PANDUAN KKN by elipldoc

VIEWS: 3,253 PAGES: 16

									                             PANDUAN KKN

                       STKIP PGRI SUKABUMI




A. KEBIJAKAN

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan perkuliahan Mahasiswa yang

dilaksanakan di lapangan. Penetapan KKN sebagai bagian integral dari

kurikulum dan bersifat intrakulikuler adalah berdasarkan amanat Tri Dharma

Perguruan Tinggi dan sebagai salah satu Misi kelembagaan /perguruan

tinggi,   yaitu    “   Meningkatkan   Peran     Perguruan    Tinggi   Seni   dalam

Pembangunan Otonomi Daerah” Secara historis, embrio kegiatan KKN

dimulai pada tahun 1971 sebagai proyek perintis dengan nama “ Pengabdian

Mahasiswa kepada Masyarakat”, dan dilaksanakan oleh 3 perguruan tinggi,

yaitu Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Hassanudin Ujung

Pandang , Sulawesi Selatan, dan Universitas Andalas Sumatera.



Melihat manfaat dari kegiatan tersebut, maka pada tahun 1972, terdapat

kebijakan     Perguruan      Tinggi   tentang    penyelenggaraan      pengabdian

mahasiswa         kepada   masyarakat,    agar     efektif   dan   efisien   dalam

melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat mahasiswa KKN

diwajibkan tinggal di desa binaan.



Pada tahun 1973, Direktorat Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan menetapkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat

oleh mahasiswa (perkuliahan praktek lapangan) di Perguruan Tinggi dikelola

oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) dan diberi nama

Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Program Kuliah Kerja Nyata

(KKN) dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM),

program KKN pertama kali dilaksanakan pada tahun akademik 1985/1986.

Wilayah-wilayah binaan KKN ISI Yogyakarta, lokasi kegiatan tidak hanya

daerah Kabupaten yang ada di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta,

akan tetapi juga di luar propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti

Propinsi   Jawa    Tengah    (Kabupaten   Blora,   Rembang,   Banjarnegara,

Temanggung, Purworejo, Banyumas, Purwokerto dan Magelang) dan

Propinsi Jawa Timur (Kab. Tulungagung, Trenggalek, Malang, Tuban dan

Bojonegoro), bahkan pada tahun akademik 1994/1995, menerjunkan KKN ke

Muara Enim, Sumatera Selatan dan di lokasi Kabupaten Lombok Barat dan

Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2006.

Lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) ISI Yogyakarta angkatan XVII tahun

akademik 2006/2006 di Provinsi Jawa Tengah dengan lokasi binaan di

Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga.



B. TUJUAN KKN

   1. Agar mahasiswa memperoleh pengalaman (melalui keterlibatan

      dengan masyarakat binaan secara langsung), dalam menemukan,

      merumuskan, memecahkan, dan menanggulanggi permasalahan

      pembangunan dilaksanakan secara pragmatis dan interdisipliner.

   2. Mahasiswa dapat menyumbangkan pemikiran berdasarkan ilmu,

      tehnologi dan seni dalam upaya menumbuhkan, membina dan

      mempercepat dilaksanakan dengan mempersiapkan kader-kader

      pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat binaan.

   3. Merintis kerjasama yang saling menguntungkan antara Lembaga

      Pendidikan    Tinggi   Seni   dengan    Pemerintah   Daerah      (sinergi

      pemberdayaan     potensi-potensi    masyarakat   /   sibermas)    dalam

      pembangunan bidang seni.
C. MANFAAT KKN

1. Bagi Mahasiswa

      Memperdalam pengertian terhadap cara berpikir dan bekerja secara

       interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan

       dan keterkaitan (link and match) dalam kerjasama antarsektor.

      Memperdalam     pengertian   mahasiswa terhadap      kesulitan   yang

       dihadapi oleh masyarakat binaan.

      Memperdalam pemahaman terhadap kemanfaatan / peranan IPTEKS

       yang dipelajari bagi pembangunan.

      Mendewasakan cara berpikir dan bertindak secara bijak dalam ikut

       membantu merumuskan berbagai persoalan realistis di lingkungan

       masyarakat untuk tujuan pembangunan seni (mahasiswa diharapkan

       perannya sebagai motivator, dinamisator, dan problem solver).

      Mendapatkan kesempatan belajar secara langsung untuk melengkapi

       ilmu pengetahuan teori yang telah dikuasai di kampus.

      Mendapatkan kesempatan mempraktekan kemampuannya / keahlian

       seninya secara mandiri dan kelompok demi tanggung jawab

       profesinya.

2. Bagi Masyarakat dan Pemerintah Daerah

      Masyarakat memperoleh bantuan pemikiran dan sumbangan keahlian

       mahasiswa dalam upaya pembinaan, pengembangan dan pelestarian

       budaya seni di masyarakat serta upaya pemberdayaan potensi seni

       untuk pembangunan ekonomi masyarakat.

      Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan,

       merumuskan, dan melaksanakan pembangunan.

      Terbinanya budaya berkesenian masyarakat sekaligus aset budaya

       seni daerah sebagai salah satu kekayaan pemerintah daerah dalam

       rangka membantu meningkatkan pendapatan daerah sebagai bagian
       integral bagi kelancaran dalam melancarkan pembangunan daerah di

       segala bidang.

      Terbentuknya kader-kader pembina seni daerah secara baik dan

       benar.

3. Bagi Perguruan Tinggi

      Memperoleh umpan-balik / masukan tentang potensi seni di

       masyarakat (SDM dan SDA) sebagai hasil pengintegrasian keahlian

       mahasiswa dalam upaya pembinaan, pengembangan dan pelestarian

       budaya seni di masyarakat. Manfaatnya adalah untuk perencanaan

       pemantapan kurikulum seni (mulok) perguruan tinggi sesuai tuntutan

       nyata pembangunan, di antaranya upaya pemberdayaan potensi seni

       untuk pembangunan ekonomi masyarakat.

      Memperoleh berbagai pengetahuan/kasus yang berharga yang dapat

       dipergunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan

       yang menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.

      Hasil-hasil KKN mahasiswa dapat dipergunakan sebagai bahan data

       dalam perencanaan pembangunan atau pengembangan paradigma

       pendidikan tinggiseni.



D. STATUS KKN

Berdasarkan buku Panduan Akademik ISI Yogyakarta disebutkan bahwa

bobot kredit KKN adalah 4 SKS, artinya bahwa KKN merupakan mata kuliah

wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa pada semua fakultas. Secara

intrakulikuler KKN merupakan bagian utama dari beban studi yang harus

ditempuh mahasiswa untuk mencapai jenjang akademik sarjana strata -1 (S-

1). Mata kuliah KKN dapat ditempuh mahasiswa setelah yang bersangkutan

lulus minimal 100 SKS. Dengan demikian kedudukan mata kuliah KKN

sederajat   dengan      mata    kuliah   umum   wajib   untuk   tingkat   institut.

Konsekwensinya adalah bahwa Mahasiswa yang belum mengikuti program
KKN belum dapat dinyatakan lulus dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.



E. PELAKSANAAN KKN

Program KKN yang dikelola oleh LPM ISI Yogyakarta, dilaksanakan satu kali

tiap tahun akademik dalam satu semester masa kuliah. Matrik program KKN

dilakukan sebagai berikut :

Kegiatan Pelaksanaan

1. Persiapan 8 minggu ( 2 bulan)

2. Pembekalan/coaching KKN 1 minggu

3. Pelaksanaan KKN 8 minggu ( 2 bulan)

4. Penyelesaian Laporan 2 minggu

Perincian jangka waktu yang diperlukan untuk kegiatan mahasiswa peserta

KKN adalah :

a. Pembekalan KKN : 1 minggu

b. Observasi & Penyusunan program KKN : 1 minggu

c. Pelaksanaan program & penyusunan Laporan : 7 minggu



F. TIM PELAKSANA KKN ISI Yogyakarta

Tahun Akademik 2006/2007.

PEMBINA Rektor & Para Pembantu Rektor

PENGARAH Dekan & Para Pembantu Dekan

KOORD. UMUM/ PENANGGUNG JAWAB Profesor Drs SP. Gustami,

MHum.

SEKRETARIS Drs Sukotjo, MHum

KOORD. BID. OPRS. LAPANGAN A.A Putra Negara, S.S.T., M.Hum.

Drs. Otok Herum Marwoto

KOORD. BID. PEMBEKALAN KKN Drs Triyono WidiYanto

KOORD. BID. MON & EVALUASI Edy Subagya Riyadi, SIP
KOORD. BID. KEU. & LOGISTIK

- Anggota

Sudarto, BBA.

Edy Subagya Riyadi, SIP

Sigit Prasetyo Wibowo



G. Anggaran KKN

Biaya Ditanggung Mahasiswa

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor nomor : 57/KEP/2007, tanggal 10

Maret 2007, bahwa biaya KKN ISI Yogyakarta angkatan XXVII tahun

akademik 2006/2007 yang dibayar oleh setiap mahasiswa peserta KKN

sebesar Rp. 990.000 (sembilan ratus sembilan puluh ribu rupiah) dengan

perincian :

1. Biaya hidup mahasiswa selama 2 bulan : Rp. 810.000,00

2. Jaket dan Topi KKN : Rp. 75.000,00

3. Biaya Alat Peraga mahasiswa KKN di lokasi : Rp. 40.000,00

4. Konsumsi penerjunan dan Penarikan Mahasiswa : Rp. 30.000,00

5. Transpotasi Penerjunan dan Penarikan Mahasiswa : Rp. 10.000,00

6. Biaya Apresiasi Seni Mahasiswa : Rp. 15.000,00

7. Asuransi kecelakaan dan kesehatan bagi mahasiswa : Rp. 10.000,00

Jumlah : Rp. 990.000,00

(Sembilan ratus sembilan puluh ribu rupiah)



H. Lokasi dan Dosen Pembimbing Lapangan

1. Kab. Kebumen

LOKASI KKN D P L Jml Mhs

Kec. Pejagoan

• Ds. Jemur Pamungkas, SSn 21

Kec. Sruweng
• Ds.Pandansari Drs Surojo, SSn 22

2. Kab. BANYUMAS

LOKASI KKN D P L Jml Mhs

Kec. Baturaden

• Ds. Ketenger Drs Agt. Surono, MSn 21

• Ds. Karangmangu Drs Titoes Libert 22

• Ds. Kemutug Kidul P Suparto, SSn 21

• Ds. Kemutug Lor Budi Hartono, SSn 21

3. Kab. PURBALINGGA

Kec. Padamara DPL Jml Mhs

• Ds. Padamara Deddy Setyawan, SSn., MSn. 21

• Ds. Purbayasa Surya Farid Satoto, SSn. 22

Kec. Bojongsari

• Ds. Bojongsari Arif Suharson, SSn 21

• Ds. Karangbanjar Drs Hening Swasono PH., MSn 21

I. Pembekalan ( Coaching ) KKN

Tujuan Pembekalan (Coaching) bagi Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata

adalah untuk memberikan wawasan pengetahuan yang berkaitan dengan

kegiatan mahasiswa di Lokasi binaan KKN. Materi-materi dalam program



Pembekalan KKN

mencakup :

1. Maksud dan Tujuan KKN

2. Teknik Menggerakan Masyarakat ke arah Pembangunan

3. Informasi Potensi Daerah Kabupaten.

4.Pemberdayaan      Masyarakat     melalui    Pembangunan   Seni       dan

Kewirausahaan

5. Metode Penyusunan Proposal dan Laporan KKN
Pelaksanaan pembekalan mahasiswa peserta KKN ISI Yogyakarta tahun

akademik 2006/2007, dilaksanakan pada tanggal 25 s.d 26 Juni 2007.

Untuk kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut, perlu adanya Tata

Tertib Diklat Pembekalan KKN sebagai berikut :



TATA TERTIB DIKLAT K K N

      Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan pembekalan sesuai jadwal yang

       telah ditentukan.

      Mahasiswa Wajib menandatangani daftar hadir 15 menit sebelum

       pembekalan dimulai.

      Daftar hadir ditarik oleh panitia 15 menit dari jadwal yang ditentukan.

      Mahasiswa wajib menandatangani daftar hadir yang disediakan

       panitia,dan   juga    bertanggungjawab      atas   diri    pribadi.     Apabila

       dipalsukan atau terjadi kelebihan tanda tangan (sebagai konsekwensi

       presensi dinyatakan tidak berlaku).

      Mahasiswa yang terlambat dan daftar hadir sudah ditarik oleh panitia,

       tidak berkenan mengisi daftar hadir pada sesion yang berikutnya.

      Bersikap santun, tertib, tenang dan berpakaian rapi/pantas selama

       mengikuti kegiatan Pembekalan KKN.

      Apabila dipandang perlu, petugas/panitia berhak menegur, mencatat

       atau mengeluarkan peserta yang dianggap mengganggu kelancaran

       kegiatan dan dinyatakan tidak hadir.

      Apabila    presensi   pembekalan      KKN    kurang       dari   75%,    maka

       mahasiswa yang bersangkutan tidak diijinkan mengikuti kegiatan

       lapangan.

      Tidak diperkenankan merokok di dalam ruang selama mengikuti

       pembekalan KKN.

      Mahasiswa yang ingin meninggalkan ruangan wajib melapor kepada

       panitia.
J. Penerjunan ke Lokasi KKN

Upacara pelepasan/penerjunan mahasiswa KKN ISI Yogyakarta oleh Rektor

dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2007 di depan Gedung Teater Arena FSP

ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km. 6 Yogyakarta. Selama pelaksanaan

upacara pelepasan mahasiswa peserta KKN diwajibkan memakai Jaket dan

Topi KKN

Penerjunan mahasiswa KKN lokasi Kab. Kebumen, tgl. 30 Juni 2007, Kab.

Banyumas tgl. 2 Juli 2007 dan Kab. Purbalingga tgl. 3 Juli 2007, dengan

menggunakan       sarana   transpotasi    yang   disediakan   panitia    dan

pemberangkatannya      dikoordinasi   oleh    masing-masing   DPL.      Untuk

menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka dalam acara penerjunan ke

Lokasi KKN maupun penarikan dari lokasi KKN, mahasiswa diwajibkan

hanya menggunakan sarana transpotasi yang disediakan panitia.

Hal-hal tehnis yang lain akan disampaikan saat pelaksanaan penerjunan

mahasiswa ke lokasi KKN pada tanggal tersebut.



K. Masa Pembinaan di Lokasi Binaan

Masa pengabdian yang wajib dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN adalah

2 (dua) bulan penuh, terhitung sejak diserahkan kepada Pemerintah Daerah

setempat sampai saat penarikan kembali ke Kampus. Untuk menunjang

kepentingaan pengabdian di desa binaan, mahasiswa diperkenankan

meninggalkan lokasi KKN yang diatur dengan Tata-Tertib. Pekan pertama

(setelah   penerjunan) digunakan      untuk   memperkenalkan diri    kepada

masyarakat, aparat Desa dan kecamatan serta aparat instansi terkait,

sekaligus melakukan observasi lapangan, pembuatan rencana kegiatan

serta proposal.

Pekan berikutnya adalah awal pelaksanaan kegiatan berdasarkan rencana
kerja dan penyerahan proposal melalui DPL kepada LPM untuk ditindak

lanjuti (catatan : bahwa bantuan dana kegiatan yang diberikan oleh

Pemerintah Daerah l sifatnya hanya stimulan).



Waktu selanjutnya dapat dimulai semua kegiatan pengabdian kepada

masyarakat kepada masyarakat/desa binaan dengan bekerjasama dengan

aparat setempat serta instansi terkait yang relevan.



TATA - TERTIB PELAKSANAAN KKN

   a. Selama kegiatan KKN, mahasiswa wajib tinggal di lokasi KKN

   b. Mahasiswa wajib melaksanakan tugas/program KKN dengan penuh

        tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi.

   c. Mahasiswa wajib menghayati dan menyesuaikan dengan kondisi

        kehidupan masyarakat setempat .

   d. Mahasiswa wajib membina kerjasama antar sesama mahasiswa

        peserta KKN dan keerjasma dengan masyarakat, instansi / dinas

        pemerintah dan pihak-pihak lain yang relevan.

   e. Atribut KKN (Topi, Buku kerja dan surat-surat dinas & ijin) tidak boleh

        hilang atau dipindah tangankan kepada orang lain.

   f. Dilarang mengikuti kegiatan di Fakultas (kuliah, praktikum dan lain-

        lain).

   g. Mahasiswa dilarang mengikuti kegiatan politik praktis dan tindakan

        asusila yang dapat mencemarkan nama baik almamater.

   h. Mahasiswa diperkenankan mencari sponsor kegiatan dan harus

        diketahui/seijin ketua LPM ISI Yogyakarta sebagai penanggungjawab

        penyelenggaraan KKN.

   i.   Mahasiswa dilarang membawa kendaraan roda 4 tanpa seijin

        penanggung jawab KKN.
   j.   Toleransi meninggalkan lokasi hanya diijinkan 5x secara tidak

        berurutan dengan ketentuan tehnis akan diberitahu DPL. 1 x ijin

        maksimum 36 jam.

   k. Dalam hal khusus, ijin meninggalkan lokasi diberikan oleh koordinator

        KKN dan diketahui oleh Ketua LPM.

   l.   Mahasiswa tidak diperkenankan membawa anak ke lokasi KKN.

   m. Keluarga/teman dari mahasiswa tidak diperkenankan menginap di

        loksi dengan alasan apapun.

   n. Mahasiswa dilarang menginap di pondokan mahasiswa lain dengan

        alas an apapun.

   o. Mahasiswa dilarang membuat dan atau menggunakan stempel dan

        kop surat Yang mengatasnamakan LPM ISI Yogyakarta.

   p. Selama menjalankan kegiatan          dilokasi/desa binaan   diwajibkan

        menggunakan jaket almamater.



SANGKSI PELAKSANAAN KKN

Dalam meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam mempertahankan citra

dan cinta almamater, maka dipandang perlu memberi rambu-rambu sangsi

terhadap pelanggaran tata-tertib dan tugas-tugas yang dilakukan selama

mengikuti kegiatan KKN, yang dampaknya berpengaruh terhadap nilai akhir

KKN :

1. Pelanggaran ringan :

• Tidak mengisi Buku harian 3 hari atau lebih bertuurt-turut.

• Surat ijin belum ditanda tangani mahasiswa dan kormades atau yang

dipondoki

• Surat ijin tidak diisi lengkap

• Tidak mengisi daftar harian yang telah disediakan

2. Pelanggaran sedang :

• Meninggalkan lokasi tanpa ijin (walau kurang 24 jam)
• Meninggalkan lokasi kerja melebihi ijin yang diajukan.

• Membawa Kendaraan Roda 4 tanpa ijin

• Keluarga/teman menginap di lokasi kerja

3. Pelanggaran Berat :

• Meninggalkan lokasi 3 hari tanpa ijin atau lebih bertutur-turut dengan lasan

apapun.

• Tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan di loksi kerja setelah 7 hari

• Tidak membuat rencana kegiatan kolektif

• Mencari sponsor/bantuan yang mengikat tanpa prosedur yang ditetapkan

LPM

• Melakukan tindakan yang dikatagorikan tindakan kriminal dan politik prkatis

serta tindakan asusila (mis. Pemalsuan tanda tangan) yang mencemarkan

nama baik almamater.

• Membuat stempel dan kop surat dengan mengatasnamakan LPM ISI

Yogyakarta

• Tidak mengisi daftar harian.



L. Penyusunan Rencana / Program Kegiatan

1. Tolok Ukur Penyusunan Rencana /Program KKN

• Kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas dan memenuhi azas manfaat

bagi masyarakat

• Jenis program dan sifat kegiatan berskala swadaya masyarakat,

diantaranya melalui bentuk program mandiri dan kelompok oleh

mahasiswa, program kerjasama dengan istansi lain dan program

lanjutan hasil KKN (mis : penyuluhan seni).

• Jumlah dan sumber biaya program harus transparan dan terperinci.

• Sasaran program dituliskan secara langsung dan jelas, misalnya :

Karang taruna, PKK, KKLKMD, Sekolah-sekolah, kantor Desa dan lain

sebagainya.
• Lokasi kegiatan dan area program disesuaikan dengan domisili

mahasiswa/kelompoknya.

• Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan setiap satu kegiatan/program

harus terencana secara efektif /proporsional dengan masa kerja

mahasiswa dalam kegiatan KKN.

• Rencana kegiatan harus disetujui oleh DPL, Kades atau Camat dan

ketua LPM.

2. Jenis Kegiatan

Untuk mempermudah kegiatan mahasiswa, perlu memahami pokok-pokok

kegiatan yaitu :



a. Bidang Prasarana Fisik

• Membina lingkungan berwawasan seni

• Mendorong kreativitas masyarakat untuk peduli membangun

lingkungan yang indah dan asri.

b. Bidang Sosial – Budaya

• Apresiasi pentingnya pendidikan formal bagi generasi muda

• Peningkatan wacana/apresiasi tentang seni bagi masyarakat dan

sekolah.

• Pelatihan seni untuk pembinaan (pemeliharaan) dan pengembangan

budaya seni tradisi setempat.

• Menggiatkan pendidikan/ketrampilan seni kepada generasi produktif.

(mis.: Sablon, fotografi, seni tari)

• Meningkatkan kesadaran akan pentingya pelestarian seni tradisi

• Mengadakan lomba seni, pameran seni dan pentas seni.

• Mengapreasikan seni akademis melalui kemampuan mahasiswa

kepada masyarakat binaan

c. Bidang Peningkatan Produksi

• Pemberdayaan sumber daya alam menjadi produk seni
• Sebagai problem solving seniman/pengrajin setempat bidang seni

• Menggiatkan kelompok/paguyuban Kesenian masyarakat

• Menggiatkan kelompok pengrajin pada UKM-UKM

• Mengenalkan disain baru produk kerajinan di UKM-UKM

• Membina Usahawan baru bidang seni

• Membantu pemasaran produk seni

d. Bidang Kesehatan Masyarakat

• Kampanye hidup bersih dan sehat.

• Penataan ruang/rumah/lingkungan agar mencerminkan hidup sehat.

• Membantu penyuluhan kesehatan masyarakat.



M. Pembuatan Laporan KKN

1. Bentuk Laporan :

• Laporan Individu/perseorangan

Merupakan laporan kegiatan program mahasiswa yang dilaksanakan

secara mandiri sebagai bobot kegiatan berdasarkan bidang studinya.

(lihat format Laporan Individu).

• Laporan Kelompok/Kolekstif

Laporan Kelompok adalah laporan yang dibuat

berdasarkan/menekankan kepada program unggulan yang telah

dimusyawarahkan mahasiswa, DPL dan pemerintah setempat. Isi

laporan ini merupakan realisasi kerjasama antar mahasiswa dari

berbagai program studi dengan program pembangunan masyarakat

setempat. Laporan nantinya akan digunakan sebagai bahan data untuk



pembinaan seni di wilayah lokasi KKN ini untuk masa-masa yang akan

datang. ( lihat format Laporan Kelompok).

Pengetikan :

_ Laporan singkat/padat, jelas dan logis
_ Diketik : 1 ½ spasi, kertas HVS/Kwarto 70/Gr

_ Huruf : Time New Roman

2. Cover Laporan :

• Laporan Individu/perseorangan

a. FSP = Warna cover Kuning Muda

b. FSR = Warna cover Hijau Muda

c. FSMR = Warna cover Biru Muda

• Laporan Kelompok

Warna cover Merah muda / pink

3. Lampiran laporan

a. Data mahasiswa KKN (nama mahasiswa, NIM, Jurusan dan

Fakultas).

b. Peta wilayah binaan (peta desa dan kecamatan)

c. Foto / Dokumentasi hasil pelaksanaan program

d. Surat keterangan telah melaksanakan KKN dari desa

e. Proposal kerja sama ( kalau ada )

4. Penyerahan Laporan

• Laporan Individu/perseorangan dibuat rangkap 3 = Satu untuk LPM

(yang asli), satu untuk DPL dan satu sebagai arsip mahasiswa yang

bersangkutan.

• Laporan Kelompok dibuat rangkap 4 Satu (Asli) diserahkan LPM

melalui DPL. Satu untuk DPL, satu sebagai arsip kecamatan

setempat dan Satu untuk arsip mahasiswa.

• Semua laporan harus sudah diserahkan kepada yang berkepentingan

(DPL dan Kecamatan setempat) paling lambat 14 hari setelah

mahasiswa ditarik dari lokasi KKN

Merupakan laporan kegiatan program mahasiswa yang dilaksanakan

secara mandiri sebagai bobot kegiatan berdasarkan bidang studinya.

( lihat format Laporan Individu).
Sangsi : Apabila penyerahan laporan tersebut terlambat pada batas

waktu yang ditentukan, dapat berpengaruh pada nilai laporan/penguran.

								
To top