Docstoc

Kurt Goldstein & Andras Angyal

Document Sample
Kurt Goldstein & Andras Angyal Powered By Docstoc
					A. Kurt Goldstein lahir pada 6 Nopember 1878 di
   Upper Silesia, bagian Jerman dan kemudian
   menjadi bagian Polandia.

B. Pendidikan: Goldstein masuk sekolah kedokteran
   di Universitas Breslau, Lower Silesia dan lulus
   Dokter pada tahun 1903.
A. Goldstein magang pada beberapa ilmuwan
   kedokteran selama beberapa tahun, lalu menjadi
   pengajar dan peneliti di Rumah Sakit Psikiatri
   Koenigsberg selama delapan tahun (1903 – 1911).

B. Pada umur 36 tahun (tahun 1914) Goldstein
   diangkat menjadi Profesor bidang neurologi dan
   psikiatri serta Direktur Institut Neurologi
   Universitas Frankfurt.
C.   Tahun 1914 – 1918 (Perang Dunia I) Goldstein
     menjadi Direktur Military Hospital for Brain
     Injured Soldiers, dan meriset kecelakaan-
     kecelakaan otak.

D.   Ia bersama dengan Gelb mengadakan riset
     untuk pendasaran pandangan organismik.

E.   Tahun 1930 Goldstein pergi ke Universitas
     Berlin dan menjabat Profesor neurologi dan
     psikiatri, serta menjabat Direktur Bagian
     Neurologi dan Psikiatri dari Rumah Sakit
     Moabit.
F.   Pada masa Hitler berkuasa di Jerman, Goldstein
     dipenjarakan, tetapi lalu dibebaskan dan
     kemudian pergi ke Amsterdam. Di kota ini ia
     menyelesaikan bukunya Der Aufbau des
     Organismus, dan diterjemahkan ke dalam
     bahasa Inggris dengan judul The Organism
     (1939).
G.   Tahun 1935 Golstein pergi ke USA dan bekerja
     pada Institut Psikiatri New York selama satu
     tahun, kemudian menjadi Kepala Laboratorium
     Neurofisiologi pada Rumah Sakit Montefiore,
     New York City, menjadi Profesor klinis bidang
     neurologi pada College of Physicians and
     Surgeons University Columbia. Ia juga
     mengajar psikopatologi pada Deptartemen
     Psikologi Universitas Columbia; diundang
     William James untuk memberi kuliah di
     Universitas Harvard, dan membukukan bahan
     kuliahnya tadi dengan judul Human Nature in
     The Light of Psychopatology (1940).
I.   Tahun 1939 – 1945 Goldstein menjadi Profesor
     klinis neurologi pada Tufts Medical School di
     Boston, menerbitkan buku lanjutan cedera otak
     selama perang (1942).

J.   Goldstein mengakhiri hidupnya pada 19
     September 1965 dalam umur 86 tahun di New
     York City. Tahun 1967 terbit buku otobiografinya
     sebagai kenangan yang ditulis oleh Simme tahun
     1968.
a.   The Organism (1936)


b.   Human nature in the Light of
     Psychopatology (1940).
a.   Menekankan kesatuan, integrasi, konsistensi dan
     koherensi pada kepribadian yang normal.

b.   Bertolak dari organisme sebagai sistem yang
     terorganisasi, baru kemudian menganalisis
     bagian-bagian yang membentuk keseluruhan
     (totalitas). Bagian adalah anggota dari totalitas.
c.   Berasumsi: Bahwa individu sebagai organisme
     hanya dimotivasi oleh satu motif utama, yang
     disebut motif aktualisasi-diri (realisasi-diri).
     Manusia terus menerus merealisasi potensi-
     potensinya selama hidup.

d.   Menekankan perkembangan potensi individu.
     cenderung meminimisasi (memperkecil) pengaruh
     eksternal yang dianggap menentukan. Potensi itu
     inheren baik, tetapi dapat rusak karena pengaruh
     buruk. Jika berbagai potensialitas diberi kesempatan
     berkembang secara teratur oleh lingkungan yang
     cocok, akan menghasilkan kepribadian yang sehat dan
     terintegrasi, harmonis, holistis.
e.   Sering kali memakai prinsip-prinsip psikologi
     Gestalt dengan diperluas sejangkauan yang
     dimiliki dan dilakukan oleh organisme sebagai
     individu.

f.   Pengetahuan kepribadian akan lebih banyak
     diperoleh dengan studi konprehensip seseorang dari
     pada studi ekstensif fungsi psikologis khusus
     tertentu, yang diabstraksikan pada banyak individu.

g.   Teori organismik lebih populer pada psikologi klinis
     dari pada psikologi eksperimen.
1.     Organisme terdiri dari anggota-anggota yang
       saling berhubungan, tidak terpisah satu sama
       lain.

2.      Organisasi pokok dari fungsi organisme :
     a. Figur: merupakan kegiatan individu dalam
                situasi tertentu. Figur = pusat
                perhatian.
     b. Suatu figur adalah setiap proses yang muncul
        dan menonjol dari suatu latar belakang
3. Macam-macam figur:
   a. Figur alamiah: pilihan bebas, berlaku wajar,
       teratur, luwes.
   b. Figur tidak wajar: paksaan orang lain atau
      situasi tertentu, tidak wajar, kaku, mekanis.


4 Macamnya tingkah laku: perbuatan, sikap, proses.
  a. Tingkah laku konkret.
  b. Tingkah laku abstrak.
Proses-proses:

1.    Ekualisasi atau pemusatan organisme:
      Goldstein mempostulatkan adanya suatu sumber
      energi yang agak tetap dan cenderung terbagi
      merata dalam seluruh organisme. Energi yang
      tetap dan terbagi merata ini memeberi tegangan
      yang merata dalam organisme, dan organisme
      selalu kembali atau berusaha kembali kepada
      keadaan rata-rata itu. Proses kembali ke keadaan
      rata-rata itulah yang disebut proses ekualisasi.
2.   Aktualisasi: Proses tumbuh atau munculnya
     potensi-potensi manusia menjadi kenyataan.
     Maka terjadilah kemampuan-kemampuan yang
     baru.

3.   Adaptasi: Proses penyesuaian terhadap hal-hal
     yang baru di dalam lingkungan sekitar.
1.   Makin tambah usia organisme/individu
     tingkah lakunya makin teratur dan sesuai
     dengan lingkungannya.

2.   Goldstein tidak mengajukan suatu
     periodisasi pekembangan, tetapi ia
     mengikuti perkembangan manusia pada
     umumnya.
           I. BIODATA SINGKAT ANDRAS ANGYAL

1.      Andras Angyal lahir di Hongaria pada tahun
        1902.

2.       Pendidikan:
     a. Pada tahun 1927 Angyal memperoleh gelar
         Ph.D. dari Universitas Turin.

     b. Tahun1932 ia mendapat gelar di bidang
         kedokteran (MD).
3. Pekerjaan:

a.    Tahun 1932 ia pergi ke USA sebagai Sarjana
      Tamu dalam Program Rockefeller pada
      Departemen Antropologi dari Universitas Yale.

b.    Beberapa tahun ia mengadakan riset di Rumah
      Sakit Pemerintah Worcester, Massachusetts.

c.    Tahun 1937 – 1945 ia menjabat
      DirekturPenelitian di lembaga tersebut di atas.
d.   Tahun 1946 Angyal melepaskan jabatan Direktur
     dan membuka praktik privat sebagai psikiatri di
     Boston.

e.   Tahun 1953 Angyal menjabat sebagai Konsultan
     Psikiatris pada Pusat Konseling Universitas
     Brandeis.

f.   Tahun 1960 Andaras Angyal meninggal dunia.
Neurosis and treatment: A holistic theory,
1965, yang disunting oleh Asistennya di
Universitas Brandeis, yang bernama Eugeunia
Hanfmann dan Richard Jones.
Biosfer adalah kesatuan holistik antara individu dan
lingkungan, bukan sebagai bagian yang saling
mempengaruhi, bukan sebagai unsur yang melebihi
otonom, tetapi sebagai aspek realitas tunggal yang
hanya dapat dipisahkan dengan abstraksi (1941).

Biosfer menunjuk pada proses somatik, proses
psikologis, dan proses sosial.
a.   Fungsi-fungsi simbolik organisme: persepsi,
     pemikiran, ingatan, khayalan, dan sebagainya.

b.   Bidang sosialnya: interaksi-interaksi individu
     dengan lingkungannya.

     Biosfer merupakan suatu keseluruhan yang
     tidak dapat dibagi, namun mempunyai
     organisasi tersendiri, dari sistem-sistem yang
     secara struktural saling berhubungan.
     Sistem-sistem holistik dalam biosfer disebut
     sistem-sistem. Misalnya, sistem organisme,
     sistem lingkungan, sistem planet, dan
     sebagainya.

        Alasan menggunakan analisis sistem :

1.     Suatu sistem dapat mencakup anggota
       sebanyak yang diperlukan untuk suatu
       gejala, sedangkan hubungan hanya
       menyangkut dua anggota. Jadi, sistem
       bersifat lebih dari pada hubungan.
2.   Komponen-komponen dari suatu sistem terikat satu
     sama lain oleh posisi masing-masing komponen
     dalam sistem; sedangkan anggota-anggota dari suatu
     hubungan diikat oleh suatu sifat umum yang dimiliki
     bersama, misalnya dalam warna dan bentuk. Jadi,
     posisi bersifat lebih dari pada sifat.

3.   Anggota-anggota dalam suatu sistem tidak perlu
     memiliki hubungan langsung satu sama lain, tetapi
     kedua anggota dari suatu hubungan harus berkoneksi
     satu sama lain.
Organisme disebut subjek, sebagai pol 1
(ujung 1).
Lingkungan disebut objek sebagai pol 2
(ujung 2).

Peristiwa-peristiwa dalam organisme atau
lingkungan secara terpisah-pisah, bukan
merupakan suatu realitas, belum
mencerminkan kenyataan, tetapi peristiwa-
peristiwa biosferik yang bersifat bipoler, adalah
realitas yang harus ditangani oleh para ilmuwan
biologi dan sosial.
A. Sistem yang Rigid
      1. Kaku
      2. Bagian-bagiannya pasti
      3. Peristiwa seragam atau terstandar
      4. Peristiwa lokal
      5. Tidak terpengaruh pada sistem lain
      6. Hubungan dengan lingkungan stabil
      7. Kerja otomatis, kurang disadari
B. Sistem yang Plastis
        1. Lentur, plastis
        2. Dapat bergeser
        3. Variasi fungsional luas
        4. Cenderung meluas
        5. Berpengaruh pada sistem lain
        6. Kurang stabil
        7. Terencana, disadari


Kedua sistem tersebut di atas ada dalam biosfer pada taraf
yang berbeda-beda.
Misalnya, fungsi-fungsi syaraf otot motoris cenderung plastis
atau lentur (elastis). Sedangkan pada fungsi-fungsi visceral
cenderung kaku.
1. Dimensi Vertikal: tingkah laku yang nampak dan tidak
   nampak.
2. Dimensi progresif: tingkah laku menuju kepada
   tujuannya (ada gerak maju).
3. Dimensi transfer: terjadi koordinasi antar tingkah
   laku.
a. Manusia mampu membentuk ide-ide dirinya, karena
   proses organiknya menjadi sadar.
b. Keseluruhan dari konsepsi-konsepsi diri ini
   membentuk diri simbolik.
c. Diri simbolik dapat palsu, tidak cocok dengan
   keadaan dan kebutuhan yang sebenarnya.
d. Pemisahan relatif dari diri simbolik dalam organisme
   mungkin merupakan titik lemah dalam organissme.
   Kepribadian manusia dapat merusak biosfer.
1.   Energi biosfer berasal dari tegangan-tegangan
     kutub organisme dan kutub lingkungan yang
     kerjanya berlawanan.

2.   Tendensi-tendensi energi organisme disebut
     otonomi, ekspansi organisme, yang melakukan
     asimilasi dan menguasai lingkungan. Hal ini
     serupa dengan dorongan egoistik manusia untuk
     mencapai kebutuhannya.
3.   Kecenderungan lingkungan disebut homonomi:
     dinyatakan dengan sejumlah saluran khusus,
     misalnya keinginan akan supersonik, akuisisi
     (penguasaan), eksplorasi, dan prestasi.

4.   Homonomisasi adalah penyesesuaian dan partisipasi
     sosial dalam lingkungan.

5.   Orang dapat menenggelamkan diri dalam kancah
     perjuangan untuk masyarakat luas, sehingga
     bangkitlah dorongan cinta.

6.   Otonomi = determinasi; homonomi = penyerahan
     diri.
7. Ada dua tahapan ekspansi diri, yakni:
   a. Input atau masukan: asimilasi lingkungan
      menjadi dasar otonomi.
   b. Output atau produktivitas: untuk menjadi dasar
      homonomi.

8.    Kecenderungan peningkatan otonomi dan
      homonomi, yang berupa ekspansi diri
      merupakan prisip sistem utama dalam biosfer.
  Angyal tidak mengajukan teori belajar untuk mengembangkan
  kepribadian. Maka perkembangan kepribadian dijelaskan
  sebagai berikut:

1. Kepribadiaan dipandang sebagai Gestalt temporal, pola yang
   berisi masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan
   datang.

2. Manusia mempunyai rancangan hidup. Hasrat untuk
   membentuk eksistensi seseorang menjadi keseluruhan yang
   penuh arti dan benar-benar luas yang akan memberikan
   kesatuan dan keutuhan sempurna bagi hidupnya.
3.   Perkembangan dalam pembentukan pola yang
     kuat, luas dan terintegrasi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1296
posted:5/31/2010
language:Indonesian
pages:39