BAB I by pwb10855

VIEWS: 979 PAGES: 12

More Info
									                                                                                                 1
                                             BAB I
         PENYEMBUHAN BAGI PENDERITA ANXIETY NEUROSIS
                    (Telaah Psikoterapi Islami)

A. Latar Belakang Masalah

             Kompleksitas di era modernisasi membuat manusia termarginalisasi
    dari eksistensi kemanusiaan. Terjadi de humanisasi pada masyarakat modern,
    merenggangnya ikatan-ikatan sosial, dan terabaikannya nilai-nilai spiritual.
    Masyarakat        telah    menggelobal       menjadi      satu    komunitas,      satu    sisi
    perkembangan ini memberi manfaat dalam membantu aktifitas manusia.

             Dalam zaman global seperti ini, simbol-simbil zaman modern seperti
    yang ditampakkan oleh peradaban kota tumbuh sangat cepat, jauh melampaui
    kemajuan manusianya, sehingga kesenjangan antara manusia dan tempat di
    mana mereka hidup menjadi sangat lebar.1 Akan tetapi di sisi lain memiliki
    dampak yang luar biasa. Terjadi alienasi pada diri manusia, manusia banyak
    mengalami depresi kejiwaan. Sehingga banyak pelarian-pelarian yang
    dilakukan oleh manusia. Yaitu mencari bentuk-bentuk kebudayaan yang
    harmonis dan parenial.

             Dalam kondisi seperti itu, barangkali manusia akan mengalami konflik
    batin    secara     besar-besaran.      Konflik      tersebut    sebagai     dampak       dari
    ketidakseimbangan antara kemampuan iptek yang mengahasilkan kebudayaan
    materi dengan kekosongan rohani. Kegoncangan batin yang diperkirakan akan
    melanda umat manusia ini, barangkali akan mempengaruhi kehidupan
    psikologis manusia. Pada kondisi ini, manusia akan mencari penentram batin,
    antara lain agama. Hal ini pula barangkali yang menyebabkan munculnya
    ramalan futurolog bahwa di era globalisasi agama akan mempengaruhi jiwa
    manusia.2 Para ahli psikiatri mengakui bahwa setiap manusia mempunyai

        1
            Ahmad Najib Burhani, Manusia Modern Mendamba Allah, Renungan Tasawuf Posotif,
(Jakarta : Mizan Media Utama, 2002), hlm. 166
          2
            Jalaluddin, Psikologi Agama, Edisi Revisi, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2000),
hlm. 197
                                                                                      2
kebutuhan-kebutuhan rohani maupun kebutuhan sosial, bila kebutuhan
tersebut terpenuhi, maka manusia akan berusaha untuk menyesuaikan diri
dengan kenyataan yang dihadapinya.

          Ada wilayah yang terpinggirkan dalam kehidupan manusia yaitu
bidang      kejiwaan.     Tekhnologi     yang     seharusnya     membantu       manusia
menyelesaikan persoalan-persoalan malah muncul sebagai persoalan baru.
Akibatnya kebahagiaan dan ketentraman sering tidak berpihak kepada
sebagian umat manusia. Perkembangan ilmu dan tekhnologi menandai
hadirnya modernisasi tersebut. Berbagai teori muncul dari perkembangan
ilmu, termasuk ilmu tentang kejiwaan atau psikologi.

          Kemajuan di bidang transportasi dan komunikasi, juga proses
urbanisasi dan modernisasi mengakibatkan banyak perubahan drastis pada
pola kehidupan manusia yang penting ; misalnya pada struktur sosial, norma,
interst, kontrol sosial, sikap, gaya hidup dan lain-lain. Bahkan yang dahulunya
bersifat familial dan lokal, kini diubah menjadi bersifat nasional dan
internasional. Struktur sosial dan interst-interst kelompok begitu cepatnya,
sehingga pengalaman dan pengetahuan lama sudah tidak sesuai, dan tidak bisa
dipakai untuk memahami atau menanggapi permasalahan-permasalahan
penting diera modern sekarang.3

          Dependensi diri manusia secara sosial menjadi semakin besar pada
kekuatan-kekuatan di luar dirinya. Dan dengan pengalaman-pengalaman yang
diperoleh pada masa lampau, acapkali dia tidak sanggup lagi menyesuikan
diri pada zaman sekarang, juga tidak mampu berfungsi secara inteligent di
tengah ratusan organisasi perlembagaan tadi. Akibatnya mereka merasa cemas
dan bingung secara berkepanjangan ; dan pada akhirnya terganggulah
jiwanya.4



   3
       Kartini Kartono, Hygiene Mental, (Bandung : Mandar Maju, 2000), hlm. 193-194
   4
       Ibid., hlm. 194-195
                                                                                             3
          Menurut Zakiah Daradjat, gangguan kejiwaan itu terbagi menjadi dua
macam, yaitu neurosis (gangguan jiwa) dan psikosis (sakit jiwa). Neurosis
dapat dikategorikan sebagai suatu gangguan jiwa atau mental yang ringan,
sedangkan psikosis merupakan gangguan jiwa atau mental yang parah. Pada
penderita neurosis hanya perasaannya saja yang terganggu. Oleh karena itu
penderita      masih     bisa    merasakan      apa    yang     dihadapinya      sehingga
kepribadiaannya tidak memperlihatkan kelainan yang berarti dan masih
berada dalam alam kenyataan. Sedangkan pada penderita psikosis tidak saja
perasaannya yang terganggu tetapi juga pikiran dan kepribadiannya.
Kepribadiannya nampak tidak terpadu karena integritas kehidupannya tidak
berada dalam alam kenyataan yang sesunggguhnya.5

          Kesehatan mental yang terganggu berpengaruh buruk terhadap
kesejahteraan dan kebahagiaan. Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh
gangguan atau penyakit mental tersebut antara lain dapat dilihat dari perasaan,
pikiran, tingkah laku dan kesehatan badan. Dan dari segi perasaan, gejalanya
antara lain menunjukkan rasa gelisah, iri, dengki, sedih, kecewa, putus asa,
bimbang dan rasa marah. Dari segi pikiran dan kecerdasan, gejalanya antara
lain lupa dan tidak mampu mengkonsentrasikan pikiran dan suatu pekerjaan
karena kemampuan berfikir menurun. Dari segi tingkah laku sering
menunjukkan tingkah laku yang tidak terpuji, seperti suka menganggu
lingkungan, mengambil milik orang lain, menyakiti dan memfitnah. Apalagi
keadaan buruk ini berlarut-larut dan tidak mendapatkan penyembuhan, besar
kemungkinan penderita akan mengalami psikosomatik atau penyakit jasmani
yang disebabkan oleh gangguan kejiwaan, seperti hipertensi (darah tinggi),
lumpuh, gangguan pencernaan dan lemah syaraf.6

          Dalam psikoterapi ternyata yang menjadi kendala utama dalam sikap
dan tindakan adalah perasaan, jika perasaan terganggu, maka terganggu pula
jiwanya. Sebagai alternatif pencegahannya adalah melaksanakan ajaran agama

   5
       Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental, (Jakarta : CV. Gunung Agung, 1993), hlm. 33
   6
       A.F. Jaelani, Penyucian Jiwa dan Kesehatan Mental, (Jakarta : Amzah, 2000), hlm. 82
                                                                                          4
    (beriman), karena salah satu fungsi iman adalah terciptanya perasaan yang
    tentram. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat : 57 :

     {57 : ‫ﻳﺎاﻳﻬﺎاﻟﻨﺎس ﻗﺪﺟﺎءﺗﻜﻢ ﻣﻮﻋﻈﻪ ﻣﻦ رﺑﻜﻢ وﺷﻔﺎء ﻟﻤﺎﻓﻲ اﻟﺼﺪ ور وهﺪى ورﺣﻤﻪ ﻟﻠﻤﺆ ﻣﻨﻴﻦ }ﻳﻮﻧﺲ‬

    Artinya : “ Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran
              dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
              berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang
              yang beriman (QS. Yunus : 57) .”7

            Orang yang pertama mengemukakan tentang pentingnya terapi
    keagamaan atau keimanan adalah William James, seorang filosuf dan ahli
    jiwa dari Amerika Serikat, ia mengatakan bahwa tidak diragukan lagi terapi
    terbaik bagi kesehatan adalah keimanan kepada Tuhan, sebab individu yang
    benar-benar religius akan selalu siap menghadapi malapetaka yang akan
    terjadi.8

            Agama sejak dahulu dengan ketentuan dan hukumnya telah dapat
    membendung terjadinya gangguan kejiwaan, yaitu dengan dilahirkannya
    segala kemungkinan-kemungkinan sikap, perasaan dan perilaku yang
    membawa pada kegelisahan, jika terjadi kesalahan yang pada akhirnya
    membawa penyesalan pada orang yang bersangkutan, maka agama akan
    memberi jalan untuk mengembalikan ketenangan batiniah dengan meminta
    ampunan kepada Tuhan.9

            Pengkajian secara cermat permasalahan yang berkaitan dengan
    psikologi agama memang sudah sejak permulaan pengembangan Islam sudah
    ada. Tetapi karena ajaran Islam merupakan ajaran yang berpusat pada upaya
    pmbentukan akhlak yang mulia dalam upaya memenuhi tuntutan agar dapat
    menjadi pengabdi Allah yang patuh, maka Islam cenderung dilihat dari aspek
    ajaran yang tunggal, yaitu agama. Ilmu-ilmu ke-Islaman di pandang sebagai

        7
           Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Semarang : PT. Karya Toha Putra, 1998), hlm. 315
        8
           M. Utsman Najati, Al-Qur’an wa al-Nafs, diterjemahkan oleh : Rof’i Usmani Dengan
Judul : Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa, (Bandung : Pustaka, 1997), hlm. 283
         9
           Zakiah Daradjat, Peranan Agama dan Kesehatan Mental, (Jakarta : CV. Masagung,
1994), hlm. 7
                                                                                          5
    tak terpisahkan dari Islam sebagai agama wahyu. Dengan demikian baru
    abad-abad terakhir ini timbul kesadaran para ilmuwan untuk melihat ajaran
    Islam tersebut dari pendekatan disiplin ilmu, layaknya sistem pendekatan
    keilmuan yang berkembang dikalangan ilmuwan barat.10

             Islam memberikan paradigma moral dengan Al-Qur’an dan As-
    Sunnah Nabi Muhammad saw. adalah jujur yang membawa pesan-pesan
    moral secara aplikatif dan konkrit di dalam kehidupan sehari-hari, baik moral
    atau akhlak dihadapan Rabb-Nya, sesama makhluk-Nya maupun lingkungan
    dan alam sekitarnya.

             Moral, akhlak atau tingkah laku merupakan ekspresi dari kondisi
    mental dan spiritual. Ia muncul dan hadir secara spontan dan otomatis, tidak
    dapat di buat-buat atau di rekayasa. Perbuatan dan tingkah laku itu kadang
    tidak disadari olek subyek, bahwa perbuatan dan tingkah lakunya
    menyimpang dari norma-norma agama (Islam) dan akhirnya dapat
    membahayakan dirinya dan orang lain.11

             Allah mewajibkan berbagai ibadah seperti shalat, zakat, puasa, dzikir,
    haji dan sebagainya. Karena dengan pelaksanaan ibadah tersebut seorang
    mukmin secara ikhlas dan teratur akan membuatnya meraih hal-hal yang
    sifatnya terpuji, yang merupakan unsur-unsur kesehatan jiwa yang
    sesungguhnya. Selain itu hal ini juga akan membekalinya sebagai penangkal
    dari berbagai macam penyakit jiwa.12 Dengan melakukan amalan di atas maka
    terapi bagi penderita anxiety neurosis dengan amalan-amalan tersebut akan
    menjadikan manusia dekat dengan Allah SWT. sehingga penderita akan
    terhindar dari gangguan-gangguan kejiwaan.




        10
             Jalaluddin, op. cit., hlm. 49
        11
             M. Hamdani Bakran Adz Dzaky, Konseling dan Psikoterapi Islam, (Penerapan Metode
Sufistik), (Yogyakarta : Fajar Pustaka baru, 2002), hlm. 249-250
          12
             M. Utsman Najati, op. cit., hlm. 307
                                                                             6
B. Alasan Pemilihan Judul

   1. Manusia yang hidup dalam era modernisasi telah banyak memunculkan
       persoalan-persoalan kejiwaan yang tidak mungkin terselesaikan dengan
       sekedar menggunakan alat-alat tekhnologi. Oleh karena itu diperlukan
       terapi yang bersifat keagamaan. Karena dimungkinkan agama kaya akan
       terapi psikis.

   2. Kontribusi Islam dalam ilmu kedokteran dan kesehatan, sehingga banyak
       kasus yang dihadapi penderita gangguan jiwa khususnya penderita anxiety
       neurosis dapat disembuhkan dengan pengobatan-pengobatan agama
       berupa pelaksanaan ajaran-ajaran agama Islam.

   3. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam Islam adalah Psikoterapi
       Islam. Maka dalam penelitian ini akan dianalisis penerapan Psikoterapi
       Islam bagi penderita anxiety neurosis dan metodenya.

   4. Keefektifan psikoterapi menangani persoalan kejiwaan telah dialami oleh
       kalangan masyarakat. Dengan demikian besar kemungkinan untuk
       menjadikan psikoterapi Islam diberikan pada penderita gangguan
       kejiwaan dengan menggunakan metode pelaksanaan amalan ibadah dalam
       kehidupan sehari-hari.



C. Penegasan Judul

          Guna memberikan gambaran yang jelas serta menjaga agar tidak
   terjadi kesalahpahaman dalam pembahasan, maka perlu penjelasan dan
   penegasan istilah-istilah yang dipergunakan dalam judul tersebut. Hal ini
   bertujuan untuk mendukung pembahasan yang proporsional.


   1. Anxietas (anxiety)    :   adalah   penghayatan   emosional   yang   tidak
     menyenangkan, berhubungan dengan antisipasi malapetaka yang akan
                                                                                             7
     datang. Tingkatnya bervariasi dari perasaan cemas dan gelisah yang ringan
     sampai ketakutan dan terancam, namun seringkali tanpa adanya alasan atau
     penyebab nyata yang sepadan.13


   2. Neurosis : adalah kelainan mental yang pada umumnya bersifat oleh
     keluhan dan gejala afektif, pemikiran dan dorongan perbuatan, yang
     mengganggu rasa sejahtara dan kelancaran hidup. Tanpa pengurangan yang
     mencolok dalam kemampuan menilai realitas dan tilikan (insight) dalam
     kehidupan sosial, dan tanpa keretakan dalam kepribadian.14


   3. Anxiety neurosis : adalah simptom              ketakutan dan kecemasan kronis,
     sungguhpun tidak asa rangsangan yang spesifik, misalnya takut mati, takut
     menjadi gila, dan macam-macam ketakutan yang tidak dapat dikategorikan
     dalam fobia.15


   4. Psikoterapi Islami : adalam proses pengobatan dan penyembuhan suatu
     penyakit apakah itu mental, moral, maupun fisik dengan melalui bimbingan
     Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi Muhammad saw.16



D. Permasalahan

           Untuk memperjelas masalah yang dibahas, penulis merumuskan
   permasalahan adalah :

   1. Bagaimana metode psikoterapi Islam bagi penderita anxiety neurosis ?
   2. Bagaimana        kemungkinan penerapan metode psikoterapi Islam bagi
      penderita anxiety neurosis ?
   3. Bagaimana kelebihan, kelemahan metode psikoterapi Islam dan upaya
      mengatasi kelemahan metode psikoterapi Islam.

      13
         Bachtiar Lubis, Pngantar Psikiatri Klinik, FKUI, (Jakarta : Gaya Baru, 1993), hlm. 78
      14
         Ibid., hlm. 99
      15
         Kartini Kartono, op. cit., hlm. 120
      16
         M. Hamdani Bakran Adz Dzaky, op. cit., hlm. 222
                                                                              8
E. Tujuan Penulisan Skripsi

          Berdasarkan permasalahan di atas, maka maka penulisan skripsi ini
   bertujuan untuk :

    1. Mengetahui metode psikoterapi Islam bagi penderita anxiety neurosis.

    2. Mengetahui penerapan metode psikoterapi Islam bagi penderita anxiety
      neurosis.


F. Telaah Pustaka

          Dalam buku Dr. Zakiah Daradjat yang berjudul “Kesehatan Mental”
   menjelaskan aneka macam persoalan mengenai kesehatan mental dan
   ketenangan jiwa, dalam bukunya mengupas keadaan jiwa seseorang yang
   menderita berbagai macam problema dalam hidupnya, pasien yang menderita
   gangguan jiwa, orang yang kehilangan kebahagiaan. Manusia yang memiliki
   dua unsur, unsur fisik dan unsur psikis, Zakiah Daradjat di sini menerangkan
   bagaimana sebenarnya yang dihadapi manusia pada masa modern seperti ini.

          Dalam bukunya M. Hamdani Bakran Adz Dzaky, yang berjudul
   “Konseling dan Psikoterapi Islam (penerapan Metode Sufistik)”, yang
   membahas tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pskioterapi Islam,
   serta metode-metode yang digunakan bagi mereka yang sedang mengalami
   kegoncangan jiwa lainnya, baik yang sifatnya psikosis, maupun mereka yang
   masih dalam taraf neurosis.

          Dalam buku yang berjudul “Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa” yang
   diterjemahkan oleh Rof’i Usmani dari “Al-Qur’an wa al-Nafs”, karangan Dr.
   Utsman Najati, menjelaskan tentang kondisi kejiwaan manusia dalam Al-
   Qur’an al Karim, dan menyusun gambaran secara jelas tentang kepribadian
   dan perilaku manusia. Ini diharapkan bisa melapangkan jalan bagi kajian-
   kajian baru tentang ilmu jiwa yang berusaha untuk meletakkan landasan bagi
                                                                                             9
   teori-teori baru tentang kepribadian, yang realitas-realitas dan konsep-
   konsepnya tentang manusia yang ada dalam Al-Qur’an.



G. Metode Penulisan Skripsi

   1. Metode pengumpulan Data

      Sesuai dengan kajian skripsi ini, maka penelitian yang penulis lakukan
      ialah menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu
      jenis penelitian yang data-datanya berasal dari buku-buku yang relevan
      dengan judul skripsi ini, antara lain :

      a. Psikologi Agama, Karya Dr. Jalaluddin, th. 2002
      b. Pnyucian Jiwa dan Kesehatan Mental, Karya A.F. Jaelani, th. 2000
      c. Integrasi Psikologi dengan Islam, karya Djumhana Bastaman, th. 2001
      d. Kedokteran dalam Islam, karya Ahmadie Thaha, th. 1994
      e. Nuansa Psikologi Islam, karangan Abdul Mujib dan Mudzakir, th.
            2001
      f. Hygiene Mental, karya Kartini Kartono, th. 2000, dan lain-lain.

   2. Metode Analisis Data

      a. Metode Deskriptif

             Merupakan metode penelitian dalam rangka untuk menguraikan secara
             lengkap, teratur dan teliti suatu obyek penelitian.17

      b. Metode Deduktif

             Cara berfikir yang dimulai dari satu pengertian yang bersifat umum
             kemudian ditarik suatu kesimpulan yang bersifat khusus.18


      17
           Sudarto, Metode Penelitian Filsafat, (Jakarta : Rajawali Pers, 1996), hlm. 116
      18
           Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, (Yogyakarta : Andi Offset, 1989), hlm. 36
                                                                                                10
          c. Metode Analisis Isi (Content Analisis)

                 Yaitu suatu metode studi dan analisis data secara sistematis dan
                 objektif.19

                 Metode ini digunakan untuk menganalisa secara mendalam tentang
                 penerapan metode psikoterapi Islami bagi penderita anxiety neurosis.



H. Sistematika Penulisan Skripsi

                 Guna memberikan gambaran yang jelas dan menyeluruh sehingga
    pembaca dapat memahami tentang isi skripsi ini, penulis memberikan
    sistematika penulisan dengan penjelasan secara garis besar.

                 Skripsi ini terdiri dari lima bab pembahasan yang saling terkait.
    Adapun bab-bab tersebut adalah sebagai berikut :

                 Bab pertama, merupakan bab pendahuluan yang menguraikan latar
    belakang penulisan skripsi, alasan pemilihan judul, penegasan judul, rumusan
    masalah, tujuan penulisan skripsi, telaah pustaka, metode penulisan skripsi
    dan sistematika penulisan skripsi.

                 Bab kedua, berisi tentang gambaran umum dalam pembahasan
    masalah yang terdiri dari tiga sub. Sub pertama tentang metode psikoterapi
    Islam yang terdiri dari pengertian psikoterapi Islam, konsep Islam tentang
    psikoterapi, fungsi dan tujuan psikoterapi, Islam, metodologi psikoterapi
    Islam. Sub kedua berisi tentang anxiety neurosis, yang terdiri dari pengertian
    anxiety neurosis, faktor penyebab anxiety neurosis, jenis-jenis anxiety
    neurosis. Sub ketiga, berisi tentang Psikoterapi Islam Hubungannya dengan
    Pernderita Anxiety neurosis.



          19
               Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta : Rakesarasin, 1991),
hlm. 49
                                                                            11
         Bab ketiga adalah uraian pembahasan tentang metode psikoterapi
Islami bagi penderita anxiety neurosis, yang terdiri dari dua sub. Sub pertama
tentang metode psikoterapi Islami secara ibadah mahdloh yang terdiri dari
shalat, puasa, zakat. Sub kedua tentang metode psikoterapi Islami secara
ibadah ghoiru mahdloh yang terdiri dari dzikir, taubat, ketakwaan, kesabaran.

         Bab keempat merupakan analisis tentang kelebihan dan kelemahan
metode psikoterapi Islami hubungannya dengan penderita anxiety neurosis.
Bab keempat ini berisi tiga sub pembahasan, sub pertama, tentang kelebihan
metode psikoterapi Islami, sub kedua, kelemahan metode psikoterapi Islami,
sub ketiga, upaya-upaya untuk mengatasi kelemahan metode Psikoterapi
Islam.

         Skripsi ini ditutup dengan bab kelima yaitu bab penutup, yang memuat
simpulan penulis dari pembahasan skripsi ini, saran-saran dan kalimat
penutup.
                                                                              12
                              DARTAR PUSTAKA

A.F. Jaelani, Penyucian Jiwa dan Kesehatan Mental, Jakarta : Amzah, 2000

Ahmad Najib Burhani, Manusia Modern Mendamba Allah, Renungan Tasawuf
      Posotif, Jakarta : Mizan Media Utama, 2002

Al-Qur’an dan Terjemahan, Semarang : PT. Karya Toha Putra, 1998

Bachtiar Lubis, Pngantar Psikiatri Klinik, FKUI, Jakarta : Gaya Baru, 1993

Jalaluddin, Psikologi Agama, Edisi Revisi, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada,
         2000

Kartini Kartono, Hygiene Mental, Bandung : Mandar Maju, 2000

M. Hamdani Bakran Adz Dzaky, Konseling dan Psikoterapi Islam, (Penerapan
      Metode Sufistik), Yogyakarta : Fajar Pustaka baru, 2002

M. Utsman Najati, Al-qur’an dan Ilmu Jiwa, Bandung : Pustaka, 1997

Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta : Rakesarasin,
      1991

Sudarto, Metode Penelitian Filsafat, Jakarta : Rajawali Pers, 1996

Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, Yogyakarta : Andi Offset, 1989

Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental, Jakarta : CV. Gunung Agung, 1993

-------------------, Peranan Agama dan Kesehatan Mental, Jakarta : CV. Masagung,
           1994

								
To top