ARAH KEBIJAKAN FISKAL 2008 by zqq12999

VIEWS: 395 PAGES: 23

									ARAH KEBIJAKAN MAKRO
    & FISKAL 2008

                      Menteri Keuangan RI
                                3 Mei 2007

 Disampaikan pada Musrenbangnas Th 2007 dalam rangka
               penyusunan RKP Th 2008
                              OUTLINE
I.        Sasaran Pembangunan Ekonomi Nasional

II.       Sasaran Ekonomi Makro dan Sasaran Sektoral
      •     Pertumbuhan Ekonomi, Stabilitas Ekonomi Makro, Neraca
            Pembayaran, Ketenagakerjaan dan Kemiskinan

III. Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi
      •     Peningkatan Pendapatan Riil Masyarakat , Perkuatan
            Sumber-sumber Investasi, Peningkatan Ekspor

IV. Dukungan Kebijakan

V.        Kebijakan Fiskal dan RAPBN 2008
      •     Sasaran RAPBN 2008 dan Kebijakan Fiskal, Belanja Negara, Penerimaan
            Negara, Pembiayaan Defisit, Risiko Fiskal, APBD
 Sasaran Pembangunan Ekonomi Nasional
Sasaran Jangka Menengah
                     •     Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai
   RPJM              •     Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis
                     •     Mewujudkan Indonesia yang sejahtera


Sasaran tiap Tahun
                     2008:
    TEMA
                     percepatan pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi
PEMBANGUNAN          kemiskinan dan pengangguran



  SASARAN            • Sasaran Pembangunan Ekonomi yang terukur
PEMBANGUNAN            (Infrastruktur, Sosial, dll)
    2008             • 8 Prioritas pembangunan


                         Growth 6,6%-7%, Investasi 14,5%-18,2%, Defisit 1,6%-1,8%,
    RAPBN                rasio perpajakan 13,5%-14,0%, pelayanan dasar & pemerataan
     2008                2,3% PDB, pendorong pertumbuhan 2,1% PDB
 Sasaran Pembangunan Ekonomi Nasional
- Mendorong Percepatan                                  SASARAN MAKRO
  Pertumbuhan Ekonomi
                                                         DAN SEKTORAL
 Pertumbuhan ekonomi yang
 berkualitas   Pertumbuhan dan
 Pemerataan Distribusi Pendapatan                       Pertumbuhan Ekonomi
 (Growth with Equity)
                                           Sasaran      Stabilitas Ekonomi Makro
- Percepatan Perluasan Lapangan            terukur      Neraca Pembayaran
  Pekerjaan
                                                        Kesempatan Kerja dan
 Pertumbuhan sektor yang banyak
 menyerap TK                                              Kemiskinan

- Penanggulanan Kemiskinan
 Peningkatan pendapatan secara merata,                      PENINGKATAN
 Akses yang lebih luas pada sarana                         KESEJAHTERAAN
 pendidikan , kesehatan, air bersih, dll


               Sasaran Indikator Makro 2008
               Pertumbuhan Ekonomi                   6,6% - 7,0%
               Jumlah Pengangguran                   8% - 9,0%
               Jumlah Orang Miskin                   15% -16,8%
 Sasaran Ekonomi Makro dan Sasaran Sektoral
                                                              Pertumbuhan PDB sebelum dan sesudah Krisis
                                         10%
                                                              7.80%
A. Pertumbuhan Ekonomi                                                                   4.90%
                                          5%
   Trend laju pertumbuhan terus
   meningkat, namun masih rendah          0%

   dibanding sebelum krisis




                                                1991

                                                       1992

                                                              1993

                                                                      1994

                                                                             1995

                                                                                    1996

                                                                                           1997

                                                                                                  1998

                                                                                                         1999

                                                                                                                2000

                                                                                                                       2001

                                                                                                                              2002

                                                                                                                                     2003

                                                                                                                                            2004

                                                                                                                                                   2005

                                                                                                                                                          2006

                                                                                                                                                                 2007
   Sasaran 2008: 6,6% - 7,0%:
                                         -5%



                                         -10%



                                         -15%
                                                                     Pertumbuhan PDB                      Rata rata pertumbuhan

B. Stabilitas Ekonomi Makro                                                  Pertumbuhan PDB
                                          7,0%                                                                                                            7.0%
Stabilitas untuk menjamin Sustainable
Growth                                    6,5%
  • Koordinasi Pemerintah dan Otoritas
    Moneter                               6,0%                                                                                                            6,60%
                                                   5,68%                              5,48%                                   6,30%
  • Tingkat Harga dan Inflasi terjaga
                                          5,5%
  • Tingkat suku bunga relatif rendah
    untuk mendorong investasi             5,0%
                                                2005                                 2006                                 2007                                   2008
Sasaran Ekonomi Makro dan Sasaran Sektoral (2)

 C. Neraca Pembayaran
    •   Cadangan Devisa 2008 semakin meningkat (sekitar USD60 miliar)
    •   Surplus Current Account didukung oleh
         •   Kenaikan Ekspor non migas
         •   Meningkatnya Impor Non Migas
         •   Defisit transaksi jasa masih tinggi
    •   Surplus Capital dan Financial Account
         •   Didukung oleh : FDI dan Portfolio

 D. Ketenagakerjaan dan Kemiskinan
    •   Tingkat pengangguran menurun
    •   Tingkat kemiskinan lebih rendah dari 2007
    •   Perluasan kesempatan kerja melalui kebijakan-kebijakan untuk
        mendorong investasi dan pembangunan sektor riil, dan stabilitas
        ekonomi untuk keberlanjutan pertumbuhan
    •   Peningkatan akses kepada fasilitas pendidikan, kesehatan, air
        bersih bagi penduduk miskin
Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi (1)
  A. Peningkatan Pendapatan Riil Masyarakat
      – Konsumsi RT tumbuh lebih cepat
      – Program-program untuk meningkatkan Daya Beli
            • Terjaganya laju inflasi dan stabilitas tingkat harga
            • Penurunan Suku Bunga
            • Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
                – dari 2.891 kecamatan (Th 2007) menjadi 3.800 kecamatan (Th 2008),
                – dengan kenaikan pagu anggaran per kecamatan dari tahun 2007
            • BLT bersyarat dan Subsidi yang tepat

6,5%
                Konsumsi RT
                                       6.2%
                                                12.0%
                                                               Konsumsi Pemerintah
6,0%
                                                10.0%
5,5%
                                       5,7%     8.0%                                  7.0%
5,0%                                                             9.6%
                                                                              8.9%
                              5,1%              6.0%
4,5%                                                                                  6.5%
                                                4.0%
4,0%
               3,2%                                     6.6%
3,5% 4,0%
                                                2.0%

3,0%                                            0.0%
   2005        2006         2007         2008      2005           2006        2007     2008
Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi (2)
                                                                       Pertumbuhan PMTB
B. Perkuatan Sumber-                       20%

                                           18%                                                                            18.2%

  sumber Investasi                         16%

                                           14%
                                                       10.8%                                                              14.5%
                                           12%

Investasi tumbuh lebih tinggi              10%


Sumber-sumber :                                 8%

                                                6%                                                     12.3%
   APBN dan APBD, Capex BUMN,                   4%

   Program percepatan pembangunan               2%
                                                                                2.9%
   infrastruktur, Kredit Perbankan              0%

                                                    2005                        2006                       2007                   2008


                                                    90,00
                                                               Daerah              Pusat
                                                    80,00
                                                    70,00
Pencairan Belanja modal Pemerintah :                60,00
                                       Triliun Rp

APBN: sekitar 90%                                   50,00




                                                                                                                          82,60
                                                    40,00




                                                                                                   65,80
APBD: sekitar 30%


                                                                        59,60
                                                    30,00
                                                    20,00




                                                                                           25,20




                                                                                                                  25,15
                                                               22,10
                                                    10,00
                                                     0,00
                                                                  2006                        2007                   2008
Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi (3)
                                 CAPEX BUMN (Triliun Rp)
                                 160


B. Perkuatan Sumber-                          Telekomunikasi

                                              Industri Strategis

                                              Energi


  sumber Investasi ……            120          Pertambangan

                                              Agro Industri, Pertanian, Kehutanan, dan
                                              Penerbitan
                                              Logistik & Pariwisata

                                              Usaha Jasa Lainnya
                                     80
                                              Bank & Jasa Keuangan

  Capex dan Program percepatan
  pembangunan infrastruktur,         40



  termasuk IPP 10.000 Megawatt
  dan Trans Java (1000 km),      -
                                            2004               2005             2006              2007           2008

  perbaikan pelayanan untuk
  investasi, dll                                       LDR 2000-2008 (%)
                                     80%


                                     70%
                                                  Nasional/Total

  Kredit Perbankan                   60%          Kredit Investasi+modal kerja

                                     50%
   • Penurunan suku bunga dan        40%

     peningkatan kredit              30%


                                     20%


                                     10%


                                      0%
                                           2000    2001     2002    2003      2004       2005   2006   2007   2008
  Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi (4)
17%              Pertumbuhan Ekspor                            Pertumbuhan Impor
                                                 19%                                  19.1%
15%      16.4%                                         17,1%
                                                 17%
                                        13.6%
13%                                              15%
11%                                              13%                                      17,3%
                   9.2%
                                        12.0%    11%                          14,2%
9%                               9.9%                           7,6%
                                                 9%
7%
                                                 7%
5%                                               5%
  2005            2006         2007       2008     2005        2006          2007             2008


      C. Peningkatan Ekspor
           - Pertumbuhan Ekspor di atas 12%
           - Pertumbuhan Impor di atas 17%

           - Komposisi Ekspor diperkirakan sekitar:
              - Manufaktur 84%, Pertanian 4%, Pertambangan dan lainnya 12%

           - Impor diperkirakan:
               - Bahan baku tumbuh 13.5%
               - Barang Modal tumbuh 14%
                Dukungan Kebijakan (1)
A.       Stabilitas Ekonomi Makro
     –     Menjaga sasaran inflasi untuk memberi ruang penurunan
           suku bunga kredit
     –     Menjaga stabilitas Rupiah pada nilai tukar yang optimal untuk
           mendukung pertumbuhan dan daya beli

B. Koordinasi Kebijakan Moneter dan Fiskal
     –     Pemantapan koordinasi untuk menjaga sasaran bersama
     –     Harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal untuk
           mengoptimalkan pertumbuhan
     –     Mengendalikan likuiditas perekonomian dengan
           mengupayakan:
          •   Suku bunga yang secara riil mampu menjaga kepercayaan
              terhadap Rupiah
          •   Mengurangi tekanan inflasi
          •   Penyediaan insentif untuk mendukung percepatan sektor riil.
            Dukungan Kebijakan (2)

C. Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Desentralisasi
    – Meningkatkan efektifitas dan efisiensi belanja sebagai stimulus
      pembangunan
    – Memperbaiki pelaksanaan anggaran di daerah-daerah untuk
      mendukung percepatan pembangunan
    – Percepatan persetujuan APBD
    – Pelaporan dan penggunaan belanja APBD
    – Peningkatan kepastian hukum dan keserasian peraturan pusat
      dan daerah diprioritaskan
       • Penegakan hukum persaingan usaha,
       • Sinkronisasi UU Penanaman Modal Tahun 2007 dengan
         berbagai peraturan daerah & Juklak UU Penanaman
         Modal
       • Penyusunan rancangan perubahan UU No. 5/1999 untuk
         membangun sistem pasar yang lebih sehat
              Dukungan Kebijakan (3)

D.     Peningkatan Ketahanan Sektor Keuangan dan Intermediasi
     –   Penguatan kelembagaan sektor keuangan
     –   Penyediaan skim penjaminan kredit melalui Askrindo, Perum
         Sarana, dll
     –   Relaksasi persyaratan kredit
     –   Perbaikan struktural di Bank BUMN
     –   Meningkatkan peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan
         investasi yang efisien
     –   Membangun pasar obligasi yang likuid dan stabil
     –   Menyiapkan regulasi dan sistem pengawasan (termasuk
         pengembangan data dan tolok ukur) usaha jasa keuangan
         (SMF/lembaga pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah dll)
     –   Pengembangan instrumen keuangan konvensional dan berbasis
         syariah (seperti obligasi daerah, sukuk, dan Reksadana)
     –   Menyediakan kemudahan bagi perusahaan masuk bursa (go
         public)
                Dukungan Kebijakan (4)

E.       Perbaikan Iklim Investasi
     –     Peningkatan penegakan hukum
     –     Pelaksanaan RUU Perpajakan dan Kepabeanan
     –     Harmonisasi UU Penanaman modal dan juklak/juknis
           pendukungnya
     –     Perbaikan birokrasi

F.       Percepatan Pembangunan Infrastruktur
     –     Peningkatan Pelayanan Infrastruktur sesuai dengan Standar
           Pelayanan Minimal   Standar Pelayanan Publik
     –     Peningkatan Investasi Proyek-Proyek Infrastruktur yang
           dilakukan oleh Swasta Melalui Berbagai Skema Kerjasama
           antara Pemerintah dan Swasta (PPP)
     –     Pengembangan Sektor Energi
          • Pengembangan Energi Alternatif
          • Kelanjutan Program Pembangkit Listrik
          Kebijakan Belanja Negara
Peningkatan belanja diikuti peningkatan kualitas:
a. Perencanaan yang tepat:
        RKA-K/L yang baik
        Penyampaian DIPA tepat waktu
b. Pembahasan dengan DPR yang lebih cepat dan efektif
c. Eksekusi yang prudent:
    –   Pembentukan Satker
    –   Penunjukan yang tepat dan prefesional:
         –   Pimpro,
         –   bendaharawan,
         –   pejabat pembuat komitmen,
         –   pejabat penguji dan pejabat pengadaan barang
d. APBN-P hanya untuk perubahan asumsi dan yang
   benar-benar emergency
e. Pelaporan yang rapi dan disiplin
         Arah Kebijakan Belanja Negara

• Perbaikan kesejahteraan aparatur negara dan
  pensiunan
• Peningkatan stimulus melalui pembangunan
  infrastruktur
• Pengalokasian anggaran subsidi yang lebih tepat
  sasaran untuk menjaga stabilitas harga dan
  perlindungan kesejahteraan masyarakat
• Perlindungan sosial a.l melalui :
  – Pendidikan
  – Kesehatan
  – PNPM

• Penyusunan kerangka pengeluaran jangka
  menengah dan penganggaran berbasis kinerja
         Arah Kebijakan Belanja ke Daerah

• Konsolidasi Defisit APBN dan APBD
• Pemantapan Desentralisasi fiskal guna menunjang pelaksanaan
  Otonomi Daerah
• Untuk itu, kebijakan alokasi belanja ke daerah a.l. ditujukan
  untuk:
   –   mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah, serta
       antardaerah;
   –   mengurangi kesenjangan pelayanan publik antardaerah (public service
       provision gap);
   –   meningkatkan kapasitas daerah dalam menggali potensi Pendapatan
       Asli Daerah (melalui revisi UU 34 Tahun 2000);
   –   Pengalihan secara bertahap dana dekonsentrasi dan Tugas
       Pembantuan yang ditujukan untuk mendanai kegiatan yang sudah
       menjadi urusan daerah ke DAK
   –   Penghapusan Hold Harmless sehingga pada Tahun 2008 tidak
       dialokasikan Dana Penyesuaian
     Kebijakan Fiskal dan RAPBN 2008
Penerimaan                   Rasio Penerimaan Pajak terhadap
                       14%
                                          PDB


Peningkatan Rasio 13%
Perpajakan menjadi




                                                                  13.5%
                                                         13.4%
                                                13.3%
                    12%
sekitar 13,5% - 14%




                                       12.7%
                              12.4%
                       11%


                       10%
                             2004     2005     2006     2007     2008

  - Perbaikan Administrasi dan Pelayanan Perpajakan
  - Pelaksanaan UU Perpajakan
  - Ekstensifikasi dan Intensifikasi Perpajakan
      Kebijakan Fiskal dan RAPBN 2008
Pembiayaan


Fokus : pembiayaan dalam negeri dan sumber lain yang
murah dan risiko rendah


Sumber-sumber dana dalam negeri :
    • Penerbitan SBN rupiah dan valas
    • Obligasi Ritel Indonesia (ORI),
    • SPN (Surat Perbendaharaan Negara) jangka pendek
    • SBN (Surat Berharga Negara) Syariah
        Kebijakan Fiskal dan RAPBN 2008
Risiko Fiskal Tahun 2008

•   Risiko Perubahan Asumsi (sensitivitas)
    – Deviasi perencanaan asumsi makro terhadap besaran APBN
    – Deviasi perencanaan pendapatan, belanja dan pembiayaan
    – Sensitivitas perubahan APBN 2008 akibat perubahan asumsi makro
•   Risiko Belanja
    – Bencana alam
    – Desentralisasi fiskal (pemekaran, asumsi)
    – Kebijakan yang mendadak
•   Risiko Dukungan Infrastruktur
    – Risiko tanah
    – Operasional BUMN (PLN, Jasa Marga)
•   Risiko Utang
    – Risiko pembayaran kembali, nilai tukar, tingkat bunga dan operasional
TERIMA KASIH

								
To top