Docstoc

BUYA HAMKA

Document Sample
BUYA HAMKA Powered By Docstoc
					SEJARAH HIDUP HAMKA (Haji Abdul Malik Bin Haji
           Abdul Karim Amarullah)



      Dosen pembimbing:
 Drs. H. Asmaun Sahlan, M. Ag.

             Oleh:
    Irvan Haq Dzul Karoma
          (08110066)

       Ernaka Heri Putra
          (08110146)
Haji Abdul Malik Bin Haji Abdul
 Karim Amarullah ( HAMKA).


  Lahir di Sungai Batang, Maninjau, Sumatera
  Barat (16 Februari 1908).
  HAMKA telah pulang ke rahmatullah Pada
  tanggal 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun.
                    Sekilas tentang Keluarga




        AYAH
                                                 IBU:
Abdul Karim Amrullah (Haji
rosul). Seorang ulama’ yang
pernah mendalami Islam di               Siti Shafiyah Tanjung Binti
Mekah dan seorang pelopor                Gelanggar yang bergelar
gerakan Muhammadiyah di                    Bagindo nan Batuah
Minangkabau.
                          Latar Belakang Ulama




                                             Haji Abdul Karim Amrullah

Tuan Kisa-i (datuk Hamka)                    seorang pelopor dan
                                             termasuk tokoh besar
Datuk beliau adalah seorang                  Muhammadiyah. Beliau
ulama. Merupakan salah                       menolak amalan Thariqat
seorang yang mengamal                        Naqsyabandiyah, sekaligus
Thariqat Naqsyabandiyah,                     menolak ikatan ‘taqlid’,
istiqamah mengikut Mazhab                    tetapi lebih cenderung
Syafie.                                      kepada pemikiran Syeikh
                                             Muhammad Abduh.
                     Semasa kecilnya beliau                  Tatkala berusia 12 tahun,
                     menimba ilmu langsung                     kedua orang-tuanya
                          dr ayahnya.                                bercerai.


KISAH MASA
   KECIL


                                                                 7 tahun masuk ke
                      Ketika usia 6 tahun, ia
                                                              sekolah, meski akhirnya
                       dibawa ayahnya ke
                                                             ia keluar dari sekolah itu
                         Padangpanjang
                                                              setelah 3 tahun belajar

    catatan


   Sejak kecil, ia senang nonton film. Bahkan karena hobinya ini, ia pernah diam-diam
   ‘mengicuh’ guru ngajinya karena ingin menonton Film Eddie Polo dan Marie
   Walcamp. Kebiasaan menonton film ini berlanjut terus, dan kerapkali ia mendapat
   inspirasi menulis karya-karya sastra dari menonton film ini.
  Pendidikan             Sekolah Rakyat /                  Madrasah Sumatera
    Formal             Diniyah School (SD 3                    Thawalib,
                              tahun)




  catatan



Walaupun kemudian (1916 sampai 1923) tercatat sebagai siswa Madrasah
Sumatera Thawalib, Padang Panjang dimana ayah beliau seorang pendirinya tapi
kenyataannya Hamka tidak pernah masuk kelas. Pelaksanaan pendidikan waktu
itu masih bersifat tradisional dengan emnggunakan system halaqoh.
KEGIATAN                         1925: ikut mendirikan
   KE-                           Muhammadiyah untuk melawan
AGAMAAN                          khurafat, bid’ah, tarekat dan
                                 kebatinan sesat di Padang Panjang.




                      1928: Beliau mengetuai cabang
                      Muhammadiyah di Padang
                      Panjang.



                                                  1929: Hamka mendirikan
       1946: terpilih menjadi ketua               pusat latihan pendakwah
       Majlis Pimpinan                            Muhammadiyah dan dua
       Muhammadiyah di Sumatera                   tahun kemudian beliau
       Barat oleh Konferensi                      menjadi konsul
       Muhammadiyah.                              Muhammadiyah di Makassar.
1950: Beliau menyusun         1953: Hamka dipilih sebagai
kembali pembangunan dalam     penasihat pimpinan Pusat
Kongres Muhammadiyah ke-      Muhammadiah.
31 di Yogyakarta.




                            26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia,
                            Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai
                            ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi
                            beliau kemudiannya meletak jawatan pada
                            tahun 1981 karena nasihatnya tidak
                            dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.
                                     Kegiatan politik Hamka
                                     bermula pada tahun 1925
        POLITIK                      ketika beliau menjadi anggota
                                     partai politik Sarekat Islam.



                                                     1945, membantu menentang
                  1947, Hamka diangkat               usaha kembalinya penjajah
                  menjadi ketua Barisan              Belanda ke Indonesia melalui
                  Pertahanan Nasional,               pidato dan menyertai kegiatan
                  Indonesia                          gerilya di dalam hutan di Medan.


1955 Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama
dalam Pilihan Raya Umum Masyumi yang kemudian diharamkan oleh pemerintah
Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan
oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka
beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah
keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan
Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga
Kebudayaan Nasional, Indonesia.
Bidang lain
                                  Pada tahun 1928, beliau menjadi
                                  editor majalah Kemajuan
                                  Masyarakat

 1920-an: Hamka menjadi
 wartawan beberapa buah
 akhbar seperti Pelita Andalas,
 Seruan Islam, Bintang Islam
 dan Seruan Muhammadiyah


                                   Pada tahun 1932, beliau menjadi
                                    editor dan menerbitkan majalah al-
                                    Mahdi di Makasar.
                                   Hamka juga pernah menjadi editor
                                    majalah Pedoman Masyarakat (1936-
                                    1942),
                                   Panji Masyarakat (1956)dan
                                   Gema Islam (1950-1953)
Hamka pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa
hingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan saja diterima sebagai seorang
tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, namun jasanya juga diakui oleh seluruh
alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura dan lain-lain.
Daftar Karya Buya Hamka



Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab.
Si Sabariah. (1928)
Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq),1929.
Adat Minangkabau dan agama Islam (1929).
Ringkasan tarikh Ummat Islam (1929).
Kepentingan melakukan tabligh (1929).
Hikmat Isra’ dan Mikraj.
Arkanul Islam (1932) di Makassar.
Laila Majnun (1932) Balai Pustaka.
Majallah ‘Tentera’ (4 nomor) 1932, di Makassar.
Majallah Al-Mahdi (9 nomor) 1932 di Makassar.
Mati mengandung malu (Salinan Al-Manfaluthi) 1934.
Di Bawah Lindungan Ka’bah (1936) Pedoman Masyarakat,Balai Pustaka.
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
Merantau ke Deli (1940), Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi.
Margaretta Gauthier (terjemahan) 1940.
Tuan Direktur 1939.
Dijemput mamaknya,1939.
Keadilan Ilahy 1939.
Tashawwuf Modern 1939.
Falsafah Hidup 1939.
Lembaga Hidup 1940.
Lembaga Budi 1940.
Majallah ‘SEMANGAT ISLAM’ (Zaman Jepun 1943).
Majallah ‘MENARA’ (Terbit di Padang Panjang), sesudah revolusi 1946.
Negara Islam (1946).
Islam dan Demokrasi,1946.
Revolusi Pikiran,1946.
Revolusi Agama,1946.
Adat Minangkabau menghadapi Revolusi,1946.
Dibantingkan ombak masyarakat,1946.
Didalam Lembah cita-cita,1946.
Sesudah naskah Renville,1947.
Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret,1947.
Menunggu Beduk berbunyi,1949 di Bukittinggi,Sedang Konperansi Meja Bundar.
Ayahku,1950 di Jakarta.
Mandi Cahaya di Tanah Suci. 1950.
Mengembara Dilembah Nyl. 1950.
Ditepi Sungai Dajlah. 1950.
Kenangan-kenangan hidup 1,autobiografi sejak lahir 1908 sampai pd tahun 1950.
Kenangan-kenangan hidup 2.
Kenangan-kenangan hidup 3.
Kenangan-kenangan hidup 4.
Sejarah Ummat Islam Jilid 1,ditulis tahun 1938 diangsur sampai 1950.
Sejarah Ummat Islam Jilid 2.
Sejarah Ummat Islam Jilid 3.
Sejarah Ummat Islam Jilid 4.
Pedoman Mubaligh Islam,Cetakan 1 1937 ; Cetakan ke 2 tahun 1950.
Pribadi,1950.
Agama dan perempuan,1939.
Muhammadiyah melalui 3 zaman,1946,di Padang Panjang.
1001 Soal Hidup (Kumpulan karangan dr Pedoman Masyarakat, dibukukan 1950).
Pelajaran Agama Islam,1956.
Perkembangan Tashawwuf dr abad ke abad,1952.
Empat bulan di Amerika,1953 Jilid 1.
Empat bulan di Amerika Jilid 2.
Pengaruh ajaran Muhammad Abduh di Indonesia (Pidato di Kairo 1958), utk Doktor
Honoris Causa.
Honoris Causa.
Soal jawab 1960, disalin dari karangan-karangan Majalah GEMA ISLAM.
Dari Perbendaharaan Lama, 1963 dicetak oleh M. Arbie, Medan; dan 1982 oleh
Pustaka Panjimas, Jakarta.
Lembaga Hikmat,1953 oleh Bulan Bintang, Jakarta.
Islam dan Kebatinan,1972; Bulan Bintang.
Fakta dan Khayal Tuanku Rao, 1970.
Sayid Jamaluddin Al-Afhany 1965, Bulan Bintang.
Ekspansi Ideologi (Alghazwul Fikri), 1963, Bulan Bintang.
Hak Asasi Manusia dipandang dari segi Islam 1968.
Falsafah Ideologi Islam 1950(sekembali dr Mekkah).
Keadilan Sosial dalam Islam 1950 (sekembali dr Mekkah).
Cita-cita kenegaraan dalam ajaran Islam (Kuliah umum) di Universiti Keristan 1970.
Studi Islam 1973, diterbitkan oleh Panji Masyarakat.
Himpunan Khutbah-khutbah.
Urat Tunggang Pancasila.
Doa-doa Rasulullah S.A.W,1974.
Sejarah Islam di Sumatera.
Bohong di Dunia.
Muhammadiyah di Minangkabau 1975,(Menyambut Kongres Muhammadiyah di
Padang).
Pandangan Hidup Muslim,1960.
Kedudukan perempuan dalam Islam,1973.
[Tafsir Al-Azhar] Juzu’ 1-30, ditulis pada masa beliau dipenjara oleh Sukarno.
    Sumber refrensi penulis:


Achmadi. 1992. paradigma Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Aditya Media.
Azra, Azyumardi. 1999. Esei-esei Intelektual Muslim Pendidikan Islam. Ciputat: Logos.
Langgulung, Hasan. 1980. Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam. Bandung: al-Ma`arif.
Muhaimin. 2004. Paradigma Pendidikan Islam, Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam
di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya, Cet. Ke-3.
Nata, Abuddin. 2003. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam Seri Kajian Filsafat Pendidikan
Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Nizar, Samsul. 2008. Memperbincangkan Dinamika Intelektual dan Pemikiran HAMKA tentang
Pendidikan Islam. Jakarta: Prenada Media Grip, Cet. Ke-1.
Ramayulis dan nizar, Samsul,. 2005..Ensinklopedi Tokoh Pendidikan Islam. Ciputat: PT Ciputata
Press Group.
http://yusril.ihzamahendra.com,
http://empimuslion.wordpress.com,

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:588
posted:6/4/2010
language:Indonesian
pages:18
Description: sekilas biografi hidup dan kisah berkecimpungnya hamka dalam lembaga politik, agama dan media masa...