Docstoc

Makalah fisika Bahan Kimia Dalam Kehidupan

Document Sample
Makalah fisika Bahan Kimia Dalam Kehidupan Powered By Docstoc
					          MAKALAH
BAHAN KIMIA DALAM
   KEHIDUPAN




         Disusun Oleh:


    Aprilia Fiftina H.   (01)
    M. Rizky Prasetya K. (13)
    Resti Sri Andriani   (19)




          Kelas VIII A
      SMP Negeri 1 Ngawi
   Tahun Pelajaran 2009/2010
PENDAHULUAN
         CHEMICAL MATERIALS
               IN LIFE

                     BAHAN KIMIA
              DALAM KEHIDUPAN
       Development of science and technology have produced industrial
products that can meet human needs everyday. Chemicals that have been
known to benefit developed by making useful products for the benefit of
man and his environment. Therefore, we need to know the types,
characteristics, uses, and side effects of every product we use or we see
everyday.
       Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan
produk-produk industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia sehari-
hari. Bahan kimia yang telah diketahui manfaatnya dikembangkan dengan
cara membuat produk-produk yang berguna untuk kepentingan manusia dan
lingkungannya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui jenis, sifat-sifat,
kegunaan, dan efek samping dari setiap produk yang kita gunakan atau kita
lihat sehari-hari.

Existing Chemicals at Home
Bahan Kimia yang Ada di Rumah
(Household Chemicals)

(Kimia Rumah Tangga)

      A. Chemical properties

            Sifat-sifat Bahan Kimia

       Chemicals contained in a product has different properties. Here is the
explanation some properties of the chemicals contained in a product.
      Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam suatu produk memiliki
sifat yang berbeda-beda. Berikut ini penjelasan beberapa sifat bahan kimia
yang terdapat dalam suatu produk.

   1. Chemicals that are corrosive
      Bahan Kimia yang Bersifat Korosif


   Corrosive nature of the chemical properties of substances that can
damage the other hand, if another substance in contact with him. Corrosive
chemicals can also damage the metal and marble, so that corrosive chemicals
should be packed in containers that are perfectly safe, such as plastic bottles
and glass bottles. The chemical is corrosive acid compounds such as sulfuric
acid, acetic acid (vinegar), and hydrochloric acid.
   Sifat korosif merupakan sifat bahan kimia yang dapat merusak zat lain,
jika zat lain bersentuhan dengannya. Bahan kimia korosif dapat pula
merusak logam dan marmer, sehingga bahan kimia korosif harus dikemas
dalam kemasan yang benar-benar aman, seperti botol plastik dan botol kaca.
Bahan kimia yang bersifat korosif ini merupakan senyawa-senyawa asam
seperti asam sulfat, asam asetat (cuka), dan asam klorida.


   2. Chemicals that Form caustic

      Bahan Kimia yang Bersifat Kaustik


      Nature is the nature of caustic chemicals that can damage our skin and
can cause irritation. Materials that are caustic chemical is an alkaline
compound such as sodium hydroxide, calcium hydroxide, and ammonium
hydroxide.
      Through further processing, and mixed with other materials, the
materials that are caustic chemical is safe for use. This can be found in some,
such as soap, detergent, and shampoo.
      Sifat kaustik merupakan sifat bahan kimia yang dapat merusak kulit
kita dan dapat menimbulkan iritasi. Bahan kimia yang bersifat kaustik ini
merupakan senyawa-senyawa basa seperti natrium hidroksida, kalsium
hidroksida, dan amonium hidroksida.
      Melalui pengolahan lebih lanjut dan dicampur dengan bahan-bahan
lain, maka bahan-bahan kimia yang bersifat kaustik ini menjadi aman untuk
digunakan. Hal ini dapat kita temukan pada beberapa seperti sabun,
detergen, dan sampo.




   3. Easy Burning Chemicals
      Bahan Kimia yang Mudah Terbakar


      Flammable properties may cause a fire or burn easily when it interacts
with other substances. Chemicals are very sensitive to high temperatures or
heat, so it must be placed on a relatively cool place and tightly closed.
      Combustible materials in general as a liquid and in everyday life are
used as fuel. For example, gasoline, benzene, methylated, alcohol, kerosene,
and others.
      Sifat mudah terbakar dapat menimbulkan api atau terbakar dengan
mudah ketika berinteraksi dengan zat lain. Bahan kimia tersebut sangat peka
terhadap suhu tinggi atau panas, sehingga harus ditempatkan pada tempat
yang relatif sejuk dan tertutup rapat.
      Bahan yang mudah terbakar pada umumnya berbentuk cairan dan
dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan bakar. Sebagai contoh
bensin, bensol, spirtus, alkohol, minyak tanah, dan lain-lain.


   4. Chemicals Explode Easy

      Bahan Kimia yang Mudah Meledak


      The nature of explosive can cause an explosion or radiant energy,
when in contact with another substance. Therefore, explosive chemicals that
must be addressed specifically and is packaged in such a manner, so as not
to endanger the human spirit. Examples of explosive chemicals such as
sodium, potassium, magnesium, carbide, and lighter fuel.
      Sifat mudah meledak dapat menimbulkan ledakan atau pancaran
energi, jika bersentuhan dengan zat lain. Oleh karena itu, bahan kimia yang
mudah meledak harus ditangani secara khusus dan dikemas sedemikian rupa,
agar tidak membahayakan jiwa manusia. Contoh bahan kimia yang mudah
meledak antara lain adalah natrium, kalium, magnesium, karbit, dan bahan
bakar korek api.


   5. Chemical substances that are toxic
        Bahan Kimia yang Bersifat Racun


       Toxicity is the nature of chemicals which, when entered into the
tissues of the body, can damage red blood cells and sarah systems, which
can result in death or paralysis. Examples of toxic chemicals such as
chlorine gas, mercury, insecticides, and herbicides.
       Sifat racun adalah sifat bahan kimia yang apabila masuk ke dalam
jaringan tubuh, dapat merusak sel darah merah dan sistem sarah, sehingga
dapat menyebabkan kematian atau kelumpuhan. Contoh bahan kimia yang
bersifat racun antara lain gas klor, raksa, insektisida, dan herbisida.



B. Chemical Products Packaged
        Produk Kimia dalam Kemasan

   1. Cleaning Products
        Produk Pembersih
        Cleaning products are products made with ingredients or substances
that can be used to help the process manghilangkan dirt from an object.
Cleaning of the most commonly used are soaps, detergents, dental trades,
and shampoo, because the products have become our daily needs.
        Produk pembersih merupakan produk yang dibuat dengan bahan-
bahan     atau     zat   yang   dapat   digunakan   untuk    membantu     proses
manghilangkan kotoran dari suatu benda. Pembersih yang paling sering
digunakan adalah sabun, detergen, pasat gigi, dan sampo, karena produk-
produk tersebut telah menjadi kebutuhan kita sehari-hari.


           a. Soap
                 Sabun
                 Soap is made from materials derived from animal fats and plant
                 extracts. The process of making soap using the alkaline
       material, namely potassium hydroxide (KOH) and sodium
       hydroxide (NaOH), known as caustic soda.


       Sabun dibuat dari bahan-bahan yang diperoleh dari lemak
       hewan dan sari tumbuh-tumbuhan. Proses pembuatan sabun
       menggunakan bahan yang bersifat basa, yaitu kalium hidroksida
       (KOH) dan natrium hidroksida (NaOH), yang dikenal dengan
       nama soda api.
     b. Detergent
       Detergen
       Detergent widely used by people since 1940. materials were
       added DaLA detergents, among others sodium palmitate, alkyl
       benzene sulfonate, polioksietilena Thioether compounds, pH
       regulator, and some phosphate compounds.


       Detergen mulai banyak digunakan orang sejak tahun 1940.
       bahan-bahan yang ditambahkan dala detergen, antara lain
       natrium palmitat, sulfonat alkil benzena, senyawa tioeter
       polioksietilena, zat pengatur pH, serta beberapa senyawa fosfat.
     c. Other Cleaning Products
       Produk Pembersih Lain
       Other cleaning products, among which is the toothpaste,
       shampoo, facial cleansing, cleaning floors, and glass cleaners.
       In liquid floor cleaner or glass cleaner used alkaline
       compounds, namely ammonium hydroxide and chlorine
       compounds


       Produk-produk pembersih lain, di antaranya adalah pasta gigi,
       sampo, pembersih muka, pembersih lantai, dan pembersih kaca.
       Pada cairan pembersih lantai atau pembersih kaca digunakan
       senyawa basa, yaitu amonium hidroksida dan senyawa-senyawa
       klor.


2. Lightening Products
  Produk Pemutih
      Bleaching agent used in whitening clothes with bleach is certainly
different from that used in toothpaste or cleaning the face. Bleaching Agent
Used in whitening clothes with bleach is certainly Different from That Used
in Toothpaste or cleaning the face. In the face of one of the cleaning
products are substances known as AHA (Alpha Hydroxy Acid), namely acid
compounds that can remove the dirt or dust on the skin without causing
dryness of the skin. In the face of one of the cleaning products are
substances Known as AHAs (Alpha Hydroxy Acid), namely acid
compounds That Can remove the dirt or dust on the skin without causing
dryness of the skin.
      Bahan pemutih digunakan PADA pemutih Yang berbeda untuk
Artikel Bahan pemutih PAKAIAN tentu Yang pasta digunakan PADA
Danijel di muka Pembersih gigi. Agen pemutihan yang digunakan dalam
pemutih pakaian dengan pemutih tentu berbeda dari yang digunakan dalam
pasta gigi atau membersihkan wajah. Asithi Salah Satu Produk Pembersih
Wajah Yang terdapat zat Artikel Baru dikenal AHA (Alpha Hydroxy Acid),
senyawa asam Kronik Film Yang mengangkat kotoran Danijel Debu dapat
PADA Tanpa Kulit menimbulkan kekeringan PADA Kulit. Dalam
menghadapi salah satu produk pembersih adalah zat yang dikenal sebagai
AHA     (Alpha    Hydroxy    Acid),    yaitu   senyawa   asam    yang    dapat
menghilangkan kotoran atau debu pada kulit tanpa menyebabkan kekeringan
pada kulit.
      Bleach have better explained the power of manure compared with
soap or detergent. Because bleach containing the active ingredient, ie
compound of sodium hypochlorite (NaClO), which is useful for binding and
outlines dirt on clothing.
      Bleaching agent used in whitening clothes with bleach is certainly
different from that used in toothpaste or cleaning the face. In the face of one
of the cleaning products are substances known as AHA (Alpha Hydroxy
Acid), namely acid compounds that can remove the dirt or dust on the skin
without causing dryness of the skin.
      Pemutih mempunyai daya urai yang lebih baik terhadap kotoran
dibandingkan dengan sabun atau detergen. Karena pemutih mengandung
bahan aktif, yaitu senyawa natrium hipoklorit (NaClO) yang berguna untuk
mengikat dan menguraikan kotoran pada pakaian.
      Bahan pemutih yang digunakan pada pemutih pakaian tentu berbeda
dengan bahan pemutih yang digunakan pada pasta gigi atau pembersih
muka. Pada salah satu produk pembersih wajah terdapat zat yang dikenal
dengan AHA (Alpha Hydroxy Acid), yaitu senyawa asam yang dapat
mengangkat kotoran atau debu pada kulit tanpa menimbulkan kekeringan
pada kulit.
   3. Perfumed products
      Produk Pewangi
In essence, scent or fragrance is used as a deodorant fragrances, room or
body can be obtained through several ways, including by way of
esterification and extraction.
      Pada dasarnya, aroma wangi atau harum yang digunakan sebagai
pengharum ruangan atau pewangi badan dapat diperoleh melalui beberapa
cara, antara lain dengan cara esterifikasi dan ekstraksi.
          a. Esterified
              Esterifikasi
              Esterification reaction is a chemical reaction that produces the
              ester compounds. In this case the ester compounds are
              compounds that have a scent of fruit and flowers. As an
              example of fragrance, rose fragrance compounds derived from
              geraniol, pineapple and apple aroma which is obtained from the
              compound kaproat Amil.


              Reaksi esterifikasi merupakan reaksi kimia yang menghasilkan
              senyawa-senyawa      ester.   Dalam hal       ini   senyawa   ester
              merupakan senyawa-senyawa yang mempunyai aroma buah dan
              bunga. Sebagai contoh aroma wangi, aroma mawar yang
              diperoleh dari senyawa geraniol, aroma nanas dan apel yang
              diperoleh dari senyawa amil kaproat.
          b. Extraction
              Ekstraksi
              Extraction process is based on the principle of separation of
              mixtures by distillation (distillation). Plants that have a certain
              aroma of milled and mixed with other materials (eg water), then
              to obtain the desired flavor, the mixture was separated by
           distillation. Examples of perfume that smelled of jasmine, rose,
           and tuberose.
           Proses ektraksi dilakukan berdasarkan prinsip pemisahan
           campuran dengan cara penyulingan (distilasi). Tumbuhan yang
           mempunyai aroma tertentu digiling dan dicampur dengan bahan
           lain (misalnya air), kemudian untuk memperoleh aroma yang
           diinginkan, campuran tersebut dipisahkan dengan cara distilasi.
           Contoh pewangi yang beraroma melati, mawar, dan sedap
           malam.

  4. Busier Product Insects
     Produk Pembasmi Serangga
     Insect repellent products used to eradicate insects that interfere with or
harm humans.
     Produk pembasmi serangga berfungsi untuk membasmi serangga-
serangga yang mengganggu atau merugikan manusia.
        a. Homemade insect repellent
           Pembasmi serangga rumahan
           Insects home is a kind of insects found in or around our homes.
           Examples     are   jangkerik,    flies,   ants,   mosquitoes,   and
           cockroaches. Insect repellent products (mosquito) is the
           mosquito coil, insect repellent liquids, and lotions. Mosquito
           coil containing chemicals in the form of active ingredients such
           as S-MC Bioletrin and insecticides. Liquid mosquito repellent
           containing the active ingredient such as propoksur, diklorvor,
           and antidotes adropine sulphate.
           Serangga rumahan adalah sejenis serangga yang terdapat di
           dalam atau di sekitar rumah kita. Contohnya adalah jangkerik,
           lalat, semut, nyamuk, dan kecoa. Produk pembasmi serangga
           (nyamuk) adalah obat nyamuk bakar, obat nyamuk cair, dan
           lotion. Obat nyamuk bakar mengandung bahan kimia yang
           berupa bahan aktif seperti S-Bioletrin dan MC insektisida. Obat
           nyamuk cair mengandung bahan aktif seperti propoksur,
           diklorvor, dan antidot adropine sulphate.
        b. Agricultural Insect repellent
           Pembasmi Serangga Pertanian
           Agricultural insect is an insect found in the area of agricultural
           land such as fields, gardens or fields. Examples are as pest
           insects such as grasshoppers, aphis, caterpillars, and butterflies
           fly white. Therefore, farmers use insect repellent known drug
           with a similar insecticide pesticides (pesticides). There are also
           other    types   of   pesticides   herbicides,       fungicides,   and
           rodenticides.


           Serangga pertanian adalah serangga yang terdapat di daerah
           lahan pertanian seperti sawah, kebun atau ladang. Contoh
           serangga yang bersifat sebagai hama antara lain adalah
           belalang, wereng, ulat, dan kupu white fly. Oleh karena itu, para
           petani menggunakan obat pembasmi serangga yang dikenal
           dengan insektisida yang sejenis pestisida (obat pembasmi
           hama). Ada juga jenis pestisida lainnya herbisida, fungisida,
           dan rodentisida.


C. Side effects Use of Materials Chemistry
     Efek Samping Penggunaan Bahan Kimia

1. Use of Cleaning Side Effects:
  Efek Samping Penggunaan Pembersih:
      It can damage the skin
        Dapat merusak kulit
      skin irritation, itching, and dryness of the skin
        Iritasi kulit, gatal-gatal, dan kekeringan pada kulit
      Hand blister
        Tangan melepuh
      Death of decomposing bacteria in groundwater affected by
        chemicals
        Matinya bakteri pengurai dalam air tanah yang terkena bahan
        kimia


2. Side Effects Pengguaan whitener
  Efek Samping Pengguaan Pemutih
       Damage to the clothing
         Kerusakan pada pakaian
       It can kill bacteria decomposing
         Dapat membunuh bakteri pengurai


3. Side Effects The use of perfume
  Efek Samping Penggunaan Pewangi
       Dizziness, and nausea, because the smell of deodorant
         Pusing, dan mual, karena aroma dari pewangi
       Can damage the ozone layer, because it contains compounds
         chloro fluorocarbon (CFC) and carbon dioxide (CO2)
         Dapat merusak lapisan ozon, karena mengandung senyawa kloro
         fluorocarbon (CFC) dan karbon dioksida (CO2)
       Trigger of global warming on earth
         Pemicu terjadinya pemanasan global di bumi
       The melting of polar ice
         Mencairnya es di kutub
       Rising sea level
       Permukaan laut bertambah tinggi


4. Side Effects Use Insect Busters
  Efek Samping Penggunaan Pembasmi Serangga


       Can disrupt health
         Dapat menggangu kesehatan
       Environmental pollution
         Pencemaran lingkungan
       Inhibit the process of decomposition of leaves (trash) by bacteria
         Menghambat proses pembusukan daun (sampah) oleh bakteri
Chemicals In Food
Bahan Kimia Dalam Makanan


A. Classification of Chemicals in Food
    Penggolongan Bahan Kimia dalam
    Makanan


 1. Natural Chemicals
    Bahan Kimia Alami
           Natural chemicals are chemicals derived from plants or animals
    that are used as basic materials, or any additional ingredients in the
    food manufacturing process.
           Bahan kimia alami merupakan bahan kimia yang berasal dari
    tumbuhan atau hewan yang digunakan sebagai bahan dasar atau pun
    bahan tambahan dalam proses pembuatan makanan.


 2. Artificial Chemicals
    Bahan Kimia Buatan
          Artificial chemicals are chemicals made by human processed
    through chemical reactions of certain chemical compounds.
          Bahan kimia buatan merupakan bahan kimia hasil olahan
    manusia yang dibuat melalui reaksi kimia dari senyawa-senyawa
    kimia tertentu.


B. Natural Chemicals
    Bahan Kimia Alami
 1. Chemicals For Natural Dyes
    Bahan Kimia Alami Sebagai Pewarna


    a. Turmeric
  b. Carrots
  c. Pandan leaf water and leaf suji
  d. Cayenne pepper
  e. Chocolate plant
  f. Tea
  g. Orange
  h. Beet


  a. Kunyit
  b. Wortel
  c. Daun pandan air dan daun suji
  d. Cabe merah
  e. Tanaman coklat
  f. Teh
  g. Jeruk
  h. Bit


2. Chemicals For Natural Sweeteners
  Bahan Kimia Alami Sebagai Pemanis


  a. Cane sugar
  b. Sugar Beet
  c. Palm sugar
  d. Palm sugar
  e. Palm sugar
  f. Sugar sorghum


  a. Gula tebu
  b. Gula Bit
  c. Gula kelapa
  d. Gula aren
  e. Gula kurma
  f. Gula sorgum


3. As seasonings Natural Chemicals
  Bahan Kimia Alami Sebagai Penyedap
  a. Salt
  b. Turmeric
  c. Celery
  d. Onion
  e. Pepper, chili pepper, and nutmeg
  f. Ginger and galangal
  g. Bay leaf, cumin, and coriander
  h. Pandan leaf


  a. Garam dapur
  b. Kunyit
  c. Seledri
  d. Bawang
  e. Merica, cabai, dan pala
  f. Jahe dan lengkuas
  g. Daun salam, jinten, dan ketumbar
  h. Daun pandan


4. As Natural Preservatives Chemicals
  Bahan Kimia Alami Sebagai Pengawet


  a. Salt
  b. Sugar
  c. Honey
  d. Java acidic
  e. Cinnamon
  f. Cloves
  g. Ice


  a. Garam
  b. Gula
  c. Madu
  d. Asam jawa
   e. Kayu manis
   f. Cengkeh
   g. Es


C. Artificial Chemicals
   Bahan Kimia Buatan
 1. Made For Chemicals Dyes
   Bahan Kimia Buatan Sebagai Pewarna
           Artificial coloring materials are also called synthetic dyes,
   because it comes from the process of synthetic chemical compounds
   through chemical engineering. Man-made chemicals commonly used
   as food coloring, among others, are tartrazine, carmoisine, quinoline,
   yellow poncean 4R, sunset yellow, patent blue V, brilliant black BN,
   and brilliant blue FCF.
           Bahan pewarna buatan disebut juga dengan pewarna sintetis,
   karena dihasilkan dari proses sintetis senyawa-senyawa kimia melalui
   rekayasa kimiawi. Bahan-bahan kimia buatan yang biasa digunakan
   sebagai pewarna makanan antara lain adalah tartrazine, carmoisine,
   quinoline, yellow poncean 4R, sunset yellow, patent blue V, brilliant
   black BN, dan brilliant blue FCF.


 2. Artificial Sweeteners For Chemicals
   Bahan Kimia Buatan Sebagai Pemanis
           As an artificial chemical sweetener is used to prevent the spread
   of obesity and diabetes, and is also used to substitute the function of
   natural sugar. Some examples of commonly used artificial sweetener
   in foods such as saccharin, sorbitol, cyclamate, P-400, and apastrum.
           Bahan kimia buatan sebagai pemanis digunakan untuk
   mencegah kegemukan dan terjangkitnya penyakit kencing manis, dan
   juga digunakan untuk pengganti fungsi gula alami. Beberapa contoh
   pemanis buatan yang biasa digunakan dalam makanan antara lain
   adalah sakarin, sorbitol, siklamat, P-400, dan apastrum.


 3. Chemicals Made For seasonings
   Bahan Kimia Buatan Sebagai Penyedap
         Artificial flavoring materials most frequently used in everyday
   life is MSG (monosodium glutamate) or the MSG is made from
   fermented sugarcane juice with Micrococcus bacteria glutamicius.
         Bahan penyedap buatan yang paling sering digunakan dalam
   kehidupan sehari-hari adalah MSG (monosodium glutamat) atau
   vetsin yang dibuat dari air tebu yang difermentasi dengan bakteri
   micrococcus glutamicius.


 4. Made Chemicals As Preservatives
   Bahan Kimia Buatan Sebagai Pengawet
         Artificial preservatives act as antioxidants, ie substances that
   can inhibit the reaction of a substance with oxygen and can ultimately
   inhibit the growth of bacteria or inhibit the growth of fungi, thereby
   preventing the occurrence of decomposition or rancidity in foods.
         Pengawet buatan berfungsi sebagai antioksidan, yaitu zat yang
   dapat menghambat reaksi suatu zat dengan oksigen dan akhirnya
   dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk atau menghambat
   pertumbuhan jamur, sehingga mencegah terjadinya pembusukan atau
   bau tengik pada makanan.


D. Impact of Use of Artificial Chemicals
   Dampak Penggunaan Bahan Kimia
   Buatan
         In general, the use of additional chemicals in food, either
   natural materials or artificial materials, can provide benefits or
   advantages, and also can have negative impacts or losses for us.

         Secara umum, penggunaan bahan-bahan kimia tambahan pada
   makanan, baik bahan alami maupun bahan buatan, dapat memberikan
   manfaat atau keuntungan dan juga dapat menimbulkan dampak
   negatif atau kerugian bagi kita.


 1. Additional benefits Chemicals In Food
  Manfaat Bahan Kimia Tambahan Pada Makanan
        The use of additives in foods or beverages may offer some
  benefit or advantage as follows:
        Penggunaan bahan tambahan pada makanan atau minuman
  dapat memberikan beberapa manfaat atau keuntungan sebagai berikut:


      Can maintain and enhance the nutritional value of foods or
        beverages.
        Dapat mempertahankan dan meningkatkan nilai gizi suatu
        makanan atau minuman.
      Can increase the economic value of a food or beverage product.
        Dapat meningkatkan nilai ekonomis suatu produk makanan atau
        minuman.
      Can preserve food or drink, so it can be used in a relatively long
        time.
        Dapat mengawetkan makanan atau minuman, sehingga dapat
        digunakan dalam waktu yang relatif lama.
      Make a food or beverage becomes more interesting and
        tempting.
        Membuat makanan atau minuman menjadi lebih menarik dan
        menggugah selera.
      Adding flavor to food or beverages.
        Menambah cita rasa pada makanan atau minuman.


2. Losses Using Artificial Chemicals
  Kerugian Penggunaan Bahan Kimia Buatan
      Can cause health problems in humans.
        example:
        Dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia.
     contoh:
            Consuming excessive aspartame can cause stimulation of
                the brain, spinal cord, and lupus (SLE = systemic lupus
                erythematosus).
                Mengonsumsi       aspartam   secara   berlebihan   dapat
                menyebabkan terjadinya perangsangan otak, sumsum
               tulang belakang, dan penyakit lupus (SLE = systemic
               lupus erythematosus).
           Eating cyclamate and saccharin may cause cancer.
               Mengonsumsi siklamat dan sakarin dapat menyebabkan
               kanker.
           Use of excessive MSG flavoring ingredient suspected
               cause of symptoms known as Chinese restaurant
               syndrome, ie symptoms such as tingling, dizziness,
               nausea, palpitations and headaches are extraordinary.
               Penggunaan bahan penyedap MSG secara berlebihan
               diduga dapat menimbulkan gejala yang dikenal dengan
               istilah Chinese restaurant syndrome, yaitu gejala-gejala
               seperti kesemutan, pusing-pusing, mual, jantung berdebar
               dan sakit kepala yang luar biasa.


3. Troubleshooting Using Artificial Chemicals
  Mengatasi Masalah Penggunaan Bahan Kimia Buatan
     Check the food packaging so that we can ensure that the food
       has been packed neatly and tightly closed so that to avoid a
       reaction with air and protected from bacteria or germs of
       disease.
       Periksa kemasan makanan agar kita bisa memastikan bahwa
       makanan telah terkemas dengan rapi dan tertutup rapat sehingga
       terhindar dari reaksi dengan udara dan terhindar dari bakteri
       atau kuman-kuman penyakit.
     Check expiration date on the package of food.
       Periksa tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan makanan.
     See the composition of materials, ensure that the additional
       materials contained in marupakan food ingredients that are safe
       and the amount of material did not occupy the portion of the
       food.
       Lihat komposisi bahan, pastikan bahwa bahan-bahan tambahan
       yang terdapat dalam makanan marupakan bahan-bahan yang
       aman dan jumlah bahan tersebut tidak menempati porsi dalam
       makanan.
           Check that food has been registered with the Department of
             Health and obtain a license from the Food and Drug
             Supervisory Body (POM).
             Periksa bahwa makanan tersebut telah terdaftar di Departemen
             Kesehatan RI dan memperoleh lisensi dari Badan Pengawas
             Obat dan Makanan (POM).
           Reduce the use of additional materials.
             Kurangi penggunaan bahan-bahan tambahan.




NARCOTICS, PSYCHOTROPIC,
AND ADDICTIVES
NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA,
DAN ZAT ADIKTIF
A. Narcotics
       Narkotika
       The term narcotic derived from English, namely "Narcotics" which
has the meaning of "dope." Basically, the drug is an ingredient derived from
three types of plants, namely somniferum (opium), Erythroxylum coca
(cocaine), and Cannabis sativa (hemp), a pure or mixtures of other materials.
       Istilah narkotika berasal dari bahasa Inggris, yaitu “narcotics” yang
mempunyai arti “obat bius”. Pada dasarnya, narkotika merupakan bahan
yang berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu Papaver somniferum (candu),
Erythroxylum coca (kokain), dan Cannabis sativa (ganja), yang murni
maupun campuran dari bahan-bahan lain.
       In the human body, drugs can affect the central nervous system that
can make the wearer does not feel anything, although there are certain body
parts that hurt.
      Dalam tubuh manusia, narkotika dapat mempengaruhi system saraf
pusat yang dapat membuat si pemakai tidak merasakan apa-apa, meskipun
ada bagian tubuh tertentu yang disakiti.
      In general, drugs could be classified into four types, namely:
      Secara umum, narkotika dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
    Narcotics depressant
      Consists of all the ingredients that can decrease awareness or drugged
      person.
      Narkotika depresan
      Terdiri dari semua bahan yang menimbulkan turunnya kesadaran atau
      dapat membius seseorang.
    Stimulant
      Consists of all the ingredients that can stimulate a person to
      excessively active.
      Stimulan
      Terdiri dari semua bahan yang yang dapat merangsang seseorang
      untuk aktif secara berlebihan.
    Halusinogen
      Terdiri dari semua bahan yang dapat menimbulkan efek mengkhayal
      pada diri si pemakai.
      Halusinogen
      Terdiri dari semua bahan yang dapat menimbulkan efek mengkhayal
      pada diri si pemakai.
    Dependencies
      Consists of all the ingredients that can cause dependency effects on
      the wearer.
      Dependensi
      Terdiri    dari   semua   bahan      yang   dapat   menimbulkan   efek
      ketergantungan pada pemakainya.


      Examples of materials or drugs including narcotics obatam which
include:
      Contoh-contoh bahan atau obat-obatam yang termasuk narkotika
antara lain:


   1. Marijuana
Ganja
       Cannabis is all part of the plant Cannabis sativa, which is
including clump plant. Cannabis leaf and fruit that has been dried,
then used by addicts in a way like tobacco in cigarettes smoked.


       Ganja adalah semua bagian tanaman Cannabis sativa, yaitu
termasuk tanaman perdu. Daun dan buah ganja yang telah
dikeringkan, kemudian digunakan oleh para pecandu dengan cara
mengisapnya seperti tembakau pada rokok.
       Cannabis contains a chemical known as THC (delta 9
tetrahydrocannabinol), which is one of 400 chemicals contained in
this substance in marijuana and hashish can cause the user experience
symptoms as follows:
       Ganja mengandung zat kimia yang dikenal dengan sebutan
THC (delta 9 tetrahydrocannabinol), yaitu salah satu dari 400 bahan
kimia yang terdapat di dalam ganja dan zat ini dapat menyebabkan
pemakai ganja mengalami gejala-gejala sebagai berikut:


a. Feel fresh and more relaxed.
b. Excessively happy (often laughed to himself).
c. Felt great.
d. Often experience auditory hallucinations and visual hallucinations
(as if hearing voices and seeing the colors of the fun).
e. Mouth and throat felt dry.
f. The eyes look red.
g. Increased appetite.
h. Heart rate increased.
i. Unable to adjust to its surroundings naturally.
j. If the user already addicted and stop its use, then the user will easily
offended, overly anxious, decreased appetite, sweating, nausea,
vomiting, diarrhea, and insomnia.
k. If used to excess (overdose), then the user feel excessively worried
and anxious, feeling unnaturally suspicious, and decreased ability to
concentrate, as a result of school achievement, college, and working to
decrease.
   a. Merasa segar dan lebih santai.
   b. Bergembira secara berlebihan (sering tertawa sendiri).
   c. Merasa dirinya hebat.
   d. Sering mengalami halusinasi pendengaran dan halusinasi
       penglihatan (seolah-olah mendengar suara-suara dan melihat
       warna-warna yang menyenangkan).
   e. Mulut dan tenggorokan terasa kering.
   f. Mata terlihat memerah.
   g. Nafsu makan bertambah.
   h. Denyut jantung meningkat.
   i. Tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya
       secara wajar.
   j. Jika pemakai sudah ketagihan dan menghentikan pemakaiannya,
       maka pemakai akan          mudah tersinggung, gelisah secara
       berlebihan, nafsu makan berkurang, banyak berkeringat, mual,
       muntah, diare, dan susah tidur.
   k. Jika digunakan secara berlebihan (over dosis), maka pemakai
       merasa cemas dan gelisah secara berlebihan, merasa curiga
       secara tidak wajar, dan kemampuan berkonsentrasi menurun,
       akibatnya prestasi sekolah, kuliah, dan kerja menjadi menurun.


2. Morphine, Heroin, and Codein
  Morfin, Heroin, dan Codein
        Morphine is derived by processing of raw opium which has a
  bitter taste, fine powder in the form of white or colored liquid.
        Morfin merupakan hasil olahan dari candu mentah yang
  mempunyai rasa pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau
  dalam bentuk cairan berwarna.
        Heroin is processed from the raw opium is very easy to make
  someone addicted. Narcotic Drugs of this type can be found in pill
  form, powder or white flour, and also in liquid form. Heroin addicts at
  risk of contracting HIV viris disease (AIDS) and hepatitis.
        Heroin merupakan hasil olahan dari candu mentah yang sangat
  mudah membuat seseorang kecanduan. Narkotika jenis ini bisa
ditemukan dalam bentuk pil, bubuk atau tepung berwarna putih, dan
juga dalam bentuk cairan. Para pecandu heroin berisiko tertular viris
HIV (penyakit AIDS) dan penyakit hepatitis.
Codein is derived by processing of raw opium, but the effect is weaker
than heroin, codein, and less dependence effects on its users.
      Codein merupakan hasil olahan dari candu mentah, tetapi
pengaruh        codein   lebih   lemah   daripada heroin, dan    kurang
menimbulkan efek ketergantungan pada para penggunanya.


The symptoms experienced by heroin addicts are as follows:
         Gejala-gejala yang dialami oleh para pecandu heroin adalah
sebagai berikut:
a. Feel the comfort that is not fair.
b. Being rude and indifferent to other people.
c. Relatively not feel the aches and pains.
d. Disturbance in the movement of the tongue, so that speech is not
clear.
e. Power decreased ingatatau become forgetful.
f. Feel great and sleep tend to sleep all the time.
g. Appetite is reduced, so that his body became emaciated.
h. If you already addicted, and discontinued its use, then the user will
experience pain throughout the body, watery eyes, runny nose always,
body trembling, staggering, nausea, vomiting, diarrhea, and severe
palpitations.


a. Merasakan kenyamanan yang yang tidak wajar.
b. Bersikap kasar dan acuh tak acuh terhadap orang lain.
c. Relatif tidak merasakan sakit dan nyeri.
d. Mengalami gangguan pada gerakan lidah, sehingga bicaranya tidak
   jelas.
e. Mengalami penurunan daya ingatatau menjadi pelupa.
f. Merasakan kantuk yang hebat dan cenderung untuk tidur sepanjang
   waktu.
g. Selera makan berkurang, sehingga badannya menjadi kurus kering.
h. Jika sudah ketagihan, dan dihentikan pemakaiannya, maka pemakai
   akan mengalami rasa sakit diseluruh badan, mata berair, hidung
    selalu ingusan, badan gemetar, berjalan sempoyongan, mual,
    muntah, diare, dan jantung berdebar hebat.


3. Cocaine
  Kokain
        Obtained cocaine from coca leaves Erythroxylon plants, which
  originated from South America region. The addict may be feeling the
  effects of cocaine in the short term or long term. On the use of
  excessive (over dose), cocaine addicts will experience mental illness
  and further may cause rupture of blood vessels in the brain (stoke).
        Kokain diperoleh dari daun tanaman Erythroxylon coca, yang
  berasal dari daerah Amerika Selatan. Para pecandu dapat merasakan
  pengaruh kokain dalam jangka waktu yang pendek maupun dalam
  jangka waktu yang panjang. Pada pemakaian yang berlebihan (over
  dosis), pecandu kokain akan mengalami gangguan jiwa dan lebih
  lanjut lagi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak
  (stoke).
  Short-term impact that is felt by them, among others, are as follows:


        Pengaruh jangka pendek yang dirasakan oleh mereka antara lain
  adalah sebagai berikut:
  a. Body feels fresh.
  b. Self-confidence increased and excessive.
  c. Arising from excessive joy.
  d. Do not feel the pain and fatigue.
  e. Unable to adjust to its surroundings well.
  f. Spent a lot of sweat and felt nauseated that accompanied the
  vomiting.
  g. Appetite is reduced, so that his body became emaciated.
  h. Heart rate increased.
  i. Blood pressure increase.


  a. Badan terasa segar.
  b. Rasa percaya diri meningkat dan berlebihan.
  c. Timbul rasa gembira yang berlebihan.
      d. Tidak merasakan rasa sakit dan rasa lelah.
      e. Tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya
          dengan baik.
      f. Mengeluarkan banyak keringat dan merasakan mual yang disertai
          muntah-muntah.
      g. Nafsu makan berkurang, sehingga badannya menjadi kurus kering.
      h. Denyut jantung meningkat.
      i. Tekanan darah meningkat.


      Meanwhile, the influence of cocaine use in the long term are as
follows:

            Sementara itu, pengaruh penggunaan kokain dalam jangka
      waktu yang lama adalah sebagai berikut:


      a. The body feels tired, lethargic, and powerless.
      b. Feeling restless, insomnia, and worry excessively.
      c. Weight decreases dramatically.


      a. Badan terasa lelah, lesu, dan tidak berdaya.
      b. Merasa gelisah, sulit tidur, dan cemas secara berlebihan.
      c. Berat badan menurun secara drastis.


   4. Use of Narcotics in the Medical Field
      Penggunaan Narkotika dalam Bidang Kedokteran
            One example commonly used as a narcotic drug is cocaine. In
      the medical field of cocaine known as a local anesthetic agent.
            Salah satu contoh narkotika yang biasa digunakan sebagai obat
      bius adalah kokain. Dalam bidang kedokteran kokain dikenal sebagai
      zat anestetik lokal.
            Besides cocaine, methadone (one of the narcotic opium
      derivative) was also used as a drug used to treat dependence on
      opioids (narcotic similar to opium flower juice form).
            Selain kokain, metadon (salah satu narkotika turunan opium)
      juga digunakan sebagai obat untuk mengatasi ketergantungan terhadap
      opioid (sejenis narkotika yang berupa jus bunga opium).
B. Psychotropic
   Psikotropika
         Psychotropic drugs are a type of artificial or engineered
   substance made by adjusting the chemical structure of a particular
   substance. Basically, there is a psychotropic substance is a stimulant
   and depressant. Psychotropic substances belonging to the group
   include the stimulant amphetamine and methamphetamine, while
   those belonging to the group include barbiturate depressants,
   benzodiazepines, and metakualon.
         Psikotropika merupakan jenis narkoba yang merupakan zat
   buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur
   kimia suatu zat tertentu. Pada dasarnya, zat psikotropika ada yang
   bersifat sebagai stimulant dan depresan. Zat psikotropika yang
   termasuk ke dalam kelompok stimulant antara lain adalah amfetamin
   dan metamfetamin, sedangkan yang termasuk ke dalam kelompok
   depresan antara lain adalah barbiturate, benzodiazepine, dan
   metakualon.




 1. Amphetamine
   Amfetamin


         Amphetamines is a stimulant psychotropic drug groups.
   Someone who consume these types of psychotropic drugs will be
   active oversimplify, increased heart rate, blood pressure increases, and
   also affects the organs of the body such as brain, heart, and lungs. One
   type of amphetamine drug of this class is ecstasy.
         Amfetamin merupakan kelompok obat psikotropika stimulant.
   Seseorang yang mengonsumsi jenis psikotropika ini akan aktif secara
   berlebih-lebihan, denyut jantung meningkat, tekanan darah meningkat,
   serta mempengaruhi organ-organ tubuh yang lain seperti otak,
   jantung, dan paru-paru. Salah satu jenis obat dari golongan amfetamin
   ini adalah ekstasi.
          Short due to the influence of amphetamine use among them is
   as follows:

         Pengaruh singkat yang disebabkan oleh penggunaan amfetamin
   di antaranya adalah sebagai berikut:
   a. Users tend to stay awake (tida feel sleepy).
   b. Cause excessive excitement and a lot of talk.
   c. Increasing confidence.
   d. Removing keirngat a lot, nausea, and vomiting.


   a. Pemakai cenderung tetap terjaga (tida merasakan kantuk).
   b. Menimbulkan rasa gembira yang berlebihan dan banyak bicara.
   c. Meningkatkan rasa percaya diri.
   d. Mengeluarkan keirngat yang banyak, mual-mual, dan muntah.


2. Methamphetamine
   Metamfetamin
         Methamphetamine is a stimulant type substances. In essence,
   these types of substances may cause effects that are not much different
   from amphetamines. One type of these substances is sabu-sabu.
         Metamfetamin merupakan jenis psikotropika stimulant. Pada
   dasarnya, jenis psikotropika ini dapat menimbulkan pengaruh yang
   tidak jauh berbeda dengan amfetamin. Salah satu jenis psikotropika
   ini adalah sabu-sabu.


3. Barbituric
   Barbiturat


          Barbiturates are psychotropic drugs that belong to the group
   depressant. This is because if someone is taking barbiturates, then he
   will experience a slowdown and the weakening of the nervous system
   activity, so she felt calm and comfortable. In addition, users will
   experience drowsiness barbiturate extraordinary.

         Barbiturat merupakan obat psikotropika yang termasuk ke
   dalam kelompok depresan. Hal ini karena apabila seseorang
   mengonsumsi barbiturat, maka ia akan mengalami perlambatan dan
   pelemahan aktivitas system saraf, sehingga ia merasa tenang dan
   nyaman. Selain itu, pengguna barbiturat akan merasakan kantuk yang
   luar biasa.


4. Benzodiazepine
   Benzodiazepin
         Benzodiazepines is a psychotropic drug that is included in
   group depressant. In Indonesia, the substance of this type consists of
   several trademarks such as rahipnol and stesolid. However, generally
   known by the term koplo pills.
         Benzodiazepin merupakan obat psikotropika yang termasuk ke
   dalam kelompok depresan. Di Indonesia, psikotropika jenis ini terdiri
   dari beberapa merek dagang seperti rahipnol dan stesolid. Akan tetapi,
   umumnya dikenal dengan istilah pil koplo.


5. Metakualon
   Metakualon
          Metakualon is a type of medicine used officially for a sedative
   and to relieve pain. However, many people are abusing this drug and
   is used to intoxicate themselves.
          Metakualon merupakan jenis obat yang digunakan secara resmi
   untuk obat penenang dan untuk menghilangkan rasa sakit. Akan
   tetapi, banyak orang yang menyalahgunakan obat ini dan digunakan
   untuk memabukkan diri.


6. Use of Psychotropic Substances in the Field of Medicine
   Penggunaan Psikotropika dalam Bidang Kedokteran
          Psychotropic amphetamine is used if the doctors to treat
   patients suffering from depression, alcohol addiction, obesity, and the
   toxicity of certain substances. Meanwhile, the type commonly used
   psychotropic sabagai barbiturate sedative.

         Psikotropika amfetamin digunakan olah para dokter untuk
   mengobati pasien yang menderita depresi, kecanduan alcohol,
   kegemukan, dan keracunan zat tertentu. Sementara itu, jenis
   psikotropika barbiturat biasa digunakan sabagai obat penenang.


C. Addictive Substance
   Zat Adiktif
         Addective substance are substance which if they are consumed
  can affect the central nervous system and can cause addiction effect or
  dependence in a long time.The axample of addictive substance which
  now are many consumed by peoples by nicotine ( in tobacco or
  cigarettes ), caffeine (in coffee or tea ), and alcohol ( in alcoholic
  drinks ).

        Zat adiktif merupakan zat-zat yang apabila dikonsumsi dapat
  mempengaruhi system sraf pusat dan dapat meninbulkan efek
  ketagihan atau ketergantungan dalam jangka waktu yang lama.
  Contoh zat adiktif yang sekarang banyak dikonsumsi masayarakat
  antara lain adalah nikotin ( dalam tembakau atau rokok ), kafein (
  dalam kopi atau the ), dan allkohol ( dalam minuman keras ).

1. Cigarettes
   Rokok

         Tobacco-based cigarette mengendung addictive substances
  called nicotine. Nicotine is a substance that is poisonous and harmful
  to body organs, especially the respiratory organs. Nicotine can also
  damage brain tissue, causing disruption to the circulatory system,
  which triggers blood clotting, hardening of the arteries, causing
  narrowing of blood vessels. Aibatnya, the body is deprived of oxygen
  and feels weak.

  Rokok yang berbahan dasar tembakau mengendung zat adiktif yang
  disebut dengan nikotin. Nikotin merupakan zat yang bersifat racun
  dan berbahaya bagi organ-organ tubuh, terutama organ pernafasan.
  Nikotin juga dapat merusak jaringan otak, menyebabkan gangguan
  pada system peredaran darah, yaitu memicu pembekuan darah,
  mengeraskan pembuluh arteri, dan mengakibatkan penyempitan
  pembuluh darah. Aibatnya, tubuh kekurangan oksigen dan terasa
  lemah.

        Besides nicotine, in cigarette smoke there are other harmful
  substances. Among others, tar, carbon dioxide, arsentik, hydrogen
  sulfur, acidic compounds, and carbon dioxide.
        Disamping nikotin, dalam asap rokok terdapat zat lain yang
  berbahaya. Antara lain tar, karbon dioksida, arsentik, zat air belerang,
  senyawa-senyawa asam, dan karbon dioksida.




a. Disorders or Diseases caused by Cigarettes
   Gangguan atau Penyakit yang Disebabkan oleh Rokok.

  1. The nose is an organ of smell becomes sensitive less.
     Hidung yang merupakan indera penciuman menjadi kurang peka.
  2. The teeth becomes yellow and the lips becomes blackish.
     Gigi menjadi berwarna kuning dan bibir menjadi berwarna
     kehitaman.
      3. The throat ( respiratory duct ) can get any inflammation or
         infection because of the presence of small particles carried by the
         cigarettes smoke.
         Kerongkongan ( saluran pernafasan ) dapat mengalami peradangan
         atau infeksi karena adanya partikel-partikel kecil yang terbawa
         oleh rokok.
      4. The lung can suffer cancer.
         Paru-paru dapat mengalami serangan kanker.
      5. The hurt undergoes a disorder in the form of coronary heart.
         Jantung mengalami gangguan berupa jantung koroner.
      6. The disorder in the stomach and uterus are also the threat for
         smoker.
         Gangguan lambung dan rahim juga menjadi ancaman bagi
         perokok.

   b. The Characteristic of Cigarette Addicts.
      Ciri-ciri Pecandu Rokok

      1. The lips of smoker is black.
         Bibir para perokok kebanyakan berwarna hitam.
      2. The teeth of smoker usually is brownish yellow because it is often
         contacted by nicotine, so the teeth enamel is broken.
         Gifi para perokok biasanya berwarna kuning kecoklatan karena
         seringnya terkena nikotin, sehingga email gig menjadi rusak.
      3. The eyes of the smoker often look to be redder and the water.
         Mata para perokok sering terlihat memerah dan berair.
      4. Smokers often undergo coughs.
         Para perokok sering mengalami batuk-batuk.
      5. Generally, smokers have brownish yellow ( dirty ) nails.
         Para perokok umumnya memilki kuku yang berwarna kuning
         kecoklatan ( kotor )
      6. The mouth of smoker is usually stinky.
         Mulut perokok biasanya berbau.

   2. Coffee
      Kopi
Well, do you know, that coffee contains caffeine addictive substances
known. Caffeine in coffee can meninbulkan effect on a person addicted to a
mengunsumsinya. On one hand, the caffeine into the blood vessel will cause
blood flow and oxygen supply to all parts of the body becomes more fluid,
so we keep them fresh (not sleepy).
      Nah, tahukah kalian, bahwa kopi mengandung zat adiktif yang disebut
kafein. Kafein pada kopi ini dapat meninbulkan efek ketagihan pada
seseorang yang mengunsumsinya. Disatu sisi, kafein yang masuk kedalam
pembuluh darah akan menimbulkan aliran darah dan suplai oksigen
keseluruh bagian tubuh menjadi lebih lancar, sehingga kita tetap segar (tidak
ngantuk).

   3. Alcoholic Drinks
      Minuman keras
      Alcohol used in liquor obtained from the fermentation process of
brewing of tau substances that have a high sugar content, minyasalnya
grapes, wheat, jangung, sugar cane, and black rice. Alcohol content
exceeding 0.05% can cause disturbance in the system of coordination of
movement and balance system of the body, so that people who drink alcohol
will have drunk (lost consciousness).
       Alkohol yang digunakan pada minuman keras diperoleh dari hasil
proses peragian tau fermentasi zat-zat yang mempunyai kadar gula tinggi,
minyasalnya anggur, gandum, jangung, tebu, dan ketan hitam. Kadar alcohol
yang melebihi 0,05% dapat menyebabkan terganggunya koordinasi system
gerak dan system keseimbangan tubuh, sehingga orang yang meminum
minuman keras akan mengalami mabuk ( hilang kesadaran ).

   a. Disordes and Diseases caused by Alcohol
      Gangguan atau Penyakit yang Disebabkan oleh Alkohol.

      1. The function of brain is disturbed causing the loss of body
         coordination system, the disorder vision, difficulty in speaking.
         Fungsi otak tertanggu yang menyebabkan kehilangan sistem
         koordinasi sistem, gangguan penglihatan, dan susah bicara.
      2. The work function of the heart is not stable and the heartbeat
         increase.
         Fungsi kerja jantung tidak stabil dan denyut jantung meningkat.
      3. The stomach acid increase causing the happening of the chronic
         stomach disease or stomach inflammation ( gastritis ).
         Produksi asam lambung meningkat yang menyebabkan terjadinya
         penyakit maag kronis atau perdangan lambung ( gastritis ).
      4. Destroying the liver.
         Merusak hati.

   b. The Properties of Alcohol in the Body
      Sifat-sifat Alkohol dalam Tubuh

      1. It is absorbed quickly in to the blood through the stomach and
         intestine.
         Cepat sekali diserap kedalam darah melalui lambung dan usus.
      2. The absorption the alcohol in the brain is faster and more than
         another tissue.
         Penyerapan di otak lebih cepat dan lebih banyak dari jaringan lain.
      3. Its happens the reaction in the kidneys in the form of increase of
         urine removal.
         Terjadi reaksi diginjal yang berupa bertambahnya pengeluaran
         urine.
      4. At a height dose it can press the heart activity so it decrease the
         activity of the blood circulation.
         Pada dosis tinggi dapat menekan kegiatan jantung sehingga
         mengurangi kegiatan peredaran darah.

   c. The Characteristic of Alcoholic-Drink Addicts
      Ciri-ciri Pecandu Minuman Keras.

      1. His eyeballs are always in movement.
         Bola mata selalu bergerak.
      2. His consciousness decrease, he always looks in worried, and
         usually he raves about his secret or another unawarelly.
        Kesadaran menurun, selalu tampak gelisah dan kadang-kadang
        mengigau rahasia pribadi atau orang lain tanpa sadar.
   3.   He tends to be alone, be mused, and fantasize.
        Cenderung menyendiri, termenung, dan berkhayal.
   4.   He often feels happy irrationally.
        Sering merasa gembira yang tidak wajar.
   5.   His face becomes redder and looks pailled.
        Raut muka memerah dan kelihatan tidak terawatt.
   6.   He speaks is not clearly and incoherent way.
        Berbicara tidak jelas dan tidak terarah.
   7.   The exhaling gas of addicts to alcoholic drinks, its smelled the
        alcoholic aroma which can make us to be queasy.
        Pada nafas pecandu minuman keras, tercium aroma alcohol yang
        membuat kita mual.
   8.   His body becomes weak and if he is walking he will totter because
        his coordination system has no functioned well.
        Badan menjadi lemah dan apabila berjlan akan terhuyung-huyung
        karena system koordinasinya susah tidak berfungsi dengan baik.

4. The Use of Addictive Substance in Medicali Field
   Penggunaan Zat Adiktif dalam Bidang Kedokteran

1. At a given does, nicotine found cigarette can be used as medicine to
   repair the memory of someone.
   Pada dosis tertentu, nikotin yang terdapat pada rokok dapat digunakan
   sebagai obat untuk memulihkan ingatan seseorang
2. At given does, caffeine found in coffee can be used to treat to muscle
   disorders, reduce weaknesses, and help stroke sufferers in stimulating
   the brain cell in order to stay in live.
   Pada dosis tertentu, kaein pada kopi dapat digunakan untuk mengubati
   gangguan otot, mengurangi kelelahan, dan membantu para penderita
   stroke dalam merangsang sel-sel otak agar tetap hidup.
3. Alcohol can kill disease agents, so it is usually used to clean medical
   tools in sterilization process.
   Alkohol dapat membunuh kuman penyakit, sehingga biasanya
   digunakan untuk membersihkan alat-alat kedokteran pada proses
   sterilisasi.


D. Methods of Avoiding Ourselves from Narkoba
   Cara Menghindarkan Diri dari Narkoba

   Meanwhile, method to avoid ourselves from narkoba among others,
   are as follow
   Adapun cara-cara untuk menghindarkan diri dari narkoba antara lain
   sebagai berikut.
   1. Understanding negative affect produced from using narkoba.
      Memahami akibat atau pengaruh negatif yang timbul permakaian
      narkoba.
   2. Finding information relating to narkoba addicts which can be used
      the useful experience, so we do not approach and try to use
      narkoba.
         Mencari informasi-informasi mengenai para pecandu narkoba yang
         dapat kita jadikan sebagai pelajaran yang berharga, sehingga kita
         tidak mendekati dan mencoba menggunakan narkoba.
      3. Keeping ourselves away from ugly intercourse, the intercourse
         direction to the use of narkoba and freesex.
         Menjauhkan diri dari pergaulan yang tidak sehat, yakni pergaulan
         yang menjurus kearah penggunaan narkoba dan sex bebas.
      4. Reinforcing the faith to the good, so all activities we do can be
         more controlled and they always tent to the goodness.
         Memperkuat keimanan pada Tuhan, agar segala kegiatan lebih
         terkontrol dan selalu menuju kearah kebaikan.

   E. Treatment Efforts for Narkoba Addicts.
      Upaya Penyembuhan Pecandu Narkoba

      The addicts of narkoba must be helped through a rehabilitation
program, that is an series of treatment processes to the addicts of narkoba
consisting. The rehabilitation process for the addicts of narkoba consist of
two kinds, medical rehabilitation and social rehabilitation.

       Para pecandu narkoba ini perlu ditolong melalui program rehabilitasi,
yaitu serangkaian proses pengobatan terhadap pecandu yang terdiri dari
beberapa tahap. Proses rehabilitasi pecandu narkoba ini terbagi mejadi dua
jenis, yaitu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

       The medical rehabilitation is an integrative process of treatment to
free addicts of narkoba from the dependent effect the narkoba. The medical
rehabilitation is continued by the social rehabilitation, that is an integrated
process for recovering physical, mental, or social the addicts can do their
social function again in the social live.

      Rehabilitasi medis merupakan suatu proses pengobatan secara terpadu
untuk membebaskan korban ( pecandu ) dari pengaruh ketergantungan
narkoba. Rehabilitasi medis dapat dilanjutkan dengan rehabilitasi sosial,
yaitu proses pemulihan seacara terpadu baik fisik, mental, maupun sosial
agar korban dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan
bermasyarakat.

				
DOCUMENT INFO
Tags:
Stats:
views:17236
posted:6/4/2010
language:Indonesian
pages:34