laporan kkn group eli bantar kalong by elipldoc

VIEWS: 563 PAGES: 33

									                                     BAB I

                                  PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Pembangunan nasional ini bukan hanya pembangunan secara fisik melainkan juga

harus diikuti oleh pembangunan yang bersifat non fisik. Sehingga pembangunan ini

meliputi pembangunan dalam aspek ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan

keamanan. Aspek-aspek tersebut harus dibangun secara seimbang dan sinergi untuk

menciptakan keharmonisan kehidupan. Pembangunan bidang ideologi dan politik

saja tidak akan berhasil apabila bidang sosial, budaya dan hankam tidak dibangun,

demikian juga sebaliknya. Pada intinya dari berbagai bidang kehidupan tadi hendak

diarahkan kepada terjadinya keselarasan dan kesinergisan untuk mencapai tujuan

pembangunan nasional.



Pemerintah sebagai motor penggerak pembangunan sampai saat ini belum mampu

menciptakan suatu tatanan kehidupan yang sesuai dengan tujuan pembangunan

nasional tersebut. Pola-pola pemerintahan dan pembangunan yang bersifat

sentralistis dan non partisipan tak jarang menghasilkan efek negatif yang begitu

besar. Masyarakat akhirnya hanya menjadi objek dan bukan lagi pelaku utama

pembangunan. Efek lain yaitu terjadinya perpecahan masyarakat dan golongan yang

pada akhirnya menjadikan lemahnya posisi masyarakat. Efek paling berbahaya yang

lain yaitu lunturnya solidaritas dan kesatuan sosial yang mengakibatkan pengkotak-

kotakan masyarakat untuk kepentingan golongan atau elit tertentu, serta hilangnya

kedaulatan rakyat secara nyata.



Masyarakat adalah lingkungan komplek yang memiliki budaya, tradisi, kebiasaan,

dan lingkungan yang berbeda. Masyarakat inilah yang akan membentuk kehidupan
                                        1
yang unik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pembentukan kehidupan yang

unik tidak terlepas dari satu pemikiran dalam membangun suatu desa dimana mereka

tinggal.



Kehidupan masyarakat memiliki banyak perbedaan yang perlu dikaji secara teliti

dalam rangka pembangunan masyarakat madani yang terarah dan kesinambungan.

Perbedaan keinginan keuinginan dari masyarakat perlu dimunculkan guna

menentukan prioritas pembangunan pada masyarkat tersebut. Penentuan prioritas

pembangunan tersebut tentunya tidak terlepas dari beberapa alasan atau potensi

penunjang yang dapat terealisasinya suatu pembangunan tersebut.



Masyarakat pun memiliki karakteristik dan identitas yang perlu diketahui oleh

masyarakat luas dari daerah yang berbeda. Identitas ini tidak sama dengan daerah

lain, sehingga dijadikan suatu symbol dari suatu desa tersebut.

Kondisi yang tidak menentukan dinegara ini memberikan dampak yang buruk bagi

masyarakat pedesaan. Hal ini menimbulkan ketimpangan aspek-aspek kehidupan

yang berkembang di masyarakat yang akhirnya cara pandang masyarakat terhadap

pemasalahan tersebut berbeda oleh karma itu, ketidak tentuan kondisi Negara ini

perlu perhatian dari berbagai unsur masyarakat yang ada dalam upaya penyelesaian

problem nasional yang memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat.



Mahasiswa adalah sebagian dari masyarakat kiranya dapat memberikan pemikiran

bagi pihak pihak yang berkepentingan (stake holder) atau pengambil kebijakan

(decision maker) terhadap pembangunan di daerah tersebut.



Sejalan dengan keberadaan masyarakat yang majemuk, perguruan tinggipun tidak

hanya mengembangkan pendidikan tetapi juga mengembangkan penelitian dan

pengabdian kepada masyarakat. Hal itu pun juga tercantum dalam misi perguruan
                                          2
tinggi dalam Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu: penelitian, pendidikan, dan

pengabdian terhadap masyarakat. Hal ini sebagai upaya dan perhatian perguruan

tinggi terhadap lingkungan social dan pengaplikasikan teori-teori yang telah

diketahui di perguruan tinggi.



Mahasiswa      yang dipersiapkan   di   perguruan   tinggi   sebagai   pembaharuan

dimasyarakat dan keberadaan perguruan tinggi yang memiliki respon yang tinggi

terhadap perubahan sosial. Oleh karma itu, diupayakan perguruan tinggi dapat

memberikan banyak warna pengetahuan kepada mahasiswa untuk memahami sebuah

komunitas masyarakat yang sedang berkembang.



1.2 Identifikasi Masalah

Dengan latar belakang diatas,maka mahasiswa mengidentifikasi masalah desa dan

menyerap aspirasi berdasarkan keinginan masyarakat melalui Kuliah Kerja

Mahasiswa. Aspirasi masyarakat tentunya memiliki berbagai alasan dan potensi yang

bisa dikembangkan setelah dilaksanakan pembangunan tersebut.



1.3 Maksud, Tujuan, dan Manfaat

Pengabdian mempunyai maksud dan tujuan tertentu, yakni para mahasiswa dapat

mengaplikasikan ilmu pengetahuan dari bangku kuliah.



1.3.1 Maksud

Maksud diadakannya program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa ini adalah sebagai

salah satu bentuk realisasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pengabdian

kepada masyarakat, sebagai wujud tanggung jawab moral, tanggung jawab sosial dan

profesional suatu perguruan tinggi khususnya STKIP PGRI SUKABUMI dalam

pemberdayaan masyarakat menuju pemerataan pembangunan.



                                         3
1.3.2 Tujuan

Adapun tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yaitu :

   1. Secara akademik, untuk memenuhi salah satu sarat dalam penyelesaian studi

       S1 di STKIP PGRI SUKABUMI.

   2. Sebagai bahan usulan bagi pemerintah daerah setempat yang berkaitan

       dengan pembangunan yang akan dilaksanakan didesa tersebut dengan

       memperhatikan potensi yang ada.

   3. Menggali dan mempublikasikan potensi baik fisik maupun non fisik yang ada

       di desa tersebut.

   4. Motivasi masyarakat dalam rangka pemberdayaan sumber daya alam dan

       peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

   5. Membantu program-program yang diadakan oleh pemerintah dalam rangka

       membangun masyarakat sejahtera

   6. Agar mahasiswa memperoleh pengalaman (melalui keterlibatan dengan

       masyarakat binaan secara langsung), dalam menemukan, merumuskan,

       memecahkan,         dan   menanggulanggi      permasalahan   pembangunan

       dilaksanakan secara pragmatis dan interdisipliner.

   7. Mahasiswa dapat menyumbangkan pemikiran berdasarkan ilmu, tehnologi

       dan seni dalam upaya menumbuhkan, membina dan mempercepat

       dilaksanakan dengan mempersiapkan kader-kader pembangunan dan

       pemberdayaan ekonomi masyarakat binaan.

   8. Merintis kerjasama yang saling menguntungkan antara Lembaga Pendidikan

       Tinggi Seni dengan Pemerintah Daerah (sinergi pemberdayaan potensi-

       potensi masyarakat / sibermas) dalam pembangunan bidang seni.



1.3.3 Manfaat

1. Bagi Mahasiswa



                                         4
      Memperdalam pengertian terhadap cara berpikir dan bekerja secara

       interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan dan

       keterkaitan (link and match) dalam kerjasama antarsektor.

      Memperdalam pengertian mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi oleh

       masyarakat binaan.

      Memperdalam pemahaman terhadap kemanfaatan / peranan IPTEKS yang

       dipelajari bagi pembangunan.

      Mendewasakan cara berpikir dan bertindak secara bijak dalam ikut

       membantu    merumuskan      berbagai   persoalan   realistis   di   lingkungan

       masyarakat untuk tujuan pembangunan seni (mahasiswa diharapkan perannya

       sebagai motivator, dinamisator, dan problem solver).

      Mendapatkan kesempatan belajar secara langsung untuk melengkapi ilmu

       pengetahuan teori yang telah dikuasai di kampus.

      Mendapatkan kesempatan mempraktekan kemampuannya / keahlian seninya

       secara mandiri dan kelompok demi tanggung jawab profesinya.

2. Bagi Masyarakat dan Pemerintah Daerah

      Masyarakat memperoleh bantuan pemikiran dan sumbangan keahlian

       mahasiswa dalam upaya pembinaan, pengembangan dan pelestarian budaya

       seni di masyarakat serta upaya pemberdayaan potensi seni untuk

       pembangunan ekonomi masyarakat.

      Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan,

       merumuskan, dan melaksanakan pembangunan.

      Terbinanya budaya berkesenian masyarakat sekaligus aset budaya seni

       daerah sebagai salah satu kekayaan pemerintah daerah dalam rangka

       membantu meningkatkan pendapatan daerah sebagai bagian integral bagi

       kelancaran dalam melancarkan pembangunan daerah di segala bidang.

      Terbentuknya kader-kader pembina seni daerah secara baik dan benar.


                                         5
3. Bagi Perguruan Tinggi

      Memperoleh umpan-balik / masukan tentang potensi seni di masyarakat

       (SDM dan SDA) sebagai hasil pengintegrasian keahlian mahasiswa dalam

       upaya pembinaan, pengembangan dan pelestarian budaya seni di masyarakat.

       Manfaatnya adalah untuk perencanaan pemantapan kurikulum seni (mulok)

       perguruan tinggi sesuai tuntutan nyata pembangunan, di antaranya upaya

       pemberdayaan potensi seni untuk pembangunan ekonomi masyarakat.

      Memperoleh berbagai pengetahuan/kasus yang berharga yang dapat

       dipergunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan yang

       menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.

      Hasil-hasil KKN mahasiswa dapat dipergunakan sebagai bahan data dalam

       perencanaan pembangunan atau pengembangan paradigma pendidikan

       tinggiseni.



1.4 Lingkup Laporan

Adapun lingkup laporan yang kami buat sistematikanya sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

1.2 Maksud dan Tujuan

1.3 Maksud, Tujuan, dan Manfaat

BAB II GAMBARAN UMUM DESA BOJONG KERTA

2.1.Keadaan Geografis

2.2.Keadaan Penduduk

2.3.Administrasi Desa

2.4.Potensi Desa

2.5.Masalah dan Kebutuhan Masyarakat

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN)
                                        6
3.2 Pelaksanaan Program

3.3 Hasil Kegiatan

3.4 Faktor Pendorong

3.5Faktor Penghambat dan Upaya Penanggulangannya

3.6 Potensi Desa yang dapat dikembangkan

BAB IV KESIMPULAN dan SARAN

4.1 Kesimpulan

4.2 Saran-saran

Lampiran-lampiran




                                      BAB II

               GAMBARAN UMUM DESA BOJONG KERTA




2.1 Latar dan Keadaan Geografis


Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi merupakan desa

yang terdapat di kecamatan .... Kabupaten Sukabumi. Dengan orbitasi, waktu tempuh

dan letak desa/kelurahan adalah sebagai berikut :


NO      item                                             Keterangan


     1. Orbitasi                                         .... o LU ....o LS

     2. Jarak ke ibu kota kecamatan           .... km

     3. Jarak ke ibukota kabupaten            .... km

     4. Jarak ke ibu kota provinsi                       .... km

     5. Waktu tempuh ke kecamatan             .... jam

                                          7
    6. Waktu tempuh ke desa                       .... jam

    7. Letak desa


Catatan :


Diukur dengan mempergunakan alat transpotasi yang digunakan masyarakat umum

di Desa/Kelurahan yang bersangkutan.


Secara geografis Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi

memiliki luas wilayah .... Ha, yang merupakan dataran rendah, yang mempunyai

,ketinggian dari permukaan laut .... Meter. Curah hujan rata-rata pertahun .... mm

dengan keadaan suhu rata-rata .... C.


Adapun batas-batas wilayah Desa Bantar Kalong adalah sebagai berikut:


Sebelah Utara : ....


Sebelah Selatan : ....


Sebelah Timur : ....


Sebelah Barat : ....


Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi terdiri dari ....

RW dan .... RT, yang mempunyai sekitar .... kampung diantaranya :


    1. ....

    2. ....

    3. ....

    4. ....

    5. ....

    6.


                                        8
Keadaan alam Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi

pada umumnya masih terkesan asri. Hal ini terlihat belum terdapat polusi udara.

Wilayah Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi ini,

dipenuhi dengan persawahan yang menghampar luas, sehingga menjadikan desa ini

sebagai daerah pertanian. Pengaruh dari keadaan alam yang masih terjaga

menjadikan suhu alam yang segar dan menyejukkan serta keadaan tanah yang cukup

subur. Untuk terus menjaga keasrian alam desa ini maka perlu adanya suatu upaya

pelestarian linhkungan alam.


Namun sangat disayangkan, di Desa yang asri ini ternyata penyediaan air bersih

masih kurang. Sungai yang ada pun terlihat sangat kotor karena sungai tersebut telah

digunakan menjadi tempat segala aktifitas MCK, hal ini disebabkan kurangnya

pemahanan dari masyarakat akan arti penting lingkungan hidup.


2.2 Keadaan Penduduk


Penduduk Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi

sebagian besar adalah penduduk asli yang berjumlah sekitar .... Jiwa yang memiliki

kepadatan penduduk sekitar .... per km.. Dengan mata pencaharian penduduk sebagai

petani, dimana pemilik Tanah Sawah adalah sekitar .... orang, pemilik Tanah

Tegal/Ladang sekitar .... orang dan buruh tani sekitar .... orang. Dilhat dari angkatan

kerja, penduduk yang Usia Kerja sekitar .... orang, Penduduk Usia Kerja yang

bekerja sekitar .... orang dan penduduk Usia Kerja ang belum bekerja sekitar ....

orang.


Seperti masyarakat pedesaan pada umumnya, masyarakat Desa Bojong Kerta

Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi sangat kental dengan nuansa

keislamannya, karena masyarakatnya 100% adalah muslim. Hampir setiap hari

kegiatan pengajian selalu diadakan di tiap RT nya secara bergiliran. Rasa ketakwaan


                                          9
yang tinggi ini tercermin pula dengan adanya kewajiban bagi siswa SD putrinya

untuk memakai jilbab.


Ada beberapa hal yang perlu kita kaji terhadap keadaan penduduk didesa Desa

Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi diantaranya:


a. Keadaan Penduduk Dalam Pendidikan


Pendidikan merupakan investasi masa depan. Pendidikan merupakan pelita

kesejahteraan rakyat, dan pendidikan juga nerupakan pilar pembangunan bangsa.

Pendidikan memiliki peranan yang sangat besar dan potensial dlam mempersiapkan

dan mengubah tatanan kondisi pada aspek-aspek sumber daya manusia. Etika,

Polotik dan Hukum merupakan suatu kemustahilan dalam upaya meningkatkan

kualitas sumber daya manusia bila dalam masyarakat mengabaikan wacana

pendidikan. Karena dengan pendidikanlah sumber daya manusia dapat ditingkatkan,

demikian pula pengetahuan, pemahaman dan keinginan untuk menerapkan etika

ditumbuh kembangkan, serta dengan pendidikan pula kesadaran dan keinginan untuk

menegakan hokum dikembangkan. Oleh karena itu dengan sendirinya menuntut

peranan besar di era pendidikan.


Melihat begitu pentingnya arti sebuah pendidikan, mayarakat Desa Desa Bojong

Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi pun mempunyai perhatian

yang cukup besar terhadap pendidikan. Namun sangat disayangkan, semangat yang

menggelora terkadang harus surut oleh keadaan pendidikan yang cukup

memprihatinkan. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan di Desa ini sangat

kurang, baik secara fisik maupun non fisik. Dimana kondisi fisik sekolah yang jauh

dari sempurna, minimnya jumlah tenaga pengajar, kurangnya buku-buku bacaan dan

perlengkapan penunjang yang lainnya. Selain perekonomian masyarakat pun masih

rendah yang menyebabkan masyarakat tidak dapat melanjutkan ke tingkat

pendidikan yang lebih tinggi.
                                       10
Di Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi memiliki ...

(...) Sekolah Dasar Negri yaitu ...., dan madrasah – madrasah serta 1 Pesantren

Modern (Darul Falah).


b. Keadaan Penduduk Dalam Hukum


Hukum merupakan suatu norma yang mengajak masyarakat untuk mencapai suatu

cita-cita serta keadaan tertentu, yang juga memuat tentang adanya suatu kesepakat

mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan, hal ini untuk

menciptakn suatu keharmonisan di dalam suatu masyarakat. Oleh karena itu aspek

hokum dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting dan tentunya kesadaran

masyarakat akan pentingnya sebuah hokum harus terus dikembangkan.


Pada umumnya, masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten

Sukabumi telah memahami arti sebuah hukum, dimana kesadaran masyarakat

terhadap hukum cukup tinggi. Inilah yang menyebabkan di Desa Bojong Kerta

Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi terlihat aman dan tentram. Tindak

kejahatan kriminal sangat jarang terjadi.


c. Mata Pencaharian Penduduk


Penduduk Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi pada

umumnya bermata pencaharian adalah petani, disamping itu ada pula yang menjadi

buruh,peternak dan pengolah limbah plastik.


Pertanian yang mereka lakukan masih bersifat tradisional, dimana pengelolaan

pertaniannya dengan cara tadah hujan, sehingga pertanian yang ada sangat

bergantung pada hujan. Inilah yang menjadi kendala di bidang pertanian untuk terus

berkembang. Dengan sistem pertanian yang sederhana ini menjadikan hasil produksi

pangan kurang memuaskan karena mereka dalam mengolah lahan pertanian tidak


                                            11
menggunakan tekhnologi modern dalam pertanian. Rata-rata pertanian yang mereka

lakukan mayoritas hanya menanam padi.




d. Keadaan Penduduk dalam Ekonomi


Dengan mayoritas mata pencaharian penduduk sebagai petani maka segi ekonomi

pendudukpun masih dikatakan menengah kebawah. Oleh karena itu, tingkat

perekonomian penduduk masih lemah. Tetapi dengan ekonomi keluarga yang

kurang, tingkat pendidikan untuk standar pedesaan sudah maju. Penduduk berupaya

untuk menyekolahkan anaknya supaya perekonomian keluarganya selangkah demi

selangkah bisa meningkat.




2.3 Administrasi Desa


Sistem administrasi kelurahan Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara

Kabupaten Sukabumi pada umumnya belum tertata dengan baik, salah satu faktornya

adalah dikarenakan sarana dan prasarana kelurahan yang kurang memadai. Dilihat

dari segi kelengkapan Administrasi juga masih sangat kurang, ini dikarenakan Arsip-

arsip kelurahan yang tidak tersusun dan terkumpul rapih.Kinerja aparatur Desanya

masih kurang maksimal, bahkan masih ada pejabat desa seperti ketua RT/RW yang

tidak mengetahui tugas, fungsi dan wewenang amanah yang mereka embank

sehingga memerlukan pembinaan, arahan, dan peningkatan kualitas kerja yang lebih

baik lagi.


Koordinasi antara pengurus kelurahan sangat kurang, hal ini disebabkan salah satu

faktornya adalah sarana transportasi yang kurang memadai, sehingga untuk




                                        12
melakukanpertemuan sangat sulit dengan kondisi saling berjauhan. In berdampak

pada kinerjamereka yang menjad sangat kuarang maksimal.




2.4. Potensi Desa


Wilayah Desa Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi

berpotensi sebagai areal pertanian dan perkebunan, menandakan sebagian besar

masyarakatnya hidup dari bertani. Selain Padi, banyak pula tanaman yang lain

diantaranya Pisang, Kelapa dan yang lainnya perlu terus dikembangkan.


Selain pertanian dan perkebunan, di Carenang Udik terdapat pula pengolahan limbah

Plastik dan kain perca, namun masyarakatnya hanya sevbagai pengumpul limbah aja,

in juga harus menjadi perhatian, masyarkat seharusnya yang menjadi pengelola

secara langsung limbah-limbah tersebut karena ini akan sangat menguntungkan.


Sarana olahraga yang ada yaitu lapangan sepak bola merupakan potensi yang cukup

besar bagi pemuda untuk mengembangkan diri dalam prestasi olahraga.


Penduduk Bantar Kalong yang menganut agama Islam, sangat mendukung Visi

Sukabumi 2006 yang termuat dalam Rencana Strategis Provinsi Jawa Barat yaitu

“Iman dan Takwa landasan Pembangunan Menuju Sukabumi Mandiri, Maju dan

Sejahtera”. Dari visi tersebut secara tegas dinyatakan iman dan taqwa sebagai suatu

landasan yang akan mengarahkan seuruh dinamika pembangunan di Provinsi Jawa

Barat. Hal tersebut merupakan manifestasi dari kuatnya keinginan kita untuk menata

kehidupan yang lebih baik secara duniawi dan ukhrowi. Iman dan taqwa merupakan

suatu faktor penting guna terwujudnya kehidupan agamis yang merupakan salah satu

factor penting bagi keberhasilan pembangunan seutuhnya, secara materil maupun

spiritual.


                                        13
2.5 Masalah dan Kebutuhan Masyarakat


Berdasarkan hasil observasi kelapangan dan juga hasil dari Urung Rembug dengan

para pengurus kelurahan, para tokoh masyarakat dan para pemuda Desa Bojong

Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, ada beberapa masalah yang

terjadi di desa Bantar Kalong diantaranya adalah :


      Dalam bidang pendidikan


       Masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten

       Sukabumi pada dasarnya memiliki kesadaran yang cukup tinggi terhadap

       pendidikan, namun hal itu tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang

       memadai. Bangunan sekolah yang ada pun perlu adanya renovasi dan

       penambahan pembangunan lagi. Ada dua Sekolah Dasar Negeri yang

       kondisinya hamper sama dimana ruangan kelasnyanya tidak memadai untuk

       menampung siswa, sehingga siswa kelas tiga ruangannya disatukan dengan

       kelas tiga, bahkan ada siswa yang kegiatan belajar mengajarnya yang di

       ruangan guru, hal ini jelas sangat mengganggu keefektifan kegiatan belajar

       mengajar. Selain itu ruangan yang kurang bersih dan berdebu karena

       lantainya yang belum di keramik. Kondisi meja dan kursipun sangat

       memprihatinkan. Selain kondisi fisik sekoah yang memprihatinkan, tenaga

       pengajar disana pun sangat minim.


       Perekonamiam masyarakat juga mempengaruhi pada pendidikan, dimana

       masyrakat Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi

       pada umumnya tingkat perekonomian yang masih rendah, menyebabkan

       mereka tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih

       tinggi.

                                         14
   Organisasi Kepemudaan


    Kegiatan kepemudaan sangat kurang dumana kegiatan Kepemudaan

    Biasanya hanya untuk menghilangkan kejenuhan.


   Administrasi Desa


    Pada umumnya system administrasi desa belum tertata dengan baik, banyak

    arsip-arsip yang tercecer bahkan data penduduk terbaru belum ada. Sarana

    dan prasarana yang kurang memadai, koordinasi antar pengurus kelurahan

    sangat kurang sehingga kinerja para aparatur desa balum maksimal.


   Pertanian


    Pengelolaan pertanian hanya mengandalkan air hujan (sawah Tadah Hujan),

    tidak adanya saluran irigasi yang dapat menunjang kegiatan pertanian disana,

    selain itu para petani belum menggunakan teknologi pertanian yang

    mutakhir, mereka hanya menggunkan alat-alat tradisional.


   Bidang Ekonomi


    Tidak adanya modal kerja untuk memulai usaha, kultur masyarakat yang

    masih mempunyai pemikiran bahwa penghasilan adalah berasal dari menjadi

    buruh. Dilihat letak strategis Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara

    Kabupaten Sukabumi dengan perbatasan Kabupaten Tangerang dan

    Kabupaten Lebak sehingga rutinitas mencari lahan pekerjaan sangat mudah,

    oleh karena itu hampir mayoritas para penduduk khusus nya para pemuda

    mencari pekerjaan diluar Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara

    Kabupaten Sukabumi sebagai buruh di sektor Industri.


   Idiologi


                                     15
    Secara umum masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara

    Kabupaten Sukabumi sudah melek akan idiologi khususnya idiologi

    Pancasila, tetapi lebih ditekankan pada pemengembangan keislamianya

    kerena sebagian besar(100%) penduduk beraga Islam.


   Politik


    Secara umum masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara

    Kabupaten Sukabumi sudah melek akan politik, tetapi belum disentuh

    mengenai pendidikn politik secara teoritis masih menggunakan politik

    praktis.


   Sosial


    Secara umum gambaran sosial masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan

    Warungkiara Kabupaten Sukabumi masih dibilang asri belum tersentuh

    mederenya sosial budaya atau budata kota yang egois, masyarakat desa

    Bantar Kalong masih memegang adat istiadat desa yang suka gotong royong

    dan murah senyum.


   Budaya


    Secara umum gambaran sosial masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan

    Warungkiara Kabupaten Sukabumi masih dibilang asri belum tersentuh

    mederenya sosial budaya atau budata kota yang egois, masyarakat desa Desa

    Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi masih

    memegang adat istiadat desa yang suka gotong royong dan murah senyum.


   Hankam




                                   16
       Secara umum gambaran Hankam atau sistem pertahan masyarakat semesta

       masih kental masyarakat masih terbiasa melakukan siskamling dan keamanan

       desa yang stabil.




                                  BAB III

                             PEMBAHASAN


3.1 Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN)


Dalam pelaksanaan program kerja KKN ada beberapa tahapan -tahapan dalam

pelaksanaannya, yaitu:


Tahap obervasi:


Tahap observasi kami lakukan pada hari ... pertama agenda KKN. Observasi ini

dilakukan dengan melihat atau survey langsung kelapangan/lokasi KKN. Dalam

melakukan observasi ini, anggota kelompok dibagi menjadi beberapa tim survey.

Tim survey ini dibagi berdasarkan pembagian wilayah Desa Bojong Kerta

Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi. Selain itu juga ada tim yang survey

ke Balai Desa.




Tahap Urung Rembug


                                      17
Untuk memperkuat hasil survey dilapangan, kami melakukan urung rembug. Dalam

Urung rembug ini, kami mengundang para pengurus kelurahan Desa Bojong Kerta

Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat

dan pemuda.




Tahap analisis permasalahan


Setelah melakukan observasi kami mendapat beberapa permasalahan yang ada di

Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi. Untuk

merumuskan permasalahan-permasalahan tersebut, tiap tim mempresentasikan hasil

surveinya. Data hasil survey dilapangan, kami analisis. Analisis data dilakukan

dengan cara melihat SWOT (Strengh, Weakness, Oportunaiti, Trenght) yang ada.

Setelah dianalisis ternyata permasalahan                                     yang timbul diantaranya                          adalah

permasalahan                  Administrasi                  Desa,            Pendidikan                 serta            Ekonomi.

........................................................................................................................................

.............................................................................................................(Inventarisasi

masalah terlampir).




Tahap inventarisasi masalah


Setelah melakukan analisis terhadap permasalahan yang kami hadapi dilapangan,

kami menginventarisasi permasalahan tersebut. Inventarsasi maslah ini dimaksudkan

untuk mempermudah dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja KKN.


Tahap perumusan penyususnan dan tujuan program kerja.




                                                                  18
Dalam penyususnan program kerja, kami mengacu pada program-program

pemerintah daerah yang dalam hal ini kami hanya sebagai fasilitator. Adapun

program pemerintah daerah diantaranya adalah sebagai berikut:


   1. Pemuda(sosial),

   2. PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)(sosial),

   3. Pemerintahan Desa(politik),

   4. Peternakan(ekonomi)

   5. Keamanan(Hankamnas),

   6. Ketertiban(sosial),

   7. Keindahan(Budaya),

   8. Posyandu(Sosial)

   9. Pendidikan (Budaya)


Selain itu program yang kita laksanakan berdasarkan hasil inventarisasi masalah

serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan

Warungkiara Kabupaten Sukabumi.


Tahap pelaksanaan Program Kerja


Pelaksanaan program kerja kami lakukan pada minggu kedua agenda KKN. Dalam

pelaksanaan program kerja ini, kami membagi PJ (penanggung jawab) dalam setiap

program kerja. (Agenda Kegiatan terlampir)


Tahap evaluasi program kerja


Tahap evaluasi dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu Tahap evaluasi harian yang

bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan permasalahan setiap hari baik itu

tentang program kerja KKN maupun aktivitas haria anggota, Tahap evaluasi

mingguan dimana bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan dan

hambatan agenda kegiatan pokok yang telah terlaksana setiap minggunya,terakhir
                                       19
adalah tahap evaluasi akhir yaitu evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan KKN dari

awal sampai akhir.


Tahap pembuatan Laporan Akhir


Dalam tahap ini, kami membuat laporan dari semua kegiatan selama KKN. Dalam

laporan ini kami menggambarkan secara deskriptif tentang keadaan Desa Bojong

Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, permasalahan yang terjadi

selama di lapangan serta memberikan gambaran mngenai program kerja yang telah

dilaksanakan serta keberhasilan yang dicapai serta kendala-kendala yang dihadapi.


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada dasarnya program kerja yang

kami laksanakan mengacu pada beberapa program Pemerintah Daerah, yaitu:


   1. Pemberdayaan Pramuka dan kepemudaan

   2. PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)

   3. Peternakan

   4. Administrasi Pemerintahan Desa

   5. Ketertiban, Keamanan dan Keindahan


Selain itu mengacu juga pada permasalahan-permasalahan yang ada di Desa Bojong

Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi yang kami himpun dalam

inventarisasi masalah (sebagaimana terlampir).




Adapun program kerja KKN adalah sebagai berikut:


   1.   Menyongsong Kualitas Anak Masa Depan, (PAUD)
   2.   Pentingnya Mendidik Anak Sejak Usia Dini(PAUD)
   3.   Posyandu Sekaligus Urus Ekonomi dan Spiritual(Posyandu)
   4.   Sosialisasi Konsep Diri Ibu,(PKK)
   5. Pelatihan Ketrampilan Remaja,(PKK)
   6. Pelatihan Rias Pengantin Bagi Kader PKK (PKK)
                                        20
   7. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan mulut di Sekolah Dasar
   8. Penyuluhan kesehatan umum di Majlis Ta’lim
   9. Penimbangan bayi di Posyandu
   10. Ceramah keagamaan
   11. Bimbingan belajar bagi anak Sekolah Dasar
   12. Penyuluhan masalah narkoba




Bidang Pendidikan


Dalam bidang pendidikan ada beberapa program kerja yang telah terlaksana

diantaranya adalah:


      Bimbel


Sasaran dari kegiatan Bimbel ini anak-anak warga Desa Bojong Kerta Kecamatan

Warungkiara Kabupaten Sukabumi. Dalam kegiatan tersebut, kami memberikan

bimbingan belajar kepada anak-anak warga       tentang 3 komponen skill dalam

pendidikan yang harus dikuasai oleh masyarakat kita yaitu membaca, menulis, dan

berhitung (CALISTUNG). Disamping 3 komponen skill tersebut, kami juga

memberikan bahasa inggris dasar sebagai skill penunjang yang juga harus dimiliki

masyarakat.


      Bidang Administrasi Pemerintahan Desa


Kegiatan yag dilaksanakan pada dasarnya berupa perapihan administrasi desa.

Dalam kegiatan ini, kami memberikan penyuluhan kepada aparatur desa tentang

administrasi desa yang baik. Selain itu kami bekerjasama dengan aparatur desa

membuat bagan struktur kepengurusan desa.


      Bidang PKK


       Penyuluhan PKK



                                      21
    Kegiatan inti yaitu berupa penyuluhan mengenai pentingnya PKK dan

    memotivasi para kaum ibu di Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara

    Kabupaten Sukabumi agar dapat aktif kembali dalam kegiatan PKK. Dalam

    kesempatan ini kami dipercaya oleh ibu-ibu PKK untuk membantu mereka

    dalam membentuk kepengurusan baru serta membuat program kerja PKK.

    Selain itu, kami memberikan pula pelatihan kerajinan tangan, ini diharapkan

    dapat dikembangkan oleh ibu-ibu PKK sebagai suatu bentuk usaha mandiri.


   Kegiatan Posyandu


    Kegiatan ini berupa pemeriksaaan kesehatan bagi Balita dan para ibu di Desa

    Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi. Kegiatan

    Posyandu ini dipusatkan di kampung ............................ Balita yang datang

    keposyandu pada kesempatan itu adalah sebanyak ...... orang dan ..... orang

    ibu hamil. Balita yang datang ke posyandu umumnya mempunyai masalah

    dengan kurang gizi bahkan ada beberapa diantaranya yang mengalami gizi

    buruk. Tetapi hal ini akan segera diatasi dengan bantuan makanan bergizi

    dari puskesmas .............


   Bidang Hukum


    Penyuluhan Narkoba


    Kegiatan yang dilakukan adalah berupa penyuluhan anti narkoba kepada

    siswa/I .......................... Penyuluhan tersebut disampaikan oleh nara sumber

    yaitu bapak .................... Penyuluhan anti narkoba tersebut berisikan tentang:


    Pengenalan bentuk, jenis, efek, serta gejala penggunaan narkoba.


    Beberapa faktor yang bisa mengakibatkan pernyalahgunaan narkoba. Ini

    terdiri dari faktor lingkungan, faktor individu, serta faktor zat.

                                         22
       Ancaman hukuman tentang narkoba.Cara penanggulangan yaitu melakukan

       penerangan kepada masyarakat, melakukan patroli oleh pihak yang

       berwenang, represif (penindakan) kepada para produsen dan konsumen

       narkoba.


       Selain penyampaian materi, diadakan pula pemutaran kaset VCD yang

       menceritakan     tentang   pergaulan   hidup   bebas   para   pemuda   yang

       mengkonsumsi obat-obat terlarang, yang bisa menghancurkan jiwa para

       generasi muda.


      Pemberdayaan Kepemudaan


   Dalam rangka pemberdayaan pemuda di Desa Bojong Kerta Kecamatan

   Warungkiara Kabupaten Sukabumi, ada beberapa kegiatan yang kami lakukan

   yaitu diantaranya kegiatan kerja bakti. Dalam kerja bakti ini kami bersama-sama

   dengan para pemuda dan juga tokoh masyarakat setempat membersihkan masjid

   dan tempat disekitarnya. Selain itu kami juga mencoba mengaktifkan kegiatan

   keolahragaan.




3.2 Pelaksanaan Program


Pelaksanaan program Kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKN) di Desa Bojong Kerta

Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi dimulai pada tanggal 28 Desember

2008 sampai dengan 10 Januari 2009. Program kerja ini terlaksana dengan baik,

walaupun kami menghadapi kendala. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang yang

berarti, kami menjadikan semuanya sebagai suatu pelajaran yang berharga untuk

menjadi lebih baik. Dalam setiap pelaksanaan program kerja kami selalu membagi

PJ(penanggung Jawab) atau Job Description, hal in dimaksudkan untuk menjalin

suatu kerjasama yang baik antar anggota kelompok. Keberhasilan dalam
                                         23
melaksanakan setiap program kerja ini tak lepas dari peranan dan partisipasi

masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, baik

itu pihak aparatur desa, tokoh masyarakat/ulama


3.4. Hasil Kegiatan


secara umum hasil dari program KKN yang kami lakukan adalah menitikberatkan

pada bidang pendidikan dan pemberdayaan aparatur desa serta kepemudaan.

Sebagian besar program kerja yang kami laksanakan berbentuk pembinaan dan

penyuluhan, yang diharapkan masyarakat dapat memahami dan termotivasi untuk

mengembangkan desanya dengan baik.


3.5 Faktor Pendorong


Faktor-faktor yang mendukung keberhaslan Program Kerja diantaranya adalah :


   o Kepercayaan antar anggota kelompok, kerjasam dan kesadaran yang tinggi

       akan sebuah amanah besar dari kerja KKN sehingga menjadikan kami

       sebagai sebuah “Team Work” yang solid.

   o Adanya pembagian tugas yang jelas dalam menjalankan setiap pelaksanaan

       program kerja, sehingga masalah-masalah yang kami hadapi selalu dapat

       terselesaikan dengan baik, dan semua anggota selalu ikut berpartisipasi dalam

       mensukseskan kegiatan KKN ini.

   o Dukungan motivasi baik secara materi maupun spirit dari Dosen Pembimbing

       sangatlah besar, kedekatan dengan dosen pembimbing sangat terasa, sehingga

       selalu memunculkan semangat tersendiri di dalam kelompok.

   o Dukungan pun tak terlepas datang dari pihak pengurus kecamatan

       .................., kelurahan Desa Bantar Kalong, tokoh masyarakat, serta para

       pemuda, yang selalu ikut berpartisipasi mensukseskan kegiatan KKN.




                                         24
3.6 Faktor Penghambat dan Upaya Penanggulangannya


3.6.1 Faktor Penghambat


Internal :


Kesiapan peserta KKN belum maksimal, sehingga ketika terjun ke lokasi KKN

masih sedikit kebingungan dalam menyusun program kerja


Peserta KKN yang belum saling mengenal satu sama lain baik sifat dan karakter

masing-masing, sehingga membutuhkan waktu beradaptasi untuk saling memahami

antara satu dengan yang lainnya.


Belum maksimalnya kesipan pihak penyelenggara KKN (LPM STKIP - PGRI) baik

secara konsep maupun teknis, sehingga parameter keberhasilan dan tindak lanjutnya

masih perlu diperjelas




Eksternal :


Minimnya informasi yang didapat tentang kelurahan, khususnya informasi tentang

Data Kependudukan


Masyarakat yang mengikuti penyuluhan yang tidak memenuhi target yang telah

ditentukan apabila dipusatkan pada satu kampung.


Adanya anggapan yng keliru dari sebagian masyarakat, bahwa KKN akan

mendatangkan keuntungan secara materil.


Minimnya sarana transportasi yang di dapatkan ketika peserta Kuliah Kerja

Mahasiswa membutuhkannya untuk kelancaran pelaksanaan program kerja.


3.6.2 Upaya Penanggulangannya
                                       25
Dengan berbagai permasalahan yang terjadi baik dalam internal maupun eksternal.

Kami mencoba semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kita agar kegiatan

atau program KKN berjalan denganlancar.


Permasalahan yang terjadi di internal kelompok diselesaikan dengan cara

musyawarah dengan penuh nuansa kekeluargaan. Musyawarah ini dilakukan dalam

evaluasi harian kelompok, agar setiap permasalahan baik yang berhubungan dengan

pembagian kerja, keuangan kelompok ataupun masalah pribadi yang lain bias

dselesaikan dengan baik.


Sedangkan permasalahan yang terjadi secara internal kami selesaikan dengan

mengadakan acara Anjang Sono kesetiap masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan

Warungkiara Kabupaten Sukabumi dan mengadakan Urung Rembug dengan para

pengirus desa, tokoh masyarakat/uama, serta para pemuda untuk menjelaskan

tentang tujuan KKN, meluruskan anggapan masyarakat bahwa KKN bukan suatu

kegiatan   memberikan      keuntungan   berupa   materil,   tetapi   kami   berusaha

menyumbangkan pemikiran dan gagasan tentang upaya untuk pengembangan Desa

Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi. Selain itu dalam

kegiatan Urung Rembug ini bermaksud untuk mengidetifikasi permasalahan yang

ada di desa Bantar Kalong serta mengetahui harapan-harapan masyarakat.


3.7 Potensi Desa Yang dapat di Kembangkan


Setiap desa pasti memiliki sumber daya yang dapat di kembangkan, potensi tersebut

belum menghasilkan produksi yang maksimal. Maksudnya potensi yang ada perlu

adanya pengembangan atau perhatian maksimal guna pemberdayaan desa.


Potensi yang dapat dikembangkan di desa Bantar Kalong terdiri atas sumberdaya

manusia dan sumberdaya alam. Sumberdaya manusia berkaitan dengan kompetensi




                                        26
dan keahlian seseorang dalam memberdayakan sumberdaya yang dimiliki. Sumber

daya alam berkaitan dengan potensi yang berasal dari hasil alam.


Penduduk yang agamis merupakan salah satu potensi yang layak dikembangkan

untuk menciptakan kehidupan masyarakat religius. Peningkatan pemahaman

keagamaan merupakan cara yang tepat untuk pengembangan potensi masyarakat

islami. Hal ini akan sangat mendukung Visi Sukabumi 2006 yang termuat dalam

Rencana Strategis Provinsi jawa Barat “Iman dan Takwa landasan Pembangunan

Menuju Sukabumi Mandiri, Maju dan Sejahtera”. Dari visi tersebut secara tegas

dinyatakan iman dan taqwa sebagai suatu landasan yang akan mengarahkan seuruh

dinamika pembangunan di Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut merupakan manifestasi

dari kuatnya keinginan kita untuk menata kehidupan yang lebih baik secara duniawi

dan ukhrowi. Iman dan taqwa merupakan suatu faktor penting guna terwujudnya

kehidupan agamis yang merupakan salah satu faktor penting bagi keberhasilan

pembangunan seutuhnya, secara materil maupun spiritual. Oleh karena itu

pembinaan sejak dini perlu ditingkatkan, hal ini untuk mencetak generasi muda yang

berkualitas baik seara jasmani maupun rohani. Pembinaan terhadap para pemuda pun

harus secara intensif dilakukan agar tidak terjdi pergaulan yang bebas akibat arus

westrnisasi.




Sumber daya alam yang perlu dikembangkan adalah peningkatan kualitas pertanian

sebagai salah satu asset desa yang harus diberdayakan. Namun tidak adanya sarana

perairan sawah dalam arti irigasi yang mendukung menjadikan desa Bantar Kalong

menjadi salah satu desa yang kemajuan nya terhambat dari berbagi segi,salah

satunya dari sektor ekonomi. Terlepas dari semua itu, keadaan desa yang msih asri

juga perlu terus dijaga kelestariannya agar tetap alami sebagai warisan anak cucu.

Selain itu salah satu potensi desa yang ada adalah perkebunan warga yang mampu

                                        27
menopang kehidupan sehari-hari warga desa Bantar Kalong. Hasil perkebunan warga

yang mempunyai nilai jual di masyarakat antara lain, Pisang, Kelapa, Ketela,

Singkong dan Umbi-umbian


Diperlukan   dukungan   dan   kerja    samadari   berbagai   pihak   untuk   dapat

mengoptimalkan potensi-potensi alam yang ada di Desa Bojong Kerta Kecamatan

Warungkiara Kabupaten Sukabumi agar dapat menompang kesejahteraan dan

kehidupan perekonomian masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara

Kabupaten Sukabumi ke depan nya.




                                      BAB IV

                                        28
                          KESIMPULAN dan SARAN


4.1. Kesimpulan


Berdasarkan hasil observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan, secara

umum kami dapat menyimpulkan tentang kondisi kelurahan Bantar Kalong yaitu

sebagai berikut :


Masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi

mencerminkan masyarakat yang islami, hal ini terlihat dari masih aktifnya kegiatan

pengajian yang dilakukan hampir setiap hari secara bergantian di tiap kampungnya.

Selain itu di Bantar Kalong banyak terdapat pesantren yang cukup terkenal.


Mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah bertani, namun kegiatan bertani

hanya mengandalkan air hujan, sehingga hasil pertanian yang didapat kurang

memuaskan.


Dilihat dari sistem administrasi desanya, sistem administrasi desa Bantar Kalong

belum tertata dengan rapi. Hal ini terlihat dari gedung Balai desanya yang tidak

tertata dengan baik, bahkan balai desa jarang sekali digunakan untuk melakukan

progam-program kelurahan. Fasilitas perangkat-perangkat desa belum tersedia secara

memadai, koordinasi antar aparat desa pun sangat kurang sehingga kegiatan desa

selalu terhambat, hal ini disebabkan masih kurang pemahaman atau tidak

mengetahuinya para pengurus akan tugas, tanggungjawab dan wewenang masing-

masing, sehingga kinerja dari pengurus tersebut masih kurang. Hal ini pula yang

menyebabkan arsip-arsip kelurahan mengenai data kependudukan tercecer bahkan

data-data terbaru tidak ada.




                                        29
Kesadaran masyarakat Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten

Sukabumi akan sebuah arti pendidikan cukup tinggi, namun hal ini tidak didukung

dengan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dan memadai.


penyediaan air bersih sangat kurang bahkan sering terjadi kekeringan.




4.2. Saran


Dari hasil evaluasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa di Desa Bojong

Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi , kami dari kelompok II

mengajukan beberapa saran, yaitu sebagai berikut :


Saran Kepada Pemerintah Setempat


   o Melakukan pendekatan partisipatif dan pembinaan sebagai tindak lanjut dari

       hasil program KKN STKIP - PGRI 2008

   o Melakukan perencanaan strategis pembangunan wilayah di tiap-tiap

       kelurahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki.

   o Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja aparatur desa dalam

       melayani masyarakat.

   o Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih memadai, untuk

       menghasilkan sumber daya manusia yang bewrkualitas.

   o Meningkatkan sarana dan prasarana kelurahan untuk mendukung kinerja para

       aparatur desa.




Saran Kepada Pihak LPPM STKIP PGRI




                                         30
o LPPM Untirta dalam hal ini sebagai panitia dari kegiatan KKN, hendaknya

   menyiapkan konsep KKN secara matang, dimana bukan hanya konsep saat

   akan pelaksanaan KKN saja namun harus ada onsepan untuk follow up atau

   tindak lanjut dari hasil kegiatan KKN, hal ini bisa dilakukan dengan menjalin

   koordinasi dengan pemda setempat.

o Dalam hal pembekalan KKN sebaiknya dilakukan dengan serius, dimana

   pembekalan yang akan diberikan lebih berisi program KKN secara

   konseptual dan teknis serta informasi terkini tentang gambaran lokasi KKN,

   sehingga ketika peserta KKN diterjunkan ke lapangan sudah mempersiapkan

   segala sesuatunya.

o Pembagian kelompok, sebaiknya sudah diumumkan jauh-jauh hari, sehingga

   sebelum terjun ke lokasi peserta KKN sudah saling mengenal dan bisa saling

   beradaptasi antara yang satu dengan yang lainnya. Selain itu, kesiapan

   kelompok lebih matang.

o Pengontrolan ke lokasi KKN harus lebih diintensifkan lagi, pungsi dari

   POKJA Kecamatan harus dimaksimalkan, sehingga tidak ada kesan

   terlantarkan. Serta koordinasi antara POKJA Kecamatan dengan setiap

   kelompok KKN juga harus diintensifkan, sehingga akan mempermudah

   mandapat informasi tentang perkembangan KKN.




                                    31
                       DAFTAR PUSTAKA

1. Sekretaris Desa Bojong Kerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten
   Sukabumi, 2008, Profil Desa 2008, Bojong kerta
2. Sekretaris Negara Republik Indonesia, 2003.Undang-undang RI No. 20
   Tahun 2003 tentang Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.. Jakarta :
   Sinar Grafika
3. ................., 2004. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Bab 27 Tentang
   Peningkatan Akses Masyarakat Terhadap Pendidikan yang berkualitas.
   Jakarta
4. W.J.S Poerwadarminta. 1982.Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai
   Pustaka
5. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
   Laporan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001: Studi Morbiditas
   dan Disabilitas. Dalam SURKESNAS. Jakarta. 2002: 16. Hunter J.M. Arbona
   SI. The Tooh as a Marker of Developing World Quality of Life: A Field
   Study in Guatemala. Soc. Sci. Med. 1995; 41(9):1217-40. World Health
   Organization. Oral Health Unit. Oral Disease: Prevention is Better than Cure.
   World Health Day. Switzerland. Dalam Kumpulan Makalah Seminar Sehari
   dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional. Jakarta. 1997.
6. Soekidjo Notoatmodjo. Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.
   Jakarta. Penerbit Rineka Cipta.2003:24-28.




              LAMPIRAN – LAMPIRAN

1. Surat keterangan KKN,

2. Biodata peserta KKN,

3. Buku tamu KKN,

4. Daftar hadir peserta KKN per hari,

5. Daftar hadir peserta KKN selama KKN,

6. Buku tamu anting,
                                     32
7. Peta wilayah Desa Bantar Kalong ,

8. Peta pemerintahan Desa Bantar Kalong,

9. Peta lokasi sarana pendidikan,

10. Peta lokasi sarana kesehatan,

11. Peta lokasi pusat ekonomi,

12. Peta lokasi kecamatan ......,

13. Contoh undangan rapat untuk warga desa,

14. Surat keterangan desa,

15. Dokumentasi foto-foto kegiatan,




                                      33

								
To top