Docstoc

DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA

Document Sample
DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA Powered By Docstoc
					DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA


   A. Penentuan Status Masalah Kesulitan Belajar
       Berdasarkan data yang didapat dari sekolah yang diamati oleh peneliti yaitu
SMPN 8 Makassar. Maka didapat satu siswa yang mengalami maslah kesulitan
belajar dalam satu bidang studi, yaitu bidang studi Bahasa Indonesia. Dalam bidang
studi ini siswa tersebut sering mendapat prestasi hanya sebatas standar KKM yaitu
70. Dan nilai tersebut didapat sepanjang semester.
       Dari hasil diatas maka peneliti mencoba membandingkan dengan variable
dengan mata pelajaran lain dan rata-rata kelas siswa yang bersangkutan. Setelah
dibandingkan dengan dua variable diatas ternyata memang hanya mata pelajaran
Bahasa Indonesia yang mengalami kesulitan karena jika dibandingkan dengan mata
pelajaran seperti social lainnya nilainya masih melampaui nilai rata-rata kelas yaitu
80 dengan perbandingan nilia rata-rata kelas 75.
Jadi, dapat dipastikan bahwa siswa tersebut diatas mengalami kesulitan belajar dan
perlu diadakan diagnostic belajar.


   B. Penentuan Identitas Siswa Yang Mengalami Kesulitan Belajar
 Nama                        : Indarsari
 Sekolah                     : SMPN 8 MAKASSAR
 Kelas                       : VII C
 Stambuk                     : 27124
 Tempat, Tanggal lahir       : U.P., 20 Januari 1996
 Alamat                      : Jl. Perintis kemerdekaan 4 No. 10
 Nama orang tua /wali        : Juniar Saleh
 Alamat orang tua/wali       : Jl. Perintis kemerdekaan 4 No. 10
 Pekerjaan orang tua/wali : karyawan
 Berat & tinggi badan        : 45 kg / 150 cm
 Warna kulit                 : sawo matang
 Bentuk rambut               : lurus
 Bentuk mata                 : sipit
 Ciri-ciri khusus lainnya    : ramah


   C. Pengumpulan & Penyajian Data
1. Hasil observasi
   Data yang diperoleh dari hasil observasi adalah meliputi :
   a. Indar berkulit sawo matang, tinggi sekitar 150 cm, berbadan agak kurus,
       mukanya oval, dan selalu ramah jika berbicara.
   b. Indar duduk di meja sebelah kanan bagian belakang, bentuk meja dan kursi di
       kelas VII C disusun bershaf
   c. Pada waktu observasi awal, ketika bertemu dengan subjek (10 Mei 2010),
       subjek sedang mengikuti kegiatan kebersiha bersama.
   d. Observasi di kelas subjek (10 Mei 2010), saat itu subjek sedang berada
       didalam kelas dan sedang berlangsung KBM Bahasa Indonesia. Subjek
       mengikuti KBM dengan keadaan yang lemas. Setelah KBM berlangsung
       sempat wawancara sedikit dengan subjek. Setelah wawancara subjek
       langsung istirahat dengan temannya.
   2. Hasil wawancara
       -   Dengan guru
       Hasil wawancara dengan guru BK mengenai subjek(1 Mei 2010) bahwa
subjek selain nilainya bermasalah pada bidang studi Bahasa Indonesia, subjek juga
sering sekali terlambat. Ia masuk dalam daftar anak yang bermasalah yang pernah
diberi surat peringatan. Namun, meskipun begitu subjek masih selalu terlambat,
berbagai macam alasan ia kemukakan untuk membela diri, agar guru percaya bahwa
dia betul-betul terlambat tanpa factor kesengajaan.
       Sedangkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia
mengenai subjek (10 Mei 2010) bahwa subjek memang sering mendapatkan nilai
sebatas KKM saja, tidak pernah ditas KKM. Dan tindakan yang dilakukan oleh guru
bidang studi adalah menyerahkannya kepada guru BK.
       -   Dengan teman sekelas
Berdasarkan hasil wawancara dengan teman subjek didapatkan kesimpulan sebagai
berikut: Indar orangnya ramah, disukai oleh teman-teman sekelas, sebenarnya dia
pintar tapi malas belajar sering adatang terlambat, sering bolos, dan dicap oleh guru-
guru sebagai anak pemalas.
       -   Dengan subjek
Hobi subjek adalah berinternet, hampir setiap minggu dia ke warnet untuk membuka
situs-situs menarik dan berselancar di dunia maya. Kegiatan lainnya diluar sekolah
adalah berenang. Cita-citanya adalah menjadi pramugari, makanya ia ingin
melanjutkan    sekolahnya    ke   SMK.     Menurut    subyek,   pelajaran   disekolah
membosankan, terlebih Bahasa Indonesia, sehingga dia bermalas-malasan, dia lebih
senang berkumpul dengan teman-temannya atau ke warnet.


       Setelah diadakan usaha pengumpulan data dengan berbagai metode
sebagaiman tersebut diatas, diperoleh data sebagai berikut :
   1) Data latar belakang pendidikan
       a) Dari penyelidikan daftar nilai guru bidang studi bahwa prestasi subjek
           dalam Bahasa Indonesia semenjak ulangan harian pertama selalu hanya
           sebatas KKM yaitu 70.
   2) Data latar belakang kesehatan : menurut pengakuan ayahnya, subjek pernah
       sakit infeksi pernapasan saat berusia 12 bulan, hampir saja dioperasi tapi
       kemudian hanya diberi obat-obatan saja.
   3) Dari otobiografinya menunujukkan Hobi subjek adalah berinternet, hampir
       setiap minggu dia ke warnet untuk membuka situs-situs menarik dan
       berselancar di dunia maya. Cita-citanya adalah menjadi pergawati, makanya
       ia ingin melanjutkan sekolahnya ke SMK. Menurut subyek, pelajaran
       disekolah membosankan, terlebih Bahasa Indonesia, sehingga dia bermalas-
       malasan,
   4) Dari interview kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia diperoleh
       keterangan bahwa subjek memang sering mendapatkan nilai sebatas KKM
       saja, tidak pernah ditas KKM.


   D. Analisis Data
       Berdasarkan data diatas ternyata subyek sering mengalami kebosanan dalam
menghadapi pelajaran terlebih dalam bidang studi Bahasa Indonesia. Dia lebih
senang berkumpul dengan teman-temannya atau ke warnet untuk berinternet, dan
hampir setiap minggu dia ke warnet untuk membuka situs-situs menarik dan
berselancar di dunia maya.
Karenanya nilai Bahasa Indonesia nya selalu standar, yaitu 70. Jadi nampaknya
rendahnya standar prestasi subjek karena kurangnya motivasi. Seperti yang
terungkapkan Motivasi adalah keadaan internal yang menyebabkan kita bertindak,
mendorong kita pada arah tertentu, dan menjaga kita tetap bekerja pada aktivitas
tertentu (Elliott dkk, 2000). Motivasi merupakan konstruk psikologi penting yang
mempengaruhi pembelajaran dan performa dalam empat cara yaitu :
   a. Motivasi meningkatkan energi individu dan level aktivitasnya (Pintrich, Marx,
       & Boyle, 1993)
   b. Motivasi mengarahkan individu menuju tujuan tertentu ( Eclcles & Wigfield,
       1985)
   c. Motivasi menaikkan inisiatif dari aktivitas tertentu dan ketekunan dalam
       aktivitas tersebut (Stipek, 1998)
   d. Motivasi mempengaruhi strategi pembelajaran dan proses kognitif dari usaha
       seseorang (Dweck & Elliot, 1983).
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Siswa
Beberapa hal yang mempengaruhi motivasi siswa adalah :
1. Kecemasan
   Kecemasan adalah sensasi tidak menyenangkan yang sering dialami sebagai
   perasaan kekhawatiran dan iritabilitas umum yang disertai restlessness, fatigue,
   dan bermacam-macam simptom somatis seperti sakit kepala dan sakit perut
   (Chess & Hassibi, 1978, p. 241).
   Sejak perhatian kita secara primer mengacu pada. kecemasan, kita harus
   menyadari bahwa motivasi intens dan ekstrim yang menghasilkan kecemasan
   tinggi memiliki efek negatif pada performa. Motivasi sedang merupakan tingkat
   yang diinginkan dalam mempelajari tugas kompleks. Yorkes-Dodson law adalah
   prinsip yang menyatakan bahwa motivasi ideal akan menurun secara intens
   ketika kesulitan tugas meningkat.
2. Rasa keingintahuan (curiousity) dan minat
       Tingkah laku curious sering digambarkan dengan istilah lain seperti
   exploratory, manipulative, atau aktif yang kurang lebih memiliki arti yang sama
   dengan tingkah laku curious itu. Menurut Loewenstein (1994), curiousity adalah
   hal kognitif berdasarkan emosi yang muncul ketika siswa menyadari bahwa ada
   diskrepansi atau konflik antara apa yang ia percayai benar tentang dunia dan apa
   yang sebenarnya terjadi.
       Minat kurang lebih sama dan berkaitan dengan curiousity. Minat adalah
   karakteristik yang dipertahankan yang diekspresikan oleh hubungan antara
   belajar dan aktivitas atau objek partikular (Deci, 1992).
3. Locus of Control
   Locus of control adalah penyebab dari suatu tingkah laku, beberapa orang
   mempercayai suatu hal disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam diri mereka, ada
   pula yang mempercayai hal itu akibat sesuatu yang ada di luar diri mereka.
   Individu yang mengatribusikan penyebab tingkah laku adalah factor-faktor di
   luar diri mereka disebut individu dengan locus of control external, dan
   sebaliknya apabila berasal dari dalam diri sendiri disebut locus of control internal
   .
4. Learned Helplessness
   Learned helplessness adalah reaksi beberapa individu yang berupa frustasi dan
   secara mudah menyerah setelah kegagalan yang berulang-ulang (Seligman,
   1975). Tiga komponen dari learned helplessness memiliki kegunaan particular
   untuk kelas yaitu :
   a. Kegagalan untuk memulai tindakan berarti bahwa siswa yang memiliki
       pengalaman        learned   helplessness   cenderung   untuk   tidak   mencoba
       mempelajari materi baru.
   b. Kegagalan dalam belajar berarti bahwa walaupun arah baru diberikan kepada
       siswa tersebut, mereka tidak memepelajari apapun dari hal itu.
   c. Masalah emosional sepertinya menyertai learned helplessness. Frustrasi,
       depresi dan rasa tidak kompeten muncul secara berkala.
Strategi untuk Meningkatkan Motivasi
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi
siswa, yaitu:
   a. menyediakan model yang kompeten yang dapat memotivasi mereka untuk
       belajar.
   b. Menciptakan atmosfer yang menantang dan tingkat harapan yang tinggi
   c. Mengkomunukasikan pada siswa bahwa mereka akan menerima dukungan
       akademik dan emosional.
   d. Mendorong motivasi intrinsik siswa untuk belajar
   e. Bekerja sama dengan siswa untuk membantu mereka menetapkan tujuan dan
       rencana serta memonitor perkembangannya.
   f. Menyeleksi tugas-tugas pembelajaran yang merangsang ketertarikan dan
       keingintahuan siswa.
   g. Menggunakan teknologi secara efektif.
Perbedaan Sosioekonomi
Sosioeconomic Status (SES) adalah kedudukan umum social dan ekonomi seseorang
dalam masyarakat (meliputi pendapatan keluarga, pekerjaan dan level pendidikan).
SES sebuah keluarga (apakah itu SES tinggi, sedang atau rendah) memberikan arti
kedudukan mereka dalam masyarakat atau seberapa fleksibel mereka dalam
kehidupan dan apa yang mereka beli. Seberapa besar pengaruh mereka dalam
pengambilan keputusan politik, kesempatan pendidikan yang dapat mereka tawarkan
pada anak mereka, dan lain-lain.
Siswa dengan SES rendah ada bermacam-maca kelompok (Sidel, 1996). Diantaranya
ada yang berasal dari keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka
(seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal) tapi tidak mempunyai uang untuk
bermewah-mewah. Kelompok yang lain bahkan hidup di kehidupan miskin yang
sangat ekstrim, dan kelompok ini mempunyai resiko yang lebih untuk mengalami
kegagalan akademik dan dalam kebutuhan akan perhatian dan dukungan (support).
Ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi dalam prestasi yang rendah dari
siswa dengan SES rendah. Siswa yang hanya memiliki 1-2 faktor yang
mempengaruhinya masih bisa berprestasi dengan baik di sekolah. Namun siswa yang
menghadapi banyak faktor yang mempengaruhi SES-nya mempunyai resiko yang
besar untuk mengalami kegagalan akademik. Faktor-faktor tersebut antara lain:
   1. poor nutrition. Nutirisi yang buruk dapat mempengaruhi prestasi sekolah baik
       secara langsung maupun tidak langsung (Byrnes, 2001; Sigman&Whaley,
       1998; R. A. Thompson&Nelson, 2001). Pengajar seharusnya dapat
       mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan para siswa tersebut
       terpenuhi gizinya. Contohnya pengajar harus memastikan bahwa semua siswa
       bisa mendapatkan makanan bergizi secara murah atau gratis dari program
       yang telah diselenggarakan oleh sekolah (Ormrod, 2006).
   2. inadequate housing (Tempat tinggal yang kurang memadai)
   3. emotion stress (Tekanan emosional, seperti depresi, cemas, dll)
   4. gaps in background knowledge (jurang perbedaan tentang pengetahuan awal)
   5. less parental involvement in school activities and homework (Kurangnya
       keikutsertaan orangtua dalam aktivitas sekolah dan pekerjaan rumah)
   6. lower-quality school (Kualitas sekolah yang rendah), etc.(Omrod, 2006)
Penelitian memberikan guru alasan untuk optimis kepada siswa dengan latar
belakang pendapatan yang rendah mampu berprestasi tinggi jika guru juga
berkomitmen untuk membantu mereka dan memberikan mereka program akademik
yang kuat dan mendukung usaha belajar mereka.


Diagnosa (Kesimpulan)
Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan diatas, maka dapat
dikalrifikasikan data tersebut menjadi dua kategori yaitu hal-hal yang menyebabkan
kesulitan belajar dan hal-hal positif yang dimiliki oleh subjek. Adapun
pengklasifikasian data tersebut sebagai berikut:
   1) Hal-hal yang menyebakan kesulitan belajar
       a) Sering mengantuk, pusing
       b) Kurang motivasi untuk belajar
       c) Malas
       d) pasif
   2) Hal-hal positif yang dimiliki oleh subjek
       a) Subjek bersedia mengemukakan maslah yang dialalmi sehubungan
           dengan hasil belajarnya
       b) Ramah
       c) Kehidupan ekonomi keluarga yang cukup
       d) Mempunyai kesehatan yang baik


   E. Prognosa (Rencana Perbaikan)
       Untuk memperbaiki kesulitan belajar subjek itu akan ditempuh usaha-usaha
sebagai berikut :
   1) Memberikan informasi bimbingan belajar berupa :
       a) Informasi tentang teknik belajar yang baik terutama tentang cara belajar
           yang efektif dan efisien serta penggunaan waktu luang termasuk cara
           membagi waktu belajar
       b) Informasi mengenai pemahaman diri dan lingkungannya
       c) Informasi tentang nilai, moral dan etika
   2) Memberikan bantuan konseling berupa :
       a) Memberikan pemahaman kepada klien tentang bagaimana untuk terbuka
           dan menyelesaikan maslalah yang dihadapinya agar dapat diselesaiakan
           secara mandiri
       b) Mengajak klien agar dapat menerima kelebihan dan kekurangannya dan
           mengembangkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
   3) Memperbaharui cara mengajar yang lebih melibatkan kegiatan motorik siswa
   4) Menemui orang tuanya untuk merundingka usaha-usaha yang sebaiknya
       dilakukan untuk kemajuan anaknya.
Tugas individu
Mata kuliah : BK Belajar




            DIAGNOSTIK KESULITAN
                           BELAJAR SISWA




                                DISUSUN OLEH :
                              FATMAWATY HAMID
                                  084404095 / B




                  PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
                            FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
                           UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
                                      2010

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3641
posted:6/4/2010
language:Indonesian
pages:8