Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

konselor

VIEWS: 758 PAGES: 11

									Fungsi dan Peranan Guru BK di

Sekolah




(Bab III, Pasal 11 hal. 36 Buku Peraturan Kepegawaian BPK PENABUR)

1. Bagi Siswa sebagai pendidik dan pembimbing.

2. Bagi semua unsur yang terkait di sekolah sebagai katalisator, dinamisator dan

    konselor.

3. Bersikap terbuka untuk bekerja sama dengan sesama Guru/rekan kerja.

4. Berkemauan menyesuaikan diri dengan lingkungan secara positif.

5. Berkemauan menangani masalah-masalah siswa.

6. Berhasil menarik minat dan akrab dengan siswa.

7. Berusaha senantiasa mengembangkan diri.

     Respon sekolah terhadap keberadaan Guru BK semakin baik, hanya aturan

tentang penghargaan terhadap siswa asuh yg 150 : 1 guru bk = 18 jam itu perlu

dirubah karena sekarang pemerintah selalu membatasi jml siswa baru di sekolah, shg

1 : 150 sudah tidak ideal lagi. Konselor sekolah adalah penyelenggara kegiatan BK
di sekolah Istilah konselor secara resmi digunakan dalam Undang-undang Nomor 20

Tahun 2003 dengan menyatakan “konselor adalah pendidik” dan dalam Peraturan

Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2005 menyatakan “konselor adalah

pelaksana pelayanan konseling di sekolah” yang sebelumnya menggunakan istilah

petugas BP, guru BP/BK dan guru pembimbing.

    Dalam Surat Keputusan Bersama Mendikbud dan Kepala BAKN No.

0433/P/1993 dan No. 25 Tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan

Fungsional Guru Pembimbing dan Angka Kreditnya dijelaskan bahwa guru

pembimbing (konselor sekolah) adalah guru yang mempunyai tugas, tanggung

jawab, wewenang Kemudian, dalam Pasal 39 Ayat 2 UU Nomor 20 tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan:

    “Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan

melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan

pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada

masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.”

      Semua pendidik, termasuk di dalamnya konselor melakukan kegiatan

pembelajaran, penilaian, pembimbingan dan pelatihan dengan berbagai muatan

dalam ranah belajar kognitif, afektif, psikomotor serta keimanan dan ketakwaan

kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagaimana telah diutarakan di atas, sebagai

seorang pendidik konselor adalah tenaga profesional yang bertugas: 1) merencanakan

dan menyelenggarakan proses pembelajaran, 2) menilai hasil pembelajaraan, 3)

melakukan pembimbingan dan pelatihan. Arah pelaksanaan pembelajaran yang

dimaksud adalah melaksanakan pelayanan BK berupa berbagai jenis layanan dan

kegiatan pendukung serta berbagai keterkaitannya.

1. Tugas Pokok Konselor Sekolah

      Konselor sekolah adalah konselor yang mempunyai tugas, tanggung jawab,

wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta
didik. Pelayanan BK di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam

upaya menemukan dirinya, penyesuaian terhadap lingkungan            serta dapat

merencanakan masa depannya. Prayitno (2004a:3) menyebutkan bahwa pada

hakikatnya pelaksanaan BK di sekolah untuk mencapai tri sukses, yaitu: sukses

bidang akdemik, sukses dalam persiapan karir dan sukses dalam hubungan

kemasyarakatan.

      Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan “konselor adalah

pendidik” dan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2005

mengemukakan “konselor adalah pelaksana pelayanan konseling di sekolah”.

      Dalam Pasal 39 Ayat 2 Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional menyebutkan:

Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan

melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan

pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada

masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

      Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa seorang konselor juga

merupakan pendidik, yaitu tenaga profesional yang bertugas: (1) merencanakan dan

menyelenggarakan proses pembelajaran, (2) menilai hasil pembelajaraan (3)

melakukan pembimbingan dan pelatihan. Arah pelaksanaan pembelajaran dan

penilaian hasil pembelajaran yang dimaksud adalah melaksanakan pelayanan

bimbingan dan konseling yaitu berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung

konseling dan berbagai keterkaitannya serta penilaianya.

      Semua pendidik, termasuk di dalamnya konselor, melakukan kegiatan

pembelajaran, penilaian, pembimbingan dan pelatihan dengan berbagai muatan

dalam ranah belajar kognitif, afektif, psikomotor, serta keimanan dan ketakwaan

kepada Tuhan Yang Maha Esa.
      Selanjutnya konselor sekolah mempunyai tugas berkenaan dengan pelayanan

BK. Menurut Erickson yang dikutip Mortensen dan Schumuller (1964:8) “individual

inventory, the counseling, the information services, the placement services and the

follow up services”.

      Berdasarkan pendapat di atas kegiatan pelayanan BK mencakup: pengumpulan

data, konseling, pemberian informasi, penempatan dan tindak lanjut. Senada dengan

itu Bernard dan Fullmer menambahkan research and consultation (1977:8) yang

berarti pemahaman dan konsultasi. Selanjutnya Gibson dan Mitchell (1987:67)

mengemukakan tugas konselor sekolah adalah:

              (1) assessment of the individual's and other characteristics;(2)

              counseling the individual;, (3) group counseling and guidance

              activities; (4) career guidance, including the providing of occupational

              educational information; (5) placement, follow up, and accountability

              evaluation; and 6) consultation with teachers and other school

              personnel, parents, pupils, in group and appropriate community

              agencies.

      Tugas    konselor     sekolah   adalah   mengenal    siswa   dengan    berbagai

karakteristiknya, melaksanakan konseling perorangan, bimbingan dan konseling

kelompok, melaksanakan bimbingan karir termasuk informasi pendidikan dan karir,

penempatan, tindak lanjut dan penilaian, konsultasi dengan konselor, semua personil

sekolah, orang tua, siswa, kelompok dan masyarakat.

      Selanjutnya Prayitno, dkk (1997:117-140) mengemukakan tugas konselor

sekolah, sebagai berikut:

               (1) memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, (2)

               merencanakan program bimbingan dan konseling terutama program-

               program satuan layanan dan satuan kegiatan pendukung untuk satuan-

               satuan waktu tertentu, program-program tesebut dikemas dalam
              program harian, mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan, (3)

              melaksanakan segenap satuan layanan bimbingan dan konseling, (4)

              melaksanakan segenap progam satuan kegiatan pendukung bimbingan

              dan konseling, (5) menilai proses dan hasil pelaksanaan satuan

              layanan dan kegiatan pendukung, (6) menganalisis hasil penilaian

              layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, (7)

              melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan dan

              kegiatan     pendukung        bimbingan      dan    konseling,       (8)

              mengadministrasikan      kegiatan   satuan   layanan      dan   kegiatan

              pendukung         bimbingan         yang       dilaksanakan,         (9)

              mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan

              bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada koordinator

              bimbingan dan konseling dan kepala sekolah.

      Dalam upaya mewujudkan pelaksanaan BK di sekolah, pemerintah melalui SK

Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi

Kepegawaian Negara Nomor 0433/P/1993 dan Nomor 25 Tahun 1993 tentang

Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru Pembimbing dan Angka Kreditnya

serta Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor

025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional

Guru Pembimbing dan Angka Kreditnya, menetapkan tugas guru pembimbing

(konselor sekolah) sebagai berikut: (1) menyusun program bimbingan dan konseling,

(2) melaksanakan bimbingan dan konseling, (3) mengevaluasi hasil pelaksanaan

bimbingan dan konseling, (4) menganalisis hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan

dan konseling, (5) tindak lanjut pelaksanaan bimbingan dan konseling.

      Secara umum tugas konselor sekolah adalah bertanggung jawab untuk

membimbing peserta didik secara individual sehingga memiliki kepribadian yang

matang dan mengenal potensi dirinya secara menyeluruh. Dengan demikian
diharapkan siswa tersebut mampu membuat keputusan terbaik untuk dirinya, baik

dalam memecahkan masalah mereka sendiri maupun dalam menetapkan karir mereka

dimasa yang akan datang ketika individu tersebut terjun di masyarakat.

      Selanjutnya disebutkan sebagai pelaksana utama konselor sekolah bertugas:

             (1) memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, (2)

             merencanakan program bimbingan, (3) melaksanakan segenap satuan

             layanan bimbingan, (4) melaksanakan kegiatan pendukung bimbingan,

             (5) menilai proses dan hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan

             pendukungnya, (6) melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil

             penilaian, (7) Mengadministrasikan layanan kegiatan pendukung

             bimbingan dan konseling, (8) Mempertanggung jawabkan tugas dan

             kegitannya dalam pelayanan bimbingan kepada koordinator bimbingan

             (Dewa Ketut, 2000:56)

      Sejalan dengan itu Thantawy (1995:73-77) menyebutkan tugas konselor

sekolah ialah menyelenggarakan pelayanan bimbingan yang meliputi: bidang

bimbingan pribadi, bidang bimbingan sosial, bidang bimbingan belajar dan bidang

bimbingan karir yang disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa. Adapun tugas

dan rincian tugas pokok konselor sekolah: (1) menyusun program bimbingan dan

konseling, (2) melaksanakan program bimbingan dan konseling, (3) mengevaluasi

pelaksanaan bimbingan dan konseling , (4) menganalisis hasil evaluasi pelaksanaan

bimbingan dan konseling, (5) melaksanakan tindak lanjut pelaksanaan bimbingan

dan konseling, (6) membimbing siswa dalam kegiatan ektra kurikuler, (7)

membimbing konselor sekolah (bagi guru pembina s/d guru utama).

      Selanjutnya berikut rincian tugas pokok konselor sekolah berdasarkan pangkat

dan golongan sebagai berikut:

a. Rincian tugas Guru Madya dan Guru Madya Tingkat I (Gol.III/a III/b)

   adalah : (1) melaksanakan penyusunan program bimbingan dan konseling, (2)
   melaksanakan     program   bimbingan   dan   konseling,   (3)   melaksanakan

   mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling, (4) melaksanakan analisis

   hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling (5) menyusun dan

   melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling (6), menyusun dan

   melaksanakan program bimbing dan konseling di kelas yang menjadi tanggung

   jawabnya. (7) membimbing siswa dalam kegiatan ektra kurikuler Rincian

b. tugas Guru Dewasa dan Guru Dewasa tingkat I (Gol.III/c III/d) adalah : (1)

   melaksanakan penyusunan program bimbingan dan konseling, (2) melaksanakan

   program bimbingan dan konseling, (3) melaksanakan mengevaluasi pelaksanaan

   bimbingan dan konseling, (4) melaksanakan analisis hasil evaluasi pelaksanaan

   bimbingan dan konseling (5) menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut

   bimbing dan dan konseling (6), menyusun dan melaksanakan program bimbing

   dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. (7) membimbing siswa

   dalam kegiatan ektra kurikuler (8) membimbing guru dalam kegiatan bimbingan

   dan konseling.

c. Rincian tugas Guru Pembina sampai dengan Guru Utama (Gol.VI/a VI/c)

   adalah : (1) melaksanakan penyusunan program bimbingan dan konseling, (2)

   melaksanakan     program   bimbingan   dan   konseling,   (3)   melaksanakan

   mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling, (4) melaksanakan analisis

   hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling (5) menyusun dan

   melaksanakan program tindak lanjut bimbing dan dan konseling (6), menyusun

   dan melaksanakan program bimbing dan konseling di kelas yang menjadi

   tanggung jawabnya. (7) membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler (8)

   membimbing guru dalam kegiatan bimbingan dan konseling.(9) membuat karya

   tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan (10) menemukan teknologi tepat guna

   dalam bidang pendidikan (11) membuat alat bimbingan (12) menciptakan karya

   seni (13) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.
      Berdasarkan berbagai sumber di atas dapat dipahami bahwa tugas pokok

konselor sekolah pada prinsipnya mencakup hal-hal yaitu: (1) memasyarakatkan

pelayanan bimbingan dan konseling, (2) menyusun program bimbingan dan

konseling, (3) melaksanakan bimbingan dan konseling, (4) mengevaluasi hasil

pelaksanaan bimbingan dan konseling, (5) menganalisis hasil evaluasi pelaksanaan

bimbingan dan konseling, (6) tindak lanjut pelaksanaan bimbingan dan konseling. (7)

membimbing konselor sekolah (bagi guru pembina s/d                guru utama).(8)

mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan bimbingan dan

konseling secara menyeluruh kepada koordinator bimbingan dan konseling dan

kepala sekolah.

      Dalam penelitian ini tidak semua aspek tugas pokok akan diteliti, melainkan

dibatasi pada pelaksanaan tugas pokok yang mencakup lima aspek yaitu (1)

menyusun program bimbingan dan konseling, (2) melaksanakan bimbingan dan

konseling, (3) mengevaluasi hasil pelaksanaan bimbingan dan konseling, (4)

menganalisis hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling, (5) tindak lanjut

pelaksanaan bimbingan dan konseling. Yang secara spesifik akan melihat

keterlaksanaan tugas pokoknya berdasarkan pangkat dan golongan yaitu dari Guru

Madya (Gol.III) hingga Guru Pembina (VI/a)

      Konselor Sekolah adalah merupakan bagian dari unsur pendidikan yang ada

disekolah yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembentukan

kepribadian siswa. Mengapa Demikian? Tugas Konselor sekolah adalah sangat

berbeda dengan guru mata pelajaran yang bekerjanya dapat dilihat dari jam masuk

kelas dan memberi nilai. Sedangkan Konselor Sekolah tidak bisa dilihat seperti

halnya guru mata pelajaran, karena tugas untuk membenahi dan membentuk

kepribadian siswa sangatlah sulit karena kita selalu dihadapkan dengan penanganan

melalui sisi yang berbeda. Misalnya apabila ada siswa yang nakal terkadang guru

mata pelajaran dapat memberikan sangsi dikeluarkan dari kelas tidak boleh ikut mata
pelajaran atau diberi sangai nilai sehingga siswa akan mengalami ketakutan. Namun

disisi lain pribadi siswa belum terbentuk karena belum adanya kesadaran untuk

merubah tetapi hanya merupakan perasaan takut kepada guru tsb.

      Tugas dari Konselor sekolah dapat dilihat dalam POLA 17 Bimbingan

Konseling. Hanya banyaklah kendala untuk mewujudkan peran konselor sekolah

yang ideal karena ada beberapa hambatan yaitu :

          1. Guru Mata Pelajaran terkadang tidak mau memahami akan

              keberadaan Konselor Sekolah.

          2. Banyak guru Pembimbing/Konselor sekolah yang bukan dari lulusan

              sarjana Bimbingan dan Konseling tetapi hanya merupakan sambilan

              saja atau alih fungsi.

          3. Pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional kurang

              profesional dalam menangani masalah ini, sehingga mudah saja peran

              dan fungsi konselor sekolah dapat dilaksanakan oleh siapapun

              padahan konselor sekolah sangat butuh keahlian akademis.

          4. Banyak dan hampir rata-rata di sekolah Konselor sekolah tidak

              mempunyai fasilitas yang memadai untuk bekerja secara ideal.

          5. Dari hambatan semua itu sehingga Konselor Sekolah kurang

              dipandang penting oleh siswa bahkan sering dikatakan POLSI

              SEKOLAH. Revitalisasi Konselor Sekolah Dalam Membentuk

              Kepribadian Siswa

      Konselor Sekolah adalah merupakan bagian dari unsur pendidikan yang ada

disekolah yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembentukan

kepribadian siswa. Mengapa Demikian? Tugas Konselor sekolah adalah sangat

berbeda dengan guru mata pelajaran yang bekerjanya dapat dilihat dari jam masuk

kelas dan memberi nilai. Sedangkan Konselor Sekolah tidak bisa dilihat seperti

halnya guru mata pelajaran, karena tugas untuk membenahi dan membentuk
kepribadian siswa sangatlah sulit karena kita selalu dihadapkan dengan penanganan

melalui sisi yang berbeda. Misalnya apabila ada siswa yang nakal terkadang guru

mata pelajaran dapat memberikan sangsi dikeluarkan dari kelas tidak boleh ikut mata

pelajaran atau diberi sangai nilai sehingga siswa akan mengalami ketakutan. Namun

disisi lain pribadi siswa belum terbentuk karena belum adanya kesadaran untuk

merubah    tetapi   hanya   merupakan      perasaan     takut   kepada   guru   tsb.

Tugas dari Konselor sekolah dapat dilihat dalam POLA 17 Bimbingan Konseling.

Hanya banyaklah kendala untuk mewujudkan peran konselor sekolah yang ideal

karena ada beberapa hambatan yaitu :

1. Guru Mata Pelajaran terkadang tidak mau memahami akan keberadaan Konselor

   Sekolah.

2. Banyak guru Pembimbing/Konselor sekolah yang bukan dari lulusan sarjana

   Bimbingan dan Konseling tetapi hanya merupakan sambilan saja atau alih fungsi.

3. Pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional kurang profesional

   dalam menangani masalah ini, sehingga mudah saja peran dan fungsi konselor

   sekolah dapat dilaksanakan oleh siapapun padahan konselor sekolah sangat butuh

   keahlian akademis.

4. Banyak dan hampir rata-rata di sekolah Konselor sekolah tidak mempunyai

   fasilitas yang memadai untuk bekerja secara ideal.

Dari hambatan semua itu sehingga Konselor Sekolah kurang dipandang penting oleh

siswa bahkan sering dikatakan POLISI SEKOLAH
DAFTAR PUSTAKA



http://www.bpkpenabur.or.id/counselwe

http://www.konselingindonesia.com/index.php

								
To top