Docstoc

proposal sapi binal

Document Sample
proposal sapi binal Powered By Docstoc
					                                                                                       1

                                  Executive Summary

        Usaha penggemukan sapi ini berskala 5 ekor sapi dengan bobot awal antara 250
kg/ekor. Penggemukan dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan, sehingga diharapkan dapat
melakukan usaha penggemukan sebanyak 4 periode dalam satu tahun. Target pencapaian
bobot badan harian (PBBH) adalah 1,2-1,6 kg per ekor. Sehingga pada akhir periode
penggemukan bobot sapi yang diharapkan mencapai 358-395 kg/ekor. Usaha akan dilakukan
di wilayah kabupaten Banyuwangi. Di Banyuwangi selain pakan mudah didapat, lahan
pemeliharaannya tersedia cukup banyak. Potensi lainnya, pakan tambahan seperti bekatul
padi, bekatul jagung, ketela pohon, ampas ketela, ampas tahu, dan lain-lain mudah didapat
dan relative murah.
Investasi awal yang diperlukan untuk usaha penggemukan sapi skala 5 ekor sebesar
Rp.25.250.000. Keuntungan bersih yang bisa diperoleh sebesar Rp. Rp. 27.100.000,- selama
satu periode penggemukan (3 bulan) atau Rp. 9.033.000,- per-bulan.
                                                                                           2

                                 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
        Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi rakyat Indonesia, telah dipotong sekitar 1,5
juta ekor sapi lokal untuk menghasilkan kurang lebih 350.000 ton daging sapi yang
diproduksi didalam negeri ditambah dengan mendatangkan sapi bakalan dari Australia tidak
kurang dari 350.000 ekor, dan impor daging beku sekitar 30.000 ton. Jika saja terjadi
peningkatan populasi penduduk 2% per tahun dan populasi sapi di dalam negeri adalah 14%
per tahun dengan kemampuan konsumsi daging (sapi) masyarakat hanya naik 1
gram/kapita/hari, di mana kondisi ini pun masih di bawah normal gizi, maka dibutuhkan
daging sekitar 1.265,8 ton/hari identik dengan 10.548 ekor sapi yang harus dipotong per hari
atau 3,85 juta ekor per tahun. Jika saja 50% penduduk Indonesia tidak mampu membeli
daging sapi, artinya sekitar 120 juta orang masih memerlukan dan mampu membeli daging.
(Rahadi thawaf,UNPAD)
         Prospek usaha penggemukan sapi potong cukup bagus dan menggiurkan sejalan
dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, maka kebutuhan protein hewani akan
meningkat. Selain itu, menurunnya import sapi dari Amerika, Australia, India dan lain-lain
karena penyakit Antrax, mulut dan kuku, serta sapi gila, mendorong peternakan lokal menjadi
trend dan banyak dilirik. Prospek lain yang mendorong adalah menguatnya isu lingkungan
mendorong pemakaian pupuk dan perlakuan organik bagi tanaman meningkat (sapi penghasil
utama pupuk organik dari hewan). Disamping itu trend harga sapi dari tahun ke tahun tidak
pernah menurun, cenderung 5 – 8 % diatas rata-rata inflasi.
        Atas dasar kenyataan tersebut, maka sangat terbuka peluang bagi usaha penggemukan
sapi khususnya diwilayah Banyuwangi. Bisnis penggemukan sapi potong dinilai dapat
terintegrasi dengan bisnis lain dimana bahan baku pakan dapat diperoleh dengan mudah.
Sementara itu, limbah kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan
pupuk organik yang saat ini permintaanya semakin meningkat. Dalam hubunganya dengan
masyarakat sekitar, jenis usaha ini dapat menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, dengan
adanya usaha ini diharapkan juga dapat memberikan edukasi bagi masyarakat sekitar dalam
menumbuhkan jiwa wirausaha dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. Dalam jangka
panjang, usaha ini dapat dikembangkan melalui sistim pemberdayaan masyarakat sekitar
dengan model inti-plasma atau model pola bagi hasil lainya.

B. Tujuan
      1. Investasi di bidang peternakan dengan usaha penggemukan sapi potong yang
          sangat potensial untuk dikembangkan mengingat kebutuhan akan daging nasional
          terus meningkat.
      2. Menjadikan kabupaten banyuwangi menjadi sentral penggemukan sapi potong.
                                                                                       3

                               BAB II PROFIL USAHA

A. Teknis Produksi
        Usaha penggemukan sapi potong ini pada awalnya berskala 5 ekor sapi dengan bobot
awal antara 250 kg/ekor. Penggemukan dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan, sehingga
diharapkan dapat melakukan usaha penggemukan sebanyak 4 periode dalam satu tahun.
Target pencapaian bobot badan harian (PBBH) adalah 1,2-1,6 kg per ekor. Sehingga pada
akhir periode penggemukan bobot sapi yang diharapkan mencapai 358-395 kg/ekor. Apabila
permintaan pasar terus meningkat, tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan usaha
ini dalam skala yang lebih besar.

B. Lokasi
       Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa lokasi mempengaruhi dalam usaha
penggemukan sapi potong. Berdasarkan hal tersebut maka kami memilih lokasi yang sangat
potensial yaitu di Kabupaten Banyuwangi. Pemilihan lokasi ini sesuai dengan persyaratan
yang diperlukan antara lain:
1.     Bebas dari penyakit endemik, misalnya antraks
2.     Dekat dengan sumber air bersih
3.     Dekat dengan akses jalan raya
4.     Dekat dengan kebun hijauan makanan ternak (HMT), atau terdapat sumber pakan
       murah berupa limbah-limbah hasil industri pertanian
5.     Dekat dengan sumber bakalan dan pasar.
       Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah agraris yang sebagian penduduknya
bermatapencaharian sebagai petani. Tanah yang subur menyebabkan sebagian besar tanaman
dapat tumbuh dengan baik. Kondisi ini banyak dimanfaatkan oleh para petani untuk
memelihara sapi potong karena mudahnya mendapatkan rumput untuk makanan. Di
Banyuwangi selain pakan mudah didapat, lahan pemeliharaannya tersedia cukup banyak..
Selain itu produksi Hijauan Makanan Ternak (HMT) setara dengan 240.148 Satuan Ternak
(ST), sedangkan populasi ternak (sapi, kerbau dan domba/kambing) setara dengan 81.4411
ST, sehingga masih dimungkinkan pengembangan ternak sebanyak 158.707 ST (setara
dengan 158.707 ekor sapi). Potensi lainnya, pakan tambahan seperti bekatul padi, bekatul
jagung, ketela pohon, ampas ketela, ampas tahu, dan lain-lain banyak didapat dan relative
murah.(Azwar anas,2009)

C. Kandang
        Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada
kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini
dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan
pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan
digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada
kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu
kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu.
Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi
yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak
mendapatkan pakan.
       Berdasarkan hal tersebut maka kandang yang digunakan di sini berupa kandang
individu dengan ukuran 2 x 1,5 m per ekor, sehingga luas bangunan 1 unit kandang 15 m2.
Kandang dibangun secara permanen dengan alas berupa beton, kerangka bangunan dari kayu
dan atap berupa genting.
                                                                                          4

D. Bakalan Sapi
       Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha
penggemukan. Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri
bakalan yang baik adalah :
          1. Berumur 1,5 sampai 2 tahun.
          2. Jenis kelamin jantan.
          3. Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak
              minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
          4. Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan,
              bukan karena sakit).
          5. Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
          6. Kotoran normal.

       Bakalan sapi yang akan digunakan yaitu sapi lokal peranakan Simental atau Limousin.
Dengan menggunakan kedua jenis sapi tersebut, diharapkan target pertambahan bobot badan
harian (PBBH) bisa mencapai 1,2-1,6 kg. Sapi yang akan digemukkan berumur 1,5 tahun
dengan rata-rata bobot badan antara 358-395 kg/ekor. Dalam usaha peternakan salah satu
faktor penting yang menunjang keberhasilan adalah perawatan kesehatan ternak yang tidak
boleh diabaikan. Untuk tindakan pencegahan penyakit dilakukan secara serius, yang
utamanya adalah dalam bentuk pemberian vaksinasi pencegahan misalnya antrax, antibiotik,
vitamin dan lain-lain. Selain itu, sanitasi kandang tentu juga perlu diperhatikan. Semua itu
perlu diperhatikan mengingat kesehatan adalah salah satu faktor resiko yang menentukan
keberhasilan bisnis peternakan.




                        Gambar 1. Sapi Limousin (sumber: google)
E. Pakan
       Dalam usaha penggemukan sapi potong teknologi pemberian pakan sangat berperan
besar karena sebagai penentu dari keberhasilan usaha penggemukan, apa bila tidak sungguh-
sungguh dalam managemen pemberian pakan dapat terjadi kerugian yang dikarenakan target
berat badan sapi tidak tercapai, maka harus mempertimbangkan nilai gizi dari bahan pakan,
kebutuhan gizi ternak, dan formulasi dalam pemberian pakan. Jenis pakan yang akan
diberikan berupa hijauan dan konsentrat dengan perbandingan 60 : 40. Sehingga untuk sapi
dengan bobot badan 350 kg, maka hijauan segar yang diberikan sebanyak 30 kg dan
konsentrat 5 kg perhari. Pakan hijauan berupa rumput Raja (King Grass) yang bersumber dari
kebun, Sedangkan konsentrat yang akan digunakan merupakan konsentrat ramuan sendiri
                                                                                           5

dengan pertimbangan untuk menekan biaya. Bahan-bahan untuk membuat konsentrat yang
diperlukan diantaranya adalah :dedak halus, dedak kasar, bungkil kelapa, tepung gaplek,
tepung jagung. Kemudian untuk menambah protein dan kalsium sapi dapat menggunakan
siput atau keong dan keremis yang diseleb.

F. Tenaga Kerja

        Tenaga kerja tetap yang akan dipekerjakan yaitu 2 orang, yang menangani 5 ekor sapi.
Tugas dan tanggungjawab pekerja kandang ini meliputi kegiatan penanganan sapi sehari-hari
seperti pemberian pakan, membersihkan kandang, dan pengolahan limbah atau kotoran
ternak. Upah yang diberikan sebesar Rp. 30.000 perhari perorang atau setara 1800.000
perbulan.


G. Sarana dan Prasarana
        Sarana dan prasarana yang diperlukan dalam usaha penggemukan sapi diantaranya
adalah:
           1. Kandang sapi dengan luas 15 m2.
           2. Gudang pakan yang luasnya 2 x 3 m.
           3. Gudang kotoran sapi yang luasnya 2 x 5 m.
           4. Peralatan penunjang seperti : sekrup, sabit, peralatan kebersihan, serta adanya
               instalasi air.
.
Contoh gambar tempat makan sapi                                    Contoh gambar kandang
sapi
                                                                                          6

                                       BAB III PEMASARAN

        Tidak perlu dikwatirkan lagi bahwa peluang pemasaran sapi potong masih sangat
terbuka lebar untuk pemenuhan kebutuhan daging dalam negeri. Hal ini didukung fakta
bahwa neraca produksi daging sapi nasional hanya mampu memenuhi 64,9% dari proyeksi
kebutuhan konsumsi masyarakat. Dengan populasi 11 – 12 juta ekor, produksi daging sapi
nasional maksimal hanya mencapai 249.925 ton. Padahal kebutuhan konsumsi daging
diperkirakan mencapai 385.035 ton per tahun. Itu berarti Indonesia masih kekurangan
135.110 ton atau sekitar 35,1% dari total kebutuhan daging.Hal itulah yang menjadikan usaha
penggemukan sapi mempunyai prospek yang sangat cerah. (Rahadi Thawaf,UNPAD).
        Pemasaran ternak sapi potong membentuk jaringan tataniaga yang sangat komplek.
Jaringan tataniaga ini terbentuk mulai tingkat desa (peternak) sampai konsumen



       Rumah tangga           KELOMPOK
                               TERNAK
         Rumah tangga
           Rumah tangga
              Rumah tangga
                Rumah tangga
                  Rumah tangga
                       Rumah tangga




                   Blantik


                                              Aliran
        Rumah tangga               Jagal      daging


                  Pedagang
              Pengumpul Lintas
              Kabupaten/Provinsi
                                                           Rmh Makan
                                             Pedagang
                                                                           Rumah tangga
             PASAR HEWAN                      daging
                                                           Pdg. Bakso
                                                                                            7

                                  BAB IV
                TEKNIS INVESTASI DAN KELAYAKAN FINANSIAL

A. Biaya investasi awal
       Parameter teknis investasi awal yang digunakan dalam menentukan hasil
penggemukan sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan antara lain : Periode waktu
penggemukan adalah 90 hari. Jumlah sapi yang digemukan adalah 5 ekor, dan diharapkan
dapat dilakukan sebanyak 4 kali dalam satu tahun, namun tidak menutup kemungkinan untuk
dikembangkan jika permintaan pasar terus meningkat. Tenaga kerja yang digunakan sebanyak
2 orang, dalam mengurus sapi tersebut. sehingga dapat diperoleh gambaran biaya langsung
operasional dan hasil usaha penggemukan serta nilai jual yang diperoleh selama satu tahun.
Untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut.

                                Tabel teknis investasi awal

       No                        Keterangan                         Satuan          Jumlah

       1    Periode penggemukan       Hari kerja               Hari             90
                                      Bulan                    Bulan            3
                                      Frekuensi dalam tahun    Kali             4
       2    Pengadaan sapi            Sapi yang dibutuhkan     Bulan            5 ekor
                                      Sapi yang dibutuhkan     Tahun            20 ekor
                                      Berat sapi               Kg               350
                                      Harga sapi               Rp/ekor          4.000.000
       3    Tenaga kerja              Operasional              Orang            2

                                      Gaji operasional         Rp               60.000

       4    Pakan                     Konsumsi rumput          Kg/hari/ekor     30
                                      Komsumsi kosentrat       Kg/hari/ekor     5
                                      Biaya kosentrat          Rp/ekor/hari     3000
       5    Kandang dan peralatan     Biaya kandang            Rp               2.500.000
                                      Biaya peralatan          Rp               800.000
       6    Gudang                    Gudang Pakan dan         Rp               600.000
                                      Kotoran


B. Proyeksi Laba-Rugi

        Untuk mengetahui perkembangan usaha penggemukan sapi, tercermin dari laporan
laba / rugi setiap tahunnya, apakah usaha tersebut dapat memberikan harapan bagi pengusaha,
apakah layak usaha ini untuk dikembangkan. Maka proyeksi laba rugi sangat penting untuk
mengetahui keadaan perusahaan.
Spesifikasi :
   1. Harga per ekor sapi : Rp. 4.000.000
   2. Masa pemeliharaan : 90 hari
   3. Kenaikan berat sapi : 1,6 kg / ekor / hari
   4. Jumlah sapi           : 5 ekor
   5. Kebutuhan pakan : Rp. 3000,- / ekor / hari
                                                                                         8

A. Kebutuhan modal
  1. Pembelian sapi       5 x Rp. 4.000.000 = Rp. 20.000.000
  2. Pakan 90 hari        5 x 90 x Rp. 3000 = Rp. 1.350.000
  3. Sarana dan prasarana Rp. 2.500.000 + Rp. 800.000 + Rp. 600.000 = Rp.3.900.000
  TOTAL MODAL                          Rp. 25.250.000

B. Laba tahun pertama
   - Penjualan sapi setelah penggemukan dalam 1 periode Rp. 9.000.000 x 5 =
       Rp.45.000.000
   - Dalam 4 periode atau satu tahun          Rp. 45.000.000 x 4 = Rp. 180.000.000
   - Biaya operasional dan pakan
       Dalam 1 periode                        Rp. 1.800.000 + Rp. 1.350.000 = Rp.
       3.150.000
   - Biaya operasional dan pakan
       Dalam 4 periode                        Rp. 3.150.000 x 4 = Rp. 12.600.000
Jadi,laba kotor dalam 1 tahun(4 periode) Rp. 180.000.000 - Rp. 12.600.000 = Rp.167.400.000
Laba bersih = Laba kotor - biaya pengadaan sapi - biaya sarana dan prasarana
             = Rp.167.400.000 - Rp. 20.000.000 - Rp.3.900.000 = Rp. 108.400.000


C. Rencana kedepan

      Dalam usaha bisnis sapi yang prospeknya sangat menjanjikan maka rencana
pengembangan kedepan adalah :
         1. Menambah minimal satu sapi bibit dalam satu periode.
         2. Dapat menyediakan bibit sapi untuk usahawan pemula
         3. Memiliki koperasi untuk para kelompok usaha penggemukan sapi di kabupaten
            Banyuwangi.
         4. Dapat memenuhi kebutuhan daging sapi Jawai dan Bali.
                                                                                          9

                                         BAB V
                                        PENUTUP

3.1. Kesimpulan
        Bertitik tolak dari pemaparan dari analisa aspek produksi, analisa aspek ekonomi dan
keuaangan, analisa aspek pemasaran, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
     1. Penggemukan sapi merupakan usaha yang berpotensi untuk dikembangkan. Usaha ini
        layak di kembangkan pada kabupaten banyuwangi.
     2. Usaha ini mempunyai peluang untuk dikembangkan karena cukup feasible untuk
        dijadikan usaha bagi calon investor.
     3. Total biaya yang dibutuhkan untuk penggemukan sapi sebesar Rp. 25.250.000,00
     4. Analisa sensitivitas menunjukkan bahwa usaha penggemukan sapi tidak terpengaruh
        pada naiknya biaya variabel dan turunnya harga produk

3.2. Saran
    1. Berdasarkan potensi yang ada meliputi prospek pasar, tingkat teknologi dan aspek
       keuangan, maka usaha penggemukan sapi layak untuk direalisasikan.
    2. Untuk menjamin kelancaran usaha penggemukan sapi, pihak yang terkait seyogyanya
       juga turut berpartisipasi dalam pembinaan usaha ini, khususnya pada aspek
       pemasaran, antara lain dalam bentuk dukungan pelayanan dan informasi untuk
       perluasan pasar domestik.
    3. Perlu jaminan dan kemudahan dalam pengurusan dan perizinan dalam mendirikan
       usaha penggemukan sapi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1556
posted:6/8/2010
language:Indonesian
pages:9