Sekilas perbankan syariah by daewan

VIEWS: 178 PAGES: 1

									                                   Sekilas perbankan syariah

Sama seperti lembaga intermediasi keuangan lainnya, mekanisme dasar bank syariah adalah
menerima dana dari nasabah pemilik uang dan menyalurkannya pada nasabah lain yang
memerlukan. Perbedaannya pada pemberian manfaat baik yang diterima nasabah maupun bank,
yakni dilakukan dengan skema pembiayaan yang sesuai syariat Islam yang bebas riba. Secara
prinsip ada tiga aspek yang membedakan.

Akad
Semua transaksi dalam bank syariah harus menggunakan akad. Mengutip Adiwarman Karim,
akad merupakan salah satu konsep dasar perjanjian dalam Islam selain wa’ad. Wa’ad adalah
perjanjian satu pihak yang jika ada wanprestasi, pihak yang terkena tidak da-pat menuntut. Akad
adalah kontrak dimana ada dua pihak yang saling berjanji sehingga ikatan persetujuan itu kuat.
Karena wa’ad saja tidak kuat secara hukum, maka dalam perbankan syariah, wa’ad diubah
menjadi wa’ad ala wa’ad (promise over promise) dimana terdapat dua pasal janji. Pasal pertama
berhubungan dengan apa janji itu sendiri dan pasal kedua berhubungan dengan konsekuensinya
bila janji itu diabaikan. Perjanjian pada bank konvensional hanya berdasarkan perjanjian titipan.

Bagi hasil
Konsep yang dipakai bank syariah adalah bagi hasil (profit sharing). Dana nasabah disalurkan
pihak bank dalam skema pembiayaan. Keuntungan dari pembiayaan akan dibagi dua sesuai akad
penabung dan bank.
Dalam bank konvensional, konsep biaya dipakai untuk menghitung imbalan. Bunga yang
dijanjikan kepada penabung merupakan biaya yang harus ditanggung bank. Untuk mendapatkan
keuntungan, bank akan menjual dana yang terkumpul tersebut kepada peminjam dengan bunga
lebih tinggi. Spread yang diterima dari peminjam dan yang diberikan kepada penabung itulah
yang menjadi keuntungan atau kerugian bank.

Sasaran pembiayaan
Pada bank syariah, bank dibatasi prinsip syariah dalam menyalurkan pembiayaan. Pembiayaan
tidak boleh disalurkan pada sektor usaha yang bertentangan atau diharamkan syariat, misalnya
usaha perjudian, penjualan minuman dan makanan yang diharamkan.

Pada bank konvensional, bank bebas menyalurkan pinjaman kepada pihak manapun. Nasabah
tidak mau tahu yang penting bank tetap membayarkan bunga sesuai yang diperjanjikan.

http://web.bisnis.com/sharia/sekilas.htm

								
To top