Docstoc

PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS WEB UNTUK MATA PELAJARAN BUDI DAYA IKAN PADA SMK NEGERI 1 KELAUTAN BANTUL.docx

Document Sample
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS WEB UNTUK MATA PELAJARAN BUDI DAYA IKAN PADA SMK NEGERI 1 KELAUTAN BANTUL.docx Powered By Docstoc
					                                           BAB I

                                   PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

           E-learning dewasa ini merupakan suatu media pembelajaran yang sudah banyak
      dikembangkan diberbagai jenjang pendidikan. Hal itu sejalan dengan perkembangan
      teknologi komunikasi dan informasi yang semakin hari semakin maju. Untuk itu
      berbagai terobosan dilakukan untuk mengkolaborasikan kegiatan belajar mengajar
      (KBM) dengan teknologi yang berkembang saat ini. Hal ini tidak lain disebabkan juga
      tuntutan global yang mengharuskan pendidik dan peserta didik juga menguasai
      teknologi yang berkembang.

           Dalam pengembangannya dibutuhkan sumber daya manusia yang dapat
      menguasai untuk mendesain atau merancang suatu pembelajaran berbasis LMS
      (Learning Management System) dengan metode E-Learning. Salah satu jenis media E-
      Learning yang sangat sering kita lihat adalah E-Learning berbasis web. Banyak aplikasi
      LMS berbasis web yang dapat digunakan dalam mengembangkan pembelajaran dengan
      media tersebut, baik yang berbayar ataupun gratis.

           Dengan pengembangan metode E-Learning berbasis web yang digunakan untuk
      mengaplikasikan pembelajaran, jaringan intranet sangatlah dibutuhkan oleh sekolah-
      sekolah yang menerapkan menerapkan metode tersebut. Perangkat jaringan intranet
      yang dibutuhkan dalam mengembangkan metode tersebut relatif sudah bisa dijangkau,
      sehingga sekolah-sekolah sudah mampu untuk menyediakan fasilitas seperti itu.

           Potensi yang dimiliki suatu daerah juga dapat digunakan sebagai bahan atau
      materi yang diangkat menggunakan metode E-Learning. Hal itu bertujuan untuk
      mengangkat potensi daerah dengan cara memberikan pengetahuan tentang potensi yang
      dimiliki. Jenjang pendidikan SMK merupakan salah satu sasaran penggunaan E-
      Learning, yang mayoritas siswa SMK memang sudah disiapkan untuk memiliki
      berbagai keterampilan. Untuk itu kami mencoba membuat rancangan E-Learning yang
      berbasisi Web untuk SMK Negeri 1 Kelautan, Bantul Yogyakarta. Sehingga
      pembelajaran dapat lebih berkembang seiring potensi yang dimiliki oleh daerah
      tersebut, khususnya dalam hal perikanan.


                                                                                           i
1.2 Tujuan dan manfaat
   Perancangan E-Learning berbasis web yang diperuntukkan untuk SMKN 1 Kelautan,
   Bantul, Yogyakarta memiliki beberapa tujuan dan manfaat.
   Tujuan:
   1.2.1 Menerapkan metode pembelajaran yang berorientasi kepada perkembangan
        teknologi informasi dan komunikasi.
   1.2.2 Mengubah pola pembelajaran klasikal dengan pola pembelajaran yang modern
        yang berorientasi kepada siswa.
   1.2.3 Meningkatkan kompetensi siswa dan guru dalam melakukan kegiatan belajar
        mengajar yang selalu mengikuti tuntutan zaman.
   1.2.4 Mengangkat potensi daerah Bantul sebagai sentra perikanan dengan memberikan
        pengetahuan serta keterampilan dalam kegiatan pembelajaran.
   Manfaat:
   1.2.5 Siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang potensi daerah Bantul dalam
        bidang perikanan yang ditunjang dengan penggunaan teknologi informasi dan
        komunikasi.
   1.2.6 Guru mampu menciptakan berbagai variasi materi serta media pembelajaran
        sebagai salah satu sumber belajar yang dapat dipahami dan diaplikasikan dalam
        kehidupan sehari-hari.
   1.2.7 Instansi atau lembaga (SMKN 1 Kelautan) mendapatkan kredibilitas sebagai salah
        satu sekolah yang mampu menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi
        dan komunikasi menggunakan metode E-Learning.
1.3 Rumusan masalah
   Berdasarkan uraian latar belakang, tujuan serta manfaat perancangan E-Leraning,
   beberapa rumusan maslah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
   1.3.1 Bagaimana konsep serta model perancangan E-Learning yang akan diterapkan di
        SMKN 1 Kelautan Bantul, Yogyakarta?
   1.3.2 Apa saja yang dibutuhkan (Software dan hardware) dalam perancangan E-learning
        di SMKN 1 kelautan Bantul Yogyakarta?
1.4 Batasan Masalah
   Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, perancangan E-Learning berbasis
   web yang diterapkan di SMKN 1 Kelautan, Bantul, Yogyakarta memiliki beberapa
   batasan masalah untuk menjaga konsistensi pembahasan, yakni:
   1.4.1 Model perancangan E-Learning mengambil sampel salah satu mata pelajaran yang
         ada di SMKN 1 Kelautan Bantul, Yogyakarta, yakni mata pelajaran budi daya
                                                                                       i
        ikan kelas X.
1.4.2   Model perancangan E-Learning hanya membahas satu sampel software LMS
        (Learning Management System) yang digunakan, yakni moodle.




                                                                           i
                                        BAB II
                                             ISI


2.1 Landasan Teori
      Dalam laporan perancangan E-Learning ini ada beberapa teori-teori pendukung yang
   digunakan sebagai acuan dasar tentang tata cara pelaksanaan dan pengembangan metode
   E-Learning sesuai dengan rumusan masalah yang ditentukan. Beberapa landasan teori
   yang digunakan adalah; LMS (Learning Management System), E-Learning, Moodle
   (Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment), Intranet, Sekolah Menengah
   Kejuruan. Dengan landasan teori yang demikian, diharapakan dapat membantu
   kesesuaian antara rumusan masalah dengan pembahasan.

   2.1.1 LMS (Learning Management System)

              LMS adalah serangkaian aplikasi yang dibangun dengan menggunakan
        bahasa pemrograman tertentu yang sudah siap untuk digunakan. Yang harus
        dilakukan tinggal melakukan kustomasi content, jenis tulisan, warna, bahasa,
        layout, dan lain sebagainya. LMS merupakan solusi yang terbaik untuk membangun
        e-learning dengan keterbatasan penguasaan teknologi dan sumber daya untuk
        pengembangan sistem. Selain itu, LMS mempunyai fitur yang lengkap untuk
        membangun sebuah situs e-learning secara instan dan mudah. Melalui penggunaan
        LMS, organisasi yang ingin menerapkan e-learning dapat berkonsentrasi pada
        content dan bukan pada pengembangan dan implementasi sistem. Meskipun
        penggunaan LMS memungkinkan suatu organisasi untuk menerapkan e-learning
        secara mudah dan instan, ada beberapa kelemahan atau keterbatasan pada
        penggunaan LMS sebagai solusi untuk aplikasi e-learning. Beberapa kelemahan
        atau keterbatasan tersebut adalah:

        1) Ketergantungan terhadap vendor LMS yang digunakan
        2) Organisasi harus menyesuaikan proses e-learning berdasarkan LMS yang
            digunakan
        3) LMS pada umumnya hanya menyangkut perencanaan, penyampaian,
            administrasi, dan manajemen kegiatan para pembelajar serta proses
            pembelajaran. Pembuatan, publikasi, administrasi, dan manajemen materi
            pembelajaran yang digunakan LMS merupakan domain dari LCMS (Learning

                                                                                     i
           Content Management System). Beberapa LMS juga menyediakan fasilitas
           LCMS meskipun tidak lengkap. Namun bagi LMS yang tidak menyediakan
           LCMS sama sekali, maka pembuat materi harus menggunakan software
           external.

            Ada beberapa LMS yang tersedia, baik yang komersial ataupun yang bersifat
     Open Source. Beberapa LMS tersebut adalah sebagai berikut:

      No. Close source (komersial)                Open source (nonkomersial)
      1       ANGEL Learning                             ATutor

      2       Apex Learning                              Claroline

      3       Blackboard Inc.                            Dokeos

      4       Desire2Learn                               eFront

      5       eCollege                                   Fle3

      6       Learn.com                                  ILIAS

      7       Meridian KSI                               KEWL.nextgen

      8       Saba Software                              LON-CAPA

      9       SAP Enterprise Learning                    Moodle

      10      NetDimensions_EKP                          OLAT

      11      Open Learning Environment (OLE)            Sakai Project

            Untuk LMS yang berbasis Open Source, Moodle telah diakui sebagai salah
     satu LMS yang terbaik dan terlengkap dengan total sebanyak 38.896 situs yang
     telah menerapkannya, 16.927.590 pengguna, dan 1.713.438 materi berdasarkan
     statistik bulan Januari 2008.

2.1.2 E-Learning

            Secara konsep, E-Learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan
     komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di
     dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players. Juga
     penggunaan teaching materials berbasis website dan hypermedia, multimedia CD-
     ROM atau websites, perangkat lunak kolaboratif, email, blogs, computer aided

                                                                                    i
assessment, animasi pendidikan, simulasi melalui komputer, dan lain-lain. Juga
dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda

        Pada dasarnya E-Learning adalah pembelajaran yang merepresentasikan
keseluruhan      kategori    pembelajaran      yang   berbasis     teknologi.   Sedangkan
pembelajaran online atau juga pembelajaran berbasis website adalah bagian dari E-
Learning. Namun seiring perkembangan teknologi dan terjadinya pergeseran conten
dan adaptivity, saat ini definisi klasik E-Learning tersebut mengalami perubahan
menjadi definisi yang lebih kontemporer, yakni suatu pengelolaan pembelajaran
melalui media internet atau website yang meliputi aspek-aspek materi, evaluasi,
interaksi, komunikasi dan kerjasama.

        E-Learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik.
Salah     satu   media      yang   digunakan    adalah   jaringan     komputer.     Dengan
dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan
dalam bentuk berbasis E-Learning (website), sehingga kemudian dikembangkan ke
jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet, inilah system E-Learning dengan
menggunakan internet disebut juga internet enabled learning. Penyajian E-Learning
atau berbasis website ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informsai
perkuliahan juga bisa real time.

        Selain itu juga dengan komunikasinya, meskipun tidak secara langsung tatap
muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan secara online dan real time.
System E-Learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan
kegiatan belajar siswa bisa dilakukan lebih banyak waktu. Kapanpun siswa bisa
mengakses system ini. Penyampaian materi berbentuk teks, video maupun hasil
penyimpanan suara yang bisa di download, selain itu juga ada forum diskusi, bisa
juga seorang guru memberikan nilai, tugas dan pengumuman kepada siswa.

        Jika dilihat dari berbagai pengertian E-Learning, kebanyakan dari para ahli
pendidikan mengatakan bahwa E-Learning merupakan pembelajaran menggunakan
sarana internet. Namun jika dilihat dari arti harfiah bahwa E-Learning yang
mempunyai        kepanjangan       electronic-learning   berarti     pembelajaran     yang
menggunakan sarana elektronik. Disini, sarana elektronik ada berbagai macam,
radio, tape audio atau video, tv interaktif, CD-ROM, seperangkat komputer, LCD
Proyektor, OHP.

                                                                                         i
           Saat ini E-Learning bahkan merupakan salah satu alternatif untuk
     menyelesaikan berbagai masalah pendidikan, terlebih setelah fasilitas yang
     mendukung pelaksanaan E-Learning seperti internet, komputer, listrik, telepon dan
     hardware dan software lainnya tersedia dalam harga yang relatif terjangkau, maka
     E-Learning sebagai alat bantu pembelajaran menjadi semakin banyak diminati. Di
     samping itu, istilah E-Learning meliputi berbagai aplikasi dan proses seperti
     computer-based      learning,   website-based   learning,   virtual   classroom,   dan
     sebagainya. Sementara itu pembelajaran online adalah bagian dari pembelajaran
     berbasis teknologi yang memanfaatkan sumber daya internet, intranet, dan extranet.

2.1.3 Moodle

           Moodle (singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning
     Environment) adalah paket perangkat lunak yang diproduksi untuk kegiatan belajar
     secara online, yang berjalan melalui jaringan internet ataupun intranet. Moodle
     merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan mekanisme belajar mengajar yang
     memanfaatkan teknologi informasi, yang dikenal dengan konsep e-learning.
     Moodle dapat digunakan secara bebas sebagai produk sumber terbuka (open
     source) di bawah lisensi GNU.
           Berdasarkan social constructionist pedagogy, cara terbaik untuk belajar
     adalah dari sudut pandang murid itu sendiri. Model pengajaran berorientasi objek
     (murid) ini berbeda dengan sistem pengajaran tradisional yang biasanya
     memberikan informasi atau materi yang dianggap perlu oleh pengajar untuk
     diberikan kepada murid. Tugas pengajar akan berubah dari sumber informasi
     menjadi orang yang memberikan pengaruh (influencer) dan menjadi contoh dari
     budaya kelas. Peran pengajar dalam sistem moodle ini antara lain: berhubungan
     dengan murid-murid secara perorangan untuk memahami kebutuhan belajar mereka
     dan memoderatori diskusi serta aktivitas yang mengarahkan murid untuk mencapai
     tujuan belajar dari kelas tersebut.
         Berbagai fitur yang tersedia di Moodle adalah sebagai berikut:
     1) Menyediakan sarana komunikasi yang baik melalui fasilitas chatting,
         messaging, dan forum.
     2) Menyediakan fasilitas LCMS untuk pembuatan dan administrasi materi
         pembelajaran.
     3) Mengikuti konsep pembelajaran yang komprehensif dan fleksibel.

                                                                                          i
      4) Menyediakan sarana untuk melacak dan mengikuti perkembangan kegiatan
          pembelajaran (tracking data) yang menggunakan User Interface (UI) yang
          intuitif dan mudah.
      5) Kustomisasi yang sangat luas dan fleksibel terhadap segala komponen Moodle.
      6) Ekstensibilitas plugin atau perluasan fitur yang sangat fleksibel dengan
          tersedianya dokumentasi API, guideline, dan template untuk programming.
          Tidak bisa disangkal lagi bahwa Moodle merupakan LMS berbasis Open
      Source Software yang paling lengkap, mudah, dan fleksibel untuk menunjang
      kegiatan e-learning di dalam organisasi apa pun di masa sekarang maupun di masa
      yang akan datang berkat kemampuan ekstensibilitas plugin untuk penambahan
      berbagai fitur baru.


2.1.4 Intranet


           Intranet merupakan jaringan informasi intenal suatu perusahaan atau organisasi
      yang prinsip kerjanya sama dengan internet. Intranet dapat diartikan sebagai bentuk
      privat dari internet atau     internet yang penggunaannya terbatas pada suatu
      organisasi atau perusahaan. Akses intranet memerlukan identifikasi pengguna dan
      password sehingga hanya dapat diakses oleh anggota organisasi atau karyawan
      perusahaan tersebut. Teknologi dan konsep internet seperti client-server dan
      protokol internet seperti HTTP dan FTP juga digunakan untuk membangun sebuah
      intranet.
          Intranet biasanya diterapkan dengan pembuatan web intranet, misalnya
      pembuatan web pembelajaran intranet yang mana aksesnya hanya terbatas pada
      sekolah yang membuat web tersebut. Intranet juga sering dimanfaatkan untuk
      pembuatan jaringan yang bersifat privasi, pembuatan FTP untuk transfer data
      dengan password, dan pengaksesan web intranet yang bersifat rahasia.
           Intranet juga digunakan di berbagai institusi atau lembaga seperti universitas,
      sekolah-sekolah menengah, organisasi atau komunitas tertentu. Intranet dibangun
      dengan tujuan untuk memudahkan aktivitas orang (user) dalam satu lokasi tersebut
      yang memiliki akses untuk masuk (login) sebagai salah satu user institusi atau
      lembaga tersebut.
          Berikut beberapa kelemahan dan kelebihan dari penerapan intranet yang
      digunakan oleh sebuah institusi atau lembaga:


                                                                                         i
      No.                     Kelebihan                            Kekurangan
      1.     Produktifitas,        efisiensi     dalam Informasi yang salah atau tidak
             melakukan kegiatan.                       sesuai     sehingga      mengurangi
                                                       efektifitasnya.
      2.     Keseragaman informasi serta update Perlu tenaga ahli untuk membangun
             terhadap      informasi      baru    yang dan mengembangkan intranet di
             berhubungan dengan lembaga atau sebuah organisasi atau perusahaan,
             institusi tertentu.                       sehingga sumber daya yang tepat
                                                       dan mencukupi harus tersedia.
      3.     Publikasi website lokal lebih cepat Bisa terjasi overload (data penuh)
             sebagai sarana penyediaan informasi akibat         pengiriman   pesan     antar
             yang cepat.                               pengguna yang tidak terkontrol
                                                       dengan baik.


2.1.5 Sekolah Menengah Kejuruan


           Sekolah Menengah Kejuruan atau yang disingkat SMK adalah salah satu
     jenjang pendidikan tingkat menengah yang berada di bawah naungan Direktorat
     Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional. SMK
     memiliki visi untuk menghasilkan tamatan yang memiliki jati diri bangsa, mampu
     mengembangkan keunggulan lokal dan bersaing di pasar global.
           Berbagai jenjang pendidikan mulai berbenah untuk menuju sebagai sekolah
     yang bertaraf internasional. Untuk itu berbagai misi dan tujuan disesuaikan dengan
     tuntutan-tuntutan global dan perkembangan jaman. Untuk itu SMK memiliki
     berbagai jurusan atau konsentrasi disebuah bidang keahlian. Hal ini menunjukkan
     bahwa SMK memang dipersiapkan untuk memberikan keterampilan hardskill dan
     softskill siswa untuk menyongsong tuntutan jaman. Berbagai bidang keahlian SMK
     seperti dibidang Industri, Pariwisata, TI          (Teknologi Informasi), Penyiaran,
     Pertanian, dan sebagainya merupakan sekian banyak konsentrasi keahlian SMK
     yang ada di berbagai daerah di Indonesia.
           Salah satu misi pendidikan di jenjang SMK yakni Memberdayakan SMK untuk
     Mengembangkan Potensi Lokal menjadi Keunggulan Komparatif. Melihat
     Indonesia yang merupakan negara yang kaya akan potensi-potensi yang dimiliki
     masing-masing daerah, untuk itu SMK melihat hal tersebut dapat dijadikan salah
     satu dasar untuk meningkatkan SDM dengan SDA atau potensi daerah masing-
                                                                                               i
         masing. SDA yang dimiliki masing-masing daerah dapat dijadikan sebagai salah
         satu keunggulan yang dapat di angkat dalam taraf nasional dan taraf inetrnasional,
         sehingga mampu untuk bersaing dengan negara-negara lain di dunia. SDM dapat
         diukur melalui bagaimana pemanfaatan dan pengembangan yang dilakukan untuk
         mengangkat potensi-potensi yang ada dengan berbagai keterampilan yang dimiliki.


2.2 Metodologi
         Bertolak dari landasan-landasan teori yang telah diuraikan. Berikut adalah isi dari
   hasil laporan perancangan E-Learning untuk SMKN 1 Kelautan Bantul, Yogyakarta yang
   terkait dengan metodologi yang digunakan.
   2.2.1 Analisis kebutuhan (Need Analysis)
         2.2.1.1 Kebutuhan Institusi atau lembaga (Institution needs)
                 Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu jenjang pendidikan yang
                 akan menciptakan sumber daya manusia tingkat menengah yang terampil
                 dan kompenten sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing. Berikut
                 adalah analisis kebutuhan yang terdapat di lembaga SMKN 1 Kelautan
                 Bantul, Yogyakarta:
                 1) Salah satu bidang keahlian yang ada pada SMKN 1 Kelautan Bantul,
                    Yogyakarta ini adalah pembudidayaan hasil perikanan yang terdapat di
                    daerah bantul.
                 2) Saat ini ketersediaan materi tentang budi daya ikan di Indonesia masih
                    sangat     terbatas   untuk   dapat   digunakan     pendidik    dan   tenaga
                    kependidikan yang ada di SMKN 1 kelautan Bantul, Yogyakarta ini.
                 3) SMKN 1 Kelautan Bantul, Yogyakarta ingin memenuhi kriteria sebagai
                    salah satu sekolah yang bertaraf internasional,                yakni dengan
                    mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan
                    pembelajaran serta.
                 4) Meningkatkan potensi yang dimiliki oleh daerah Bantul dibidang
                    kelautan dan perikanan dengan memasukkannya ke dalam kurikulum
                    sekolah.
         2.2.1.2 Kebutuhan Sumber daya (Resource needs)
                 Untuk mengembangkan E-Learning berbasis web yang digunakan dalam
                 lingkup SMKN 1 Kelautan Bantul, Yogyakarta dibutuhkan sumber daya
                 sebagai berikut;
                 1) Software
                                                                                               i
      Software yang berarti perangkat lunak yang digunakan untuk
  mengaplikasikan isi atau materi pembelajaran sehingga menjadi sebuah
  web learning yang dapat digunakan oleh SMKN 1 Kelautan Bantul,
  Yogyakarta. Moodle merupakan program LMS (Learning Management
  System yang digunakan untuk membuat E-Learning berbasis web yang
  berjalan online pada jaringan Intranet. Dasar penggunaan Moodle dalam
  perancangan E-Learning ini karena kelebihan yang dimiliki oleh Moodle
  yang sebelumnya sudah diuraikan di landasan teori.
      Tidak hanya itu software yang dibutuhkan dalam perancangan E-
  Learning, software lain yang dibutuhkan seperti software yang digunakan
  untuk mengolah grafis, animasi, video, suara dibuthkan dalam mengisi
  content E-Learning yang menggunakan Moodle. Aplikasi grafis yang
  digunakan adalah Adobe Photoshop, Corel Draw, Adobe Flash, Corel
  Video Studio, Sony Acid dan software pendukung lainnya.
      E-Learning yang berjalan secara local dalam jaringan membutuhkan
  software pendukung yang digunakan sebagai server local yakni XAMPP
  (Apache Friends). Software ini digunakan sebagai server yang
  menyimpan database serta semua konten atau materi yang akan
  diterapkan dalam Moodle sebagai E-Learning.
2) Hardware
      Hardware atau disebut juga perangkat keras yang digunakan untuk
  menjalankan program E-Learning. Perangkat keras atau hardware yang
  digunakan dalam membangun E-Learning antara lain personal computer
  (PC) serta perangkat jaringan. PC merupakan seperangkat computer
  stand alone yang digunakan baik oleh pengguna (user) ataupun admin
  (administrator). PC yang digunakan untuk mengakses E-Learning
  tersebut antara user atau admin harus berbeda, karena disesuaikan tingkat
  kebutuhan. PC yang digunakan oleh admin harus lebih baik dalam
  komponen-komponen yang dirakit dalam PC tersebut. Hal itu
  dikarenakan PC admin harus bekerja secara real time sebagai PC server
  untuk menyediakan sumber daya E-Learning dalam jumlah yang besar
  untuk dapat diakses oleh semua user, baik siswa, guru, ataupun pengelola
  pendidikan lainnya.
      Perangkat jaringan mutlak dibutuhkan untuk melakukan akses
  komunikasi antaruser. Perangkat jaringan yang digunakan utuk
                                                                          i
               membangun intranet seperti LAN Card, Kabel RJ-45, Switch HUB,
               Router. Perangkat jaringan tersebut mutlak dibutuhkan sebagai medium
               (perantara) konten E-Leraning kepada user, dalam hal ini adalah siswa.
               Akan tetapi dalam perkembangan saat ini peralatan yang jaringan yang
               menggunakan kabel sudah mulai bergeser ke arah penggunaan peralatan
               tanpa kabel (nirkabel). Wifi (wireless fidelity) merupakan teknologi yang
               sedang berkembang sebagai salah satu teknologi transfer data tanpa kabel
               yang dapat digunakan dalam perangkat komunikasi elektronik. Wifi
               memungkinkan orang mengakses informasi tanpa batasan tempat atau
               ruang, karena wifi memungkinkan transfer informasi yang mempunyai
               mobilitas tinggi selama berada dalam jangkauan kemampuan wifi
               tersebut. Untuk itu perangkat jaringan yang digunakan berbeda dengan
               jaringan yang menggunakan kabel, perangkat-perangkat tambahan yang
               digunakan adalah wireless access point (hardware based atau software
               based) serta antenna.
2.2.2 Desain perancangan dan pengembangan E-Learning
     2.2.2.1 Bahan atau materi
               Bahan atau materi yang digunakan sebagai sampel adalah mata pelajaran
            Budi Daya Ikan Jilid 1 untuk kelas X yang disertai serta dikemas dengan
            media pendukung lainnya seperti media teks dalam bentuk pdf (adobe
            reader), dokumen (Ms. Word), presentasi (Ms. Power point), video.
     2.2.2.2 Teknik penyampaian dan penyajian materi
                   Bahan atau materi yang telah tersedia akan di implementasikan ke
            dalam Moodle sehingga menjadi web E-Learning yang berjalan secara
            online dalam jaringan lokal SMAN 1 Kelautan Bantul, Yogyakarta. Materi
            yang ada akan diberikan sesuai dengan Bab dan dibagi lagi menjadi setiap
            pertemuan yang disajikan dalam media teks elektronik (pdf, dokumen),
            video serta animasi. Setelah materi disampaikan perbab, siswa akan
            diberikan soal-soal evaluasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi setiap
            siswa baik soal evaluasi praktek ataupun teori.
                   Mekanisme penyampaian materi akan dijabarkan sebagai berikut:
            1) BAB I Pengantar budi daya ikan
               -     Pertemuan ke-1: Menjelaskan dasar pembelajaran mata pelajaran
                     budi daya ikan pada SMK.(pdf, doc. video, animasi)


                                                                                       i
  -   Pertemuan ke-2: Menjelaskan wadah budi daya ikan serta komoditas
      ikan hasil budi daya. (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-3: Menjelaskan media serta pengembangan ikan budi
      daya. (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-4: Menjelaskan nutrisi serta hama penyakit pada ikan
      budi daya. (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-5: Menjelaskan analisis usaha serta K3 pada kegiatan
      budi daya ikan. (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-6: Evaluasi.
2) BAB II Wadah Budi Daya Ikan
  -   Pertemuan ke-7: Menjelaskan wadah budi daya ikan jenis kolam.
      (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-8: Menjelaskan wadah budi daya ikan jenis bak atau
      tanki. (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-9: Menjelaskan wadah budi daya ikan jenis akuarium
      dan keramba jarring apung (KJA). (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-10: Menjelaskan konstruksi kolam. (pdf, doc. video,
      animasi)
  -   Pertemuan ke-11: Menjelaskan konstruksi akuarium. (pdf, doc.
      video, animasi)
  -   Pertemuan ke-12: Menjelaskan konstruksi keramba jarring apung
      (KJA) (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-13: Menjelaskan persiapan wadah budi daya I. (pdf,
      doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-14: Menjelaskan persiapan wadah budi daya II. (pdf,
      doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-15: Evaluasi.
3) BAB III Media Budi Daya ikan
  -   Pertemuan ke-16: Menjelaskan air sebagai media budi daya ikan.
      (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-17: Menjelaskan parameter kualitas air berdasarkan
      sifat fisik I. (pdf, doc. video, animasi)
  -   Pertemuan ke-18: Menjelaskan parameter kualitas air berdasarkan
      sifat fisik II. (pdf, doc. video, animasi)


                                                                      i
  -    Pertemuan ke-19: Menjelaskan parameter kualitas air berdasarkan
       sifat kimia I. (pdf, doc. video, animasi)
  -    Pertemuan ke-20: Menjelaskan parameter kualitas air berdasarkan
       sifat kimia II. (pdf, doc. video, animasi)
  -    Pertemuan ke-21: Menjelaskan parameter kualitas air berdasarkan
       sifat Biologi. (pdf, doc. video, animasi)
  -    Pertemuan ke-22: Menjelaskan pengukuran kualitas air budi daya
       beserta peralatan yang digunakan. (pdf, doc. video, animasi)
  -    Pertemuan ke-23: Evaluasi
4) BAB IV Pengembangbiakan ikan budi daya
  -    Pertemuan ke-24: Menjelaskan proses seleksi induk I. (pdf, doc.
       video, animasi)
  -    Pertemuan ke-25: Menjelaskan proses seleksi induk II. (pdf, doc.
       video, animasi)
  -    Pertemuan ke-26: Menjelaskan teknik pemijahan ikan I. (pdf, doc.
       video, animasi)
  -    Pertemuan ke-27: Menjelaskan teknik pemijahan ikan II. (pdf, doc.
       video, animasi)
  -    Pertemuan ke-28: Menjelaskan proses penetasan telur I. (pdf, doc.
       video, animasi)
  -    Pertemuan ke-29: Menjelaskan proses penetasan telur II. (pdf, doc.
       video, animasi)
  -    Pertemuan ke-30: Menjelaskan proses pemeliharaan larva dan benih
       ikan I. (pdf, doc. video, animasi)
  -    Pertemuan ke-31: Menjelaskan proses pemeliharaan larva dan benih
       ikan II. (pdf, doc. video, animasi)
  -    Pertemuan ke-32: Menjelaskan proses pembesaran ikan I. (pdf, doc.
       video, animasi)
  -    Pertemuan ke-33: Menjelaskan proses pembesaran ikan II. (pdf, doc.
       video, animasi)
  -    Pertemuan ke-34: Menjelaskan proses pemanenan ikan I. (pdf, doc.
       video, animasi)
  -    Pertemuan ke-35: Menjelaskan proses pemanenan ikan II. (pdf, doc.
       video, animasi)
   -   Pertemuan ke-36: Evaluasi
                                                                        i
                                          BAB III
                                        PENUTUP
3.1 Kesimpulan
   Laporan perancangan E-Learning untuk SMKN 1 Kelautan Bantul, Yogyakarta
   menghasilkan beberapa kesimpulan yakni:
   3.1.1 E-learning merupakan metode pembelajaran yang cocok digunakan untuk SMKN 1
            Kelautan Bantul, Yogyakarta dalam materi pembudidayaan ikan. Melihat materi
            yang memiliki komposisi teori serta praktek, sumber belajar seperti video sangat
            membantu pemahaman siswa untuk menguasai materi.
   3.1.2 Penggunaan software Moodle sebagai LMS sangat mendukung aplikasi E-learning
            dikarenakan tools yang disediakan cukup lengkap. Sehingga perancangan sampai
            kegiatan evaluasi dapat dilakukan dengan mudah.
3.2 Saran
   Penyusun menyadari bahwa laporan perancangan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu
   penulis memberikan saran untuk menyempurnakan isi atau materi serta format
   penyusunan laporan ini:
   3.2.1 Menerapkan E-Learning untuk mata pelajaran lain dalam suatu jenjang pendidikan.
   3.2.2 Menambahakan konten LMS seperti animasi, video dan media yang lebih variatif
            sebagai sumber belajar untuk diterapkan dalam E-Learning.
   3.2.3 Melakukan perbaikan evaluasi materi E-Learning apakah sesuai dengan kompetensi
            siswa atau tidak.




                                                                                           i
                                DAFTAR PUSTAKA


Cole, Jason dkk. 2008. Using Moodle. 2nd Edition. Sebastopol, USA: O’Reily Media Inc.
Holmes, Bryn dkk. 2006. E-Learning-Concept and Practice. London: Sage Publications Ltd.
www.wikipedia.com




                                                                                          i
                                KATA PENGANTAR

       Puji syujur kami ucapkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahnya
sehingga dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “PENGEMBANGAN E-LEARNING
BERBASIS WEB UNTUK MATA PELAJARAN BUDI DAYA IKAN PADA SMKN 1
KELAUTAN BANTUL-YOGYAKARTA” tanpa halangan.

       Laporan   perancangan    E-Learning   ini   bertujuan   untuk   membantu     kegiatan
pembelajaran yang optimal dalam lingkup SMK. Pola pembelajaran yang dilakukan secara
klasikal sudah mulai ditinggalkan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
yang terintegrasi dengan dunia pendidikan. Untuk itu E-Learning merupakan salah satu solusi
pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

       Melihat potensi yang dimiliki masing-masing daerah di Indonesia, sudah seharusnya
dilakukan langkah yang optimal dalam dunia pendidikan. Dengan memperbaiki strategi
pembelajaran yang digunakan untuk mengangkat muatan lokal dalam pembelajaran
khususnya pada jenjang pendidikan SMK. Diharapkan potensi-potensi yang dimiliki suatu
daerah akan dapat dipahami dan diaplikasikan dalam duania pendidikan sejak awal.

       Kami menyadari adanya kekurangan dalam penyusunan laporan perancangan E-
Learning ini. Demi sempurnanya laporan ini, penulis mengharap kritik dan saran yang
membangun dari pembaca. Dan semoga laporan ini bisa menjadi sumber informasi yang
bermanfaat bagi pembaca.




                                                                       Surabaya, 6 Juni 2010




                                                                              Penulis




                                                                                           i
                        DAFTAR ISI

COVER DEPAN…………………………………………………………………………..                    i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………… 1

   1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………… 1

   1.2 Tujuan dan Manfaat …………………………………………………………… 2

   1.3 Rumusan Masalah ……………………………………………………………... 2

   1.4 Batasan Masalah ………………………………………………………………. 2

BAB II ISI ………………………………………………………………………………… 3

   2.1 LANDASAN TEORI ………………………………………………………….

     2.1.1 LMS (Learning Management System) ………………………………….

     2.1.2 E-Learning ………………………………………………………………

     2.1.3 Moodle …………………………………………………………………..

   2.2 METODOLOGI ……………………………………………………………….

BAB III PENUTUP ………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………...

LAMPIRAN ……………………………………………………………………………….




                                                                 i
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS WEB UNTUK
 MATA PELAJARAN BUDI DAYA IKAN PADA SMKN 1
       KELAUTAN BANTUL-YOGYAKARTA




                          Oleh:

             Indra Lesmana        091024003
             Sabar                091024024
             Narulita S K         091024025
             Nurul Qolbi          091024035
             Nora Kurniawati      091024203




          PRODI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
  JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
           FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
          UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
                      2010

                                               i

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1582
posted:6/15/2010
language:Indonesian
pages:19