Docstoc

PENILAIAN - DOC

Document Sample
PENILAIAN - DOC Powered By Docstoc
					                                        PENILAIAN
      Penilaian atau ulangan umum pada kurikulum 1994 +Suplemen dan Kurikulum 2004
      masing –masing mengacu pada ketentuaan sebagai berikut :

          1. Kurikulum 1994 +Suplemennya

          a. Ulangan umum merupakan bagian dari system penilaian pendidikan di sekolah
             yang dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran di kelas I,II,dan III.
          b. Materi ulangan umum meliputi seluruh mata pelajaran dan mencakup semua
             konsep pokok bahasan/ tema yang dipelajari pada semester 1 dan 2 kelas yang
             bersangkutan
          c. Jenis penilaian yang dilakukan dalam ulangan umum berupa tes tertulis dan
             praktik sesuai dengan karakteristik masing masing mata pelajajaran:
          d. Nilai hasil ulangan umum digunakan sebagai salah satu komponen dalam
             penulisan nilai rapor semester 2 ,dengan rumus :

           Perhitungan Nilai Raport Untuk Kelas II

   a. Rumus Nilai Raport (NR) untuk tiap-tiap mata pelajaran, kecuali untuk Pendidikan
      Agama dan PPKn adalah sebagai berikut:
      NR = NH + 2 NU
                3
      NR = Nilai Raport
      NH = Nilai Rata-rata Ulangan Harian
      NU = Nilai Ulangan Umum

   b. Rumus Nilai Raport (NR) Pendidikan Agama Islam adalah sbb.
      NR = 3K + 3a + 4P
                  10
      NR = Nilai Raport
      K = Rata-rata nilai aspek kognitif yang diperoleh dari Ulangan Harian (NH)     dan
              Ulangan Umum melalui rumus
      K = NH + 2NU
                  3
      a . = Rata-rata aspek efektif
      p. = Rata-rata nilai aspek psikomotor (penekanannya pada praktek pelaksanaan ibadah
              pokok antara lain:
             Sholat dan baca Al- Quran


   c. Rumus Nilai Raport ( NR) PPKn adalah:
      NR = NU + X + 2NU
                 4
      NR = nilai Raport
      NH = Nilai Rata-rata Ulangan Harian
      X = Nilai sebagai hasil pengamatan dari guru PPKn dan guru lain, orang tua dan pihak
            lain yang relevan


2. Kurikulum 2004

 a.Kurikulum 2004 menganut prinsip belajar tuntas (mastery learning ) sehingga penilaian hasil
   belajarnya dilakukan secara bertahap dan maju berkelanjutan (continuous progress) untuk
   mngukur pencapaian siswa pada setiap kompetensi yang harus dikuasai. Sekolah/kelas yang
   melaksanakan kurikulum 2004 pada dasarnya tidak perlu melaksanakan ulangan umum
   ,sepanjang prosedur penilaian pada setiap mata pelajaran telah dilakukan sesuai dengan
   prinsip pembelajaran tuntas bagaimana dikehendaki dalam kurikulum 2004. Jadwal ulangan
   umum pada sekolah /kelas dapat digunakan untuk ulangan blok terakhir pada semester yang
   bersangkutan.

 b. Sekolah /kelas yang melaksanakan Kurikulum 2004, tetapi belum sepenuhnya melaksanakan
   pembelajaran tuntas dan belum melakukan penilaian secara maju berkelanjutan (continuous
   progress) dapat melaksanakan ulangan umum pada akhir semester 2 ,sebagai alat penilaian
   untuk mengukur pencapaian kompetensi secara kumulatif pada setiap mata pelajaran

 c. Jenis penilaian yang dilakukan dalam ulangan umum dapat berupa tes tertulis dan praktik,
    sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran.

 d. Nilai hasil ulangan umum digunakan sebagai salah satu komponen dalam penulisan nilai
     raport semester 2, dengan ketentuan nilai ulangan umum berbobot 40% dan rata rata hasil
    nilai harian 60% dinyatakan dengan rumus :

                 Nilai Rapor = 0,60 (NH) + 0,40(NU)




   B. Kriteria Kenaikan Kelas
       a. Kurikulum 1994 + Suplemen
1 Kriteria Kenaikan Kelas Kurikulum 1994 +Suplemen

       1. Kenaikan kelas dipertimbangkan berdasarkan nilai raport semester 2 untuk kelas
          II.
       2. Siswa dinyatakan naik kelas dari kelas kelas II ke kelas III bila memenuhi kriteria
          kenaikan kelas sebagai berikut :

           2.1. Nilai mata pelajaran Pendidikan Agama, PPKn dan Bahasa Indonesia masing-
                masing minimal 6.
           2.2. Tidak ada nilai 3 atau kurang dari 3.
           2.3. Rata-rata nilai untuk semua mata pelajaran sekurang-kurangnya 6,0
                ( Enam koma nol ).
           2.4. Boleh ada 5 nilai kurang ( 5K ) dengan ketentuan :
                a. Bukan mata pelajaran Pendidikan Agama, PPKn atau Bahasa
                   Indonesia.
               b. Angka/nilai 4 dihitung nilai kurang ( 2K ) dan angka/nilai 5 dihitung
                  satu nilai kurang ( 1K ).

2. Pemilihan Program Khusus/Penjurusan Kurikulum 1994+ Suplemen

          Setiap siswa dibolehkan memilih program khusus bila memenuhi :

       1. Syarat kenaikan kelas II ke kelas III.
       2. Untuk program Bahasa hanya ada satu nilai 5 ( 1K ) untuk mata pelajaran bahasa
          Inggris atau Sejarah Nasional dan sejarah umum.
       3. Untuk program IPA hanya ada satu nilai 5 ( 1K ) untuk mata pelajaran Matematika,
          Fisika, Biologi atau Kimia.
       4. Untuk program IPS hanya ada satu nilai 5 ( 1K ) untuk mata pelajaran Sejarah
          Nasional dan Sejarah Umum, Ekonomi, Sosiologi atau Geografi.


   a. Kurikulum 2004
   1. Kriteria Kenaikan Kelas
     1. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.
     2. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai
         ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran pada semester 2.
     3. Siswa dinyatakan naik kelas apabila :
         a. Berkelakuan baik sesuai dengan standar penilaian sekolah
         b. Prosentase kehadiran dalam kegiatan belajar sekurang kurangya 75% kecuali
             dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
      c. Memiliki nilai rapor semua mata pelajaran sampai dengan semester 2 kelas yang
         bersangkutan
      d. Telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan oleh sekolah
         pada semua mata pelajaran


2. Penjurusan
 1.      Waktu penjurusan
      a. Penentuan penjurusan program studi IA, IS dan Bhs dilakukan mulai
          akhir semester 2 kelas X.
      b. Pelaksanaan penjurusan program studi di semester 1 kelas XI.


 2.      Kriteria penjurusan program studi meliputi :
      a. Nilai akademik,
         Siswa yang naik kelas XI dan akan mengambil program studi tertentu yaitu : Ilmu
         Alam atau Ilmu Sosial atau Bahasa : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling
         banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran yang bukan
         menjadi ciri khas program studi tersebut (lihat Struktur Kurikulum).


         Siswa yang naik kekelas XI, dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3
         (tiga) mata pelajaran, maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan
         program studi yang dapat diikuti oleh siswa, contoh :
                Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, matematika dan
                 Sejarah (2 mata pelajaran ciri khas program studi ilmu Alam dan 1 ciri
                 khas program studi Ilmu Sosial), maka siswa tersebut secara akademik
                 dapat dimasukkan ke program studi Bahasa.
                  Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa dan Sastra
                 Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, (2 mata pelajaran ciri khas
                 Bahasa dan 1 ciri khas Ilmu Alam), maka siswa tersebut secara akademik
                 dapat dimasukkan ke program studi Ilmu Sosial.
                  Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi, Sosilologi,
                 dan Bahasa Inggris (2 mata pelajaran ciri khas Ilmu Sosial dan 1 ciri khas
                 Bahasa), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke
                 program studi Ilmu Alam.


                  Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Ekonomi, dan
                 Bahasa dan Sastra Indonesia (mencakup semua mata pelajaran yang
                 menjadi ciri khas ketiga program di SMA) maka siswa tersebut:
                                 perlu   diperhatikan   prestasi   kognitif,   afektif,   dan
                                  psikomotor mata pelajaran yang menjadi ciri khas
                                  program studi Ilmu Alam seperti Matematika, Fisika,
                                  Kimia, dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran
                                  yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Sosial
                                  (Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi) dan dibandingkan
                             dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program
                             studi Bahasa (Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa
                             Inggris). Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud,
                             dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri
                             dengan ujian. Apabila nilai dari setiap mata pelajaran
                             yang menjadi ciri khas program studi tertentu ada nilai
                             prestasi yang lebih unggul daripada program studi lainya,
                             maka siswa tersebut dapat dijuruskan ke program studi
                             yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul
                             tersebut. Apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek
                             tidak cocok/sesuai, wali kelas dengan pertimbangan
                             masukan       guru   Bimbingan   dan   konseling   dapat
                             memutuskan program studi apa yang dapat dipilih oleh
                             siswa.
                            Kriteria Penjurusan Bisa menggunakan Kriteria yang
                             disepakatidi lingkungan Sekolah tetapi Perlu diperhatikan
                             minat siswa


 b.    Minat siswa
       Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan
       wawancara, atau cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi minat, dan
       bakat.
3. Siswa diberi kesempatan untuk pindah jurusan (multi-entry-multi-exit) apabila
      ia tidak cocok pada program studi semula atau tidak sesuai dengan kemampuan
      dan kemajuan belajarnya.        Sekolah harus memfasilitasi agar siswa dapat
      mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di
      kelas baru.
4. Batas waktu untuk pindah program studi ditentukan oleh sekolah paling lambat
      1 (satu) bulan.