Docstoc

laporan kkn margo

Document Sample
laporan kkn margo Powered By Docstoc
					                          BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia

seutuhnya. Pembangunan nasional ini bukan hanya pembangunan secara

fisik melainkan juga harus diikuti oleh pembangunan yang bersifat non fisik.

Sehingga pembangunan ini meliputi pembangunan dalam aspek ideologi,

politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Aspek-aspek tersebut

harus   dibangun     secara   seimbang   dan   sinergi   untuk   menciptakan

keharmonisan kehidupan. Pembangunan bidang ideologi dan politik saja

tidak akan berhasil apabila bidang sosial, budaya dan hankam tidak

dibangun, demikian juga sebaliknya. Pada intinya dari berbagai bidang

kehidupan tadi hendak diarahkan kepada terjadinya keselarasan dan

kesinergisan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.



Pemerintah sebagai motor penggerak pembangunan sampai saat ini belum

mampu menciptakan suatu tatanan kehidupan yang sesuai dengan tujuan

pembangunan nasional tersebut. Pola-pola pemerintahan dan pembangunan

yang bersifat sentralistis dan non partisipan tak jarang menghasilkan efek

negatif yang begitu besar. Masyarakat akhirnya hanya menjadi objek dan

bukan lagi pelaku utama pembangunan. Efek lain yaitu terjadinya

perpecahan masyarakat dan golongan yang pada akhirnya menjadikan

lemahnya posisi masyarakat. Efek paling berbahaya yang lain yaitu lunturnya

solidaritas dan kesatuan sosial yang mengakibatkan pengkotak-kotakan

masyarakat untuk kepentingan golongan atau elit tertentu, serta hilangnya

kedaulatan rakyat secara nyata.




                                     1
Masyarakat adalah lingkungan komplek yang memiliki budaya, tradisi,

kebiasaan, dan lingkungan yang berbeda. Masyarakat inilah yang akan

membentuk kehidupan yang unik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pembentukan kehidupan yang unik tidak terlepas dari satu pemikiran dalam

membangun suatu desa dimana mereka tinggal.



Kehidupan masyarakat memiliki banyak perbedaan yang perlu dikaji secara

teliti dalam rangka pembangunan masyarakat madani yang terarah dan

kesinambungan. Perbedaan keinginan keuinginan dari masyarakat perlu

dimunculkan guna menentukan prioritas pembangunan pada masyarkat

tersebut. Penentuan prioritas pembangunan tersebut tentunya tidak terlepas

dari beberapa alasan atau potensi penunjang yang dapat terealisasinya

suatu pembangunan tersebut.



Masyarakat pun memiliki karakteristik dan identitas yang perlu diketahui oleh

masyarakat luas dari daerah yang berbeda. Identitas ini tidak sama dengan

daerah lain, sehingga dijadikan suatu symbol dari suatu desa tersebut.

Kondisi yang tidak menentukan dinegara ini memberikan dampak yang buruk

bagi masyarakat pedesaan. Hal ini menimbulkan ketimpangan aspek-aspek

kehidupan yang berkembang di masyarakat yang akhirnya cara pandang

masyarakat terhadap pemasalahan tersebut berbeda oleh karma itu, ketidak

tentuan kondisi Negara ini perlu perhatian dari berbagai unsur masyarakat

yang ada dalam upaya penyelesaian problem nasional yang memberikan

pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat.



Mahasiswa adalah sebagian dari masyarakat kiranya dapat memberikan

pemikiran bagi pihak pihak yang berkepentingan (stake holder) atau


                                      2
pengambil kebijakan (decision maker) terhadap pembangunan di daerah

tersebut.



Sejalan dengan keberadaan masyarakat yang majemuk, perguruan tinggipun

tidak hanya mengembangkan pendidikan tetapi juga mengembangkan

penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal itu pun juga tercantum

dalam misi perguruan tinggi dalam Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu:

penelitian, pendidikan, dan pengabdian terhadap masyarakat. Hal ini sebagai

upaya dan perhatian perguruan tinggi terhadap lingkungan social dan

pengaplikasikan teori-teori yang telah diketahui di perguruan tinggi.



Mahasiswa yang dipersiapkan di perguruan tinggi sebagai pembaharuan

dimasyarakat dan keberadaan perguruan tinggi yang memiliki respon yang

tinggi terhadap perubahan sosial. Oleh karma itu, diupayakan perguruan

tinggi dapat memberikan banyak warna pengetahuan kepada mahasiswa

untuk memahami sebuah komunitas masyarakat yang sedang berkembang.



Dengan latar belakang diatas,maka mahasiswa mengidentifikasi masalah

desa dan menyerap aspirasi berdasarkan keinginan masyarakat melalui

Kuliah Kerja Mahasiswa. Aspirasi masyarakat tentunya memiliki berbagai

alasan dan potensi yang bisa dikembangkan setelah dilaksanakan

pembangunan tersebut.



1.2 Maksud dan Tujuan

Pengabdian mempunyai maksud dan tujuan tertentu, yakni para mahasiswa

dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dari bangku kuliah.




                                       3
1.2.1 Maksud

Maksud diadakannya program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa ini adalah

sebagai salah satu bentuk realisasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa

pengabdian kepada masyarakat, sebagai wujud tanggung jawab moral,

tanggung jawab sosial dan profesional suatu perguruan tinggi khususnya

STKIP PGRI SUKABUMI dalam pemberdayaan masyarakat menuju

pemerataan pembangunan.



1.2.2 Tujuan

Adapun tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yaitu :

Secara akademik, untuk memenuhi salah satu sarat dalam penyelesaian

studi S1 di STKIP PGRI SUKABUMI.

Sebagai bahan usulan bagi pemerintah daerah setempat yang berkaitan

dengan pembangunan yang akan dilaksanakan didesa tersebut dengan

memperhatikan potensi yang ada.

Menggali dan mempublikasikan potensi baik fisik maupun non fisik yang ada

di desa tersebut.

Motivasi masyarakat dalam rangka pemberdayaan sumber daya alam dan

peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

Membantu program-program yang diadakan oleh pemerintah dalam rangka

membangun masyarakat sejahtera



1.3 Lingkup Laporan:

Adapun lingkup laporan yang kami buat sistematikanya sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

1.2 Maksud dan Tujuan

1.3 Lingkup Laporan
                                     4
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK KKM

2.1.Latar dan Keadaan Alam

2.2.Keadaan Penduduk

2.3.Administrasi Desa

2.4.Potensi Desa

2.5.Masalah dan Kebutuhan Masyarakat



BAB III PROGRAM DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KKM

3.1 Program Kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM)

3.2Pelaksanaan Program

3.3Hasil Kegiatan

3.4 Faktor Pendorong

3.5Faktor Penghambat dan Upaya Penanggulangannya

3.6 Potensi Desa yang dapat dikembangkan



BAB IV KESIMPULAN dan SARAN

4.1 Kesimpulan

4.2 Saran-saran

Lampiran-lampiran




                                  5
                                   BAB II

                   GAMBARAN UMUM OBJEK KKN




2.1 Latar dan Keadaan Geografis


Desa Carenang Udik merupakan desa yang terdapat di kecamatan Kopo

Kabupaten Serang. Dengan orbitasi, waktu tempuh dan letak desa/kelurahan

adalah sebagai berikut :


NO    item                               Keterangan


   1. Orbitasi                                6 o LU 11o LS

   2. Jarak ke ibu kota kecamatan             10 km

   3. Jarak ke ibukota kabupaten              30 km

   4. Jarak ke ibu kota provinsi              50 km

   5. Waktu tempuh ke kecamatan               5 jam

   6. Waktu tempuh ke desa                    7 jam

   7. Letak desa


Catatan :


Diukur dengan mempergunakan alat transpotasi yang digunakan masyarakat

umum di Desa/Kelurahan yang bersangkutan.


Secara geografis Desa Carenang Udik memiliki luas wilayah 330 Ha, yang

merupakan dataran rendah, yang mempunyai ,ketinggian dari permukaan

laut 10-45 Meter. Curah hujan rata-rata pertahun 8,11 mm dengan keadaan

suhu rata-rata 32 C.


Adapun batas-batas wilayah Desa Carenang Udik adalah sebagai berikut:
                                     6
Sebelah Utara : Desa Jayanti


Sebelah Selatan : Desa Nyompok


Sebelah Timur : Kali Cidurian


Sebelah Barat : Desa Gabus


Desa Carenang Udik terdiri dari 5 RW dan 17 RT, yang mempunyai sekitar

16 kampung diantaranya :


1)Lengka


2)Maja I


3)Maja II


4)Blok Salam


5)Bojong


6)Carenang I


7)Carenang II


8)Bugis


9)Geredug I


10)Geredug II


11)Rancagede


12)Lame


13)Pabuaran

                                  7
14) Masigit


15)Babat


16)Pesing Pasir


17)Pesing Lebak


Keadaan alam desa Carenang Udik pada umumnya masih terkesan asri. Hal

ini terlihat belum terdapat polusi udara. Wilayah Carenang Udik ini, dipenuhi

dengan persawahan yang menghampar luas, sehingga menjadikan desa ini

sebagai daerah pertanian. Pengaruh dari keadaan alam yang masih terjaga

menjadikan suhu alam yang segar dan menyejukkan serta keadaan tanah

yang cukup subur. Untuk terus menjaga keasrian alam desa ini maka perlu

adanya suatu upaya pelestarian linhkungan alam.


Namun sangat disayangkan, di Desa yang asri ini ternyata penyediaan air

bersih masih kurang. Sungai yang ada pun terlihat sangat kotor karena

sungai tersebut telah digunakan menjadi tempat segala aktifitas MCK, hal ini

disebabkan kurangnya pemahanan dari masyarakat akan arti penting

lingkungan hidup.


2.2 Keadaan Penduduk


Penduduk Desa Carenang Udik sebagian besar adalah penduduk asli yang

berjumlah sekitar 3844 Jiwa yang memiliki kepadatan penduduk sekitar 2000

per km.. Dengan mata pencaharian penduduk sebagai petani, dimana

pemilik Tanah Sawah adalah sekitar 417 orang, pemilik Tanah Tegal/Ladang

sekitar 185 orang dan buruh tani sekitar 164 orang. Dilhat dari angkatan

kerja, penduduk yang Usia Kerja sekitar 1735 orang, Penduduk Usia Kerja




                                      8
yang bekerja sekitar 1083 orang dan penduduk Usia Kerja ang belum

bekerja sekitar 652 orang.


Seperti masyarakat pedesaan pada umumnya, .masyarakat Carenang Udik

sangat kental dengan nuansa keislamannya, karena masyarakatnya 100%

adalah muslim. Hampir setiap hari kegiatan pengajian selalu diadakan di tiap

RT nya secara bergiliran. Rasa ketakwaan yang tinggi ini tercermin pula

dengan adanya kewajiban bagi siswa SD putrinya untuk memakai jilbab.


Ada beberapa hal yang perlu kita kaji terhadap keadaan penduduk didesa

Carenang Udik diantaranya:


a. keadaan Penduduk Dalam Pendidikan


Pendidikan merupakan investasi masa depan. Pendidikan merupakan pelita

kesejahteraan rakyat, dan pendidikan juga nerupakan pilar pembangunan

bangsa. Pendidikan memiliki peranan yang sangat besar dan potensial dlam

mempersiapkan dan mengubah tatanan kondisi pada aspek-aspek sumber

daya manusia. Etika, Polotik dan Hukum merupakan suatu kemustahilan

dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia bila dalam

masyarakat mengabaikan wacana pendidikan. Karena dengan pendidikanlah

sumber daya manusia dapat ditingkatkan, demikian pula pengetahuan,

pemahaman dan keinginan untuk menerapkan etika ditumbuh kembangkan,

serta dengan pendidikan pula kesadaran dan keinginan untuk menegakan

hokum dikembangkan. Oleh karena itu dengan sendirinya menuntut peranan

besar di era pendidikan.


Melihat begitu pentingnya arti sebuah pendidikan, mayarakat Carenang Udik

pun mempunyai perhatian yang cukup besar terhadap pendidikan. Namun

sangat disayangkan, semangat yang menggelora terkadang harus surut oleh

                                     9
keadaan pendidikan yang cukup memprihatinkan. Penyediaan sarana dan

prasarana pendidikan di Desa ini sangat kurang, baik secara fisik maupun

non fisik. Dimana kondisi fisik sekolah yang jauh dari sempurna, minimnya

jumlah tenaga pengajar, kurangnya buku-buku bacaan dan perlengkapan

penunjang yang lainnya. Selain perekonomian masyarakat pun masih

rendah yang menyebabkan masyarakat tidak dapat melanjutkan ke tingkat

pendidikan yang lebih tinggi.


Di desa Carenang Udik memiliki 2 (dua) Sekolah Dasar Negri yaitu SDN

Bojong Neros dan SDN Carenang Udik , 1 Madrasah Ibtida’iyah, 1Mts, 1 MA

dan pendidikan luar sekolah yang bernuansa islam seperti TPA, dan

madrasah – madrasah serta 1 Pesantren Modern (Darul Falah).


b. Keadaan Penduduk Dalam Hukum


hukum merupakan suatu norma yang mengajak masyarakat untuk mencapai

suatu cita-cita serta keadaan tertentu, yang juga memuat tentang adanya

suatu kesepakat mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh

dilakukan, hal ini untuk menciptakn suatu keharmonisan di dalam suatu

masyarakat. Oleh karena itu aspek hokum dalam kehidupan bermasyarakat

sangatlah penting dan tentunya kesadaran masyarakat akan pentingnya

sebuah hokum harus terus dikembangkan.


Pada umumnya, masyarakat Carenang Udik telah memahami arti sebuah

hokum, dimana kesadaran masyarakat terhadap hokum cukup tinggi. Inilah

yang menyebabkan di desa Carenang Udik terlihat aman dan tentram.

Tindak kejahatan criminal sangat jarang terjadi.




                                      10
c. Mata Pencaharian Penduduk


Penduduk desa Carenang Udik pada umumnya bermata pencaharian adalah

petani, disamping itu ada pula yang menjadi buruh,peternak dan pengolah

limbah plastik.


Pertanian yang mereka lakukan masih bersifat tradisional, dimana

pengelolaan pertaniannya dengan cara tadah hujan, sehingga pertanian

yang ada sangat bergantung pada hujan. Inilah yang menjadi kendala di

bidang pertanian untuk terus berkembang. Dengan sistem pertanian yang

sederhana ini menjadikan hasil produksi pangan kurang memuaskan karena

mereka dalam mengolah lahan pertanian tidak menggunakan tekhnologi

modern dalam pertanian. Rata-rata pertanian yang mereka lakukan

mayoritas hanya menanam padi.




d. Keadaan Penduduk dalam Ekonomi


Dengan mayoritas mata pencaharian penduduk sebagai petani maka segi

ekonomi pendudukpun masih dikatakan menengah kebawah. Oleh karena

itu, tingkat perekonomian penduduk masih lemah. Tetapi dengan ekonomi

keluarga yang kurang, tingkat pendidikan untuk standar pedesaan sudah

maju.   Penduduk   berupaya    untuk    menyekolahkan   anaknya   supaya

perekonomian keluarganya selangkah demi selangkah bisa meningkat.


2.3 Administrasi Desa


Sistem administrasi kelurahan Carenang Udik pada umumnya belum tertata

dengan baik, salah satu faktornya adalah dikarenakan sarana dan prasarana

kelurahan yang kurang memadai, misalnya kondisis bangunan Balai Desa

                                   11
yang tidak terawat dan perlu adanya perbaikan, sehingga Balai Desa jarang

digunakan. Dilihat dari segi kelengkapan Administrasi juga masih sangat

kurang, ini dikarenakan Arsip-arsip kelurahan yang tidak tersusun dan

terkumpul rapih, bahkan hamper semua arsip bukan terkumpul di Balai Desa

melainkan di rumah Sekretaris Desanya.


Kinerja aparatur Desanya masih kurang maksimal, bahkan masih ada

pejabat desa seperti ketua RT/RW yang tidak mengetahui tugas, fungsi dan

wewenang amanah yang mereka embank sehingga memerlukan pembinaan,

arahan, dan peningkatan kualitas kerja yang lebih baik lagi.


Koordinasi antara pengurus kelurahan sangat kurang, hal ini disebabkan

salah satu faktornya adalah sarana transportasi yang kurang memadai,

sehingga untuk melakukanpertemuan sangat sulit dengan kondisi saling

berjauhan. In berdampak pada kinerjamereka yang menjad sangat kuarang

maksimal.




2.4. Potensi Desa


wilayah Desa Carenang Udik berpotensi sebagai areal pertanian dan

perkebunan, menandakan sebagian besar masyarakatnya hidup dari bertani.

Selain Padi, banyak pula tanaman yang lain diantaranya Pisang, Kelapa dan

yang lainnya perlu terus dikembangkan.


Selain pertanian dan perkebunan, di Carenang Udik terdapat pula

pengolahan limbah Plastik dan kain perca, namun masyarakatnya hanya

sevbagai pengumpul limbah aja, in juga harus menjadi perhatian, masyarkat

seharusnya yang menjadi pengelola secara langsung limbah-limbah tersebut

karena ini akan sangat menguntungkan.
                                      12
Sarana olahraga yang ada yaitu lapangan sepak bola merupakan potensi

yang cukup besar bagi pemuda untuk mengembangkan diri dalam prestasi

olahraga.


Penduduk Carenang Udik yang menganut agama Islam, sangat mendukung

Visi Banten 2006 yang termuat dalam Rencana Strategis Provinsiu Banten

yaitu “Iman dan Takwa landasan Pembangunan Menuju Banten Mandiri,

Maju dan Sejahtera”. Dari visi tersebut secara tegas dinyatakan iman dan

taqwa sebagai suatu landasan yang akan mengarahkan seuruh dinamika

embangunan di Provinsi Banten. Hal tersebut merupakan manifestasi dari

kuatnya keinginan kita untuk menata kehidupan yang lebih baik secara

duniawi dan ukhrowi. Iman dan taqwa merupakan suatu faktor penting guna

terwujudnya kehidupan agamis yang merupakan salah satu factor penting

bagi keberhasilan pembangunan seutuhnya, secara materil maupun spiritual.




2.5 Masalah dan Kebutuhan Masyarakat


berdasarkan hasil observasi kelapangan dan juga hasil dari Urung Rembug

dengan para pengurus kelurahan, para tokoh masyarakat dan para pemuda

Carenang Udik, ada beberapa masalah yang terjadi di desa Caenang Udik

diantaranya adalah :


Dalam bidang pendidikan


Masyarakat Carenang Udik pada dasarnya memiliki kesadaran yang cukup

tinggi terhadap pendidikan, namun hal itu tidak didukung oleh sarana dan

prasarana yang memadai. Bangunan sekolah yang ada pun perlu adanya

                                   13
renovasi dan penambahan pembangunan lagi. Ada dua Sekolah Dasar

Negeri yang kondisinya hamper sama dimana ruangan kelasnyanya tidak

memadai untuk menampung siswa, sehingga siswa kelas tiga ruangannya

disatukan dengan kelas tiga, bahkan ada siswa yang kegiatan belajar

mengajarnya yang di ruangan guru, hal ini jelas sangat mengganggu

keefektifan kegiatan belajar mengajar. Selain itu ruangan yang kurang bersih

dan berdebu karena lantainya yang belum di keramik. Kondisi mej dan

kursipun   sangat memprihatinkan.     Selain kondisi fisik sekoah      yang

memprihatinkan, tenaga pengajar disana pun sangat minim.


Perekonamiam masyarakat juga mempengaruhi pada pendidikan, dimana

masyrakat Carenang Udik pada umumnya tingkat perekonomian yang masih

rendah, menyebabkan mereka tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan

ke tingkat yang lebih tinggi.




Organisasi Kepemudaan


Kegiatan kepemudaan sangat kurang dumana kegiatan Kepemudaan

Biasanya hanya untuk menghilangkan kejenuhan.




Administrasi Desa


Pada umumnya system administrasi desa belum tertata dengan baik, banyak

arsip-arsip yang tercecer bahkan data penduduk terbaru belum ada. Sarana

dan prasarana yang kurang memadai, koordinasi antar pengurus kelurahan

sangat kurang sehingga kinerja para aparatur desa balum maksimal.




                                    14
Pertanian


Pengelolaan pertanian hanya mengandalkan air hujan (sawah Tadah Hujan),

tidak adanya saluran irigasi yang dapat menunjang kegiatan pertanian

disana, selain itu para petani belum menggunakan teknologi pertanian yang

mutakhir, mereka hanya menggunkan alat-alat tradisional.




Bidang Ekonomi


Tidak adanya modal kerja untuk memulai usaha, kultur masyarakat yang

masih mempunyai pemikiran bahwa penghasilan adalah berasal dari menjadi

buruh. Dilihat letak strategis desa Carenang Udik dengan perbatasan

Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak sehingga rutinitas mencari

lahan pekerjaan sangat mudah, oleh karena itu hampir mayoritas para

penduduk khusus nya para pemuda mencari pekerjaan diluar desa

Carenang Udik sebagai buruh di sektor Industri.




                                    15
                                 BAB III

       PROGRAM DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KKM


3.1 Program Kerja Kuliah Kerja Mahasiswa


Dalam pelaksanaan program kerja KKM ada beberapa tahapan -tahapan

dalam pelaksanaannya, yaitu:


tahap obervasi:


tahap observasi kami lakukan pada minggu pertama agenda KKM.

Observasi   ini   dilakukan    dengan    melihat   atau   survey   langsung

kelapangan/lokasi KKM. Dalam melakukan observasi ini, anggota kelompok

dibagi menjadi beberapa tim survey. Tim survey ini dibagi berdasarkan

pembagian wilayah desa Carenang Udik. Selain itu juga ada tim yang survey

ke Bala Desa.




Tahap Urung Rembug


Untuk memperkuat hasil survey dilapangan, kami melakukan urung rembug.

Dalam Urung rembug ini, kami mengundang para pengurus kelurahan

Carenang Udik, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat dan pemuda.




Tahap analisis permasalahan


Setelah melakukan observasi kami mendapat beberapa permasalahan yang

ada di Carenang Udik. Untuk merumuskan permasalahan-permasalahan

tersebut, tiap tim mempresentasikan hasil surveinya. Data hasil survey


                                    16
dilapangan, kami analisis. Analisis data dilakukan dengan cara melihat

SWOT (Strengh, Weakness, Oportunaiti, Trenght) yang ada. Setelah

dianalisis   ternyata   permasalahan        yang   timbul   diantaranya   adalah

permasalahan Administrasi Desa, Pendidikan serta Ekonomi. (Inventarisasi

masalah terlampir).




Tahap inventarisasi masalah


setelah melakukan analisis terhadap permasalahan yang kami hadapi

dilapangan, kami menginventarisasi permasalahan tersebut. Inventarsasi

maslah ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam penyusunan dan

pelaksanaan program kerja KKM.


Tahap perumusan penyususnan dan tujuan program kerja.


Dalam penyususnan program kerja, kami mengacu pada program-program

pemerintah daerah yang dalam hal ini kami hanya sebagai fasilitator. Adapun

program pemerintah daerah diantaranya adalah sebagai berikut:


   1. Pemuda dan Pramuka

   2. PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)

   3. Pemerintahan Desa

   4. Peternakan

   5. Keamanan, ketertiban dan keindahan


Selain itu program yang kita laksanakan berdasarkan hasil inventarisasi

masalah serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Carenang Udik.


Tahap pelaksanaan Program Kerja


                                       17
Pelaksanaan program kerja kami lakukan pada minggu kedua agenda KKM.

Dalam pelaksanaan program kerja ini, kami membagi PJ (penanggungjawab)

dalam setiap program kerja. (Agenda Kegiatan terlampir)


Tahap evaluasi program kerja


Tahap evaluasi dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu Tahap evaluasi harian

yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan permasalahan setiap

hari baik itu tentang program kerja KKM maupun aktivitas haria anggota,

Tahap evaluasi mingguan dimana bertujuan untuk mengetahui seberapa

besar keberhasilan dan hambatan agenda kegiatan pokok yang telah

terlaksana setiap minggunya,terakhir adalah tahap evaluasi akhir yaitu

evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan KKM dari awal sampai akhir.




Tahap pembuatan Laporan Akhir


Dalam tahap ini, kami membuat laporan dari semua kegiatan selama KKM.

Dalam laporan ini kami menggambarkan secara deskriptif tentang keadaan

desa Carenang Udik, permasalahan yang terjadi selama di lapangan serta

memberikan gambaran mngenai program kerja yang telah dilaksanakan

serta keberhasilan yang dicapai serta kendala-kendala yang dihadapi.


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada dasarnya program

kerja yang kami laksanakan mengacu pada beberapa program Pemerintah

Daerah, yaitu


Pemberdayaan Pramuka dan kepemudaan


PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)


                                    18
Peternakan


Administrasi Pemerintahan Desa


Ketertiban, Keamanan dan Keindahan


selain itu mengacu juga pada permasalahan-permasalahan yang ada di desa

Carenag Udik yang kami himpun dalam inventarisasi masalah (sebagaimana

terlampir).


Adapun program kerja KKN adalah sebagai berikut:


   1. REFORMASI         HUBUNGAN          KEUANGAN         PUSAT       -

       DAERAH MENUJU OTONOMI PENUH

   2. HUBUNGAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH

   3. Kajian    Perda    "Sumbangan        Pihak    Ketiga     Kepada

       Pemerintah Daerah

   4. Membuat Media Tumbuh Anggrek

   5. Menemukan Kembali dan MemperkuatSistem Pangan Lokal

   6. Menghilangkan Burik Pada Buah Jeruk

   7. Menyulap Lahan Terlantar Menjadi Kebun Buah Tropika

   8. Mewujudkan Tata Pemerintahan Lokal yang Baik


Bidang Pendidikan


Dalam bidang pendidikan ada beberapa program kerja yang telah terlaksana

diantaranya adalah:


Bimbel



                                   19
Sasaran dari kegiatan Bimbel ini anak-anak warga carenang Udik. Dalam

kegiatan tersebut, kami memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak

warga desa Carenang Udik tentang 3 komponen skill dalam pendidikan yang

harus dikuasai oleh masyarakat kita yaitu membaca, menulis, dan berhitung

(CALISTUNG). Disamping 3 komponen skill tersebut, kami juga memberikan

bahasa inggris dasar sebagai skill penunjang yang juga harus dimiliki

masyarakat.




Perpustakan Keliling


Kegiatan ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan minat baca bagi

anak-anak sekolah dasar. Dalam kegiatan perpustakaan keliling ini kami

bekerjasama dengan pihak Perpustakaan Daerah Banten yang telah

membantu kami dalam penyediaan buku-buu bacaan. Perpustakaan Keliling

in dilaksanakan selama dua hari yang bertempat di SD Bojong Neros dan SD

Carenang Udik.


Leadership Training


Kegiatan ini berupa suatu bentuk pelatihan kepemimpinan bagi OSIS Darun

Ni’am yang bertujuan untuk membentuk jiwa kepemimpinan. Latihan

kepemimpinan ini penting untuk diketahui oleh para siswa/I sekolah agar

mereka dapat menjalankan suatu organisasi dengan baik. Dalam kegiatan ini

kami memberikan materi tentang Leadership, pengenalan administrasi

organisasi dan juga tentang problem solving. Dalam penyampaian materi

selalu diikuti oleh simulasi, hal ini bertujuan agara siswa mampu

mempraktekannya secara langsung.


Bidang Administrasi Pemerintahan Desa
                                   20
Kegiatan yag dilaksanakan pada dasarnya berupa perapihan administrasi

desa. Dalam kegiatan ini, kami memberikan penyuluhan kepada aparatur

desa tentang administrasi desa yang baik. Selain itu kami bekerjasama

dengan aparatur desa membuat bagan struktur kepengurusan desa.


Bidang PKK


Penyuluhan PKK


Kegiatan inti yaitu berupa penyuluhan mengenai pentingnya PKK dan

memotivasi para kaum ibu di desa Carenang Udik agar dapat aktif kembali

dalam kegiatan PKK. Dalam kesempatan ini kami dipercaya oleh ibu-ibu

PKK untuk membantu mereka dalam membentuk kepengurusan baru serta

membuat program kerja PKK. Selain itu, kami memberikan pula pelatihan

kerajinan tangan, ini diharapkan dapat dikembangkan oleh ibu-ibu PKK

sebagai suatu bentuk usaha mandiri.


Kegiatan Posyandu


Kegiatan ini berupa pemeriksaaan kesehatan bagi Balita dan para ibu di

Desa Carenang Udik. Kegiatan Posyandu ini dipusatkan di kampung maja II.

Balita yang datang keposyandu pada kesempatan itu adalah sebanyak 46

orang dan 5 orang ibu hamil. Balita yang datang ke posyandu umumnya

mempunyai masalah dengan kurang gizi bahkan ada beberapa diantaranya

yang mengalami gizi buruk. Tetapi hal ini akan segera diatasi dengan

bantuan makanan bergizi dari puskesmas kopo.


Bidang Hukum


Penyuluhan Narkoba




                                      21
Kegiatan yang dilakukan adalah berupa penyuluhan anti narkoba kepada

siswa/I Mts ataupun MA Darun Ni’am Carenang Udik, Kopo. Penyuluhan

tersebut disampaikan oleh nara sumber yaitu bapak M. Wahab dari polres

Serang. Penyuluhan anti narkoba tersebut berisikan tentang:


Pengenalan bentuk, jenis, efek, serta gejala penggunaan narkoba.


Beberapa faktor yang bisa mengakibatkan pernyalahgunaan narkoba. Ini

terdiri dari faktor lingkungan, faktor individu, serta faktor zat.


Ancaman hukuman tentang narkoba.


Cara penanggulangan yaitu melakukan penerangan kepada masyarakat,

melakukan patroli oleh pihak yang berwenang, represif (penindakan) kepada

para produsen dan konsumen narkoba.


Selain penyampaian materi, diadakan pula pemutaran kaset VCD yang

menceritakan     tentang    pergaulan     hidup   bebas     para     pemuda   yang

mengkonsumsi obat-obat terlarang, yang bisa menghancurkan jiwa para

generasi muda.


Pemberdayaan Kepemudaan


Dalam rangka pemberdayaan pemuda di desa Carenang Udik, ada

beberapa kegiatan yang kami lakukan yaitu diantaranya kegiatan kerja bakti.

Dalam kerja bakti ini kami bersama-sama dengan para pemuda dan juga

tokoh masyarakat setempat membersihkan masjid dan tempat disekitarnya.

Selain itu kami juga mencoba mengaktifkan kegiatan keolahragaan.




3.2 Pelaksanaan Program

                                         22
Pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa

Carenang Udik Kecamatan Kopo dimulai pada tanggal 3 – 27 Juli 2006.

Program kerja ini terlaksana dengan baik, walaupun kami menghadapi

kendala. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang yang berarti, kami

menjadikan semuanya sebagai suatu pelajaran yang berharga untuk menjadi

lebih baik. Dalam setiap pelaksanaan program kerja kami selalu membagi

PJ(penanggung Jawab) atau Job Description, hal in dimaksudkan untuk

menjalin suatu kerjasama yang baik antar anggota kelompok. Keberhasilan

dalam melaksanakan setiap program kerja ini tak lepas dari peranan dan

partisipasi masyarakat Carenang Udik, baik itu pihak aparatur desa, tokoh

masyarakat/ulama


3.4. Hasil Kegiatan


secara umum hasil dari program KKM yang kami lakukan adalah

menitikberatkan pada bidang pendidikan dan pemberdayaan aparatur desa

serta kepemudaan. Sebagian besar program kerja yang kami laksanakan

berbentuk pembinaan dan penyuluhan, yang diharapkan masyarakat dapat

memahami dan termotivasi untuk mengembangkan desanya dengan baik.


3.5 Faktor Pendorong


Faktor-faktor yang mendukung keberhaslan Program Kerja diantaranya

adalah :


Kepercayaan antar anggota kelompok, kerjasam dan kesadaran yang tinggi

akan sebuah amanah besar dari kerja KKM sehingga menjadikan kami

sebagai sebuah “Team Work” yang solid.


Adanya pembagian tugas yang jelas dalam menjalankan setiap pelaksanaan

program kerja, sehingga masalah-masalah yang kami hadapi selalu dapat
                                   23
terselesaikan dengan baik, dan semua anggota selalu ikut berpartisipasi

dalam mensukseskan kegiatan KKM ini.


Dukungan motivasi baik secara materi maupun spirit dari Dosen Pembimbing

sangatlah besar, kedekatan dengan dosen pembimbing sangat terasa,

sehingga selalu memunculkan semangat tersendiri di dalam kelompok.


Dukungan pun tak terlepas datang dari pihak pengurus kecamatan Kopo,

kelurahan Carenang Udik, tokoh masyarakat, serta para pemuda, yang

selalu ikut berpartisipasi mensukseskan kegiatan KKM.




3.6 Faktor Penghambat dan Upaya Penanggulangannya


3.6.1 Faktor Penghambat


Internal :


Kesiapan peserta KKM belum maksimal, sehingga ketika terjun ke lokasi

KKM masih sedikit kebingungan dalam menyusun program kerja


Peserta KKM yang belum saling mengenal satu sama lain baik sifat dan

karakter masing-masing, sehingga membutuhkan waktu beradaptasi untuk

saling memahami antara satu dengan yang lainnya.


Belum maksimalnya kesipan pihak penyelenggara KKM (LPPM Untirta) baik

secara konsep maupun teknis, sehingga parameter keberhasilan dan tindak

lanjutnya masih perlu diperjelas




Eksternal :

                                    24
Minimnya informasi yang didapat tentang kelurahan, khususnya informasi

tentang Data Kependudukan


Masyarakat yang mengikuti penyuluhan yang tidak memenuhi target yang

telah ditentukan apabila dipusatkan pada satu kampung.


Adanya anggapan yng keliru dari sebagian masyarakat, bahwa KKM akan

mendatangkan keuntungan secara materil.


Minimnya sarana transportasi yang di dapatkan ketika peserta Kuliah Kerja

Mahasiswa membutuhkannya untuk kelancaran pelaksanaan program kerja.




3.6.2 Upaya Penanggulangannya


Dengan berbagai permasalahan yang terjadi baik dalam internal maupun

eksternal. Kami mencoba semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan

kita agar kegiatan atau program KKM berjalan denganlancar.


Permasalahan yang terjadi di internal kelompok diselesaikan dengan cara

musyawarah dengan penuh nuansa kekeluargaan. Musyawarah ini dilakukan

dalam evaluasi harian kelompok, agar setiap permasalahan baik yang

berhubungan dengan pembagian kerja, keuangan kelompok ataupun

masalah pribadi yang lain bias dselesaikan dengan baik.


Sedangkan permasalahan yang terjadi secara internal kami selesaikan

dengan mengadakan acara Anjang Sono kesetiap masyarakat Carenang

Udik dan mengadakan Urung Rembug dengan para pengiris desa, tokoh

masyarakat/uama, serta para pemuda untuk menjelaskan tentang tujuan

KKM, meluruskan anggapan masyarakat bahwa KKM bukan suatu kegiatan

memberikan     keuntungan    berupa        materil,   tetapi   kami   berusaha
                                      25
menyumbangkan        pemikiran   dan        gagasan   tentang    upaya     untuk

pengembangan Desa Carenang Udik. Selain itu dalam kegiatan Urung

Rembug ini bermaksud untuk mengidetifikasi permasalahan yang ada di

desa Carenang Udik serta mengetahui harapan-harapan masyarakat.


3.7 Potensi Desa Yang dapat di Kembangkan


Setiap desa pasti memiliki sumber daya yang dapat di kembangkan, potensi

tersebut belum menghasilkan produksi yang maksimal. Maksudnya potensi

yang ada perlu adanya pengembangan atau perhatian maksimal guna

pemberdayaan desa.




Potensi yang dapat dikembangkan di desa Carenang Udik terdiri atas

sumberdaya manusia dan sumberdaya alam. Sumberdaya manusia

berkaitan   dengan       kompetensi    dan      keahlian     seseorang    dalam

memberdayakan sumberdaya yang dimiliki. Sumber daya alam berkaitan

dengan potensi yang berasal dari hasil alam.


Penduduk yang agamis merupakan salah satu potensi yang layak

dikembangkan     untuk     menciptakan       kehidupan     masyarakat    religius.

Peningkatan pemahaman keagamaan merupakan cara yang tepat untuk

pengembangan potensi masyarakat islami. Hal ini akan sangat mendukung

Visi Banten 2006 yang termuat dalam Rencana Strategis Provinsiu Banten

yaitu “Iman dan Takwa landasan Pembangunan Menuju Banten Mandiri,

Maju dan Sejahtera”. Dari visi tersebut secara tegas dinyatakan iman dan

taqwa sebagai suatu landasan yang akan mengarahkan seuruh dinamika

pembangunan di Provinsi Banten. Hal tersebut merupakan manifestasi dari

kuatnya keinginan kita untuk menata kehidupan yang lebih baik secara

                                       26
duniawi dan ukhrowi. Iman dan taqwa merupakan suatu faktor penting guna

terwujudnya kehidupan agamis yang merupakan salah satu faktor penting

bagi keberhasilan pembangunan seutuhnya, secara materil maupun spiritual.

Oleh karena itu pembinaan sejak dini perlu ditingkatkan, hal ini untuk

mencetak generasi muda yang berkualitas baik seara jasmani maupun

rohani. Pembinaan terhadap para pemuda pun harus secara intensif

dilakukan agar tidak terjdi pergaulan yang bebas akibat arus westrnisasi.




Sumber daya alam yang perlu dikembangkan adalah peningkatan kualitas

pertanian sebagai salah satu asset desa yang harus diberdayakan. Namun

tidak adanya sarana perairan sawah dalam arti irigasi yang mendukung

menjadikan desa Carenang Udik menjadi salah satu desa yang kemajuan

nya terhambat dari berbagi segi,salah satunya dari sektor ekonomi. Terlepas

dari semua itu, keadaan desa yang msih asri juga perlu terus dijaga

kelestariannya agar tetap alami sebagai warisan anak cucu. Selain itu salah

satu potensi desa yang ada adalah perkebunan warga yang mampu

menopang kehidupan sehari-hari warga desa Carenang Udik. Hasil

perkebunan warga yang mempunyai nilai jual di masyarakat antara lain,

Pisang, Kelapa, Ketela, Singkong dan Umbi-umbian


Diperlukan dukungan dan kerja samadari berbagai pihak untuk dapat

mengoptimalkan potensi-potensi alam yang ada di desa Carenang Udik agar

dapat menompang kesejahteraan dan kehidupan perekonomian masyarakat

desa Carenang Udik ke depan nya.




                                     27
                                 BAB IV

                      KESIMPULAN dan SARAN


4.1. Kesimpulan


Berdasarkan hasil observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan,

secara umum kami dapat menyimpulkan tentang kondisi kelurahan

Carenang Udik yaitu sebagai berikut :


Masyarakat Desa Carenang Udik mencerminkan masyarakat yang islami, hal

ini terlihat dari masih aktifnya kegiatan pengajian yang dilakukan hampir

setiap hari secara bergantian di tiap kampungnya. Selain itu di Carenang

Udik banyak terdapat pesantren yang cukup terkenal.


Mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah bertani, namun kegiatan

bertani hanya mengandalkan air hujan, sehingga hasil pertanian yang

didapat kurang memuaskan.


Dilihat dari sistem administrasi desanya, sistem administrasi desa Carenang

Udik belum tertata dengan rapi. Hal ini terlihat dari gedung Balai desanya

yang tidak tertata dengan baik, bahkan balai desa jarang sekali digunakan

untuk melakukan progam-program kelurahan. Fasilitas perangkat-perangkat

desa belum tersedia secara memadai, koordinasi antar aparat desa pun

sangat kurang sehingga kegiatan desa selalu terhambat, hal ini disebabkan

                                    28
masih kurang pemahaman atau tidak mengetahuinya para pengurus akan

tugas, tanggungjawab dan wewenang masing-masing, sehingga kinerja dari

pengurus tersebut masih kurang. Hal ini pula yang menyebabkan arsip-arsip

kelurahan mengenai data kependudukan tercecer bahkan data-data terbaru

tidak ada.




Kesadaran masyarakat Carenang Udik akan sebuah arti pendidikan cukup

tinggi, namun hal ini tidak didukung dengan penyediaan sarana dan

prasarana pendidikan yang baik dan memadai.


penyediaan air bersih sangat kurang bahkan sering terjadi kekeringan.




4.2. Saran


Dari hasil evaluasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa di Desa

Carenang Udik, kami dari kelompok 53 mengajukan beberapa saran, yaitu

sebagai berikut :


Saran Kepada Pemerintah Setempat


Melakukan pendekatan partisipatif dan pembinaan sebagai tindak lanjut dari

hasil program KKM Untirta 2006


Melakukan perencanaan strategis pembangunan wilayah di tiap-tiap

kelurahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki.


Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja aparatur desa

dalam melayani masyarakat.


                                    29
Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih memadai, untuk

menghasilkan sumber daya manusia yang bewrkualitas.


Meningkatkan sarana dan prasarana kelurahan untuk mendukung kinerja

para aparatur desa.


Saran Kepada Pihak LPPM Untirta


LPPM Untirta dalam hal ini sebagai panitia dari kegiatan KKM, hendaknya

menyiapkan konsep KKM secara matang, dimana bukan hanya konsep saat

akan pelaksanaan KKM saja namun harus ada onsepan untuk follow up atau

tindak lanjut dari hasil kegiatan KKM, hal ini bisa dilakukan dengan menjalin

koordinasi dengan pemda setempat.


Dalam hal pembekalan KKM sebaiknya dilakukan dengan serius, dimana

pembekalan yang akan diberikan lebih berisi program KKM secara

konseptual dan teknis serta informasi terkini tentang gambaran lokasi KKM,

sehingga    ketika    peserta   KKM    diterjunkan   ke   lapangan    sudah

mempersiapkan segala sesuatunya.


Pembagian kelompok, sebaiknya sudah diumumkan jauh-jauh hari, sehingga

sebelum terjun ke lokasi peserta KKM sudah saling mengenal dan bisa

saling beradaptasi antara yang satu dengan yang lainnya. Selain itu,

kesiapan kelompok lebih matang.


Pengontrolan ke lokasi KKM harus lebih diintensifkan lagi, pungsi dari

POKJA Kecamatan harus dimaksimalkan, sehingga tidak ada kesan

terlantarkan. Serta koordinasi antara POKJA Kecamatan dengan setiap

kelompok KKM juga harus diintensifkan, sehingga akan mempermudah

mandapat informasi tentang perkembangan KKM.


                                      30

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:483
posted:6/2/2010
language:Indonesian
pages:30