - Tugas Akuntansi (Penyusunan neraca, rugi laba, perhitungan biaya produksi dan
             pembuatan statistik perusahaan);
          - Tugas Manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, koordinasi
             dan pengawasan).



12. Manajemen dengan Orientasi Tugas
Manajemen ini adalah perbaikan dari sistem manajemen sebelumnya (F.W. Taylor dkk) yang
cenderung menggunakan manajemen klasik atau orthodok dan mengarah pada sifat otokratis.
Walaupun untung perusahaan 400 %, akan tetapi gaji karyawan tidak pernah naik. Inilah yang
membuat KARL MARK (kapitalisme) membuat teori ”Nilai Lebih” dimana karyawan juga
mendapatkan bagian dari keuntungan yang melebihi target.
                                                                                         9
13. Manajemen dengan Orientasi Hubungan Kemanusiaan (Human Relation).
Dipelopori oleh Elton Mayo yaitu memberikan perhatian terhadap hubungan kemanusiaan
kepada bawahan.

                  Tinggi


                                Hubungan Tinggi                Hubungan Tinggi
                 Kemanusiaan
                  Hubungan

                                Penugasan Rendah               Penugasan Tinggi




                                Hubungan Rendah                Hubungan Rendah
                                Penugasan Rendah               Penugasan Tinggi

                 Rendah

                               Rendah              Penugasan                   Tinggi

14. Manajemen dengan Orientasi Tingkahlaku ( Behavioral).
Teori ini dimunculkan oleh Chester Barnard      mengatakan bahwa : Manajemen adalah
menjadi titik tolak perkembangan ilmu manajemen dengan menggunakan pendekatan tingkah
laku manusia di dalam organisasi.

15. Pendekatan Sistem Manajemen
Teori ini juga dimunculkan oleh Chester Barnard yaitu : suatu kumpulan atau elemen2 yang
dinamis yang berhubungan antara satu dengan yang lain dan saling ketergantungan, dan
berjalan sesuai dengan hukum-hukum tertentu.
Keuntungannya adalah dapat terlihat variabel2 dan kendala2 kritis dan interaksi antara satu
dengan yang lain.


       Input Dasar



          Input                            PROSES
                                           TRANSFO                         OUTPUT
       Instrumen                           RMASI



          Input
       Lingkungan
                                                                                    10
16. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

   A. Perencanaan
      Perencanaan mengandung unsur-unsur yang harus dapat dijawab, yaitu :
      - What    : Tindakan apa yang harus dikerjakan;
      - Why     : Mengapa tindakan itu harus dilakukan;
      - Where : Dimana tindakan itu dilakukan;
      - When    : Kapan tindakan itu dilakukan;
      - Who     : Siapa yang akan melakukan tindakan itu
      - How     : Bagaimana cara melakukan tindakan itu

      1.   Langkah-langkah Dalam Perencanaan
           - Penentuan tujuan yang akan dicapai (diukur sesuai kemampuan);
           - Pendefenisian gabungan situasi secara baik (SDM, SDA, SDK);
           - Pendefenisian factor-faktor pendukung dan penghambat internal maupun
              eksternal;
           - Merumuskan kegiatan yang harus dilakukan (kerangka konsep, kegiatan,
              evaluasi dan tindak lanjut).
      2.   Proses Perencanaan
           Adalah suatu proses tentang bagaimana suatu kegiatan itu kita rencanakan.
           Strateginya dengan menggunakan 3 pendekatan, yaitu :
           - Pendekatan Perkembangan Yang Menguntungkan (Profitable Growth
              Approach) dengan memanfaatkan sarana yang ada atau kemungkinan
              pengembangan sarana.
           - Pendekatan SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity and Treath).
           - Pendekatan Portofolio dan Kesenjangan Perencanaan. (kajian kemungkinan
              pengembangan atau sebaliknya dengan menganalisa keadaan yang telah lewat,
              masa sekarang dan yang akan datang).
           - Apakah usaha ini masih profit ?
           - Apakah usaha ini akan dihentikan dan diganti dengan usaha lain?
           - Bagaimana strategi mendapat keuntungan yang lebih baik? dll
      3.   Bentuk-Bentuk Perencanaan
           a. Rencana Global yaitu penentuan tujuan yang menyeluruh (totalitas) dengan
              jangka panjang.
           b. Rencana Strategis yaitu perencanaan yang disusun guna menentukan tujuan2
              kegiatan atau tugas-tugas yang mempunyai arti strategis dan mempunyai
              dimensi jangka yang cukup panjang.
           c. Rencana Operasional yaitu perencanaan terhadap kegiatan operasional yang
              berjangka pendek guna menopang pencapaian tujuan jangka panjang, baik
              dalam perencanaan global maupun strategis dengan menggunakan 4 macam
              prinsip :
               Terpusat; (sesuai arahan pimpinan tertinggi)
               Terpadu; (terintegrasi dengan bagian-bagian lain)
               Berkesinambungan;
                                                                                   11
            Menggunakan        Pendekatan        Multi Instansional    (pembukuan,
              pengadministrasian yang baik) sesuai dengan tuntutan instansi.
   4.   Proyeksi Masa Depan (Forecasting).
        Gambaran yang akan terjadi pada masa yang akan datang secara logis atau
        ramalan/estimasi terhadap keadaan di masa depan. Ada 3 hal yang harus
        diperhatikan dalam hal ini, antara lain :
        - Arah pertumbuhan, atau arah perkembangan;
        - Pengaruh alam atau musim;
        - Pengaruh konjungtur atau siklis (perubahan budaya, sosio ekonomi dll)
        -

B. Organisasi

   1. Defenisi Organisasi
      - James D. Money Organisasi adalah sebagai bentuk kerjasama dalam mencapai
         tujuan bersama.ikatan kerjasama;
      - Gibson, Ivancevich dan Donnelly organisasi adalah kesatuan yang
         memungkinkan masyarakat untuk berserikat dalam mencapai suatu tujuan yang
         tidak bisa dicapai secara individu.

                         C (titik sasaran)




                                                   Perlu Manajemen



           Kumpulan
            Individu




       A                                    B
   2. Struktur Organisasi
      Struktur organisasi berfungsi untuk :
       Pembagian pekerjaan
       Pimpinan dan bawahan
       Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
       Pengelompokan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan
       Tingkatan-tingkatan dalam manajemen
                                                                                     12
          
          Pedoman organisasi terdiri dari 4 azas, yaitu :
           Azas Koordinasi (ada hubungan interelasi).
           Azas Hierarkhi (pembagian tugas rinci ke bawah).
           Azas Batas Pengendalian (adanya batas pengendalian ke bawah).
           Azas Kesatuan Komando (penanggung jawab pekerjaan terletak pada pimpinan).

       3. Macam-macam Bentuk Struktur Organisasi
           Organisasi Garis (menggunakan garis komando dan banyak digunakan oleh
            organisasi ABRI).
           Organisasi garis dan staf (Sama dengan organisasi garis, tetapi pimpinan
            mempunyai staf ahli khusus sebagai pengontrol dan memberikan
            pertimbangan).
           Organisasi fungsional (Disusun berdasarkan fungsi yang harus dilaksanakan).
           Organisasi matriks (seorang staf dapat bertanggung jawab kepada 2 atasan
            atau lebih sekaligus).
           Organisasi panitia (Staf bertanggung jawab pada atasan sub bagian secara
            penuh).
           Organisasi informal (hubungan yang terjadi diluar jalur struktur organisasi)

Contoh : Gambar Struktur Organisasi Panitia



                                         KETUA



       KABAG                  KABAG                  KABAG               KABAG




KASI        KASI       KASI       KASI        KASI         KASI       KASI       KASI


    C. Koordinasi
       1. Pengertian
          Koordinasi adalah usaha untuk mengharmoniskan atau menserasikan seluruh
          kegiatan sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu :
          - Serasi (adanya perbandingan yang cocok antara beban tugas dengan
             pelaksanaan tugas).
          - Selaras (Adanya sinkronisasi antara staf dengan pimpinan pada hal-hal yang
             dikehendaki).
          - Seimbang (Adanya pembebanan yang proporsional serta sinkronisasi
             pelaksanaan tugas di masing-masing bagian dalam unit organisasi).
                                                                                 13
   2. Pedoman Koordinasi
       Terpusat; (sesuai arahan pimpinan tertinggi)
       Terpadu; (terintegrasi dengan bagian-bagian lain)
       Berkesinambungan;
       Menggunakan Pendekatan Multi Instansional (pembukuan, pengadministrasian
         yang baik) sesuai dengan tuntutan instansi.

   3. Sarana Pokok Koordinasi
       Jenjang hierarkhi manajemen
       Peraturan dan prosedur
       Perencanaan dan penentuan tujuan

   4. Pelaksanaan Koordinasi
       Penyederhanaan Organisasi
       Terbitkan buku pedoman
       Peningkatan pelatihan staf
       Pembuatan Strategi dan Kebijakan;
       Penggunaan Komunikasi;
       Koordinator/ Supervisi
       Pertemuan resmi dan tidak resmi.

D. Pengendalian
   1. Pengertian
      Pengendalian adalah suatu usaha guna memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan
      sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.

      Menurut Robert J. Mockler pengendalian merupakan suatu kegiatan yang
      terkoordinasi dan sistematis guna menetapkan standar kerja yang menetapkan
      pada sasaran perencanaan, perancangan sistem umpan balik informasi, dengan
      kegiatan yang membandingkan kinerja senyatanya dengan standar yang lebih
      dahulu harus ditetapkan.

   2. Proses Pengendalian
       Proses penentuan standar dan metode pengukuran kerja;
       Proses Evaluasi atau Proses Penilaian;
       Penentuan apakah kinerja sesuai dengan Standar;
       Proses Perbaikan.




   3. Jenis-Jenis Prosedur Pengendalian
       Pengendalian bersifat pantangan ( bersifat preventif sebelum terjadi
         pelanggaran).
       Pengendalian bersifat kemudi (Pengendalian umpan ke depan) Ini juga
         preventif dengan sudah meminimalisir kemungkinan kesalahan).
                                                                                       14
              Pengendalian bersifat Persetujuan (dilaksanakan atas dasar keputusan dan
               keinginan bersama).
              Pengendalian bersifat Purna Tindakan (Dilakukan setelah terjadi persoalan
               atau permasalahan agar tidak terulang kembali).

        4. Merancang Sistem Pengendalian
            Penentuan nilai yang ingin dicapai;
            Penggunaan jaringan komunikasi dan umpan balik yang efektif.
            Penetapan standar untuk pembuat prediksi beserta hasilnya;
            Pelaksanaan sistem pengendalian dan ambil tindakan jika perlu.

E.    Motivasi
Motivasi adalah faktor pendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan atau
kegiatan tertentu (faktor pendorong perilaku seseorang).

Motivasi sangat dipengaruhi oleh persepsi diri yang dimiliki oleh seseorang, dan persepsi itu
muncul dari suatu rangkaian proses yang terus menerus dalam diri individu seseorang dalam
menghadapi lingkungan sekitarnya.

Proses interaksi terjadi secara bertahap, mulai dari :
-     Perhatian
-     Pengamatan
-     Tanggapan/PERSEPSI
-     Imajinasi
-     Ingatan
-     Pemikiran
-     Motivasi

        1. Sumber dan Pengaruh Motivasi
           Motivasi dapat ditimbulkan oleh 2 faktor, yaitu :
            Faktor internal /instrinsik (nonfinansial, pujian, penghargaan, pendekatan dll)
            Faktor eksternal/ ekstrinsik (finansial, gaji, insentif dll)
        2. Teori Motivasi
           Secara umum kebutuhan yang ada pada manusia merupakan rangkaian proses
           untuk melakukan tindakan dalam mencapai pemenuhan kebutuhan tersebut, hal ini
           dapat digambarkan sebagai berikut :

    Kebutuhan            Dorongan
                                             Ketegangan               Perbuatan/praxis




                                     Keputusan
                                                                                      15
      Kebutuhan-kebutuhan akan menimbulkan adanya dorongan-dorongan bagi seseorang
untuk bertindak. Kebutuhan dan dorongan yang tidak terpenuhi akan menimbulkan ketegangan
tersendiri. Selanjutnya merangsang seseorang untuk bertindak/melakukan perbuatan/praxis
dan selanjutnya dapat diambil suatu keputusan.

       Menurut Nanang Fatah (1996:19) mengatakan bahwa Pada hakekatnya orang bekerja
untuk memenuhi kebutuhan atas dorongan atau motivasi tertentu. Kebutuhan dipandang
sebagai penggerak atau pembangkit perilaku, sedangkan tujuan berfungsi mengarahkan
perilaku. Proses motivasi sebagian besar diarahkan untuk memenuhi dan mencapai kebutuhan.

           Teori Kebutuhan menurut Abraham Maslow (gambar hirerarkhi kebutuhan :




                                         Aktualisasi
                                            Diri

                                        Penghargaan



                                           Sosial



                                         Rasa Aman



                                           FISIK



         F. Kepemimpinan

Keberhasilan ataupun kegagalan suatu organisasi senantiasa dikaitkan dengan pemimpinnya,
baik organisasi itu berupa perusahaan, atau lembaga pemerintah,

       Hasibuan (2000:167) mengatakan bahwa pemimpin adalah seseorang yang
mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya mengarahkan bawahan untuk mengerjakan
sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi. Sedangkan kepemimpinan adalah
cara atau gaya seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama
dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi. Terry (1986:343)
mengatakan bahwa kepemimpinan adalah cara atau gaya pemimpin dalam mempengaruhi fihak
lain untuk dapat bekerja sama untuk mencapai hal yang diinginkannya.

      Trimo (1995:vii) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan yang terdapat dalam setiap
organisasi dipandang sebagai suatu proses kunci bagi keberhasilan organisasi yang
bersangkutan. Gaya kepemimpinan merupakan perilaku pimpinan terhadap pengikutnya, atau
cara yang dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi para pengikutnya. Hersey (1992:150)
                                                                                      16
mengatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola-pola perilaku konsisten yang diterapkan
dalam bekerja.

       Terdapat perbedaan pola perilaku yang diterapkan oleh seorang manajer dengan
manajer lain dalam mempengaruhi perilaku anggotanya. Mintogoro (1997:118) mengatakan
bahwa secara umum gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang manajer adalah gaya
kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan otokratis dan, gaya kepemimpinan laissez
faire. Masing-masing gaya kepemimpinan tersebut mempunyai ciri tertentu.

Ciri gaya kepemimpinan demokratis yaitu:
(1) keputusan dibuat bersama antara manajer dan kelompok;
(2) terbuka terhadap kritik;
(3) mempunyai rasa tanggung jawab terhadap perkembangan anggota kelompok; dan
(4) menerima saran-saran, ide yang postitif dari anggota kelompok.
Ciri gaya kepemimpinan otokratis yaitu:

(1) memusatkan semua proses pengambilan keputusan pada manajer;
(2) kurang mempercayai anggotanya;
(3) memberikan perintah pada bawahan/anggota tanpa ada penjelasan dan tidak memberikan
kesempatan kepada anggota untuk bertanya.

Ciri gaya kepemimpinan laissez faire yaitu:
(1) menyerahkan proses pengambilan keputusan kepada setiap individu dalam organisasi;
(2) tidak mempunyai rasa percaya diri sebagai seorang pemimpin;
(3) tidak menetapkan tujuan untuk kelompoknya.

      Menurut Suradinata (1997:11), untuk mengetahui lebih dalam tentang gaya
kepemimpinan, terlebih dahulu perlu diketahui perbedaan antara pemimpin dan kepemimpinan.
Pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik pada suatu
organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin
untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain,
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Gibson, Ivancevich dan Donnelly
(1996:5) mengatakan pemimpin merupakan agen perubahan, orang yang perilakunya akan lebih
mempengaruhi orang lain daripada perilaku orang lain yang mempengaruhi mereka. Sedangkan
kepemimpinan menurut Gitosudarmo dan Mulyono (1990:12) dilakukan oleh seorang pemimpin
untuk dapat mengarahkan, mengkoordinasikan dan mempengaruhi bawahan agar bekerja
dengan penuh kesadaran untuk mencapai tujuan organisasi.

      Tugas pemimpin adalah berbuat agar orang-orang yang dipimpin mau melaksanakan
tindakan-tindakan yang menurut pemikirannya harus dilakukan, dan sesuai dengan tujuan
organisasi, maupun pemikiran demi organisasi. Selanjutnya Gitosudarmo dan Mulyono
(1990:30) mengatakan bahwa seorang pemimpin yang profesional adalah pemimpin yang
mampu menciptakan atau membuat kedua belah pihak menjadi senang, bahagia dan bangga.
Untuk merealisasikan hal tersebut, maka seorang pemimpin harus mempunyai gaya
kepemimpinan yang tepat, agar dapat mencapai tujuan organisasi secara efektif.
                                                                                     17

Locke (1997:9) mengatakan pemimpin yang efektif bersifat:
(1) penuh inisiatif, energi, dan ambisi;
(2) tekun dan proaktif dalam mengejar sasaran-sasaran mereka;
(3) mempunyai keinginan memimpin dalam arti tidak mengharapkan kekuasaan untuk maksud
mendominasi orang lain, melainkan demi meraih sasaran tertinggi;
(4) jujur dan mempunyai integritas dalam arti tidak hanya dapat dipercayai, tetapi juga
dapat mempercayai orang lain;
(5) mempunyai rasa percaya diri yang tebal, yang tidak hanya memberi kesanggupan pada
mereka untuk memikul tanggung jawab dan membangkitkan rasa percaya diri orang lain tapi
juga dapat (mampu) mengatasi segala situasi yang menekan dengan hati tenang. Senada
dengan ini, Suradinata (1997:21)
menambahkan secara umum bahwa seorang pemimpin harus mempunyai minimal empat kriteria
pokok yaitu:
(1) bertaqwa dan beriman kepada Tuhan yang maha Esa;
(2) berkepribadian atau memiliki karakter yang baik;
(3) memiliki pemahaman akan realitas serta bersikap realistis; dan
(4) memiliki visi atau wawasan ke depan.

Menurut Siagian (1995:24) ada tiga penekanan gaya kepemimpinan dalam mengelola
organisasi, yaitu :
(1) kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang situasional dalam menerapkan
berbagai macam gaya kepemimpinan seperti gaya otokratik, paternalistik, laissez faire,
demokratik dan kharismatik;
(2) gaya kepemimpinan yang tepat ditentukan oleh tingkat kedewasaan atau kematangan para
anggota organisasi;
(3) peranan apa yang diharapkan dapat dimainkan oleh para pemimpin dalam organisasi.

       Sehubungan dengan gaya kepemimpinan seorang pemimpin dalam suatu organisasi,
Hicks dan Gullet (1987:493) menjelaskan bahwa tingkat gaya kepemimpinan dari otokrasi
sampai pada demokrasi, kesemuanya itu memberikan keadaan yang menguntungkan dan
merugikan. Pada umumnya seorang pemimpin menggunakan gaya kepemimpinan ini secara
situasional.

      Koontz (2000:620) mengutip teori Fiedler yang mengatakan bahwa kepemimpinan itu
adalah suatu proses, dimana kesanggupan seorang pemimpin untuk menanamkan pengaruhnya
tergantung pada situasi kelompok, tingkat kecocokan gaya kepemimpinan yang diterapkan,
kepribadian dan pendekatan pemimpin dengan kelompoknya.

      Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin dalam suatu organisasi
akan mempengaruhi kinerja anggotanya. Terry (1986:348) mengatakan bahwa gaya
kepemimpinan dan situasi yang berlaku mempengaruhi hasil yang akan dicapai oleh para
anggotanya. Hasibuan (2000:167) menambahkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan
oleh seorang pemimpin dalam suatu organisasi dapat menciptakan integrasi yang serasi,
                                                                                18
mendorong gairah kerja anggota untuk mencapai sasaran yang maksimal, menumbuhkan
kepercayaan, dan partisipasi serta loyalitas.

      Senada dengan itu, Handoko (1997:293) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan dapat
mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan tingkat
prestasi suatu organisasi.

Secara rinci Siagian (1994:27) membagi lima gaya kepemimpinan yang secara luas dikenal
dewasa ini, yaitu :

     Gaya otokratik adalah gaya kepemimpinan dari pemimpin yang menonjolkan
      “keakuannya” antara lain dalam bentuk :
               - kecenderungan memperlakukan para bawahan sama dengan alat-alat lain
                  dalam organisasi,
               - pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas
                  tanpa mengaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan
                  kebutuhan para bawahan,
               - mengabaikan peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

     Gaya paternalistik adalah gaya kepemimpinan dari pemimpin yang bersifat tradisional,
      umumnya di masyarakat yang agraris. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor,
      seperti:
               - kuatnya ikatan primordial,
               - sistem kekeluargaan,
               - kehidupan masyarakat yang komunalistik,
               - peranan adat istiadat yang sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat,
               - masih dimungkinkannya hubungan pribadi yang intim antara seorang
                  anggota masyarakat dengan anggota masyarakat lainnya.

     Gaya kharismatik adalah gaya kepemimpinan dari pemimpin yang dikagumi oleh banyak
      pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara
      konkret mengapa orang tertentu itu dikagumi.

     Gaya laissez faire adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin yang
      melihat peranannya sebagai “polisi lalu lintas” dengan membiarkan organisasi berjalan
      menurut temponya sendiri tanpa banyak mencampuri bagaimana organisasi harus
      dijalankan dan digerakkan, sebab sudah menganggap para anggota organisasi
      mengetahui dan cukup dewasa untuk taat kepada peraturan permainan yang berlaku.

     Gaya demokratik adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin yang
      memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan
      komponen organisasi sehingga bergerak sebagai suatu totalitas. Ada 10 karakteristik
      utama pemimpin yang menerapkan gaya demokratik, yaitu :
              - Memperlakukan organisasi sebagai suatu totalitas dengan menempatkan
                 semua satuan organisasi pada peranan dan proporsi yang tepat;
                                                                                         19
                -   Mempunyai persepsi yang holistik mengenai organisasi yang dipimpinnya;
                -   Menggunakan pendekatan yang integralistik;
                -   Menempatkan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi atau
                    golongan;
                -   Menganut filsafat manajemen yang mengakui dan menjunjung tinggi
                    harkat dan martabat para bawahan;
                -   Memberikan kesempatan kepada para bawahan untuk berperan serta
                    dalam proses pengambilan keputusan;
                -   Terbuka terhadap ide, pandangan dan saran orang lain termasuk para
                    bawahannya;
                -   Memiliki perilaku keteladanan;
                -   Bersifat rasional dan obyektif;
                -   Selalu berusaha menumbuhkan dan memelihara iklim kerja yang kondusif
                    bagi inovasi dan kreativitas bawahan.



                               PENGERTIAN PENDIDIKAN

-   Pendidikan mempunyai pengertian yang lebih luas dari aktivitas persekolahan;
-   Pendidikan adalah proses pengembangan sosial yang mengubah individu dari makhluq
    biologis menjadi menjadi makhluq sosial agar hidup bersama realitas zaman dan
    masyarakatnya.
-   Pendidikan merupakan proses pemberian sifat sosial-kemanusiaan (humanisasi) kepada
    makhluq hidup.
-   Pendidikan dalam Islam adalah ”Tarbiyah” dengan pengertian : Tarbiyah mempunyai 3 akar
    kata : Rabaa-yarbuu (bertambah/berkembang), Rabiya-yarba (tumbuh dari kecil menjadi
    besar); Rabba-yarubbu (memperbaiki, menangani         urusannya,             membimbing,
    memelihara dan menjaga);
-   Pendidikan mempunyai beberapa prinsip yaitu :
       Prinsip Ideologis (menanamkan essensi Ketuhanan/ pemantapan aqidah);
       Prinsip Sosial (Pembentukan masyarakat Muslim/ Civil Society);
       Prinsip Ekonomi dan Keadilan Sosial yang bermuara pada kebangkitan ekonomi
         Nasional;
       Prinsip Politik yang mengarah pada pembebasan bangsa dari pengaruh dan intervensi
         Negara asing;
-   Prinsip-prinsip pendidikan mengarahkan pendidikan pada tujuan yang lebih jelas, yaitu :
       agar manusia dapat merealisasikan diri kapan dan dimanapun juga;
       agar manusia mampu melakukan pengembangan kemampuan akal;
       agar manusia senantiasa integratif dengan alam lingkungannya
-   Tempat pendidikan antara lain :
       Lingkungan keluarga;
       Sekolah
       Lingkungan masyarakat.

-   Tabiat manusia dapat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap :
                                                                                    20
   Dualisme akal dan tubuh (Apakah akal yang mengatur tubuh atau sebaliknya ?) ada
    pernyataan bahwa manusia adalah akal yang dibawa oleh tubuh. Tubuh mempunyai
    batas-batas ruang material, sementara`akal tidak mempunyai batas tersebut.
   Dualisme lingkungan dan warisan (apakah kepribadian manusia itu diwarisi atau
    diperoleh? – Apakah yang paling mempengaruhi kepribadian sesorang itu faktok
    warisan keturunan (hereditas) atau faktor lingkungan (millieu)?. Secara pedagogis
    dapat dinyatakan bahwa manusia berkuasa atas lingkungannya dan dapat
    mengarahkannya sesuai dengan kecenderungan dan cita-citanya serta tujuan-tujuan
    masyarakatnya.
   Dualisme baik dan buruk. Apakah manusia itu menurut tabiatnya cenderung ke arah
    yang baik atau buruk? Norma baik dan buruk terbentuk sesuai dengan perkembangan
    manusia dan interaksinya dengan lingkungan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam
    masyarakat, bukan dengan pembawaannya.
   Tabiat manusia bersifat flesibel, kemungkinan dan dimensi perkembangannya tidak
    terbatas.
   Manusia merupakan kesatuann yang tidak terpisahkan; tidak mungkin dibagi menjadi
    tubuh dan akal, atau aspek warisan dan aspek lingkungan, atau aspek baik dan aspek
    buruk.



         Bagaimana Kepala Sekolah mengolah sebuah lembaga pendidikan

                              STRUKTUR SEKOLAH

KOMITE SEKOLAH                    KEPALA SEKOLAH


                                                              WAKASEK




    G U R U                            KA. TU




                           STAF TATA USAHA
                    -   Bendahara
                    -   Kepegawaian
                    -   Pustakawan
                    -   Dll.




                              S    I   S W      A
                                                                                      21
-   Kepala Sekolah adalah seorang guru yang diberikan tugas tambahan sebagai kepala
    sekolah.
-   Tugas dan Fungsi Kepala Sekolah sesuai dengan PP RI No. 19 Tahun 2005 Tentang
    Standar Nasional Pendidikan Pasal : 52 yaitu :
    + Mengatur kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus;
    + Membuat Kalender Pendidikan;
    + Membuat struktur Organisasi satuan pendidikan;
    + Pembagian tugas guru dan staf;
    + Membuat peraturan akademik;
    + Membuat tata tertib satuan pendidikan;
    + Membuat kode etik hubungan antara sesama waraga akademik;
    + Membuat biaya operasional satuan pendidikan.

Untuk mewujudkan hal-hal di atas Kepala Sekolah melakukan beberapa tindakan,antara lain :
     Melakukan koordinasi dengan Komite Sekolah dalam upaya pengembangan tenaga,
       sarana dan siswa;
     Melakukan pembinaan kepada Guru dan Staf secara kontinu.
     Melakukan Pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana sekolah (Ruang
       belajar, ruang perpustakaan, laboratorium, dll);
     Menjaga stabilitas dan kondusifitas lembaga pendidikan;
     Meningkatkan kinerja Guru dan Pegawai;
     Pengembangan minat dan bakat siswa;
     Melakukan strategi pengembangan kualitas output;
     Standarisasi rekrutmen siswa;
     Standarisasi output siswa;
     Melakukan manajemen lingkungan;

								
To top