LANDUNGAN E.COLI PADA IKAN

Document Sample
LANDUNGAN E.COLI PADA IKAN Powered By Docstoc
					    LAPORAN PRAKTEKUM MIKROBIOLOGI


MENGIDENTIFIKASI KANDUNGAN E.COLI
  PADA BERBAGAI SAMPEL MAKANAN




                  OLEH:

        I KOMANG CANDRA WIGUNA

               (0820025045)




PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
          UNIVERSITAS UDAYANA
               DENPASAR
                  2009
                                    BAB I
                            PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang
       Sejak ditemukannya mikroskop oleh Antonie Van Leeuwenhuek maka
orang mengetahui bahwa ada kehidupan makhluk-makhluk kecil berupa bakteri
yang tidak nampak oleh mata talanjang. Sejak ditemukannya bakteri orang-orang
mulai mencari tahu bagaimana bentuk dan sifat bekteri yang bertujuan untuk
mencari tahu apa manfaat yang bisa diperoleh dari keberadaan bakteri tersebut,
apakah bakteri tersebut sifatnya merugikan atau menguntungkan.

       Setelah mengetahui bagaimana peranan serta sifat dari bakteri tersebut,
para ilmuan mulai mengembangkan cara untuk mengembangbiakkan bakteri yang
dianggap menguntungkan serta mengembangkan cara untuk membunuh atau
menghambat pertumbuhan bakteri yang dinggap merugukan bagi kehidupan
manusia.

       Salah satu dari bakteri tersebut adalah Escherecia coli yang biasa dikenal
dengan sebutan E. coli, bakteri ini merupakan bakteri yang sangat umum
ditemukan dalam kehidupan manusia. Bakteri ini sebagian besar hidup di saluran
pencernaan manusia dimana dalam jumlah tertentu bakteri ini bisa menimbulkan
penyakit diare pada manusia. Walaupun bersumber dari saluran pencernaan
manusia, namun dalam situasi tertentu bakteri ini mampu hidup di luar tubuh
manusia bahkan pada makanan dan minumam yang kita makan, tidak
mengherankan jika diare bisa menular antar satu orang ke orang lain.

       Untuk mengatasi hal tersebut maka orang-orang mencari cara mencegah
penularan serta perkembangan bakteri Escherecia coli terutama yang menular
lewat makanan dan minuman. Makanan yang tidak hiegenis yang banyak dijual di
pasaran serta di pinggir jalan sangat berpotensi mengandung bakteri escherecia
coli. Sebagai seorang mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat sudah sepantasnya
manggulangi permasalahan tersebut, untuk itu diperlukan pengetahuan akan sifat



canzyber@yahoo.com                                                     canzyber.com
serta morfologi escherecia coli itu sendiri. Hal tersebutlah yang melandasi kami
untuk melakukan suatu praktikum serta penyusunan laporan ini, sehingga
nantinya laporan praktikum ini bisa bermanfaat dalam implementasi ilmu
kesehatan masyarakat, baik itu sebelum atauppun setelah lulus dari perguruan
tinggi.




1.1 Rumusan Masalah
1.1.1 Apa yang menandakan adanya E.coli pada sampel makanan?
1.1.2 Bagaimana morfologi bakteri pada sampel makanan?
1.1.3 Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengidentifikasian
          bakteri E.coli?
1.2 Tujuan
1.2.1 Mengetahui ada tidaknya E.coli pada sampel makanan.
1.2.2 Mengetahui morfologi bakteri pada sampel makanan.
1.2.3 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengidentifikasian
          bakteri E.coli.
1.3 Manfaat
          Melatih kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan
          instrumen-instrumen di laboratorium dan mengetahui ada tidaknya
          kandungan E.coli dalam sampel yang diamati




canzyber@yahoo.com                                                   canzyber.com
                                     BAB II
                        TINJAUAN PUSTAKA



2.1. Struktur Bakteri

       Struktur bakteri tersusun menjadi dua yaitu:

    1. Struktur dasar sel bakteri
      a. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan
          polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri
          gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila
          peptidoglikannya tipis).
      b. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma
          tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein.
      c. Sitoplasma adalah cairan sel.
      d. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas
          protein dan RNA.
      e. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan
          yang dibutuhkan.
    2. Struktur tambahan bakteri:
      a. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis
          bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila
          lapisannya tipis disebut lapisan lender Kapsul dan lapisan lendir
          tersusun atas polisakarida dan air.
      b. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau
          spiral yang menonjol dari dinding sel.
      c. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang
          menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih
          pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan
          hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur
          sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.



canzyber@yahoo.com                                                     canzyber.com
      d. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma
          dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses
          fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan
          fotosintesis.
      e. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan
          berfotosintesis.
      f. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri
          gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak
          menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung
          sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora
          yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan
          terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika
          kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi
          sel bakteri baru.
2.2. Bentuk Bakteri

         Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang
    (basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang
    disebut kokobasil. Berbagai macam bentuk bakteri :

         1.   Bakteri Kokus :
               Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal
               Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
               Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan
                 berbentuk segi empat.
               Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan
                 membentuk kubus
               Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus
                 berdempetan membentuk rantai.
               Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus
                 berdempetan seperti buah anggur
         2.   Bakteri Basil :

               Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal



canzyber@yahoo.com                                                      canzyber.com
               Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
               Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan
                  membentuk rantai
         3.   Bakteri Spirilia :

               Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
               Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
               Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma



2.3. Alat Gerak Bakteri
         Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah
    struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
    Flagellum memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang
    menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi
    kehidupannya. Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri
    dan letak yang berbeda-beda pula yaitu

         1.Monotrik : bila hanya berjumlah satu
         2.Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
         3.Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
         4.Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri
2.4. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri
         Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan
    peningkatan    ukuran    populasi.    Faktor–faktor     yang      mempengaruhi
    pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum adalah :

         1.Suhu
         2.Derajat keasaman atau pH
         3.Konsentrasi garam
         4.Sumber nutrisi
         5. Zat-zat sisa metabolism
         6. Zat kimia




canzyber@yahoo.com                                                       canzyber.com
2.5. Klasifikasi
        Superdomain         : Phylogenetica

        Filum               : Proterobacteria

        Kelas               : Gamma Proteobacteria

        Ordo                : Enterobacteriales

        Family              : Enterobacteriaceae

        Genus               : Escherichia

        Species             : Escherichia Coli

2.6. Morfologi

       E. coli merupakan bakteri berbentuk batang dengan panjang sekitar 2
micrometer dan diamater 0.5 micrometer. Volume sel E. coli berkisar 0.6-0.7
micrometer kubik. Bakteri ini termasuk umumnya hidup pada rentang 20-40
derajat C, optimum pada 37 derajat. Kita mungkin banyak yang tidak tahu jika di
usus besar manusia terkandung sejumlah E. coli yang berfungsi membusukkan
sisa-sisa makanan. Dari sekian ratus strain E. coli yang teridentifikasi, hanya
sebagian kecil bersifat pathogen, misalnya strain O157:H7. Bakteri yang namanya
berasal dari sang penemu Theodor Escherich yang menemukannya di tahun 1885
ini merupakan jenis bakteri yang menjadi salah satu tulang punggung dunia
bioteknologi. Hampir semua rekayasa genetika di dunia bioteknologi selalu
melibatkan E. coli akibat genetikanya yang sederhana dan mudah untuk
direkayasa. Riset di E. coli menjadi model untuk aplikasi ke bakteri jenis lainnya.
Bakteri ini juga merupakan media cloning yang paling sering dipakai. Teknik
recombinant DNA tidak akan ada tanpa bantuan bakteri ini.

2.7. Pewarnaan Gram

       Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada
komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel
dan membran sitoplasma organisme gram positif, sedangkan penyingkiran zat




canzyber@yahoo.com                                                      canzyber.com
lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alkohol
memungkinkan hilang dari sel. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal
yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negatif
lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm).

                  Sifat                       Gram positif           Gram Negatif
Komposisi dinding sel                    Kandungan lipid rendah       Lipid tinggi
Ketahanan terhadap penisilin                  Lebih sensitif          Lebih tahan
Penghambatan warna basa                      Lebih dihambat        Kurang dihambat

Kebutuhan nutrien                               Kompleks           Relatif sederhana
Ketahanan terhadap perlakuan                   Lebih tahan           Kurang tahan
fisik



          Genus bakteri yang termasuk gram negatif adalah Enterobactericeae,
Salmonella spp, Shigella spp, E. coli, Yersinia enterolitica. Sedangkan bakteri
gram positif adalah Staphylococci, Streptococci, Enterococci, Clostridium,
Bacillus.

             Reagen-reagen yang digunakan dalam pengecatan gram adalah:

             1.   Larutan violet kristal hucker (1 tetes) sebagai cat utama yang akan
                  diikat oleh peptidoglikan bakteri.
             2.Iodin (1 tetes) sebagai mordan untuk mengintensifkan cat utama
             3.   Ethanol 95% (secukupnya sampai cat utama luntur), sebagai bahan
                  peluntur untukk melunturkan cat utama
             4.   Safranin (1 tetes) sebagai cat penutup untuk mewarnai kembali sel-
                  sel yang sudah kehilangan warna cat utamanya

             Pada saat pemberian larutan cat kristal violet, bakteri gram positif dan
        negatif sama-sama berwarna ungu. Saat ditetesi iodin, pada gram positif
        terbentuk kompleks iodin kristal violet sehingga sel berwarna biru, demikian
        juga gram negatif. Namun setelah pencucian dengan etanol warna ungu yang
        diikat oleh bakteri gram negatif luntur, sedangkan pada bakteri gram negatif


canzyber@yahoo.com                                                        canzyber.com
   tidak. Pada gram negatif lemak terekstraksi dari dinding sel sehingga pori
   membesar dan kompleks violet kristal-iodin keluar sel, sedangkan pada gram
   posotif dinding sel dehidrasi, pori berkerut dan permeabilitas rendah sehingga
   kompleks violet kristal-iodin terperangkap antara dinding sel dan membran
   sitoplasm sehingga sel tetap biru/ungu. Saat penambahan safranin, bakteri
   gram negatif mengikatnya sedangkan gram negatif melewatkannya.




canzyber@yahoo.com                                                    canzyber.com
                                    BAB III
                              METODELOGI



3.1. Praktikum I

    Pembuatan Tutup Kapas

       Alat dan Bahan:

           Kapas                     secukupnya
          Langkah Kerja:

      1.    Ambil kapas yang agak lebar sebagai bantalan
      2.    Ambil kapas sedikit demi sedikit untuk mengisi kapas lebar tadi
      3.     Setelah cukup, lipat kapas dan bentuk bulatan, rapikan
      4.     Cobalah tutup kapas pada mulut mulut tabung reaksi. Tutup kapas
            yang benar adalah yang berbunyi pada saat dilepaskan dari mulut
            tabung
     Pembuatan Media Lactose Broth

          Alat dan Bahan:

           Lactose Broth merk Scharian                     4,55 gram
           Aquades                                         + 350 mL
           Tabung reaksi                                   6 buah/kelompok
           Tabung durham                                   6 buah/kelompok
           Tabung erlenmeyer                               1 buah
           Pipet volum dan ball filler
           Timbangan analitik
           Autoclave
           Pendingin
          Langkah Kerja:

      1.    Timbang 4,55 gram medium Lactose Broth instant merk Scharian



canzyber@yahoo.com                                                      canzyber.com
      2.   Suspensikan Lactose Broth instant dalam 350 mL aquades
      3.   Masukkan 10 mL suspensi ke dalam tabung reaksi yang telah diisi
           tabung durham,dengan pipet volum dan ball filler. Pastikan dalam
           tabung durham tidak ada udara, tutup mulut tabung reaksi dengan
           tutup kapas
      4. Sterilkan dengan autoclave pada suhu 121 oC pada tekanan 1,5 lbs
           selama 20 menit (untuk efisiensi, cawan petri diautoclave bersamaan
           setelah sebelumnya dibungkus dengan kertas buram)
      5. Simpan media dalam lemari pendingin



3.2. Praktikum II
    Penanaman Sampel Ke Dalam Media Lactose Broth

       Alat dan Bahan:

          Media Lactose Broth dalam tabung reaksi               6 buah
          Pipetman (1000 mikrometer)                            1 buah
          Yellow tips                                           6 buah
          Alkohol                                               secukupnya
          Tissue                                                secukupnya
          Sampel air sumur                                      secukupnya
          Bunsen dan korek api
          Lamina airflow
          Inkubator
          Lemari pendingin
       Langkah Kerja:

      1. Sebelum menggunakan lamina airflow, UV selama 15 menit, pastikan
           tutup kaca telah tertutup dengan rapat. Untuk menjaga kesterilan
           tangan, semprotkan alkohol sebelum bekerja dalam lamina airflow
      2. Buka tutup kapas pada tabung reaksi, bakar mulut tabung pada bunsen
      3. Ambil sampel air sumur dengan pipetman dan yellow tips yang telah
           distel 1000 mikrometer, masukkan pada tabung reaksi




canzyber@yahoo.com                                                   canzyber.com
      4. Bakar kembali mulut tabung pada bunsen, tutup dengan tutup kapas
      5. Simpan tabung berisi sampel dalam inkubator selama 24 jam, lalu
          pindahkan ke lemari pendingin



    Pembuatan Media EMBA

       Alat dan Bahan:

         Medium EMBA instant                                10,8 gram
         Aquades                                            300 mL
         Timbangan analitik
         Tabung erlenmeyer                                  1 buah
         Cawan petri yang sudah diautoclave sebelumnya      3
          buah/kelompok
         Alkohol                                            secukupnya
         Kertas aluminium foil
         Lamina airflow
       Langkah Kerja:

      1. Menimbang 10,8 gram medium EMBA instant
      2. Suspensikan dengan 300 mL aquades pada tabung erlenmeyer melalui
          tiga tahap
      3. Tutup dengan aluminium foil, autoclave kembali
      4. Setelah diautoclave, tuangkan + 20 mL suspensi ke masing-masing
          cawan petri di dalam lamina airflow
      5. Menunggu hingga medium menjadi padat, bungkus, letakkan di lemari
          pendingin




canzyber@yahoo.com                                                canzyber.com
3.3. Praktikum III
     Streak Sampel pada Media EMBA

       Alat dan Bahan:

         Medium EMBA pada cawan petri                            3
          buah/kelompok
         Sampel pada tabung reaksi                               6
          tabung/kelompok
         Jarum ose                                               1 buah
         Bunsen dan korek api
         Alkohol                                                 secukupnya
         Tissue                                                  secukupnya
         Inkubator
         Lemari pendingin
         Lamina airflow
       Langkah Kerja:

      1. Semprotkan alkohol pada tangan agar steril, pindahkan alat-alat yang
          akan digunakan ke lamina airflow, nyalakan blower dan buka kaca
          penutup secukupnya agar ruang kerja tidak terkontaminasi
      2. Bagi medium menjadi dua dengan memberi batas spidol pada cawan
          petri, satu sampel pada tabung distreak pada satu bagian.
      3. Bakar jarum ose pada bunsen sampai berpijar dalam posisi vertikal,
          dinginkan. Untuk mengecek sudah dingin atau belum, bisa
          disentuhkan pada media agar.
      4. Buka tutup kapas, bakar mulut tabung pada bunsen, ambil sampel
          dengan jarum ose, bakar kembali mulut tabung, kemudian tutup
          dengan tutup kapas.
      5. Buat streak yang rapat pada media agar dengan jarum ose yang telah
          berisi sampel, hentikan pada satu titik
      6. Bakar kembali jarum ose, tunggu hingga dingin




canzyber@yahoo.com                                                    canzyber.com
      7. Lanjutkan kembali membuat streak dari titik henti tadi, kali ini streak
          dibuat renggang
      8. Tutup cawan petri, bungkus, masukkan ke inkubator selama dua hari.
          Setelah dua hari, lihat ada atau tidaknya warna hijau metalik
          (indikator adanya bakteri Eschericia coli), kaemudian pindahkan
          cawan ke pendingin
      9. Kumpulkan kembali tabung reaksi yang berisi sampel, letakkan di
          lemari pendingin



3.4. Praktikum IV

    Pengecatan Gram

       Alat dan Bahan:

         Biakan bakteri pada media agar (yang berwarna hijau metalik dan
          tidak)
         Gelas objek
         Jarum ose
         Air suling
         Tissue
         Penjepit kaca objek
         Bunsen dan korek api
         Pipet tetes
         Pewarna kristal violet
         Alkohol
         Lugol
         Pewarna safranin




canzyber@yahoo.com                                                   canzyber.com
       Langkah Kerja:

      1. Semprot kaca objek dengan alkohol, lap dengan tissue. Jepit dengan
         penjepit kaca objek, bakar pada bunsen untuk menghilangkan sisa
         alkohol
      2. Bakar jarum ose sampai berpijar, diamkan sebentar sampai dingin,
         ambil sedikit biakan bakteri yang telah diisolasi pada cawan petri,
         buat apusan bakteri dengan setetes air suling dengan menggesek-
         gesekkan jarum ose pada kaca objek (lakukan untuk biakan yang
         berwarna hijau metalik dan yang tidak)
      3. Fiksasi di atas api bunsen dengan jarak sekitar 20 cm dari nyala api.
         Fiksasi sebaiknya jangan terlalu panas agar tidak merusak bentuk sel
         bakteri
      4. Tambahkan setetes pewarna kristal violet pada sediaan, biarkan
         selama 2 menit, kemudian cuci dengan air mngalir dengan cara
         membalik kaca objek (apusan tidak terkena langsung air yang
         mengalir)
      5. Tetesi dengan lugol, biarkan selama 1 menit kemudian cuci dengan
         alkohol selama 30 detik, cuci terbalik dengan air mngalir
      6. Warnai dengan safranin selama 5 detik, cuci kembali dengan air
         mengalir, buang kelebihan air dengan tissue tanpa menggosok sediaan
      7. Keringkan di udara atau di atas api bunsen



    Pengamatan Morfologi Bakteri

       Alat dan Bahan:

        Mikroskop cahaya
        Sediaan bakteri pada kaca objek
        Minyak imersi
        Cover glass




canzyber@yahoo.com                                                   canzyber.com
       Langkah Kerja:

      1. Nyalakan mikroskop, atur cahaya, letakkan kaca objek, dan lihat
         posisi bakteri dengan pembesaran terkecil terlebih dahulu
      2. Setelah menemukan posisi bakteri, perbesar pembesarannya. Amati
         bentuk dan warna bakteri
      3. Untuk melihat dengan pembesaran 1000x, gunakan minyak emersi
         dan cover glass




canzyber@yahoo.com                                                   canzyber.com
                                   BAB IV
                     HASIL DAN PEMBAHASAN



4.1. Hasil Pengamatan
          Dalam praktikum didapatkan hasil mengenai ada tidaknya bakteri
      dalam sampel yaitu E. coli dan coliform.

     1a.Hasil pengamatan penanaman sampel

                                         Ada Tidaknya Gas
No. Tabung
               KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KK1 KK2 KK3 KK4 KK5
 1       A                                      -   -               
 2       B       -                                  -          -     
 3       C       -                                  -          -     
 4       D       -                 -              -   -               
 5       E       -                               -   -          -     
 6       F       -                                  -               



     1b. Hasil Pengamatan pada Media EMBA

                              Ada Tidaknya Warna Hijau Metalik
No. Tabung
               KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KK1 KK2 KK3 KK4 KK5
 1       A       -      -     -      -      -           -       -   -       -
 2       B       -      -     -      -      -           -       -   -       -
 3       C       -      -           -      -        -   -       -   -       -
 4       D       -      -           -      -        -   -       -   -       -
 5       E       -      -     -      -      -        -   -       -   -       -
 6       F       -      -     -            -        -   -       -          -




canzyber@yahoo.com                                                   canzyber.com
   Keterangan :
   KP 1 : air sumur                        KK 1 : jamu gendong
   KP 2 : lawar                            KK 2 : susu kedelai
   KP 3 : kuah pindang                     KK 3 : bumbu lumpia
   KP 4 : nasi kuning                      KK 4 : bumbu pelecing
   KP 5 : sayur urab                       KK 5 : air isi ulang
       Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, ditemukan bahwa bakteri fekal
(E.coli) ada yang berbentuk coccus dan basil. Sedangkan bakteri non-fekal yang
teramati bebentuk basil(dominan) dan beberapa ditemukan coccus.

                                       Pada tabel pertama menunjukan ada
                                 tidaknya gelembung pada tabung durham,
                                 tabung ini di letakkan pada setiap dasar tabung
                                 reaksi,   tabung    ini   bertujuan mengetahui
                                 adanya metabolisme pada bakteri tersebut.
                                 Proses    metabolisme        pada   bakteri     yang
                                 dilakukan secara anaerobik akan menghasilkan
                                 gelembung berupa gas CO2. Coliform adalah
bakteri yang bersifat anaerobik dan sampel diletakkan pada tabung yang telah
ditutup rapat, sehingga hanya sempel yang pada tabung durhamnya terdapat
gelembung udara yang memiliki kemungkinan terdapat E.coli. Berdasarkan hasil
pengamatan dari 60 tabung reaksi terdapat 42 tabung yang pada tabung
durhamnya terdapat gelembung udara atau sebasar 80% dari keseluruhan tabung.




                                       Setelah      mengetahui       ada     tidaknya
                                 gelembung pada tabung reaksi, pembuktian
                                 ada   tidaknya      E.coli    dilakukan       dengan
                                 pembiakan pada EMBA dan pengecatan gram.
                                 Setelah dilakukan pengamatan pada media
                                 EMBA terdapat         6 media EMBA yang
                                 menunjukan warna hijau metalik diantara ke-6




canzyber@yahoo.com                                                         canzyber.com
media tersebut terdapat 1 media yang sebelumnya pada tabung reaksi tidak
menunjukan adnya gelembung, Sehingga dapat disimpulkan bahwa hanya 5 dari
42 yang sampel yang memiliki kemungkinan besar mengandung bakteri E. coli
atau sebesar 14%

4.2. Pembahasan
         Pada table pengamatan untuk sayur urab, semua tabung terdapat
gelembung udaranya,. Pada media EMBA tidak ditemukan koloni berwarna hijau
metalik. Setelah dilakukan pengecatan gram dan dilanjutkan dengan pengamatan
pada mikroskop, preparat coliform non-fekal memperlihatkan morfologi bakteri
yang berbentuk basil dan berwarna ungu. Sedangkan pada sampel EMBA
berwarna hijau metalik yang kami gunakan sebagai pembanding,setelah kami
lakukan pengecatan gram dan kami amati dengan mikroskop terlihat morfologi
bakteri yang berbentuk basil namun warna yang dihasilkan tidak Nampak jelas.
Hal tersebut terjadi karena kesalahan saat melakukan pengecatan gram. Saat
pengecatan gram sampel terlalu lama dipanaskan, sehingga bakteri menjadi
gosong.

         Faktor-faktor yang mempengaruhi pengidentifikasian bakteri E.coli adalah
sebagai berikut :

         Mmedia cair Lactosa Broth yang digunakan untuk media penanaman
          bakteri karena memiliki molekul gula yang lebih sederhana sehingga
          mudah difermentasi oleh bakteri.
         Tabung     durham   pada   tabung    reaksi   yang   digunakan     untuk
          mengidentifikasi adanya metabolism bakteri coliform dimana udara pada
          tabung durham yang merupakan hasil dari fermentasi dari laktosa.
         Media EMBA yang digunakan untuk dapat digunakan untuk penanaman
          bakteri.




canzyber@yahoo.com                                                     canzyber.com
                                    BAB V
                                 PENUTUP



5.1. Simpulan
       Dari urain di atas dapat disimpulkan bahwa E. coli merupakan salah satu
coliform fecal dimana bakteri ini bisa ditemukan di luar tubuh manusia. Bakteri E.
coli dapat menyebabkan penyakit diare dimana salah satu penularannya adalah
dari makanan.

       Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa ada sampel makanan yang
didalamnya terkandung bakteri E. coli. Pengidentifikasian bakteri E. coli tersebut
dilakukan dengan berbagai tahapan, mulai dari pembiakan bakteri pada lactose
broth, penanaman pada EMBA, yang kemudian dilanjutkan dengan pengecatan
gram. Sampel akan dikatakan mengandung bakteri E. coli apabila menunjukkan
warna hijau metalik.

5.2 Saran
       Bakteri E. coli adalah bakteri yang mampu hidup di luar tubuh manusia
dan dapat menyebabkan penyakit diare pada seseorang. Salah satu penyebaran
bakteri ini adalah melalui makanan. Sehingga orang yang menkonsumsi makanan
yang mengandung bakteri E. coli berpotensi untuk menderita diare.

       Untuk alangkah baiknya apabila kita mulai memperhatikan kebersihan
makanan dan minuman yang kita konsumsi. Masyarakat sebaiknya berhati-hati
dalam memilih makanan tidak hanya berdasarkan rasa dan penampilannya
melainkan juga dari kandungan gizi dan kebersihannya. Begitu pula dengan para
penjual dan produsen makanan agar lebih memperhatikan cara pengemasan
produk yang mereka sajikan sehingga dijamin layak dan aman untuk dikonsumsi.




canzyber@yahoo.com                                                     canzyber.com
                         DAFTAR PUSTAKA



Anonim.(t.t).http//www.wikipedia.com.Struktur Sel Bakteri.diakses: 2 Juni 2009.

Anonim.(t.t).http//www.wikipedia.com. Bakteri.diakses:2 Juni 2009.

Anonim.(t.t).http//www.wordpress.com.Medium        dan     Cara      Pembuatan
          Medium.diakses:1 Juni 2009.

Anonim.(2008).http//www.wordpress.com.Bacteri-Ciri
          ciri,Struktur,Perkembangbiakan, Bentuk dan Manfaatnya.diakses: 1
          Juni 2009.

Anonim.2006.http//www.blogsame.com.Mikrobiologi Pangan.diakses: 1 Juni
          2009.

Imron, Tamyis Ali.(2008).http//www.blogspot.com. Pengukuran Coliform Fecal
          Dengan MPN.diakses:31 Mei 2009.

Dewanti,Ratih dan Hariyadi.(t.t).http//wordpress.com.Bakteri Indikator Sanitasi
          dan Keamanan Air Minum.diakses: 1 Juni 2009.

Sujaya, I Nengah.2005.Penuntun Praktikum Mikrobiologi.Denpasar:Program
          Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat.




canzyber@yahoo.com                                                    canzyber.com
Lampiran:




        Lactose Broth   Autoclave




                        Inkubator




        Streak Media      EMBA




canzyber@yahoo.com                  canzyber.com
    Lemari Pendingin    Hasil Streak Media




     Hijau Metalik       Pengecatan Gram




       Mikroskop       Mikroskop (samping)




canzyber@yahoo.com                      canzyber.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1096
posted:6/8/2010
language:Indonesian
pages:23