kisi2 UPM by elipldoc

VIEWS: 606 PAGES: 4

									                        ILMU NEGARA                             Sendi Wilayah ada 2 : Sendi dekonsentrasi dan sendi
                                                                desentralisasi
 Jellinek menghimpun semua ilmu pengetahuan mengenai
 negara (Staatswissenschaft) dalam arti luas, memisah2kan       Sendi dekonsentrasi berarti bahwa wilayah negara dibagi
 atau menggolongkan ke dalam :                                  dalam beberapa daerah besar dan kecil, dan pada setiap
                                                                daerah tersebut ada wakil dari pemerintah pusat.
 1. Gol. Ilmu pengetahuan negara yang menekankan pada           Dinamakandaerah Administrasi
     negara sebagai objeknya (Staatswissenschaft dalam arti
     sempit) yaitu Hukum tata negara, Hukum administrasi        Sendi desentralisasi berarti bahwa wilayah negara dibagi
     negara tau hukum antar negara.                             dalam beberapa daerah besar dan kecil, yang mempunyai
 2. Gol. Ilmu pengetahuan negara yang menekankan pada segi      kewenangan      menyelenggarakan    sendiri   kewenangan2
     hukumnya (rchtwissenschaft) yaitu hukum perdata, H.        semacam yang di pemerintah pusat juga dalam batas2 sebagai
     Pidana, H. Acara/Pidana/Perdata.                           diatur dalam suatu undng2. Dinamakan daerah otonomi.

 Menurut Zweiseiten, Theoie Besondere Staatslehre :             Ilmu negara adalah mempelajari negara secara umum. Ilmu
                                                                tata negara adalah mempelajari negara tertentu, mengurai
 1. Individuelle Staatslehre, yaitu mengenai sesuatu negara     pemerintahan negara itu disusun dan dijalankan dari pusat
     yang dipandang sebagai Gazheit atau keseluruhan,           hingga daerah2. Hukum Tata Negara dalah hukum yang
     dipandang dari luar (segi sosial).                         mengatur organisasi pemerintah negara.
 2. Spezielle Staatslehre, yaitu mengenai sesuatu negara yang
     dipandang dari strukturnya (segi yuridis), mengenai
     bangunannya (dipandang dari luar) seperti : Kepala
     Negara, Parlemen, kabinet, dll.

 Tipe2 utama dalam sejarah teori2 kenegaraan ialah :

 1. Tipe negara Timur Kuno, yang ciri utamanya ialah teoraksi
     yang absolut
 2. Tipe negara Yunani Kuno, yang ciri utamanya ialah
     :”negara kota dan demokrasi langsung
 3. Tipe negara Romawi Kuno, yang pada pemulaannya
     berciri primus interpares (yang dikemukan diantara yang
     sama) kemudian berubah menjadi raja2 absolut (caesar).
     Ciri utamanya ialah teokratis disamping feodal dan dasar
     dualisme dalam bernegara
 4. Tipe Negara Abd Menengah, yang ciri utamanya ialah
     teokratis disamping feodal dan dasar dualisme dalam
     bernegara
 5. Tipe Negara Modern, yang ciri utamanya ialah :
     -    Kekuasaan tertinggi bersumber dari rakyat
          (kedaulatan rakyat), yang dengan sendirinya
          menimbulkan pemerintahan (oleh) rakyat
     -    Demokrasi dan mengutamakan sistem dan lembaga
     -    Perwakilan

Warga Negara mengenal empat status yaitu :

a.   Status positif; memperoleh failitas dan jaminan untuk
     mendapatkan kemakmuran dari negara
b.   Status Negatif; negara tidak akan mencampuri hak asasi
     rakyatnya bila tidak perlu
c.   Status aktif; negara tidak akan mencampuri hakasasi
     rakyatnya bila tidak perlu
d.   Status Pasif; tunduk pada ketentuan2 negara.

Konstitusi adalah tidak lain dri pada seperangkat ketentuan
mengenai tata cara bernegara suatu bangsa.

a. Konstitusi Murni: yang betul2 penjelmaan suatu ide
   bernegara
b. Konstitusi buatan : yang kekuasaannya bersandar pada
   konstitusi lain.

Bagian2 dari negara ada 2 yaitu : sendi keahlian dan sendi
wilayah.

Sendi keahlian berarti menyerahkan penyelenggaraan tugas2
pemerintah negara kepada ahli2nya.
             PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN                                  Empirisme. Menurut John Locke, faktor pengalaman
                                                                        yangberasal dari lingkungan itulah yang menentukan
Konsep Dasar Pendidikan yang akan dilaksanakan yaitu :                  kepribadian seseorang. Teorinya bersifat Optimisme
                                                                   2.   Teori Nativisme (Arthur Schopenhauer 1788-1860 Jerman)
1.   Bahwa pend itu berlangsung seumur hidup (life long
                                                                        faktor pembawaan yang bersifat kodrati dari kelahiran,
     education), berarti bahwa usaha pend dimulai sejak
                                                                        yang tidak dapat diubah oleh pengaruh alam sekitar atau
     manusia itu lahir sampai ia tutup usia, sepanjang ia
                                                                        pend.- Keberhasilan pend ditentukan oleh anak itu sendiri,
     mampu menerima pengaruh dan dapat mengembangkan
                                                                        - Pengalaman belajar ditentukan oleh “internal”, - frame of
     dirinya.
                                                                        Refernce. Teori ini bersifat Pesimisme
2.   Bahwa pend berlangsung dalam lingkungan keluarga,
                                                                   3.   Teori Naturalisme (JJ. Rousseau: 1712-1778 Perancis) –
     dalam lingkungan sekolah, dan dalam lingkungan masy.
                                                                        Pend. Alam sekitar dan perlunya permainan bebas kepada
     Karena itu pend. Merupakan tanggung jawab bersama,
                                                                        anak.
     antara keluarga, pemerintah dan masy.
                                                                   4.   Teori Konvergensi (William Stern; 1871-1939 Jerman)
3.   Bahwa pend. Itu merupakan suatu keharusan bagi setiap
                                                                        anaklahir sudah membawa bakat/pembawaan baik dan
     manusia, karena hanya dengan/melalui pend. Manusia
                                                                        buruk “tetapi faktor lingkungan mempunyai peranan yang
     akan memiliki kemampuan dan kepribadian yang
                                                                        penting dalam mendidik anak. Konvergansi artinya
     berkembang.
                                                                        memusat kesatu titik.”
Menurut Henderson pend. Adalah suatu hal yang tak dapat            1.   Aspek Paedagogis : manusia dipandang sebagai mahkluk
dielakan oleh manusia, suatu perbuatan yang tidak boleh tidak           yang disebut manusia/mahkluk yang harus dididik.
terjadi karena [end. Itu membimbing generasi muda untuk            2.   Aspek Psikologis manusia sebagai mahkluk yang disebut
menjadi suatu generasi yang lebih baik.                                 mahkluk yang memiliki kemandirian jasmaniah dan
                                                                        rokhaniah.
Bigot-Kohnstamn-Pallard membagi perilaku manusia itu               3.   Aspek sosiologis dan Kultural : manusia sebagai mahkluk
menjadi 5 tingkatan yaitu :                                             yang berwatak dan berkemampuan dasar atau yang
                                                                        memiliki insting untuk hidup bermasyarakat.
1.   Tingkatan anorganis, gerakan2 pada benda tidak
     bernyawa, tergantung pada hukum alam-hukum kausal                                  LEMBAGA PENDIDIKAN
     (sebab-akibat)- ditentukan oleh keadaan luar (di luar
     dirinya) dan selalu dapat diperhitungkan                      1.   Keluarga : a. Protektif, b biologis, c afektif, d rekreatif, e
2.   Tingkat Nabati, memiliki ciri2 hidup makan, tumbuh,                ekonomi, f sosialigasi = tata krama bermasy. G. Educatif, h.
     berkembang biak; mempunyai sumber dan kekuatan untuk               Sivilisasi = perkenalkan norma hukum, i. Religius
     hidup. Gerakannya tidak hanya tergantung dari keadaan         2.   Sekolah (formal) fungsinya mendidik, mengajar, melatih,
     luar, tapi juga dari dalam                                         tanggung jawab. – formal : melaksanakan tujuan UUSP no.
3.   Tingkatan hewani, lebih tinggi dari tingkatan nabati, tidak        20/03. – keilmuan : sesuai dengan bentuk dan program. –
     hanya hidup, makan, bernafas dan berkembang biak,                  fungsional : mengelola sesuai dengan harapan orang tua
     tetapi hidup dengan kejiwaannya, sudah ada insting dan             dan masy.
     nafsu yang dapat dikembangkan/diperbaiki sampai taraf              Karaktertistik : ada jenjang secara hierarkis, usia anak
     tertentu.                                                          relatif homogin, waktu relatif lama, materi pend lebih
4.   Tingkat manusiawi (human) selain mempunyai sifat2                  bersifat akademik, penekanan kepd kualitas.
     kehidupan nabati dan hewani, manusia mempunyai                3.   Masy. (non formal) fungsinya membantu anak/manusia
     kelebihan2 yang tinggi nilainya yang membedakannya dari            dalam mengembangkan, kemampuan yang dimilikinya.
     binatang melalui :                                                 Cirinya adl : murid dari D.O, anak yang tak seskolah, tak
      -    Menusia berkemauan bermampuan untuk menguasai                mengenal jenjang, isi pend. Praktis dan khusus,
           nafsu                                                        keterampilan kerja sangat ditekankan, anak tak perlu
      -    Manusia memiliki kesadaran intelektual; dapat                homogin. Batas bawah = anak sudah mampu mematuhi
           mengmbangkan ilmu pengetahuan dan teknologi                  kewibawaan pend. Mengenal bahasa. Batas atas = bila ia
           yang menjadikan menusia makhluk berbudaya                    sudah dewasa/telah mampu menjadi pend. Bagi dirinya
      -    Manusia memiliki kesadaran diri, dapat menyadari             sendiri.
           sifat2 yang ada pada dirinya; manusia dapat                                     LANDASAN PENDIDIKAN
           mengadakan intropeksi (mawas diri)                           Madhab fil. Pend.
      -    Manusia adalah makhluk sosial,                               a. Esensialisme = menerapkan prinsip idelisme dan
      -    Manusia memiliki bahasa simbolis, baik secara                      realisme secara utuh Contoh idealisme= pend. Sejarah
           tertulis maupun lisan                                              dan Realisme = Pend IPA, FISIKA, BILOGI
      -    Manusia dapat menyadari nilai2 dan dapat berbuat             b. Perenialisme = penekanan pada teori kenikmatan
           sesuai dengan nilai2 tersebut, dn memiliki kata hati.              contoh : keindahan dan kecintaan
5.   Tingkatan mutlak atau keagamaan, manusia dapat                     c. Pragmatisme = yang benar itu yang bermanfaat.
     berkomunikasi dengan maha pencipta; manusia dapat                        Progresivisme = anak harus berkembang, pengalaman
     menghayati kehidupan beragama, yang merupakan nilai                      anak harus langsung.
     tertinggi dalam kehidupan manusia.                                 d. Rekonstruksionisme=              guru/individu          harus
                                                                              mempelopori masy. Kerah yang baru yang diinginkan.
A;iran2 Pendidikan :
                                                                        Landasan Kultural = pend berakar pada budaya bangsa
1.   Teori Empirisme, (John Locke: 1632-1704 Inggris)                   indonesia. Wujudnya : ide, nilai, gagasan, kelakuan, hasil
     Perkembangan pribadi ditentukan oleh faktor2 lingkungan,           karya. Budaya dapat dibentuk, dilestarikan dan
     terutama pend. Tiap individu lahir sebagai “kertas putih”          dikembangkan.
     dan lingkungan itulah yang “menulisi” kertas putih itu.
     Teori ini terkenal dengan Teori Tabularasa dan teori               Psikologis = pandangan ttg hakekat manusia :
 -    Strategi disposisional (yang menekankan faktor                           SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
      heriditas dalam perkembangan manusia (teori
      nativisme/pesimisme)                                       1.   Jalur Pendidikan : Jalur Sekolah : pend. Umum, Pend
 -    Strategi Behavioral = manusia sebagai mahkluk                   Kejuruan, Pend Luar Biasa, Pend Kedinasan APDN,
      positif yang tergantung kepd pengaruh lingk. (teori             Pend. Agamaan
      Empirisme)                                                 2.   Jenjang Pend. : SD, SMP, SMA
 -    Strategi Phenomenologis = manusia sbgai mahkluk            3.   Perguruan Tinggi :
      ....                                                        -    Akademi = menyelenggrakan pend. Terapan = AKPER
                                                                  -    Politeknik = menyelenggarakan pend. Terapan dalam
 Landasan Individu karena IQ, EQ, SQ, MQ, penglaman,                   sejumlah bidang pengetahuan khusus
 cita2, kepribadian, dll. Kebutuhan : fisik-rasa aman-cinta       -    Sekolah Tinggi = menyel. Pend. Akademi/profesional
 dan pengakuan-harga diri- aktualisasi diri – penguasaan               dll. STKIP, STAI
 IPTEK.                                                           -    Institut = Perguruan tinggi yang terdiri dari sejumlah
                                                                       fakultas yang menyelenggarakan pend. Akademi _
 Landasan Ilmiah dan teknologi.                                        IPB, ITB, IKIP
                                                                  -    Universitas = twerdiri dari sejumlah fakultas dan
 -    Basic Science = ilmu dasar
                                                                       akademi – UI, UNPAD, UNPAR
 -    Applied Sceince = Ilmu terapan
                                                                  -    Ada Non Strata = D1, D2, D3
 -    Divelopment science = ilmu pengembangan
                                                                  -    Ada program Akta mengajar = A3, A4
                 ASAS POKOK PENDIDIKAN
                                                              KURIKULUM : rencana untuk membelajarkan peserta didik.
 Tut Wuri Handayani – Ki Hajar D. ‘Ing Ngarso Sung Tulodo,    Tujuan Filsafat/Dasar – TPN- T. Institut-T. Kuri. – T. Institut
 Ing Madya Mangun Karsa (R.M.P. Sostrokartono                 Dasar

 1.   Asas Kemandirian dalam belajar = mulai dari Intra-      KBK= Perencanaan pengajaran yang menerapkan kemampuan
      KO-Extra Kulikuler. Strateginya : CBSA, Modul,          yang diharapkan dapat dicapai dalam setiap tingkatan kelas
      Pengajaran berprogram malui perpustakaan, lab,          agar memiliki kecakapan hidup sesuai dengan tujuan pend.
      rekaman, media.                                         Nasional.
 2.   Belajar Seumur Hidup. 2 misi yang diemban yaitu :
                                                              Life Skill Education = pend yang bertujuan memfungsikan
      membelajarkan peserta didik – efektif dan efisien,
                                                              pend. Sesuai dengan fitrahnya yaitu mengembangkan potensi
      meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar
                                                              manusiawi anak untuk menghadapi peranannya di mas
      mandiri. Kurikulumnya 1) Dimensi Vertikal terkait
                                                              datang.
      dengan masa depan, perubahan sosial, forcasting. 2)
      Dimensi Horizontal = KBM diluar sekolah yaitu           Life Skill : kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani
      merefleksikan kehidupan di luar sekolah dan orang       menghadapi problema hidup dan kehidupan.
      tua/masy terlibat.
 3.   Mengapa harus ada Pend Seumur Hidup. Dasar                      GERAKAN BARU PENDIDIKAN DAN PENGARUHNYA
      pemikirannya adal :                                                    TERHDAP PEND. DI INDONESIA
 -    Tinjauan idelogis = manusia mempunyai hak yg sama
 -    Tinj. Ekonomis = meningkatkan produktifitas             1. R.A. FINGER (1808-188 Jerman) Pengajaran Alam Sekitar
 -    Tinj. Sosiologis = Pend formal kurang disadari masy         prinsipnya : Guru memeragakan secara langsung, Anka
 -    Tinj. Filosofis = memenuhi fungsi pemerintahan              giat aktif, memberikan pengajaran secara totalitas
 -    Tinj. Teknologi = akan ketinggalan zaman                2. J. Ligthart (Belanda dgn “Het Volle Leven” Kehidupan
 -    Tinj. Psikologis =                                          senyatanya)
                                                              3. OVIDE DECROLY (Belgia) “ Centresd interest” (Pengajaran
 Ciri Masy. Masa Depan :                                          pusat minat) : Anak harus dididik untuk dapat hidup
                                                                  dalam masy dan dipersiapkan dalam masy. Jsanya : 1)
 1.   Kecerdasan globalisasi yang kuat dan utuh                   Metode Global 2) centred interest (anak mempunyai
 2.   Perkembnagan IPTEK                                          minat2 spontan yaitu Spontan terhadap dirinya sendiri,
 3.   Perkembangan arus komunikasi semakin padat/cepat            spontan terhadapmasy.
 4.   Peningkatan layanan profesional                         4. J.A. COMANIUS (1593-1670) KERSCHENSTEINER (1854-
      Profesi = pekerjaan dgn persyaratan tertentu “ Ada          1932) Jerman Menekankan keterampilan kerja dan
      kode etik dan ada organisasinya, mengutamakan               mengembangkanpikiran, ingatan, bahasa, tangan
      pelayanan kemanusian, memerlukan waktu panjang,             membuka 5 macam sekolah kerja
      ebagi karier, ada sertivikasi dan ijin praktik                                PENGAJARAN PROYEK
                                                              Pengaruh Pembahsan terhadap pend. Di Indonesia
Masalah Pokok Pend. :
                                                                  -    Munculnya perguruan kebangsaan Taman siswa 3-7-
1.    Pemerataan = membangun gedung                                    32 oleh Ki Hajar D (lahir 2 Mei 1932), Taman Indria,
2.    Mutu Pend.- Input, proses, OUT PUT. Upayanya :                   Muda, Madya, dewasa. Semboyan Tut ...
      seleksi, diklat, seminar, MGMP.                             -    N.S. (Indonesia Nederlandsche Schoool)
3.    Efisiensi = memfungsikan tenaga, sarana-prasarana           -    Moh. Syafei (Lahir Jember 1895) bediri 3 Okt. 1926
      administrasi                                                -    Muhamadiyah
4.    Relevansi : Masy,                                           -    Pasundan

								
To top