Docstoc

Keputusan Fatwa MUI

Document Sample
Keputusan Fatwa MUI Powered By Docstoc
					                                 KEPUTUSAN FATWA
                      MUSYAWARAH KOMISI FATWA MUI KOTA BANDUNG
                                           Nomor : 291/MUI-KB/E.1/VII

                                                         Tentang

                                 HUKUM BISNIS NETWORK MARKETING / MLM

                                            ƧƹÆh   ‫ا‬        ‫ا‬    ‫ا‬

      Musyawarah Komisi Fatwa MUI Kota Bandung yang membahas tentang Hukum Bisnis MLM, setelah

                                               Menimbang :

 a.    Bahwa semakin banyak berbagai macam produk suatu perusahaan yang diperjual-belikan kepada
                                   masyarakat dengan sistem MLM.
 b.   Bahwa oleh karena itu, MUI Kota Bandung memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum
                                         masalah dimaksud.

                                                 Memperhatikan :

                a.        Pertanyaan-pertanyaan dari umat tentang status hukum bisnis MLM.
                     b.      Pendapat dan saran-saran para Ulama peserta musyawarah.

                                                     Mengingat:

                                  1.   Deskripsi Masalah sebagai berikut :

    Secara sederhana, bahwa dalam memasarkan suatu produk dari suatu perusahaan ada dua macam cara:
                         A. Yang sudah umum berlaku, disebut cara konvensional.
 Yaitu sampainya suatu produk kepada konsumen setelah melalui setidaknya 4 (empat) tahap berikut: dari pabrik
kepada distributor, kemudian kepada agen, kemudian kepada grosir, lalu kepada pengecer/toko dan baru kepada
konsumen. Bila harga dari pabrik Rp. 100.000 maka sesudah sampai kepada konsumen bisa menjadi Rp.
200.000 atau lebih, karena banyak menyerap biaya, seperti biaya produksi, biaya promosi dan biaya lainnya.

          B. MLM (Multy Level Marketing) atau sistem pemasaran berjenjang (Network Marketing)
   Di sistem ini seorang konsumen harus mampu merekrut konsumen (jaringan) dibawahnya disebut frontline
       (jaringan/kaki pertama) dan downline atau upline (jaringan/kaki kedua dan seterusnya) dan ia akan
   menerima keuntungan (prosentase) dari setiap pembelanjaan downline tersebut. Semakin banyak jaringan
    (downline) maka semakin besar pula keuntungan yang akan diterima olehnya. Bila mampu mencapai titik
       tertentu sesuai persyaratan, ia akan menduduki suatu posisi dan akan menerima bonus yang telah
   ditentukan. Cara ini memutus tahapan diatas, yakni dari pabrik langsung kepada konsumen yang sekaligus
  bisa menjadi distributor. Mengenai harga, tetap seperti diatas hanya kelebihan harga pabrik tersebut menjadi
                                             keuntungan distributor.
                   Pada kenyataannya ada tiga macam bentuk yang berkaitan dengan bisnis MLM :
     a.    MLM yang tidak menjual produk, biasa disebut money game (permainan uang). Contoh: Pihak MLM
        menawarkan sebuah sepeda motor merk x hanya dengan menyetor uang Rp. 2.000.000 dengan syarat
       harus bisa menjaring sebanyak sepuluh orang yang masing-masing harus menyetorkan uang sebesar Rp.
      2.000.000 pula. la akan menerima sepeda motor tersebut setelah mampu menjaring sepuluh orang, dan bila
                               tidak, maka uang tersebut hangus. Demikian seterusnya.

b.         Perusahaan MLM, ialah suatu perusahaan yang menjual produk orang lain dengan sistern MLM, yakni ia
           membeli suatu produk dari pabrik kemudian memasarkannya dengan sistem MLM. Perusahaan MLM ini
          kadang-kadang mengakibatkan harga menjadi tidak wajar (diatas harga pasar) dan kadang-kadang kabur
           entah kemana, sehingga banyak yang tidak pernah menerima bonus yang dijanjikan dan jaringan yang
                                 paling bawah tidak bisa mengembangkan lagi jaringan.

 c.       Perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem Penjualan Berjenjang (Network Marketing).
      Adalah sebuah perusahaan yang menjual produknya dengan sistem berjenjang, sehingga setiap konsumen
        di perusahaan tersebut adalah juga seorang distributor. Dimana akan mendapatkan keuntungan sesuai
      dengan jumlah jaringan dan omzet yang dicapai sesuai dengan sistem marketing yang disetujui sejak awal.
                                      Dengan harga produk yang cukup wajar.

                                          2.    Prinsip Mu'amalat Islami :

      Hukum Islam adalah hukum yang berorientasi kemaslahatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia,
     baik individu maupun masyarakat (mashalih al-'ammah). Orientasi ini menjadi pertimbangan mendasar
      bagi setiap mu'amalat yang terjadi, baik bagi yang sudah ada, maupun bagi yang baru muncul yang banyak
                             direspon oleh masyarakat seperti Network Marketing / MLM.

                  Mu'amalat Islami adalah HALAL selama dibangun di atas prinsip-prinsip berikut:
                   1. Tabadul al-manafi' (tukar-menukar barang yang bernilai manfa'at);
        2. 'An taradlin (kerelaan dari kedua pihak yang bertransaksi dengan tidak ada paksaan);
                3. 'Adamu al-gharar (tidak berspekulasi yang tidak jelas / tidak transparan),
4. 'Adamu Maysyir (tidak ada untung-untungan atau judi seperti ba 'i al-hashat yi: melempar barang dengan
   batu kerikil dan yang terkena lemparan itu harus dibeli, atau seperti membeli tanah seluas lemparan kerikil
      dengan harga yang telah disepakati, dan ba 'i al-lams yi: barang yang sudah disentuh harus dibeli),
                           5. 'Adamu Riba (tidak ada sistem bunga-berbunga),
 6. 'Adamu al-gasysy (tidak ada tipu muslihat), seperti al-tathfif (curang dalam menimbang atau menakar),
 7. 'Adamu al-najasy (tidak melakukan najasy yaitu menawar barang hanya sekedar untuk mempengaruhi
                               calon pembeli lain sehingga harganya menjadi tinggi),
          8. Ta 'awun 'ala al-birr wa al-taqwa (tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa),
                                       9. Musyarakah (kerja sama).

                                           3.    Prinsip (rukun) jual beli

                                                 a.    Ba 'i (penjual);
                                               b. Musytari (pembeli);
                     Syarat bagi penjual dan pembeli adalah harus shah (layak) melakukan transaksi.
                                     c.    Mabi' (barang yang diperjual-belikan).
          Adapun syarat barang yang diperjual-belikan harus ada manfa'atnya, benda suci (bukan benda najis) dan
                                      halal dikonsumsi dan atau dipakai/digunakan.
4.    Islam membolehkan membuat persyaratan / perjanjian dalam transaksi apapun yang disepakati oleh
         semua pihak, seperti dalam bisnis MLM di atas, selama tidak untuk menghalalkan yang haram atau
                                                   sebaliknya.

                                           5.       Dalil-dalil sebagai berikut :

                                                    A. Firman Allah swt.:

                      .        ‫اض‬         ‫رة‬    ‫ن‬       ‫إ أن‬                  ‫آ اأ ا‬       ‫ا‬              ‫ا‬

      "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memakan harta diantara kamu dengan cara yang batil, kecuali
                            melalui perdagangan yang disertai kerelaan diantara kamu. "

                                                         Q.S. al-Nisa : 29.
                                    .‫وا وان‬         ‫ا‬    ‫و ا‬      ‫وا ى و‬        ‫ا‬      ‫و و ا‬

      "Bertolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah bertolong-menolong dalam dosa
                                     dan permusuhan. " Q.S. al-Maidah : 2.
                    .‫ون‬       ‫ن. وإذا آ ه أو وز ه‬      ‫ا س‬       ‫إذا اآ ا‬    ‫.ا‬         ‫و‬

      "Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran
       dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain,
                                   mereka mengurangi. " Q.S. al-Muthaffifiin: 1-3.
                             .‫ن‬            ‫، وا ا ا‬      ‫أ‬    ‫ا‬      ‫نإ ة‬          ‫إ ا‬

     "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah saudara, maka rukunlah diantara saudara-saudaramu. Dan
                 bertaqwalah kepada Alllah agar kamu mendapat rahmat." Q.S. al-Hujurat : 10.
                                        .    ‫ء‬     ‫ا‬     ‫ن دو‬      ‫آ‬

         "Agar harta tidak berputar hanya diantara orang-orang kaya saja diantara kamu. " Q.S. al-Hasyr : 7.

                                          B. Sabda Nabi Muhammad saw.:
                                .‫ر‬    ‫ا‬       ‫ةو‬    ‫ا‬        ‫و‬     ‫ا‬                           ‫ا‬

     "Nabi saw. melarang jual-beli dengan cara melemparkan batu kerikil. " HR. Lima orang perowi hadits kecuali
                                           Bukhary dari Abu Hurairah Ra.
                 .‫ا‬                 ‫،و‬        ‫ا ح‬               :‫ل‬       ‫و‬       ‫ا‬       ‫إن ر ل ا‬


      "Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mengangkat senjata kepada kami (umat Islam)
        maka bukan umat kami, dan siapa yang menipu kami maka bukan umat kami " HR. Muslim dari Abu
                                                Hurairah Ra.

     :‫م ؟ ل‬   ‫ا‬           ‫ها‬    :‫ل‬    ،      ‫أ‬                       ‫م د‬        ‫ة‬                     ‫و‬           ‫ا‬       ‫لا‬   ‫إن ر‬
                  .                   .‫ا ا س‬             ‫م‬     ‫قا‬             ‫ل ا . ل: أ‬           ‫ء ر‬        ‫ا‬       ‫أ‬
   "Sesungguhnya Rasulullah saw. melewati sekarung makanan (gandum), lalu memasukkan
  tangannya ke dalam karung tersebut dan jari-jemarinya menyentuh yang basah, maka beliau bertanya:
"Mengapa hal ini, wahai pemilik makanan? " "Terkena air hujan, ya Rasulallah !" jawab si pemilik makanan.
Rasul saw. bersabda: "Mengapa tidak kamu simpan yang basah itu di bagian atas agar dilihat orang. Siapa
             yang menipu kami maka bukan umat kami. " HR. Muslim dari Abu Hurairah Ra.
                          ‫ا‬          :‫ل‬         ‫و‬         ‫ا‬         ‫إن ر ل ا‬
  "Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: "Janganlah kamu saling melakukan najasy (menawar
 barang hanya sekedar untuk mempengaruhi calon pembeli lain sehingga harganya menjadi tinggi). " HR.
                                  Muttafaq 'alaih dari Abu Hurairah Ra.
                            .      ‫ا‬               ‫و‬         ‫ا‬          ‫إن ا‬

           "Nabi saw.telah melarang melakukan najasy."HR.Muttafaq 'alaih dari Ibnu Umar Ra.
‫م‬          ‫: إن ا ور‬           ‫و‬     ‫ل ما‬              ‫و‬        ‫ا‬         ‫ر لا‬           ‫ر.ع. أ‬
     ‫و‬        ‫ا‬                   ‫ما‬           ‫ر ل ا : أرأ‬            .‫م‬     ‫وا‬      ‫وا‬      ‫وا‬    ‫ا‬
 : ‫ذ‬            ‫و‬         ‫ا‬        ‫لر لا‬            .‫ام‬        ، :‫ا س ؟ ل‬                   ‫دو‬   ‫ا‬
         .      ‫ا‬     ‫ه‬        ‫ه‬      ‫أ‬                 ‫م‬           ‫و‬       ‫ا ا د إن ا‬
      “Dari Jabir Ra. ia mendengar Rasulullah saw. bersabda di Makkah pada tahun futuh Makkah:
  "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi dan menjual
 berhala. Lalu ada yang bertanya: "Ya rasulallah, bagaimana dengan lemak bangkai karena suka dipakai
             melabur kapal, dipakai meminyaki kulit dan dijadikan lampu oleh orang-orang ? "
                                    "Tidak, ia haram. " Jawab Rasul.
    Kemudian beliau bersabda lagi: "Allah membinasakan Yahudi, karena tatkala Allah 'Azza wa Jalla
mengharamkan lemak bangkai, mereka melakukan rekayasa kemudian menjualnya dan memakan hasilnya.
                                    " HR. Lima orang perowi hadits.


       ‫.و‬            ‫و‬
                    ‫ان ا‬    ‫ا‬    ‫و‬     ‫ا‬            ‫و‬        ‫ا‬          ‫ر لا‬         ،    ‫روا‬   ‫و‬
                     .‫واِ ّ ر‬      ‫ا‬            ‫و‬       ‫ا‬           ‫ا‬      :‫ل‬
 “Masih dari Jabir Ra.: “Rasulullah saw. melarang makan hasil jual-beli anjing, upah perzinaan dan
   upah berdukun.” Dan di dalam riwayat lainnya: “Nabi saw. melarang hasil jual-beli anjing dan
                binatang sinnaur.” HR. Lima orang perowi hadits kecuali Bukhary.

   ‫ر‬    ‫و‬              ‫و‬          :‫ة‬           ‫ا‬        ‫و‬       ‫ا‬         ‫لا‬   ‫ر‬      :‫ر.ع. ل‬       ‫أ‬
                .     ‫ى‬      ‫وا‬    ‫ى‬      ‫وا‬       ‫وآ‬       ‫و‬       ‫و‬    ‫إ‬         ‫وا‬    ‫و‬

"Dari Anas Ra. katanya: "Rasulullah saw.mengutuk sepuluh orang dalam soal khamr: Yang membuatnya,
  yang menyuruh membuat, yang meminumnya, yang mengangkutnya, yang menyurruh mengangkut,
penyalurnya, penjualnya, yang memakan hasil penjualannya, pembelinya dan yang membelikannya. " HR.
                                       Tirmidzy dan Abu Daud.

            .       ‫. روا أ داود وا آ و‬             ‫، وإذا ن‬            ‫أ ه‬              ‫ا‬      ‫أ‬

 Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Aku adalah yang ketiga (yang selalu mendampingi) dua orang yang
  melakukan kerjasama, selama salah seorang dari keduanya tidak mengkhianati temannya. Apabila ia
          berkhianat maka Akupun keluar dari keduanya. " HR. Abu Daud dan al-Hakim, shahih.
                                           .‫رى‬    ‫. روا ا‬   ‫و‬         ‫ن‬      ‫ا‬

          "Orang-orang Islam itu terikat dengan persyaratan / perjanjian yang mereka buat."   HR. Bukhary.

                                                 C.   Kaidah Fiqh :

                                                 .‫ار‬    ‫رو‬
                     "Tidak memudaratkan dan tidak dimudaratkan (tidak saling memudaratakan). "
                                      .     ‫د‬        ‫إ‬      ‫ط‬          ‫ا‬     ‫ا‬

      "Hukum yang dikaitkan dengan suatu syarat/perjanjian maka tidak shah kecuali bila syarat tersebut sudah
                                                     ada. "


                                             MEMUTUSKAN
                     Dengan senantiasa memohon ridla dan taufiq serta bimbingan Allah swt.
                                              Menetapkan :

                                                       Pertama :

     MLM yang pertama yaitu MLM yang tidak menjual produk disebut money game (permainan uang) hukumnya
                                 haram, karena berupa penipuan yang nyata.

                                                        Kedua :

       MLM yang kedua yaitu perusahaan MLM yang menjual produk perusahaan orang lain hukumnya boleh,
     hanya calon konsumen (calon anggota MLM tersebut) harus berhati-hati karena harga barang menjadi tidak
                                   wajar, dan kadang-kadang bisa bangkrut.

                                                        Ketiga :

     MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem penjualan berjenjang
            di atas hukumnya shah / halal. Adanya bonus yang dijanjikan, disamakan dengan ju'alah.

                                          Yang perlu diperhatikan :
     1.     Bagi calon anggota, hendaknya memahami prosedur dan peraturan yang berlaku pada MLM;
2.        Bagi siapapun hendaknya tidak membeli barang yang tidak diperlukan karena termasuk israf yang
                                            dilarang oleh Islam.

                                            Wallaahu A'lam Bis-Shawaab.

                                   MAJELIS ULAMA INDONESIA KOTA BANDUNG
                                               KH. Maftuh Kholil
                                              Ketua Bidang Fatwa
                                 Daftar Pustaka :
                              1. Al-Qur-an ;
                            2. Shahih Bukhary ;
                            3. Shahih Muslim ;
                     4. Riyadlus Shalihiin : 547-548 ;
5.   Al-Taj al-Jami' Li al-Ushul Fi Ahaadiits al-Rasuul, Juz II: 198 dan 201 ;
                    6. al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuh ;
                      7. AI-Asybah Wa al-Nadha-ir ;
                     8. Dan kitab-kitab Fiqh lainnya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:195
posted:6/2/2010
language:Indonesian
pages:6